Anda di halaman 1dari 6

Nama: Berkat jaya Mendrofa

NIM

: 1201004

MANFAAT DAUN TAPAK DARAH


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

Hingga detik ini, penyakit leukimia masih merupakan ancaman yang menakutkan bagi siapapun.
Sementara obat yang spesifik untuk menghentikanperkembangan sel kanker belum juga
ditemukan. Upaya pencegahan yang kini banyak diusahakan yaitu dengan menggunakan trapi
radiasi dan kemotrapi.Padahal, pemaparan terhadap penyinaran (radiasi) dan bahan kimia
tertentu serta pemakaian obat anti kanker justru membuka jalan dan memicu resiko terjadinya
leukimia. Di satu sisi, terapi radiasi dan kemotrapi menjadi langkah kuratif andalan dalam
penanganan penderita leukimia. Di sisi lain, kedua cara tersebut memakan biaya yang begitu
tinggi.Berangkat dari hal ini, sebagaian penderita lebih memilih terapi alternatif dibanding obatobat kimiawi buatan.
Berdasarkan data yang diperoleh bahwa bunga TAPAK DARA(Catharathus Roseus L.G. Don)
bisa menyembuhkan penyakit kanker darah (leukimia). Bunga tapak dara adalah salah satu
bunga yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Bunga mungil ini memang sangat mudah
ditanam dan bisa ditemukan di berbagai tempat dengan iklim yang berbeda-beda. Bunga tapak
darah (Ammocallis rosea) yang juga kerap disebut dengan kembang sari Cina, kembang serdadu,
atau tapak doro ini ternyata memiliki banyak khasiat sebagai obat.Tumbuhan semak menahun ini
bisa tumbuh mulai dari dataran rendah hingga ketinggian 1800 m di atas permukaan laut. Tapak
dara bisa tumbuh di berbagai iklim, baik di tempat terbuka maupun tertutup. Tumbuhan ini bisa
diperbanyak dengan biji, stek batang, atau akar. Pada akar, batang, daun hingga bunga Tapakdara
mengandung unsur-unsur zat kimiawi yang bermanfaat untuk pengobatan. Antara lain Zat
alkaloida (vinkristin, vinblastin, vinleurosin dan vinrosidin). Zat vindolin yang berkhasiat
menurunkan kadar gula darah, menurunkan tekanan darah dan dipakai sebagai obat penenang.
Kandungan zat vinblastin dan vincristine yang terdapat pada tanaman tapak dara bermanfaat
sebagai anti kanker.

1.2. Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah yang akan dikemukakan adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana mekanisme terjadinya leukimia?
2. Apa kandungan yang terdapat pada tanaman tapak dara sehingga dapat menyembuhkan
leukimia?
3. Apakah efek samping dari vinblastin dan vincristine?
1.3. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini antara lain :
1.

Mengetahui khasiat TAPAK DARA untuk penyakit leukimia.

2.

untuk menemukan obat alternatif dari penyakit leukimia

1.4. Manfaat penulisan


Manfat yag ingin diraih dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Memperkenalkan Catharathus Roseus L.G. Don sebagai tanaman hias yang dapat di jadikan
sebagi obat alternatif kepada masyarakat.
2. Memberikan khasanah ilmu pengetahuan tentang pemanfaatan Catharathus Roseus L.G. Don
pereduksi sel leukimia.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Leukimia
2.1.1. Definisi Leukimia
Leukemia atau kanker darah adalah sekelompok penyakit neoplastik yang beragam, ditandai oleh
perbanyakan secara tak normal atau transformasi maligna dari sel-sel pembentuk darah di
sumsum tulang dan jaringan limfoid. Sel-sel normal di dalam sumsum tulang digantikan oleh sel
tak normal atau abnormal. Sel abnormal ini keluar dari sumsum dan dapat ditemukan di dalam
darah perifer atau darah tepi. Sel leukemia mempengaruhi hematopoiesis atau proses
pembentukan sel darah normal dan imunitas tubuh penderita.
Kata leukemia berarti darah putih, karena pada penderita ditemukan banyak sel darah putih
sebelum diberi terapi. Sel darah putih yang tampak banyak merupakan sel yang muda, misalnya

promielosit. Jumlah yang semakin meninggi ini dapat mengganggu fungsi normal dari sel
lainnya.
2.2. Tapak Dara
Tanaman yang termasuk dalam famili Apocynaceae ini merupakan jenis tumbuhan dengan
berbagai kandungan kimia. Menurut Ir. Winarto, ahli tanaman obat dari Kebun Obat Karyasari,
terdapat lebih dari 70 macam alkaloid pada seluruh bagian tanaman tapak dara. Bahkan di dalam
tanaman tapak dara pun terdapat alkaloid antikanker, yaitu komponen aktif vinblastine dan
eurocristine(vincristine).
Hanya saja, dijelaskan oleh Endah Lasmadiwati, ahli tanaman obat dari Taman Sringanis, Bogor,
tapak dara sedikit bersifat toksik. Makanya, penggunaan untuk ramuan obat harus dibatasi.
"Dosisnya cukup lima bunga atau lima lembar daun," ungkap Endah. Semua bagian tanaman
tapak dara bisa digunakan untuk membuat ramuan obat. Jenis bunga yang biasa digunakan
adalah bunga putih karena sifatnya yang lebih dingin atau yin.
2.2.1. Spesifikasi Tapak Dara
Biasanya tanaman semak ini sering tumbuh liar dan dipelihara sebagai tanaman hias. Tumbuhan
semak tegak ini tingginya sekitar 100 cm, dan tumbuh subur di padang atau pedesaan beriklim
tropis. Ada pun yang banyak dipakai sebagai obat adalah tapak dara yang tajuknya putih.
Tapakdara memiliki rumah biji berbentuk silindris yang menggantung pada batang Penyebaran
tanaman ini dengan biji. Batangnya berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu,
beruas, bercabang dan berambut. Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau dan
diklasifikasikan berdaun tunggal. Bunga tapak dara mirip terompet dengan permukaan berbulu
halus, ada yang tajuknya berwarna putih dan ada yang berwarna merah keunguan.
2.2.2. Kandungan dan manfaat
Pada akar, batang, daun hingga bunga Tapakdara mengandung unsur-unsur zatkimiawi yang
bermanfaat untuk pengobatan. Antara lain Zat alkaloida (vinkristin,vinblastin, vinleurosin dan
vinrosidin). Zat vindolin yang berkhasiat menurunkan kadar gula darah, menurunkan tekanan
darah dan dipakai sebagai obat penenang. Kandungan zat vinblastin dan vincristine
yangbterdapat pada tanaman tapak dara bermanfaat sebagai anti kanker.

Khasiat dan Manfaat untuk pengobatan :


Diabetes Melitus
Hipertensi
Leukimia
Asma dan Bronkhitis
Demam
Batu Ginjal
Anemia
Bisul, Borok
BAB III
METODE PENELETIAN
Metode penelitian merupakan suatu cara untuk mendapatkan atau

memperoleh data dengan

akurat dan benar dengan menggunakan berbabagi metode metode yang telah ditentukan.
3.1 Jenis penelitian
Karya Ilmiah ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Kualitatif dimana
data diperoleh dari referensi yang kita dapatkan dari internet. Dan secara Kuantitatif yaitu
dengan mengadakan penelitian dan percobaan.
3.2 Teknik Pengumpulan Data
Dalam menyelesaikan Karya Ilmiah ini, kami menggunakan teknik eksperimen. Yaitu kami
melakukan percobaan pembuatan obat tradisional dengan bahan baku utama daun tapak dara.
3.3 Prosedur Pengumpulan Data

Dengan cara mengumpulkan data dari beberapa sumber dan buku-buku yang berhubungan

tentang penyakit leukimia dan tumbuhan tapak dara.

Dengan cara penelitian langsung menggunakan data sempel yag telahtersedia untuk

mengambil pembuktian dan kesimpulan untuk di masukkandalam data hasil.

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Mekanisme terjadinya leukimia
penyakit leukimia ditandai oleh bertambah banyaknya darah putih dalam aliran darah. Seperti
halnya dengan bentuk lain dari kanker, sel-sel tidak lagi berkembang biak dengan cara yang
teratur, leukimia menyangkut produksi sel-sel darah putih yang belum dewasa dengan cepat dan
berkelebihan yang langka dalam hal efektivitasnya. Ini menjurus ke arah infiltrasi progresif dari
sel darah putih ke dalam jaringan tubuh, terutama sumsum tulang. Akibatnya sumsum tulang
dirusak dan kehilangan kemampuannya untuk membuat sel darah merah normal dan sel darah
putih normal serta platelet. Kegagalan dalam produksi sel darah merah mengakibatkan anemia,
kurangnya sel darah putih yang normal menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi, dan
kegagalan dalam memproduksi platelet darah menyebabkan adanya bahaya terhadap perdarahan
yang gawat. Dengan demikian gejala utama dari leukimia adalah anemia, infeksi, dan
perdarahan.
Leukimia akut biasanya didominasi oleh adanya blast leukemi. Sel-sel ini besar dan memiliki
rasio inti sitoplasma tinggi. Leukimia kronik ditandai oleh adanya bentuk sel darah putih yang
lebih matur dalam sumsum dan darah perifer. Meskipun sel leukimia dapat memasuki setiap
jaringan atau alat tubuh, perubahan paling nyata tampak dalam sumsum tulang, nodus limfatik
dari hati. Dalam kasus yang paling mencolok, sumsum tulang menjadi berwarna coklat
kemerahan sampai putih kelabu, keruh karena sumsum normal secara difus diganti oleh massa
sel darah putih.Kadang-kadang infiltrat ini meluas ke dalam sumsum yang

sebelumnya

berlemak,menggerogoti dan mengikis tulang kanselosa dan korteks.


4.2

Kandungan Tapak Dara

Kandungan yang sangat penting dalam tanaman tapak dara adalah pada pokok bunganya yang di
anggap beracun dengan bahan aktif seperti Vincristine, vinblastine, reserpine, ajmalicine dan
serpentine. Kandungan lain Pokok
bunga Tapak Dara adalah Catharanthine, leurosine, norharman, lochnerine, tetrahydroalstonine,
vindoline, vindolinine, akuammine, vincamine, vinleurosin dan vinrosidin.
Di balik kesederhanaan tapak dara tersimpan manfaat yang besar terutama dalam bidang
kesehatan, terbukti bahwa terdapat empat zat dalam tapak dara yang bisa dimanfaatkan (meski
diketahui itu beracun): Vinblasine, ternyata bisa dimanfaatkan dalam pengobatan penyakit
leukemia. Vincristine, disamping dipakai dalam pengobatan leukemia, juga kanker payudara, dan

tumor ganas lainnya. Vindesine, dipakai dalam pengobatan leukemia pada anak-anak, dan
penderita tumor pigmen.Vinorelbine, seringkali digunakan sebagai bahan pengobatan untuk
mencegah pembelahan kelenjar.
Tapak dara mengandung lebih dari 70 macam alkaloid. 2 jenis alkaloid yang ditemukan pada
daunnya, merupakan anti kanker aktif yang dapat digunakan pada kemoterapi. Vinblastine
digunakan untuk penderita Hodgkins disease dan vincristine digunakan untuk anak-anak
penderita leukemia. Dengan digunakannya vincristine, anak-anak penderita leukimia yang
selamat meningkat dari 20 menjadi 80 persen. Vincristine, disamping dipakai dalam pengobatan
leukemia, juga kanker payudara, dan tumor ganas lainnya. Selain itu ada juga kandungan
Vindesine yang dipakai dalam pengobatan leukemia pada anak-anak, dan penderita tumor
pigmen, dan Vinorelbine yang seringkali digunakan sebagai bahan pengobatan untuk mencegah
pembelahan kelenjar. Selain vinblastine (VLB) dan vincristine (VCR), alkaloid anti kanker
lainnya adalah leurosine (VLR), vincadioline, leurosidine, catharanthine, dan lochnerine.
Sementara alkaloid berefek hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah) adalah leurosine,
catharanthine, lochnerine, tetrahydroalstonine, vindoline, dan vindolinine.
4.3

Efek samping vinblastin dan vincristine

Senyawa aktif vinblastin dan vinkristin berkhasiat antikanker pada leukemia,ehrlich ascitic liver
carsinoma dan walker carcinoma. Jugamenghentikan pembelahan sel (mitos) kanker pada tingkat
metafase dan menghambat sintetis purin, DNA dan RNA. Vimblastin terutama untuk penyakit
hodgki"s dan chorioepithelioma, juga efektif pada kanker payudara, indung telur (ovarium),
testis dan nephroblastoma. Vinkristin lebih efektif pada leukemia granulostik dan limfositik akut,
terutama pada leukemia limfositik dan mielositik akut pada anak-anak. Keduanya menyebabkan
penekanan ringan pada sumsum tulang (penyebab turunnya jumlah sel darah putih dan
trombosit)

Efek samping vinblastin berupa turunnya jumlah sel darah putih leukopenia) yang kembali

normal setelah 1 - 2 minggu obat dihentikan, tidak nafsu makan, mual, muntah, sulit buang air
besar dan gangguan neurokogis seperti susah tidur, sakit kepala, depresi mental, sensai abnormal.

Efek samping vincristine muncul pada sistem saraf dengan gejala sensasi abnormal, kebas

pada tungkai, rasa sakit, lemah, kehilangan refleks dalam, gangguan pergerakan, kelumpuhan
kelopak mata (ptosis), penglihatan (diplopia), serak dan botak (alopesia). Juga terjadi hambatan
pada sistem pembuatan sel darah, hemoglobin dan trombosit (platelet). sel darah putih menurun
1 - 2 minggu setelah pemakaian obat.