Anda di halaman 1dari 13

STUDI JENIS ALAT TANGKAP DAN HASIL TANGKAPAN OLEH NELAYAN

KELURAHAN TANJUNG LAUT INDAH KECAMATAN BONTANG SELATAN


KOTA BONTANG

Dewi Agustina dibimbing oleh Paulus Taru dan Adnan

ABSTRAK
Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tanjung Laut Indah Kecamatan Bontang Selatan
selama satu bulan terhitung dari tanggal 08 Februari sampai 10 Maret 2014. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui jenis alat tangkap dan hasil tangkapan oleh nelayan di Kelurahan
Tanjung Laut Indah Kecamatan Bontang Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat
tangkap yang umum digunakan sebagian besar nelayan Kelurahan Tanjung Laut Indah terdiri
dari Gill Net (Bottom Gill Net), Belat, Bagan Tancap, Pancing (Long Line) dan Purse Seine.
Dari hasil yang diperoleh menggunakan alat tangkap tersebut terlihat adanya perbedaan jenis,
jumlah, berat dan ukuran hasil tangkapan. Analisis data menggunakan Chi Kuadrat (2).
Berdasarkan uji Chi Kuadrat (2), jenis alat tangkap yang digunakan menunjukkan perbedaan
yang signifikan terhadap jumlah total dan jenis hasil tangkapan.
Kata Kunci: Alat Tangkap, Hasil Tangkapan, Uji Chi Kuadrat

ABSTRACT
The research was done in Tanjung Laut Indah Village, South Bontang District, during one
month from February 08th until March 10nd, 2014. The research was to know the kinds of fishing
gear and catched fish by fisherman in Tanjung Laut Indah Village, South Bontang Distric. The
result of the research showed that the Gill Net (Bottom Gill net), Trap, Lift Net, Angling (Long
Line) and Purse Seine were the main fishing gear used by fishermans, and the yield of those
fishing gear showed that the species of fish, quantity, weight and measurement of the fish was
showed different. Data of the study were analyzed by Chi Square (2). Chi Square (2) test result
showed that the between fishing gear has significant different in total number and the species of
fishes catch.
Keywords: Fishing Gear, Catched Fish, Chi Square

PENDAHULUAN
Penangkapan merupakan salah satu aktivitas perikanan yang telah ada sejak ratusan tahun
yang lalu. Penangkapan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Dilakukan
menggunakan peralatan sederhana dan dengan berkembangnya jaman, peralatan
penangkapanpun dimodifikasi dan memiliki banyak jenis sehingga lebih memudahkan dan
efisien untuk digunakan. Alat tangkap merupakan faktor penting yang harus dimiliki untuk
melakukan kegiatan penangkapan. Jenis alat tangkap akan menentukan jumlah dan jenis hasil
tangkapan. Alat tangkap terbagi menjadi 2 tipe yaitu alat tangkap aktif dan alat tangkap pasif.
Kelurahan Tanjung Laut Indah merupakan Kelurahan yang terletak didaerah pesisir Kota
Bontang.
Sebagian
masyarakat
Kelurahan
Tanjung
Laut
Indah
berprofesi sebagai nelayan. Terdapat berbagai jenis alat tangkap yang digunakan oleh
masyarakat nelayan Tanjung Laut Indah Kota Bontang sepeti bagan tancap, belat, gill net

(bottom gill net), pancing (long line) dan purse seine. Berdasarkan data statistik produksi
perikanan tangkap pada tahun 2011-2012, di Kecamatan Bontang Selatan Kelurahan Tanjung
Laut Indah memiliki jumlah hasil tangkapan perikanan laut yang cukup besar dan mengalami
peningkatan dengan jumlah 4.553 ton pada tahun 2011 dan 5.601 ton pada tahun 2012 (Dinas
Perikanan, Kelautan dan Pertanian Kota Bontang dalam Bontang dalam Angka, 2013). Oleh
kerena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang alat tangkap dan jenis tangkapan
oleh nelayan di Kelurahan Tanjung Laut Indah Kecamatan Bontang Selatan Kota Bontang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis alat tangkap dan jenis hasil tangkapannya
yang digunakan oleh nelayan Kelurahan Tanjung Laut Indah Kota Bontang. Hasil penelitian ini
dapat digunakan untuk mengetahui jenis alat tangkap yang digunakan oleh nelayan Kelurahan
Tanjung Laut Indah Kota Bontang, mengetahui jenis hasil tangkapan yang diperoleh nelayan
Kelurahan Tanjung Laut Indah Kota Bontang dan hasil penelitian ini juga dapat dijadikan
sebagai acuan untuk peneliti selanjutnya.

METODE PENELITIAN
Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Tanjung Laut Indah Kecamatan Bontang Selatan, Kota
Bontang. Lama penelitian dilaksanakan selama satu bulan 08 Februari sampai 10 Maret 2014.
Bahan dan Alat Yang Digunakan
Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan hasil tangkapan dan es batu.
Alat-alat yang digunakan adalah timbangan, alat tulis dan kamera digital.
Analisis Data
Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisa dengan menggunakan uji
statistik Chi kuadrat 2. Bertujuan untuk melihat signifikan hubungan antara baris dan kolom
yang oleh Sudjana (1996), dirumuskan sebagai berikut:

Dimana: Eij =
Keterangan:
Oij : Banyaknya hasil tangkapan per individu (ekor)
Eij : Banyaknya hasil tangkapan yang diharapkan per individu (ekor)
nio : Banyaknya hasil tangkapan pada baris ke-1 (ekor)
noj : Jumlah jenis hasil tangkapan pada kolom ke j (ekor)
N
: Jumlah total jenis hasil tangkapan pada baris dan kolom (ekor)
i
: Baris
j
: Kolom
Survei Pendahuluan
Survei pendahuluan dilakukan untuk mengetahui lapangan dan jenis alat tangkap yang
digunakan oleh nelayan Kelurahan Tanjung Laut Indah Kota Bontang. Kunjungan ke tempat
kelompok nelayan dan melakukan wawancara dengan nelayan

yang bersangkutan. Berdasarkan survey, didapatkan gambaran tentang jenis alat tangkap yang
digunakan beserta hasil tangkapannya.
Survei Utama
Survei utama dilakukan dengan mewawancarai nelayan sesuai tujuan penelitian,
mengamati konstruksi alat tangkap dan cara pengoperasiannya, mengamati hasil tangkapan
(total berat, jenis ikan, jumlah ekor, ukuran panjang dan berat), foto alat tangkap dan jenis hasil
tangkapan.
Data Yang Dikumpulkan
a) Data Utama
Data-data yang dikumpulkan meliputi hasil tangkapan, deskripsi alat tangkap yang
digunakan nelayan Tanjung Laut Indah Kota Bontang, cara pengoperasian alat tangkap, foto
alat tangkap dan hasil tangkapan.
b) Data penunjang
Data penunjang yaitu kondisi umum daerah penelitian.

HASIL DAN PEMBAHASAN


1) Hasil Tangkapan Gill Net (Bottom Gill Net)
Jenis ikan yang tertangkap menggunakan gill net selama 4 kali trip berjumlah 18 jenis.
Pada penangkapan pertama (trip 1) menggunakan gill net, ikan putih (Caranx sp) merupakan
jenis ikan yang paling banyak tertangkap dengan jumlah 18 ekor dibandingkan dengan jenis
ikan lainnya seperti bambangan (Lutjanus malabaricus) yaitu 1 ekor, bogor (Lutjanus
malabaricus) 3 ekor, sebelah (Psettodes erumei) 1 ekor, kembung laki (Rastrelliger kanagurta)
4 ekor, kueh lilin (Caranx tille) 1 ekor, beloso (Sillago sihama) 6 ekor dan mata merah besar
(Priacanthus macracanthus) 2 ekor.
Pada penangkapan kedua (trip 2), ikan putih (Caranx sp) adalah jenis ikan yang paling
mendominasi dengan jumlah yang paling banyak yang berjumlah 14 ekor dibandingkan dengan
jenis ikan lainnya seperti kembung laki (Rastrelliger kanagurta) 1 ekor, kueh lilin (Caranx tille)
1 ekor, beloso (Sillago sihama) 2 ekor, como-como (Decapterus kurroids) 6 ekor, parangparang (Chirocentrus dorab) 1 ekor, layur (Trichiurus auriga) 1 ekor, bete-bete (Leiognathus
aquulus) 1 ekor dan kapas-kapas (Gerres fiamentous) sebanyak 1 ekor.
Pada penangkapan ketiga (trip 3) ikan putih (Caranx sp) merupakan jenis ikan yang paling
banyak tertangkap yaitu berjumlah 25 ekor sedangkan jenis ikan yang lainnya seperti bogor
(Lutjanus malabaricus) 3 ekor, sebelah (Psettodes erumei) 1 ekor, kembung laki (Rastrelliger
kanagurta) 5 ekor, kueh lilin (Caranx tille) 1 ekor, beloso (Sillago sihama) 20 ekor, bte-bete
(Leiognathus aquulus) 2 ekor, ketambak (Lutjanus johnii) 2 ekor, mata besar (Priacanthus
tayenus) 1 ekor dan ciko-ciko (Parupenaeus cyclostmus) berjumlah 7 ekor.
Pada penangkapan keempat (trip 4) ikan putih (Caranx sp) tertangkap dengan jumlah 15
ekor, bogor (Nemipterus balinensis) 1 ekor, kembung laki (Rastrelliger kanagurta) 2 ekor,
beloso (Sillago sihama) 5 ekor, como-como (Decapterus kurroids) merupakan jenis ikan yang
paling banyak tertangkap dengan jumlah 17 ekor, kapas-kapas (Gerres fiamentous) 8 ekor dan
niko ekor kuning (Upeneus vittatus) 1 ekor (lihat gambar 1).

30
25
20
15
10
5
0
Trip 1
Putih
Kembung Laki
Como-como
Kapas-kapas
Niko Ekor Kuning

Trip 2
Bambangan
Kueh Lilin
Parang-parang
Ketambak

Trip 3
Bogor
Beloso
Layur
Mata Besar

Trip 4
Sebelah
Mata Merah besar
Bete-bete
Ciko-ciko

Gambar 1. Jumlah dan jenis hasil tangkapan untuk 4 kali trip


Selain pengamatan jumlah hasil ikan yang tertangkap, dilakukan juga pengamatan terhadap
berat total setiap jenis hasil tangkapan pada setiap trip. Pada trip pertama jenis ikan yang paling
berat adalah jenis ikan putih (Caranx sp) dengan total berat adalah 6400 gr kemudian
bambangan (Lutjanus malabaricus) 350 gr, bogor (Nemipterus balinensis) 950 gr, sebelah
(Psettodes erumei) 601 gr, kembung laki (Rastrelliger kanagurta) 500 gr, kueh lilin (Caranx
tille) 900 gr, beloso (Sillago sihama) 1600 gr dan mata merah besar (Priacanthus
macracanthus) 500 gr.
Pada trip kedua ikan putih (Caranx sp) tertangkap dengan berat total 2100 gr, kembung
laki (Rastrelliger kanagurta) 129 gr, kueh lilin (Caranx tille) 490 gr, beloso (Sillago sihama)
215 gr, dan como-como (Decapterus kurroids) adalah jenis ikan yang memiliki total paling
berat yaitu 2.330 gr kemudian parang-parang (Chirocentrus dorab) 500 gr, layur (Trichiurus
auriga) 200 gr, bete-bete (Leiognathus aquulus) 95 gr dan kapas-kapas (Gerres fiamentous) 98
gr.
Pada trip ketiga jenis ikan yang tertangkap paling berat adalah ikan putih (Caranx sp)
dengan total berat 4490 gr dan jenis ikan lain seperti bogor (Nemipterus balinensis) 990 gr,
sebelah (Psettodes erumei) 750 gr, kembung laki (Rastrelliger kanagurta) 530 gr, kueh lilin
(Caranx tille) 290 gr, beloso (Sillago sihama) 3760 gr, bete-bete (Leiognathus aquulus) 310 gr,
ketambak (Lutjanus johnii) 400 gr, mata besar (Priacanthus tayenus) 200 gr dan ciko-ciko
(Parupenaeus cyclostmus) 310 gr.
Pada trip keempat ikan putih (Caranx sp) tertangkap dengan total berat 3000 gr kemudian
bogor (Nemipterus balinensis) 60 gr, kembung laki (Rastrelliger kanagurta) 290 gr, beloso
(Sillago sihama) 1900 gr dan como-como memiliki total paling berat (Decapterus kurroids)
yaitu 5160 gr lalu kapas-kapas (Gerres fiamentous) 890 gr, dan niko ekor kuning (Upeneus
vittatus) 40 gr (lihat gambar 2).

10000

1000

100

10

1
Trip 1
Putih
Kueh Lilin
Layur
Ciko-ciko

Trip 2
Bambangan
Beloso
Bete-bete
Niko Ekor Kuning

Trip 3
Bogor
Mata Merah besar
Kapas-kapas

Sebelah
Como-como
Ketambak

Trip 4
Kembung Laki
Parang-parang
Mata Besar

Gambar 2. Berat dan jenis hasil tangkapan untuk 4 kali trip


2) Hasil Tangkapan Belat
Jenis ikan yang tertangkap menggunakan belat di lokasi penelitian pada empat kali trip
berjumlah 13 jenis ikan. Pada penangkapan pertama (trip 1) ikan beronang (Siganus guttatus)
tertangkap dengan jumlah 20 ekor, ketambak baba (Lutjanus rusellii) 51 ekor, sori (Tylosurus
crocodilus) 1 ekor, alu-alu (Sphyraena jello) 2 ekor dan cumi-cumi (Loligo sp) adalah jenis
yang paling banyak tertangkap dengan jumlah 69 ekor.
Pada penangkapan kedua (trip 2) jenis ikan yang paling banyak tertangkap adalah jenis
ikan ketambak baba (Lutjanus rusellii) dengan jumlah 47 ekor dan jenis ikan lain seperti batu
(Scarus tricolor) berjumlah 2 ekor, kerapu tutul (Scarus tricolor) 2 ekor, bawis (Siganus
canaliculatus) 2 ekor dan beronang batu (Siganus caralinnus) 6 ekor.
Pada penangkapan ketiga (trip 3) ikan beronang (Siganus guttatus) tertangkap sebanyak 6
ekor, alu-alu (Sphyraena jello) 2 ekor, putih (Caranx sp) 1 ekor, ketambak (Lutjanus
bungalensis) adalah jenis ikan yang paling banyak tertangkap dengan jumlah 29 ekor dan
kerapu panu (Epinephelus ongus) 3 ekor.
Penangkapan keempat (trip 4) ikan beronang (Siganus guttatus) tertangkap dengan jumlah
42 ekor, alu-alu (Sphyraena jello) 1 ekor, batu (Scarus tricolor) 4 ekor, bawis (Siganus
canaliculatus) 39 ekor dan ketambak (Lutjanus bungalensis) adalah jenis ikan yang paling
banyak tertangkap dengan jumlah 42 ekor lalu kerapu panu (Epinephelus ongus) berjumlah 8
ekor dan belanak (Liza subviridis) 2 ekor (lihat Gambar 3).

80
70
60
50
40
30
20
10
0
Trip 1
Beronang
Cumi-cumi
Beronang Batu
Belanak

Trip 2
Ketambak Baba
Batu
Putih

Trip 3
Sori
Kerapu Tutul
Ketambak

Trip 4
Alu-alu
Bawis
Kerapu Panu

Gambar 3. Jumlah dan jenis hasil tangkapan untuk empat kali trip
Selain pengamatan jumlah hasil ikan yang tertangkap, dilakukan juga pengamatan terhadap
berat total setiap jenis hasil tangkapan pada setiap trip. Pada trip pertama jenis ikan beronang
(Siganus guttatus) tertangkap dengan berat total 4000 gr kemudian jenis ikan yang paling berat
adalah ketambak baba (Lutjanus rusellii) yaitu 4900 gr lalu sori (Tylosurus crocodilus) seberat
310 gr, alu-alu (Sphyraena jello) 390 gr dan cumi-cumi (Loligo sp) 3800 gr.
Pada trip kedua ketambak baba (Lutjanus rusellii) merupakan hasil tangkapan yang paling
berat yaitu 4500 gr, kemudian batu (Scarus tricolor) tertangkap dengan total berat 370 gr,
kerapu tutul (Epinephelus quoyanus) 350 gr, bawis (Siganus canaliculatus) 70 gr dan beronang
batu (Siganus caralinnus) 610 gr.
Pada trip ketiga jenis ikan beronang (Siganus guttatus) tertangkap dengan berat 1300 gr,
alu-alu (Sphyraena jello) 580 gr, putih (Caranx sp) 160 gr dan ketambak (Lutjanus
bengalensis) adalah jenis ikan yang paling berat dengan total 2780 gr kemudian kerapu panu
(Epinephelus ongus) berjumlah 240 gr.
Pada trip keempat jenis ikan beronang (Siganus Guttatus) tertangkap dengan berat 5200 gr,
kemudian alu-alu (Sphyraena jello) 410 gr, batu (Scarus tricolor) 400 gr, bawis (Siganus
canaliculatus) 500 gr dan ketambak (Lutjanus bungalensis) merupakan jenis ikan yang
memiliki total paling berat yaitu 6.780 gr lalu kerapu panu (Epinephelus ongus) 890 gr, belanak
(Liza subviridis) 1060 gr (lihat gambar 4).

10000
1000
100
10
1
Trip 1

Trip 2

Trip 3

Trip 4

Beronang

Ketambak Baba

Sori

Alu-alu

Cumi-cumi

Batu

Kerapu Tutul

Bawis

Beronang Batu

Putih

Ketambak

Kerapu Panu

Belanak

Gambar 4: Berat dan jenis hasil tangkapan untuk empat kali trip
3) Hasil Tangkapan Bagan Tancap
Jenis ikan yang tertangkap menggunakan bagan tancap selama empat kali trip berjumlah
9 jenis. Pada penangkapan pertama (trip 1) ikan bete-bete (Gazza achlamys) tertangkap
sebanyak 368 ekor, ekor kuning (Caesio cuning) 18 ekor, teri (Stolephorus commersonii)
merupakan jenis ikan yang paling banyak tertangkap dengan jumlah 4.566 ekor kemudian bawis
(Siganus canaliculatus) tertangkap sebanyak 102 ekor, tembang (Sardinella sp) 1047 ekor dan
parang-parang (Chirocentrus dorab) berjumlah 1 ekor.
Pada penangkapan kedua (trip 2) hanya tertangkap 2 jenis ikan yaitu ikan tembang
(Sardinella sp) dengan hasil tangkapan yang paling banyak dengan jumlah 21552 ekor dan teri
(Stolephorus commersonii) berjumlah 1115 ekor. Pada penangkapan ketiga (trip 3) ikan
tembang (Sardinella sp) tertangkap dengan jumlah 33418 ekor dan merupakan satu-satunya
jenis hasil yang tertangkap. Pada penangkapan keempat (trip 4) ikan bete-bete (Gazza
achlamys) tertangkap dengan jumlah 33 ekor, tembang (Sardinella sp) 788 ekor, alu-alu
(Sphyraena obtusuta) 1 ekor, kembung bini (Rastrelliger tayenus) 2 ekor, teri (Stolephorus
commersonii) 1822 ekor dan merupakan hasil tangkapan yang paling banyak kemudian selar
(Selar boops) berjumlah 2 ekor (lihat gambar 5).
100000
10000
1000
100
10
1

Trip 1

Bete-bete
Bawis
Alu-alu

Trip 2

Trip 3

Ekor Kuning
Tembang
Kembung Bini

Trip 4

Teri
Parang-parang
Selar

Gambar 5. Jumlah dan jenis hasil tangkapan untuk empat kali trip

Selain pengamatan jumlah hasil ikan yang tertangkap, dilakukan juga pengamatan
terhadap berat total setiap jenis hasil tangkapan pada setiap trip. Pada trip pertama ikan betebete (Gazza achlamys) tertangkap dengan berat total 5999 gr, kemudian ekor kuning (Caesio
cuning) 610 gr, teri (Stolephorus commersonii) 11755 gr dan merupakan jenis yang paling berat
kemudian bawis (Siganus canaliculatus) 5200 gr, tembang (Sardinella sp) 3224 ekor, parangparang (Chirocentrus dorab) 70 gr. Pada trip kedua teri (Stolephorus commersonii) tertangkap
dengan berat total 3220 gr dan tembang (Sardinella sp) merupakan jenis ikan yang paling berat
dengan total 72000 gr. Pada trip ketiga tembang (Sardinella sp) merupakan hasil satu-satunya
yang didapatkan dengan jumlah 98000 gr. Pada trip keempat bete-bete (Gazza achlamys)
tertangkap dengan total berat 429 gr, tembang (Sardinella sp) dengan hasil terberat yaitu 10812
gr kemudian alu-alu (Sphyraena obtusuta) dengan berat 8,2 gr, kembung bini (Rastrelliger
tayenus) 80 gr dan selar (Selar boops) 40 gr (lihat gambar 6).
100000
10000
1000
100
10
1
Trip 1

Trip 2

Trip 3

Bete-bete

Ekor Kuning

Teri

Bawis

Parang-parang

Alu-alu

Kembung Bini

Selar

Trip 4
Tembang

Gambar 6. Berat dan jenis hasil tangkapan untuk empat kali trip
4) Hasil Tangkapan Pancing (Long Line)
Jenis ikan yang tertangkap menggunakan pancing di lokasi penelitian pada empat kali trip
berjumlah 14 jenis ikan. Pada penangkapan pertama (trip 1) ikan mata merah besar (Priacanthus
macracanthus) tertangkap sebanyak 4 ekor, kakap merah (Lutjanus erythropterus) 1 ekor,
bambangan (Lutjanus malabaricus) 1 ekor, biji nangka (Upeneus sp) 6 ekor, kurisi bali (Etelis
carbunculus) 1 ekor, kerapu sunu (Plectropomus leopardus) 2 ekor, kerapu (Epinephelus
leopardus) 2 ekor, jenaha (Lutjanus monostigma) 3 ekor, bogor (Nemipterus balinensis) 13
ekor, alu-alu (Sphyraena jello) 4 ekor dan kembung bini (Rastrelliger tayenus) merupakan jenis
ikan yang paling banyak tertangkap dengan jumlah 23 ekor.
Pada penangkapan kedua (trip 2) hanya terdapat 3 jenis ikan yang tertangkap yaitu alu-alu
(Sphyraena barracuda) dengan jumlah terbanyak berjumlah 14 ekor kemudian lemadang
(Coryphaena hippurus) tertangkap sebanyak 1 ekor dan tuna mata besar (Thunnus obesus)
sebanyak 8 ekor. Pada penangkapan ketiga (trip 3) kakap merah (Lutjanus erythropterus)
tertangkap sebanyak 6 ekor, tuna mata besar (Thunnus obesus) merupakan jenis yang paling
banyak tertangkap dengan jumlah 25 ekor dan tongkol (Euthynnus sp) sebanyak 20 ekor. Pada
penangkapan keempat (trip 4) mata merah besar (Priacanthus macracanthus) tertangkap dengan
jumlah 8 ekor, kerapu sunu (Plectropumus kopardus) 2 ekor, bogor (Nemipterus balinensis) 17
ekor,
kembung
bini
(Rastrelliger
tayenus)
tertangkap
sebanyak 26 ekor dan merupakan ikan yang paling banyak tertangkap (lihat gambar 7).

30
25
20
15
10
5
0
Trip 1
Mata Merah Besar
Kurisi Bali
Bogor
Tuna Mata Besar

Trip 2
Kakap Merah
Kerapu Sunu
Alu-alu
Tongkol

Trip 3
Bambangan
Kerapu
Kembung Bini

Trip 4
Biji Nangka
Jenaha
Lemadang

Gambar 7. Jumlah dan jenis hasil tangkapan untuk empat kali trip
Selain pengamatan jumlah hasil ikan yang tertangkap, dilakukan juga pengamatan terhadap
berat total setiap jenis hasil tangkapan pada setiap trip. Pada trip pertama ikan mata merah besar
(Priacanthus macracanthus) tertangkap dengan berat total 1300 gr, kakap merah (Lutjanus
erythropterus) 1300 gr, bambangan (Lutjanus malabaricus) merupakan hasil tangkapan yang
paling berat dengan total 3700 gr, lalu biji nangka (Upeneus sp) berjumlah 700 gr, kurisi bali
(Etelis carbunculus) 400 gr, kerapu sunu (Plectropomus leopardus) 300 gr, kerapu (Epinephelus
leopardus) 300 gr, jenaha (Lutjanus monostigma) 382 gr, bogor (Nemipterus balinensis) 2010
gr, alu-alu (Sphyraena jello) 1.330 gr dan kembung bini (Rastrelliger tayenus) 3058 gr.
Pada trip kedua alu-alu (Sphyraena jello) tertangkap dengan berat total 45286 gr dan
merupakan hasil tangkapan yang paling berat kemudian jenis ikan lainnya seperti lemadang
(Coryphaena hippurus) berjumlah 8000 gr, tuna mata besar (Thunnus obesus) 36960 gr. Pada
trip ketiga kakap merah (Lutjanus erythropterus) tertangkap dengan jumlah berat 7000 gr,
kemudian tuna mata (Thunnus obesus) besar 4000 gr dan tongkol (Euthynnus sp) 37000 gr.
Pada trip keempat jenis ikan mata merah besar (Priacanthus macracanthus) tertangkap
dengan berat total 1821 gr, kerapu sunu (Plectropumus kopardus) 352 gr, bogor (Nemipterus
balinensis) yang merupakan hasil tangkapan yang memiliki berat total paling besar dengan
jumlah 5187 gr dan kembung bini (Rastrelliger tayenus) berjumlah 3250 gr (lihat Gambar 8).
100000
10000
1000
100
10
1
Trip 1
Mata Merah Besar
Kurisi Bali
Bogor
Tuna Mata Besar

Trip 2
Kakap Merah
Kerapu Sunu
Alu-alu
Tongkol

Trip 3
Bambangan
Kerapu
Kembung Bini

Trip 4
Biji Nangka
Jenaha
Lemadang

Gambar 8. Berat dan jenis hasil tangkapan untuk empat kali trip

5) Hasil Tangkapan Purse Seine


Jenis ikan yang tertangkap menggunakan purse seine di lokasi penelitian pada empat kali
trip berjumlah 2 jenis ikan. Pada penangkapan pertama (trip 1) terdapat 2 jenis hasil tangkapan
yang diperoleh yaitu ikan tongkol (Cybiosarda elegans) dan ikan lemadang (Coryphaena
hippurus). Ikan tongkol (Euthynnus sp) memiliki jumlah yang paling banyak dengan total 965
ekor sedangkan lemadang (Coryphaena hippurus) tertangkap dengan jumlah 7 ekor.
Pada penangkapan kedua dan ketiga (trip 2 dan 3) hanya terdapat 1 jenis hasil tangkapan
yaitu ikan tongkol (Euthynnus sp) dengan jumlah 1529 ekor pada trip kedua dan 2035 ekor pada
trip ketiga.
Pada penangkapan keempat (trip 4) terdapat 2 jenis hasil tangkapan yang diperoleh yaitu
ikan tongkol (Euthynnus sp) dan lemadang (Coryphaena hippurus). Ikan tongkol (Cybiosarda
elegans) merupakan hasil tangkapan yang tebanyak dengan jumlah 1370 ekor dan lemadang
(Coryphaena hippurus) berjumlah 80 ekor (lihat gambar 9).
10000
1000
100
10
1
Trip 1

Trip 2

Tongkol

Trip 3

Trip 4

Lemadang

Gambar 9. Jumlah dan jenis hasil tangkapan untuk 4 kali trip


Selain pengamatan jumlah hasil ikan yang tertangkap, dilakukan juga pengamatan terhadap
berat total setiap jenis hasil tangkapan pada setiap trip. Pada trip pertama terdapat 2 jenis ikan
yang yaitu tongkol (Euthynnus sp) dan lemadang (Coryphaena hippurus). Tongkol (Euthynnus
sp) tertangkap dengan total paling berat yaitu 1246 kg dan lemadang (Coryphaena hippurus)
tertangkap dengan berat 29 kg.
Pada trip kedua dan ketiga hanya hanya terdapat 1 jenis ikan yang tertangkap yaitu ikan
tongkol (Euthynnus sp). Pada trip kedua ikan tongkol (Cybiosarda elegans) tertangkap dengan
berat total 1529 kg dan trip ketiga tertangkap dengan berat total 1200 kg.
Pada trip keempat ikan tongkol (Euthynnus sp) tertangkap dengan berat total 1.358 kg
dan lemadang (Coryphaena hippurus) tertangkap dengan berat total 80 kg (lihat gambar 10).

10000

1000

100

10

1
Trip 1

Trip 2

Tongkol

Trip 3

Trip 4

Lemadang

Gambar 10. Berat dan jenis hasil tangkapan untuk empat kali trip
Setelah dilakukan uji statstik Chi Kuadrat 2 terhadap jumlah hasil tangkapan untuk ke
lima jenis alat tangkap (gill net, belat, bagan tancap, pancing dan purse seine) maka diperoleh 2
hitung 257287,595 lebih besar dari 2 tabel dengan taraf kepercayaan 95% dengan dk (42-1) (51) = 164 didapat 2 0,95(164) = 194,883. Jadi, Ho ditolak dan Hi diterima sehingga dapat
disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara jenis alat tangkap terhadap jenis hasil
tangkapan, yang artinya terdapat beberapa jenis spesies tertentu yang banyak tertangkap atau
sedikit tertangkap bahkan tidak tertangkap pada masing-masing alat tangkap yang digunakan.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Jenis alat tangkap yang digunakan nelayan Tanjung laut Indah ada lima jenis yaitu gill net
(bottom gill net), belat, bagan tancap, pancing (long line), purse seine dan hasil tangkapan
selama penelitian berjumlah 42 jenis.
2. Jumlah total individu dan berat total individu hasil tangkapan gill net (bottom gill net)selama
empat kali trip adalah 180 ekor dengan berat 41,3 kg belat 391 ekor dengan berat 39,6 kg,
bagan tancap 64.835 ekor dengan berat 211,4 kg, pancing (long line) 187 ekor dengan berat
163,6 kg dan purse seine 5904 ekor dengan berat 5987 kg.
3. Berdasarkan jumlah hasil tangkapan, purse seine merupakan jenis alat tangkap yang paling
baik digunakan untuk melakukan penangkapan karena hasil tangkapannya yang paling
banyak jika dibandingkan dengan alat tangkap gill net, belat, bagan tancap dan pancing.
4. Berdasarkan hasil uji statistik Chi Kuadrat 2 dengan menggunakan taraf uji 5 %,
menyatakan bahwa jenis dan jumlah hasil tangkapan menggunakan alat tangkap gill net,
belat, bagan tancap, pancing dan purse seine signifikan.
SARAN
Purse seine merupakan alat tangkap yang menghasilkan hasil tangkapan dengan jumlah
yang paling banyak. Masyarakat nelayan dapat menggunakan purse seine sebagai alat tangkap
untuk melakukan penangkapan agar hasil tangkapan meningkat.
Titik lokasi penangkapan purse seine dan pancing oleh nelayan Kelurahan Tanjung Laut
Indah dapat dilengkapi oleh peneliti yang ingin melanjutkan penelitian ini untuk melengkapi
data daerah tangkapan agar data penelitian menjadi lebih komplit.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1975. Ketentuan Kerja, Pengumpulan, Pengolahan dan Penyajian Data


Statistik Perikanan Buku I (Satandar Statistik Perikanan). Direktorat Jenderal
Perikanan Departemen Pertanian, Jakarta.
Ayodhyoa, A.U, 1981. Metode Penangkapan Ikan. Yayasan Dewi Sari. Bogor.
Badan Pertahanan Nasional Kota Bontang, 2013. Bontang Dalam Angka 2013. Badan
Pusat Statistik, Kota Bontang.
Bappeda Kota Bontang, 2013. Bontang Dalam Angka 2013. Badan Pusat Statistik, Kota
Bontang.
Cahyaningrum, A, 2004. Studi Determinasi Jenis Ikan Hasil Tangkapan Gill Net di
Perairan Sepinggan Kota Balikpapan. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan Universitas Mulawarman, Samarinda.
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Bontang, 2013. Bontang Dalam
Angka 2013. Badan Pusat Statistik, Kota Bontang.
Dinas Perikanan Kelautan dan Pertanian, 2013. Bontang Dalam Angka 2013. Badan
Pusat Statistik, Kota Bontang.
Dwiponggo, 1972. Fisheries Biology and Management. Direktorat Jendral Perikanan
Departemen Pertanian, Jakarta.
Gunarso, W, 1974. Suatu Pengantar Tentang Tingkah Laku Ikan. Fakultas Pertanian,
Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Haluan, J, 1971. Hubungan Behaviour Ikan dengan Teknik Penangkapan SMPR LPPL,
Jakarta.
Iwakiri, 1983. Ekological and the Promotion of Tropical Primary Industry, Kagashima
University.
Mumfaridah, 2005. Studi Jenis Hasil Tangkapan Belat (Set Net) Berdasarkan Musim di
Perairan Kariangan Kota Balikpapan. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan Universitas Mulawarman, Samarinda.
Nedelec, 2000. FISH LAMPS. Japanese Fishing Gear and Methods Textbook for
Marine Fisheries Research Course. Japan. http:// fisheries.com/index.html
(Januari 2014).
Nomura, M, 1981. Outline of Fishing Gear and Method. Kanagawa International
Fisheries Training Centre. Japan International Cooperation Agency.

Pramono, Djoko, 2005. Budaya Bahari. PT SUN, Jakarta.


Profil Kelurahan Tanjung Laut Indah, 2013. Profil Kelurahan Tanjung Laut Indah
Semester 1. Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kota Bontang.
Sadhori, N.S, 1985. Teknik Penangkapan Ikan. Angkasa, Bandung.
Soesono, S, 1977. Dasar-Dasar Perikanan Umum. Yusa Guna, Jakarta.
Subani, W. dan H.R. Barus, 1989. Alat Penangkapan Ikan dan Udang di Indonesia
(Fishing Gears For Marine Fish Shrimp In Indonesia). Jurnal Penelitian
Perikanan Laut, Jakarta.
Subani, W. dan W, Maria, 1977. Kerusakan Ekosistem Perairan Pantai Dan Dampak
Terhadap Sumberdaya Perikanan Laut, Jakarta.
Sudirman, 1999. Analisis Proses Penangkapan dan Tingkah Laku Ikan Pada Bagan
Rambo Dengan Menggunakan Lampu Listrik di Perairan Barru Selat
Makassar. Disertasi Doktor. Program Pasca Sarjana, Universitas Hasanuddin,
Ujung Pandang.
Sudirman dan Mallawa, A, 2004. Teknik Penangkapan Ikan. Rineka Cipta, Jakarta.
Syahrir, M, 2004. Bahan Mata Kuliah Daerah Penangkapan Ikan. Fakultas Perikanan
dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Samarinda.
Wikipedia., 2013. Penangkapan Ikan. http://id.wikipedia.org/wiki/Penangkapan_ikan
(Januari 2014).
Wulandari, Retno, 2006. Hubungan Ketinggian Pasang Terhadap Hasil Tangkapan
Belat di Perairan Bontang Kuala Bontang. Skripsi. Fakultas Perikanan dan
Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman, Samarinda.