Anda di halaman 1dari 28

RESUME

BAB III

Cara terdapatnya Minyak dan Gas Bumi

Pada prinsipnya minyak bumi terdapat dalam 2 cara yaitu


1. Pada permukaan bumi sebagai rembasan (seepages atau seeps)
2.Di dalam Minyak bumi sebagai akumulasi penjenuhan batuan dimana penjenuhan tersebut terdapat
pada

Dalam jumlah kecil atau tanda-tanda minyak (Oil Shows)


Dalam akumulasi yang komersil dan cukup besar dimana sangat bergantung pada jumlah pori
batuan dimana minyak bisa berasosisiasi dengan air terutama air asin dan bergantung pada prinsip
hidrodinamika

3.1 Minyak Bumi Pada permukaan


Pada permukaan terbagi menjadi dua
1. Yang masih aktif dimana minyak keluar sebagai sumber bersama-sama dengan air maupun secara
rembasan atau secara gunung api (mudvolcano)
2. Yang telah Mati dan Tidak Aktif berupa batuan pasir yang dijenuhi bitumina (aspal) yang merupakan
susa penguapan fraksi ringan dari suatu minyak bumi berupa inspasi ataupun impregnasi namun hanya
terdapat pada rembasanyang tidak aktif

Rembasan Minyak bumi dibedakan menjadi 5 jenis utama


1. Rembasan yang kelluar dari Homoklin dimana ujungnya telah tererosi atau tersingkap dan menjadi
lapisan minyak sendiri sebelum sampai pada permukaan
2. Rembasan yang Berasosiasi dengan lapisan dan format tempat minyak tersebut terbentuk dimana
lapisan serpih batuan induk minyak bumi teretakan dan membebaskan minyak daloam jumlah kecil
3.Rembasan Minyak yang keluar dari akumulasi minyak yang besar tersingkap oleh erosi atau
reservoirnya telah dihancur-luluhkan oleh patahan normal suatu lapisan homoklin ataupun akumulasi
struktur

4.Minyak merembas keluar pada permukaan sepanjang bidang ketidakselarasan dimana terjadi pada
banyak rembasan yang berakumulasi menjadi ketidakselarasan sehingga rembasan membesar
5. Rembasan yang berasosiasi dengan intrusi layaknya gunung api lumpur, intrusi batuan beku ataupun
penusukan oleh kubah garam
Rembasan didefinisikan sebagai tempat pemunculan gas dan cairan hidro karbon pada permukaan
bumi Rembasan menunjukan bahwa batuan sedimen di daerah tersebut membentuk minyak bumi yang
terbentuk dari akumulasi rembasan. Rembasan berasosiasi dengan suatu reservoir minyak yang di
bawahnya mengalami kebocoran. Secara Tektonik rembasan minyak bumi terdapat dalam cekungan
sedimen dengan struktur kandungan minyak yang telah tererosikan atau hancur sehingga keluar pada
permukaan.
Pengaruh rembasan terhadap cadangan minyak yang bocor mengakibatkan kekurangan cadangan
tersebut.sehingga reservoir menjadi kosong.dan biasa terjadi pada lapisan struktur yang muda terlipat,
terpatahkan dan tererosi pada pinggiran cekungan.

3.1.2 Gunung Api Lumpur


Gunungapi lumput atau mudvolcao adala extrusi pada permukaan lempung atauu lumpur secara
morfologi membentuk suatu kerucut yang diatasnya terdapat telaga yang secara bersamaan dengan air dan
gas secara kuat yang biasanya terdapat sebuah ledakan. Terjadinya gunung api jenis dalam ini hanya
disebabkan oleh tekanan gas alam atau tekanan tektonik tetapi juga memanifestasi tekanan tinggi yang
disebabkan oleh sedimentasi yang cepat dan kompaksi batu lumpur yang berbentuk batuan lumpur
Dimana gunungapi terbagi menjadi dua yaitu:
1. Gunungapi Lumpur jenis dangkkal yang biasanya berasosiasi dengan minyak bumi berupa kerucut
lumpur yang dihasilkan oleh extrusi lempeng dan sedikit atau banyak klastik dimana gas peledak berupa
gas sendiri yang berasosiasi dengan minyak bumi
2. Gunungapi Lumpur Jenis dalam dimana biasanya berasosiasi dengan suatu keadaan geologi yang
lapisan sedimen terkompasikan dan gejala terserbut terasosiasikan dengan daerah byang disebut
overpressured Areas yaitu daerah yang tekanan statis
Gejala yang khas dari Gunung api- Lumpur jenis dalam :

Berasosiasi dengan lapisan sedimen berumur tersier dan kapur atas


Lapisan sedimen adalah asal laut
Lapisan pelitik dan klastik variatif
Selalu berasosiasi dengan air asin
Terdapat di daerah singklin
Mingkatnya tekanan, memobilisasikan lempung klastik di dalam secara kebetulan dengan minyak
Terdiri dari banyak kerucut
Erupsi secara periodic
Fragmen batuan tidak beraturan

Jangka hidup sangat pendek


Jalur bersifat berimpitan dengan daerah yang beranomali gravitasi negatif

3.1.3 Telaga Aspal Buton


Telaga aspal buton dapat diklasifikasikan sebagai suatu lapisan homoklin yang tersingkap ke luar
dan tererosikan dan minyak mengalir secara perlahan membentuk telaga dimana terdapat perembasan
keluar dari fraksi ringannya telah menguap. Dimana lapisan berupa globigerina yang berpori dam
gamping terumbu yang dinamakan formasi sampolaksa.

3.2 Minyak Bumi Dalam Kerak Bumi

3.2.1 Akumulasi lokal


Didalam kerak bumi minyak bumi selalu didapatkan dalam lapisan berpori yang dilihat dari jumlahnya
maka minyak bumi terdapat jejak (minor-occurrences) dimana minyak bumi /hidrokarbon didapatkan
pada berbagai macam formasi atau lapisan sebagai tanda-tanda minyak atau hidrokarbon dalam jumlah
sedikit.
3.2.1.1 Cara mendeteksi
Adanya tanda-tanda minyak yang sedikit atau yang menunjukan adanya akumulasi yang komersil adalah:

Lumpur Pemboran menggunakan pengamatan secara mikroskopis hasil pengeboran dengan


memanfaatkan tahanan jenis jarum pijar dimana perubahan tahanan jenis ini merupakan ukuran
jumlah gas yang keluar dari lumpur tersebut
Serbuk Pemboran keratin batuan yang didapatkan pada pemboran dibawa oleh lumpur
kepermukaan dan diperiksa secara mikroskopis dan pengujian menggunakan ekstrasi serbuk dan
lampu ultraviolet

Akumulasi Komersil merupakan reservoir yang mengandung minyak dari lapisan tersebut. Dimana
terdapat faktor penentu berupa ekonomi yang dilihat dari Harga pasaran, Jumlah cadangan Minyak,
Produktifitas Reservoid dan Biaya produksi.
3.2.2 Pengertian
Reservoir Minyak adalah wadah tempat minyak terskumpul dimana batuan bersifat dijenuhi oleh minyak
bumi bisa juga dikatakan sebagai kolam minyak (oil pool). Dimana satuan minyak berada dalam suatu
system tekanan yang sama. Sedakan telaga minyak adalah bagian suatu reservoir yang seluruhnya terisi
oleh minyak
Lapangan Minyak adalah daerah yang dibawahnya mempunyai akumulasi minyak dalam beberapa telaga
minyak dan terdapat suatu gejala geologi yang sama dimana gejala bersifat stratigrafi ataupun Struktur

dan lapangan minyak raksasa adala lapangan yang mempunyai cadangan minyak dan gasbumi lebih dari
500jt barrel.

3.2.3 Keadaan dan cara terdapatnya minyak bumi dalam reservoir


1. Prinsip Utama dalam reservoir : dimana bagian atas haruslah tertutup dan pinggir oleh lapisan penutup
dan kemudian diberi bentuk perangkap. Dimana hukum hidrostatistika berlaku karena asosiasinya dengan
air. Maka wadah ini tidaklah terbuka ke atas melainkan kebawah. Dan terbuka nya lapisan kea rah bawah
tersebut terbagi menjadi :

Terbuka seluruhnya kebawah karena perangkap struktur dan sumbu antiklin


Setengah Terbuka ke bawah
Tertutup penuh jika penyebaran sangat terbatas

Batasan bawah tersebut suatu akumulasi minyak merupakan suatu permukaan air yang menekan minyak
untuk tetap terperangkapdan syarat terjadi suatu akumulasi bersifat komersili. Dan faktor penentu muncul
sebagai alasan ekonomis. Yaitu :

Tebal lapisan Reservoir jika semakin tebal maka besar kemungkinan cadangan minyak jauh lebih
besar
Tutupan (Closure) digunakan untuk perangkap struktur
Penyebaran Batu reservoir
Porositas dan Permeabilitas besar kecilnya porositas menentukan besar kecilnya jumlah cadangan
dan pemeabilitas menentukan besar keculnya jumlah minyak yang dapat dikeluarkan

Cara terdapatnya fluida dalam reservoir


Keadaan dalam reservoir diketahui dari interpretasi berupa

Fluida yang didapatkan dari inti pemboran


Contoh Fluida yang diambil dari pasar pemboran
Contoh Fluida yang diambil dari permukaan sumur
Strudi sejarah Produksi

Peranan air dalam kerak bumi selalu ada dalam lapisan reservoir karena sebagai penentu
terkungkungnya atau terakumulasinya. Karena air dan minyak merupakan fluida beda fase sehingga
sebagai pembatas antara reservoir tersebut dan pembatas dengan minyak yang berlangsung secara gradasi,
berat jenis minyak bumi menyebabkan minyak mengapung atau daya apung daripada air (boutancy)
Sifat Air Formasi. Air yang berada dalam formasi disebut air konat (connate Water) yang
mengandung berbagai macam garam. Dimana asal air dapat diperkirakan berasal dari air laut yang
terendapkan dengan sedimen sekelilingnya jadi merupakan air laut fosil. Yang disebabkan karena :

Adsorpsi dan pertukaran basa (base-Exchange) oleh batuan sekelilingnya yang meningkatkan
konsentrasi klorida

Penguapan air laut pada waktu sedimentasi atau pengurangan tekanan pada pengembangan
gas bebas
Variasi local sebagai akibat perubahan keadaan geologi
Penambahan berbagai garam oleh debu volkanik pada air laut asalnya.

Penyebaran Vertikal Air , Gas dan Minyak ditentukan oleh sifat fasa tersebut yaitu

Berat Jenis yang sangat dipengaruhi oleh kadar garam yang terlarut didalamnya
Daya larut masing-masing fluida/gas yang sangat dipengaruhi oleh besar tekanan nya semakin
besar tekanan masing-masing komponen maka daya larut pun semakin besar dimana air dengan
berat jenis tertinggi akan terdapat pada paling bawah dan minyak/gas dengan berat jenis terendah
akan berada paling atas
Kapilaritas dimana tekanan dalam lubang-lubang kecil berupa pori sangat berpengaruh . Tekanan
kapiler didapatkan juka fluida yang tidak dapat larut berada dalam persentuhan yang dinyatakan
dalam tegangan permukaaan, Sudut sentuh dan Radius daripada pipa Kapiler. Untuk masuknya
gas kedalam pori dibutuhkan tambahan penggeseran (displacement Pressure) dan tekanan
masuk(Entry Pressure)
Penjenuhan masing-masing Fluida dalam batuan reservoir dimana air berfungsi sebagaii
interstitial water yang membedakan batas antara air dan minyak yang terlihat tidak jelas menjadi
lebih jelas karena besarnya penjenuhan dan harus dibedakan apakah reservoir tersebut basah
minyak (oil wet) atau basah air (water wet)

Tekanan Reservoir
Tekanan reservoir adalah tekanan yang diberikan oleh zar yang mengisi rongga reservoir baik gas
maupun minyak. Bisa juga disebut tekanan formasi. Timbulnya tekanan reservoir disebabkan oleh
adanya:
1. Gradien Hidrostatik yang disebabkan oleh tekanan kolom air yang dalam formasi sampai ke permukaan
2. Gradien Hidrodinamik yang merupakan komponen lateral dari perbedaan tinggi kolom air di berbagai
tempat yang menimbulkan adanya gradian daripada tekanan
3.Gradien Geostatik atau disebut juga tekanan bebas total yang disebabkan adanya beban material yang
terdapat di atas suatu titik kerak bumi dimana terdapat 2 komponen berupa Gradien Litostatik (Vertikal)
dan Gradien Hidrostatik
4. Gradien Geodinamik yang disebabkan karena gaya tekttonik yang bekerja secara lateral yang biasanya
berkerja dalam laipsan yang terlipat kuat.
Tekanan formasi yang abnormal adalah formasi dimana tekanan formasi yang lebih tinggi dari
yang diperhitungkan oleh dari gradient hidrostatik yang biasanya disebabkan karena kompaksi batuan
oleh sedimen yang ada di atasnya sedemikian rupa.sehingga air yang keluar dari lempung tidak langsung
dapat menghilang dan tetap berada dalam batuan. Sehingga tekanan geostatic sebagian besar diduung oleh
air formasi.

Temperatur Reservoir :
Temperatur ini ditentukan oleh kedalaman nya semakin dalam maka semakin tinggi temperaturnya.
Dimana terdapat gradient panas bumi juga sebagai faktor penentu.
3.3 Penyebaran Minyak dan Gas Bumi di Dunia
Penyebaran adanya akumulasi minyak didunia disebabkan karena keadaan geologi setempar menyangkut
secara lateral (Geologinya) maupun Vertikal (kedalaman nya)

Penyebaran Vertikal
Penyebaran minyak bumi secara geografi tentu tergantung pula dari keadaan geologi. Minyak
bumi didapatkan didaerah yang rendah dan di papan lautan (continental shelf).
Penyebaran didaratan dan di lepas pantai

3.4 Kerangka Geologi Penyebaran Minyak dan Gas bumi


3.4.1 Kerangka umum pengertian cekungan minyak.
Penyebaran minyak dan gasbumi dikendalikan oleh keadaan geologi dan terdapat dalam cekungan
sedimen tidak pada batuan lain. Bumi sendiri dibedakan antara lapisan parsial dan sedimen.
Cekungan sedimen dibedakan secara klasik menjadi :

Geosinklin, Suatu cekungan yang memanjang dimana lapisan sedimen sangat tebal diendapkan
dan akhirnya menghasilkan struktur pelipatan yang ketat dan rumit.
Daerah epi-Kontinental/Miogeosinklin terletak di antara geosinklin dan parisai benua dimana
struktur pelipatan tidak terlalu kuat.
Daerah Papanan kontinen, Merupakan daerah yang tidak terlalu tebal dan merupakan yang kaya
akan minyak.

Penyebaran cekungan sedimen ditinjau dari tektonik lempeng


Yaitu berdasarkan letak cekungan yang berada diatas benua ataupun benua dengan samudra.

Cekungan diatas kerak benua (Cratonic)


o Cekungan pedalaman (Interior Basin) , Berbentuk piring sederhana yang umumnya
tertutup lapisan paleozoikum.
o Lekungan Intra Kontinental (dalam benua) : biasanya bersiklus banyak dan dibagian luar
daerah kraton bedna yang pada umumnya terdiri dari sedimen paleozoikum, siklus
pertama berasosiasi dengan evaporit dan karbonat
o Cekungan Graben atau setengah Graben (rift), Terdapat di paling luar kraton dan sering
berhubungan dengan cekungan samudra pada zaman mesozoikum dan tersier dan sangat
sempit
Cekungan Peralihan Kerak Benua Kerak Samudra :

o
o

Cekungan Ekstrakontinental, Terjadi karena penekukan lempeng kea rah daerah samudra
dapat terdiri dari satu atau lebih paling dan membuka daerah kea rah samudra yang
berbentuk lonjong dan sejajar dengan paparan atau kraton yang stabil
Cekungan Pantai Stabil atau cekungan patahan-graben pantai (stable coastal or, coastal
graben and fault basins), terdapat pada pantai stabil dari benua sepanjang samudra
atlantik dan beberapa bagian dari benua afrika yang merupakan stadium akhir.
Cekungan intermotan, Cekungan memanjang stadium kedua (second-stage transverse
basin): Terdapat pada pinggiran benua dimana kerak benua bepapasan dengan kerak
samudra dan terdiri dari urutan klastik kapur atas pantai samai teresier yang yang di
endapkan pada depresi tegaklurus pada pantai
Cekungan Jusus Intermontan (intermontan Strike-basin) Biasanya berasosiasi dengan
penekukan kerak samudra ke bawah kerak kontinen
Delta teresier merupakan penimbunan berbentuk kipas yang tebal dan melintasi pinggiran
benua dimana system sungai besar bermuara

Penyebaran Akumulasi Minyak diTinjau dari segi Stratigrafi dan umur


Penyebaran akumulasi tidaklah merata dan periode tertentu menunjukan cadangan yang sangat menonjol.
Dengan mengenai jumlah cadangan adalah :
Teresier :24%, Mesozoikum : 63% : dan Paleozoikum : 13% dari segi lapangan maupun
produksi.sedangkan diakumulatif secara keseluruhan tanpa timur tengah adalah Tersier : 40%,
Mesozoikum : 39% dan Paleozoikum :21%
Pada masa yang berbeda menentukan masa produksi minyak yang berbedapila contojnya apda masa
tersier keadaan tektonik dan sedimentasi adalah besar-besaraan. Pada zaman Perm sedimentasi di dunia
ini kebanyakan bersifat non-marine sehingga sedikit kemungkinan terbentuk minyak bumi

BAB IV
BATUAN RESERVOIR
4.1 Pengertian Resevoir dan batuan
Batuan reservoir adalah wadah di bawah permukaan yang menganding minyak dan gas dberupad
rongga rongga atau pori-pori yang terdapat di antara butiran mineral disetiap rekahan batuan yang
mempunyai porositas rendah. Dan berfungsi untuk penyalur aliran minyak dan gas bumi
Reservoir harus mempunya porositas yang memberikan kemampuan untuk menyimpan dan
meloloskan sedangkan permeabilitas untuk melepaskan minyak bumi. Dimana porositas menentukan
jumlah cairan yang terdapat sedangkan permeabilitas menentukan jumlahnya yang dapat diproduksikan
4.2 Porositas
Porositas suatu medium adalah perbandingan volume rongga-rongga pori terhadap volum total seluruh
batuan selain itu dikenal dengan porositas efektif yaitu bila bagian rongga dalam batuan saling
berhubungan dengan demikian porositas efektif lebih keciil daripada rongga pori-pori total.
Besaran porositas dimulai dari nol tak terhingga namun biasanya bekisar antara 5-40%dimana besaran
tersebut ditentukan dengan berbagai cara yaitu

Menggunakan Porosimeter
Data Log listrik , log sonic dan log radioaktifitas
Log kecepatan pemboran
Pemeriksaan dan perkiraan secara mikroskopi
Hilangnya inti Pemboran

Skala Visuil Pemerian Porositas


Penggunaan peraga visual yang bersifat semi kuantitatif dengan skala :

Dapat diabaikan
Buruk (poor) 0-5%
Cukup (Fair)5-10%
Baik (good))10-15%
Sangat Baik (very good) 15-20%
Istimewa (excellent)>25%

Pemeriksaan antar secara kualitatif ialah jenis :

Antar butir (intergranuler)


Antar Kristal (Interkristalin)
Celah dan rekah yaitu rongga di antara celah dan rekah
Bintik-bintik jarum (point-point porosity) , bahwa pori-pori merupakan bintik terpisah
Padat (dense)

Gerowong (Vugular) rongga-rongga besar berdiamter


Bergua-gua(Cavernous) rongga sangat besar

4.3 Permeabilitas
Kelulusan atau permeabilitas adalah suatu sifat batuan reservoir untukk meloloskan cairan melalui pori
pori yang berhubungan tanpa merusak partikel pembentuk atau kerangka batuan tersebut
Besaran Permeabilitas dinyatakan dalam darcy (k=2 darcy berarti suatu aliran sebesar 2cc persekon yang
didapatkan melalui suatu penampang seluas 1 sentimeter) dengan cara penentuan permeabilitas berupa :

Dengan permeameter
Penaksiran kehilangan sirkulasi dalam pemboran
Kecepatan pemboran
Berdasarkan terst produksi terhadap penuruan tekanan dasar lubang

Skala Permeabilitas semi kuantitatif

Ketat (Tight) , kurang dari 5md


Cukup (fair) , Antara 5-10md
Baik (good) antara 10-100md
Baik Sekali (Very Good) antara 100 sampai dengan 1000md

4.4 Hakekat Rongga Pori


4.4.1 Klasifikasi rongga pori

Dilihat dari segi asal terjadinya , ronga-rongga pori dapat dibagi menjadi dua yaitu :

Pori Primer (rongga primer) Atau disebut juga antar butir (Inter-Granuler). Porositas primer
dibentuk pada waktu batuan diendapkan jadi sangat tergantung pada faktor sedimentasi
Pori Sekunder atau pori yang dibentuk kemudian atau disebut pori terinduksikanyang berarti
porositasnya dibentuk oleh beberapa gejala dari luar. Seperti tektonik dan pelarutan.dan porositas
mngubah bentuk hubungan antara pori-pori dan dengan demikian juga mempengaruhi
permeabilitas

Jenis Jenis Porositas yang memilih kemas (Fabric Selective) adalah :

Antar partikel, pori-pori terdapat diantara partikel atau intergranula


Intra-Partikal pori-poriterdapat di dalam butiran sendiri
Antar Kristal, pori-pori terdapat diantara Kristal
Cetakan (Moldic),terdapat akibat adanya fosil dalam batuan tersebut

Fenetrasi , Beberapa butir pembentuk batuan hilang


Perlindgan (Shelter) Berongga-rongga telah dilindiungin misalnya oleh fosil sehingga tidak diisi
batuan sedimen
Keranka pertumbuhan (Growth Framework) akibat fosil sehingga menjadi rongga terbuka

Porositas yang tidak memilih kemas ada 4 macam yaitu :

Rekahan (Frecture) pori-pori terjadi akibat tekanan luar yang menyebabkan adanya celah batuan
Saluran (Channel) akibat Pelarutan
Gerowong(Vug) pori-pori Akibar pelarutan
Gua Gua (Cavern)Pelarutan secara periodic hingga besar

Porosittas yang memilih kemas atau yang tidak terdapat 4 macam yaitu :

Retakan (breksi) akibat pematahan ataupun retakan dan hancur


Pemboran batuan
Bioturbasi (burrow) akibat penggalian oleh hewan
Penciutan akibat pengeringan dan menimbulkan pori

4.4.2 Rongga Pori Primer


Rongga primer dalam hal pori-pori antar butir terjadi pada waktu batuan tersebut terbentuk, dan faktor
yang mempengaruhi besar kecilnya pori-pori di antar butiran adalah

Besar Butir, mempengaruhi besar kecilnya pori-pori tetapi tidak berpengaruh pda porositas total
pada batuan
Pemilahan, Pemilahan (Sorting) adalah cara penyebaran berbagai macam besar butir, diman kuat
dan lemahnya arus maka menentukan kualitas pemilahan batuan sedimen semakin kuat arus
semakin baik pemilahan.
Bentuk dan Kebundaran butir ,bantuk bsuati butiran klastik didefinisikan sebagai suatu hubungan
terhadap bola yang dipakai sebagai standart dan kebundaran beradasarkan atas ketajaman atau
penudututan sehingga mempengaruhi permeabilitas.
Penyusutan butir, adalah pengaturan kepadatan dari pada susunan bola butir satu terhadap lain
nya. Dimana penyusunan sangat berpengaruh porositas biasanya berbentuk bola
seragam,penyusunan kubus, rhombohedral/
Kompaksi dan Sementasi pada umumnya memperkecil atau menyusutkan pori-pori yang telah
ada. Kompaksi akan menyebabkan penyusunan yang lebih ketat sehingga sebagian ronggarongga akan hilang artinya rongga yang mengalami penyusutan karena kompaksi dan pembesaran
akibat pelarutan.

Rongga di pori sekunder

Porositas sekunder terjadi akibat karena diinduksikan. Proses pembentukan pori-pori sekunder adalah
sebagai berikut :
1. pori-pori Pelarutan, Proses ini terjadi dalam batuan karbonat akubat proses utama dalam
menambah porositas merupakan pula proses pembesaran rongga rongga yang ada
2. pori-pori pori-pori Retakan atau rekah-rekah, Rongga Rongga ini didapatkan dalam batuan
yang pegas dan penyebab terjadinya rekahan adalah
Dilantasi pada Gejala Struktur, Dislokasi sering menyangkut perubahan volum batuian
yang sering diimbangi oleh terjadinya kekosongan. Akibat dari pelipatan maupun
patahan.
o Patahan : menyebabkan retak retak sepanjang bidang pemaatahan ataupun dapat
menutup yang menyebabkan refraksi yang mengakibatkan kekosongan dalam
lapisan tengah yang dikompensir oleh rekahan yang membuka sehingga
memberikan porositas
o Pelipatan, Pada pelipatan konsitris terjadi tegangan atau gaya tarikan pada
puncak-pncak antiklin dan lembah sinklin.
Pengembangan Batuan Pada penghilangan beban yang berada diatasnya. Sehingga
kehilangan beban akibat erosi ini mengakibatkan perekahan dan semacam
ketidakselerasan bidang.
Reduksi Volum Karena Kompkasi yang terjadi akubat 4 golongan :
o Terbuka Dengan dinding rekah jelas
o Sebagian Terisi rekahan dilapisi Kristal
o Terisi dengan rekahan seluruhnya diisi Kristal
o Tertutup Tidak terlihat adanya pemisahan dinding
Terdapat 2 jenis permeabilitas oleh karena retakan ini yaitu

Permeabilitas dan porositas rendah didalam bongkahan antara retakan


Permeabilitas dan porositas tinggi didalam rekahannya sendiri

4.5 Batuan Reservoir Klastik Deritus Batu Pasir


Dua macam batuan penting sebagai reservoir adalah batupasir (Gamping ) atau Karbonat.
Jenis-Jenis batuan klastik Detritus:
1. Batu Pasir, dengan kisaran berbentuk lanau sampai konglomerat karena porositas dibatuan ini
bersifat intergranuler.dan batuan pasir oleh kuarsa terbagi menjadi 3 yaitu :
Batuan Pasir Kuarsa
Batupasir Greywacke ,Fregmen batuan rijang
Batuan Arkose , Terdiri dari kuarsa dan Feldspar
2. Konglomerat dan detritus Kasar, karena batuan kasar ini maka pori-pori semakin besar dan
kerena permeabilitasnya baik
3. Batu Lanau

4.5.2 Fases , Bentuk dan Ukuran Tubuh Batu Pasir


Geometrid an penyebaran batuan reservoir saling reat berhubungan sering-sering geometri serta
penyebaran ini ditentukan oleh fasies yang terbagi 3 yaitu :

Batupasir yang diendapkan sebagai endapan sungai


Batupasir yang diendapkan dalam lingkungan campuran atau dekat pantai
Batu Marin yaitu diendapkan didalam laut

Ukuran dan bentuk : dinyatakan dalam satuan tebal dan luas. Tebal suatu lapisan reservoir baik
darilapisan itu batu pasir maupun batu gamping dapat berkisar dari 1 sampai 500m.Klasifikasi batuan
tersebut berupa :

Pasir Lapisan Selimut (Blanket sand, Sheet Sand)


Tabuler Jika perbandingan nya 50:1 dan 1000:1
Prisma Jika Perbandungan nya 50:1sampai 5:1
Tali sepatu (Shoe-String sand) , Jika perbandungan nya dari 50:1 sampai lebih kecil

Konsep Krynien untuk mengklasifikasikan berbaga macam bentuk serta ukuran laposan pasir yang
berdasarkan perbandingan lebar terhadap tebal sebagai perkiraan luas terhadap volum. Dengan konsepsi
yang disebut sebagai faktor persistensi( Persistent Factor) dan dinyatakan jika :
Faktor presisi merupakan hasil area satuan dan Ketebalan rata-rata satuan.
Dan klasfikasi berikutnya oleh Rich (1923) dan potter (1962) membedakan bahwa :

Tubuh Batupasir sama sisi , dimana menggunakan faktor persistensi sehingga kita bisa melihat
antara
o Lensa Pasir : Pembentukan di darat dengan endapan fluvial sebagai ujung tanjung
maupun pengendapan suatu delta. Perbedaan lensa delta dengan gosong tanjung (point
bar) dalam hal ini lensa pasir dibentuk oleh suaru delta dan pasir bergradasi secara
lateral
o Selimut Pasir : konsepsi yang ideal dari suatu lapisan reservoir yang diperlihatkan di
dalam diagramyang biasa terlihat didaerah paparan atas suaru kraton.
Tubuh Batupasir Memanjang
Tubuh batu pasir memanjang dibagi menjadi 2 yaitu
o Tubuh bat pasir berbentuk Tali-sepatu (Shoe-String sand) Ternyata lapisan minyak terjadi
pada suatu garis yang lurus atau berkelok-belok di seluruh daerah. Dimana orientasi trend
daripada tubuh yang memanjang sangat lah penting
o Tubuh Batu pasir Gosong Penghalang (Bar-Sand atau Sand-Bar) terjadi pada
pengendapan dipantai. Tubuh lapisan bersifat memanjanng.
Pasir Pantai. Tubuh Batu pasir memanjang terdiri dari 3 macarm yaitu
o Pulau Gosong atau Barrier Islan
o Offshore bar atau batupasir Gosong Lepas Pantai
o Pasir Pesisir (beach Sand)

4.6 Batuan Reservoir Karbonat Gamping


Batuan Karbonat merupakan batuan penting untuk minyak dan gas bumi. 75% dari daratan di bumi adalah
batuan sedimen dan 1/5 nya adalah batuan karbonat.dimana batuan karbonat semuanya bertindak sebagai
batuan reservoir. Batuan reservoir seperti : Terumbu, Dolomit dan Batugamping Klastik.Penyebaran
Porositas dan Bentuk daripada batuan reservoir sangat erat hubungan nya dengan perangkap minyak atau
disebut perangkap stratigrafi. Pada umumnya Batuan karbonat dapat dibagi menjadi 4 macam yaitu :

Batuan Karbonat yang bersifat Rangka atau terumbu(reef)


Dimana terdiri dari kerangka koral, Ganggang dan sebagainya yang tumbuh dalam laut bersih
berenergi gelombang tinggi dan mengalami banyak pembersihan sehingga rongga-rongganya
sangat bersih.dan porositas diperkecil dengan disemen dengan sparry calcite. Pada umumnya
dapat dibedakan 2 macam reservoir terumbu yaitu
o Terumbu yang bersifat Fringing atau merupakan suatu bentuk yang memanjang di lepas
pantai
o Terumbu yang bersifat Terisoliryang disebut sebagai suatu Terumbu tiang (Pinnacle)
atau Patch Reef atau biasa disebut bioherm yang muncul sebagai bentuk kecil tidak
teratur
Dimana Batuan ini terdapat bagian-bagian penyusyunnya berupda inti terumbu (Reef-Core), (fore
Reef)terumbu muka, (Patch Reef) Terumbu yang terpisah pisah,

Batuan Karbonat yang bersifat Klastik, merupakan batuan yang sangat baik terutama asosisasinya
dengan oolit yang sering disebut sebagai kalkarenit, batuan reservoiur yang terdapat didalam oolit
itu merupakan pengendapan yang berenergi tunggu, dan didapatkan dalam jalur sepanjang pantai
atau jalur dangkal dengan arus gelombang kuat, porositas berupa intergranuler,dan diperbesar
oleh pelarutan.
Batuan Karbonat yang bersifat Afanitik atau Batu Gamping Halus
Batuan gamping ini bersifat afanitik dapat pula bertindak sebagai batuan reservoir terutama kalai
porositasnya didapatkan secara sekunder (induced) dengan membentuk formasi asmari dengan
porositas yang hamper tidak terlihat
Batuan Karbonat yang bersifat dolomite dan Kristalin, merupakan batuan karbonat yang lebih
penting dari batuan karbonat lain nya, kebanyakan batuan karbonat sedikit banyak telah pula di
dolomitisasikan , batuan ini bersifat sekunder atau dibentuk oleh sedimentasi. Pembentukan
porositas dalam dolomite banyak menghasilkan berbagai macam interpretasi. Yang tibum akibat
dolomitisasi batuan gamping sehingga molekul kalsit diganti oleh molekul dolomite. Yang
menghasilkan pengecilan volum dan rongga-rongga yang terbentuk lebih besar.Dolomit yang
baik bersifat sukrosik yaitu hamper menyerupai gula pasir.dan terbentuk akibat pembentukan
Kristal dolomite yang bersifat euhedron.dan tumbuh tidak teratur diantara kalsir.Dolomitisasi
terjadi hanya pada batuan yang bersifat terumbu.Dua macam dolomite yang terjadi yaitu :
o Dolomit yang bersifat primer, terbentuk dalam suatu laguna atau laut yang sangat
luas,dengan temperatur yang sangat tinggi. Dimana evaporasi terjadi sangat cepat
o Dolomit yang bersifat Rubahan (replacement), terutama terjadi pada dolomitisasi
gamping yang bersifat terumbu, pembentukan ini menghasilkan batuan yang bersifat

penghalang,akan membentuk laguna di belakangnya yang terisi air laut, dan tingkat
kegaraman nya sangat tinggi.

BAB V
5. 1 PERANGKAP RESERVOIR
Perangkap hidrostatik dan hidrodinamik Teori potensial, adanya perbedaan fisik antara minyak dengan
air yang tidak saling melarutkan dan terutama juga perbedaan berat-jenis kedua zzar dimana minyak akan
selalu naik ke atas dan menurut teori akan selalu mencari tempat dengan potensi yang lebih rendah.
Dimana minyak akan mengikuti garis vertikal sampai mendapat titik paling rendah. Bidang potensial ini
sangat dipandang dari pengertian tutupan (closure). Dimana air statik maka satu-satunya gaya adalah ke
atas. Keadaan ini disebut perangkap hidro statik
Bidang batas air minyak akan miring, maka dalam keadaan ini ada atau tidaknya perangkap harus juga
diterangkan oleh bidang potensial yang miring ini. Dan hal ini dikatakan dalam keadaan hidrodinamik.
Dan minyak tidak akan lepas dari lapisan penyekat, dan lapisan tersebut tidak akan bergerak dan menahan
minyak dalam perjalanan sepanjang garis-garis gaya. Oleh karena itu kita bisa membagi perangkap dalam
2 jenis:
1. Perangkap dalam keadaan hidrostatik
2. Perangkap dalam keadaan hidrodinamik

5.2 Pengertian Perangkap Hidrostatik Dan Hidrodinamik Teori Potensial


Teori potensial, adanya perbedaan fisik anata minyak dengan air yang tidak saling melarutkan
dan terutama juga perbedaan berat jenis kedua zat itu, maka minyak akan selalu naik keatas dan
menurut teori akan mencari tempat dengan potensi yang paling rendah. Dalam keadaan
hidrostatik, maka satu satunya gaya adalah gaya berat yang arahnya vertikal. Karena sifat
minyak yang lebih ringan daripada air, maka gaya tersebut akan berarah keatas. Tetapi jika
terdapat berbagai gaya lain, misalnya air bergerak ke sutu arah, maka resultannya adalah suatu
gaya yang tidak vertikal ke atas tetapi agak miring, dengan demikian juga bidang potensial,
dalam hal ini bidang batas air minyak akan miring. Maka dalam keadaan ini ada atau tidak
adanya perangkap harus juga diterangkan oleh bidang potensial yang miring ini . Dengan
demikian perangkap dikatan dalam keadaan hidrodinamik.
5.2.1 Perangkap Dalam Keadaan Hidrostatik Klasifikasi Umum
Didalam perangkap yang berada dalam keadaan hidrostatik, tetes minyak akan selalu
berusaha bergerak vertikal ke atas. Pembentuk lapisan penyekat dan lapisan reservoir pada
umumnya dapat terjadi Perangkap struktur

5.2.2 Perangkap Lipatan (Peta Struktur Berkontur Pengertian Tutupan)


Perangkap yang disebabkan pelipatan ini merupakan perangkap utama, perangkap
yang paling penting dan merupakan perangkap yang pertama kali dikenal dalam
pengusahaan minyakbumi. Unsur yang mempengaruhi pembentukan perangkap ini adalah
lapisan penyekat dan penutup yang berada diatasnya dan dibentuk sedemikian rupa
sehingga minyak tidak bisa lari kemana mana.
Pengertian Tutupan (closure). Batas bawah suatu akumulasi minyak ditentukan oleh
batas air minyak yang disebut ekipotensial. Dalam keadaan hidrostatik bidang
ekipotensial horizontal. Jadi, titik tertinggi dimana bidang horisontal menyinggung, lapisan
penyekat merupakan bidang batas maksimal dari air minyak, karena jika batas ini lebih
rendah, minyak akan melimpah keluar dari perangkap. Dengan demikian, juga
sebagaimana wadah suatu cairan pada permukaan bumi, maka suatu perangkap
mempunyai, titik limpah dan batas maksimal wadah dapat diisi oleh cairan disebut
tutupan (closure). Tutupan ini ditentukan oleh adanya titik limpah (spill-point). Titik
limpah merupakan suatu titik pada perangkap dimana kalau minyak bertambah, minyak
mulai melimpah ke bagian lainnya yang lebih tinggi dari kedudukannya dalam perangkap
ini.

1. Bentuk Lipatan . Bentuk lipatan yaitu apakah lipatan sejajar atau sebangun.
2. Pelipatan Bersifat Diapir atau Tak Selaras. Yaitu cara pelipatan diatas, dan
dibawah suatu lapisan tertentu yang tidak sama. Hal ini disebabkan karena
pengaruh adanya berbagai lapisan yang tidak kompeten
3. Perlipatan Berulang, yaitu perlipatan yang terjadi secara berulang ulang pada
waktu yang berlangsungnya sedimentasi
4. Ketidakselarasan. Suatu lipatan yang ada diatas suatu ketidakselarasan mungkin
saja tidak terdapat dibawahnya, karena struktur yang diatas dan dibawahnya.
5. Lipatan Asimetris. Memberikan bidang sumbu yang miring, sehingga menentukan
pula lokasi daripada tutupan atau kulminasi.
6. Konvergensi Lapisan. Yaitu menipisnya lapisan ke suatu arah. Karena pengaruh
penipisan perlapisan ke suatu arah, maka adanya suatu tutupan pada permukaan
dapat saja menghilang pada kedalaman dimana lapisan reservoir terdapat

5.3 Perangkap Patahan


Patahan dapat juga bertindak sebagai unsur penyekat minyak dalam penyaluran
penggerakkan minyak selanjutnya. Ada beberapa unsur lain yang harus dipenuhi untuk
terjadinya suatu perangkap yang betul betul hanya disebabkan karena patahan :
1. Adanya Kemiringan Wilayah
Laipsan yang tidak miring atau sama sekali sejajar tidak dapat membentuk
perangkap, karena walaupun minyak tersekat dalam arah pematahan tetapi dalam
arah lain tidak ada penyekat kecualiketiga pihak lainnya tertutup oleh berbagai
macam patahan
2. Harus Ada Paling Dua Patahan Yang Berpotongan.
3. Adanya Suatu Pelengkungan Lapisan Atau Suatu Pelipatan.
Dalam hal ini patahan merupakan suatu unsur penyekat dalam satu arah,
sedangkan arah lainnya tertutup oleh adanya pelengkungan dari perlapisan
ataupun bagian dari pada pelipatan
4. Pelengkungan Daripada Patahannya Sendiri Dan Kemiringan Wilayah.
5.3.1 Patahan Normal
Patahan normal biasa sekali terjadi sebagai suatu unsur perangkap. Biasanya minyak
lebih sering terdapat di dalam hanging wall daripada di dalam foot wall, terutama
dalam kombinasi dengan adanya lipatan
5.3.2 Patahan Naik
Patahan naik dapat dibagi lagi dalam asosiasi :
1. Patahan naik dengan lipatan asimetri. Di satu pihak terdapat lipatan dan dipihak
lain terdapat patahan naik juga
2. Patahan naik yang membentuk suatu sesar sungkuo atau suatu nappe.
5.3.3 Patahan Tumbuh
Patahan tumbuh yaitu suatu patahn normal yang terjadi secara bersamaan dengan
akumulasi sedimen. Di satu pihak (footwall) sedimen tetap tipis sedangkan di hanging wall

selain terjadinya penurunan, sedimentasi berlangsung terus sehingga dengan demikian terjadi
suatu lapisan yang sangat tebal.
5.3.4 Patahan Transversal
Patahan transversal / horizontal atau disebut pula wrench faults atau strike slip fault
dapat juga bertindak sebagai perangkap. Pada umumnya perangkap patahan transversal
merupakan pemancungan oleh pergeseran patahan terhadap kulminasi setengah lipatan dan
pelengkungan struktur pada bagian penunjaman yang terbuka.
5.3.5 Perangkap Kubah Garam
Kubah garam merupakan salah satu perangkap yng penting untuk akumulasi
minyakbumi. Kubah garam merupakan semacam suatu pelipatan bersifat diapir.
5.3.6 Tektonik dan Penjebakan Minyak
Dengan konsep tektonik lempeng, maka pada pinggiran pertemuan dua lempeng terjadi
berbagai gaya kompresi yang menyebabkan terjadinya pelipatan yang ketat sekali. Namun dalam
cekungan sedimen, pelipatan yang ketat tidaklah terlalu baik untuk terjebak minyak karena
struktur menjadi terlalu ruwet. Minyakbumi lebih banyak terjebak dalam struktur pelipatan yang
sangat landa, dan seringkali pelipatan ini berasosiasi dengan patahan normal
5.4 Perangkap Statigrafi
Perangkap statigrafi adalah suatu istilah umum untuk perangkap yang terjadi karena
berbagai varasi lateral dalam litologi suatu lapisan reservoir atau penghentian dalam kelanjutan
penyaluran minyak dalam bumi.
5.4.1 Prinsip Perangkap Statigrafi
Prinsip perangkap statigrafi adalah bahwa minyak dan gasbumi terjebak dalam
perjalanannya ke atas terhalang dari segala arah terutama dari bagian atas dan bagian pinggir,
karena batuan reservoir menghilang atau berubah fasiesmenjadi batuan lain atau batuan yang
karakteristik daripada reservoir menghilang sehingga merupakan penghalang permeabilitas.
Beberapa unsur utama perangkap statigrafi

5.4.2 Pengutaraan Perangkap Statigrafi


Perangkap statigrafi dinyatakan dalam :
1. Penampang geologi,
2. Bentuk peta reservoir. Mingangat unsur pembentuk perangkap maka peta reservoir
harus dinyatakan sebagai :
a. Peta struktur berkontur,
b. Peta fasies, yang memperlihatkan berbagai perubahan yang terjadi secara
lateral pada lapisan, yang dapat dinyatakan dalam :
i. Peta Isopach
ii. Peta Isolith,
iii. Peta Perbandingan Pasir Serpih (sand shale retio map),
iv. Peta Paleotopografi
5.4.3 Klasifikasi Perangkap Statigrafi
Perangkap statigrafi biasanya diklasifikasikan bersama sama dengan perangkap
struktur. Klasifikasi khas perangkap statigrafi yang pertama tercerminkan dalam publikasi
Seismograph Service Corporation sebagai berikut :
1. Perubahan porositas atau permeabilitas
2. Penumpangan (overlap) lateral dan vertikal
3. Perangsuran (gradation ) dari fasies atau pelensaan
4. Pemancungan (truncation)
5. Ketidakselarasan
6. Keadaan lingkungan pengendapan

5.4. Perangkap Tubuh Batuan Reservoir Terbatas


5.4.1 Batuan Reservoir Klastik
Batuan reservoir klastik sering membentuk lensa lensa ataupun juga tubuh tubuh yang
memanjang tetapi terbatas penyebarannya, seperti point-bar sand, bar finger sand atau
epineritic lenticular sand.
5.4.2 Batuan Reservoir Karbonat
Batuan reservoir karbonat secara mutlak diwakili oleh terumbu (reef) atau bioherm yang
secara tugas merupakan perangkap yang terjadi karena terbatasnya penyebaran tubuh batuan
reservoir.
5.4.3 Batuan Reservoir Lainnya
Batuan reservoir jenis lain dapat pula merupakan perangkap statigrafi, misalnya batuan
yang mengalami retakan secara lokal terutama lensa lensa batuan vulkanik
5.5 Perangkap Pembajian Fasies Porositas Lapisan Reservoir
5.5.1 Reservoir Klastik Detritus
Reservoir jenis ini sering merupakan perangkap statigrafi dalam kategori ketidaklanjutan
pororsitas atau sifat reservoir yang disebabkan pembajian keatas atau penyerpihan ke atas
5.5.2 Reservoir Karbonat
Dalam hal pembatasan porositasnya ke arah atas kemiringan lebih ruwet daripada
reservoir klastik detritus. Hal ini disebabkan oleh bahan lingkungan pengendapan, tetapi juga
karena perubahan diagenesa dan dolomitisasi. Perubahan diagenesa mungkin merupakan faktor
yang lebih penting dari pada perubahan fasies pada perangkap statigrafi karbonat. Penghalang
permeabilitas dapat terjadi secara lateral karena :
1. Suatu batuan non reservoir telah diiubah kearah bawah kemiringan menjadi
batuan reservoir

2. Suatu batuan reservoir sebagian telah diubah manjadi batuan nonreservoir dalam
kearah atas kemiringan dan bertindak sebagai penghalang permeabilitas
5.5.3 Peranan Daerah Batuan Dasar Tinggi Dalam Pembentukan Perangkap Stratigrafi
Daerah peninggian batuan dasar penting dalam pembentukan perangkap stratigrafi.
Daerah peninggian ini merupakan perbuktian atau paleotopografi.
5.6 Perangkap Kombinasi Struktur Dan Statigrafi
5.6.1 Kombinasi Lipatan-Pembajian
Kombinasi lipatan pembajian dapat terjadi karena di salah satu pihak pasir menghilang
dan dilain pihak hidung antiklin menutup arah lainnya. Kombinasi lain adalah antara perangkap
stratigrafi yang berbentuk lensa dan pelipatan.
5.6.2 Kombinasi Patahan Pembajian
Kombinasi ini merupakan aspek penting pada perangkap stratigrafi. Pembajian yang
berkombinasi dengan patahan jauh lebih biasa daripada pembajian yang berdiri sendiri. Berbagai
kemungkinan antara pelipatan, patahan dan perubahan stratigrafi dapat terjadi untuk membentuk
perangkap.
5.6.3 Kombinasi Patahan Pembajian
Kombinasi ini merupakan aspek penting pada perangkap stratigrafi. Pembajian yang
berkombinasi dengan patahan jauh lebih biasa daripada pembajian yang berdiri sendiri. Berbagai
kemungkinan antara pelipatan, patahan dan perubahan stratigrafi dapat terjadi untuk membentuk
perangkap.
5.7 Perangkap Ketidakselarasan Dan Perangkap Sekunder
5.7.1 Perangkap Paleomorfologi
Perangkap ketidakselarasan sedikit banyak juga merupakan kombinasi antara stratigrafi
dengan pelipatan. Sebagaimana diketahui terdapat berbagai macam ketidakselarasan antara lain :
1. Ketidakselarasan sejajar (disconformity)

2. Ketidakselarasan bersudut (angular unconformity)


3. Bukan keselarasan (nonconformity)
Pada umumnya yang dapat membentuk suatu perangkap ialah ketidakselarasan bersudut,
sedangkan unutk ketidakselarasan lainnya diperlukan juga unsur lain. Suatu ketidakselarasan
dapat menghilang ke suatu arah, bahkan dapat berpotongan atau berkonvergensi menjadi satu.
Dalam hal ini pembuatan suatu peta paleogeologi atau sering disebut sebagai peta bawah
singkapan atau peta pandangan cacing sangat penting. Peta paleogeologi tidak lain adalah suatu
peta yang memperlihatkan penyebaran berbagai macam formasi serta satuan batuan dibawah
bidang ketidakselarasan, seolah olah bidang lapisan yang berada diatas bidang ketidakselarasan
itu dihilangkan
5.7.2 Perangkap Penyumbatan Aspal
Perangkap jenis ini juga dapat dikatan sebagai perangkap yang berhubungan dengan
bidang erosi atau disebut pula perangkap sekunder. Dalam rembesan ini sering kali bagian cairan
yang mudah menguap meninggalkan suatu residu yang kemudian menjadi suatu sumbat bagi
perembesan minyak selanjutnya.

5.7.3 Perangkap Stratigrafi Dalam Tiga Dimensi


Untuk pencarian perangkap stratigrafi dan juga perangkap kombinasi stratigrafi dan struktur
dimintakan pengertian lebih mendalam mengenai stratigrafi dan juga dalam metoda untuk
memperlihatkan perubahan fasies. Metoda seismik selain dapat memperlihatkan pembajian dan
sebagainya, juga dapat mengintrepetasikam litologi dengan mempergunakan analisa kecepatan,
sehingga seringkali dapat dibuat peta perbandingan pasir serpih atau juga perbandingan klastik
karbonat.
5.8 Klasifikasi Perangkap De Sitter
Dalam hal ini de sitter mengadakan klasifikasi yang dinyatakan dalam suatu matriks
A,B,C masing masing merupakan kelompok unsur perangkap utama, stratigrafi,
ketidakselarasan, berbagai bentuk tektonik dan intrusi

1. Variasi Lateral Dalam Permeabilitas :


a. Lensa lensa pasir dan gamping
b. Berbagai variasi permeabilitas dan porositas lokal, primer ataupun
sekunder dala batugamping
c. Variasi lateraldalam permeabilitas pada batu pasir
d. Penyumbatan pori pori oleh aspal dan gejala lain
2. Ketidakselarasan
a. Batu reservoir adalah lebih muda atau berada di atas ketidakselarasan
b. Batu reservoir pasir, konglomerat dasar atau breksi dasar sebagai eluvial
diatas ketidakselarasan
c. Batuan reservoir yang merupakan formasi yang terpancung
3. Berbagai bentuk tektonik

5.9 Perangkap Dalam Keadaan Hidrodinamik


Dalam keadaan hidrodinamik, minyak dapat terjebak, juga dalam keadaan struktur
dan stratigrafi lainnya, sehingga menambah kemungkinan terdapatnya akumulasi minyak
dan gasbumi.
Gradien hidrodinamik didapatkan jika lapisan reservoir tersingkap pada permukaan
dan menerima air, kemudian mengalirkannya keluar pada titik yang lebih rendah, sehingga
timbul perbedaan potensial. Dalam keadaan hidrodinamik, akumulasi dapat diterangkan
bahwa minyak dan gas (setelah berada dalam fasa menerus) akan bergerak dan berkumpul
pada bagian kerakbumi (perangkap) yang secara lokal mempunyai potensial paling rendah

BAB VII
BATUAN INDUK, PEMATANGAN DAN MIGRASI SERTA AKUMULASI
MINYAK DAN GASBUMI

7.1 Konsepsi Batuan induk


Pada umumnya batuan induk dibayangkan sebagai batuan serpih berwarna gelap, kaya
akan zat organik dan biasanya diendapkan dalam lingkungan marin. Dalam menyelidiki batuan
induk, suatu metoda identifikasi dengan mengextrasikan minyakbumi daripadanya. Minyakbumi
ini dianggap pribumi (indegemous), jika korelasi antara zat organik yang tak dapat diextrasi
dengan minyakbumi yang terdapat.
7.2 Penentuan Batuan Induk
Standar identifikasi batuan induk :
1. TOC. (Kadar) Karbon Organik Total (total organic carbon); yaitu persentase berat dari
karbon organik dalam suatu contoh batuan.
2. EOM. Zat organik yang dapat diextrasikan (extractble organic matter) yang dimaksud
adalah hidrokarbon dan nonhidrokarbon yang dapat dilarutkan.
3. CPI. Index preferensi karbon (carbon preference index) adalah perbandingan antara
volum anggota n-parafin yang bernomor ganjil
4. CIR. Perbandingan isotop karbon (carbon isotope ratio)
5. LOM. Tingkat pematangan Termal (level of thermal maturity). Teori degradasi termal
pembentukan minyakbumi menunjukkan bahwa minyakbumi hanya bisa terbentuk pada
tingkatan pematangan tertentu.
7.3 Waktu Pembentukan Minyak dan Gasbumi
7.3.1 Anggapan Pembentukan Segera
Anggapan ini didasarkan pada banyak hal :
1. Terdapatnya hidrokarbon dalam sedimen resen

2. Kenyataan bahwa makin tertimbun sedimen, lempung dan serpih makin padat sehingga
makin sulit bagi cairan yang terbentuk di dalamnya untuk bermigrasi

7.4.2 Proses Pematangan


Untuk proses pematangan ini diajukan berbagai macam hipotesa
1. Teori perbandingan karbon. Teori ini menghubungkan perubahan minyakbumi dengan
metamorfisme regional
2. Teori ini mengemukakan bahwa pedewasaan disebabkan karena fraksinasi minyakbumi
dalam serpih lempung / batuan induknya.
3. Hubungan Berat Jenis (Derajat Api) Minyakbumi Terhadap Umur Dan Kedalaman, teori
ini mengemukakan bahwa bahwa untuk umur yang sama.
7.3.2 Anggapan Pembentukan Lambat Stadium Serpih
Berbagai fakta yang menunjukkan bahwa minyakbumi dapat terbentuk segera setelah
sedimentasi

memperkuat

adanya

kemungkinan

terbentuknya

minyakbumi

sebelum

diagenesa/litifikasi.
7.4 Pematangan Minyak Bumi
7.4.1 Pengertian Pematangan
Pengertian

pematangan

atau

pendewasaan

minyakbumi

(oil

maturation)

erat

hubungannya dengan masalah waktu pembentukan dan pengertian batuan induk.


7.4.3 Pematangan Sebagai Konversi Geokimia Minyakbumi
Proses pematangan minyakbumi didasarkan atas analisa termodinamika yang
menyatakan, bahwa zat organik yang terdiri dari beraneka unsur (heteroelemental) mempunyai
energi bebas lebih tinggi.

7.4.4 Konsepsi Pematangan Phillipi


Phillipi (1965) menunjukkan bahwa pematangan (matturation) minyakbumi yang
berhubungan dengan pembentukkannya sendiri terjadi dalam batuan induk. Pendewasaan
minyakbumi merupakan hasil degradasi termal zat organic.
7.4.5 Evolusi Kerogen Menurut Tissit (1974)
Struktur umum dari kerogen terdiri dari inti siklis yang berkondensasi secara majemuk
(polycondensed), yang mempunyai rantai rantai alkil dan diikat oleh ikatan heteroatom yang
menyangkut oksigen khususnya. jenis I menghasilkan banyak minyakbumi (jalur evolusi tinggi)
dan jenis III menghasilkan banyak CO2 dan H2O dan menghasilkan metan pada kedalaman besar
tetapi hampir tidak menghasilkan minyakbumi
7.4.6 Hubungan Antara Pengubahan / Pematangan Termal Zat Organik Dengan Pembentukan
Minyak dan Gasbumi

Transformasi Organik
Zat organik yang terkumpul dalam sedimen, pada waktu diagenesa mengalami berbagai

perubahan, yang merupakan transformasi organik. Perubahan terjadi pada waktu transport,
dengan adanya transformasi kimia, pelarutan, pemilahan fisika, pencernaan dan pemrosesan oleh
organisme, mekanisme koagulasi dan presipitasi

Pengubahan Termal Zat Organik Dan Tingkat Pematangan Termal (LOM)


Perubahan termal zat organik mungkin dimulai dari temperatur 1000C. Perubahan termal

temperatur yang dapat menyebabkan mulainya metamofisme dan sangat berpengaruh pada zat
organik yang terkandung dalam sedimen yang disebut eometamorfisme.

7.5 Migrasi
Minyak terbentuk dalam bentuk tetes teteskecil atau mungkin sebagai koloid, sehingga
unutk terjadinya suatu akumulasi komersil perlu adanya pengkonsentrasian, antara lain,

keluarnya tetes tetes tersebut kedalam batuan reservoir, dan kemudian bergerak ke perangkap.
Biasanya dapat dibedakan beberapa cara migrasi :
1. Migrasi Primer. Keluarnya minyakbumi atau protopetroleum dari batuan induk dan
masuk ke bataun reservoir lapisan penyalur.
2. Migrasi Sekunder. Pergerakan fluida dalam lapisan penyalur untuk menuju ke tempat
akumulasi
7.5.1 Sarat Fisika Untuk Migrasi

Perbedaan tetes dengan fasa kontinu : Kapilaritas / tegangan permukaan menghalang


halangi bergeraknya tetes.

Kapilaritas tetes dalam pori / konstriksi : Dalam keadaan statis pada tiap tonjolan terdapat
keseimbangan tekanan sebelah menyebelah selaput pemisah fasa

7.5.2 Mekanisme Migrasi


Beberapa mekanisme migrasi tersebut adalah :
7.5.2.1 Dengan pertolongan air
Air menyeret atau membawa minyak unutk bergerak :
1. Sebagai Droplet, yaitu tetes tetes kecil yang dibawa arus air
2. Sebagai Micelle . Adanya gugusan hidroxil atau karboxil, pada ujung suatu molekul yang
bertindak hidrofil sedangkan ujung lainnya hidrofob, dapat melarutkan hidrokarbon.
Partikel dimana suatu tetes kecil dikelilingi oleh ujung ujung yang hidrofil disebut
micelle
3. Pelarutan Zat Induk Minyak (Nonhidrokarbon) Dalam Air. Mengusulkan kemungkinan
bahwa migrasi terjadi bukan dalam bentuk hidrokarbon/ minyakbumi yang jelas
mengalami kesulitan, tetapi dalam bentuk zat induknya (proto-petroleum), seperti keton
asam dan ester yang mudah larut dalam air.
7.5.3.2 Tanpa Pertolongan Air
Gelembung / tetes minyak bergerak relatif terhadap air yang boleh dikatakan statis

1. Gerakan Kapilaritas. Adanya perbedaan tegangan permukaan antara air dan minyal,
menyebabkan air masuk ke pori pori yang halus, sedangkan minyak ke pori pori yang
kasar.
2. Pelarutan Dalam Gas dan Expansi Gas. Minyak dapat larut dalam gas, terutama pada
temperatur dan tekanan tinggi. Gas leluasa melalui batuan berhubungan dengan tegangan
permukaannya kecil.
3. Teori Pelampungan. Karena perbedaan berat jenis minyak bumi dan air, maka suatu
gumpalan minyak akan selalu melambung mencari tempat yang tinggi.
4. Teori Gerakkan Hidrolik. Gerakkan hidrolik terjadi terutama karena adanya air yang
terperas keluar oleh kompaksi, ataupun karena gradien hidrodinamik
5. Teori Pengaliran Minyakbumi Melalui Matrix Zat Organik/ Kerogen. adalah disebabkan
bahwa batuan pada umumnya dan batuan induk bersifat hidrofil atau aleofobe, tidak
dibasahi minyak.
7.5.4 Migrasi Primer
Migrasi primer merupakan proses bergeraknya fluida dari batuan induk yang berupa
batuan klastik halus (serpih-lempung) kemudian ditransformasi menjadi minyakbumi ke batuan
yang lebih sarang atau yang disebut lapisan penyalur (carrier bed)
7.6 Akumulasi Minyak dan Gasbumi

Teori Akumulasi Gussow :Gumpalan atau tetes tetes minyak dan gas akan bergerak
sepanjang bagian atas lapisan penyalur ke atas, terutama disebabkan pelampungan.

Teori Akumulasi King Hubbert : King Hubbert (1953) meninjau prinsip akumulasi
minyabumi dari segi kedudukan energi potensial, dan erat hubungannya dengan
perangkap hidrodinamik.

7.6.1 Waktu Penjebakan


Suatu perangkap dapat terisi atau kosong tergantung dari waktu pembentukkannya
ataupun kapan kapan minyak itu terbentuk atau berada dalam keadaan dapat dijebakoleh
perangkap.