Anda di halaman 1dari 2

Pelanggaran etika bisnis yang bisa dilakukan drg :

1. Memberikan layanan kesehatan di bawah standart yang baku


Ex : obat2, tidak profesional, tidak memiliki kompetensi yang memadai
2. Menyalahi protap dan sop dalam menangani pasien
3. Tidak memberikan resep/ treatment sesuai kasus yang dihadapi pasie
4. Jangan bekerjasama dengan perusahaan farmasi atau alat kesehatan
5. Tidak membaca indikasi obat
6. Memberikan obat yang tidak direkomendasikan BPOM
7. Jangan memberi pasien peralatan yang tidak meyakinkan
8. Memberikan obat/ peralatan kesehatan yang mengandung cacat tersembunyi (ex: expired
obat)
9. Jangan memberi janji kesembuhan yang sifatnya belum pasti
10. Jangan memberikan obat yang tidak direkomendasikan/ di luar teori
11. Memungut bayaran yang melebihi ambang batas tingkat kewajaran
12. Menetapkan tarif yang sifatnya diskriminatif
13. Mendorong melakukan kegiatan penanganan/ pengobatan menurut kewajarannya bersifat
memperpanjang waktu
14. Memberikan informasi yang menakutkan, menyakitkan, membingungkan

Relevansi drg untuk mengerti / memahami etika bisnis


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Dapat digunakan dasar atau pedomandalam menjalankan kegiatan bisnis


Untuk menjalankan profesi agar profesional
Tidak berusaha sedikitpun merugikan atau mengecewakan pasien
Mengeliminir terjadinya malpraktik
Tidak terjebak oleh taktik dan strategi pelaku bisnis
Dapat memberdakan kegiatan yang termasuk etika bisnis yang termasuk pelanggaran bisnis
Melatih untuk mengedepankan transparansi dan tanggung jawab terhadap pekerjaan
Dapat menentukan sebagai pribadi yang beretika tinggi

Komponen misi
1. Tentukan siapa target dan apa manfaat yang diperolehnya? (stakeholder)
2. Apa yang dihasilkan atau apa yang ditawarkan
3. Hal layak sasaran (siapa objek, siapa yang akan merasakan dari hasil visi)
4. Teknologi yang dikembangkan apa
5. Harus mengarah kepada sesuatu yang bertambah maju/ berkembang
6. Menjelaskan filosofi yang intinya menjelaskan tentang etika
7. Ada kaitannya dengan konsep diri (apa yang membedakan aku dengan yang lain, atau apa
keunggulan yang aku punya)
8. Apa konsekuensi dan upaya yang dilakukan/citra public (missal kesembuhan pasien yang
diutamakan)
9. Misi yang ada kaitannya dengan kesehjateraan pegawai
10. misi yang ada kaitannya dengan pemodal/investor
11. perhatian thd lingkungan dan pemerintah

Isu strategis layanan kesehatan


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.

Peningkatan mutu layanan kepada pasien yang dituntut dalam akreditasi


Masalah pengelolaan lahan parkir dan keterbatasannya
Perlu dilengkapi dan ditambah sarana penunjang medis
Perlu dikembangan layanan rehabilitasi medis
Melakukan peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga medis
Memperbarui / menyempurnakan protap dan SOP
Menambah ruangan/daya tampung untuk pasien rawat inap
Melakukan modifikasi / menambag ruangan dan jenis layanan jangan menawarkan
layanan yang itu2 saja
Mealakukan audit interna sebelum dilakukan asesor (audit interna untuk menghaluskan/
memperbaiki layanan sebelum diaudit)
Melakukan kerjasama dengan institusi layanan kesehatan yang lain
Perlu dilakukan peninjauan/ penataan kembali daur ulang limbah
Melakukan pengukuran kinerja kepada mereka yang bekerja di industri kesehatan
Mengoptimlaisasikan waktu/ jam pelayanan medis 24/7
Mempersiapkan diri sebagai lembaga kesehatan yang berstandar internasional
Perlu merekrut tenaga2 baru untuk menampung bagi mereka yang butuh layanan
Menyiapkan dana talangan untuk operasional kegiatan
Mengembangkan pengobatan alternatif dan pengobatan herbal

Ditulis dalam renop berbentuk pelayanan 5W+1H


1.
Meningkatkan kualitas layanan kesehatan
- Apa
- Mengapa
- Bagaimana
- Kapan
- Dimana
- Siapa
- berapa
memberikan perlindungan kepada pasien yang berbentuk kepastian, jaminan dan kualitas layanan
meningkat. Mengapa perlu kepastian ?
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

adanya keraguan dari pasien terhadap layanan kesehatan yang diberikan


selalu meningkatkan dari profesionalisme, kompetensi mengupdate terkini
mendorong dokter gigi untuk selalu belajar menjalani profesinya itu dengan tulus ikhlas
pelayanan yang diberikan melebihi yang diharapkan
untuk mencegah dan mengeliminir terjadinya konflik dengan pasien
menghindari terjadinya praktek monopolo tak terbatas
jangan sekali-sekali mengurangi hak pasien
menghindari kolusi nepotisme dengan pelaku bisnis dan sesama kolega drg
dapat mengambil keputusan etis
harus memberikan perlindungan dan jaminan terhadap pasien