Anda di halaman 1dari 6

Pengertian tegangan permukaan dan tegangan antarmuka

1. Tegangan permukaan
Tegangan permukaan adalah gaya per satuan panjang yang harus diberikan sejajar dengan
permukaan sehingga mengimbangi keseluruhan tarikan ke dalam, yang terjadi karena
adanya gaya kohesi (gaya tarik menarik antara partikel sejenis).
2. Tegangan antarmuka
Tegangan antar muka adalah gaya per satuan panjang yang terdapat pada antarmuka dua
fase cairan yang tidak dapat bercampur.

Perbedaan tegangan permukaan dan tegangan antarmuka


1. Tegangan permukaan
a. Hanya dapat membentuk gaya kohesi dengan molekul-molekul cairan lain yang
berada di dekay molekul tersebut.
b. Efek akhirnya adalah molekul-molekul pada permukaan cair mengalami gaya ke
dalam ke arah bulk
c. Digunakan untuk tegangan cair-uap (YLV) dan padatan-uap (YSV)
d. Resultan gaya 0
2. Tegangan antarmuka
a. Digunakan untuk tegangan antara dua cairan (YLL), antara dua padatan (YSS), dan
antar cairan-padatan (YLS)
b. Sifat molekul yang membentuk antarmuka berbeda dari sifat molekul dalam bulk
c. Molekul-molekulnya bergerak secara konstan, dapat berpindah-pindah pada suhu
konstan dan seimbang
d. Terjadi pada dua fase yang tidak tercampur

Rumus dan contoh perhitungan tegangan permukaan suatu permukaan cair

Keterangan:
= tegangan permukaan (N/m atau dyne/m)

f= gaya yang dibutuhkan untuk memecah selaput

L= panjang batang yang dapat bergerak

CONTOH SOAL:
Bila panjang batang L adalah 5cm dan massa yang dibutuhkan untuk memecah selaput sabun adalah
0,5 gr, berapakah tegangan permukaan larutan sabun tersebut?
Dik

: L= 5cm
M= 0,5 gr

Dit

Jawab : =
=
=
= 49 dyne/cm

Energi bebas permukaan


Energi bebas permukaan adalah energi (kerja yang dilakukan) untuk memperbesar/menambah luas
permukaan cairan.

W = . A

keterangan: W= usaha yang dilakukan/kenaikan energi bebas permukaan (erg)


= Tegangan permukaan (dyne/cm)
A= kenaikan luas (cm2)

Hubungan energi bebas permukaan dngan tegangan permukaan


semakin tinggi energi bebas permukaan, semakin tinggi tegangan permukaan, dan semakin tinggi
juga kenaikan luas suatu permukaan.

Perhitungan pengukuran tegangan permukaan dan tegangan antarmuka


1. Metode kenaikan kapiler
a. Gaya adhesi antara molekul-molekul cairan dan dinding kapiler lebih besar darpiada
gaya kohesi antar molekul caian. Cairan itu dikatakan membahasi dinding kapiler
b. Akibat adanya tegangan permukaan, cairan terus naik dalam tabung, akan tetapi
karena bobot cairan bergerak ke atas tepat di imbangi oleh gaya gravitasi ke bawah.
c. Gaya cairan naik sampai ketinggian maksimalnya, gaya-gaya yang melawan berada
dalam kesetimbangan, sehinggi TP dapat dihitung:

r=

r2 h g

= rhg

CONTOH SOAL:
Dik

Dit

: r = 0,01 cm

= 1,476 g/cm3

h = 3,67 cm

g = 9,81 cm/s2

Jawab : = r h g
= . 0,01. 3,67. 1,476 . 981
= 26,6 dyne/cm

2. Tegangan suatu permukaan cekung lebih besar dari tegangan permukaan cembung
a. Cairan di bawah meniskus cembung lebih kecil daripada tekanan dalam tabung pada
ketinggian yang sama. Cairan akan bergerak naik pada kapiler sampai tinggi tekanan
hidrostatik yang dihasilkan menyamai penurunan tekanan pada meniskus cembung

3. Metode cincin Dunouy


a. Gaya yang diperlukan untuk melepaskan cincin platinum-iridium yang dicelupkan
pada permukaan/antarmuka sebanding dengan tegangan permukaan/tegangan
antarmuka
=

x faktor koneksi,

pembacaan petunjuk = M(g) x 980,665 cm/s2

( )2 =

+c

CONTOH SOAL:
Dik

: m= 0,7866 gr
g= 980,665 cm/s2
R= 0,8078 cm
= 0,9471

Dit

Jawab :
=

=
= 71,97 dyne/cm

x 0,9471

Koefisien sebaran
Koefisien bearan adalah gaya adhesi antar molekul-molekul zat A dengan zat B, lebih kuat daripada
kohesi antara molekul-molekul zat A.
Contoh : bila asam oleat dituangkan di atas permukaan air, zat tidak akan menyebar sebagai suatu
selaput
Satuan : dyne/cm

Perhitungan koefisien sebaran


Wa

= kerja adhesi

Wa

= L + S - LS

Kerja kohesi

= Wc= 2 L

Koefisien sebaran

= S = Wa Wc = (L + S - LS) = 2 L
S = S - L - LS

Atau

S = S (L + LS)

TEGANGAN PERMUKAAN ANTARMUKA,


ENERGI BEBAS PERMUKAAN, dan
KOEFISIEN SEBARAN
Farmasi Fisik

Dosen Pembimbing

: Ofa Suzanthi Betha, M.Si, Apt

Disusun oleh :
Kelompok 1, Kelas B
Puteri Hayati Nufus

1112102000030

Verona Shaqila Efmaralda

1112102000035

Agung Fitria Nugraha

1112102000041

Remawati

1112102000046

Rifa Arifah Rahmah

1112102000052

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2013