Anda di halaman 1dari 19

Makalah Presentasi Bab 3 dan 4

TUGAS
disusun untuk memenuhi tugas
mata kuliah Analisis Wacana Bahasa Jepang

Dosen Pembina:
Dr. Nani Sunarni, M.A

Oleh:
Aulia Arifbillah Anwar
180120130029

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS ILMU BUDAYA
JATINANGOR
2014

Bab 3 Teks dan Konteks


Keyword
Teks, perilaku komunikasi, keutuhan, kohesi, teks dalam instruksi, kata-kata yang terkait,
konteks, ideografik, intonasi, konteks linguistik, anafora, katafora, intertekstualitas, (humor,
parodi,

majas) konteks non-linguistik, (Media, Jenis perilaku komunikasi, tujuan, Isi

pesan, situasi, peserta, dan sebagainya)


Dalam Bab 3, akan dibahas apa itu teks?, apa itu konteks? dan bagaimana hubungan antara
konteks dan teks. Tiga hal tersebut akan dijawab kemudian bagaimana keduanya saling
mempengaruhi.
1. Teks
Awalnya saya menolak penggunanaa kata ini. Teks diartikan merupakan bagian dari
sebuah teks, misalnya bahan pelajaran guru dan murid, tetapi teks itu bukanlah bagian
seperti yang dimaksud. Teks bukan teori buku teks, tetapi merupakan sebuah kasus.

Segera kita masuk dalam permasalahan, teks bagaimana dalam analisis wacana,
menyangkut pertanyaan ini ada 3 poin ABC untuk menjawabnya.

A. Dokumen perilaku bahasa . Data


Sebuah dokumen (perilaku bahasa tertentu) perilaku komunikasi yang sebenarnya
dilakukan, batasan yang pertama, adalah untuk mencari bahan analisis wacana. Dengan
perbedaan dalam media, seperti kasus pendek tindakan bahasa tertulis (misalnya,
catatan, poster, iklan koran, novel) kemudian perilaku linguistik dalam hal bahasa lisan
(misalnya, percakapan ringan, telepon, jualnya, diskusi, misalnya di dalam lingkungan
kelas).
Berikut contoh teks, Contoh 1a adalah, <teks kucing hilang> yang telah disiapkan di
ruang makan siang di Parkside Kitchen McLeod (Macleod) pinggiran kota Melbourne

di akhir tahun 1995 kemudian mari kita lihat, di mana letak keindahan seperti yang
tertulis.
1 a (menolong Kucing) - - 1/12/95
BLACK
CAT
MISSING
HAS WHITE FLEA COLLAR
ANSWER TO THE NAME VENUS (OR PUSS)
PLEASE CONTACT BROWN 9848 4253
OR
KYLIE 9858 1159

A.S. A. P. THANK YOU.


(A.S.A.P.= As Soon As Possible

Contoh 1 teks mencari kucing


1/12/95
Hitam
Kucing
Hilang
Menggunakan Kancing Kumbang Putih
Menyahut bila dipangging Venus atau Puss
Tolong Hubungi Brown 9848 4253
Atau
Kylie 9858 1159
Secepatnya Terima Kasih

Data itu adalah artikel wacana tunduk pada analisis wacana analisis tekstual. Namun,
berbeda halnya dalam kasus pidato, karena tidak ada catatan pidato, dan tidak berupa
teks tetapi suara. Maka bentuk teks harus disiapkan ( perekam atau) apa saja yang dapat
mengubaahnya menjadi karakter dan hati-hati dalam menyimbolkannya dalam rekaman
(Brown dan Yule 1983: 6)
B. Kesatuan Verbal
Pada bagian dua, akan dibahas bagaimana cara menangkap kesatuan teks yang dari,
kesatuan kedua yakni makna semantik yang berdiri di atas kesatuan bentuk awalnya.
Saya akan membandingkan contoh 2 dan 3 berikut. Angka kecil di atasnya adalah
petunjuk penyataannya.
Contoh 2 Teks
1. John went to the dentist yesterday.

2 . She gave him a shot and he didn't feel a

thing. 3 . It wasn't so bad after all.

1. Kemarin John pergi ke dokter gigi. 2 Dia (perempuan) memberinya suntikan


kemudian dia (laki-laki) tidak merasakan apa-apa. 3. Setelah itu semua menjadi lebih
baik

Contoh 3 Bukan teks

1. John went to the dentist yesterday. 2. She gave the passenger a ticket and didn't
say a word. 3. It wasn't so wet after all.
2. Kemarin John pergi ke dokter gigi 2. Dia (perempuan) memberikan penumpang
tiket dan tidak berkata apa-apa. 3. Setelah semuanya itu menjadi tidak begitu
basah.

Contoh-contoh tersebut merupakan kelanjutan dari kalimat 1 John pergi ke dokter


gigi. Kedua contoh merupakan kalimat yang memnuhi gramatika, akan tetapi terdapat
perbedaan yang sangat jelas. Secara keseluruhan terdapat kesatuan dan perbedaan
yang jelas. Kalimat pada contoh dua memiliki kesatuan sedangkan pada contoh tiga
tidak memiliki kesatuan.
Mengapa disebut contoh dua memiliki kesatuan, karena
1. Menjaga kesamaan subjek (kesatuan)
2. Antara kalimat dengan kalimat yang lain dalam gramatika ditandai dengan
penanda penghubung kalimat yang jelas. (kohesif)
Berdasarkan dua karakteristik itu, maka dapat dilihat pada kalimat
1. Subjek pergi ke rumah sakit untuk perawatan giginya
2. Pronomina (he, him, she, it), yang juga meliputi anafora dan katafora. Hubungan
yang jelas (dokter, suntik dan lebih baik). Hal-hal ini tidak terdapat pada contoh 3
Dengan demikian kita dapat mengerti konteks dengan baik.
Di sisi lain pada contoh 3, tidak memiliki subjek yang menyambungkan ketiga
kalimat. She (dia perempuan), artikel definitif + kata benda (tiket) adalah poin yang
tidak tahu merujuk ke siapa. kalimat 1 hingga 3

merujuk bersadasarkan pada

kementrian pendidikan tidak dapat diterima sebagai asosiasi kosakata. Dengan kata
lain tidak memiliki karakter kesatuan.
C. Teks dan Konteks
Cara pikir ketiga, wacana adalah peryataan muncul dari interaksi dua jenis informasi.

Disini terdapat dua jenis informasi, teks memperkenalkan arti bahasa. Sedangkan
konteks memuat arti yang berbeda dari sekedar arti bahasa. (Schiffrin 1994: 362).
Teks (tanpa konteks, adalah serangkaian kata-kata yang ditafsirkan secara formal
berdasarkan bentuk) (cook: 1989: 362). Bahasa yang dikeluarkan secara lisan atau
tulisan adalah teks. Dengan kata lain, mengacu pada representasi bahasa itu sendiri
berdasar bentuk yang sebenarnya.
Jadi teks adalah makna harfiah dinyatakan dalam frase dan kalimat [ekspresi maksud]
dan tidak termasuk konotasinya [implikatur] bahwa pendengar (atau pembaca) dapat
menebak. Arti [logis makna] dalam proposisi adalah bahwa teks sebagai bentuk
teknis ditafsirkan melalui hubungan kalimat dan kalimat. Dengan cara ini [dapat
dikatakan bermakna semantik].
Saya akan memberikan satu contoh sederhana. Teks Contoh 4 adalah pemberitahuan
umum, tetapi makna tidak jelas dalam semua informasi ini, dan setidaknya satu
interpretasi adalah mungkin.
Contoh 4, arti yang tidak jelas
NO BICYCLES

Tidak ada sepeda

Interpretasi 1 Dilarang naik sepeda


Interpretasi2

Dilarang parkir sepeda

Interpretasi3

Tidak menyewakan Sepeda

Interpretasi4 Sepeda habis terjual (ada stoknya)


Bentuk bahasa No+Kata benda diperbolehkan secara bentuk. Pada kasus 1dan 2.

Disini dapat diikuti dengan interpretasi NO BICYCLES (izin) tidak ada kendaraan
sebagai sebuah bentuk keputusan dan mengandung peringatan. Pada kasus 3 dan 4
dapat diikuti dengan interpretasi NO BICYCLES (tersedia) pun dapat diterima.
Bagaimanapun tetap tidak memuaskan kecuali jika konteks (sama dengan konteks
yang tidak disebutkan), tempat pemberitahuan menjadikan interpretasi menjadi
jelas.Pada kasus 1 sampai 4, baik sebagai pembaca laki-laki dan wanita dapat berpikir
tentang jawaban dan menginterpretasi pemberitahuan sesuai di tempat mana adanya.
(seperti untuk contoh jawaban dari penulis 1.taman atau mall, 2.pusat kota atau pusat
keramaian, 3.penyewaan sepeda, 4. toko sepeda).
2. Konteks
Sama juga dengan teks, konteks adalah konsep yang sangat penting dalam analisis
wacana. Konteks A, verbal konteks (konteks linguistik) dan B Nonverbal konteks
(konteks non linguistik). Saya jelaskan A. B sebagai berikut.
A. Konteks linguistik
Konteks linguistik dapat dikatakan sebagai hubungan bahasa, tetapi lebih kecil dapat
dibagi lagi menjadi dua, Pertama, sebagai hubungan awal dan akhir dalam inti teks,
Misalnya deiksis wacana yang langsung terbaca. Mari kita perhtikan contoh 5
Contoh 5. Katafora
1.

2 3

1. Hey, dengar! Dengar !, 2. cerita ini 3. Hari sebelum pindah, tuan rumah berkata
tidak bisa masuk
Pada kasus ini , [Cerita ini] diikuti kalimat berikutnya [hari sebelum pindah .].

kalimat tiga ini muncul sebagai penjelasan kalimat kedua. Dengan kata lain konteks
ditunjukkan dengan penggunaan kata ini, sebagai pengganti pengalaman seseorang
sebelumnya. (Dalam wacana ini disebut dengan katafora)
Contoh 6. Anafora
1.2
3
1. Hey dengar! Dengar ! 2 Hari sebelum pindah, tuan rumah berkata tidak bisa masuk
3. cerita ini.
Sekarang kalimat 2 dan 3 pada contoh 5 dipertukarkan, dalam kalimat 6 . Maka
konteks linguistik ini berganti, maka dari bahasa sebelumnya menjadi acuan untuk
keluarnya kata ini.. Ini disebut dengan anafora.
Dengan kata lain, penggunaan kata-kata yang digunakan sebelum atau setelah bentuk
bahasa tertentu dalam teks yang bersangkutan seperti di atas dengan konteks verbal
disebut dengan (intrateks).
Kedua, selanjutnya masalah yang betul-betul berbeda dipengaruhi oleh konteks
linguistik atau yang disebut dengan intrateks dalam menafsirkannya. Di sisi lain, teks
humor, parodi, majas dan sebagainya, diperlukan penanda intertekstualitas dalam
mempertimbangkannya.
1. Humor (bentuk sama tetapi memiliki dua makna)
Berikan rambutmu sentuhan musim semi (iklan)
Tidur damai dibangunkan oleh kapal uap, tidak bisa tidur dengan empat cangkir saja
(tanka)
Singapura adalah kota yang ramah (Gambar kiri pada T Shirt)

Idola Tulang (Gambar kanan pada T Shirt)

2. Sindiran (kata-kata satu bagian yang menonjol)


Aku berpikir maka aku IBM (iklan)
Aku berpikir maka aku ada (Descartes)
Kolam Tua, Kodok Meloncat, Suara Air (Penanda Basho)

3. Kutipan (tradisi, jenis cerita terkenal yang dikutip tidak langsung)


Kapan Pearse memanggil Cuchulain ke sisinya
Apa yang mengintainya sepanjang Kantor Pos?
W. B. Yeats, " Patung"

[Ketika anting mengundang Forfor Khufu masuk ke perkemahan, melewati kantor


pos] (Alasan Hiroshi Suzuki)
Dikaitkan dengan pemberontakan penting dalam sejarah di Irlandia Timur tahun
1916

Konteks linguistik dengan cara seperti ini mengacu pada fakta hubungan dengan
berbagai teks di luar konteks teks.
B. Konteks Non Linguistik

Di sisi lain, selain konteks linguistik itu sendiri terdapat pula petunjuk berbagai
elemen lain secara non linguistik. Sebagai contoh media, tipe komunikasi, isi
pesan, maksud aksi komunikasi, situasi partisipan, dan hubungan dari
keseluruhannya.
Kemudian saya menganalisa seperti apa konteks jenis konteks nonverbal pada
contoh 1 halaman 22 yang telah ada sebelumnya (saya akan mencoba analisis
konteksnya)
Contoh 1 konteks mencari kucing
1. Media Tulisan tangan dengan spidol
2. Jenis komunikasi Tulisan yang diposkan di atas poster
3. Inti pesan Kucing kesayang hilang, pemilik memohon untuk menghubunginya
4. Perilaku Komunikasi Permintaan
5. Situasi - Awal desember tahun 1995, tempatnya di restoran The Parkside Kitchen,
Macleod Pinggiran kota Melbourne
6. Peserta Kylie dan Brown sebagai pemilik kucing dalam pengirim pesan, dan
mitranya tidak disebutkan tetapi jelas yakni pembaca yang melihat poster ini.
7. Hubungan antar peserta Syarat ini tidak diketahui.

Dengan demikian berbagai elemen terkait membangun konteks karena telah


mendukung teks.
3. Konteks = Wacana - Teks

Oleh karena itu, pada wacana yang ditekankan adalah interaksinya. (seperti menurut
Cook 1992, dan Schiffrin 1994) bahwa teks (baik lisan dan tulisan disingkat dengan T)
kemudian konteks yang saling berinteraksi (disingkat C), wacana (disingkat D) adalah
realisasi yang terpikirkan. Jika dirumuskan sebagai berikut;

T+C=D kemudian menjadi C=D-T

Pada contoh yang diambil pada poster mencari kucing, contoh 1a terdapat teks, contoh
1 b terdapat konteks, akan menjadi wacana d1. Jadi
T1a + C1b = D1
Menjadi ungkapan yang benar, sehingga C1b =d1-T1a

Setelah melihat hubungan teks dan konteks diatas dapat dipahami bahwa bahasa tidak
bekerja di ruang hampa

Bab 4 Wacana dan Komunikasi

Kata Kunci
A. Komunikasi, Peserta (pengirim, penerima), pesan, media, kebebasan maksud
(intersubjektifitas), kode, metode komunikasi, tema, bahasa non verbal, deiksis,
ideografis.
B. Komunikasi internal, komunikasi satu dengan satu, komunikasi kelompok kecil,
komunikasi Publik, komunikasi langsung (face to face)

Wacana membawa suatu bentuk komunikasi. Kemudian dilihat dari situasi


komunikasi dari analisis wacana, seperti apa jenis komunikasi. Jenis elemen apa
saja yang akan membuat pertemuan komunikasi berakhir? Disana ada jenis
komunikasi apa saja?. Biarkan saya menjawab 3 pertanyaan ini.

1. Apa itu komunikasi?


Pertama-tama, Apa itu komunikasi. Mari kita lihat menurut "Daijirin" (edisi kedua).
Komunikasi adalah kebiasaan manusia untuk saling bertukar dan menjawab dalam
tiga hal bertukar ide, perasaan, pemikiran untuk menjawab.Dapat dilakukan dengan
menggunakan bahasa, huruf atau tanda visual lainnya, gestur untuk didengar,
ekspresi, suara dan sebagainya.
Tentunya. Dengan kata lain " orang yang berpartisipasi (dalam komunikasi) dapat
bertukar pesan menggunakan berbagai jenis media". Meskipun luas, definisi ini
kurang

mempertimbangan

kemerdekaan

maksud

manusia

(subjektivitas)

menafsirkan tanda oleh dirinya sendiri.


Dalam hal itu, penjelasan oleh ahli bahasa Deborah Schiffrin (1994: 386) tidak tetap
untuk pertukaran informasi menggunakan media, dan tindakan yang dipengaruhi
oleh cahaya intelektual manusia. Alasannya.

Wacana digunakan untuk komunikasi: orang menggunakan ujaran untuk


menyampaikan informasi dan untuk memimpin satu sama lain terhadap penafsiran
makna dan interaksi.

2. Elemen-elemen komunikasi
Kemudian, Mari kita pikirkan tentang apa saja jenis elemen yang membuat
komunikasi terpenuhi. Dalam hal ini, yakni adanya 1. Pengirim, 2. Pesan (Informasi
yang berarti), 3. Media (kode), 4. Penerima. Lalu hubungan 1 dan 2 yang disebut
dengan maksud independen yang bermutu.

Lihat gambar 1

Pengirim
Peserta

Pesa n

Media

Penerima
Peserta

Maksud Independen
Bermutu

Selanjutnya akan dijelaskan tiap elemen tersebut.

A. Peserta (partisipan)
Peserta komunikasi memiliki pengirim (S) dan penerima (R). Nama pengirim ini
dan penjaga berasal dari teori informasi. Dalam teori informasi (khususnya model
kabel dari Weaver Shannon), aspek transmisi dalam satu komunikasi yang

ditekankan. pesan ini dibuat dalam satu sisi dan, melalui saluran komunikasi
(channel), dikirim ke sisi lain. aliran ini merupakan proses komunikasi.

Sebaliknya, dalam linguistik selain pembicara sebagai pengirim pesan (s), ada pula
pendengar sebagai penjaga (L). Pada situasi ini dengan asumsi suatu komunikasi
yang dilakukan harus melalui kata-kata antara dua orang. Jika seseorang
memainkan peran utama yang agresif, eksklusif dan aktif dan peran lainnya apakah
menerima struktur diskriminatif maka komunikasi yang sesuai aturan tidak
tercapai.Sehingga, pembicara juga yang tidak bisa hidup tanpa pendengar.
Percakapan berupa aisatsu sangat diperlukan. selain itu perubahan kata pembicara
yang halus, atau tetap diam mendengar memungkinkan pada saat yang sama. Oleh
karena itu, seperti untuk model SL, Inggris yang ada dari menjadi asing digunakan.
Sebaliknya peserta PIP2 PN memenuhi situasi aktual. Selain itu, model dua orang
yaitu pembicara dan pendengar harus memahami bahwa tidak dapat mengatasi
beberapa masalah (misalnya, masalah seperti oposisi mayoritas dan minoritas,
kepemimpinan, pembicaraan melalui penerjemah). Untuk komunikasi grup harus
lebih dari 3 orang.

B. Pesan
Sesuatu yang bisa mendekatkan tindakan komunikasi dari satu sisi adalah pesan.
Adapun dari sisi yang lain
1. Informasi [pengetahuan yang hanya dimiliki oleh pengirim saja] untuk
memperoleh yang baru (misalnya, pengalamanan seseorang).
2.

Informasi [yang dimiliki kedua belah pihak] dan sudah ditahui. (Misalnya
cuaca)

Kemudian,dari sumber keluarnya, pikiran apa saja yang dapat keluar?. Dapat
dijawab dengan dua poin berikut;

1.

perasaan dan pikiran (sebelum menjadi bahasa)

2. Gambaran ucapan seseorang [iman atau harapan] dari


Poin 2 ini adalah masalah akibat dari kemerdekaan maksud
Selain itu, bahkan jika isi pesan tidak hanya dapat menyampaikan informasi tentang
dunia nyata, melainkan
1. Subjek sangat bergantung terutama pada kode [sistem bahasa]
2. Subjek sangat pada bagaimana konteks [keadaan konteks]
Contoh 1 adalah bentuk model amanat dan dokumen resmi. Akan sama saja ketika
tidak menghadiri tempat penyerahan sertifikat (sertifikat gelar akademik) dalam
pelantikan. Dapat memahami contoh 1 melalui konteks. Bahasanya yang jelas,
maksud independen, kepemilikan yang ada..

1
This is to certify that
Kazumi Shigeno
was duly admitted to the Degree of
Bachelor of Engineering
with Honours
in the University of Melbourne on
25 March 1995
(The undersigned) Vice Chancellor
(The undersigned) Registrar

Contoh 1 Sertifikat Kelulusan Universitas

Kazumi Shigeno
Telah menerima gelar
Sarjana Teknik
dengan hormat

di University of Melbourne
25 Maret 1995
(Bertanda tangan di bawah) Wakil Rektor
(Bertanda tangan di bawah) Panitia
Di sisi lain, muncul dalam diskusi dan percakapan sehari-hari (2). Jika Anda tidak
terjadi pada adegan di mana pesan akan dikeluarkan, menyebabkan hasil yang tidak
diketahui secara semantik, melalui arti kalimatnya. Sebagai contoh, mari kita
menafsirkan contoh 2 di bawah ini.

Contoh, Pesan yang mengandung deiksis


Listen, Im not disagreeing with you but with you, and not about this but
about this. (Levinson 1983: 55)
Dengar, saya bukan tidak setuju denganmu tapi denganmu, dan tiak tentang
ini tapi ini. (Levinson 1983:55)
Kata ganti demonstratif dan kata ganti orang Anda di bagian yang
digarisbawahi dari deixis (deixis) tidak diketahui siapa (atau apa). Diketahui
sebagai penunjuk masing-masing. - Tidak ada petunjuk hanya informasi dari
Asptempat kejadian oleh karena itu itu tidak dapat dibaca.
C. Medium
Ada tiga cara pengiriman pesan(mode maupun saluran).Pertama bahasa lisan,
bahasa tulisan, dan bahasa yang terkait perilaku verbal dan nonverbal itu secara
bersamaan.
Dalam hal ini, lihat berikut gambar 2:
Gambar dua Aspek Verbal dan Non Verbal

Li n g u is ti k ( Fo n eti k )

Bahasa lisan
Non Linguistik (Kualitas suara, gerakan mata, gerakan tangan, jarak, dsb)

Linguistik (bahasa tulis)

Bahasa Tulisan
Non Linguistik (jenis huruf ,jarak huruf, tulisan tangan,dsb)

Contoh pada gambar 2 pada masyarakat tertentu daripada bahasa universal yang
Homo sapiens memiliki. Sering merujuk ke bahasa tertentu individu alami
( misalnya, katakanlah yang terbaik di antara bahasa Jepang, Inggris, Kanton, Italia,
Rusia, Haiti , Creo ) bahwa peserta yang merupakan anggota dari budaya
menggunakannya. dan peserta biasanya memilih bahasa alami (dialek, wanita
lembut, termasuk dalam bahasa Creo) dari satu satu dan saya membuat penuh
penggunaan sistem bahasa [penyampaian] dan kemudian diambil ke dalam tindakan
komunikasi. Di sisi lain, komunikasi memberi contoh untuk penggunaan nonlinguistik contoh dalam ekspresi sehari-hari. Tidak hanya itu contoh lain seperti
jenis gerakan tangan, kualitas jarak tulisan dan tingi suara disertakan. Dalam bahasa
sastra di Jepang, sering diiringi bahasa non linguistik elemennya seperti gaya,
susunan huruf, tulisan tangan. (di samping itu, dalam E-mail, tanda berdiri untuk
ekspresi (^_^) (> _ <) dari wajah sebagai tambahan ekspresi nonliguistik )
Tapi, dalam fakta komunikasi, tidak semua komunikasi terdiri dari bagian linguistik
dan non-linguistik. Multimedia yang dikombinasikan musik atau gambar dengan
bahasa contohnya sekarang sangat banyak. Karena berada di zaman media, itu akan
menjadi masalah baru karena dibutukan penggambaran media secara majemuk (
semiotika teori wacana).)

D. Intersubjektivitas
Dengan memiliki pengetahuan dan pengalaman yang baik, antar pengirim dan
penjaga sebagai peserta komunikasi, sangat penting dikatakan untuk bisa mencapai

penafsiran yang sama (Schiffrinl994: 389). Kemerdekaan maksud ini merupakan


inti dari studi komunikasi, konsep ini mempengaruhi pengetahuan antara peserta
dan kepemilikan bersama dari pengalaman Jika pengetahuan sumber dasar peserta
berbeda (dengan kata lain pengetahuan tentang pengetahuan dan bahasa
penggunaannya tentang dunia realitas) sebelumnya sama, sangat memungkinkan
komunikasi yang lancar. Himpunan pengetahuan antara peserta yang akan
diperbaharui oleh satu tindakan komunikasi. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa
kemerdekaan bersama akan diperlukan kondisi untuk terpenuhinya suatu
komunikasi.
Saya mengambil contoh di sini, Karena suara piano terdengar di rumah
tetangga berisik, tetapi dia berpikir main pianonya ditunda dulu. Tapi dia b
erkata"diam" Piano berisik!, Dia mencoba untuk menggunakan pesan berikut agar
dapat langsung dipahami. Namun karena tidak berhati-hati justru menghancurkan
hati pendengarnya yang menafsirkan jangan bermain piano
3
P 1
P1 : Latihan piano, berisik
Kemudian apakah Anda akan menahan diri dari latihan hanya karena mendapat
pesan seperti pada contoh 3 ini ? Pertama, perlu pengetahuan tentang realitas dunia
yang sama antara diri sendiri [P1] dan mitra [P2]----, misalnya, anda mengecilkan
suara piano dengan menekan kawatnya dengan palu agar suara yang terdengar tidak
lebih besar- - Hal itu diperlukan.
Inti dari contoh latihan piano ini adalah aksi untuk berbicara , tapi dengan kalimat
afirmasi secara tulus dan sebagai bentuk antusias, jika anda memuji penerima
pesan

dengan

apa

adanya

maka

niat

pembicara

tidak

tersampaikan.

Kesalahpahaman dapat dipahami dari ironi penanpilan piano tua ini. Saya pun
tidak memahami hingga ada contoh simple ini. Perlu dipahami bahwa kata-kata
memiliki makna [ekspresi niat] dan konotasi sebuah [implikatur ], dan implikatur

Kemerdekaan maksud sangat terkait dengan dunia yang dipahami pembicara dan
pendengar dan menjadi syarat komunikasi dapat terlaksana. Pikiran pembicara dan
pesan yang diterima oleh pendengar akan diperksa kembali untuk mengecek
pengetahuan bersama tersebut.
3. Jenis-jenis Komunikasi
Menurut Adler dan Roman berdasarkan skala penerimanya, komunikasi dibagi
menjadi;
1. Intrakomunikasi
2. Komunikasi Diadik
3. Komunikasi Kelompok Kecil
4. Komunikasi Publik

Menyangkut hal ini, jenis (2) seberapa besar ketertarikan interaksi dalam analisis
wacana (3) unpan balik sebagai penanda bersama, dan ini bisa saja terjadi dalam
kehidupan di lingkungan kerja. Dalam jenis (1) ;pembicara dan pembicara adalah
orang orang yang sama sehingga tidak ada umpan balik dari luar . Kemudian untuk
jenis 4, orang tertentu berbicara di suatu tempat tententu dan membatasi umpan
balik dari penonton.
Dari ruangnya terdapat komunikasi langsung (face to face), komunikasi elektronik
(telekomunikasi) dan komunikasi media massa
Itu sebabnya pada bagian ini dikaitkan hubungan wacana dan komunikasi. Untuk
pembelajar wacana penting untuk mengetahui hubungan wacana dan komunikasi.