Anda di halaman 1dari 10

LABORATORIUM UJI TANAH

JURUSAN TEKNIK SIPIL


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext.266 Bandung

Geser Langsung
I.

No. Uji : XVII


Halaman :

TUJUAN
Mengetahui kekuatan tanah terhadap gaya horizontal, dengan cara menetukan harga
kohesi (c) dari sudut geser dalam ( ) dari suatu contoh tanah pad bidang geser tertentu.

II.

DASAR TEORI
Kekuatan geser tanah merupakan perlawanan internal tanah tersebut per satuan luas
terhadap keruntuhan atau pergeseran sepanjang bidang geser dalam tanah yang dimaksud.
Uji geser langsung merupakan pengujian yang sederhana dan langsung. Pengujian
dilakukan dengan menempatkan contoh tanah ke dalam kotak geser. Kotak ini terbelah,
dengan setengah bagian yang bawah merupakan bagian yang tetap dan bagian atas mudah
bertranslasi. Kotak ini tersedia dalam beberapa ukuran, tetapi biasanya mempunyai
diameter 6.4 cm atau bujur sangkar 5,0 x 5,0 cm . Contoh tanah secara hati-hati diletakkan
di dalam kotak, sebuah blok pembebanan, termasuk batu-batu berpori bergigi untuk
drainase yang cepat, diletakkan di atas contoh tanah. Kemudian suatu beban normal P v
dikerjakan. Kedua bagian kotak ini akan menjadi sedikit terpisah dan blok pembebanan
serta setengah bagian atas kotak bergabung menjadi satu.
Kuat geser sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor , antara lain :
1.

Tekanan efektif atau tekanan antar butir.

2.

Kemampuan partikel atau kerapatan

3.

Saling keterkuncian antar partikel: jadi, partikel-partikel yang bersudut akan lebih
saling terkunci dan memiliki kuat geser yang lebih tinggi ( yang lebih besar)
daripada partikel-partikel yang bundar seperti pada tebing-tebing.

4.

Sementasi partikel, yang terjadi secara alamiah atau buatan.

5.

Daya tarik antar partikel atau kohesi.


Perhitungan pada pengujian kuat geser langsung :

1. Hitung gaya geser Ph :


Ph = bacaan arloji x kalibrasi proving ring
2. Hitung kekuatan geser ( )
184

LABORATORIUM UJI TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext.266 Bandung

No. Uji : XVII


Halaman :

Geser Langsung

Ph
Ac

3. Hitung tegangan normal ( n )


n

Pv
Ac

4. Gambarkan grafik hubungan B

B versus , kemudian dari masing-masing benda uji

dapatkan max
5. Gambarkan garis lurus melalui titik-titik hubungan versus n dapatkan pula
parameter c dan .
6. Untuk mendapat parameter c dan dapat diselesaikan dengan cara matematis
(pesamaan regresi linear). Rumus kekuatan geser : n tan c
x

Bidang
keruntuhan

Kekuatan geser tanah dapat dianggap terdiri dari dua bagian atau komponen, yaitu :
1. Gesekan dalam, yang sebanding dengan tegangan efektif yang bekerja pada bidang
geser.
2. Kohesi yang tergantung pada jenis tanah dan kepadatannya
Tanah pada umumnya digolongkan sebagai berikut :
1. Tanah berkohesi atau berbutir halus (misal lempung)
185

LABORATORIUM UJI TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext.266 Bandung

Geser Langsung

No. Uji : XVII


Halaman :

2. Tanah tidak berkohesi atau berbutir kasar (misal pasir)


3. Tanah berkohesi-gesekan, ada c dan (misal lanau)
Hubungan persamaan ini digambarkan pada kurva berikut ini :

Garis keruntuhan MohrCoulomb

C
Tegangan Normal
Tergantung dari jenis alatnya ,uji geser ini dapat dilakukan dengan cara tegangan
geser terkendali ,dimana penambahan gaya geser dibuat konstan dan diatur, atau dengan
cara regangan terkendali dimana kecepatan geser yang diatur.
Kelebihan pengujian dengan cara regangan terkendali adalah pada pasir padat,
tahanan geser puncak (yaitu pada saat runtuh) dan juga pada tahanan geser maksimumyang
lebih kecil (yaitui pada titik setelah keruntuhan terjadi) dapat diamati dan dicatat pada uji
tegangan terkandali ,hanya tahanan geserpuncak saja yang dapat diamati dan dicatat.Juga
harus diperhatikan bahwa tahanan geser pada uji tegangan terkendali besarnya hanya
dapat diperkirakan saja.Ini disebabkan
keruntuhan terjadi pada tingkat tegangan geser sekitar puncak antara penambahan
beban sebelum runtuh sampai sesudah runtuh.
Pada pengujian tertentu ,tegangan normal dapat dihitung sebagai berikut:

186

LABORATORIUM UJI TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext.266 Bandung

No. Uji : XVII


Halaman :

Geser Langsung
gayanormal

=Tegangan normal= Luaspenampangl int angsampel tan ah


Gayageseryangmelawangerakan

= Tegangan geser = luaspenampangl int angsampel tan ah

Harga harga yang umum dari sudut geser internal kondisi drained untuk pasir dan lanau
dapat dilihat pada table berikut ini
TIPE TANAH

SUDUT GESER DALAM ( )


Pasir : butiran bulat

Renggang /lepas
Menengah
padat

27 30
30 35
35 38
Pasir : butiran bersudut

Renggang / lepas
Menengah
padat
Kerikil bercampur pasir
Lanau

30 35
35 40
40 45
34 48
26 35

187

LABORATORIUM UJI TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext.266 Bandung

No. Uji : XVII


Halaman :

Geser Langsung
III. PERALATAN DAN BAHAN
A. Peralatan
1. Alat geser langsung yang terdiri dari :
a. Stang penekan dan pemberi beban.
b. Alat penggeser lengkap dengan cincin
penguji (proving ring) dan 2 buah alroji
geser (Extensiometer)
c. Cincin pemeriksaanyang terbagi dua
dengan penguncinya terletak dalam
kotak.
d. Dua buah batu pori.

2. Alat pengeluaran contoh tanah dan pisau 3. Timbangan dengan ketelitian


pemotong.

4. Cincin pencetak benda uji.

0,01 gram.

5. Stop Watch

188

LABORATORIUM UJI TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext.266 Bandung

Geser Langsung

No. Uji : XVII


Halaman :

Plat
tempat
beban
Batu porous

Kotak geser dari


logam
Batu
porous

B. Bahan
Benda uji yang digunakan adalah benda uji dari tabung sampel yang didapatkan dari
pengeboran di lapangan.
IV. LANGKAH KERJA
a. Persiapan Benda Uji
1.

Benda uji tanah asli (undisturbed)


Contoh tanah asli dari tabung ujungnya diratakan dan cincin pencetak benda uji
ditekan pada ujung tanah tsb. Tanah dikeluarkan secukupnya untuk 3 benda uji.
Pakailah bagian yang rata sebagai alas dan ratakan bagian atasnya.

2. Benda uji asli bukan dari tabung.


Contoh yang digunakan harus cukup besar untuk membuat 3 buah benda uji.
Persiapkan benda uji sehingga tidak terjadi kehilangan kadar air. Bentuklah benda
uji dengan cincin pencetak. Dalam mempersiapkan benda uji terutama untuk tanah
yang peka harus hati-hati guna menghindarkan terganggunya struktur asli dari tanah
tersebut.
3. Benda uji buatan (dipadatkan)
189

LABORATORIUM UJI TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext.266 Bandung

Geser Langsung

No. Uji : XVII


Halaman :

Contoh tanah harus dipadatkan pada kadar air dan berat isi yang dikehendaki.
Pemadatan dapat langsung dilakukan pada cincin pemeriksaan atau pada tabung
pemadatan.
4. Tebal benda uji kira-kira 1,3 cm tapi tidak kurang dari 6 kali diameter butir
maksimum.
5. Perbandingan diameter terhadap tebal benda uji harus minimal 2 : 1. Untuk benda
uji yang berbentuk empat persegi panjang atau bujur sangkar, perbandingan lebar
dan tebal minimal 2 : 1.
Catatan :
Untuk tanah lembek pembebanan harus diusahakan agar tidak merusak benda uji.
B.

Pengujian
1. Timbang benda uji.
2. Masukkan benda uji ke dalam cincin pemeriksaan yang telah terkunci menjadi satu
dan pasanglah batu pori pada bagian atas dan bawah benda uji.
3. Stang penekan dipasang vertikal untuk memberi beban normal pada benda uji dan
diatur sehingga beban yang diterima oleh benda uji sama dengan beban yang
diberikan pada batang tersebut.
4. Penggeser benda uji dipasang pada arah mendatar untuk memberikan beban
mendatar pada bagian atas cincin pemeriksaan. Atur pembacaan arloji geser
sehingga menunjukkan angka nol. Kemudian buka kunci cincin pemeriksaan.

5. Berikan beban normal pertama sesuai dengan beban diperlukan. Segera setelah
pembebanan pertama diberikan, isilah kotak cincin pemeriksaan dengan air sampai
190

LABORATORIUM UJI TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext.266 Bandung

Geser Langsung

No. Uji : XVII


Halaman :

penuh diatas permukaan benda uji., jagalah permukaan ini supaya tetap selama
pengujian berlangsung.
6. Diamkan benda uji sehingga konsolidasi selesai. Catat proses konsolidasi tersebut
pada waktu-waktu tertentu sesuai dengan cara pemeriksaan konsolidasi.
7. Sesudah konsolidasi selesai dihitung t50 untuk menentukan kecepatan penggeseran.
Konsolidasi dibuat dalam tiga beban yang berlainan. Kecepatan penggeseran dapat
ditentukan dengan membagi deformasi geser maksimum dengan t 50. Deformasi
geser maksimum kira-kira 10% diameter/panjang sisi asli benda uji.
8. Lakukan pemeriksaan sehingga tekanan geser konstan dan bacalah arloji geser
setiap 15 detik.
9. Berikan beban normal yang pertama dan lakukan langkah-langkah 6,7, dan 8.
10. Berikan beban normal pada benda uji ketiga sebesar 3 kali beban normal pertama
dan lakukan langkah-langkah 6,7, dan 8
V.

ANALISA DAN PERHITUNGAN


a. Data Pengujian
Terlampir
b. Perhitungan
Dik : Contoh pada t = 1 menit
D

= 60 mm

= 0,26 Kg / divisi

= 20,3 mm

= 4 Kg

Ao

= 28,3 cm2

Ring

=4

Kec.

= 1% / menit

Penyelesaian :
n

P
4

0,141 kg cm 2
A0
28,3

D = D Kec. = 60 0,01 = 0,6 mm


191

LABORATORIUM UJI TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext.266 Bandung

Geser Langsung

No. Uji : XVII


Halaman :

D
0,6
100
100% 1%
D
60
1
1 0,01
2
28,3
28,02 cm
100
100

A A0

Menghitung gaya geser Ph


Ph = Bacaan ring Kalibrasi
= 4 0,26 = 1,04 Kg
Menghitung kekuatan geser ( )

Ph
1,04

0,0371 kg / cm 2
A
28,02

Menghitung nilai C dan dengan cara grafis didapat :


C

= 0,025 kg/cm2

= 22,5

VI. KESIMPULAN
Dari grafik tegangan normal ( n ) versus tegangan geser ( ) hasil perhitungan
data pengujian gesr langsung di dapatkan nilai koefisiensi kohesi ( C ) = 0,025 dan sudut
geser dalam tanah ( ) = 22,50.

192

LABORATORIUM UJI TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext.266 Bandung

Geser Langsung

No. Uji : XVII


Halaman :

193