Anda di halaman 1dari 8

Bab 1

Pendahuluan

Analisis Indikator Ekonomi Makro Kabupaten Kaur Tahun 2014

Analisis Indikator Ekonomi Makro Kabupaten Kaur Tahun 2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Data yang memperlihatkan kinerja perekonomian suatu daerah disebut


indikator ekonomi makro daerah.
Sebagian indikator ekonomi makro
merupakan turunan dari data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). PDRB
menggambarkan besarnya nilai tambah yang dihasilkan oleh suatu daerah pada
waktu tertentu, biasanya dalam kurun waktu setahun. Data PDRB disajikan
dalam dua jenis, yaitu PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan PDRB Atas Dasar
Harga Konstan. Indikator ekonomi yang dapat diturunkan dari PDRB yaitu Laju
Pertumbuhan Ekonomi (LPE), kontribusi sektor-sektor ekonomi terhadap
pembentukan PDRB, dan PDRB Perkapita. Laju Pertumbuhan Ekonomi dapat
melihat perkembangan ekonomi secara keseluruhan maupun sektoral.
Kontribusi sektoral memperlihatkan peranan masing-masing sektor terhadap
pembentukan PDRB. Sedangkan PDRB perkapita memberikan gambaran ratarata pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk di Kabupaten Kaur.
Dalam proses perencanaan, salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan
pemerintah adalah membuat suatu rencana ekonomi. Rencana ekonomi yang
baik tentunya memerlukan data sebagai bahan acuan perencanaan. Indikator
ekonomi makro yang sering digunakan sebagai acuan proses perencanaan dan
evaluasi proses pembangunan antara lain Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE),
pendapatan perkapita, dan inflasi. Dengan tersedianya indikator ekonomi
makro yang berkesinambungan, akan membantu para perencana dalam proses
pembangunan itu sendiri sehingga menjadi lebih efisien dan efektif.
Data inflasi diperlukan dalam membuat rencana ekonomi suatu daerah.
Inflasi mengukur kenaikan tingkat harga, dengan mengetahui data inflasi dan
menganalisisnya, rencana yang dibuat menjadi lebih terarah, terukur, efektif, dan
efisien, khususnya dalam alokasi budgeting. Kabupaten Kaur sebagai salah satu
kabupaten pemekaran di Provinsi Bengkulu belum menjadi sampel Survei Biaya
Hidup (SBH), yaitu survei berkala yang dilakukan BPS dalam rangka
penghitungan inflasi. Sampel terpilih SBH yang dilakukan BPS hanya terbatas
pada kota-kota besar, seperti Kota Bengkulu saja di Provinsi Bengkulu. Meski
demikian, bisa saja pemerintah Kabupaten Kaur melakukan survei ini secara
mandiri. Mengingat keterbatasan data inflasi, pendekatan yang akan digunakan
adalah data Indeks Harga Implisit (IHI) atau PDRB deflator Kabupaten Kaur dan
Analisis Indikator Ekonomi Makro Kabupaten Kaur Tahun 2014

inflasi Kota Bengkulu sebagai pembanding. Dengan menganalisis data inflasi,


dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perencanaan pembangunan di masa
mendatang.
Selain itu, analisis indikator ekonomi makro daerah juga membandingkan
data PDRB daerah tersebut dengan daerah di sekitarnya menggunakan analisis
Location Quotient (LQ) untuk melihat keuntungan komparatif suatu daerah
terhadap daerah pembandingnya (spatial analysis). Metode LQ adalah suatu alat
pengembangan ekonomi yang lebih sederhana dengan segala kelebihan dan
keterbatasannya. Teknik LQ merupakan salah satu pendekatan yang umum
digunakan dalam basis model ekonomi sebagai langkah awal untuk memahami
sektor mana yang menjadi pemacu pertumbuhan. LQ mengukur konsentrasi
relatif atau derajat spesialisasi kegiatan ekonomi melalui pendekatan
perbandingan.
Kemiskinan dan pengangguran juga menjadi bagian dari indikator makro
ekonomi yang perlu dianalisis. Kedua indikator ini dapat mendiskripsikan
bagaimana dampak output suatu wilayah terhadap tingkat kesejahteraan
masyaraktnya (social welfare). Apakah output suatu wilayah sudah banyak
menyerap terhadap tenaga kerja sehingga mengurangi jumlah pengangguran di
wilayah tersebut? Atau justru output tidak memberikan hubungan positif
terhadap penyerapan tenaga kerja. Selain itu, perlu dikaji pula apakah laju
pertumbuhan ekonomi sebagai turunan output suatu wilayah juga memberikan
dampak yang signifikan terhadap jumlah kemiskinan.
Mengamati indikator ekonomi makro pada suatu wilayah dapat
memberikan banyak manfaat, selain sebagai bahan perencanaan pembangunan
ekonomi dapat juga sebagai bahan evaluasi hasil pembangunan yang sudah
dilakukan dalam periode tertentu.
Pada tahun ini, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)
Kabupaten Kaur melakukan penyusunan analisis indikator ekonomi makro
Kabupaten Kaur yang kemudian digunakan sebagai bahan rujukan perencanaan
dan evaluasi pembangunan ekonomi. Indikator ekonomi yang akan disusun
meliputi, pertumbuhan ekonomi, inflasi dan IHI, keuangan daerah otonom,
pengangguran, dan kemiskinan.
Keberadaan data indikator ekonomi makro yang dimiliki oleh Kabupaten
Kaur akan dijadikan dasar pijakan bagi penelitian ini untuk melakukan analisis
yang lebih mendalam melalui pengolahan data-data tersebut dengan
menggunakan metode statistik. Hal ini dimaksudkan agar indikator-indikator
tersebut dapat benar-benar merefleksikan kondisi perekonomian Kabupaten
4

Analisis Indikator Ekonomi Makro Kabupaten Kaur Tahun 2014

Kaur saat ini dan juga dapat digunakan oleh pemerintah Kabupaten Kaur sebagai
dasar pertimbangan untuk pengambilan keputusan atau kebijakan di masa yang
akan datang, terutama terkait dengan sektor perekonomian yang akan
menunjang pertumbuhan Kabupaten Kaur ke arah yang lebih baik lagi.
Atas dasar penjelasan tersebut di atas, dianggap perlu bagi pemerintah
Kabupaten Kaur untuk menganalisis dan mendeskripsikan lebih detail lagi
penelitian sebelumnya yang hanya terbatas penyusunan data indikator ekonomi
makro saja menjadi penelitian yang lebih mendalam lagi, yaitu Analisis
Indikator Ekonomi Makro Kabupaten Kaur Tahun 2014.
1.2

Maksud

Maksud penyusunan Analisis Indikator Ekonomi Makro Kabupaten


Kaur Tahun 2014 ini adalah terbentuknya sebuah publikasi yang berisi data
indikator ekonomi Kabupaten Kaur lengkap beserta analisisnya. Harapannya,
hasil penelitian ini dapat dijadikan benchmark atau acuan berbagai pihak dalam
mendalami kondisi pembangunan perekonomian di Kabupaten Kaur.
Fokus indikator ekonomi makro yang disajikan adalah Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB) dan data-data ekonomi makro turunan lainnya secara
series mulai tahun 2008 hingga tahun 2013. PDRB yang dimaksud adalah PDRB
ADHB dan ADHK menurut lapangan usaha (sektoral) dan menurut pengeluaran
(expenditure) tahun 2008-2013. PDRB dapat memotret besarnya pendapatan
perkapita, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), serta struktur ekonomi dan
pergeseran antar sektor.
Data-data yang akan dianalisis disajikan secara time series dalam periode
2008-2013. Hal ini dimaksudkan agar perkembangan atau trend perekonomian
dapat dilihat secara rinci dari tahun ke tahun. Dalam melakukan analisis, akan
dibandingkan juga kondisi ekonomi makro Kabupaten Kaur dengan kabupaten
lain yang berada di Provinsi Bengkulu.
1.3

Tujuan

Tujuan Analisis Indikator Ekonomi Makro Kabupaten Kaur Tahun 2014


adalah :
1. Mengindentifikasi data perekonomian, dalam hal ini Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kaur menurut sektoral dan pengeluaran
Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK)
Analisis Indikator Ekonomi Makro Kabupaten Kaur Tahun 2014

2.
3.
4.

1.4

beserta turunan indikator-indikator ekonomi makro Kabupaten Kaur


lainnya;
Menganalisis perekonomian Kabupaten Kaur berdasarkan data yang ada
tahun 2008-2013;
Menganalisis dan membandingkan perekonomian Kabupaten Kaur dengan
perekonomian beberapa daerah di Bengkulu untuk mengetahui keuntungan
komparatif yang dimiliki;
Menganalisis prospek perekonomian Kabupaten Kaur tahun yang akan
datang berdasarkan data yang ada.
Sasaran

Berdasarkan tujuan tersebut, sasaran yang ingin dicapai dari penelitian ini
adalah sebagai berikut :
1. Teridentifikasinya atau tersedianya data perekonomian Kabupaten Kaur
tahun 2008-2013;
2. Tersedianya analisis perekonomian makro Kabupaten Kaur serta faktorfaktor yang mempengaruhi perekonomian Kabupaten Kaur;
3. Tersedianya analisis perekonomian Kabupaten Kaur menggunakan analisis
LQ untuk melihat keunggulan komparatif Kabupaten Kaur terhadap
Provinsi Bengkulu;
4. Tersedianya prospek perekonomian Kabupaten Kaur berdasarkan data
ekonomi makro yang ada.
1.5

Manfaat

Manfaat yang diharapkan dari publikasi Analisis Indikator Ekonomi


Makro Kabupaten Kaur Tahun 2014 ini antara lain :
1. Perencanaan pembangunan Kabupaten Kaur yang lebih fokus dan lebih
terarah lagi;
2. Sebagai bahan acuan bagi para pengambil kebijakan dalam perencanaan
pembangunan untuk mengembangkan salah satu sektor ataupun
pengembangan ekonomi Kabupaten Kaur secara komprehensif.
1.6

Ruang Lingkup

Kegiatan perencanaan ini dilakukan dalam ruang lingkup wilayah


Kabupaten Kaur dengan batas koordinat 1030 4 8,76 - 1030 46 50,12 Bujur

Analisis Indikator Ekonomi Makro Kabupaten Kaur Tahun 2014

Timur (BT) dan 40 15 8,21 - 40 55 27,77 Lintang Selatan (LS). Sementara itu
lingkup tugas pekerjaan, meliputi hal-hal sebagai berikut :
A. Pengumpulan data, terdiri dari :
1. Data primer, yakni data dan informasi yang diperoleh secara
langsung di lokasi penelitian dengan tujuan untuk melihat
kondisi lapangan secara langsung sebagai bahan perbandingan
terhadap data sekunder.
2. Data sekunder, yakni data dan informasi yang diperoleh melalui
instansi terkait berupa dokumen-dokumen, peta, maupun
laporan.
B. Analisis data, dilakukan pada kelompok data maupun informasi yang
berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dalam
pengembangan ekonomi Kabupaten Kaur, yaitu meliputi :
1. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga
Berlaku (ADHB) dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK);
2. Pendapatan perkapita;
3. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE);
4. Inflasi dan Indeks Harga Implisit (IHI);
5. Keuangan Daerah (APBD/PAD);
6. Pengangguran;
7. Kemiskinan; dan
8. Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Adapun cakupan waktu penelitian yang akan digunakan adalah selama 6
(enam) tahun berturut-turut yaitu dari tahun 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, dan
2013. Analisis deskriptif dilakukan terhadap data yang tersedia dari berbagai
sumber data, seperti BPS, dinas-dinas terkait di lingkungan pemerintah
Kabupaten Kaur, dan berbagai sumber lainnya yang terkait dengan penelitian ini.
1.7

Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan penelitian ini mengikuti sistematika penulisan karya


tulis ilmiah akademik yang berlaku pada umumnya. Adapun tahapan dan isi
laporan meliputi hal-hal sebagai berikut :
Bab I Pendahuluan
Berisi pembahasan tentang latar belakang, maksud, tujuan, sasaran,
manfaat, ruang lingkup, serta sistematika penulisan.

Analisis Indikator Ekonomi Makro Kabupaten Kaur Tahun 2014

Bab II Gambaran Umum Indikator Ekonomi Makro


Berisi pembahasan tentang gambaran umum beberapa indikator ekonomi
makro Kabupaten Kaur yang diindikasikan berpengaruh cukup signifikan
dalam membantu proses analisis statistik pada Bab-4 penelitian ini.
Bab III Landasan Teoretis dan Metodologi Penelitian
Berisi pembahasan tentang landasan teoretis dan metodologi penelitian
yang akan digunakan dalam penelitian.
Bab IV Hasil Analisis Indikator Ekonomi Makro
Berisi pembahasan tentang hasil pengolahan data-data statistik terhadap
indikator-indikator ekonomi makro sebagaimana sudah disajikan dalam
Bab-2.
Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi
Berisi pembahasan tentang kesimpulan serta beberapa rekomendasi atas
hasil penelitian.

Analisis Indikator Ekonomi Makro Kabupaten Kaur Tahun 2014

Anda mungkin juga menyukai