Anda di halaman 1dari 21

Struktur Organ Genitalia Feminina, Siklus Menstruasi, dan

Hormon yang Berperan


Nevy Olianovi (102013101)
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510
Telephone: (021) 5694-2061, fax: (021) 563-1731
nevy.olianovi@yahoo.com

Abstrak
Haid atau yang sering juga disebut menstruasi merupakan siklus yang dialami oleh
setiap wanita yang sudah mengalami masa pubertas. Menstruasi ditandai dengan adanya
darah yang keluar melalui vagina. Menstruasi terjadi sekitar 28 hari sekali walaupun dapat
bervariasi pada masing-masing orang. Pada dasarnya menstruasi merupakan proses
katabolisme dan terjadi di bawah pengaruh hormon hipofisis dan ovarium. Menstruasi
pertama disebut menarke, biasanya terjadi pada usia 8-13 tahun. Dalam hal ini melibatkan
organ-organ yang terkait baik organ genitalia feminina interna maupun eksterna.
Kata kunci: menstruasi, genitalia feminina, hormon
Abstract
Menstruation or called a menstrual cycle experienced by every woman who has
undergone puberty. Menstruation is characterized by the presence of blood that comes out
through the vagina. Menstruation occurs around 28 days although it can vary for each
person. Basically the process of catabolism and menstruation occurs under the influence of
pituitary and ovarian hormones. The first menstruation is called menarche, usually occurs at
the age of 8-13 years. In this case involving the organs related to both internal organs and
external genitalia feminina.
Keywords: menstruation, feminina genitalia, hormone
Pendahuluan
Siklus menstruasi normalnya dilalui oleh setiap wanita pada usia reproduktif. Sebelum
anak perempuan akhil balik atau mengalami menstruasi, di dalam ovariumnya sudah terdapat
oosit primer sampai menunggu menstruasi baru mengalami pembelahan miosis II sampai
terbentuknya ovum dan jika terjadi fertilisasi maka akan berkembang menjadi embrio tetapi
jika tidak akan luruh dengan dinding endometrium sehingga disebut menstruasi. Dalam hal
ini melibatkan organ-organ yang terkait baik organ genitalia feminina interna maupun
eksterna.
PBL Blok 10 Universitas Kristen Krida Wacana

Selain itu juga berperan hormon-hormon yang membantu kelancaran siklus menstruasi
yang dipicu dari hipotalamus terutama hipofisis yang akan menghasilkan FSH dan LH juga
yang berperan langsung dalam siklus menstruasi adalah hormon estrogen dan progesteron.
Tetapi tidak semua wanita mengalami siklus menstruasi yang normal dan teratur karena
banyak faktor sehingga perlu diketahui secara normal siklus menstruasi itu sendiri.
Pembahasan
Struktur Makroskopik Organ Genitalia Feminina
Organ genitalia feminina terdiri dari dua bagian, yaitu bagian interna dan eksterna.
Untuk bagian eksterna terdiri dari organ-organ genitalia bagian luar seperti mons pubis, labia
majora et minora, dan vestibulum, sedangkan untuk bagian interna merupakan organ-organ
genitalia di bagian dalam seperti uterus, ovarium, tuba falopii.1
Genitalia Feminina Eksterna
Genitalia eksterna pada wanita secara kesatuan disebut vulva atau pudendum, terdiri dari:
1. Mons Pubis adalah bantalan jaringan lemak dan kulit yang terletak di atas simfisis
pubis sampai ke vulva. Bagian ini tertutup rambut pubis setelah pubertas.1 Bagian ini
tertutup oleh rambut berbentuk segitiga dengan dasar segitiga di simfisis. Distribusi
rambut makin ke bawah makin tibis dan sebagian rambut menutupi labium mayus.2
2. Labia Mayora (bibir mayor) adalah dua lipatan kulit longitudinal yang merentang
kebawah dari mons pubis dan menyatu di sisi posterior perineum, yaitu kulit antara
pertemuan dua lipatan ini dan anus. Labia mayora homolog dengan skrotum pada lakilaki.1
3. Labia Minora (bibir minor) adalah dua lipatan kulit diantara labia mayora. Lipatan ini
tidak berambut, tetapi mengandung kelenjar sebasea dan beberapa kelenjar keringat.1
a. Prepusium klitoris adalah pertemuan lipatan-lipatan labia minora dibawah klitoris.
b. Frenulum adalah area lipatan dibawah klitoris.
4. Klitoris, bagian ini homolog dengan penis laki-laki, tetapi lebih kecil dan
tidak memiliki mulut uretra.1
a. Klitoris terdiri dari dua crura (akar), satu batang (badan), dan satu glans klitoris
bundar yang banyak mengandung ujung saraf dan sangat sensitif.

PBL Blok 10 Universitas Kristen Krida Wacana

b. Batang klitoris mengandung dua korpora kavernosum yang tersusun dari jaringan
erektil. Saat menggembung dengan darah selama eksitasiseksual, bagian ini
bertanggung jawab untuk ereksi klitoris.
5. Vestibula adalah area yang dikelilingi oleh labia minora. Vestibula menutupimulut
uretra, mulut vagina, dan duktus kelenjar bartolini (vestibular besar).1
a. Kelenjar Bartolin homolog dengan kelenjar bulbouretral pada laki-laki.Kelenjar ini
memproduksi beberapa tetes sekresi mukus untuk membantu melumasi orifisium
vaginal saat eksitasi seksual.
b. Bulba vestibular adalah massa jaringan erektil dalam di substansi jaringan labial.
Bagian ini sebanding dengan korpora spongiosum penis.
6. Orifisium uretra adalah jalur keluar urine dari kandung kemih. Tepi lateralnya
mengandung duktus untuk dua kelenjar parauretral (Skene) yang dianggap homolog
dengan kelenjar prostat pada laki-laki.1
7. Mulut vagina terletak dibawah orifisium uretra. Himen (selaput dara), suatu membran
yang bentuk dan ukurannya bervariasi, melingkari mulut vagina.

Gambar 1. Genitalia feminina eksterna


Sumber: http://medicine.academic.ru/pictures/medicine/651.jpg

PBL Blok 10 Universitas Kristen Krida Wacana

Genitalia Feminina Interna


1. Ovarium (Indung Telur)
Terletak antara rahim dan dinding panggul, dan digantung ke rahim oleh
ligamentum ovarii proprium dan ke dinding panggul oleh ligamentum infundibulbopelvikum. Di sini terdapat pembuluh darah untuk ovarium yaitu vasa ovarica. Indung
telur memiliki panjang 3-5cm, lebar 2-3 cm dan tebal 1cm, dengan bentuk seperti
kacang kenari. Indung telur juga merupakan sumber lebar hormonal perempuan yang
paling utama, sehingga mempunyai dampak ke perempuanan dalam pengaturan proses
menstruasi. Indung telur mengeluarkan telur (ovum) setiap bulan silih berganti kanan
dan kiri. Pada saat telur (ovum) dikeluarkan perempian disebut dalam masa subur.
Struktur ovarium dilapisi epitalium germinal (permukaan).3
Adapun terdapat dua struktur ligamentum yang menjadi tempat perekatan dari
ovarium, yaitu ligamentum latum (yang melekat ke ovarium di sebelah posterior oleh
mesovarium) dan ligamentum ovarika (yang menahan ovarium ke kornu uterus).3
Pasokan darah untuk ovarium berasal dari a.ovarika (cabang aorta abdominalis).
Drainase vena menuju Vena Cava inferior di sebelah kanan dan v.renalis sinistra di
sebelah kiri. Drainase limfatik menjuju keenjar getah benting para-aorta. Adapun batasbatas ovarium, pada bagian cranialnya dengan av.iliaca externa, bagian distal dengan
a.uterina, bagian dorsal dengan av.iliaca interna dan n.obturatorius, serta pada bagian
ventral dengan perekatan ligamentum.3

Gambar 2. Ligamentum penggantung ovarium


Sumber: http://medicina-islamica-lg.blogspot.com/2012/05/anatomi-fisiologi-ovarium.html

PBL Blok 10 Universitas Kristen Krida Wacana

2. Tuba uterina (tuba falopii atau oviduk) menerima dan mentranspor oosit ke uterus
setelah ovulasi. Setiap tuba uterina, dengan panjang 10 cm dan diameter 0,7 cm
ditopang oleh ligament besar uterus. Salah satu ujungnya melekat pada uterus dan
ujung lainnya membuka ke dalam rongga pelvis.4
a. Infundibulum adalah ujung terbuka menyerupai corong (ostium) pada tuba uterin.
Bagian ini memiliki prosesus motil menyerupai jarring (fimbria) yang merentang di
atas permukaan ovarium untuk membantu menyapu oosit terovulasi ke dalam tuba.
b. Ampula adalah bagain tengah segmen tuba.
c. Ismus adalah segmen terdekat dari uterus.
d. Pars interstitial adalah bagian tuba yang terdapat dalam dinding uterus.
Dinding tuba uterine terdiri dari serabut otot polos, jaringan ikat, dan sebuah
lapisan epitel bersilia yang sirkular, tersusun secara longitudinal. Oosit bergerak di
sepanjang tuba menuju uterus karena getaran silia dan konstraksi peristaltic otot polos.
Oosit memerlukan waktu 4-5 hari untuk sampai ke uterus. Fertilisasi biasanya terjadi
1/3 bagian atas tuba fallopii.4

Gambar 3. Tuba falopii


Sumber: http://medical-dictionary.thefreedictionary.com/Fallopian+tube+diseases

3. Uterus merupakan organ tunggal muskular berongga. Oosit yang telah dibuahi akan
tertanam dalam lapisan endometrium uterus dan dipenuhi kebutuhan nutrisinya untuk
tumbuh dan berkembang sampai lahir.4
Uterus berbentuk seperti buah pir terbalik dan dalam keadaan tidak hamil
memiliki panjang 7 cm, lebar 5 cm, dan diameter 2,3 cm. Organ ini terletak di dalam
rongga pelvis diantara rektum dan kandung kemih. Uterus umumnya terfleksi ke depan
(terantefleksi) dan teranteversi sehingga letaknya hampir horizontal di atas kandung
kemih.4
PBL Blok 10 Universitas Kristen Krida Wacana

Uterus pada dasarnya ditopang oleh lipatan peritoneal. Ligamen besar yang
melekatkan uterus pada dinding pelvis. Ligamen bundar merentang dari sudut lateral
uterus, melewati kanal inguinal menuju labia mayora. Uterus juga diikat oleh ligament
kardial dan uterosakral.4
Uterus memiliki beberapa bagian, yaitu:4
Fundus: bagian bundar yang letaknya superior terhadap mulut tuba uterine
Badan Uterus: bagian luas berdinding tebal yang membungkus rongga
uterus
Serviks: bagian leher bawah uterus yang terkontriksi.
Os eksternal: mulut serviks ke dalam vagina.
Os internal: mulut uterus dalam rongga uterus
Kanal endosrvikal: melapisi jalur diantara 2 mulut
Portio Vaginalis: bagian serviks yang menonjol ke dalam ujung bagian atas
vagina
Dinding uterus terdiri dari bagian terluar serosa (perimetrum), bagian tengah
(meometrium), dan bagian terdalam (endometrium). Endometrium menjalani perubahan
siklus selama menstruasi dan membentuk lokasi implantasi untuk ovum yang
dibuahi. Endometrium tersusun dari 2 lapisan:5
a. Lapisan supefisial (stratum fungsionalis): endometrium berukuran lebih tebal.
Lapisan ini mengandung kelenjar yang merespons hormon steroid, dan biasanya
hampir secara keseluruhan runtuh saat menstruasi.
b. Lapisan Basal (stratum basalis): tidak berubah selama siklus berlangsung

Gambar 4. Uterus
Sumber: http://www.britannica.com/EBchecked/topic/620603/uterus
PBL Blok 10 Universitas Kristen Krida Wacana

Darah arteri memperdarahi uterus melalui arteri-arteri uterus (berasal dari arteri iliaka
interna) dan bercabang menjadi arteri ovarian dan vagina. Dalam dinding uterus, arteri
menjadi arteri arkuata, kemudian bercabang menembus miometrium sebagai arteri radial.
Perpanjangan dari arteri radial ke dalam endometrium disebut arteriol spiral (terpilin). Supai
darah ke endometrium signifikan dengan proses menstruasi. Darah kembali dari uterus
melalui vena uterus yang pararel dengan jalur arteri.4

Gambar 5. Vaskularisasi uterus


Sumber: http://seisyuhada.wordpress.com/2010/02/11/vaskularisasi-organ-reproduksi-wanita/
4. Vagina
Vagina adalah tubung berotot yang dilapisi membran dari jenis epitelium bergaris
yang khusus, dialiri pembuluh darah dan serabut saraf secara berlimpah. Panjang
vagina dari vestibula sampai uterus. Dinding-dindingnya bersambung secara normal,
dan mengelilingi bagian bawah servix uteri, dan di sebelah belakang naik lebih tinggi
dari yang didepan. Lekukan sempit di depan disebut fornix anterior dan yang disisisisinya disebut fornix lateral, sedangkan yang di belakang disebut fornix posterior
vagina. Permukaan anterior vagina menyentuh basis kandung kencing dan uretra,
sedangkan dinding posteriornya menyentuh rektum dan kantong rekto-vagina (ruang
Douglas). Seperempat sebelah bawah vagina menyentuh badan perineum.6
Vagina dilembabkan dan dilumasi oleh cairan yang berasal dari kapiler pada
dinding vaginal dan sekresi dari kelenjar serviks. pH cairan vagina bergantung pada
kadar estrogen.1
Di sekitar orificium vagina terdapat selaput tipis yang berbentuk seperti bulan
sabit yang disebut hymen (selaput dara). Jika melakukan coitus maka hymen akan

PBL Blok 10 Universitas Kristen Krida Wacana

robek ke arah posterior. Hymen normal memiliki lubang kecil sebagai jalan keluar
darah saat terjadi menstruasi.6

Gambar 6. Vagina
Sumber: http://www.webmd.com/women/picture-of-the-vagina
Struktur Mikroskopis Organ Genitalia Feminina
1. Ovarium
Ovarium dilapisi oleh satu lapisan sel kuboid rendah atau gepeng yaitu epitel
germinal, yang bersambungan dengan mesotelium pertonium viscerale. Di bawah epitel
germinal adalah lapisan jaringan ikat padat yang disebut tunika albugenia.7
Ovarium memiliki korteks di tepi dan medulla di tengah, tempat ditemukannya
banyak pembuluh darah, saraf dan pembuluh limfe. Selain folikel, korteks mengandung
fibrosit dengan serat kolagen dan reticular. Medula adalah jaringan ikat padat tidak
teratur yang bersambungan dengan ligamentim mesobarium yang menggantungkan
ovarium. Pembuluh darah besar di medulla membentuk pembuluh darah yang lebih
kecil yang menyebar di seluruh korteks ovarium. Mesovarium dilapisi oleh epitel
germinal dan mesotelium peritoneum.7
Di stroma korteks terlihat banyak folikel ovarium, terutama jenis yang lebih kecil,
dalam berbagai tahap perkembangan. Folikel yang paling banyak adalah folikel
primordial, yang terletak di tepi korteks dan di bawah tunika albugenia. Folikel
primordial adalah struktur yang paling kecil dan paling sederhana. Folikel ini
dikelilingi oleh satu lapisan sel folikular gepeng. Folikel primordial mengandung oosit
primer yang kecil dan imatur, yang membesar secara bertahap seiring perkembangan
folikel menjadi folikel primer, sekunder, dan matur. Sebelum ovulasi folikel matur,
semua folikel yang sedang berkembang mengandung oosit primer.7

PBL Blok 10 Universitas Kristen Krida Wacana

Jaringan ovarium terdiri dari:7


a. Medulla ovarium (bagian dalam) merupakan area terdalam yang mengandung
pembuluh darah dan limfatik, serabut syaraf, sel-sel otot polos dan sel-sel
jaringan ikat.
b. Korteks (bagian luar) merupakan lapisan stroma luar yang rapat dan mengandung
folikel ovarium/ folikel-folikel primordial (unit fungsional pada ovarium).
Umumnya setiap ovarium menghasilkan ovum setiap 28 hari. Ovum yang
dihasilkan ovarium akan bergerak ke saluran reproduksi. Fungsi ovarium yakni
menghasilkan ovum (sel telur) serta hormon estrogen dan progesterone.7
Folikel yang lebih kecil dengan sel kuboid, silindris, atau berlapis kuboid yang
mengelilingi oosit primer disebut folikel primer. Seiring dengan bertambahnya ukuran
folikel, cairan, yang disebut likuor folikuli, mulai menumpuk di atara sel-sel folikular,
yang sekarang disebut sel granulosa. Daerah-daerah yang mengandung cairan akhirnya
menyatu untuk membentuk suatu rongga berisi cairan, yaitu antrum. Folikel dengan
rongga antrum disebut folikel sekunder. Folikel ini lebih besar dan terletak lebih dalam
di korteks. Semua folikel yang lebih besar, termasuk folikel primer, folikel sekunder,
dan folikel matur memperlihatkan lapisan sel granulosa (teka interna) dan lapisan
jaringan ikat sebelah luar (teka eksterna).7
Folikel ovarium yang paling besar adalah folikel matur. Folikel ini
memperlihatkan struktur sebagai berikut: antrum besar berisi likuor folikuli, cumulus
ooforus (suatu bukit kecil tempat oosit primer berada), korona radiate (lapisan sel yang
langsung melekat pada oosit primer), sel granulosa yang mengelilingi antrum, lapisan
dalam teka interna dan lapisan luar teka eksterna.7
Setelah ovulasi, folikel besar kolaps dan berubah menjadi organ endokrin
sementara, korpus luteum. Sel granulosa folikel berubah menjadi sel lutein granulosa
yang berwarna lebih muda, dan sel teka interna menjadi sel teka lutein yang berwarna
lebih gelap. Jika tidak terjadi pembuahan dan implantasi, korpus luteum mengalami
regresi, degenerasi dan akhirnya berubah menjadi jaringan parut yang disebut albikans.7
Kebanyakan folikel ovarium tidak mencapai maturitas. Folikel-folikel ini
mengalami degenerasi (atresia) pada semua tahap perkembangan folikel dan menjadi
folikel atretik yang akhirnya diganti oleh jaringan ikat.7

PBL Blok 10 Universitas Kristen Krida Wacana

Gambar 7. Struktur mikroskopis ovarium


Sumber: http://reproduksiumj.blogspot.com/2011/08/histologi-saluran-reproduksiwanita.html
2. Tuba Fallopi (Tuba Uterina)
Tuba Fallopi memiliki panjang 20 cm dengan diameter 0,7 cm. organ ini ditopang
oleh ligamentum besar uterus (mesosalphinx), terdapat dua ujung, yaitu ujung yang
membuka ovarium dan ujung yang membuka ke arah uterus, maka disebut juga saluran
yang menguhubungkan ovarium dan uterus. Ovum berjalan dari ovarium menuju ke
uterus melewati tuba fallopi membutuhkan waktu 4-5 hari. Fertilisasi umumnya terjadi
di 1/3 atas tuba (Ampula).1,2,8

Gambar 8. Struktur mikroskopik tuba uterina


Sumber: http://reproduksiumj.blogspot.com/2011/08/histologi-saluran-reproduksiwanita.html
PBL Blok 10 Universitas Kristen Krida Wacana

10

3. Uterus
Dinding uterus terdiri dari tiga lapisan: perimetrium di sebelah luar yang dilipasi
oleh serosa atau adventisi, lapisan otot polos yang tebal yaitu myometrium dan
endometrium di sebelah dalam. Endometrium dilapisi oleh epitel selapis yang turun ke
dalam lamina propria untuk membentuk banyak kelenjar uterus.5
Endometrium umumnya dibagi menjadi dua lapisan fungsional, stratum
functionale di luminal dan stratum basale di basal. Pada wanita tidak hamil, stratum
fungsionale superfisialis dengan kelenjar uterus dan pembuluh darah terlepas atau
terkelupas selama menstruasi, meninggalkan stratum basale yang utuh dengan sisa-sisa
kelenjar uterus di basal yang merupakan sumber sel untuk regenerasi stratum
fungsionale yang baru. Arteri yang mendarahi endometrium berperan penting selama
fase haid pada siklus menstruasi.5
Selama daur haid, endometrium menunjukkan perubahan-perubahan morfologi
yang secara langsung berkaitan dengan fungsi ovarium. Perubahan siklik pada uterus
yang tidak hamil dibagi menjadi tiga fase berbeda: fase regenerasi/proliferasi, fase
sekretori dan fase menstrual.5

Gambar 9. Uterus
Sumber: http://1.bp.blogspot.com/qlfb5gvYnEY/UWVvk6lnIcI/AAAAAAAAAA8/zJMVA6eaCvo/s1600/DSC_1645.jpg
a. Uterus Fase Regenerasi/Proliferasi
Pada fase proliferasi daur haid dan di bawah pengaruh estrogen ovarium,
stratum fungsionale semakin tebal dan kelenjar uterus memanjang dan berjalan
lurus di permukaan. Arteri spiralis terutama terlihat di endometrium yang lebih
dalam. Lamina propria di bagian atas mengandung banyak sel dan menyerupai
PBL Blok 10 Universitas Kristen Krida Wacana

11

jaringan mesenkim. Jaringan ikat di stratum basale lebih padat dan tampak lebih
gelap. Endometrium terus berkembang selama proliferasi akibat meningkatnya
kadar estrogen yang disekresi oleh folikel ovarium yang sedang berkembang.8

Gambar 10. Uterus fase regenerasi/proliferasi


Sumber: http://lh6.ggpht.com/Q6xFURx73hk/Tkxqq_UadBI/AAAAAAAABXQ/ixlGjX1bglU/image_thumb%25255B13%
25255D.png?imgmax=800
b. Uterus Fase Sekresi
Fase sekresi daur haid dimulai setelah ovulasi folikel matur. Epitel kelenjar
uterus mengalami hipertrofi (membesar) akibat bertambahnya akumulasi produk
sekretorik. Kelenjar uterus semakin berkelok-kelok dan lumennya melebar oleh
bahan sekretorik yang kaya karbohidrat. Arteri spiralis terus berjalan ke bagian
atas endometrium (stratum fungsionale) dan tampak jelas karena dindingnya lebih
tebal.8
Kelenjar uterus selama fase sekretori berkelok-kelok dan menyekresikan
nutrient kaya glikogen ke dalam lumennya. Di sekitar uterus terdapat jaringan
ikat yang mengandung banyak sel. Rongga kosong yang terang di lapisan
jaringan ikat disebabkan oleh meningkatnya edema di endometrium.8

PBL Blok 10 Universitas Kristen Krida Wacana

12

Gambar 11. Uterus fase sekresi


Sumber: http://lh5.ggpht.com/4uYpz_zG71s/Tkxq1CC04FI/AAAAAAAABXY/XRk6CD2dUzU/image_thumb%25255B1
9%25255D.png?imgmax=800
c. Uterus Fase Menstruasi
Selama fase menstruasi, endometrium di stratum fungsionale mengalami
degenerasi dan terlepas. Endometrium yang terlepas mengandung kepingankepingan stroma yang hancur, bekuan darah dan kelenjar uterus.8
Perubahan Pubertas
Sistem reproduksi wanita belum aktif sampai yang bersangkutan mencapai pubertas.
Tidak seperti testis janin, ovarium janin belum berfungsi karena feminisasi sistem reproduksi
wanita secara otomatis berlangsung jika tidak terdapat sekresi testosteron janin tanpa
memerlukan keberadaan hormon-hormon seks wanita. Sistem reproduksi wanita tetap inaktif
sejak lahir sampai pubertas yang terjadi pada usia sekitar 11 tahun, karena GnRH
hipotalamus secara aktif ditekan oleh mekanisme-mekanisme yang serupa dengan yang
terjadi pada anak laki-laki pra pubertas. Sekresi estrogen yang dihasilkan oleh ovarium aktif
akan menginduksi pertumbuhan dan pematangan saluran reproduksi wanita serta
perkembangan karakteristik seks sekunder wanita. Efek estrogen yang menonjol pada
perkembangan karakteristik seks sekunder tersebut adalah mendorong penimbunan lemak di
lokasi-lokasi strategis misalnya payudara, pantat, dan paha sehingga terbentuk sosok
melekuk-lekuk pada wanita. Pembesaran payudara pada saat pubertas terutama disebabkan
oleh penimbunan lemak di jaringan payudara dan bukan disebabkan oleh perkembangan
fungsional kelenjar mamaria. Tiga perubahan pubertas lainnya pada wanita pertumbuhan
rambut ketiak dan pubis, lonjakan pertumbuhan pubertas dan munculnya libido - disebabkan
PBL Blok 10 Universitas Kristen Krida Wacana

13

oleh lonjakan sekresi androgen adrenal pada pubertas, bukan akibat estrogen. Namun,
peningkatan estrogen pada masa pubertas memang menyebabkan lempeng epifisis menutup
sehingga tidak terjadi lagi pertambahan tinggi tubuh, serupa dengan efek testosteron pada
pria.9
Siklus Menstruasi
Siklus menstruasi normal dapat dibagi menjadi 2 segmen, yaitu siklus ovarium dan siklus
uterus. Siklus ovarium terbagi lagi menjadi 2 bagian, yaitu fase folikular dan fase luteal,
sedangkan siklus uterus dibagi menjadi fase haid, fase ploriferatif, dan fase sekresi.8
1. Siklus Ovarium
a. Fase Folikular8
Di dalam ovarium janin sudah terkandung sel-sel primordial atau oogonium.
Oogonium akan berkembang menjadi oosit primer. Sebelum lahir, setiap oosit
primer tersebut dikelilingi oleh satu lapisan sel granulosa. Bersama-sama oosit dan
sel granulosa di sekitarnya membentuk folikel primer. Saat lahir terdapat sekitar 2
juta folikel primer, masing-masing mengandung satu oosit primer yang dapat
menghasilkan satu ovum. Selanjutnya dari masa pubertas sampai menopause folikel
ini akan mulai berkembang menjadi folikel sekunder.
Satu lapis sel granulosa akan berploriferasi untuk membentuk beberapa lapisan
yang mengelilingi oosit, oosit mulai membesar dan pada saat yang sama sel-sel
jaringan ikat ovarium yang berkontak dengan sel granulosa juga akan berploriferasi
dan berdiferensiasi membentuk lapisan luar yang disebut sel teka. Sel teka dan sel
granulosa yang secara kolektif dinamai sel folikel berfungsi sebagai satu kesatuan
yang akan mengahsilkan hormon estrogen.
Selanjutnya folikel sekunder atau yang dapat mengeluarkan estrogen ini akan
berkembang lagi dengan terbentuknya suatu rongga berisi cairan yang disebut
antrum di bagian tengah sel-sel granulosa. Cairan ini sebagian berasal dari sel
plasma dan sebagian lagi merupakan sekresi sel folikel. Sewaktu sel-sel folikel
menghasilkan estrogen sebagian akan disekresikan ke dalam darah untuk disebarkan
ke seluruh tubuh sedangkan sebagian lagi berkumpul di cairan antrum. Ruang
antrum akan semakin besar dan menempati sebagian besar ruang serta oosit akan
tergeser ke pinggir salah satu sisi folikel dan pada fase ini folikel dinamakan folikel
tersier , folikel De Graaf, atau folikel matang.

PBL Blok 10 Universitas Kristen Krida Wacana

14

Folikel matang yang telah sangat membesar akan menonjol dari permukaan
ovarium, menciptakan sebuah daerah tipis yang kemudian pecah dan menjadi jalan
keluar oosit pada saat ovulasi. Ovum yang dibebaskan pada saat ovulasi akan masuk
ke dalam tuba uterina tempat dimana fertilisasi dapat terjadi. Dalam sebuah siklus
ovarium, fase- fase tadi mulai dengan folikel primer yang berkembang hingga
terjadinya ovulasi dinamakan dengan fase folikular, selanjutnya setelah ovulasi akan
dilanjutkan dengan fase luteal yang ditandai dengan terbentuknya korpus luteum.
b. Fase Luteal8
Folikel yang pecah dan sudah mengeluarkan ovum selanjutnya akan terjadi
perubahan. Sel-sel folikelnya akan mengalami transformasi struktural yang
dinamakan korpus luteum. Sel-sel folikel yang berubah menjadi sel-sel luteal ini
akan membesar dan menjadi jaringan yang aktif menghasilkan hormon steroid.
Salah satu fungsi korpus luteum adalah menghasilkan banyak progesteron dan
sedikit estrogen ke dalam darah. Jika ovum yang telah dibebaskan tidak dibuahi dan
tidak terjadi implantasi maka korpus luteum akan berdegenerasi sekitar 14 hari
setelah ovulasi.
Sel-sel luteal akan berdegenerasi dan difagositosis jaringa ikat masuk dan
membentuk jatingan fibrosa yang dikenal dengan korpus albikans. Fase luteal
berakhir dan menandakan selesainya satu siklus ovarium. Setelah korpus luteum
berdegenerasi makan menandakan akan dimulainya fase folikular yang baru.
Sedangakan jika terjadi pembuahan dan implantasi maka korpus luteum akan terus
tumbuh dan memproduksi hormon-hormon esensial untukn mempertahankan
kehamilan sampai plasenta yang nantinya terbentuk akan mengambil alih peran itu.
2. Siklus Uterus8
Seperti telah dibahas, uterus terdiri dari 3 lapisan yaitu perimetrium (lapisan
terluar rahim), miometrium (lapisan otot rehim, terletak di bagian tengah), dan
endometrium (lapisan terdalam rahim). Endometrium sendiri dapat dibagi 2/3 luarnya
sebagai stratum fungsional dan 1/3 dalam sebagai stratum basal. Fluktuasi kadar
estrogen maupun progersteron selama siklus ovarium membuat perubahan pada uterus,
menghasilkan siklus haid atau siklus uterus dan bentuk nyatanya adalah perdarahan
haid dalam tiap siklus haid. Estrogen merangsang pertumbuhan miometrium dan
endometrium. Lalu progesteron akan bekerja pada endometrium yang telah
dipersiapkan oleh estrogen untuk dibuat menjadi lapisan yang bisa menunjang
pertumbuhan ovum yang dibuahi.
PBL Blok 10 Universitas Kristen Krida Wacana

15

a. Fase Haid8
Fase haid adalah fase yang paling jelas karenan ditandai oleh pengeluaran
darah dan sisa endometrium dari vagina. Hari pertama haid bersamaan dengan
pengakhiran fase luteal ovarium dan dimulainya fase folikular. Karna tidak kunjung
terjadi pembuahan pada ovum yang telah dibebaskan maka korpus luteum akan
berdegenerasi. Akibatnya kadar estrogen dan progesteron dalam dalah menurun
tajam karena korpus luteum sebagai penghasil estrogen dan progesteron telah
berdegenerasi. Karena efek akhir estrogen dan progesteron adalah mempersiapkan
endometrium untuk implantasi ovum yang dibuahi maka penghentian sekresi kedua
hormon ini akan membuat endometrium yang kaya akan vaskular dan nutrien
kehilangan hormon-hormon penunjangnya.
Turunnya kadar hormon tersebut juga merangsang pembebasan prostaglandin
yang menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah di endometrium yang akan
menghambat aliran darah ke endometrium. Akhirnya endometrium dan pembuluh
darah pada lapisan tersebut akan mati karena kekurangan pasokan O2. Perdarahan
yang terjadi karena kerusakan pembuluh darah ini membilas jaringan endometrium
yang mati ke dalam lumen uterus. Stratum fungsional endometrium akan ikut luruh
saat haid dan tersisa stratum basal yang akan beregenerasi kembali nantinya
membentuk lapisan endometrium.
Efek prostaglandin yang lain adalah merangsang kontraksi ritmik ringan
miometrium uterus. Kontraksi miometrium yang terdiri dari lapisan otot polos ini
akan membantu mengeluarkan darah dan sisa endometrium dari rongga uterus keluar
melalui vagina sebagai darah haid. Kontaksi yang terlalu kuat akibat produksi
prostaglandin yang berlebihan akan menyebabkan kram haid (dismenore) yang
dialami oleh sebagian wanita. Fase haid biasanya berlangsung 5-7 hari dan akan
terjadi pengeluaran darah sekitar 50-150 ml. selain darah dan sisa endometrium
darah haid juga mengandung leukosit yang berperan penting untuk mencegah infeksi
pada endometrium yang sedang luka.
Pada fase haid karena terjadi penurunan sekresi hormon estrogen dan
progesteron maka akan menghilangkan juga pengaruh inhibisi terhadap hipotalamus
dan hipofisis anterior sehingga terjadi peningkatan sekresi FHS dan LH dan fase
folikular baru dapat dimulai. Dalam 5-7 hari dibawah pengaruh FSH dan LH,
folikel-folikel yang sedang berkembang sudah dapat menghasilkan kadar estrogen

PBL Blok 10 Universitas Kristen Krida Wacana

16

yang cukup untuk mendorong perbaikan dan pertumbuhan endometrium yang rusak
selama haid.
b. Fase Ploriferatif8
Saat darah haid berhenti, selanjutnya akan dilanjutkan dengan fase yang
dimakanan fase ploriferatif. Fase ploriferatif uterus dimulai bersamaan dengan
bagian terakhir fase folikular ovarium ketika endometrium mulai memperbaiki diri
dan berploriferasi di bawah pengaruh estrogen yang dihasilkan folikel-folikel yang
sedang berkembang. Saat haid berhenti endometrium tersisa lapisan tipis sekitar 1
mm. estrogen akan merangsang ploriferasi sel epitel, kelenjar dan pembuluh darah di
endometrium sampai akhirnya akan menebal hingga 3-5mm. fase ploriferatif yang di
dominasi estrogen ini akan memberikan umpan balik positif kepada hipotalamus
dan hipofisis anterior sehingga akan memicu lonjakan LH yang akan menjadi
penyebab ovulasi. Fase ploriferatif berlangsung mulai dari berhenti haid sampat
terjadi ovulasi.
c. Fase Sekretorik atau Progestasional8
Setelah ovulasi, atau pada siklus ovarium ketika terbentuk korpus luteum,
uterus masuk ke fase sekretorik atau progestasional yang bersamaan waktunya
dengan fase luteal. Korpus luteum yang terbentuk akan mengeluarkan banyak
progesteron dan juga estrogen . progesteron nantinya aakan mengubah endometrium
yang sudah tebal menjadi jaringan yang kaya vaskular dan glikogen. Periode ini
disebut fase sekresi karena kelenjar endometrium aktif mengeluarkan endometrium,
atau fase progestasi yang berarti sebelum kehamilan, karena lapisan endometrium
yang sudah siap untuk menopang kehidupan janin jika terbentuk. Jika tidak terjadi
pembuahan, makan korpus luteum akan berdegenerasi, lalu fase folikular dan fase
haid akan dimulai kembali.

PBL Blok 10 Universitas Kristen Krida Wacana

17

Gambar 14. Siklus menstruasi


Sumber: http://djjars.blogspot.com/2012/04/pengertian-pubertas-pria-dan-wanita.html
Oogenesis
Oogenesis adalah proses pembentukan sel telur (ovum) di dalam ovarium. Oogenesis
dimulai dengan pembentukan bakal sel-sel telur yang disebut oogonia (tunggal: oogonium).
Pembentukan sel telur pada manusia dimulai sejak di dalam kandungan, yaitu di dalam ovari
fetus perempuan. Pada akhir bulan ketiga usia fetus, semua oogonia yang bersifat diploid
telah selesai dibentuk dan siap memasuki tahap pembelahan. Semula oogonia membelah
secara mitosis menghasilkan oosit primer. Pada perkembangan fetus selanjutnya, semua oosit
primer membelah secara miosis, tetapi hanya sampai fase profase. Pembelahan miosis
tersebut berhenti hingga bayi perempuan dilahirkan, ovariumnya mampu menghasilkan
sekitar 2 juta oosit primer mengalami kematian setiap hari sampai masa pubertas. Memasuki
PBL Blok 10 Universitas Kristen Krida Wacana

18

masa pubertas, oosit melanjutkan pembelahan miosis I. hasil pembelahan tersebut berupa dua
sel haploid, satu sel yang besar disebut oosit sekunder dan satu sel berukuran lebih kecil
disebut badan kutub primer.8
Pada tahap selanjutnya, oosit sekunder dan badan kutub primer akan mengalami
pembelahan miosis II. Pada saat itu, oosit sekunder akan membelah menjadi dua sel, yaitu
satu sel berukuran normal disebut ootid dan satu lagi berukuran lebih kecil disebut badan
polar sekunder. Badan kutub tersebut bergabung dengan dua badan kutub sekunder lainnya
yang berasal dari pembelahan badan kutub primer sehingga diperoleh tiga badan kutub
sekunder. Ootid mengalami perkembangan lebih lanjut menjadi ovum matang, sedangkan
ketiga

badan

kutub

mengalami

degenerasi

(hancur).

Dengan

demikian

dapat

disimpulkan bahwa pada oogenesis hanya menghasilkan satu ovum.8

Gambar 12. Oogenesis


Sumber: http://bio.classes.ucsc.edu/bio80af/FiguresandIlustrations/Oogenesis%20copy.gif
Hormon - Hormon yang Berperan dalam Proses Oogenesis
Proses pembentukan oogenesis dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon. Pada wanita
usia reproduksi terjadi siklus menstruasi oleh aktifnya aksis hipothalamus-hipofisis-ovarium.
Hipothalamus menghasilkan hormon GnRH (gonadotropin releasing hormone yang
menstimulasi hipofisis mensekresi hormon FSH (follicle stimulating hormone) dan LH
(lutinuezing hormon). FSH dan LH menyebabkan serangkaian proses di ovarium sehingga
PBL Blok 10 Universitas Kristen Krida Wacana

19

terjadi sekresi hormon estrogen dan progesteron. LH merangsang korpus luteum untuk
menghasilkan hormon progesteron dan meransang ovulasi. Pada masa pubertas, progesteron
memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder. FSH merangsang ovulasi dan meransang folikel
untuk membentuk estrogen, memacu perkembangan folikel. Hormon prolaktin merangsang
produksi susu.6
Mekanisme umpan balik positif dan negatif aksis hipothalamus hipofisis ovarium.
Tingginya kadar FSH dan LH akan menghambat sekresi hormon GnRH oleh hipothalamus.
Sedangkan peningkatan kadar estrogen dan progesteron dapat menstimulasi (positif feedback,
pada fase folikuler) maupun menghambat (inhibitory/negatif feedback, pada saat fase luteal)
sekresi FSH dan LH di hipofisis atau GnRH di hipothalamus.6

Gambar 13. Hormon-hormon yang berperan dalam oogenesis


Sumber: http://djjars.blogspot.com/2012/04/pengertian-pubertas-pria-dan-wanita.html
Pembahasan Skenario
Dalam skenario kali ini disebutkan bahwa seorang siswi SMP berusia 13 tahun,
mengalami nyeri perut bagian bawah setiap bulan. Ia heran karena teman-teman perempuan
di sekolahnya secara rutin setiap bulan mengeluarkan darah dari kemaluannya, sedangkan ia
sendiri belum pernah. Berdasarkan pembahasan salah satu faktor yang bisa menjadi penyebab
yang dialami siswi ini adalah kelainan bawaan dari lahir pada hymen vagina. Hymen yang
merupakan selaput tipis yang terdapat atau menutupi orificium vagina seharusnya memiliki
selaput dara yang berlubang, tetapi bisa terjadi kelainan kongenital tidak adanya lubang pada
hymen. Hal ini mengakibatkan pada seorang anak yang mengalami menstruasi darah tidak
bisa keluar karena tidak ada jalan keluar dari vagina. Biasanya perempuan dengan kondisi ini
PBL Blok 10 Universitas Kristen Krida Wacana

20

akan mengeluh nyeri perut tiap bulan, tetapi tidak ada darah yang keluar dari vagina, padahal
dia sudah memasuki masa pubertas. Pada keadaan ini darah akan tertimbun di vagina ataupun
rahim.
Kesimpulan
Pada wanita yang sudah masuk usia pubertas akan mengalami menstruasi rata-rata
setiap bulan. Siklus menstruasi di pengaruhi oleh hubungan timbal balik hormon-hormon
yang dihasilkan oleh ovarium-hipotalamus-hypofisis

anterior. Hormon-hormon tersebut

menimbulkan perubahan-perubahan pada folikel ovum maupun uterus yang dipersiapkan


sebenarnya untuk kehamilan. Karena tidak terjadi pembuahan maka lapisan endometrium
yang sudah menebal dan dipersiapkan akan luruh beserta dengan darah dan terjadi
menstruasi.
Namun jika terdapat kelainan bawaan lahir seperti dalam kasus kali ini yaitu memiliki
hymen yang tidak berlubang, maka darah mens tidak memiliki jalan keluar sehingga akan
tertimbun di vagina maupun uterus. Orang dengan kondisi ini akan mengeluh sakit perut tiap
bulan tapi tidak ada darah yang keluar.
Daftar Pustaka
1. Sloane E. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Jakarta: EGC; 2003. h. 353-8.
2. Manuaba IBG, Manuaba IAC, Manuaba IBGF. Pengantar kuliah obstetri. Jakarta:
EGC; 2007.
3. Faiz O, Moffat D. At a glance anatomi. Jakarta: Erlangga Medical Series; 2008.
4. Gibson J. Fisiologi & anatomi modern untuk perawat. Jakarta: EGC; 2003.
5. Heffner LJ, Schust DJ. At a glance sistem reproduksi. Ed 2. Jakarta: Erlangga; 2004.
6. Pearce EC. Anatomi dan fisiologi untuk paramedis. Jakarta: PT Gramedia; 2003.
7. Eroschenko VP. Atlas histologi diFoire. Ed.11. Jakarta: EGC; 2010. h. 453-78.
8. Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Ed 6. Jakarta: EGC; 2011. h. 833-44.
9. Ganong WF. Fisiologi kedokteran. Ed 17. Jakarta: EGC; 2006. h. 426-37.

PBL Blok 10 Universitas Kristen Krida Wacana

21