Anda di halaman 1dari 4

Pengaruh Suhu Muka Laut Terhadap

Curah Hujan
Laut sangat berpengaruh dalam kehidupan kita manusia. Mengapa demikian?
Hal ini disebabkan karena kita hidup di planet Bumi yang 80% wilayahnya berupa air, air
laut memiliki volume lebih dari 97 % dari jumlah volume air di seluruh dunia yaitu sekitar
1,4 miliyar km3. Oleh karena itu peningkatan suhu permukaan laut mempengaruhi
banyak hal, salah satunya adalah curah hujan. Lalu muncul pertanyaan dibenak kita
mengapa curah hujan dapat terpengaruhi oleh suhu permukaan laut? Berikut adalah
alasan mengapa suhu permukaan laut berpengaruh pada curah hujan.

Suhu Permukaan Laut

Banyak orang berpikiran bahwa suhu permukaan laut itu dingin karena disaat kita pergi
ke laut dan menyentuh air laut kita merasa dingin seperi air biasa,namun tahukah anda
bahwa suhu permukaan laut mengalami peningkatan akhir akhir ini? Mungkin bila kita
berfikir mana mungkin itu dapat terjadi mengingat jumlah volume air laut yang sangat
besar bisa mengalami perubahan yang begitu cepat . Banyak faktor yang
mempengaruhi namun yang paling utama adalah isu yang sering dibicarakan banyak
orang yaitu pemanasan global (global warming).

Hujan

Hujan merupakan satu bentuk presipitasi yang berwujud cairan. Presipitasi sendiri dapat
berwujud padat (misalnya salju dan hujan es) atau aerosol (seperti embun dan kabut).
Hujan terbentuk apabila titik air yang terpisah jatuh ke bumi dari awan. Tidak semua air
hujan sampai ke permukaan bumi karena sebagian menguap ketika jatuh melalui udara
kering. Hujan jenis ini disebut sebagai virga.

Hujan memainkan peranan penting dalam siklus hidrologi.Lembaban


dari laut menguap, berubah menjadi awan, terkumpul menjadi awan mendung, lalu
turun kembali ke bumi, dan akhirnya kembali ke laut melalui sungai dan anak sungai
untuk mengulangi daur ulang itu semula.
Jumlah air hujan diukur menggunakan pengukur hujan atau ombrometer. Ia
dinyatakan sebagai kedalaman air yang terkumpul pada permukaan datar, dan
diukur kurang lebih 0.25mm. Satuan curah hujan menurut SI adalah milimeter, yang
merupakan penyingkatan dari liter per meter persegi.
Air hujan sering digambarkan sebagai berbentuk "lonjong", lebar di bawah dan
menciut di atas, tetapi ini tidaklah tepat. Air hujan kecil hampir bulat. Air hujan yang
besar menjadi semakin leper, seperti roti hamburger; air hujan yang lebih besar
berbentuk payung terjun. Air hujan yang besar jatuh lebih cepat berbanding air hujan
yang lebih kecil.
Beberapa kebudayaan telah membentuk kebencian kepada hujan dan telah
menciptakan pelbagai peralatan seperti payung dan baju hujan. Banyak orang juga
lebih gemar tinggal di dalam rumah pada hari hujan. Biasanya hujan memiliki kadar
asam pH 6. Air hujan dengan pH di bawah 5,6 dianggap hujan asam.

Banyak orang menganggap bahwa bau yang tercium pada saat hujan dianggap
wangi atau menyenangkan. Sumber dari bau ini adalah petrichor,minyak atsiri yang
diproduksi oleh tumbuhan, kemudian diserap oleh batuan dan tanah, dan kemudian
dilepas ke udara pada saat hujan.

Jenis-jenis hujan
Untuk kepentingan kajian atau praktis, hujan dibedakan menurut terjadinya, ukuran
butirannya, atau curah hujannya.
Jenis-jenis hujan berdasarkan terjadinya

Hujan siklonal, yaitu hujan yang terjadi karena udara panas yang naik disertai dengan
angin berputar.

Hujan zenithal, yaitu hujan yang sering terjadi di daerah sekitar ekuator, akibat
pertemuan Angin Pasat Timur Laut dengan Angin Pasat Tenggara. Kemudian angin
tersebut naik dan membentuk gumpalan-gumpalan awan di sekitar ekuator yang
berakibat awan menjadi jenuh dan turunlah hujan.

Hujan orografis, yaitu hujan yang terjadi karena angin yang mengandung uap air yang
bergerak horisontal. Angin tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara menjadi
dingin sehingga terjadi kondensasi. Terjadilah hujan di sekitar pegunungan.

Hujan frontal, yaitu hujan yang terjadi apabila massa udara yang dingin bertemu
dengan massa udara yang panas. Tempat pertemuan antara kedua massa itu
disebut bidang front. Karena lebih berat massa udara dingin lebih berada di bawah.
Di sekitar bidang front inilah sering terjadi hujan lebat yang disebut hujan frontal.

Hujan muson atau hujan musiman, yaitu hujan yang terjadi karena Angin Musim
(Angin Muson). Penyebab terjadinya Angin Muson adalah karena adanya
pergerakan semu tahunan Matahari antara Garis Balik Utara dan Garis Balik
Selatan. Di Indonesia, hujan muson terjadi bulan Oktober sampai April. Sementara
di kawasan Asia Timur terjadi bulan Mei sampaiAgustus. Siklus muson inilah yang
menyebabkan adanya musim penghujan dan musim kemarau.
Jenis-jenis hujan berdasarkan ukuran butirnya

Hujan gerimis / drizzle, diameter butirannya kurang dari 0,5 mm

Hujan salju, terdiri dari kristal-kristal es yang suhunya berada dibawah 0 Celsius

Hujan batu es, curahan batu es yang turun dalam cuaca panas dari awan yang
suhunya dibawah 0 Celsius

Hujan deras / rain, curahan air yang turun dari awan dengan suhu diatas
0 Celsius dengan diameter 7 mm.

Jenis-jenis hujan berdasarkan besarnya curah hujan (definisi BMKG)

hujan sedang, 20 - 50 mm per hari

hujan lebat, 50-100 mm per hari

hujan sangat lebat, di atas 100 mm per hari

Hubungan Suhu Permukaan Laut dengan Curah Hujan

Musim hujan berkepanjangan tanpa kemarau di Indonesia pada tahun ini diperkirakan
merupakan dampak dari peningkatan suhu laut yang merupakan salah satu efek dari
pemanasan global. Tingginya suhu muka laut mengakibatkan terjadi penguapan
penguapan air di permukaan laut dan membentuk awan-awan hujan dan terjadilah hujan
seperti yang ditunjukan oleh gambar diatas. Selain itu tingginya suhu permukaan laut
bisa mengakibatkan terjadinya La Nina yang menyebabkan terbentuknya awan hujan.
Hal tersebutlah penyebab terjadinya peningkatan curah hujan yang terjadi diberbagai
daerah di Indonesia.

Daftar Pustaka
http://kumpulblogger1.blogdetik.com/2011/01/22/anomali-capai-tingkat-ekstrem/
(diunduh pada hari minggu,19 oktober 2014 pukul 19:12)
http://id.wikipedia.org/wiki/Hujan
(diunduh pada hari minggu,19 oktober 2014 pukul 19:17)
http://www.goblue.or.id/permukaan-laut-memanas-kemarau-bergeser
(diunduh pada hari minggu,19 oktober 2014 pukul 20:07)
http://mechagamma71.blogspot.com/2011/03/pengaruh-suhu-muka-laut-terhadapcurah.html
(diunduh pada hari minggu,19 oktober 2014 pukul 21:23)