Anda di halaman 1dari 14

61

BAB IV
METODE PENELITIAN

4.1.

Waktu dan Tempat Penelitian


Dalam melakukan penelitian ini penulis mengambil objek penelitian di

Supermarket Super Indo.. Penelitian mulai dilaksanakan pada ......2014 sampai


dengan .........2014.
4.2.

Desain Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey kausal

dengan angket, jawaban angket ditentukan dalam bentuk Skala Likert. Angket
tersebut digunakan sebagai sumber data, bila dilihat dari sumber datanya, maka
pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer, dan sumber skunder.
Sugiyono (2004), dalam bukunya yang berjudul Metode Penelitian Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D mengatakan sumber primer adalah sumber data yang
langsung memberikan data kepada pengumpul data.
Melalui survey, informasi yang dikumpulkan dari responden dengan
menggunakan angket untuk semua variabel, baik variabel product, price, place,
dan promotion maupun keputusan pembelian. Hal ini dimaksudkan untuk
mengambil suatu generalisasi dari penelitian yang tidak memerlukan kontrol
seperti halnya penelitian eksperimen, tetapi generalisasi yang dilakukan dapat
lebih akurat dengan menggunakan sampel yang representatif.
Dalam penelitian ini ada dua data yang digunakan dalam menjawab
hipotesis penelitian ini, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah

62

data yang berasal langsung dari sumber data yang dikumpulkan secara khusus dan
berhubungan langsung dengan masalah yang diteliti. Sedangkan data sekunder
yaitu data yang diperoleh dari pihak lain dalam bentuk yang sudah jadi berupa
pulikasi (J. Supranto, 2000, p.10).
Sedangkan bagaimana pengaruh antara variable-variable dipengaruhi,
maka penulis akan menggunakan pendekatan korektif, atau yang lebih disebut
dengan metode asosiatif. Metode asosiatif (korektif) adalah penelitian yang
berusaha untuk mencari pengaruh antar satu variable terhadap variable yang lain
(J. Supranto, 2000, p.10). Pendekatan kualitas dan korelatif memberikan arti
bahwa penelitian ini dirancang untuk menentukan pengaruh antar variable
penelitian yang berbeda yaitu variable bebas (product, price, place dan
promotion), dengan variable terikat yaitu keputusan pembelian. Pendekatan ini
bukan hanya sekedar untuk memberikan deskripsi saja, tetapi mencakup dan
menguji pengaruh antara variable bebas terhadap variable terikat, yang pada
gilirannya akan dapat diketahui seberapa besar pengaruh variable bebas terhadap
variable terikat serta besarnya pengaruh yang terjadi.
4.3.

Metode Penelitian
Metode penelitian adalah teknik atau cara mencari, memperoleh,

mengumpulkan atau mencatat data, baik berupa primer maupun data sekunder
yang dapat digunakan untuk keperluan menyusun karya ilmiah dan kemudian
menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pokok-pokok permasalahan
sehingga akan didapat suatu kebenaran atas data yang diperoleh penulis. (Lamb.
Hair, McDaniel (2001: 146)

63

Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis, yaitu metode


yang bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai keadaan perusahaan yang
sebenarnya, khusunya menyangkut aspek-aspek yang diteliti dimana data dan
informasi yang didapatkan akan dikumpulkan, dan metode kuantitatif diuraikan
sebagai bahan untuk Tugas Akhir.
Penelitian ini dirancang dengan mengunakan metode deskriptif dengan
pendekatan kuantitatif. Metode statistik deskriptif digunakan untuk menjelaskan
fenomena yang terjadi perihal data penelitian. Sedangkan metode kuantitatif
digunakan untuk menjelaskan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat
pada penelitian ini.
4.4.

Operasionalisasi Variabel
Definisi operasiona; variablel terdiri dari variable bebas (X) dan variable

terikat (Y). Variable bebas dalam perumusan masalah pertama adalah bauran
pemasaran eceran yang terdiri dari: Product (X1), Price (X2), Place (X3),
Promotion (X4). Sedangkan yang menjadi variabel terikat adalah Keputusan
Pembelian (Y).
Definisi operasional variabel dari hipotesis pertama dapat dilihat pada
Tabel 3.2 berikut:

64

Tabel 4.1. Definisi Operasional Variabel


Definisi

Indikator

Pengukuran

Product
(X1)

Segala sesuatu yang dapat ditawarkan


oleh supermarket super indo ke pasar
untuk mendapatkan perhatian, dibeli,
digunakan, yang dapat memuaskan
keinginan dan kebutuhan konsumen.

1. Variasi produk yang


dijual
2. Kualitas produk
3. Ketersediaan produk
lengkap/ serba ada

Skala Likert

Price
(X2)

Sejumlah uang yang dibayarkan atas


barang dan jasa, atau sejumlah nilai
yang konsumen tukarkan dalam
rangka mendapatkan manfaat dalam
menggunakan barang dan jasa.

1. Harga produk yang


murah
2. Harga produk
dibandingkan
pesaing
3. Potongan pembelian/
diskon.

Skala Likert

Place
(X3)

Lokasi adalah faktor yang sangat


penting dalam bauran pemasaran.
Pada lokasi yang tepat, sebuah
supermarket akan lebih sukses
diandingkan supermarket kainnya
yang berlokasi kurang strategis,
meskipun keduanya menjual produk
yang sama, oleh pegawai yang sama
banyak dan terampil, dan sama-sama
punya penataan yang bagus.

1. Kemudahan sarana
Transportasi
2. Waktu untuk
mencapai singkat
3. Berada di pusat
perbelanjaan

Skala Likert

Promotion
(X4)

Aktivitas-aktivitas yang dilakukan


oleh supermarket super indo untuk
mendorong konsumen agar mau
menjadi pembeli atau bahkan
menjadi konsumen setia.

1. Iklan
2. Promosi penjualan
3. Penjualan pribadi

Skala Likert

Keputusan
Pembelian
(Y)

Ada lima tahap yang dilalui


konsumen dalam proses pembelian,
yaitu pengenalan masalah, pencarian
informasi, evaluasi alternatif,
keputusan pembelian, dan perilaku
setelah pembelian

1. Pengenalan Masalah
(Problem
Recognition)
2. Pencarian Informasi
(Information
Searching)
3. Evaluasi Alternatif
(Evaluating
Alternative)
4. Keputusan Pembelian
(Purchase Decision)
5. Perilaku Purna Jual
(Post Purchase
Behavior)

Skala Likert

Variabel

Sumber: Kotler dan Armstrong (1991, p.222), Keegan, Moriarty, Duncan (1995, p.491), Stanton (1998,
p.304), George E. Belch dan Michael A. Belch (2004,16)

65

4.5.

Populasi dan Sampel


Populasi adalah gabungan dari seluruh elemen yang berbentuk peristiwa,

hal, atau orang yang memiliki karakteristik serupa yang menjadi pusat perhatian
peneliti, karenanya dipandang sebagai semesta penelitian (Ferdianad, 2006).
Poulasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang berada di perusahaan
Supermarket Super Indo yang berjumlah ...... konsumen.
Sampel merupakan subset dari populasi, terdiri dari beberapa anggota
populasi (Ferdinand, 2006). Dalam penelitian ini tidak digunakan teknik sampling
karena sampel yang diteliti adalah keseluruhan dari populasi yang ada atau disebut
dengan sensus. Mengingat jumlah populasi hanya sebesar .....konsumen, maka
layak untuk diambil keseluruhan untuk dijadikan sampel tanpa harus mengambil
sampel dalam jumlah tertentu. Sehingga sampel dari penelitian ini adalah seluruh
konsumen Supermarket Super Indo.
4.6.

Teknik Pengumpulan Data


Guna mendapatkan data yang diperlukan, maka dilakukan pengumpulan

data dengan memakai metode sebagai berikut :


1. Studi Kepustakaan.
Dalam hal ini penulis berusaha membaca literatur, prosedur, diktat
serta laporan penelitian terdahulu yang sesuai atau yang berhubungan
dengan masalah yang akan dibahas.
2. Angket/kuesioner
Adalah pengumpulan data yang menggunakan kuesioner (angket)
sebagai alat bantu yang ditujukan kepada responden.

66

Hasilhasil jawaban atau tanggapan dari respoden dalam menjawab


kuesioner. Oleh karena itu, untuk dapat dianalisis secara kuantitatif maka jawaban
diberi skor berdasarkan skala interval dengan metode Likert. Skala Likert
mempunyai interval 1 5. Tetapi dalam penelitian ini hanya digunakan interval 1
5. Nilai tengah dihilangkan untuk menghindari kecenderungan responden memilih
alternatif jawaban yang berada pada nilai tengah tersebut. Untuk jawaban yang
mendukung pertanyaan atau pernyataan diberi skor tertinggi dan untuk jawaban
yang tidak mendukung pertanyaan atau pernyataan diberi skor terendah.
Adapun pemberian skor tersebut adalah sebagai berikut :
1. Untuk jawaban yang sangat mendukung pertanyaan atau pernyataan,
diberi nilai 5.
2. Untuk jawaban yang mendukung pertanyaan atau pernyataan diberi
nilai 4.
3. Untuk jawaban yang tidak menjawab pertanyaan atau pernyataan
diberi nilai 3
4. Untuk jawaban yang kurang mendukung pertanyaan atau pernyataan
diberi nilai 2.
5. Untuk jawaban yang tidak mendukung pertanyaan atau pernyataan
diberi nilai 1.
4.7.

Teknik Analisis Data


Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian pengaruh antara

variabel produk, harga, tempat dan promosi terhadap variabel keputusan


pembelian adalah kombinasi antara teknik statistik deskriptif dan teknik statistik
inferensial:

67

1. Teknik statistik deskriptif, dalam hal ini digunakan untuk menyajikan


data setiap variabel secara sendiri-sendiri dan selanjutnya juga
digunakan untuk mengukur gejala pusat yang mencakup median,
modus, rerata dan ukuran penyebaran dengan menggunakan standar
deviasi serta dilengkapi dengan tabel frekwensi dan grafik berbentuk
histogram.
2.

Teknik statistik inferensial, dipergunakan untuk menguji hipotesis


penelitian, dengan analisis regresi dan korelasi sederhana/berganda dan
sebelumnya dilakukan pengujian terhadap persyaratan analisis melalui
uji taksiran untuk setiap regresi sederhana maupun berganda serta uji
homogenitas varian Y atas variabel X1, X2 X3 dan X4.

Didalam penelitian ini, untuk mengubah data dari kualitatif menjadi


kuantitatif, penulis menggunakan skala likert. Menurut Sugiono (2007: 73) skala
Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau
sekelompok orang tentang fenomena sosial. Pembobotan jawaban kuesioner
menggunakan skala Likert lima poin. Dalam instrumen penelitian telah disediakan
alternatif jawaban dari setiap butir pertanyaan dan responden dapat memilih satu
dari jawaban yang sesuai, setiap butir bernilai 1 sampai 5 disesuaikan dengan
alternatif-alternatif jawaban yang dipilih dari masing-masing pernyataan. Kelima
penilaian tersebut diberikan bobot sebagai berikut:

68

Tabel 7. Pilihan dan Nilai Jawaban untuk Tiap Item Pertanyaan


Nilai
5

Kategori
Sangat Setuju (SS)

4
Setuju (S)
3
Netral (N)
2
Tidak Setuju (TS)
1
Sangat Tidak Setuju (STS)
Sumber : Sugiono ( 2007 :73)
Teknik analisis data adalah serangkaian kegiatan mengelola data yang
dikumpulkan dari hasil penelitian dan kemudian dibentuk menjadi seperangkat
hasil. Analisis data dilakukan agar dapat mengelola data yang lebih teliti dan
akurat agar hasil yang diinginkan dapat memuaskan.
Untuk mengukur dan menguji hubungan antara variabel bebas dengan
variabel terikat, di mana variabel bebasnya terdiri dari lebih dari satu variabel,
maka pengujian data dilakukan dengan menggunakan analisis Komputer Statistik
SPSS for Windows ver. 16.0 guna memproses data penelitian yang terdiri dari
beberapa pokok bahasan antara lain:
1.

Uji Validitas
Uji validitas ini diperoleh dengan cara mengkorelasi setiap skor
indikator dengan total skor indikator variabel, kemudian hasil korelasi
dibandingkan dengan nilai kritis pada taraf signifikan 0,05. Suatu
instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang
diinginkan dan tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan
sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran
tentang variabel yang dimaksud.

69

Menurut Sugiyono (2004:138) Uji validitas adalah untuk


mengetahui tingkat kevalidan dari instrumen kuesioner yang
digunakan dalam pengumpulan data. Uji validitas ini dilakukan untuk
mengetahui apakah item-item yang tersaji dalam kuesioner benarbenar mampu mengungkapkan dengan pasti apa yang akan diteliti.
Menurut Sugiyono (2004:138) Cara yang digunakan adalah
dengan analisa item, dimana setiap nilai yang ada pada setiap butir
untuk suatu variabel dengan menggunakan rumus korelasi product
moment. Syarat minimum untuk dianggap valid adalah nilai rhitung >
dari nilai rtable.
Adapun perhitungan korelasi product moment, dengan rumus
seperti yang dikemukakan oleh Arikunto (2006:220)

Dimana:
r = koefisien korelasi variabel bebas dan variabel terikat
n = banyaknya sampel
x = skor tiap item
y = skor total variabel

70

2.

Reliabilitas
Sedangkan

uji

reliabilitas

menurut

Arikunto

(2006:145)

dimaksudkan Untuk mengetahui adanya konsistensi alat ukur dalam


penggunaannya, atau dengan kata lain alat ukur tersebut mempunyai
hasil yang konsisten apabila digunakan berkali-kali pada waktu yang
berbeda.
Menurut Arikunto (2006:145): Untuk uji reliabilitas digunakan
teknik Alpha cronbath, dimana suatu instrument dapat dikatakan
handal (reliable) bila memiliki koefisien keandalan atau sebesar 0,6
atau lebih.
Pada penelitian ini perhitungan reliabilitas menggunakan rumus
alpha Arikunto (1998:138) sebagai berikut:

k
1

11

3.

Uji Asumsi Klasik


Uji asumsi klasik terdiri dari Uji Normalitas, Uji Multikolinearitas,
Uji

Autokorelasi

dan

Uji

Heteroskedastisitas.

Pengujian

ini

dimaksudkan untuk memastikan bahwa model yang diperoleh benarbenar memenuhi asumsi dasar dalam analisis regresi yang meliputi
asumsi-asumsi : terjadi normalitas, tidak terjadi multikolinearitas, tidak
terjadi autokorelasi, dan tidak terjadi heteroskedastisitas, serta untuk
mengetahui apakah model regresi benar-benar menunjukkan tingkat

71

yang signifikan dan representatif atau disebut BLUE (Best Linier


Unbiased Estimator).
Dalam penelitian ini karena menggunakan data primer dan analisis
regresi berganda maka hanya menggunakan uji multikolinearitas, uji
heteroskedastisitas dan koefisien determinasi (R2). Dengan penjelasan
seperti berikut:
a. Uji Multikolineritas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu
model regresi ditemukan adanya korelasi atau hubungan yang
signifikan antar variabel bebas dimana dalam model regresi yang
baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebasnya.
Multikolinearitas akan menyebabkan koefisien regresi bernilai
kecil dan standar error regresi bernilai besar sehingga pengujian
variabel bebas secara individu akan menjadi tidak signifkan.
Multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance dan VIF
(Variance Inflation Factor). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap
variabel bebas yang dijelaskan oleh variabel bebas lainnya.
Semakin tinggi VIF mengindikasikan bahwa multikolinearitas
diantara variabel bebas akan semakin tinggi dimana standar nilai
adalah 10, sedangkan tolerance mengukur variabelitas variabel
bebas terpilih yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel bebas
lainnya. Nilai yang umum dipakai adalah nilai tolerace sebesar 0.1
atau sama dengan nilai VIF 10.

72

Rumus yang digunakan dalam multikolinearitas adalah :


VIFi

1
1 Ri2

Hipotesa yang digunakan dalam uji multikolinearitas adalah:


Ho : Tidak ada Mulitkolinearitas
Ha : Ada Multikolinearitas
Dasar pengambilan keputusannya adalah :
Jika VIF > 10 atau jika tolerance < 0.1 maka Ho ditolak dan Ha
diterima.
Jika VIF < 10 atau jika tolerance > 0.1 maka Ho diterima dan Ha
ditolak.
Ha diterima menunjukan adanya multikolinearitas dalam model
regresi sedangkan jika Ha ditolak menunjukkan tidak ada
multikolineritas antar variabel bebas dalam model regresi.
b. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam
model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual atau
pengamatan kepengamatan lain. Jika varians dari satu pengamatan
ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas.
Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau yang
tidak terjadi heteroskedastisitas.
c. Uji Koefisien Determinasi (R)
Uji koefisien determinasi dilakukan untuk mengukur seberapa jauh
kemampuan model dalam menerangkan variasi dari variabel

73

terikat. Besarnya nilai R adalah antara 0 sampai 1. Nilai R


menjauhi angka 1 atau mendekati 0 berarti tidak mampu variabel
bebas menjelaskan variasi variabel terikat, R mendekati 1 berarti
variabel-variabel bebas memberikan hampir semua informasi yang
dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel terikat.
d. Analisis Regresi Berganda
Berpijak pada hipotesis yang telah dikemukakan di atas, maka
teknik analisis data penelitian salah satunya menggunakan teknik
analisis persamaan regresi. Penggunaan teknik persamaan regresi
bertujuan untuk menjelaskan pola pengaruh variabel bebas dengan
variabel terikat dengan rumus sebagai berikut:
Y
=
a + bX1 + bX2 + bX3 +bX4 + e
di mana:
Y:
Keputusan Pembelian
a:
Konstanta
b : Koefesien regresi
X1 : Product
X2 : Price
X3 : Place
X4 ; Promotion

74

e. Uji Hipotesis
1) Uji t
Uji t digunakan untuk menentukan/menyimpulkan hasil
penelitian, maka perlu diuji terlebih dahulu apakah r (koefesien
korelasi) yang telah ditentukan signifikan/berarti ataukah tidak.
Uji t juga berfungsi untuk menguji hipotesis penelitian yang
bersifat terpisah. = Taraf signifikansi dua arah pada derajat
0,05 (Sugiyono, 2007: 218). Kriteria pengujiannya adalah:
a. Ho diterima jika t hitung < t tabel.
b. Ho ditolak jika t hitung > t tabel.