Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENGGOLONGAN OBAT
Pengertian Obat
Obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang
digunakan untukmempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan
patologi

dalam rangka

penyembuhan, pemulihan,

penetapan
peningkatan

diagnosis,

kesehatan

dan

pencegahan,
kontrasepsi, untuk

manusia (UU No. 36 Thn 2009)

1. Golongan Obat Bebas


Obat bebas atau OTC (Over The Counter) adalah obat yang dapat dijual
bebas kepada umum tanpa resep dokter, tidak termasuk dalam daftar narkotika,
psikotropika, obat keras, obat bebas terbatas dan sudah terdaftar di Depkes R.I.
Penandaan obat bebas diatur berdasarkan S.K. Menkes Rl Nomor
2380/A/SKA/I/1983 tentang tanda khusus untuk obat bebas dan obat bebas
terbatas. Tanda khusus untuk obat bebas yaitu bulatan berwarna hijau dengan
garis tepi warna hitam, seperti terlihat pada gambar berikut :

Contoh Obat:

No

Nama Obat

Khasiat

Bentuk Sediaan

Aspirin

Analgesik

Tablet

Combicetrine

Antimikroba

Cair

Protecal Solit

Vitamin C

Tube

Sangobion

Antianemia

Kapsul

Enervon-C

Multivitamin

Tablet

Sanmol

Antipiretik

Sirup

Panadol

Analgesik

Kaplet

Bodrex

Analgesik

Tablet

Oralit

Obat Diare

Cair

10

Omegrip

Antipiretik

Sirup

2. Golongan Obat Bebas Terbatas


Obat bebas terbatas adalah Obat Keras yang dapat diserahkan kepada
pemakainya tanpa resep dokter, bila penyerahannya memenuhi persyaratan
sebagai berikut:
a. Obat tersebut hanya boleh dijual dalam bungkusan asli dari pabriknya
atau pembuatnya
b. Pada penyerahannya oleh pembuat atau penjual harus mencantumkan
tanda peringatan yang tercetak sesuai tanda peringatan berwarna hitam,
berukuran

panjang 5 cm, lebar 2 cm dan memuat pemberitahuan

berwarna putih, seperti berikut:

P. no. 1
Awas ! Obat Keras Bacalah
aturanm emakainya

P. no. 4
Awas ! Obat Keras Hanya
untuk dibakar

P. no. 2
Awas ! Obat Keras Hanya
untuk kumur jangan ditelan

P. no. 5
Awas ! Obat Keras Tidak
boleh ditelan

P. no. 3
Awas ! Obat Keras Hanya
untuk bagian luar dari badan

P. no. 6
Awas ! Obat Keras Obat
wasir, jangan ditelan

Penandaan Obat bebas terbatas, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan


Rl No 2380/A/SK/VI/83 tanda khusus untuk obat bebas terbatas berupa
lingkaran berwarna biru dengan garis tepi berwarna hitam, seperti terlihat pada
gambar berikut:

Contoh Obat:
No

Nama Obat

Khasiat

Bentuk Sediaan

Dexanta

Obat Mag

Suspensi

Tilomix

Antitusif

Kapsul

Bisolvon

Antiekspektoran

Sirup

Mixagrip

Pereda Flu

Tablet

Procold

Pereda Flu

Tablet

Neo Napacin

Antiasma

Tablet

Dextromethorphan

Antitusif

Sirup

Otrivin

Insto

Mencegah Hidung
Tersumbat
Obat Mata

Cair
Cair

10

Nalgestan

11

Rokok Asthma

Mencegah Hidung
Tersumbat

Tablet

3. Golongan Obat Keras


Obat daftar G menurut bahasa Belanda "G" singkatan dari "Gevaarlijk"
artinya berbahaya jika pemakaiannya tidak berdasarkan resep dokter.

Penandaan

Golonagn

Obat

Keras

dan

Psikotropika

Berdasarkan

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 02396/A/SKA/III/1986


adalah "Lingkaran bulat berwarna merah dengan garis tepi berwarna hitam
dengan huruf K yang menyentuh garis tepi, seperti terlihat pada gambar
berikut:

3.1. Contoh Golongan Obat Keras


No

Nama Obat

Khasiat

Bentuk Sediaan

Ampicillin

Anti Infeksi

Tablet, Sirup, Kaplet

Amoxil

Anti Infeksi

Sirup

Aditrium

Anti Infeksi

Kaplet

Contrimoxazole

Antimikroba

Tablet

Chloramex

Antimikroba

Sirup

Bufacaryl

Antiasma

Kaplet

Ephedrin HCL

Antiasma

Ampul

Analsik

Analgesik

Kaplet

Anastan Forte

Analgesik

Kaplet

10

Cataflam

Analgesik

Tablet

3.2. Obat Keras Golongan Psikotropika


Menurut

Undang-Undang

Nomor

Tahun

1997

tentang

Psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan
narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada
susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas
mental dan perilaku.

3.3. Penggolongan Psikotropika


Golongan I tidak digunakan dalam terapi, tapi hanya untuk ilmu
pengetahuan. Potensi sidrom ketergantungan amat kuat.
Golongan II dapat digunakan dalam terapi dan ilmu pengetahuan.
Potensi sidrom ketergantungan kuat.

Golongan III banyak digunakan dalam terapi dan ilmu pengetahuan.


Potensi sidrom ketergantungan sedang.
Golongan IV sangat luas digunakan dalam terapi dan ilmu
pengetahuan. Potensi sidrom ketergantungan ringan.

Penandaan Obat Golonnga Psikotropika adalah lingkaran bulat


berwarna merah dengan huruf K berwarna hitam yang menyentuh garis
tepi yang berwarna hitam.
3.4. Contoh Golongan Obat Psikotropika

No

Nama Lazim

Somadril Compositium

Zitanid

Solaxin

Zypras

Decazepam

Atifan

Decazepam

Diobrium

Stesolid

10

Trilafon

4. Golongan Obat Narkotika


Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang narkotika, adalah zat atau
obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi
sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,
6

hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat


menimbulkan ketergantungan yang dibedakan ke dalam golongan I, II dan III.
Penandaan narkotika berdasarkan peraturan yang terdapat dalam
Ordonansi Obat Bius yaitu Palang Medali Merah seperti terlihat pada gambar
berikut:

Penyimpanan Narkotika
PerMenKes No.28/MenKes/Per/1987 tentang tata cara penyimpanan narkotika
pasal 5 dan 6 menyebutkan bahwa apotek harus memiliki tempat khusus untuk
menyimpan narkotika yang memenuhi persyaratan yaitu:
1. Harus dibuat seluruhnya dari kayu atau bahan lain yang kuat.
2. Harus mempunyai kunci ganda yang berlainan.
3. Dibagi 2 masing-masing dengan kunci yang berlainan. Bagian 1
digunakan untuk menyimpan morfin, petidin, dan garam-garamnya serta
persediaan narkotika. Bagian 2 digunakan untuk menyimpan narkotika
yang digunakan sehari-hari.
4. Lemari khusus tersebut berupa lemari dengan ukuran lebih kurang
40x80x100 cm3, lemari tersebut harus dibuat pada tembok atau lantai.
5. Lemari khusus tidak dipergunakan untuk menyimpan bahan lain selain
narkotika, kecuali ditentukan oleh MenKes.

6. Anak kunci lemari khusus harus dipegang oleh pegawai yang diberi
kuasa.
7. Lemari khusus harus diletakkan di tempat yang aman dan yang tidak
diketahui oleh umum.
4.1. Penggolongan Narkotik

Golongan I tidak digunakan dalam terapi, tapi hanya untuk ilmu


pengetahuan. Potensi ketergantungan sangat tinggi.

Golongan II dapat digunakan dalam terapi dan ilmu pengetahuan.


Potensi ketergantungan sangat tinggi.

Golongan III banyak digunakan dalam terapi dan ilmu pengetahuan.


Potensi ketergantungan ringan.

4.2. Contoh Obat Psikotropika

Golongan I, meliputi: tanaman papaver somniverum, opium, tanaman


koka-daun koka-kokain mentah-kokaina, heroin-morphine, ganja.

Golongan II, meliputi : Alfesetilmetadol, Benzetidin, Betametadol.

Golongan III, meliputi : Asetihidroteina, Dokstroprosifem, Dihidrokodenia.


o Codein tablet 10 mg,15 mg,dan 20 mg
o Codipront syrup 60 ml
o Durogesic tablet 12,5 mg
o MST 20 mg.

BAB II
SKEMA SISTEM DISTRIBUSI OBAT

Sarana Produksi/
Distributor

SARANA
PENYALURAN
( PBF )

SARANA
PELAYANAN

SARANA
PELAYANAN
( APOTEK )

( INSTALASI
FARMASI, PRAKTEK
BERSAMA)

RUMAH SAKIT/KLINIK
( TANPA APOTEKER )

SARANA
PELAYANAN
( TOKO OBAT )