Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA)


DI PUSKESMAS BALONGSARI SURABAYA

OLEH
LUTHFI RIZKI FITRIANA
011311223027

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIDAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
2014

SATUAN ACARA PENYULUHAN


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pokok bahasan
: ISPA
Sasaran
: 20 ibu pengunjung Puskesmas Balongsari Surabaya
Hari ,Tanggal
: Kamis, 12 Desember 2014
Waktu
: 07.45 - 08.00 WIB
Tempat
: Ruang Tunggu Poli KIA Puskesmas Balongsari Surabaya
Tujuan
A. Tujuan Umum
Peserta penyuluhan mendapat informasi dan mengerti tentang ISPA
B. Tujuan Khusus
a) Peserta penyuluhan mengetahui definisi ISPA
b) Peserta penyuluhan mengetahui tanda dan gejala ISPA
c) Peserta penyuluhan memahami tanda bahaya ISPA
d) Peserta penyuluhan mengetahui perawatan di rumah pada ISPA
e) Peserta penyuluhan memahami pencegahan ISPA

7. Media dan Metode Penyuluhan


a) Media : leaflet
b) Metode : ceramah dan diskusi
8. Materi
Terlampir
9. Kegiatan Penyuluhan
No. Kegiatan
1

Waktu

Proporsi

Kegiatan

Kegiatan Peserta

Media/metode

Pembukaan 07.45

Waktu
1 menit

Penyuluhan
Salam Pembuka

Menjawab salam

07.46

1 menit

Perkenalan

Memperhatikan

07.47

1 menit

Menjelaskan

Memperhatikan

Sound system
Ceramah
Sound system
Ceramah
Sound system
Ceramah

materi yang
akan
2.

Penyuluhan 07.48

10 menit

disampaikan
Menjelaskan
materi tentang:
1. Definisi ISPA
2. Tanda dan
gejala ISPA
3. tanda bahaya

Memperhatikan

Leaflet
Ceramah

ISPA
4. Perawatan di
rumah pada
ISPA
5. Pencegahan
Penutup

07.58

2 menit

ISPA
Diskusi dan

Memberikan dan

tanya jawab

menjawab

diskusi

pertanyaan
10. Kriteria Evaluasi
No
1

Kriteria Evaluasi
Evaluasi Struktur

Evaluasi Proses

Keterangan
SAP telah dibuat sebelum acara penyuluhan
Peserta hadir di tempat penyuluhan dengan maksimal
keterlambatan 15 menit
Tempat penyuluhan telah disiapkan
Media untuk menyuluh telah selesai dicetak dan disiapkan
Peserta antusias dengan materi yang diberikan saat

penyuluhan
Peserta aktif bertanya tentang materi penyuluhan
Kriteria jumlah kehadiran melebihi dari jumlah minimal

yang ditetapkan
Peserta dapat menyebutkan tanda-tanda ISPA saat di sesi

Evaluasi Hasil

diskusi dengan pemateri


TINJAUAN TEORI
1. Definisi ISPA
ISPA sering diartikan sebagai infeksi saluran pernapasan atas, yang benar ISPA adalah
infeksi saluran pernapasan akut. Ispa meliputi saluran pernapasan bagian bawah dan
bagian atas.
ISPA adalah infeksi saluran pernapasan yang berlangsung sampai 14 hari. Yang
dimaksud dengan saluran pernapasan adalah organ mulai dari hidung sampai gelembung
paru, beserta organ-organ disekitarnya seperti : sinus, ruang telinga tengah dan selaput
paru.
Infeksi saluran pernapasan adalah suatu keadaan dimana saluran pernapasan (hidung,
pharing, laring) mengalami inflamasi yang menyebabkan terjadi obstruksi jalan nafas
dan akan menyebabkan retraksi dinding dada pada saat melakukan pernapasan. Infeksi

saluran nafas adalah penurunan kemampuan pertahanan alami jalan nafas dalam
menghadapi organism asing (Benny, 2010).
ISPA dapat ditularkan melalui air ludah, darah, bersin, udara pernapasan yang
mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat kesaluran pernapasannya
2. Tanda dan gejala ISPA
Penyakit ini biasanya dimanifestasikan dalam bentuk adanya demam, adanya
obstruksi hidung dengan secret yang encer sampai dengan membuntu saluran
pernapasan, balita menjadi gelisah dan susah atau bahkan sama sekali tidak mau
minum (Benny, 2010).
Tanda gejala yang muncul ialah (Benny, 2010):
a. Demam, pada neonatus mungkin jarang terjadi tetapi gejala demam muncul jika
anak sudah mencaapai usia 6 bulan sampai dengan 3 tahun. Seringkali demam muncul
sebagai tanda pertama terjadinya infeksi. Suhu tubuh bisa mencapai 39,5OC-40,5OC.
b. Meningismus, adalah tanda meningeal tanpa adanya infeksi pada meningens,
biasanya terjadi selama periodik bayi mengalami panas, gejalanya adalah nyeri
kepala, kaku dan nyeri pada punggung serta kuduk, terdapatnya tanda kernig dan
brudzinski.
c. Anorexia, biasa terjadi pada semua bayi yang mengalami sakit. Bayi akan menjadi
susah minum dan bhkan tidak mau minum.
d. Vomiting, biasanya muncul dalam periode sesaat tetapi juga bisa selama bayi
tersebut mengalami sakit.
e. Diare (mild transient diare), seringkali terjadi mengiringi infeksi saluran pernafasan
akibat infeksi virus.
f. Abdominal pain, nyeri pada abdomen mungkin disebabkan karena adanya
lymphadenitis mesenteric.
g. Sumbatan pada jalan nafas/ Nasal, pada saluran nafas yang sempit akan lebih
mudah tersumbat oleh karena banyaknya sekret.
h. Batuk, merupakan tanda umum dari tejadinya infeksi saluran pernafasan, mungkin
tanda ini merupakan tanda akut dari terjadinya infeksi saluran pernafasan.
i. Suara nafas, biasa terdapat wheezing, stridor, crackless, dan tidak terdapatnya suara
pernafasan.
3. Tanda-tanda bahaya
Pada umumnya suatu penyakit saluran pernapasan dimulai dengan keluhan-keluhan
dan gejala-gejala yang ringan. Dalam perjalanan penyakit mungkin gejala-gejala
menjadi lebih berat dan bila semakin berat dapat jatuh dalam keadaan kegagalan
pernapasan dan mungkin meninggal.

a. Tanda-tanda klinis
Pada sistem respiratorik adalah: tachypnea, napas tak teratur (apnea), retraksi
dinding thorak, napas cuping hidung, cyanosis, suara napas lemah atau hilang,
grunting expiratoir dan wheezing.
Pada sistem cardial adalah: tachycardia, bradycardiam, hypertensi, hypotensi
dan cardiac arrest.
Pada sistem cerebral adalah : gelisah, mudah terangsang, sakit kepala,
bingung, papil bendung, kejang dan coma.
Pada hal umum adalah : letih dan berkeringat banyak.
b. Tanda-tanda laboratoris
hypoxemia,
hypercapnia dan
acydosis (metabolik dan atau respiratorik) (4).
Tanda-tanda bahaya pada anak golongan umur 2 bulan sampai 5 tahun adalah: tidak
bisa minum, kejang, kesadaran menurun, stridor dan gizi buruk, sedangkan tanda
bahaya pada anak golongan umur kurang dari 2 bulan adalah: kurang bisa minum
(kemampuan minumnya menurun ampai kurang dari setengah volume yang biasa
diminumnya), kejang, kesadaran menurun, stridor, Wheezing, demam dan dingin.
4. Penatalaksanaan/perawatan di rumah
Beberapa hal yang perlu dikerjakan seorang ibu untuk mengatasi anaknya yang
menderita ISPA.
a. Mengatasi panas (demam)
Untuk anak usia 2 bulan samapi 5 tahun demam diatasi dengan memberikan
parasetamol atau dengan kompres, bayi dibawah 2 bulan dengan demam harus
segera dirujuk. Parasetamol diberikan 4 kali tiap 6 jam untuk waktu 2 hari.
Cara pemberiannya, tablet dibagi sesuai dengan dosisnya, kemudian digerus
dan diminumkan. Memberikan kompres, dengan menggunakan kain bersih,
celupkan pada air (tidak perlu air es).
b. Mengatasi batuk
Dianjurkan memberi obat batuk yang aman yaitu ramuan tradisional yaitu
jeruk nipis sendok teh dicampur dengan kecap atau madu sendok teh ,
diberikan tiga kali sehari.
c. Pemberian makanan

Berikan makanan yang cukup gizi, sedikit-sedikit tetapi berulang-ulang yaitu


lebih sering dari biasanya, lebih-lebih jika muntah. Pemberian ASI pada bayi
yang menyusu tetap diteruskan.
d. Pemberian minuman
Usahakan pemberian cairan (air putih, air buah dan sebagainya) lebih banyak
dari biasanya. Ini akan membantu mengencerkan dahak, kekurangan cairan
akan menambah parah sakit yang diderita.
e. Lain-lain
Tidak dianjurkan mengenakan pakaian atau selimut yang terlalu tebal dan
rapat, lebih-lebih pada anak dengan demam. Jika pilek, bersihkan hidung yang
berguna untuk mempercepat kesembuhan dan menghindari komplikasi yang
lebih parah. Usahakan lingkungan tempat tinggal yang sehat yaitu yang
berventilasi cukup dan tidak berasap. Apabila selama perawatan dirumah
keadaan anak memburuk maka dianjurkan untuk membawa kedokter atau
petugas kesehatan. Untuk penderita yang mendapat obat antibiotik, selain
tindakan diatas usahakan agar obat yang diperoleh tersebut diberikan dengan
benar selama 5 hari penuh. Dan untuk penderita yang mendapatkan antibiotik,
usahakan agar setelah 2 hari anak dibawa kembali kepetugas kesehatan untuk
pemeriksaan ulang. (Depkes RI, 2001)
5. Pencegahan
Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit ISPA pada anak
antara lain:
a. Mengusahakan agar anak memperoleh gizi yang baik, diantaranya dengan cara
memberikan makanan kepada anak yang mengandung cukup gizi.
b. Memberikan imunisasi yang lengkap kepada anak agar daya tahan tubuh terhadap
penyakit baik.
c. Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan agar tetap bersih.
d. Mencegah anak berhubungan dengan klien ISPA. Salah satunya adalah memakai
penutup hidung dan mulut ketika kontak langsung dengan anggota keluarga atau
orang yang sedang menderita penyakit ISPA. (Adhisty, 2013).