Anda di halaman 1dari 5

Kinematic Viscosity ASTM D - 445

Viscosity merupakan sifat internal fluida yang menolak untuk mengalir. Kata viscosity
juga dipakai sebagai ukuran keengganan/resistansi suatu fluida untuk mengalir. Ada
2 jenis viscosity, yaitu dynamic (atau absolute) viscosity dan kinematic viscosty.
Kinematic viscosity merupakan perbandingan dynamic viscosity terhadap density.
Satuan untuk dynamic viscosity adalah Pa s atau Ns/m2 (=1 Pa s) atau kg/m s (=1
Pa s) atau g/cm s (=0.1 Pa s) atau dyne s/cm2 (=0.1 Pa s) atau poise, P (0.1 Pa s)
atau centiPoise, cP (=0.01 P). Sedangkan satuan untuk kinematic viscosity adalah
m2/s atau Stoke, St (=0.0001 m2/s) atau Centistoke, cSt (=0.01 St).
Viscosity dari produk-produk perminyakan (petroleum) (dalam hal ini pelumas)
penting untuk diketahui karena nilai viscosity ini akan mempengaruhi sistem
penimbunan/storage-nya, handling-nya dan kondisi operasi-nya (didalam mesin
tentunya), terutama untuk Pelumas, atau karakteristik dari minyak pelumas jika di
aplikasikan dalam mesin yang sedang bekerja.
Pengukuran Kinematic Viscosity dengan metoda ASTM D-445 ( American Society
for Testing and Materials http://en.wikipedia.org/wiki/ASTM_International )
Pengukuran Kinematic Viscosity (ASTM D-445) adalah salah satu pengukuran ciriciri fisik yang penting dari minyak pelumas, Kinematic Viscosity ini berhubungan
dengan kekentalan atau merupakan salah satu persyaratan yang di tetapkan oleh
SAE (Society

of

Automotive

Engineers)

http://en.wikipedia.org/wiki/SAE_International atau ISO (International Organization


for Standardization) ; dalam spesifikasi teknik pelumas / minyak pelumas untuk
kendaraan bermotor /Industri . Persyaratan standar inilah yang harus di penuhi oleh
suatu pelumas.!! Jadi jika ada suatu pelumas, salah satu propertiesnya tidak masuk
standar, maka dapat dikatakan bahwa pelumas tersebut di luar standar yang telah
ditentukan.
ASTM

D-445

mengatur

prosedur

untuk

menentukan

kinematic

viscosity

produk-produk

perminyakan. Setelah kinematic viscosity diketahui, dynamic viscosity dapat diperoleh dengan
mengalikan kinematic viscosity tersebut dengan density.

Prinsip kerja alat ini adalah dengan mengukur waktu yang diperlukan oleh
sejumlah liquid yang mengalir dibawah gaya grafitasi dalam viscometer pada
kondisi temperature tertentu. Kinematic viscosity diperoleh dengan mengalikan

waktu yang diperoleh tersebut dengan konstanta viscometer sesuai hasil


kalibrasi.
Konfigurasi alat ukur kinematic viscosity sesuai ASTM D-445 adalah terdiri dari:
1) Viscometer & Holder; 2) Temperature Contolled Bath; 3) Temperature
Measuring Device; 4) Timing Device.
Berikut adalah Alat Ukur Kinematik Viscosity ASTM D-445 dari beberapa vendor.

Kembali pada metoda ASTM D-445 yang mengatur prosedur untuk menentukan
kinematic viscosity produk-produk perminyakan. Setelah kinematic viscosity
diketahui, dynamic viscosity dapat diperoleh dengan mengalikan kinematic viscosity
tersebut dengan density.
Untuk

metoda

ASTM

D-445

dapat

dilihat

di

download

dihttp://www.slideshare.net/ekokiswantoslide/astm-d-445
Alat uji untuk mengukur ASTM D-445 salah satunya adalah Visco Meter
(http://en.wikipedia.org/wiki/Viscometer ). Prinsip kerja alat ini adalah dengan
mengukur waktu yang diperlukan oleh sejumlah liquid yang mengalir dibawah gaya

grafitasi dalam viscometer pada kondisi temperature tertentu (biasanya pada


temperatur 40 dan 100 Derajat Celcius). Kinematic viscosity diperoleh dengan
mengalikan waktu yang diperoleh tersebut dengan konstanta viscometer sesuai hasil
kalibrasi.

Konfigurasi alat ukur kinematic viscosity sesuai ASTM D-445 adalah terdiri dari: 1)
Viscometer ; Holder; 2) Temperature Controlled Bath; 3) Temperature Measuring
Device; 4) Timing Device (stopwatch).

Figure 1viscometer tube


Figure 2visco bath

untuk cara pakai dan metodanya sebagai contoh, dapat di lihat dan download di :
http://www.slideshare.net/ekokiswantoslide/viscometer-canon
Standar Operating Procedure (SOP) dengan Cannon Fenske dapat di download
di http://www.slideshare.net/ekokiswantoslide/sop-cannon-fenskeviscometer

Nah jadi kagak usah bingung lagi deh liat tabel spesifikasi properties pelumas seperti
contoh di bawah ini :

Pembacaan tabel diatas adalah , (untuk uji properties nomer 3 saja) , sbb ;
Viscosity Kinematic Pelumas Turbolube ISO VG 32 (Dalam contoh ini adalah
pelumas turbin VG 32) dengan menggunakan metoda pengujian ASTM D-445 pada
temperatur 40 Derajat Celcius adalah 32,07 Centi Stoke dan pada temperatur 100
Derajat Celcius adalah 5,74 Centi Stoke.
Spesifikasi Pelumas ini (Viscosity Kinematik) dapat dibandingkan dengan kualifikasi
spesifikasi yang di syaratkan/direkomendasi oleh pabrik pembuat mesin turbin
antara lain (sebagai contoh negara Jerman, Inggris , US Amerika dll. Karena
masing-masing negara mengeluarkan Standarnya masing-masing !! Pilih standar
sesuai dengan mesin turbin yang kita miliki . Misalnya jika kita punya mesin turbin
Pratt & Witney maka ambil spesifikasi US)
- German Standard DIN 51515
- British Standard BS489:1983
- US Military MIL-L-17672D
- Solar Turbin ES 9-224
- Alsthom NBA P 5000 1A
- Alstom HTGD 90 117 V0001 S
- General Electric GEK 32568 F
- General Electrik GEK 101941A
- ABB
- Dll
Nah dengan Alat ukur tersebut diatas , Metode (SOP) dan ketentuan persyaratan
batas minimum dan batas maksimum dari propertiesViscosity Kinematic suatu
pelumas dapat di ambil suatu resume :

Dengan membandingkan antara standar internasionalnya dengan properties


suatu produk tertentu dapat di ambil suatu kesimpulan apakah suatu produk tersebut
sudah sesuai dengan spesifikasi internasional atau tidak

Atau juga penggunaan untuk pengendalian kualitas (QC). Apakah hasil


Pengujian dan Spesifikasi yang di keluarkan oleh SAE untuk minyak pelumas (uji
properties nomer 3 yaitu Viscosity Kinematic) terdapat dalam rentang spesifikasi
atau tidak sehingga dapat disimpulkan oleh QC (Quality Control). Apakah produk
dapat di release atau tidak ke pasaran.
Tapi dalam hal ini masih banyak uji properties lainnya yang harus di penuhi oleh
suatu pelumas sesuai dengan peryaratan SAE / ISO sebelum di release !!