Anda di halaman 1dari 20

Tugas Manajemen Farmasi

Konsep dan Teori-teori Struktur Organisasi

Anggota Kelompok :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Dwinanda Ramadhina
Ayu Octavia
Nurlinda Noveliya
Muldanoor Mey Elfira
Azizah Marizannah S
Achmad Yani Setiawan
Yustisia R
Handri Zupriyandi

(10334048)
(10334043)
(10334054)
(10334055)
(10334039)
(10334012)
(10334003)
(10334025)

Dosen Pembimbing :

Program Studi Farmasi


Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Sains Dan Teknologi Nasional
Jakarta
2012

I.

Pendahuluaan

Manusia adalah mahluk sosial yang cinderung untuk hidup bermasyarakat serta mengatur
dan mengorganisasi kegiatannya dalam mencapai suatu tujuan tetapi karena keterbatasan
kemampuan menyebabkan mereka tidak mampu mewujudkan tujuan tanpa adanya kerjasama.
Hal tersebut yang mendasari manusia untuk hidup dalam berorganisasi.
Pada dasarnya orang tidak bisa hidup sendiri. Sebagian besar tujuannya dapat terpenuhi
apabila ada interaksi sosial dengan orang lain. Sebagai mahluk sosial, manusia tidak bisa
hidup sendiri karena manusia memiliki kebutuhan terhadap manusia lainnya. Karena itulah
biasanya manusia berkumpul dan membentuk kelompok, yang disebut dengan organisasi.
Karang Taruna, perusahaan, kerajaan, negara, adalah bentuk-bentuk dari organisasi. Bahkan
sebuah organisasi kejahatan pun pada dasarnya juga adalah sebuah organisasi, dimana
mereka bergabung dan berkumpul karena memiliki tujuan dan kepentingan yang sama.
Organisasi yang paling kecil yang kerap kita jumpai adalah keluarga. Keluarga pada
hakikatnya adalah sebuah organisasi. Keluarga adalah satuan organisasi terkecil yang
pertama kali dikenal oleh setiap manusia.
Organisasi atau perusahaan yang telah didirikan tentunya harus membentuk struktur
organisasi, sehingga tidak hanya sekedar gedung tempat kerja, tetapi juga jelas organisasi
yang dimaksud. Struktur organisasi sangat penting bagi sebuah organisasi, di mana struktur
tersebut menjelaskan setiap tugas atau pekerjaan secara formal dibagi, dikelompokkan dan
dikordinasikan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti
penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok
orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang
dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi
seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya
sehingga menekan angka pengangguran.
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus
menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup.[1] Akan tetapi
sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka,
meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi
secara relatif teratur.
Pada umumnya, suatu organisasi atau perusahaan memiliki struktur organisasi yang
berbeda dengan organisasi atau perusahaan lainnya. Struktur organisasi yang tepat bagi suatu
organisasi sangat bergantung pada strategi bisnis yang dipilih, selain itu ada juga beberapa
faktor penyebab perbedaan struktur organisasi, yang akan dijelaskan dalam makalah ini.
II

Definisi definisi Organisasi

Dalam arti badan, organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai
tujuan tertentu, dalam arti bagan, organisasi adalah gambaran skematis tentang hubungan
kerjasama antara orang-orang yang terdapat dalam suatu badan untuk mencapai suatu tujuan
dan dalam arti dinamis, organisasi adalah suatu proses penetapan dan pembaian pekerjaan,
pembatasan tugas dan tanggungjawab serta penetapan hubungan antara unsur-unsur

organisasi sehingga memungkinkan orang bekerjasama secara efektif untuk mencapai tujuan
(M. Fuad, 2001:102)
Istilah organisasi yang didefinisikan secara statis diartikan sebagai suatu gambaran secara
skematis tentang bagian-bagian tugas dan tanggungjawab dan hubungan bagian yang terdapat
dalam sesautu badan atau suatu lembaga sedangkan secara dinamis diartikan sebagai suatu
proses penetapan dan pembagian pekerjaan yang akan dialkukan, pembatasan tugas-tugas
atau tanggungjawab serta wewenang dan penetapan hubungan antara unsure organisasi
sehingga memungkinkan orang-orang dapat bekerja bersama-sama sefektif mungkin untuk
pencapaian tujuan. (Manulang, 1971:49)
Organisasi sebagai wadah berkumpulnya sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama,
kemudian mengorganisasikan diri dengan bekerja bersama-sama untuk merealisasikan
tujuannya (B.S. Wibowo, 202:315)
Organisasi diartikan sebagai a consciously coordinated social entity, with a relatively
identifiable boundary that functions on a relatively continuous basis to achive a common goal
or set of goals (stphen P. Robbins, 1990:4)
Organization are relatively permanent social entities characterized by goal-oriented behavior,
specialization and structure (Warren B. brown, 1980:2)
Pengorganisasian diartikan sebagai suatu tindakan mengusahakan hubungan kelakukan yang
efektif antara orang-orang, hingga mereka dapat bekerjasama secara efisien dan demikian
memperoleh kepuasan pribadi dalam hal melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam kondisi
lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu.(George R.Terry, 2006:233)
Organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling
ketergantungan atau berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui
kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah
ditentukan. (Dimock)
Dari beberapa pengertian organisasi di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi harus
memiliki tiga unsur dasar, yaitu :
Orang-orang (sekumpulan orang),
Kerjasama,
Tujuan yang ingin dicapai.
Seperti telah diuraikan di atas bahwa organisasi memiliki tiga unsur dasar, dan secara lebih
rinci organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Adanya suatu kelompok orang yang dapat dikenal dan saling mengenal.
Adanya kegiatan yang berbeda-beda, tetapi satu sama lain saling berkaitan yang
merupakan kesatuan kegiatan.

Tiap-tiap orang memberikan sumbangan atau kontribusinya berupa pemikiran, tenaga,


dan lain-lain.
Adanya kewenangan, koordinasi dan pengawasan.
Adanya tujuan yang ingin dicapai.
Setiap bentuk organisasi akan mempunyai unsur-unsur tertentu, antara lain sebagai berikut :
Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama.
2. Proses kerja sama sedikitnya antara dua orang.
3. Jelas tugas dan kedudukannya masing-masing.
4. Ada tujuan tertentu.
1.

1.

Sebagai Wadah Atau Tempat Untuk Bekerja Sama

Organisasi adalah merupakan suatu wadah atau tempat dimana orang-orang dapat bersama
untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan tanpa adanya organisasi menjadi saat bagi
orang-orang untuk melaksanakan suatu kerja sama, sebab setiap orang tidak mengetahui
bagaimana cara bekerja sama tersebut akan dilaksanakan. Pengertian tempat di sini dalam arti
yang konkrit, tetapi dalam arti yang abstrak, sehingga dengan demikian tempat sini adalah
dalam arti fungsi yaitu menampung atau mewadai keinginan kerja sama beberapa orang
untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam pengertian umum, maka organisasi dapat berubah
wadah sekumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan tertentu misalnya organisasi buruh,
organisasi wanita, organisasi mahasiswa dan sebagainya.
2.

Proses kerja sama sedikitnya antar dua orang

Suatu organisasi, selain merupakan tempat kerja sama juga merupakan proses kerja sama
sedikitnya antar dua orang. Dalam praktek, jika kerja sama tersebut di lakukan dengan
banyak orang, maka organisasi itu di susun harus lebih sempurna dengan kata lain proses
kerja sama di lakukan dalam suatu organisasi, mempunyai kemungkinan untuk di laksanakan
dengan lebih baik hal ini berarti tanpa suatu organisasi maka proses sama itu hanya bersifat
sementara, di mana hubungan antar kerja sama antara pihak-pihak bersangkutan kurang dapat
diatur dengan sebaik-baiknya.
3.

Jelas tugas kedudukannya masing-masing

Dengan adanya organisasi maka tugas dan kedudukan masing-masing orang atau pihak
hubungan satu dengan yang lain akan dapat lebih jelas, dengan demikian kesimpulan dobel
pekerjaan dan sebagainya akan dapat di hindarkan. Dengan kata lain tanpa orang yang baik
mereka akan bingung tentang apa tugas-tugasnya dan bagaimana hubungan antara yang satu
dengan yang lain.
4.

Ada tujuan tertentu

Betapa pentingnya kemampuan mengorganisasi bagi seorang manajer. Suatu perencana yang
kurang baik tetapi organisasinya baik akan cenderung lebih baik hasilnya dari pada
perencanaan yang baik tetapi organisasi tidak baik
III

Komponen Organisasi
Komponen penting organisasi meliputi :

1. Tujuan
Merupakan motivasi, misi, sasaran, maksud dan tujuan yang akan dicapai dalam rentang
waktu tertentu, Tujuan berdasarkan rentang dan cakupanya dapat di bagi dala beberapa
karakteristik antara lain :

Tujuan Jangka panjang


Tujuan Jangka menengah dan
Tujuan Jangka pendek

2. Struktur
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam
organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan
bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan
(koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasispesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.
Struktur Organisasi sangat penting untuk dapat dipahami oleh semua komponen dalam
rangka menciptakan sistem kerja yang efektif dan efesien. Struktur organisasi merupakan
deskripsi bagaimana organisasi membagi pekerjaan dan melaksanakan tugas atau
pekerjaannya dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Struktur organisasi juga mengatur
siapa yang melaksanakan tugas dan pekerjaan itu. Selain membagi dan mengatur tugas dan
pekerjaan yang diemban oleh organisasi, struktur organisasi juga menggambarkan hubungan
organisasi secara internal maupun eksternal.
3. Sistem
Setiap organisasi baik formal maupun informal, akan menganut suatu sistem yang
mengatur bagaimana cara organisasi mencapai tujuannya. Untuk itulah setiap organisasi
memiliki peraturan-peraturan yang merefleksikan kepentingan-kepentingan organisasi.
Sistem pada organisasi itu dapat berupa anggaran dasar, anggaran rumah tangga, peraturan
khusus, prosesdur dan peraturan lainnya. Pada organisasi yang paling kecil, yaitu keluarga,
pada dasarnya juga memiliki peraturan-peraturan sekalipun tidak sekompleks peraturan pada
organisasi besar. Sistem yang dianut oleh organisasi inilah yang mengatur setiap gerak dan
tindak tanduk organisasi. Pada organisasi monarki, sistem itu berupa kekuasaan mutlak yang
berada di tangan raja. Raja mengatur segala aspek dan membuat peraturan-peraturan. Raja
berperan sebagai pusat (sentral) segala aspek di dalam organisasi kerajaan. Sekalipun sistem
itu dibuat oleh orang perorang, namun setiap orang memiliki komitmen yang tinggi untuk
mengikuti sistem tersebut. Apabila sistem tersebut dipandang perlu untuk diperbaiki, maka

sistem tersebut bisa diperbaiki agar kembali sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan
organisasi. Organisasi yang diatur oleh sistem (ruled by system), memiliki sistem yang
berkesinambungan sekalipun ada orang yang keluar/masuk ke dalam organisasi.
Sistem organisasi terbagi dalam komponen penyusun yang saling berikatan yaitu :
Input
Proses
Output
Feedback

IV
1.
2.
3.
4.

Tujuan Mengorganisasi
Mempermudah melaksanakan tugas.
Mempermudah pimpinan untuk mengawasi bawahan
Agar tertuju pada tujuan tertentu
Untuk dapat menentukan orang yang dibutuhkan untuk menjabat tugas-tugas yang
sudah dibagi-bagi
Manfaat pengorganisasian
Dengan mengembangkan fungsi pengorganisasian , seorang manager akan dapat
mengetahui :

1. Pembagian tugas untuk perorangan dan kelompok, Tugas pokok staf dan prosedur
kerja merupakan dokumen dari fungsi pengorganisasian, digunakan sebagai pansuan
kinerja staf.
2. Hubungan organisatoris antar manusia yang menjadi staf atau anggota sebuah
organisasi. Hubungan ini akan terlihat pada stuktur organisasi.
3. Pedelegasian wewenang. Manager atau pimpinan organisasi akan melimpahkan
wewenang kepada staf sesuai dengan tugas tugas pokok yang di berikan mereka.
4. Pemanfaatan staf dan fasilitas fisik yang dimiliki oleh organisasi.Tugas staf dan
pemanfaatan fasilitas fisik harus diatur dan di arahkan semaksimal mungkin untuk
membanyu staf, baik secara individu maupun kelompok mencapai tujuan organisasi.
VI

Langkah langkah pengorganisasian

Ada enam langkah penting dalam menyusun fungsi perorganisasian.


1. Tujuan organisasi harus di pahami oleh staf. Tujuan organisasi sudah di susun pada
saat fungsi perencanaan.
2. Membagi habis pekerjaan dalam bentuk kegiatan- kegiatan pokok untuk mencapai
tujuan. Dalam hal ini,pimpinan yang mengemban tugas pokok organisasi sesuai
dengan visi dan misi organisasi. Untuk itu,ia membagi tugas pokok nya kepada staf
yang ada. Dari sini akan muncul gagasan dengan pertementalisas, pengembangan
bidag-bidang,seksi-seksi dan sebagainya sesuai dengan kegiatan pokok.

3. Menggolongkan kegiatan pokok ke dalam satuan kegiatan yang praktis. Pembagian


tugas pokok ke dalam elemen kegiatan harus mencerminkan apa yang harus
dikerjakan oleh staf.
4. Menetapkan kewajiban yang harus di laksanakan oleh staf dan menyediakan fasilitas
pendukung yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya. Pengaturan ruangan dan
dukungan alat-alat kerja adalah salah satu contohnya.
5. Penugasan personel yang cakap yaitu memilih dan menempatkan staf yang dipandang
mampu melaksanakan tugas. Bagian ini penting di pahami oleh manager personalia
pada saat mengangkat atau memilih staf penjabat atau yang akan melaksanakan tugastugas tertentu organisasi.
6. Mendelegasikan wewenang.
VII

Prinsip Organisasi

1. Principle of objective, Tiap organisasi harus mempunyai tujuan yang tertentu dan
jelas
2. The principle of functional organization, Suatu organisasi harus didirikan diatas
fungsi-fungsi utama yang diperlukan untuk mencapai tujuan efisien
3. The principle of balance, Berbagai bagian dari organisasi harus mempunyai
kebutuhan yang berimbang sesuai dengan fungsi bagian tersebut dalam mencapai
tujuan organisasi
4. The principle of specialization, Organisasi harus dibagi sehingga aktiftas seseorang
anggota organisasi sedapat mungkin dibatasi pada pelaksanaan satu fungsi saja.
5. The principle of continuity, Organisasi harus mengambarkan jenjang kenaikan
tingkat dalam strukturnya agar suplai kemampuan manajerial yang sangat diperlukan
untuk menjamin kelangsungan hidupnya dapat terlaksana secara berkeinambungan
6. The principle of flexibility, Organisasi dan rencana kerjanya harus lentur untuk
menghadapi keadaan usaha yang terus menerus berubaha, persaingan, pengaruh luas,
perluasan.
7. The principle of simplicity, Rencana organisasi harus sederhana sedemikian rupa
agar dapat mencpai tujuan organisasi dengan efektif dan efisien
8. The principle of unity of command, Setiap organisasi memerlukan seorang
pemimpin tunggal dan setiap bawahan harus mempunyai haya seorang atasan
9. The principle of span of control, Kemapuan seseorang untuk mengendalikan
bawahan dengan efektif dan efisien, karena itu perlu ada jumlah bawahan seseorang
10. The principle supervisory channels, Suatu organisasi harus diperlengkapi dengan
garis kepengawsan secara tegas dari pucuk pimpinan sampai kepada para pelaksana
11. The principle of communication, Oprganisai harus memungkinkan hubungan yang
baik untuk pelaksnaan tiap tugas
12. The principle of coordination, Organisasi harus memungkinkan koordinasi yang
baik dari tiap fungsi agar dicapai efisiensi uyang maksimal
13. The principle of effectiveness, Organisasi harus memungkinkan efisiensi yang
maksimum disertai dengan minimum usaha dan pengeluaran-pengeluaran lainnya
dalam mencapai tujuannya

VIII

Tipe-tipe atau Bentuk dan Struktur Organisasi

Tipe-tipe organisasi
Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal
dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka
terstruktur. Namur dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal
yang sempurna.
a) Organisasi Formal
Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan
hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur
yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi
berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing
anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise,
imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali.
Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa
ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi
formal dalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J
Winardi, 2003:9).
Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.

b) Organisasi informal
Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun
tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota
organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang
bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi
seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi
formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan
terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi
sekunder menurut Hicks:

Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap,


pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan
bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi
semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.
Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual,
rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan
batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa
gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah
kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling
setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.
Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke
gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.
PERBEDAAN ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL

Bentuk Organisasi
Didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal organisasi diolah. Struktur ini terdiri
dari unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam

pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja. Faktor-faktor yang menentukan perancangan
struktur organisasi yaitu :

Strategi organisasi pencapaian tujuan.


Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi output akan membedakan
bentuk struktur organisasi.
Kemampuan dan cara berpikir para anggota serta kebutuhan mereka juga lingkungan
sekitarnya perlu dipertimbangkan dalam penyusunan struktur perusahaan.
Besarnya organisasi dan satuan kerjanya mempengaruhi struktur organisasi.

Unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari :


1.
2.
3.
4.
5.

Spesialisasi kegiatan.
Koordinasi kegiatan.
Standarisasi kegiatan
Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan.
Ukuran satuan kerja

Bagan organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan departementasi yang


menunjukkan hubungan kerja sama. Bagan ini menggambarkan lima aspek utama suatu
struktur organisasi, yaitu :

Pembagian kerja.
Rantai perintah.
Tipe pekerjaan yang dilaksanakan.
Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan
Tingkatan manajemen

Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Hodges dapat
digambarkan sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Bentuk Piramidal.
Bentuk Vertikal.
Bentuk Horisontal
Bentuk Melingkar
Bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan atas :

1. Organisasi Garis
Bentuk organisasi tertua dan paling sederhana. Ciri-ciri bentuk organisasi ini adalah
organisasinya masih kecil, jumlah karyawannya sedikit dan saling mengenal serta spesialisasi
kerja belum tinggi.
Kebaikannya :

Kesatuan komando terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada pada satu tangan.
Garis komando berjalan secara tegas, karena pimpinan berhubungan langsung dengan
bawahan.
Proses pengambilan keputusan cepat.
Karyawan yang memiliki kecakapan yang tinggi serta yang rendah dapat segera
diketahui, juga karyawan yang rajin dan malas.
Rasa solidaritas tinggi.

Kelemahannya :

Seluruh organisasi tergantung pada satu orang saja, apabila dia tidak mampu
melaksanakan tugas maka seluruh organisasi akan terancam kehancuran.
Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.

2. Organisasi Garis dan staf


Dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang
beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. Staf yaitu orang yang ahli
dalam bidang tertentu, tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat
pimpinan di dalam organisasi.
Kebaikannya :

Dapat digunakan dalam organisasi yang besar maupun kecil, serta apapun tujuan
perusahaan.
Terdapatnya pembagian tugas antara pimpinan dengan pelaksana sebagai akibat adaya
staf ahli.
Bakat yang berbeda yang dimiliki oleh setiap karyawan dapat ditentukan menjadi
suatu spesiali-sasi.
Prinsip penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat pula.
Pengambilan keputusan dapat cepat walaupun banyak orang yang diajak
berkonsultasi, karena pimpinan masih dalam satu tangan.
Koordinasi lebih baik karena adanya pembagian tugas yang terperinci.

Semangat kerja bertambah besar karena pekerjaannya disesuaikan dengan bakat dan
kemampuan yang dimiliki.

Kelemahannya :

Rasa solidaritas menjadi berkurang, karena karyawan menjadi tidak saling mengenal.
Perintah-perintah menjadi kabur dengan nasehat dari staf, karena atasan dengan staf
dapat terjadi adanya perintah sendiri-sendiri padahal kewenangannya berbeda.
Kesatuan komando berkurang.
Koordinasi kurang baik pada tingkat staf dapat mengakibatkan adanya hambatan
pelaksanaan tugas.

3. Organisasi fungsional
Organisasi yang disusun atas dasar yang harus dilaksanakan organisasi ini dipakai pada
perusahaan yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas.
Kebaikannya :

Pembidangan tugas menjadi lebih jelas.


Spesialisasi karyawan lebih efektif dan dikembangkan.
Solidaritas kerja, semangat kerja karyawan tinggi.
Koordinasi berjalan lancar dan tertib.

Kelemahannya :

Karyawan terlalu memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja


Koordinasi menyeluruh sukar dilaksanakan.
Menimbulkan rasa kelompok yang sangat sempit dari bagian yang sama sehingga
sering timbul konflik.

4. Organisasi Panitia
Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja, setelah tugas selesai maka selesailah
organisasi tersebut.
Kebaikannya :

Segala keputusan dipertimbangkan masak-masak dalam pembahasan yang dalam dan


terperinci.
Kemungkinan pimpinan bertindak otoriter sangat kecil.
Koordinasi kerja telah dibahas oleh suatu team.

Kelemahannya :

Proses pengambilan keputusan memerlukan diskusi yang berlarut-larut yang


menghambat pelaksanaan tugas.
Tanggung jawabnya tidak jelas, karena tanggung jawabnya sama.
Kreatifitas karyawan terhambat dan sukar untuk dikembangkan, karena faktor
kreatifitas lebih dipentingkan.

5. Organisasi Lini dan Staf

Staf tugasnya memberi layanan dan nasihat kepada manager dalam pelaksanaan suatu
kegiatan. Tugas yang dilakukan oleh ini merupakan tugas-tugas pokok dari suatu organisasi
atau perusahaan
Kebaikannya;
1. Kesatuan komado terjamin baik karena pimpinan berada pada satu tangan.
2. Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat karena jumlah orang
yang diajak berkonsultasi masih sedikit.
3. Rasa solidaritas dianatara karyawan umumnya tinggi karena saling mengenal.
Keburukannya;
1. Seluruh organisasi tergantung pada satu pimpinan (satu orang) dimana bila
pimpinan tersebut berhalangan maka organisasi tersebut akan mandek atau
hancur.
2. Ada kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
3. Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas

Contoh Struktur Organisasi Data Sederhana

IX

Konsep Baru dalam Organisasi

Kosep perubahan dalam organisasi tersebut digambarkan oleh Kasali (2006) sebagaimana
gambar 1.

Gambar 1: Perubahan dalam organisasi


Garis lengkung menggambarkan siklus kehidupan organisasi. Lahir, kemudian
memiliki kinerja yang menurun, karena saat awal kehidupan organisasi, masih memerlukan
berbagai kebutuhan sumber daya, dan organisasi belum mampu memenuhi kebutuhan sumber
dayanya sendiri, sehingga sumber daya harus disubsidi dari luar. Seiring dengan waktu
organisasi akan mulai memiliki reputasi, mendapatkan berbagai kepercayaan masyarakat,
sehingga organisasi mulai mandiri dan mulai mampu memenuhi kebutuhannya sendiri,
bahkan akan mampu mengembalikan modal awal yang digunakan untuk membeli sumber
daya dari subsidi luar pada saat awal berdirinya. Demikian seterusnya semakin hari
organisasi akan terus berkembang sampai pada titik tertentu. Titi A merupakan titik dimana
organisasi berada dalam kinerja terbaik, reputasi sangat tinggi, kepercayaan masyarakat
sangat baik, produk-produk yang diluncurkan merupakan produk-produk yang sangat
kompetitif. Pada saat inilah saat terbaik dalam mengadakan perubahan organisasi. Organisasi
harus berfikir jauh kedepan, oranisasi harus mampu memperkirakan bahwa apa yang unggul
dan disukai masyarakat pada saat ini belum tentu akan disukai masyarakat pada masa yang
akan datang. Perubahan yang dilakukan ketika organisasi berada pada titi A, tidak akan terasa
berat, karena organisasi sedang dalam performance puncak, dan perubahan dapat dilakukan
secara evolutif.
Titik C merupakan titik balik organisasi, kinerja organisasi mulai turun, namun
kepercayaan masyarakat masih tinggi dan produk-produk masih memiliki daya kompetitif,
namun jika kondisi ini dibiarkan terus maka kinerja organisasi lambat laun akan habis dan
menurun, kemudian akan ditinggalkan oleh masyarakat dan selanjutnya akan mati. Jika

organisasi mau memperpanjang umurnya, maka organisasi harus melakukan perubahan


secara revolusioner. Titik B1 merupakan titik perubahan yang dilakukan organisasi dengan
revolusioner, yang diistilahkan dengan turnaround, atau balik arah. Perubahan yang
dilakukan akan terasa berat, kinerja organisasi sedang menurun, kepercayaan masyarakat juga
dalam kondisi yang menurun, produk-produk dan layanan-layanan mulai ditinggalkan oleh
pelanggan. Pada kondisi ini organisasi harus memaksa komponen organisasi untuk berubah.
Apa yang telah dikerjakan pada masa lalu dan sudah menjadi kebiasaan harus mampu
ditinggalkannya. Seluruh komponen organisasi harus berubah haluan mulai mengerjakan
pekerjaan-pekerjaan baru, tradisi-tradisi baru, sistem baru, visi baru, dan seterusnya.
Perubahan harus dilakukan secara revolusioner dan memaksa. Pada kondisi ini seringkali
akan memakan korban. Orang-orang yang tidak mampu menyesuaikan diri akan tertinggal
atau tergantikan.
Jika organisasi tidak melakukan turnaround maka organisasi akan masuk ke
manajemen krisis (titik B). Titik B merupakan titik harapan terakhir dari organisasi untuk
berubah atau mati. Jika organisasi mengadakan perubahan pada titik B ini maka akan berlaku
hukum sebagaimana pada turnaround tetapi jauh lebih tegas, lebih revolutif, dan harus
dijalankan dalam kurun waktu yang cepat dan program yang sangat jelas. Perubahan
dilakukan dalam konsep ya atau tidak, tidak ada tawar menawar lagi, karena organisasi
berada dalam ambang kematian.
Jika organisasi mampu berubah maka organisasi akan hidup kembali atau memiliki
usia yang panjang, demikian seterusnya sehingga organisasi tersebut akan mampu bertahan
dalam perubahan lingkungan yang terus berkembang. Organisasi kampus seperti Oxford
University di Inggris, Leiden University di Belanda, Harvard University, dan Massachuset
Institue of Technology di Amerika Serikat, Universitas Al-Azhar di Mesir, merupakan jenisjenis organisasi pendidikan yang bertahan ratusan tahun dan masih memiliki produk-produk
pendidikan yang kompetitif
Robbin, Bergman, Stagg, Coulter (2003) menggambarkan perbedaan antara organisasi
tradisional dengan baru sebagaimana pada gambar 2.
Organisasi tradisional

Organisasi Baru

tugas yang harus dikerjakan


selalu membuat keputusan

pengambilan keputusan

-jam tertentu

n kerja

Gambar 2: Perbedaan karakteristik organisasi tradisional dan baru


Berbagai perubahan-perubahan tersebut kemudian melahirkan berbagai konsep tentang
organisasi. Mulai dari organsasi yang sangat mengandalkan pemimpin sampai dengan
organisasi yang paling tidak mengandalkan pemimpin. Keseluruhan konsep organisasi
tersebut digambarkan sebagaimana pada gambar 3.

Gambar 3. Berbagai konsep organisasi


Autocracy adalah organisasi yang semua hal apa kata pemimpin. Pemimpin boleh maka dapat
dijalankan sedangkan jika pemimpin tidak mengijinkan maka tidak pula boleh dilakukan.
Sedangkan diujung sebelah kanan adalah organisasi Egalitarianism. Pada organisasi ini
seluruh keputusan ada di tangan anggota organisasi, hampir tidak diperlukan pemimpin, tugas
pemimpin hanya memfasilitasi saja terhadap diambilnya sebuah keputusan. Sedangkan
diantara itu ada organisasi bureocracy, system, decentralization, collegialism, dan federations
Jenis organisasi bureocracy bersturktur hirarkhis, masing-masing orang mengepalai pada sub
organisasi tertentu, satu sub organisasi kemungkinan akan memiliki sub-sub organisasi yang
lain, dan seterusnya. Organisasi bureocracy bersifat sentralisasi. System merupakan jenis
organisasi yang mensinkronkan proses pada satu sub bagian atau orang dengan sub bagian
atau orang lain sehingga membentuk suatu proses yang berjalan dengan baik. Sinkronisasi
tersebut mengarah kepada tujuan tertentu untuk mencapai tujuan besar dari organisasi.
Decentralization merupakan jenis organisasi yang bersifat setara antara satu sub organisasi

dengan sub organisasi lain dalam satu organisasi. Masing-masing satu sub organisasi
dipimpin oleh satu orang pemimpin. Masing-masing pimpinan sub organisasi bersifat setara.
Organisasi collegialism merupakan organisasi yang memiliki struktur kolegial dalam
mencapai tujuannya. Pada jenis organisasi ini kedudukan orang-orang yang ada di dalam
organisasi lebih bersifat setara, yang mana hubungan sesama anggota organisasi layaknya
kolega. Sedangkan pada organisasi federations pemimpin pada sub organisasi memiliki
wewenang mutlak layaknya pemimpin pada organisasi utama.
Kemudian yang terakhir adalah mengapa dalam kehidupan modern orang harus hidup dalam
organisasi?
1) Manusia memerlukan penerus generasi. Untuk dapat meneruskan generasi maka manusia
harus menikah dan kemudian terbentuklah keluarga, dari keluarga tersebut kemudian
berbagai tujuan kehidupan bersama diberlakukan.
2) kondisi kehidupan yang makin kompleks. Urusan yang makin kompleks, masalah yang
makin kompleks, aturan yang makin kompleks, kebutuhan dan harapan yang makin
kompleks.
Dengan kondisi seperti tersebut, manusia tidak mungkin menjalani kehidupannya dan
menyelesaikan berbagai masalahnya sendirian, manusia memerlukan orang lain dan
kemudian karena semua manusia tidak dapat menyelesaikan kehidupannya sendirian maka
kemudian berbagai masalah tersebut diselesaikan dalam bentuk-bentuk yang terorganisir.
X

Kesimpulan

Organisasi adalah wadah kegiatan daripada orang-orang yang bekerjasama dalam usahanya
mencapai tujuan. Dalam wadah kegiatan itu setiap orang harus jelas tugas, wewenang dan
tanggung jawabnya, hubungan dan tata kerjanya. Itulah sebabnya struktur organisasi sangat
diperlukan dalam sebuah organisasi yang baru dibentuk, dalam keadaan berkembang maupun
yang sudah mapan. Perusahaan atau organisasi sering mengubah strukturnya ketika skala
usahanya dan kompleksitasnya semakin besar. Sebab itulah konsep-konsep organisasi terus
berkembang agar dalam suatu organisasi semakin solid dan tercapainya tujuan.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://tkampus.blogspot.com/2012/03/definisi-organisasi.html
2. http://teorionline.wordpress.com/2010/02/07/teori-struktur-organisasi/
3. Ivancevich, dkk. 2008. Perilaku dan Manajemen Organisasi. Jakarta :
Erlangga
4. Robbins dan Judge. 2007. Perilaku Organisasi, Jilid 2. Jakarta : Salemba
Empat
5. slurppsss.wordpress.com/.../teori-organisasi-beserta-struktur-struktur-di
dalamnya.
6. http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_sosial
7. http://riechell.wordpress.com/2010/11/04/organisasi_2/
8. A.A Gde Muninjaya, Edisi 2,Managemen Kesehatan. Penerbit buku
kedokteran
9. http://blakocan.blogspot.com/2012/03/03-desain-organisasi-formaldan.html#!/2012/03/03-desain-organisasi-formal-dan.html