Anda di halaman 1dari 26

Laporan Kasus

G3P2A0, 28 Tahun, Hamil 29 minggu, Janin I Hidup Intrauterine,


Presentasi Kepala, Punggung Kanan, Belum Inpartu dengan
Preeklamsia Berat

Pembimbing :
Dr. Ratna Trisiyani, Sp.OG

Oleh :
Vallensis Nurdiana Febriyanti (030.09.260)

Kepanitraan Klinik Ilmu Obstetri Ginekologi


RSUD Dr. Soeselo Slawi
Periode 23 Maret 2014 31 Mei 2014
Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti
1

BAB I
LAPORAN KASUS
I.

II.

IDENTITAS
Nama

: Ny. S

Jenis kelamin

: Perempuan

Umur

: 35 tahun

Pendidikan

: SMA

Pekerjaan

: Ibu rumah tangga

Agama

: Islam

Alamat

: Grabaglete RT 01 RW 06

Tgl. masuk RS

: 12 Mei 2014

No. RM

ANAMNESA
Dilakukan autoanamnesa pada tanggal 22 Mei 2014, pukul 13.45 WIB
A. Keluhan Utama
Pasien hamil 29 minggu dengan tekanan darah tinggi
(Pasien datang bersama petugas kesehatan membawa surat rujukan dari puskesmas
Pangkal dengan pre-eklamsia berat)
B. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien G3P2A0 hamil 29 minggu datang ke Ponek pada 12 Mei 2014 dengan
keluhan tekanan darah tinggi. Pasien diantar oleh petugas kesehatan membawa surat
rujukan dari Puskesmas Pangkal dengan tekanan darah 160/110 dan protein urine positif
(3+). Pasien mengaku tidak memiliki riwayat tekanan darah tinggi sebelumnya. Pasien
juga mengeluh pusing dan mual. Kedua kaki pasien bengkak sejak 1 minggu yang lalu.
Keluhan pandangan kabur, batuk, muntah, sesak, nyeri ulu hati, riwayat kejang, dan
riwayat BAK sedikit disangkal. Riwayat perut kencang-kencang, lendir, flek dan darah
dari jalan lahir, ataupun rembesan ketuban disangkal. Gerakan janin dirasakan selalu
aktif, tidak pernah melemah. Pasien datang dengan terpasang infus RL, mendapatkan
MgSO4 40% 4gr i.v, Nifedipin 1 tab dan terpasang DC, sejak pukul 10.00 WIB di
Puskesmas Pangkal. Advice dr. Grace saat di ponek: MgSO4 20% 6gr dalam 500cc RL,
Dopamet 3x500mg, Amlodipin 1x10 mg, Inj. Dexamethasone 2x6 mg, dan pemeriksaan
laboratorium.
2

Pasien menyangkal adanya riwayat hipertensi pada kehamilan sebelumnya. Buang


air kecil lancar, sebanyak 2-3 x sehari, berwarna kuning jernih, dan tidak berbau. Buang
air besar lancar, satu kali setiap harinya, konsistensi padat dan lunak.
C. Riwayat Haid
Menarche
: 12 tahun
Siklus haid
: teratur (28 hari)
Lama haid
: 7 hari
Banyaknya
: 3 kali ganti pembalut sehari
HPHT
: 26 Oktober 2013
Taksiran persalinan : 2 Juli 2014
Usia Kehamilan
: 29 minggu
D. Riwayat Pernikahan
Menikah satu kali saat usia 23 tahun.
E. Riwayat Obstetri
G3P2A0
I
Perempuan, BBL 2500 gram, aterm, partus spontan dengan presentasi kepala
di bidan. Usia 11 tahun.
II
Laki-laki, BBL 2600 gram, aterm, partus spontan dengan presentasi kepala di
bidan. Usia 9 tahun.
III
hamil saat ini
F. Riwayat ANC
Riwayat ANC sebanyak 2 kali di bidan dan 1 kali di Rumah sakit, pasien rutin
periksa. Pernah dilakukan pemeriksaan USG 1x pada usia kehamilan 28 minggu di
RSUD Dr. Soeselo, Slawi. Imunisasi TT tidak dilakukan.
G. Riwayat KB
Pasien menggunakan KB suntik setiap 3 bulan selama 9 tahun dan berhenti KB
suntik sejak 1 tahun yang lalu.
H. Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat hipertensi sebelum hamil sekarang (-), Diabetes Mellitus (-), Asthma (-),
Penyakit jantung (-), Hepatitis(-), TB paru (-), Riwayat alergi obat (-), Riwayat alergi
makanan (-).
I. Riwayat Penyakit Dalam Keluarga
Riwayat Hipertensi (-), Diabetes Mellitus (-), Asthma (-), Penyakit jantung (-),
Hepatitis(-), TB paru (-), Riwayat kembar dalam keluarga (-).
III.

PEMERIKSAAN FISIK
Status generalis
Keadaan umum
Kesadaran
Keadaan gizi

: Tampak sakit sedang


: Compos mentis
: Kesan gizi cukup
3

Tanda-tanda vital :
Tekanan darah
: 150/100 mmHg
Nadi
: 102 x/menit, reguler, isi cukup
Suhu
: 36,6oC (diukur di axilla)
Pernapasan
: 20 x/menit
Tinggi badan : 158 cm
Berat badan : 56 kg
BMI
: 21,87
Kepala :
- Mata : konjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-)
- THT : dalam batas normal
Leher :
- JVP tidak meningkat, tidak teraba pembesaran KGB di leher, tiroid tidak
membesar
Thoraks
Paru-paru
Inspeksi : Pergerakan dinding dada simetris saat statis dan dinamis
Palpasi
: ICS tidak melebar / menyempit, vocal fremitus simetris sama kuat
Perkusi : Sonor pada seluruh lapang paru
Auskultasi : suara napas vesikuler, rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Jantung
Inspeksi
Palpasi
Perkusi

: iktus kordis tidak tampak


: iktus kordis teraba pada sela iga V garis aksilaris anterior sinistra
: batas jantung kanan: sela iga III garis midklavikularis dextra
batas jantung kiri: sela iga V garis aksilaris anterior sinistra
Auskultasi : Bunyi Jantung I II reguler, tidak ada murmur, tidak ada gallop
Mamae : simetris, hiperpigmentasi pada areola, benjolan (-), retraksi (-)

Abdomen :
Inspeksi

: tampak perut membuncit dan membujur

Auskultasi : bising usus (+) 3x/menit


Palpasi

: nyeri tekan (-)

Ekstremitas : akral hangat +, edema ekstrimitas atas -/-, bawah +/+

Status Obstetrik
- Pemeriksaan Luar
Inspeksi
Tampak perut membuncit
Vagina urethra tenang, perdarahan aktif (-)
4

Palpasi
His (-)
TFU 21 cm
Taksiran Berat Janin : (21-12)x155 = 1395 gram
Pemeriksaan Leopold :

L I : teraba bagian bulat, lunak dan tidak melenting


L II : teraba bagian memanjang di kanan dan bagian-bagian
kecil di kiri
L III : teraba bagian bulat, keras, dan melenting
L IV: belum masuk PAP

Auskultasi
DJJ (+) Bayi :140 x/menit
Pemeriksaan Dalam
Vaginal toucher : tidak dilakukan

IV.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Darah rutin

13Mei

15-Mei

18-Mei

21Mei

22-Mei

25Mei

Satuan

Leukosit

H 12.7

H 13.7

H 15.9

H 11.7

9.9

H 22.3

10^3/ul

Eritrosit

4.7

4.7

4.7

4.7

4.5

4.2

10^6/ul

Hemoglobin
Hematokrit

15 .1
41

15 .1
41

14 .8
41

14.9
41

14 .2
39

13 .9
36

g/dl
%

Trombosit
Kimia Klinik
Gula Darah
Sewaktu
SGOT

L 136

159

L 86

L 82

L 135

259

10^3/ul

107
H 72

20

27

H 40

mg/dl
u/l

SGPT

H 44

24

24

H 33

u/l

83

Ureum

H 67.4

L 0,4

H 67.4

mg/Dl

Kreatinin

0.87

0.67

H 1.30

mg/Dl

Calcium
Protein urin

L 7.9
POS
(3+)

POS (3+)

mg/Dl

L 7.9

POS
(3+)

Rujuk
an

3.6 11.0
3.80 5.20
11.7 15.5
35 47
150400
75 140
13 33
6.0
30.0
17.1 42.8
0.40 1.00
8.8 10.0
Negati
f

Elektrolit
Kalium

3.90

3.90

mmol/L

Natrium

L 134.0

L 133.0

mmol/L

Chloride

H 106.0

H 107.0

mmol/L

V.

3.5 5.0
135.0 147.0
95.0 105.0

ELEKTROKARDIOGRAFI

Kesan: EKG dalam batas normal


VI.

ULTRASONOGRAFI

Hasil USG 15 Mei 2014

VII.

Janin presentasi kepala tunggal hidup


BPD (biparietal distance) 73 mm
AC (andominal circumstance) 228 mm
FL (femur length) 59 mm
EFW 1282 gram
Plasenta grade II -III
ICA dalam batas normal
RESUME
Pasien G3P2A0 hamil 29 minggu datang dengan keluhan tekanan darah tinggi.

Pasien membawa surat rujukan dari Puskesmas Pangkal dengan tekanan darah 160/110
dan protein urine positif (3+). Pasien mengaku tidak memiliki riwayat tekanan darah
tinggi sebelumnya. Pasien juga mengeluh pusing dan mual. Kedua kaki pasien bengkak
sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan pandangan kabur, batuk, muntah, sesak, nyeri ulu hati,
riwayat kejang, dan riwayat BAK sedikit disangkal. Tidak terdapat adanya perut
kencang-kencang, lendir, flek dan darah dari jalan lahir, ataupun rembesan ketuban.
Gerakan janin dirasakan selalu aktif, tidak ada gerakan janin yang melemah.
Pasien mengaku tidak ada riwayat hipertensi pada kehamilan sebelumnya. Buang
air kecil lancar, sebanyak 2-3 x sehari, berwarna kuning jernih, dan tidak berbau. Buang
air besar lancar, satu kali setiap harinya, konsistensi padat dan lunak.
Riwayat ANC sebanyak 3 kali di bidan, pasien rutin periksa. Pernah dilakukan
pemeriksaan USG 1x pada usia kehamilan 28 minggu. Imunisasi TT tidak dilakukan.
Pasien menggunakan KB suntik setiap 3 bulan selama 9 tahun dan berhenti KB suntik
sejak 1 tahun yang lalu.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan:

Status generalis
Keadaan umum
Kesadaran
Keadaan gizi
Tanda-tanda vital :
Tekanan darah
Nadi
Suhu
Pernapasan
Tinggi badan : 158 cm
Berat badan : 56 kg
BMI
: 21,87
Kepala :

: Tampak sakit sedang


: Compos mentis
: Kesan gizi cukup
: 150/100 mmHg
: 102 x/menit, reguler, isi cukup
: 36,6oC (diukur di axilla)
: 20 x/menit

Mata : konjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-)


THT : dalam batas normal
Leher :
JVP tidak meningkat, tidak teraba pembesaran KGB di leher, tiroid tidak
membesar
Thoraks: Jantung dan paru dalam batas normal
Abdomen :
Inspeksi

: tampak perut membuncit dan membujur

Auskultasi : bising usus (+) 3x/menit


Palpasi

: nyeri tekan (-)

Ekstremitas : akral hangat +, edema ekstrimitas atas -/-, bawah +/+


Pada pemeriksaan Obstetrik didapatkan:
Status Obstetrik
Pemeriksaan Luar
Inspeksi
Tampak perut membuncit
Vagina urethra tenang, perdarahan aktif (-)
Palpasi
His (-)
TFU 21 cm
Taksiran Berat Janin : (21-12)x155 = 1395 gram
Pemeriksaan Leopold :

L I : teraba bagian bulat, lunak dan tidak melenting


L II : teraba bagian memanjang di kanan dan bagian-bagian
kecil di kiri
L III : teraba bagian bulat, keras, dan melenting
L IV: belum masuk PAP

Auskultasi
DJJ (+) Bayi :140 x/menit
Pemeriksaan Dalam
Vaginal toucher : tidak dilakukan

.
Hasil laboratorium pada tanggal 13 Mei 2014 didapatkan Leukosit 12.300/Ul , Trombosit
136.000/uL , SGOT 72 U/L , SGPT 44 U/L dan protein urin positif +3. 15 Mei 2014 Leukosit
13.700/uL , protein urin positif +3, Natrium 134.0 mmol/L, Chlorida 106.0 , Ureum 67.4 mg/dl,
Calcium 7.9 mg/dl . 18 Mei 2014 Leukosit 15.900/ul , Trombosit 86.000/ul , Ureum 0.4 mg/dl ,
S,Typhi O 1/640 . 21 Mei 2014 Leukosit 11.700/ul , Trombosit 82.000/ul , Natrium 133 mmol/L ,

Chlorida 107.0 , Creatinin 1.30 , Calcium 7.6 . 22 Mei 2014 Trombosit 135.000/ul , Protein Urine
Pos (3+), SGOT 40 u/l , SGPT 33 u/l . 25 Mei 2014 Lekosit 22.300/ul , Trombosit 259.000 Normal.
Hasil pemeriksaan USG 15 Mei 2014: Janin presentasi kepala tunggal hidup, plasenta grade II-III,
taksiran berat janin 1282 gram. EKG: dalam batas normal.

VIII. DIAGNOSIS KERJA

Ibu
G3P2A0, 35 tahun, hamil 29 minggu, janin I hidup intrauterine, presentasi kepala,
punggung kanan, belum inpartu dengan pre eklamsia berat dan parsial HELLP Syndrom.

Janin
Janin I, hidup intrauterine, presentasi kepala, punggung kanan, kepala belum masuk pintu
atas panggul.

IX.

PENATALAKSANAAN

Non medikamentosa
-

Pengawasan tanda vital, balance cairan, his, DJJ, tanda inpartu.

Observasi tanda pre eklamsia berat dan impending eclamsia, tanda gawat janin,
adanya komplikasi (solusio plasenta, edema paru)

Pemeriksaan laboratorium (darah rutin, fungsi ginjal dan hati, protein urin)

USG (pertumbuhan janin dan jumlah cairan amnion)

Konsul Spesialis Penyakit Dalam

Konsul Spesialis Mata

Medika mentosa
-

Rawat di rumah sakit

Oksigenasi 3 liter/menit

RL 20 tpm

Loading: MgSO4 40% 4 gr bolus i.v dalam 15 menit

Mentainance: MgSO4 20% 6 gr dalam 500 cc RL/6 jam

Dopamet 3 x 500 mg tab.


9

Dexamethason 2 x 6 gr i.v untuk pematangan paru janin (2 hari)

Dexamethason 2x 10 gr i.v pada jumlah trombosit <100.000/ul hingga jumlah


trombosit menjadi >100.000/ul

X.

PROGNOSIS
Ibu
Ad vitam

: ad bonam

Ad sanationam

: dubia ad malam

Ad fungsionam

: dubia ad bonam

Janin
Ad vitam

XI.

: dubia ad bonam

FOLLOW UP

Tanggal
13/05/14

Subjektif
Pusing (+)

Objektif
TSS/CM

Assesment
G3P2A0, 35

Planning
MgSO4 20% 6 gr/RL

07.30

Kaki

T : 160/100

thn, H 29

500cc/6 jam 20 tpm

bengkak (+)

N : 80 x/mnt

mg, Janin I

Amlodipin 1 x 10 mg

Pandangan

S : 36.5 C

hidup

Dopamet 3 x 500 mg

kabur (-)

P : 18x/mnt

intrauterine,

Dexametason 2 x 6gr (2

Mual (-)

Mata : CA -/-

preskep,

hari)

Muntah (-)

Thorax :BJ I-II reg,M(-), belum

Observasi KU, TV, his,

Sesak (-)

G(-)

DJJ,

Nyeri

SNV, Rh -/-, Wh -/-

eclamsia

epigastrium

Abd : dbn

EKG

(-)

Eks : oedem tungkai +/+

BAK pada

DJJ : 146 dpm

inpartu, PEB

tanda

impending

DC sedikit
(-)
Gerakan
14/05/14

janin (+)
Pusing (+)

TSS/CM

G3P2A0, 35

Stop obat anti hipertensi

07.00

Kedua kaki

T : 120/80

thn, H 29

Stop MgSO4
10

bengkak (+)

N : 72 x/mnt

mg, Janin I

Sulfas Ferosus 1x1 tab.

Pandangan

S : 36.5 C

hidup

kabur (-)

P : 20x/mnt

intrauterine,

Observasi KU, TV, his,

Mual (-)

Mata : CA -/-

preskep,

DJJ,

Muntah (-)

Thorax :BJ I-II reg,M(-), belum

Sesak (-)

G(-)

Nyeri

SNV, Rh -/-, Wh -/-

epigastrium

Abd : BU +, supel, NT -

(-)

Eks : oedem tungkai +/+

BAK pada

DJJ : 140 dpm

tanda

impending

eclamsia

inpartu, PEB

DC sedikit
(-)

Laboratorium 13/5/14:

Gerakan

Leukosit 12.300/Ul ,

janin (+)

Trombosit 136.000/uL
, SGOT 72 U/L ,
SGPT 44 U/L dan
protein urin positif +3

15/05/14
08.00

Pusing (+)

TSS/CM

G3P2A0, 35

Dopamet 3 x 500 mg

Sulit tidur

T : 140/100

thn, H 29

Vit BC/C/SF 2x1 tab

(+)

N : 88 x/mnt

mg, Janin I

Pandangan

S : 36.4 C

hidup

Cek darah rutin, Ureum,

kabur (-)

P : 20x/mnt

intrauterine,

Kreatnin

Mual (-)

Mata : CA -/-

preskep,

Muntah (-)

Thorax :BJ I-II reg,M(-), belum

Sesak (-)

G(-)

Nyeri

SNV, Rh -/-, Wh -/-

epigastrium

Abd : BU +, supel, NT -

(-)

Eks : oedem tungkai +/+

BAK pada

DJJ : 148 dpm

USG sore

inpartu, PEB

11

DC sedikit
(-)
Gerakan
janin (+)
16.00

Laboratorium
15/5/14 :
Leukosit 13.700/uL ,
protein urin positif +3,
Natrium

134.0

mmol/L,

Chlorida

106.0 , Ureum 67.4


mg/dl,

Calcium

7.9

mg/dl .

17.00

USG :
Janin presentasi kepala
tunggal hidup
Plasenta grade II -III
BPD(biparietal
distance) 73 mm
AC

(andominal

circumstance) 228 mm
FL (femur length) 59
mm
12

EFW 1282 gram


ICA dbn

16/05/14
07.30

Pusing (+)

TSS/CM

G3P2A0, 35

Dopamet 3x500mg

Selang DC

T : 160/100

thn, H 29

Konsul UPD

terasa nyeri

N : 88 x/mnt

mg, Janin I

(+)

S : 36.3 C

hidup

Pandangan

P : 18 x/mnt

intrauterine,

kabur (-)

Mata : CA -/-

preskep,

Mual (-)

Thorax :BJ I-II reg,M(-), belum

Jawaban UPD 13.00:

Muntah (-)

G(-)

Dopamet 3x500mg

Sesak (-)

SNV, Rh -/-, Wh -/-

Amlodipin 1x10mg

Nyeri

Abd : BU +, supel, NT -

ISDN 3x1tab

epigastrium

Eks : oedem tungkai +/+

(-)

DJJ : 140 dpm

inpartu, PEB

BAK pada
DC sedikit
(-)
Gerakan
17/05/14

janin (+
Pusing (+)

TSS/CM

G3P2A0, 35

Terapi lain lanjut

berkurang

T : 130/90

thn, H 29

Dopamet 3x250 mg

BAB cair (+)

N : 96 x/mnt

mg, Janin I
13

Pandangan

S : 36.4 C

hidup

kabur (-)

P : 18x/mnt

intrauterine,

Mual (-)

Mata : CA -/-

preskep,

Muntah (-)

Thorax :BJ I-II reg,M(-), belum

Sesak (-)

G(-)

Nyeri

SNV, Rh -/-, Wh -/-

epigastrium

Abd : BU +, supel, NT -

(-)

Eks : oedem tungkai +/+

BAK pada

DJJ : 144 dpm

inpartu, PEB

DC sedikit
(-) Gerakan
18/05/14
08.00

janin (+)

TSS/CM

G3P2A0, 35

Dopamet 3x250mg

Pusing (+)

T : 130/90

thn, H 29

berkurang

N : 96 x/mnt

mg, Janin I

Cek Darah Rutin, Fungsi

BAB cair (+)

S : 36.4 C

hidup

hati dan ginjal

Pandangan

P : 18x/mnt

intrauterine,

kabur (-)

Mata : CA -/-

preskep,

Mual (-)

Thorax :BJ I-II reg,M(-), belum

Muntah (-)

G(-)

Sesak (-)

SNV, Rh -/-, Wh -/-

Nyeri

Abd : BU +, supel, NT -

epigastrium

Eks : oedem tungkai +/+

(-)

DJJ : 138 dpm

inpartu, PEB

BAK pada
DC sedikit
(-) Gerakan
janin (+)

19/05/14

Pusing (+)

TSS/CM

G3P2A0, 35 Inf. RL 20tpm

08.00

berkurang

T : 150/100

thn,

29 Dopamet 3x250mg
14

Mual (+)

N : 88 x/mnt

mg, Janin I Dexamethason

Pandangan

S : 37.8 C

hidup

kabur (-)

P : 18 x/mnt

intrauterine,

Muntah (-)

Mata : CA -/-, SI -/-

preskep,

Sesak (-)

Thorax : SNV +/+

belum

Nyeri

Wheezing -/- ronkhi -/-

inpartu, PEB

epigastrium

Abd : Supel, NT (-), BU

dengan

(-)

(+)

parsial

BAK pada

Eks : oedem tungkai +/+

HELLP

DC sedikit

DJJ : 144 dpm

Syndrom

2x10mg/12 jam

(-) Gerakan
janin (+)

Laboratorium 18/05/14
23.50:
Leukosit 15.900/ul ,
Trombosit 86.000/ul ,

20/05/14

Ureum 0.4 mg/dl ,


Tidak napsu TSS/CM

G3P2A0, 35

Terapi lain lanjut

makan (+)

T : 150/100

thn, H 29

Dopamet 3x250mg

Mual (+)

N : 88 x/mnt

mg, Janin I

Dexamethason

Pandangan

S : 36.3 C

hidup

2x10mg/12 jam

kabur (-)

P : 18 x/mnt

intrauterine,

Muntah (-)

Mata : CA -/-, SI -/-

preskep,

Cek Darah rutin, SGOT

Sesak (-)

Thorax : dbn

belum

SGPT

Nyeri

Abd : dbn

inpartu, PEB

epigastrium

Eks : oedem tungkai +/+

dengan

(-)

DJJ : 138 dpm

parsial

BAK pada

HELLP

DC sedikit

Syndrom

(-) Gerakan
janin (+)
21/05/14

Pusing (+)

TSS/CM

G3P2A0, 35 Terapi lanjut


15

08.00

Mual (+)

T : 150/90

thn,

29 Dopamet 3x250gr

Pandangan

N : 104 x/mnt

mg, Janin I Dexamethason

kabur (-)

S : 36.3 C

hidup

Muntah (-)

P : 20 x/mnt

intrauterine,

Sesak (-)

Mata : CA -/-, SI -/-

preskep,

Nyeri

Thorax : SNV +/+

belum

epigastrium

Wheezing -/- ronkhi -/-

inpartu, PEB

(-)

Abd : Supel, NT (-), BU

dengan

BAK pada

(+)

parsial

DC sedikit

Eks : oedem tungkai +/+

HELLP

(-) Gerakan

DJJ : 140 dpm

Syndrom

janin (+)

Laboratorium

2x10gr/12jam

21/5/2014:
Leukosit 11.700/ul ,
Trombosit 82.000/ul ,
Natrium 133 mmol/L ,

22/05/14

Chlorida

107.0

Creatinin

1.30

Calcium 7.6 .
Napsu makan TSS/CM

G3P2A0, 35 Terapi lanjut

menurun (+)

T : 140/100

thn,

Sulit tidur

N : 102 x/mnt

mg, Janin I Cek DJJ ketat

(+)

S : 36.3 C

hidup

Pusing (-)

P : 20 x/mnt

intrauterine,

Dr. Jaenudin:

Pandangan

Mata : CA -/-, SI -/-

preskep,

Pro terminasi kehamilan

kabur (-)

Thorax : SNV +/+

belum

Induced consent

Muntah (-)

Wheezing -/- ronkhi -/-

inpartu, PEB

Sesak (-)

Abd : Supel, NT (-), BU

dengan

Nyeri

(+)

parsial

epigastrium

Eks : oedem tungkai +/+

HELLP

(-)

DJJ : 136 dpm

Syndrom

29 Oksigenasi 3L/mnt

16

BAK pada

Pasien pindah ke VK

DC sedikit

23/05/14

(-) Gerakan

Laboratorium 22 Mei

janin (+)

2014 :
Trombosit 135.000/ul ,
Protein Urine Pos (3+),
SGOT 40 u/l , SGPT
33 u/l

23/5/14

Pusing (+)

07.00

Sulit

TSS/CM

BAB T : 160/100

G3P2A0, 35 O2 3L/menit
thn,

29 Dexamethasone

(+)

N : 84 x/mnt

mg, Janin I 2x5mg/12 jam

Mual (-)

S : 36.3 C

hidup

Pandangan

P : 20 x/mnt

intrauterine,

kabur (-)

Mata : CA -/-, SI -/-

preskep,

Persiapan

Muntah (-)

Thorax : SNV +/+

belum

dengan Misoprostol

Batuk (-)

Wheezing -/- ronkhi -/-

inpartu, PEB tablet sublingual

Sesak (-)

Abd : Supel, NT (-), BU

dengan

Nyeri

(+)

parsial

Pasien dipindahkan ke

epigastrium

Eks : oedem tungkai +/+

HELLP

VK

(-)

DJJ : 140 dpm

Syndrom

Perut

TSS/CM

G3P2A0, 35 Induksi

dengan

kencang-

T: 140/90

thn,

Terminasi

BAK pada
DC sedikit
(-) Gerakan
janin (+)

15.00

29 Misoprostol

17

tab

kencang (-)

N:92x

mg, Janin I sublingual

Lendir dari

S: 36,3 C

hidup

jalan lahir (-)

RR: 18x

intrauterine,

Observasi KU, TV, his,

preskep,

DJJ

Flek dari
jalan lahir (-)

TFU: 21 cm

belum

Gerakan

Lepold I: bokong

inpartu, PEB

janin (+)

Leopold II: punggung

dengan

kanan

parsial

Leopold III: kepala

HELLP

Leopold IV: sudah

Syndrom

masuk pap
DJJ: 134 dpm
VT: dilatasi servix 1cm,
pendataran 40%, kepala
Hodge I, porsio tebal
lunak, posisi servix
pertengahan, selaput
ketuban (+)
21.00

Perut

TSS/CM

Misoprostol

1.4

tab

kencang-

T: 140/90

sublingual

kencang (-)

N:102x

Observasi KU, TV, his,

Lendir dari

S: 36,3 C

DJJ

jalan lahir (-)

RR: 20x

Flek dari
jalan lahir (-)

DJJ: 144x

Gerakan
janin (+)

VT: dilatasi servix 2cm,


pendataran 40%, kepala
18

Hodge I, porsio tebal


lunak, posisi servix
pertengahan, selaput
ketuban (+)
24.00

Perut

TSS/CM

G3P2A0, 35 Observasi KU, TV, his,

kencang-

T: 150/90

thn,

kencang (+)

N:110x

mg, Janin I Kosongkan

Lendir

dari S: 36,3 C

jalan lahir (-)


Flek

RR: 20x

dari

29 DJJ

hidup

kemih

intrauterine,
preskep,

jalan lahir (-)

DJJ: 138x

partus

Gerakan

His: 2x10x20

prematorus,

janin

aktif

(+)

Kandung

PEB dengan
VT: dilatasi servix 4cm,

parsial

pendataran 60%, kepala

HELLP

Hodge I, porsio tebal

Syndrom

lunak, posisi servix


pertengahan, selaput
ketuban (+)
24/5/14

Rasa ingin

TSS/CM

G3P2A0, 35 Pimpin

03.05

mengedan

T : 150/100

thn,

(+)

N : 124 x/mnt

mg, Janin I

Rasa ingin

S : 37.0 C

hidup

Pengawasan KU, TV, hid,

BAB (+)

P : 26 x/mnt

intrauterine,

DJJ

Mata : CA -/-, SI -/-

preskep,

Thorax : SNV +/+

partus

Wheezing -/- ronkhi -/-

prematorus,

Abd : Supel, NT (-), BU

PEB dengan

(+)

parsial

mengejan

saat

29 ada his

Dexamethasone 2x5mg

19

Eks : oedem tungkai -/-

HELLP

Inspeksi Urogenital:

Syndrom

Perineum

terlihat

menonjol
Vulva-vagina

terlihat

membuka
Terlihat bagian kepala
janin

pada

introitus

vagina
Lendir darah >>
DJJ : 148 dpm
His: 4x10x40
VT:

dilatasi

servix

lengkap, selaput ketuban


(-),

bagian

bawah

kepala Hodge III, UUK


depan
03.15

TSS/CM

P3A0,

35 Observasi

KU,

TV,

T : 150/100

thn,

N : 124 x/mnt

partum

Cek fundus uteri tidak

S : 37.0 C

spontan

ada janin kedua

P : 26 x/mnt

prematur,

Mulai IMD

pos perdarahan

PEB dengan Menejemen aktif Kala


Bayi lahir 30mg, dengan parsial

III:

partus spontan induksi,

Inj. Oxytocin 10 IU I.M

HELLP

Laki-laki BBL: 1300gr, Syndrom

dalam 2 mnt setelah bayi

PB: 38cm, LK: 27 LD:

lahir

26. Apgar score: 5-6-6

Peregangan tali pusat


20

Air ketuban jernih

Masase uterus
Observasi perdarahan dan
kontraksi uterus.
Infus RL 20 tpm
Periksa fundus uteri 2 jari
dibawah pusat
Jahit luka episiotomi
Observasi perdarahan
Pasien pindak ke Nusa
Indah

08.00

Lemas (+)

TSS/CM

Inj Ceftriaxone 1x2gr

Lochia (+)

T : 100/60

Asam

BAK dengan

N : 94 x/mnt

3x500mg

DC (+)

S : 36.3 C

Dexamethasone 2x5mg

Mobilisasi

P : 20 x/mnt

jalan (+)

Mata : CA -/-, SI -/-

BAB (-)

Thorax : SNV +/+

ASI (-)

Wheezing -/- ronkhi -/-

Laktasi (-)

Abd : Supel, NT (-), BU

Pusing (-)

(+)

Pandangan

Eks : oedem tungkai +/+

mefenamat

kabur (-)
Muntah (-)
Sesak (-)
Nyeri
epigastrium
(-)
21

BAK pada
DC sedikit
25/5/14
08.00

(-)
Lemas (+)

TSS/CM

P3A0,

Lochia (+)

T : 120/90

thn,

BAK dengan

N : 76 x/mnt

partum

Asam mefenamat

DC (+)

S : 36.3 C

spontan

3x500mg

BAB (-)

P : 18 x/mnt

prematur,

Dexamethasone 2x5mg

ASI (-)

Mata : CA -/-, SI -/-

PEB dengan Aff DC

Laktasi (-)

Thorax : SNV +/+

parsial

Wheezing -/- ronkhi -/-

HELLP

Cek darah rutin dan

Abd : Supel, NT (-), BU

Syndrom

fungsi hati

35 Inf RL 20 tpm
pos Cefradoxil 2x500mg

(+)
Eks : oedem tungkai +/+
Balance cairan post
partum dalam 24 jam:
+80
15.00

Laboratorium
25/052014 :
Lekosit 22.300/ul ,
Trombosit 259.000
Normal

26/5/14
08.00

Lemas (+)

TSS/CM

P3A0, 35

Cefradoxil 2x500mg

Lochia (+)

T : 160/100

thn, pos

Asam mefenamat

BAK lancar

N : 84 x/mnt

partum

3x500mg

tanpa DC (+)

S : 36.4 C

spontan

BAB (-)

P : 19 x/mnt

prematur,

ASI (-)

Mata : CA -/-, SI -/-

PEB dengan

Laktasi (-)

Thorax : SNV +/+

parsial

Pasien boleh pulang

22

Wheezing -/- ronkhi -/-

HELLP

Abd : Supel, NT (-), BU

Syndrom

(+)
Eks : oedem tungkai -/-

BAB II
ANALISIS KASUS

Teori

Kasus

1) Anamnesa
Pasien hamil 29 minggu dengan keluhan

Preeklamsi berat

Tekanan darah tinggi sejak hamil 20


minggu usia kehamilan

Tidak ada riwayat hipertensi sebelumnya


Pusing

tekanan darah tinggi. Pasien membawa


surat rujukan dengan TD 160/110 dan
protein urine positif (3+). Pasien juga
mengeluh pusing, sejak 1 minggu yang
lalu. Pasien tidak didapatkan faktor

Bengkak pada muka dan tangannya

resiko.

Nyeri epigastrium atau nyeri pada kuadran


atas abdomen
penurunan visus, nyeri kepala dan
pandangan kabur

RPD : riwayat hipertensi (-)


RPK : riwayat hipertensi (-)

Faktor resiko:
-

Umur > 40 thn

Nulipara

Multipara

dengan

riwayat

preeklamsi
23

sebelumnya
-

Kehamilan multiple

Hipertensi kronik

Penyakit ginjal

- Obesitas sebelum hamil


2) Pemeriksaan fisik
Pre eklamsia berat, bila:
TD systole 160 dan diastole 110
Oliguria (produksi urin < 500 cc/24 jam,
kreatinin 1,2 mg/dl

3) Pemeriksaan laboratorium
Penegakan PEB:
- Proteinuria 5g/24 jam atau 2+ dipstick

TD: 160/110 mmHg

Protein urin

: +3

Trombosit
-

Hepar: peningkatan SGOT dan SGPT

Hematologi:

Trombositopenia

berat 18 Mei: 86.000/UL


( <100.000/ul atau penurunan trombosit 21 Mei: 82.000/UL
dengan cepat)

13 Mei: 136.000/Ul L

22 Mei: 135.000/UL

Paru: Edema paru dan/atau gagal jantung


kongestif

SGOT dan SGPT


13 Mei: 72/44 u/L
22 Mei: 40/33 u/L

Penegakan parsial HELLP Sindrom:


Penegakan Parsial

HELLP Syndrom

didapatkan satu atau dua kelainan dari:


-

Gejala dan tanda preeklamsi

Gangguan

fungsi

hepar

(kerusakan

hepatoselular); peningkatan kadar alanin


dan aspartate aminotransverase >70 u/L,
Lactat dehidrgenase > 600U/L
-

Tanda hemolisis intravaskular:


Peningkatan LDH > 600 U/L, total
24

bilirubin > 1,2mg/dl


-

Trombositepenia 100.000/ul

4) Penatalaksanaan

Rawat RS

Tirah baring, observasi

Observasi tekanan darah, balance cairan,


tanda impending eclamsia, komplikasi
penyakit, DJJ (fetal distress)

Input dan output harus dipantau ketat


karena pasien PEB rentan terjadi
komplikasi oedem pulmo (pasang DC)
Monitoring ;
-

Obat anti kejang MgSO4


Loading dose : 4 gr MgSO4 40% i.v (15 menit)
Maintanance dose : 6 gr MgSO4 20% / 500cc
RL / 6 jam

tekanan darah, adanya oedem


Tanda klinis harian, impending eclamsia,
Tanda komplikasi (solusio plasenta)
Pantau DJJ (fetal distress)

Diberikan untuk profilaksis kejang


sampai 24 jam post partum, diberikan
pada preeklamsia ringan berat

Kortikosteroid

Menyebabkan vasodilatasi melalui


relaksasi otot polos

Dexametason 2 x 6 mg (2 hari)
Berikan steroid jika gestasi 34 minggu

Obat antihipertensi
European Society of Cardiology 2010
TD sistolik 140 mmHg atau diastolic 90
mmHg pada wanita dengan HT gestasional.

diberikan untuk pematangan paru janin .


Dexametason 2 x 10 mg hingga trombosit >
100.000/ul
25

Pada pasien didapatkan tekanan darah awal


Terminasi kehamilan:
Alasan terminasi kehamilan: Ibu: Gejala 160/110 mmHg.

Sikap obstetric = terminasi/aktif

preeklamsi

berat

persisten,

eklamsia,

edema paru, HELLP Sindrom, disfungsi Dopamet 3 x 500 mg


renal yang nyata, solusio plasenta, mempunyai safety margin yang luas (paling
Koagulasi intravascular diseminata, Janin: aman). Metildopa bekerja terutama pada sistem
pertumbuhan
janin
terhambat, saraf pusat, namun juga memiliki sedikit efek
oligohidroamnion,
abnormal.

pemeriksaan

janin perifer yang akan menurunkan tonus simpatis


dan tekanan darah arteri

Terminasi
Induksi persalinan dengan Misoprostol
tablet sublingual

26