Anda di halaman 1dari 27

Centrifuge

A. Prinsip kerja
Prinsip kerjanya berdasarkan gaya sentrifugal yang timbul akibat
putaran motor listrik. Makin tinggi putaran, semakin besar gaya sentrifugal
yang dihasilkan. Adapun fungsi dari gaya Centrifugal adalah untuk
memisahkan partikel partikel dalam suatu larutan yang mempunyai berat
molekul yang berbeda.
Larutan suspense misalnya adalah kapur dilarutkan dalam air, maka jika
dibiarkan beberapa saat kapur akan mengendap. Hal ini dikarenakan partikel
partikel pada larutan suspensi yang sukar mengendap diperlukan alat yang
dapat memperbesar gaya berat dilakukan dengan cara menimbulkan gaya
sentrifugal dan gaya sentrifugal tersebut timbul pada benda yang digerakkan
berputar dengan satu titik sebagai porosnya.
B. Cara Pengoperasian
1.
Terlebih dahulu cek spesifikasi alat apakah sesuai
2.

dengan sumber tegangan yang tersisa


Apabila telah sesuai sambingkan alat dengan sumber
tegangan

3.
4.

Masukkan cuvet yang telah diisi sample ke dalam rotor


centrifuse tersebut
Nyalakan alat dengan menekan tombol On

5.
6.

Atur kecepatan yang diinginkan


Setelah alat beroperasi maka hasilnya akan terlihat pada
display

7.

Setelah selesai digunakan, alat dimatikan dan disimpan


pada tempat yang aman.

C. Mengerti dan Memahami Cara Perawatan dan Perbaikan


Hal hal yang perlu diperhatikan adalah :
a.

Periksa putaran motor dan pada waktu mengoperasikan pesawat

b.
c.
d.
e.

centrifuge, jumlah kuvet harus seimbang.


Lakukan pengencangan baut-baut pada bagian yang kendor, jika perlu
Bersihkan kuvet, sebelum atau sesudah digunakan
Lakukan pembersihan diseluruh bagian centrifuge
Periksa sensor recorder untuk memastikan dapat membaca putaran

f.

permenit pada motor


Periksa tombol tombol pada alat centrifuge agar tetap dalam kondisi

g.
h.

yang normal
Kalibrasi alat centrifuge setiap sebelum pengunaan
Pastikan tampilan pada display sesuai dengan alat kalibrator

i.

Ganti motor pada centrifuge ketika putaran motor sudah tidak maksimal

D. Teori Dasar
Prinsip kerjanya berdasarkan gaya sentrifugal yang timbul akibat
putaran motor listrik. Makin tinggi putaran, semakin besar gaya sentrifugal
yang dihasilkan. Adapun fungsi dari gaya Centrifugal adalah untuk memisah
kanpartikel partikel dalam suatu larutan yang mempunyai berat molekul
yang berbeda.
Larutan suspensi misalnya adalah kapur dilarutkan dalam air, maka jika
dibiarkan beberapa saat larutan mengendap. Hal ini dikarenakan partikel
partikel pada larutan suspensi yang sukar mengendap diperlukan alat yang
dapat memperbesar gaya berat dilakukan dengan cara menimbulkan gaya
sentrifugal dan gaya sentrifugal tersebut timbul pada benda yang digerakkan
berputar dengan satu titik sebagai porosnya.

Dasar perhitungannya sebagai berikut :


F1 = m.g
F2 = m.V2/r
V = Kecepatan Linear
r = jari jari
T = WaktuPutar
Kemudianpersamaan F2 dibandingkandenganpersamaan F1, menjadi :
F2 : F1 = m.V2/r : m.g
= (2r)2 / r. T2 : g

jika 1/T = n, maka

= 42r .n2 : g
Macam dan Bagian bagian Centrifuge
1. Macam macam Centrifuge
a) Centrifuge Sederhana, kecepatanputarannya 7000 RPM
b) Centrifuge KecepatanTinggi, Kecputarannya > 7000 RPM
c) Ultra Centrifuge, Kec. Putarannya 60.000 RPM.
2. Bagian bagian Centrifuge
1. Motor
2. PanelKontrol :
a. Switch On/Off
b. Speed Selektor
c. Timer
d. Breaker
e.

PengaturSuhu

E. Blok Diagram

Gambar 1.1.
Pada blok diagram diatas dapat kita lihat bahwa setelah alat centrifuge
mendapatkan inputan 220V dari listrik PLN, arus mengalir menuju unit
kontrol yang berfungsi sebagai pusat pengaturan atau kontrol alat centrifuge
yang berisi pengatur kecepatan motor dan pengatur timer atau waktu putar
yang disesuaikan dengan keinginan pengguna. Setelah waktu dan kecepatan
putaran sudah diatur, unit kontrol akan meneruskan sinyal ke rangkaian
mekanik atau motor untuk melakukan putaran motor sesuai keinginan
pengguna, hasil dari putaran motor pada rangkaian mekanik akan ditampilkan
pada display berupa nilai kecepatan yang telah diatur sebelumnya.
F. Wiring Diagram

Gambar 1.2. Power Supplay

LCD1

RS
RW
E

D0
D1
D2
D3
D4
D5
D6
D7

+12

7
8
9
10
11
12
13
14

4
5
6

1
2
3

VSS
VDD
VEE

LM016L

U1
9

40
39
38
37
36
35
34
33
1
2
3
4
5
6
7
8

RESET
XTAL1
XTAL2
PA0/ADC0
PA1/ADC1
PA2/ADC2
PA3/ADC3
PA4/ADC4
PA5/ADC5
PA6/ADC6
PA7/ADC7
PB0/T0/XCK
PB1/T1
PB2/AIN0/INT2
PB3/AIN1/OC0
PB4/SS
PB5/MOSI
PB6/MISO
PB7/SCK

PC0/SCL
PC1/SDA
PC2/TCK
PC3/TMS
PC4/TDO
PC5/TDI
PC6/TOSC1
PC7/TOSC2
PD0/RXD
PD1/TXD
PD2/INT0
PD3/INT1
PD4/OC1B
PD5/OC1A
PD6/ICP1
PD7/OC2

22
23
24
25
26
27
28
29

+88.8

13
12

D1
DIODE

14
15
16
17
18
19
20
21

Q1
R1

IRFZ44N

1k

Gambar 1.3. Driver Motor dan Tampilan LCD


AREF
AVCC

R2

32
30

10k

ATMEGA16

Power supply dengan outpuan tegangan DC akan member supply


tegangan kepada seluruh rangkaian termasuk sistim minimum dan motor.
Power supply merubah tegangan AC menjadi tegangan DC sesuai kebutuhan
yang diinginksn oleh rangkaian. Sistim minimum akan mendapatkan inputan
clock atau button sehingga akan melakukan proses dimana hasil inputan atau
kontrol yang diinginkan pengguna akan ditampilkan pada display LCD.

Mikroskop
A. Prinsip Kerja
Perbesaran total diperoleh dengan cara mengalikan perbesaran objektif
dengan perbesaran okuler. Misalnya perbesaran total yang diperoleh dari
objektif 40 kali dan okuler 10 kali ialah 40 x 10 = 400 kali. Sedangkan prinsip
kerja/proses pemantulan cahaya/pengamatan pada miksorskop, Perbesaran
saat menggunakan objektif 100 kali, diafragma iris kondensor harus
digunakan dalam keadaan terbuka penuh, karena objektif dengan perbesaran
tinggi memebutuhkan lebih banyak cahaya. Perbesaran objektif 100 kali juga
harus menggunakan minyak imersi. Hal ini bertujuan untuk mencegah
hilangnya cahaya yang disebabkan oleh perbedaan bias (refraktif) antara kaca
dan udara. Indeks bias udara 1, sedangkan kaca 1.56 dan indeks bias minyak
imersi sama dengan kaca yaitu 1,56. Perhatikan gambar ini untuk
memperlihatkan proses difraksi.
B. Cara Pengoperasian
1. Siapkan semua alat dan bahan praktikum
2. Ambil sampel darah, letakkan pada meja kaca
3. Sebelum melakukan praktikum dengan menggunakan mikroskop cahaya
maka perhatikan langkah-langkah berikut:
a. Letakkan mikroskop di atas meja dengan cara memegang lengan
mikroskop sedemikian rupa sehingga mikroskop berada persis di
hadapan pemakai
b. Putar revolver sehingga lensa obyektif dengan perbesaran lemah
berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi
klik pada revolver
c. Mengatur cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya
masuk, hingga dari lensa okuler tampak terang berbentuk bulat
(lapang pandang).
d. Tempatkan preparat pada meja benda tepat pada lubang preparat dan
jepit dengan penjepit obyek/benda!

e. Aturlah fokus untuk memperjelas gambar obyek dengan cara memutar


pemutar kasar, sambil dilihat dari lensa okuler. Untuk mempertajam
putarlah pemutar halus !
f. Apabila bayangan obyek sudah ditemukan, maka untuk memperbesar
gantilah lensa obyektif dengan ukuran dari 10 X,40 X atau 100 X,
dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik.
4. Lihat dan amati objek sampel darah dengan melihat lensa okuler
5. Amati dengan seksama dan rekam pada sebuah kamera agar dapat
dianalisa lebih lanjut oleh dokter untuk keperluan diaknosa penyakit.
6. Apabila telah selesai menggunakan, bersihkan mikroskop dan simpan
pada tempat yang tidak lembab.
C. Mengerti dan Memahami Cara Perawatan dan Perbaikan
1. Bersihkan alat mikroskop setelah digunakan,
2. Bersihkan bodi mikroskop dengan menggunakan kain halus,
3. Tempatkan mikroskop ditempat bersih dan steril
4. Jauhkan dari jangkauan anak anak
5. Cek mikroskop secara berkala untuk mengecek kelayakan lensa lensa
pada mikroskop
6. Ganti lensa mikroskop ketika lensa sudah tidak bekerja secara maksimal
D. Teori Dasar
Mikroskop merupakan alat bantu untuk melihat kehidupan sel yang
kecil. Pada mikroskop cahaya gabungan, terdiri dari dua atau lebih set lensa
yang membelokkan cahaya yang datang untuk membentuk gambaran lebih
besar dari sel atau spesimen lain yang ingin dilihat.
Mikroskop mempunyai resolusi power (RP) yaitu kemampuan untuk
memisahkan dua partikel pada jarak tertentu sehingga dapat dibedakan satu
sama lain, misal dua partikel akan terlihat berbeda bila mereka terpisah
dengan jarak sebesar 0,3 um dan mikroskop mempunyai RP sebesar 0,3 um,
maka titik akan terlihat jelas. Tipe mikroskop dibedakan berdasarkan sumber
cahaya yang dipakai dan RP, jenis mikroskop elektron dapat melihat bagian

yang lebih kecil didasarkan pada akselerasi aliran elektron yang memiliki
gelombang sekitar 0,005 nanometer dan dapat melihat 100.000 kali dari pada
cahaya biasa. Pemilihan jenis mikroskop ini tergantung pada kebutuhan, jika
hanya ingin melihat sel maka cukup dengan menggunakan mikroskop cahaya
yang dapat memperbesar gambar maksimal sekitar 1.250 kali (dengan minyak
emersi).
Komponen-komponen penyusun mikroskop :
o

Bagian Optis / bagian yang berupa lensa.


1.

Kondensor + iris/diafragma : berhubungan dengan cermin yang


berfungsi memproyeksikan kerucut sinar untuk menyinari objek

2.

yang diamati.
Cermin : mengkoleksi sinar dan memproyeksikan pada kondensor,

3.

terdiri dari lensa datar dan konkaf.


Lensa objektif : memperbesar objek dan memproyeksikan bayangan
ke arah lensa okuler / lensa mata. Ada tiga jenis lensa objektif
berdasarkan kemampuan memperbesar bayangan yaitu 10X; 45X;
dan 100X. Sifat utama lensa objektif adalah adanya apertura numerik
yaitu indeks bias terkecil yang terlihat diantara specimen
mikroskopik. Indeks bias adalah suatu ukuran mengenai rapat optic

4.

suatu benda.
Pada lensa objektif terdapat tulisan : plan 100/1,25; 160/0,17 artinya
yaitu pembesaran objektif 100X; NA 1,25; panjang tubus 160 mm

5.

dan tebal gelas penutup 0,17 mm.


Lensa okuler : memperbesar bayangan dari lensa objektif dan
memproyeksikan ke retina pada mata. Ada dua jenis lensa okuler
yaitu 5X dan 10X/ 12,5X.

Bagian Mekanik
1.
2.
3.
4.

Tubus (Observation tube)


Tangkai / lengan (arm)
Meja / sediaan (stage)
Penjepit sediaan (stage clip)

5.
6.

Penggerak sediaan (mechanical stage)


Pengatur fokus makro dan mikro (coarse and fine focus adjusment

7.
8.

knob)
Pengatur kondensor (condensor dial)
Revolver

9.

Kaki (base)

E. Blok Diagram

Gambar 1.4.
Dari blok diagram diatas menerangkan bahwa mikroskop akan bekerja
ketika ada inputan sinar lampu atau cahaya matahari, dari pancaran sinar
tersebut akan membantu mata dalam penglihatan objek yang telah diperbesar
oleh lensa. Sedangkan intensitas cahaya yang masuk dalam lensa dapat diatur
sesuai keinginan pengguna, begitu juga dengan jarak lensa yang bisa diatur
oleh pengguna.

F. Wiring Diagram

Gambar 1.5.
Mikroskop optik menciptakan sebuah gambar diperbesar spesimen
sebuah objek dengan lensa objektif untuk memungkinkan user bisa
mengamati objek dengan mata telanjang. Dengan asumsi spesimen sebagai
AB pada gambar diatas, gambar utama (gambar diperbesar) A'B 'gambar
terbalik riil dibuat dengan lensa objektif. (ob). Selanjutnya, menyusun lensa
mata (oc) sehingga gambar primer A'B 'adalah yang terletak lebih dekat ke
anterior lensa mata dari titik pusat, maka lebih banyak bayangan maya tegak
diperbesar "B" adalah diciptakan. Letakkan mata telanjang ( mata user ) pada
posisi lensa mata untuk mengamati gambar diperbesar. Singkatnya, gambar
terakhir yang harus diperhatikan adalah bayangan maya terbalik. Seperti
dijelaskan di atas, jenis mikroskop yang membuat gambar diperbesar dengan
menggabungkan sebuah lensa objektif membuat bayangan nyata terbalik dan
lensa mata membuat bayangan maya tegak sebuah senyawa disebut
mikroskop.

10

Water Bath
A. Prinsip Kerja
Prinsip kerja dari alat waterbath pada intinya adalah alat yang
menggunakan air sebagai media pemanas dan heater untuk pemanas
sedangkan suhu sebagai umpan balik pengontrol heater. Sampel yang akan di
diaknosa diletakkan pada tempat sampel yang dicelupkan dalam air yang
memenuhi bak penampungan pada waterbath, karena pengontrolan suhu air
memanfaatkan air sebagai media pemanas, untuk pemerataan panas, alat
waterbath memanfaatkan blower ( sebagai sirkulasi ).
B. Cara Pengoperasian
1. Siapkan Waterbath
2. Isi chamber dengan air penyulingan (aquades) sampai batas water level.
3. Masukan rak sampel beserta cuvet
4. Hubungkan stop kontak ke sumber tegangan jala- jala PLN.
5. Untuk menyalakan alat tekan tombol ON. Jika buzzer berbunyi yang
6.

berarti air pada chamber kurang.


Kemudian atur setting suhu alat yang butuhkandengan menekan tombol

up atau down kemudian tekan Back.


7. Setelah alat bekerja sirkulasi air otomatis ikut bekerja.
8. Ulangi langkah di atas jika ingin memulai pemakain kembali.
C. Mengerti dan Memahami Cara Perawatan dan Perbaikan
1. Bersihkan waterbath sesaat setelah digunakan
2. Periksa bak air dari kebocoran
3. Pastikan semua sensor bekerja dengan sesuai
4. Kalibrasi alat waterbath secara berkala
5. Periksa heater tetap bekerja sesuai dengan control yang diatur oleh user
6. Ganti heater sesuai kebutuhan dan ketika sudah tidak bekerja maksimal
7. Letakkan alat waterbath ditempat yang aman, dan jauhkan dari jangkauan
anak anak.

11

D. Teori Dasar
Waterbath adalah alat laboratorium yang digunakan sebagai alat
penyesuai dan penyetabil suhu bagi sampel yang disimpan di dalamnya,
sehingga kondisi sampel terjaga kualitasnya saat diuji.
Pada saat dingin mensterilisasi steker dihidupkan, dipilih suhu
(temperatur) yang diinginkan (jika memungkinkan) dan atur. Pengaturan
harus dilakukan sesuia dengan pembacaan thermostat (bila tersedia), atau
sesuai dengan suatu sistem pengawasan suhu.
Waterbath menggunakan daya listrik yang rendah sehingga sangat
ekonomis dan efisien. Pada laboratorium mikrobiologi, water bath digunakan
untuk menginkubasi kultur mikrobiologi.
Macam-macam alat berdasarkan media pemanas :
Tangas air : Jika sebagai media pemanas

digunakan air, dalam hal ini wadah bahan yang akan dipanaskan harus
terendam dalam air
Tangas uap : jika sebagai media pemanas

digunakan uap air, sehingga wadah bahan yang akan dipanaskan tidak
boleh terendam air.
Tangas minyak : jika sebagai media pemanas

digunakan minyak, sehingga dapat digunakan untuk pemanasan pada


suhu yang lebih tinggi antara 170 0C hingga 200 0C
Tangas pasir : jika sebagai media pemanas

digunakan pasir, sehingga dapat digunakan untuk pemanasan pada suhu


tinggi hingga lebih dari 200 0C
E. Blog Diagram

POWER
SUPPLAY

SENSOR DAN
SETTING
Gambar 1.6.

12

ELEMEN

Dari blok diagram waterbath diatas, secara umum mempunyai makna


bahwa tegangan inputan untuk semua rangkaian berasal dari tegangan DC
power supplay, yang akan menjalankan sensor suhu, sedangkan tombol
setting digunakan untuk mengontrol alat sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Dari setting yang disesuaikan kebutuhan pengguna tersebut akan mengontrol
elemen ( heater ) dan akan dikebalikan ke bagian kontrol dengan
memanfaatkan sensor suhu.
F. Wiring Diagram

Gambar 1.7. Power Supplay


+5V

R11
10k

C6

X1
9
CRYSTAL

C4

C5

33pF

33pF

13
12

Sensor Suhu
Water Level
Back
Down
Up
Menu

Buzzer

40
39
38
37
36
35
34
33
1
2
3
4
5
6
7
8

RESET

PC0/SCL
PC1/SDA
PC2/TCK
PC3/TMS
PC4/TDO
PC5/TDI
PC6/TOSC1
PC7/TOSC2

XTAL1
XTAL2
PA0/ADC0
PA1/ADC1
PA2/ADC2
PA3/ADC3
PA4/ADC4
PA5/ADC5
PA6/ADC6
PA7/ADC7
PB0/T0/XCK
PB1/T1
PB2/AIN0/INT2
PB3/AIN1/OC0
PB4/SS
PB5/MOSI
PB6/MISO
PB7/SCK

PD0/RXD
PD1/TXD
PD2/INT0
PD3/INT1
PD4/OC1B
PD5/OC1A
PD6/ICP1
PD7/OC2

AREF
AVCC

LCD 2 x 16

U5

10uF

22
23
24
25
26
27
28
29
14
15
16
17
18
19
20
21

Driver Heater
+5V

32
30

ATMEGA16

C3
10uF

Gambar 1.8. Sistim Minimum

13

U6
DS18B20

3
2
1

VCC
DQ
GND

27.0

+5V

R12

PINA.5

10k

Gambar 1.9. Sensor Suhu


Dari gambar wiring diagram alat waterbath diatas, dijunjukkan bahwa
gambar 3.3.3.1,3.3.3.2, dan 3.3.3.3 inputan dari listrik PLN 220V akan
disearahkan oleh komponen dioda dan akan diturunkan nilai tagangannya
oleh IC selector 7805 sehinnga menghasilkan tegangan DC 5v. dari rangkaian
power supply akan mensupply rangkaian sensor dan member inputan
tegangan ke rangkaian sistem minimum. Pada gambar rangkaian sensor suhu,
outputan sensor suhu akan masuk melalui PinA.5 yang akan diproses oleh
pemrograman system minimum. Selain mendapat inputan sensor suhu, alat
waterbath juga dapat disetting melalui button yang masuk memlalui PinB.1-4
yang terdiri dari Back, Up, Down, dan Menu. Dari semua inputan dapat
mengatur heater dan dapat ditampilkan oleh display LCD 2x16.

14

Spektrofotometer
A. Prinsip Kerja
Prinsip kerja spektrofotometer pada dasarnya adalah terdiri dari cahaya
polikromatik yang bersal dari cahaya lampu halogen yang akan melewati
filter

yang

akan

mengubah

cahaya

polikromatik

menjadi

cahaya

monokromatik, setelah berubah menjadi sinar cahaya monokromatik,


pancaran cahaya menembus larutan sample dan sebagian cahaya akan di
arsobsi dan sebagian cahaya yang lain akan diteruskan menuju detector,
setelah melewati detector, detector akan meneruskan menuju display.
B. Cara Pengoperasian
1. Tempatkan alat pada lokasi pemeriksaan
2. Lepaskan penutup debu (dust cover)
3. Siapkan aksesoris dan sampel
4. Hubungkan alat dengan catu daya.
5. Tekan tombol On untuk menghidupkan alat photometer
6. Masukkan sampel pada tempat sampel
7. Tekan tombol start untuk memulai penyinaran
8. Lihat perubahan yang terjadi pada display dan catatlah.
9. Matikan alat dengan menekan/memutar tombol On ke posisi Off.
C. Mengerti dan Memahami Cara Perawatan dan Perbaikan
1. Tempatkan alat spektrofotometer pada tempat yang aman
2. Bersihkan bodi alat spektrofotometer dengan tissue atau dengan kain
3.

halus setelah penggunaan


Periksa semua komponen yang digunakan dalam penghitungan kadar

4.

larutan dalam sampel


Pastikan sensor yang digunakan sebagai detector tetap bekerja sesuai

5.
6.
7.

fungsinya
Kalibrasi alat spektrofotometer secara berkala
Ganti lampu halogen ketika lampu mati
Periksa filter dan sensor detektor, ganti sensor pada saat sensor sudah
tidak maksimal dalam pembacaan.

15

8.

Lakukan pengecekan semua komponen setiap 3 bulan sekali

D. Teori Dasar
Spektrofotometer adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengukur
konsentrasi suatu larutan secara kuantitatif dari cahaya yang di hasilkan oleh
lampu wolfram yang memiliki panjang gelombang tertentu. Cahaya itu di
bagi menjadi dua yaitu :
1.

Cahaya polikromatis : cahaya yang berwarna putih


yang dapat di uraikan menjadi bermacam-macam panjang gelombang.

2.

Cahaya monokromatis : cahaya yang mempunyai


panjang gelombang tunggal. Photometer berguna untuk mengukur
konsentrasi suatu larutan secara kuantitatif umtuk larutan yang dapat
menyerap cahaya monokromatis. Dengan intensitas suatu larutan maka
konsentrasi larutan dapat diukur. Warna yang dimaksud adalah semua
warna mulai dari infra merah sampai dengan ultra ungu.
Berikut warna yang digunakan dalam photometer
Wave Length
Absorbed
420 420
Violet
440 440
Violet blue
470 470
blue
500 500
bue green
550 520
green
580 580
yellow green
620 620
Orange
620 680
red
680 780
purple

16

E. Blog Diagram

Gambar 1.10.
Keterangan :
A : Sumber cahaya
B : Slit masuk / slit keluar
C : Lensa
D : Filter
E : Cuvet
F : Detektor
G : Penguat
H : Meter / Display
F. Wiring Diagram

Gambar 1.11.
Alat spektrofotometer merupakan alata laboratorium yang digunakan
untuk menghitung kadar hemoglobin dalam darah, dalam alat ini akan bekerja
pada saat mendapatkan inputan tegangan DC 12V dari power supply. Dari

17

tegangan tersebut akan menghidupkan lampu halogen

ditembuskan ke

sampel, sehingga akan dibaca oleh sensor detektor. Pemilihan panjang


gelombang dapat diatur lewat optik yang dipasang sebelum objek, sehingga
setelah ditembuskan ke objek. Penetrasi cahaya lampu halogen pada sampel,
sebagaian akan diabsorbsi dan sebagian lagi akan diteruskan, sehinngga dapat
dibaca oleh sensor detector.

18

Hb Meter
A. Prinsip Kerja
Pada alat Hb meter, memanfaatkan putaran motor untuk menyedot
sampel darah yang akan diukur kadar hemoglobinnya dengan mencampur
sampel reagen. Setelah sampel darah dengan reagen sudah tercampur, akan
dilakukan penyinaran cahaya monokromatik dan sebagian cahaya akan
diserap dan sebagian yang lain akan diteruskan sehingga dapat terdeteksi oleh
sensor detector dan diteruskan pada display.
B. Cara Pengoperasian
1.
2.

Siapkan alat Hb meter


Letakkan pada posisi yang aman, dengan meletakkan ditengah tengah

3.
4.
5.
6.

meja atau sejenisnya


Siapkan sampel darah yang akan dihitung kadar hemoglobinnya
Sambungkan kabel power alat Hb meter pada listrik PLN 220V
Hidupkan alat hb meter dengan menekan tombol On pada alat Hb meter
Masukkan sampel darah kedalam alat Hb meter dengan memanfaatkan

7.

putaran motor
Campurkan reagen dengan darah, setelah sampel darah dan reagen masuk
dalam alat Hb meter, tunggu sampai alat menampilkan hasil kadar
hemoglobin dalam sampel darah tersebut

8.

Catat data dalam tabel, dan tekan tombol Off setelah pemakaian alat Hb
meter.

C. Mengerti dan Memahami Cara Perawatan dan Perbaikan


1.

Bersihkan alat Hb meter dari debu, lab dengan menggunakan kain bersih

2.
3.
4.
5.
6.
7.

atau tissue
Tempatkan ditempat yang aman, jauhkan dari jangkauan anak anak
Periksa putaran motor setiap sebulan sekali
Bersihkan selang dari sisa sisa sampel darah dengan air
Periksa sensor secara berkala
Kalibrasi alat sebelum penggunaan alat Hb meter
Periksa secara keseluruhan alat setiap sebulan sekali

19

8.

Ganti selang pada saat selang sudah tidak layak pakai atau kurang elastis.

D. Teori Dasar
Hb meter atau hemoglobin meter adalah suatu alat laboratorium klinik
yang berfungsi untuk menghitung berapa nilai kadar hemoglobin yang ada
didalam darah. Alat hb meter pada dasarnya hamper sama dengan alat
photometer, yang memanfaatkan pancaran cahaya yang ditembuskan kedalam
larutan sehingga dapat dibaca oleh sensor detector. Sehingga didapatkan hasil
kadar hemoglobin dalam darah.
E. Blog Diagram

Gambar 1.12.
Sampel darah yang akan dihitung kadar hemoglobinnya beserta reagen
dimasukkan dalam wadah ( flow cell ) dengan memanfaatkan putaran motor
yang mendapat inputan tegangan DC dari rangkaian power suplly. Sampel
akan dihitung kadar hemoglobinnya oleh detector yang akan diproses oleh
rangkaian control atau sistim minimum sehingga dapat ditampilkan dalam
tampilan atau display.
F. Wiring Diagram
R1
10k

U1

C2
22nF

X1
C3
22nF

12MHz

PB1

40
39
38
37
36
35
34
33
1
2
3
4
5
6
7
8

PA0/ADC0
PA1/ADC1
PA2/ADC2
PA3/ADC3
PA4/ADC4
PA5/ADC5
PA6/ADC6
PA7/ADC7
PB0/T0/XCK
PB1/T1
PB2/AIN0/INT2
PB3/AIN1/OC0
PB4/SS
PB5/MOSI
PB6/MISO
PB7/SCK

PD0/RXD
PD1/TXD
PD2/INT0
PD3/INT1
PD4/OC1B
PD5/OC1A
PD6/ICP1
PD7/OC2

AREF
AVCC

22
23
24
25
26
27
28
29
14
15
16
17
18
19
20
21

A
B
C
D
E
F
G
H
PD0
PD1 A
PD2 B
PD3 C
D
E
F
G
H

32
30

ATMEGA16

Q1

Q2

Q3

Q4

2N3702

2N3702

2N3702

2N3702

PD0

PA0

PC0/SCL
PC1/SDA
PC2/TCK
PC3/TMS
PC4/TDO
PC5/TDI
PC6/TOSC1
PC7/TOSC2

PD1

10uF

XTAL1
XTAL2

PD2

C1

RESET

PD3

9
13
12

Gambar 1.13 Sistim Minimum dan Display

20

Gambar 1.14. Power Supplay


Alat Hemoglobinometer atau Hb meter memanfaatkan input tegangan
DC dari rangkaian power supply yang akan mensupply sistim minimum,
display, sensor, serta menggerakkan motor. Pada dasarnya, sampel darah
dilarutkan dengan reagen, dan akan masuk dalam suatu tempat penampungan
( flo cell ) dengan memanfaatkan putaran motor sampai memenuhi flow cell,
pada flow cell terdapat LED yang dipancarkan kea rah sampel darah,
sebagian pancaran sinar akan diabsrbsi dan sebagian yang lain akan
diteruskan sehingga dapat di baca oleh sensor detector dengan memanfaatkan
panjang gelombang dari pancaran sinar LED. Dari pembacaan sensor akan
diteruskan ke sistim minimum untuk ditampilkan dalam display.

21

Incubator Bacteria
A. Prinsip Kerja
Incubator adalah alat yang digunakan untuk inkubasi. Prinsip kerja dari
incubator adalah menginkubasi dengan menggunakan suhu tertentu dalam
keadaan diam.
Bagian-bagian dari incubator adalah:
1.
Pintu incubator
2.
Tombol panel berfungsi untuk mengatur suhu yang diperlukan
3.
Rak incubator berfungsi sebagai tempat meletakkan bahan yamg akan
diinkubator
Alat incubator bacteria memanfaatkan heater dan dapat dikontrol
melalui sensor suhu, sedangkan pengontrolan suhu yang dibutuhkan oleh
mengingkubasi bakteri berkisar antara suhu 350 sampai 370 C, dan pada alat
incubator bacteria ini dapat diatur suhu dan waktu yang dibutuhkan pengguna
untuk mengingkubasi bakteri dengan cara memasukkan program pada system
minimum. Sedangkan pengaturan kelembaban suhu diruang ingkubasi
dipengaruhi oleh air yang diletakkan dibawah ruang ingkubasi.
B. Cara Pengoperasian
1. Buka tutup alat dan masukkan kuvet yang berisi serum yang akan
2.

dinkubasi
Tentukan pemilihan knob, jika tidak menggunakan timer selektor knob
diputar keposisi I sedangkan jika menggunakan timer selektor knob

3.

diputar keposisi II
Tentukan temperatur penginkubasian dengan memutar selektor pada

4.

thermostat
Tentukan lamanya waktu penginkubasian dengan memutar selektor pada

5.

timer
Jika lampu kuning menyala menandakan elemen bekerja dan lampu

6.

hijau menyala merupakan indikator tegangan dari pln .


Selanjutnya lampu kuning akan hidup dan nyala bertanda alat sudah

7.

bekerja sesuai dengan suhu yang diatur .


Pesawat akan mati setelah waktu settingan timer setelah selesai

22

8.

Ambil bahan atau komponen yang telah diinkubasi

9.

Padamkan alat dengan menekan tombol Off jika alat tidak digunakan
lagi

C. Mengerti dan Memahami Cara Perawatan dan Perbaikan


1. Pemebersihan bagian dalam dilakukan dalam setiap setelah penggunaan.
2. periksa Pencemaran opsional
3. Periksa fan setiap minggu dengan pendeteksian menghasilkan angin
4. Periksa Gasket Pintu untuk segel
5. Rak Pintu perlu diperiksa
6. Test alarm Temperatur setiap bulan
7.

Jika temperatur melebihi batas operasional maka indikator ALARM


akan menyala

D. Teori Dasar
Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada
suhu yang terkontrol (umumnya di atas suhu ambient) serta dilengkapi
dengan pengatur suhu dan pengatur waktu. Semakin kecil ukuran inkubator
maka semakin rentan perubahan suhunya saat pintu inkubator dibuka.
Perlu dipertimbangkan pula keseragaman suhu yang ada didalam
dengan memperhatikan pola penempatan elemen pemanas atau terdapatnya
kipas penyebar suhu. Pintu kaca yang terdapat pada beberapa model dibiarkan
tertutup saat melihat biakan secara sekilas bertujuan supaya tidak terjadi
penurunan suhu. Berdasarkan kegunaannya secara khusus (Collins etal, 2004)
:
1. Shaker incubator : inkubator yang dilengkapi dengan pengocok untuk
aerasi biakan.
2. Cooled incubator : inkubator untuk suhu inkubasi dibawah suhu ambient
3. CO2 incubator : inkubator yang mampu menyediakan keadaan kaya
karbondioksida.

23

4. Automatic temperature change incubator : inkubator yang dilengkapi


dengan pengatur perubahan suhu otomatis sehingga tidak perlu
memindahkan kultur ke inkubator lain saat membutuhkan perubahan suhu
secara bertahap
5. Portable incubator : inkubator jinjing atau mudah dibawa yang umumnya
diaplikasikan untuk mikrobiologi lingkungan.
6. Incubator room : suatu ruangan yang diubah menjadi inkubator sesuai
dengan keperluan dan syarat mikrobiologisnya.
E. Blog Diagram

Gambar 1.12.
System minimum ATmega 16 mendapat inputan tegangan DC dari
power supply, yang akan mengontrol semua inputan baik dari setting suhu
ataupun dari sensor suhu secara langsung yang mendeteksi suhu dari heater.
System minimum akan mengkonversi semua inputan dan akan bekerja sesuai
program yang diinginkan user, sehinnga dapat mengontrol suhu yang akan
dikeluarkan oleh heater.

24

F. Wiring Diagram
U1
9
13
12

sensor 40
39
38
37
36
35
34
33

R1
10k

C1
1nF

C3

X1

1nF

CRYSTAL

C2
button

1nF

1
2
3
4
5
6
7
8

RESET

PC0/SCL
PC1/SDA
PC2/TCK
PC3/TMS
PC4/TDO
PC5/TDI
PC6/TOSC1
PC7/TOSC2

XTAL1
XTAL2
PA0/ADC0
PA1/ADC1
PA2/ADC2
PA3/ADC3
PA4/ADC4
PA5/ADC5
PA6/ADC6
PA7/ADC7
PB0/T0/XCK
PB1/T1
PB2/AIN0/INT2
PB3/AIN1/OC0
PB4/SS
PB5/MOSI
PB6/MISO
PB7/SCK

PD0/RXD
PD1/TXD
PD2/INT0
PD3/INT1
PD4/OC1B
PD5/OC1A
PD6/ICP1
PD7/OC2

seven segment

22
23
24
25
26
27
28
29
14
15
16
17
18
19
20
21

driver heater

common seven segment


VCC

AREF
AVCC

32
30

ATMEGA16

Gambar 1.13. Sistem Minimum

Gambar 1.14 Driver Heater

Gambar 1.15. Power Supplay


Pada

gambar

1.13.

sistim

minimum

menggunakan

sistem

mikrokontroller yang digunakan adalah ATMEGA 16. Dalam modul ini


mikrokontroller ATMEGA 16 difungsikan senagai pengontrol timer. Catu
daya yang dibutuhkan mikrokontroller bernilai 5 VDC. Untuk mendapatkan
tegangan yang stabil maka dipakai IC 7805. ATMEGA 16 memiliki 4 port
yaitu, port A, port B, port C, port D. sedangkan gambar 1.14.Rangkaian
driver heater berfungsi sebagai penghubung antara heater dengan jala jala

25

PLN dan berfungsi untuk mematikan dan menghidupkan heater ketika suhu
inkubasi sudah tercapai. Saat logic dari mikrokontroller berlogika High,
arus akan mengalir menuju MOC3020. Ini menyebabkan MOC3020 ON.
Saat MOC 3020 ON, maka TRIAC BTA12 akan ikut ON. Arus 220 AC
akan melewati TRIAC dan menuju Heater. Sehingga heater aktif. Serta pada
gambar 1.15. rangkaian power supply, rangkaian ini menggunakan trafo CT
3A dengan tegangan maksimal 15 volt dan menggunakan IC seri LM 7812
sebagai penstabil tegangan keluaran, pada alat incubator bakteriologi ini
menggunakan supply tegangan +12 Volt DC.

26

Kesimpulan
Dari laporan beberapa alat laboratorium diatas dapat diambil beberapa kesimpulan
diantaranya adalah sebagai berikut :
1.
Mikroskop merupakan alat yang digunakan sebagai alat banantu untuk melihat benda
yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang dengan memanfaatkan perbesaran pada
2.

beberapa lensa.
Centrifuge berfungsi untuk memisahkan partikel-partikel dalam suatu larutan yang

3.

mempunyai berat molekul yang berbeda-beda dengan memanfaatkan gaya putar.


Sebelum pendiaknosaan penyakit terhadap sampel, sampel harus tetap terjaga suhunya.
Waterbath merupakan alat yang digunakan untuk menjaga suhu sampel sebelum
didiaknosa oleh dokter, alat ini memanfaatkan heater sebagai pemanas, dan air sebagai

4.

penghantarnya.
Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk menentukan kadar kepekatan
dalam larutan, dengan memanfaatkan panjang gelombang dari cahaya yang
dipancarkan terhadap sampel larutan

5.

Pada dasarnya, Hb meter tidak jauh berbeda dengan spektrofotometer, yang sama
sama memanfaatkan panjang gelombang yang dipancarkan terhadap sampel, namun
pada Hb meter digunakan untuk menghitung kadar hemoglobin pada sampel darah.
Incubator bacteria digunakan untuk menginkubasi bakteri yang akan dideteksi

karakteristiknya, dalam dunia kedokteran, munculnya penyakit baru yang disebabkan oleh
bakteri, sangat memungkinkan menggunakan inkubator bakteria untuk membentuk suatu
koloni bakteri sebelum dilakukan penelitian penyakit.

26