Anda di halaman 1dari 26

Latihan 2-8

a.
-

Kelebihan informasi laporan keuangan untuk para pengambil keputusan:


Informasi dapat langsung membantu pembuat keputusan memprediksi hasil di masa depan.
Informasi tersebut dapat membantu pemakai menegaskan atau mengubah prediksi.
Informasi tersebut menghasilkan sesuatu yang dapat diverifikasi disajikan dengan jujur dan
netral dapat diverifikasi artinya informasi dapat di konfirmasi,, penyajian jujur berarti
informasi mencerminkan realitas dan netral berarti informasi tersebut benar dan tidak bias.
b. Kelebihan informasi ramalan analisis untuk para pengambil keputusan:
Tepat Waktu: Dalam informasi laporan keuangan yang disajikan setiap kuartal dan biasanya
disajikan dan di publikasikan tiga sampai enam pekan setelah akhir kuartal. Sebaliknya analisis
memperbarui ramalan dan rekomendasi pada basis waktu yang sangat dekat segera setelah
informasi mengenai perusahaan di ketahui.
- Frekuensi: terkait erat dengan tepat waktu. laporan ramalan analisis disajikan untuk pasar setiap
terdapat kejadian usaha yang membutuhkan revisi laporan
Orientasi Ke masa Depan: sumber informasi ramalan analisis menggunakan iformasi yang
berorientasi ke masa depan. Laporan keuangan hanya mencakup ramalan yang terbatas yang
menyebabkan keterlambatan pengakuan.
c.

Keterkaitan kedua hal tersebut: bahwa informasi laporan keuangan dan informasi ramalan analis
di peroleh dari laporan keuangan perusahaan yang mempunyai satu tujuan yaitu memberikan
informasi kepada para pengambil keputusan.

Latihan 2-9
a. Laporan laba rugi berdasarkan akuntasi akrual lebih relevan untuk mengukur kapasitas
perusahaan untuk menghasilkan kas saat ini dan pada masa mendatang. Keunggulan akrual
dalam menyajikan informasi yang relevan atas kinerja dan kondisi keuangan sautu perusahaan
dan untuk memprediksi arus kas masa depan. Hal tersebut dapat di lihat dari:
Kinerja keuangan: pengakuan pendapatan dan pengaitan biaya menghasilkan angka laba yang
lebih unggul dibandingkan arus kas untuk mengevaluasi angka laba yang lebih unggul
dibandingkan arus kas untuk mengevaluasi kinerja keuangan. Pengakuan pendapatan
memastikan bahwa seuma pendapatan yang dihasilkan dalam suatu periode telah diakui.
- Kondisi keuangan: sistem akuntansi berdasarkan arus kas menghasilkan neraca yagn tidak dapat
mencerminkan kondisi keuangan suatu perusahaan. Akuntansi kaural mengahasilkan akun neraca
yang lebih relevan.
Prediksi arus kas masa depan: arus aks saat ini bukan merupakan alat prediksi arus kas masa
depan yang terbaik. Anamun laba akrual merupakan prediksi arus aks masa depan yang lebih
baik karena paling tidak dua alasan. Pertama, melalui pengakuan pendapatan, yang
mencerminkan kosekuensi kas yang diterima dari pelanggan di masa depan. Kedua, akuntansi
akrual mengaitkan arus kas masuk dan keluar dengan lebih baik sepanjang waktu melalui proses
pegnaitan. Artinya laba lebih stabil dan merpuakan alat prediksi arus kas yang lebih dapat
diandalkan.
b. Yang dilaporkan pada sisi aktiva suatu neraca berbasis akrual adalah suatu pos modal kerja
pada neraca (aktiva lancar dan kewajiban lancar) sertta disebut juga akrual modal kerja, akrual
jangka pendek biasanya berasal dari persediaan dan transaksi kredit yang menimbulkan semua

bentuk piutang dan kewajiban seperti debitor dan kreditor transaksi perdagangan, beban dibayar
dimuka, dan penerimaan uang muka. Akrual jangka panjang disebabkan oleh kaitalisasi.
Kapitalisasi aktiva merupakan proses penangguhan biaya yang terjadi selama periode kini karena
manfaatnya diharapkan terjadi pada periode masa depan. Proses ini menimbulkan aktiva jangka
panjang seperti bangunan, mesi dan muhibah (goodwill). Sedangkan yang dilaporkan pada
neraca berbasis arus kas adalah laporan keuangan yang berisi informasi aliran kas masuk dan
aliran kas keluar dari suatu perusahaan selama periode tertentu. Informasi ini penyajiannya
diklasifikasikan menurut jenis kegiatan yang menyebabkan terjadinya arus kas masuk dan kas
keluar tersebut. Kegiatan perusahaan umumnya terdiri dari tiga jenis yaitu, kegiatan operasional,
kegiatan investasi serta kegiatan keuangan.
c. Akuntansi akrual lebih relevan karena karena mencatat pendapatan dan beban saat terjadi
sehingga menghasilkan angka laba yang lebih mencerminkan proftabilitas serta juga membuat
aktiva dan kewajiban lancar menjadi informasi kondisi keuangan yang berguna. Akuntansi akrual
mengatasi keterbatasan arus kas bebas dengan mengkapitalisasi investasi pada aktiva jangka
panjang dan mengalokasi biayannya sepanjang periode masa manfaat.
Akuntansi arus kas lebih andal karena mencerminkan kas yang dapat dengan bebas digunakan
untuk membayar kewajiban atau untuk pemegang saham.
Soal 2-6
kesalahan pandangan dalam peran akuntan tersebut adalah bahwa pekerjaaan akuntan adalah
untuk menutupi bukan menyajikan dan tidak memberikan gambaran akurat mengenai apa yang
terjadi dalam perusahaan untuk pihak luar. Padahal secara nyata tugas akuntan adalah untuk
menyajikan laporan keuangan perusahaan secara benar dan tidak memihak siapapun, waluaupun
akuntan tersebut dibayar oleh pihak perusahaan.
b. Informasi yang dihilangkan dalam artikel tersebut adalah dari fungsi perkerjaan akuntansi untuk
menutupi bukan menyajikan. Dan jika pandangan pengamat tersebut di perbaiki maka yang
benar adalah sebagai berikut:
a.

Pekerjaan seorang akuntan adalah untuk menyajikan bukan menutupi. Seorang akuntan
diminta untuk memberikan gambaran akuran mengenai apa yang terjadi dalam perusahaan untuk
pihak luar. Dia tidak diminta untuk mengubah gambaran operasi perusahaan sedemikian rupa
sehingga gambaran asli tidak mungkin terlihat.
Laporan laba rugi untuk perusahaan mainan tidak menyatakan beberapa banyak jenis
mainan yang dijual perusahaan, atau siapakah pelanggan terbaik perusahaan. Neraca tidak
menceritakan beberapa banyak stiap jenis mainan yang ada di persediaan, atau berapa banyak
utang pelanggan yang terlambat membayar tagihannya.
Secara umum apa pun yang digunakan manajer untuk melakukan pekerjaannya menjadi
perhatian beberapa pemegang saham, pelanggan, kreditor, atau badan pemerintah. Akuntansi
manajemen berbeda dengan akuntansi keuangan hanya karena akuntan harus menyajikan laporan
keuangan dan beberapa fakta dan gambaran yang berguna bagi manajer. Akuntan secara
sederhana hanya perlu menyajikan sebagian besar fakta dan gambaran yang digunakan manajer
saat ia menyusun laporan keuangan bagi pihak luar.
Aturan akuntansi mencerminkan pandangan ini. Meskipun akuntan berpikir bahwa ia
bekerja untuk kebaikan masyarakat, ia menyajikan banyak fakta dalam laporan yang disusunnya.

Karena akuntan bekerja untuk perusahaan, atau untuk manajemen perusahaan, ia menyajikan
banyak fakta yang oleh pihak luar ingin diketahui

Sebuah laporan keuangan dikatakan baikdan memenuhi persyaratanbila disusun sedemikian


rupa sehingga kedua tujuan tersebut bisa dicapai. Agar tujuan tersebut bisa tercapai, maka proses
penyusunnan dan penyajian laporan keuangan perlu memperhatikan beberapa hal penting.
Apa saja hal penting itu? Berikut adalah 12 hal penting yang dimaksud.

1. Bahasa Laporan Keuangan


Laporan keuangan dibuat, terlebih oleh perusahaan yang sudah berstatus terbuka (Tbk), tidak
semata-mata untuk dibaca sendiri. Melainkan untuk pihak luar (eksternal) juga, yakni: investor,
kreditur, dan Ditjen Pajak (pemerintah).
Nah, para pengguna eksternal itu, kira-kira pakai bahasa apa?
Untuk di Indonesia, sudah tentu mayoritas menggunakan laporan keuangan berbahasa Indonesia.
Oleh sebab itu, bahasa yang wajib digunakan dalam pelaporan keuangan di Indonesia adalah
bahasa Indonesia.
Tapi perusahaan di tempat saya kerja berstatus Penanaman Modal Asing (PMA) dimana banyak
pengurus (manajemennya) tidak bisa berbahasa Indonesia. Apakah boleh menggunakan bahasa
Inggris? Mungkin ada yang berpikir seperti itu.
Jika merujuk pada ketentuan Badan Pengawas Pasar Modal (saat ini digantikan oleh Otoritas
Jasa Keuangan), perusahaan emiten dibolehkan menyampaikan laporan keuangan berbahasa
Inggris, namun versi Bahasa Indonesianya tetap harus ada, dan keduanya harus memuat
informasi (akun dan angka) yang sama.

2. Mata Uang Pelaporan


Laporan keuangan yang dibuat hendaknya mencerminkan kondisi perusahaan yang sebenarnya.
Termasuk dalam hal penggunaan mata uang.
Jika dalam transaksi sehari-harinya lebih banyak menggunakan mata uang Rupiah, seperti
perusahaan pada umumnya di Indonesia, maka laporan keuangan yang disajikan juga dalam mata
uang Rupiah. Sehingga, benar-benar mencerminkan kondisi yang sebenarnya.
Bagaimana jika dalam transaksi perusahaan menggunakan beberapa macam mata uang? Di era
globaliasi sekarang ini, penggunaan mata uang asing makin lumrah. Setidaknya perusahaan yang
bergerak dibidang ekspor-impor, biasanya banyak menggunakan mata uang asing. Dalam kondisi

seperti ini, laporan keuangan bisa dalam mata uang yang paling banyak digunakan, istilahnya
mata uang fungsional.
Dari pengamatan JAK di lapangan, meski penjualan mayoritas dalam mata uang asing (eksportir
misalnya) atau pembelian persediaan dalam mata uang asing (importir), biaya-biaya yang timbul
di dalam negeri tetap saja masih menggunakan Rupiah. Sehingga jika dirasiokan, penggunaan
Rupiah tetap lebih banyak dibandingkan mata uang asing. Dalam kondisi seperti ini, laporan
keuangan disampaikan dalam mata uang Rupiah.

3. Saat Pelaporan
Setiap perusahaan diharapkan masih akan terus beroperasi secara kontinyu di masa-masa yang
akan datang. Untuk tujuan penilaian dan pengawasan, laporan keuangan dibuat dan disajikan
secara periodik per rentang waktu tertentu. Pengaturan waktu pelaporan per periode ini dalam
akuntansi disebut periodisasi.
Untuk pihak internal, perusahaan mungkin membuat laporan keuangan per bulan. Namun untuk
pihak eksternal, termsuk Ditjen Pajak dan OJK, laporan disampaikan secara tahunan. Rentang
waktu satu tahun ini dalam akuntansi dikenal dengan istilah satu tahun buku. Untuk pelaporan
ke Ditjen Pajak disebut satu tahun fiskal.
Periode satu tahun buku, pada umumnya, dimulai tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31
Desember setiap tahunnya. Pada setiap akhir peridode, perusahaan melakukan tutup buku. Untuk
ke Ditjen Pajak (sebagai kelengkapan SPT), laporan keuangan harus disampaikan paling lambat
1 kwartal setelah tutup buku. Dengan kata lain, 120 hari setelah tanggal 31 Desember setiap
tahunnya, yakni setiap 30 April. Jadwal ini dilaksanakan secara konsisten setiap tahun.
Bagaimana jika, karena keadaan tertentu, periode buku perusahaanterpaksalebih pendek
atau lebih panjang dari satu tahun buku? Mungkin ada yang berpikir demikian.
Dalam keadaan luar biasa, menurut peraturan Badan Pengawa Pasar Modal, perusahaan
diperbolehkan mengubah tahun buku dan diijinkan untuk melaporkan periode yang lebih pendek
atau panjang dari periode satu tahun. Namun 3 hal berikut ini harus diungkapkan:

Alasan perubahan tahun buku;


Alasan penggunaan tahun buku yang lebih pendek atau panjang dari periode satu tahun;
dan

Fakta bahwa jumlah komparatif dalam laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas,
laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan, memang tidak dapat
diperbandingkan.

4. Komponen Laporan Keuangan Yang Lengkap


Hal penting berikutnya yang perlu diperhatikan adalah komponen lengkap laporan keuangan.
Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari: Laporan Posisi Keuangan (=Neraca), Laporan Laba
Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan.
Masing-masing komponen laporan terdiri dari beberapa elemen, seperti berikut ini. a.
Komponen utama Laporan Posisi Keuangan:

Aset Lancar yang terdiri dari: (1) Kas dan Setara Kas; (2) Investasi Jangka Pendek; (3)
Wesel Tagih; (4) Piutang Usaha; (5) Piutang Lain-Lain; (6) Persediaan; (7) Pajak Dibayar
Dimuka; (8) Biaya Dibayar Dimuka; dan (9) Aset Lancar Lain-lain.
Aset Jangka Panjang (Tidak Lancar) terdiri dari: (1) Piutang Hubungan Istimewa ; (2)
Piutang Dagang; (3) Aset Pajak Tangguhan; (4) Investasi pada Perusahaan Asosiasi; (5)
Investasi Jangka Panjang Lain; (6) Persediaan; (7) Aset Tetap; (8) Aset Tidak Berwujud;
dan (9) Aset Lain-Lain.

Liabilitas Lancar terdiri dari: (1) Pinjaman Jangka Pendek; (2) Wesel Bayar; (3) Hutang
Usaha; (4) Hutang Pajak; (5) Beban Masih Harus Dibayar; (6) Pendapatan Diterima
Dimuka; (7) Bagian Liabilitas Jangka Panjang yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu
Tahun; dan (8) Liabilitas Lancar Lain-lain.

Liabilitas Jangka Panjang (Tidak Lancar) terdiri dari: (1) Hutang Hubungan
Istimewa; (2) Liabilitas Pajak Tangguhan; (3) Pinjaman Jangka Panjang; (4) Hutang
Sewa Guna Usaha; (5) Keuntungan Tangguhan Aset Dijual dan Disewaguna Usaha
Kembali; (6) Hutang Obligasi; (7) Liabilitas Tidak Lancar Lainnya; (8) Hutang
Subordinasi; dan (9) Obligasi Konversi.

Ekuitas terdiri dari: (1) Modal Saham; (2) Tambahan Modal Disetor; (3) Selisih Kurs
Karena Penjabaran Laporan Keuangan; (4) Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas
Perusahaan Asosiasi; (5) Keuntungan/Kerugian Belum Direalisasi dari Efek Tersedia
Untuk Dijual; (6) Selisih Penilaian Kembali Aset Tetap; (7) Opsi Saham; (8) Saldo Laba;
dan (9) Modal Saham Diperoleh Kembali.

b. Komponen Utama Laporan Laba Rugi, terdiri dari:

Pendapatan Usaha;
Beban Pokok Penjualan;

Laba/Rugi Kotor;

Beban Usaha;

Laba/Rugi Usaha;

Penghasilan/Beban Lain-lain;

Bagian Laba/Rugi Perusahaan Asosiasi;

Laba/Rugi Sebelum Pajak Penghasilan;

Beban/Penghasilan Pajak;

Laba/Rugi dari Aktivitas Normal;

Pos Luar Biasa;

Laba/Rugi Bersih;

Laba/Rugi Per Saham Dasar; dan

Laba/Rugi Per Saham Dilusian

c. Komponen Laporan Perubahan Ekuitas, terdiri dari:

Laba (rugi) bersih periode bersangkutan.


Setiap pos yang berdasarkan PSAK terkait diakui secara langsung dalam ekuitas (contoh:
keuntungan/kerugian yang belum direalisasi dari efek tersedia untuk dijual)

Pengaruh kumulatif dari perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi atas kesalahan
mendasar sebagaimana diatur dalam PSAK terkait, yaitu berupa efek kumulatif atas
perubahan kebijakan Akuntansi dan koreksi atas Kesalahan Mendasar

Transaksi modal dengan pemilik dan distribusi kepada pemilik

Saldo laba (rugi) pada awal dan akhir periode, yang dibagi dalam: (a) Yang Telah
Ditentukan Penggunaannya; (b) Yang Belum Ditentukan Penggunaannya

Rekonsiliasi antara nilai tercatat dari masing-masing jenis modal ditempatkan dan disetor
penuh, tambahan modal disetor dan pos-pos ekuitas lainnya pada awal dan akhir periode
yang mengungkapkan secara terpisah setiap perubahan.

d. Komponen Utama Laporan Arus Kas, terdiri dari:

Arus Kas dari Aktivitas Operasi


Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

5. Penyajian Secara Wajar


Disamping komponen disajikan secara lengkap, perusahaan juga perlu memperhatikan kewajaran
penyajian laporan keuangan.

Penyajian seperti apa yang disebut SECARA WAJAR dalam hal ini? mungkin ada yang
bertanya seperti demikian.
Berikut adalah penyajian wajar menurut regulator (utamanya Badan Pengawa Pasar Modal):
a. Penyajian Akun Pada Laporan Posisi Keuangan Penyajian aset lancar terpisah dari aset
jangka panjang (tidak lancar) dan Liabilitas lancar terpisah dari liabilitas jangka panjang . Aset
lancar disajikan menurut urutan likuiditas, sedangkan liabilitas disajikan menurut urutan jatuh
temponya.
b. Hubungan Istimewa Saldo transaksi sehubungan dengan kegiatan operasi normal
perusahaan, disajikan pada Laporan Posisi Keuangan secara terpisah antara pihak-pihak yang
mempunyai hubungan istimewa dengan pihak ketiga pada masing-masing akun.
c. Penyajian Akun Pada Laporan Laba Rugi Laporan laba rugi perusahaan disajikan
sedemikian rupa yang menonjolkan berbagai unsur kinerja keuangan yang diperlukan bagi
penyajian secara wajar. Perusahaan menyajikan di laporan laba rugi, rincian beban dengan
menggunakan klasifikasi yang didasarkan pada fungsi beban di dalam perusahaan, sedangkan
pada catatan atas laporan keuangan beban tersebut dirinci menurut sifatnya.
d. Identitas Perusahaan Setiap komponen laporan keuangan harus diidentifikasi secara jelas.
Di samping itu, informasi berikut ini disajikan dan diulangi pada setiap halaman laporan
keuangan: (1) Nama perusahaan pelapor atau identitas lain; (2) Cakupan laporan keuangan,
apakah mencakup hanya satu entitas atau beberapa entitas; ( 3) Tanggal atau periode yang
dicakup oleh laporan keuangan, mana yang lebih tepat bagi setiap komponen laporan keuangan;
(4) Mata uang pelaporan; dan (5) Satuan angka yang digunakan dalam penyajian laporan
keuangan.
e. Penyajian Arus Kas Laporan Arus Kas harus disajikan dengan menggunakan metode
langsung (direct method).
f. Catatan atas Laporan Keuangan Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan, yang sifatnya memberikan penjelasan baik yang bersifat
kualitatif maupun kuantitatif terhadap laporan keuangan, sehingga menghasilkan penyajian yang
wajar. Oleh sebab itu, pada setiap halaman laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan
arus kas, dan laporan perubahan ekuitas harus diberi pernyataan bahwa catatan atas laporan
keuangan merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan. Catatan atas laporan
keuangan harus disajikan secara sistematis dengan urutan penyajian sesuai dengan komponen
utamanya. Setiap pos dalam Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan
Ekuitas, dan Laporan Arus Kas harus direferensi silang (cross-reference) dengan informasi
terkait dalam Catatan atas Laporan Keuangan, jika dilakukan pengungkapan. untuk menjelaskan
adanya bagian dari suatu jumlah harus dilakukan dengan mencantumkan jumlah atau
persentasenya, bukan kata sebagian. Catatan atas Laporan Keuangan harus mengungkapkan
secara terpisah jumlah dari setiap jenis transaksi dan saldo dengan para direktur, karyawan,
komisaris, pemegang saham utama, karyawan kunci dan pihak-pihak yang mempunyai hubungan
istimewa. Apabila jumlah transaksi untuk masing-masing kategori tersebut dengan Pihak tertentu

melebihi Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah), maka jumlah tersebut harus disajikan secara
terpisah dan nama pihak tersebut harus diungkapkan.
g. Perubahan Kebijakan Akuntansi Dampak perubahan kebijakan akuntansi atau koreksi
atas kesalahan mendasar harus diperlakukan secara retrospektif dengan melakukan penyajian
kembali (restatement) untuk periode yang telah disajikan sebelumnya dan melaporkan
dampaknya terhadap masa sebelum periode penyajian sebagai suatu penyesuaian pada saldo laba
awal periode. Pengecualian dilakukan apabila dianggap tidak praktis atau secara khusus diatur
lain dalam ketentuan masa transisi penerapan standar akuntansi keuangan baru.
h. Penyajian Kembali Bila perusahaan melakukan penyajian kembali (restatement) laporan
keuangan yang telah diterbitkan sebelumnya, maka penyajian kembali tersebut berikut nomor
catatan atas laporan keuangan yang mengungkapkannya harus disebutkan pada Laporan Posisi
Keuangan, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas yang mengalami
perubahan.

6. Pihak Yang Memiliki Hubungan Istimewa


Menurut regulator, yang dimaksud dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa antara
lain:
a. Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau dikendalikan oleh,
atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan perusahaan pelapor (termasuk holding
companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries);
b. Perusahaan asosiasi (associated company);
c. Perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan
hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat
dari orang perseorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah
mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi orang perseorangan tersebut
dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor);
d. Karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk
merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi
anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat
orang perseorangan tersebut; dan
e. Perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara
langsung maupun tidak langsung, oleh setiap orang yang diuraikan dalam angka 3) atau 4), atau
setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup
perusahaanperusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham
utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen
kunci yang sama dengan perusahaan pelapor.

7. Materialitas dan Agregasi


Material adalah istilah yang digunakan untuk mengemukakan sesuatu yang dianggap wajar
untuk diketahui oleh pengguna laporan keuangan.
Informasi dianggap material apabila tidak disajikannya (omission) atau terdapat kesalahan dalam
mencatat (misstatement) informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan yang diambil.
Kecuali ditentukan secara khusus, pengertian material dalam hal ini adalah:

5% dari jumlah seluruh aset untuk akun-akun aset;


5% dari jumlah seluruh liabilitas untuk akun-akun liabilitas;

5% dari jumlah seluruh ekuitas untuk akun-akun ekuitas;

10% dari pendapatan untuk akun-akun laba rugi; dan

10% dari laba sebelum pajak untuk pengaruh suatu peristiwa atau transaksi seperti
perubahan estimasi akuntansi.

Akun-akun yang material disajikan terpisah dalam laporan keuangan.


Untuk akun-akun yang nilainya tidak material, tetapi merupakan komponen utama laporan
keuangan, harus disajikan tersendiri. Sedangkan untuk akun-akun yang nilainya tidak material,
dan tidak merupakan komponen utama, dapat digabungkan dalam pos tersendiri, namun harus
dijelaskan sifat dari unsur utamanya dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
Akun yang berbeda tetapi mempunyai sifat atau fungsi yang sama dapat digabungkan dalam satu
pos jika saldo masing-masing akun tidak material. Contoh pos hasil penggabungan antara lain
Biaya Dibayar Dimuka, Pendapatan Diterima Dimuka dan lain sebagainya. Jika penggabungan
beberapa akun mengakibatkan jumlah keseluruhan menjadi material, maka unsur yang
jumlahnya terbesar agar disajikan tersendiri.

8. Kebijakan Akuntansi
Manajemen memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi agar laporan keuangan memenuhi
ketentuan dalam PSAK dan peraturan pengawas pasar modal.
Apabila PSAK dan peraturan pengawas pasar modal belum mengatur masalah pengakuan,
pengukuran, penyajian, atau pengungkapan dari suatu transaksi atau peristiwa, maka manajemen
harus menetapkan kebijakan yang memberikan kepastian bahwa laporan keuangan menyajikan

informasi yang relevan terhadap kebutuhan para pengguna laporan untuk pengambilan keputusan
dan dapat diandalkan, dengan pengertian:

mencerminkan kejujuran penyajian hasil dan posisi keuangan perusahan;


menggambarkan substansi ekonomi dari suatu kejadian atau transaksi dan tidak sematamata bentuk hukumnya;

netral yaitu bebas dari keberpihakan;

mencerminkan kehati-hatian; dan

mencakup semua hal yang material.

Manajemen menggunakan pertimbangan untuk menetapkan kebijakan akuntansi yang


memberikan informasi yang bermanfaat dengan memperhatikan:

persyaratan dan pedoman PSAK yang mengatur hal-hal yang mirip dengan masalah
terkait;
definisi, kriteria pengakuan dan pengukuran aset, liabilitas, penghasilan dan beban yang
ditetapkan dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan; dan
pernyataan yang dibuat oleh badan pembuat standar lain dan praktik industry yang lazim
sepanjang konsisten dengan angka 1) dan 2).

9. Konsistensi Penyajian
Klasifikasi pos-pos dalam laporan keuangan antar periode harus disajikan secara konsisten,
kecuali:

Terjadi perubahan yang signifikan terhadap sifat operasi perusahaan atau perubahan
penyajian akan menghasilkan penyajian yang lebih tepat atas suatu transaksi atau
peristiwa; atau
Perubahan tersebut dipersyaratkan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan atau
diwajibkan oleh suatu ketentuan perundang-undangan.

Apabila penyajian atau klasifikasi pos-pos dalam laporan keuangan diubah maka penyajian
periode sebelumnya direklasifikasi untuk memastikan daya banding. Sifat, jumlah, serta alasan
reklasifikasi harus diungkapkan. Apabila reklasifikasi tersebut tidak praktis dilakukan maka
alasannya harus diungkapkan.

10. Informasi Komparatif

Informasi kuantitatif harus diungkapkan secara komparatif dengan periode sebelumnya. Laporan
keuangan disajikan secara perbandingan, setidaknya untuk 2 (dua) tahun terakhir sesuai
peraturan yang berlaku.
Sedangkan Laporan Keuangan Interim disajikan secara perbandingan dengan periode yang sama
pada tahun sebelumnya. Perhitungan Laba Rugi Interim harus mencakup periode sejak awal
tahun buku sampai dengan periode interim yang dilaporkan.

11. Peristiwa Setelah Tanggal Laporan Posisi Keuangan


Tanggal laporan posisi keuangan dengan tanggal terbitnya laporan keuangan biasanya berbeda.
Dan diantara kedua tanggal tersebut kemungkinan besar terjadi transaksi-transaksi.
Transaksi yang terjadi antara tanggal laporan posisi keuangan dan tanggal penerbitan laporan
keuangan yang mempunyai akibat material terhadap laporan keuangan sehingga memerlukan
penyesuian atau pengungkapan dalam laporan keuangan harus diungkapkan.

12. Tanggung Jawab Atas Isi Laporan


Yang menyusun laporan keuangan bisa jadi pihak perusahaan sendiri atau pihak di luar
perusahaan (konsultan atau kantor akuntan publik).
Siapapun yang menyusun, perlu disadari bahwa yang bertanggungjawab atas isi Laporan
Keuangan adalah manajemen perusahaan. Bukan pihak lain.

Konsep(Metode)PencatatanAkuntansi
a.KasBasis
AkrualBasismerupakansalahsatukonsepyangsangatpentingdalam
akuntansi,dimanaPencatatanbasiskasadalahteknikpencatatanketika
transaksiterjadidimanauangbenarbenarditerimaataudikeluarkan.Dengan
katalainAkuntansiKasBasisadalahbasisakuntansiyangmengakui
pengaruhtransaksidanperistiwalainnyapadasaat
Page 3

http://sumut.kemenag.go.id/

kasatausetarakasditerimaataudibayaryangdigunakanuntukpengakuan
pendapatan,
belanjadanpembiayaan.
KasBasisakanmencatatkegiatankeuangansaatkasatauuangtelahditerima
misalkanperusahaanmenjualproduknyaakantetapiuangpembayaranbelum
diterima
makapencatatanpendapatanpenjualanproduktersebuttidakdilakukan,jika
kastelah
diterimamakatransaksitersebutbaruakandicatatsepertihalnyadengan
dasarakrual
haliniberlakuuntuksemuatransaksiyangdilakukan,keduatekniktersebut
akansangat
berpengaruhterhadaplaporankeuangan,jikamenggunakandasarakrual
makapenjualan
produkperusahaanyangdilakukansecarakreditakanmenambahpiutang
dagang
sehinggaberpengaruhpadabesarnyapiutangdagangsebaliknyajikayangdi
pakaicash
basismakapiutangdagangakandilaporkanlebihrendahdariyang
sebenarnyaterjadi.
KasBasisjugamendasarkankonsepnyapadaduapilaryaitu:
1)PengakuanPendapatan:
Pengakuanpendapatan,saatpengakuanpendapatanpadacashbasisadalah
padasaat

perusahaanmenerimapembayaransecarakas.Dalamkonsepcashbasis
menjadihal
yangkurangpentingmengenaikapanmunculnyahakuntukmenagih.
Makanya
dalamcashbasiskemudianmunculadanyametodepenghapusanpiutang
secara
langsungdantidakmengenaladanyaestimasipiutangtaktertagih.
2)PengakuanBiaya:
Pengakuanbiaya,pengakuanbiayadilakukanpadasaatsudahdilakukan
pembayaran
secarakas.Sehinggadengankatalain,padasaatsudahditerimapembayaran
maka
biayasudahdiakuipadasaatitujuga.Untukusahausahatertentumasihlebih
menggunakancashbasisketimbangaccrualbasis,contoh:usaharelative
kecilseperti
toko,warung,mall(retail)danpraktekkaumspesialissepertidokter,
pedagang
informal,pantipijat(malahadayangpakaicreditcardtapiingatcreditcard
dikategorikanjugasebagaikasbasis).
Disampingitu,pencatatanakuntansidenganmetodekasbasisjuga
mempunyaibeberapakeunggulandankelemahanyaitusebagaiberikut:
1)KeunggulanPencatatanAkuntansiSecaraKasBasis
Page 4

http://sumut.kemenag.go.id/

a)Metodekasbasisdigunakanuntukpencatatanpengakuanpendapatan,
belanja
danpembiayaan.
b)Beban/biayabelumdiakuisampaiadanyapembayaransecarakas
walaupun
bebantelahterjadi,sehinggatidakmenyebabkanpengurangandalam
penghitunganpendapatan.
c)Pendapatandiakuipadasaatditerimanyakas,sehinggabenarbenar
mencerminkanposisiyangsebenanya.
d)Penerimaankasbiasanyadiakuisebagaipendapatan.

e)LaporanKeuanganyangdisajikanmemperlihatkanposisikeuanganyang
ada
padasaatlaporantersebut.
f)Tidakperlunyasuatuperusahaanuntukmembuatpencadanganuntukkas
yang
belumtertagih.
2)KelemahanPencatatanAkuntansiSecaraKasBasis
a)Metodekasbasistidakmencerminkanbesarnyakasyangtersedia.
b)Akandapatmenurunkanperhitunganpendapatanbank,karenaadanya
pengakuanpendapatansampaiditerimanyauangkas.
c)Adanyapenghapusanpiutangsecaralangsungdantidakmengenaladanya
estimasipiutangtaktertagih.
d)Biasanyadipakaiolehperusahaanyangusahanyarelativekecilseperti
toko,
warung,mall(retail)danpraktekkaumspesialissepertidokter,pedagang
informal,pantipijat(malahadayangpakaicreditcardtapiingatcreditcard
dikategorikanjugasebagaikasbasis).
e)Setiappengeluarankasdiakuisebagaibeban.
f)Sulitdalammelakukantransaksiyangtertundapembayarannya,karena
pencatatandiakuipadasaatkasmasukataukeluar.
g)Sulitbagimanajemenuntukmenentukansuatukebijakankedepannya
karena
selaluberpatokankepadakas.
Page 5

http://sumut.kemenag.go.id/
b.AkrualBasis
TeknikBasisAkrualmemilikifiturpencatatandimanatransaksisudahdapat
dicatatkarenatransaksitersebutmemilikiimplikasiuangmasukataukeluar
dimasa
depan.Transaksidicatatpadasaatterjadinyawalaupunuangbelumbenar
benar
diterimaataudikeluarkan.
Dengankatalainbasisakrualdigunakanuntukpengukuranaset,kewajiban
dan

ekuitasdana.Jadibasisakrualadalahbasisakuntansiyangmengakui
pengaruhtransaksi
danperistiwalainnyapadasaattransaksidanperistiwaituterjaditanpa
memperhatikan
saatkasatausetarakasditerimaataudibayar.
Akrualbasisjugamendasarkankonsepnyapadaduapilaryaitu:
1).Pengakuanpendapatan:
Saatpengakuanpendapatanpadaaccrualbasisadalahpadasaatperusahaan
mempunyaihakuntukmelakukanpenagihandarihasilkegiatanperusahaan.
Dalam
konsepakrualbasismenjadihalyangkurangpentingmengenaikapankas
benar
benarditerima.Makanyadalamaccrualbasiskemudianmunculadanya
estimasi
piutangtaktertagih,sebabpenghasilansudahdiakuipadahalkasbelum
diterima.
2).Pengakuanbiaya:
Pengakuanbiayadilakukanpadasaatkewajibanmembayarsudahterjadi.
Sehingga
dengankatalain,padasaatkewajibanmembayarsudahterjadi,makatitikini
dapat
dianggapsebagaistartingpointmunculnyabiayameskipunbiayatersebut
belum
dibayar.Dalamerabisnisdewasaini,perusahaanselaludituntutuntuk
senantiasa
menggunakankonsepaccrualbasisini.
Disampingitu,pencatatanakuntansidenganmetodekasbasisjuga
mempunyaibeberapakeunggulandankelemahanyaitusebagaiberikut:
1)KeunggulanPencatatanAkuntansiSecaraAkrualBasis
a)Metodeacrualbasisdigunakanuntukpengukuranaset,kewajibandan
ekuitas
dana.
Page 6

http://sumut.kemenag.go.id/

b)Bebandiakuisaatterjaditransaksi,sehinggainformasiyangdiberikan
lebihhandal
danterpercaya.
c)Pendapatandiakuisaatterjaditransaksi,sehinggainformasiyangdiberikan
lebih
handaldanterpecayawalaupunkasbelumditerima.
d)Banyakdigunakanolehperusahanperusahanabesar(sesuaidengan
Ketentuan
StandarAkuntansiKeuangandimanamengharuskansuatuperusahaanuntuk
menggunakanbasisakrual).
e)Piutangyangtidaktertagihtidakakandihapussecaralangsungtetapiakan
dihitungkedalamestimasipiutangtaktertagih.
f)Setiappenerimaandanpembayaranakandicatatkedalammasingmasing
akun
sesuaidengantransaksiyangterjadi.
g)Adanyapeningkatanpendapatanperusahaankarenakasyangbelum
diterima
dapatdiakuisebagaipendapatan.
h)Laporankeuangandapatdijadikansebagaipedomanmanajemendalam
menentukankebijakanperusahaankedepanya.
i)Adanyapembentukanpencandanganuntukkasyangtidaktertagih,
sehinggadapat
mengurangirisikokerugian.
2)KelemahanPencatatanAkuntansiSecaraAkrualBasis
a)Metodeakrualbasisdigunakanuntukpencatatan.
b)Biayayangbelumdibayarkansecarakas,akandicatatefektifsebagai
biaya
sehinggadapatmengurangipendapatanperusahaan.
c)Adanyaresikopendapatanyangtaktertagihsehinggadapatmembuat
mengurangi
pendapatanperusahaan.
d)Denganadanyapembentukancadanganakandapatmengurangi
pendapatan
perusahaan.
e)Perusahaantidakmempunyaiperkiraanyangtepatkapankasyangbelum

dibayarkanolehpihaklaindapatditerima.
Page 7

http://sumut.kemenag.go.id/
Kesimpulan
Dalamakuntansiberbasiskas,transaksiekonomidankejadianlaindiakui
ketikakas
diterimaataudibayarkan.Basiskasinidapatmengukurkinerjakeuangan
yaituuntuk
mengetahuiperbedaanantarapenerimaankasdanpengeluarankasdalam
suatuperiode.Basis
kasmenyediakaninformasimengenaisumberdanayangdihasilkanselama
satuperiode,
penggunaandanadansaldokaspadatanggalpelaporan.
ModelpelaporankeuangandalambasiskasbiasanyaberbentukLaporan
Penerimaandan
Pembayaran(StatementofReceiptsandPayment)atauLaporanArusKas
(CashFlow
Statement).Selainituperludibuatsuatucatatanataslaporankeuanganatau
notestofinancial
statementyangmenyajikansecaradetailtentangitemitemyangadadalam
laporankeuangan.
Akuntansiberbasiskasinitentumempunyaikelebihandanketerbatasan.
Kelebihan
kelebihanakuntansiberbasiskasadalahlaporankeuanganberbasiskas
memperlihatkansumber
dana,alokasidanpenggunaansumbersumberkas,mudahuntukdimengerti
dandijelaskan,
pembuatlaporankeuangantidakmembutuhkanpengetahuanyangmendetail
tentangakuntansi,
dantidakmemerlukanpertimbanganketikamenentukanjumlaharuskas
dalamsuatuperiode.
Sementaraituketerbatasanakuntansiberbasiskasadalahhanya
memfokuskanpadaarus

kasdalamperiodepelaporanberjalan,danmengabaikanarussumberdaya
lainyangmungkin
berpengaruhpadakemampuanpemerintahuntukmenyediakanbarangbarang
danjasajasasaat
sekarangdansaatmendatang;laporanposisikeuangan(neraca)tidakdapat
disajikan,karena
tidakterdapatpencatatansecaradoubleentry;tidakdapatmenyediakan
informasimengenai
biayapelayanan(costofservice)sebagaialatuntukpenetapanharga(pricing),
kebijakankontrak
publik,untukkontroldanevaluasikinerja.
Akuntansiberbasisakrualberartisuatubasisakuntansidimanatransaksi
ekonomidan
peristiwaperistiwalaindiakuidandicatatdalamcatatanakuntansidan
dilaporkandalamperiode
laporankeuanganpadasaatterjadinyatransaksitersebut,bukanpadasaatkas
atauekuivalenkas
diterimaataudibayarkan.Akuntansiberbasisakrualinibanyakdipakaioleh
institusisektornon
publikdanlembagalainyangbertujuanmencarikeuntungan.International
MonetaryFund(IMF)
sebagailembagakrediturmenyusunGovernmentFinanceStatistics(GFS)
yangdidalamnya
Page 8

http://sumut.kemenag.go.id/

menyarankankepadanegaranegaradebiturnyauntukmenerapkanakuntansi
berbasisakrual
dalampembuatanlaporankeuangan.Alasanpenerapanbasisakrualini
karenasaatpencatatan
(recording)sesuaidengansaatterjadinyaarussumberdaya.
Jadibasisakrualinimenyediakanestimasiyangtepatataspengaruh
kebijakan
pemerintahterhadapperekonomiansecaramakro.Selainitubasisakrual
menyediakaninformasi

yangpalingkomprehensifkarenaseluruharussumberdayadicatat,termasuk
transaksiinternal,
inkindtransaction,danarusekonomilainnya.Akuntansiberbasisakrual
memangdianggap
idealkarenamemberikangambaranyanglebihakuratataskondisikeuangan
suatuorganisasijika
dibandingkandenganakuntansiberbasiskas.Namun,untukmenerapkannya,
kajiandanstrategi
komprehensifsangatperludilakukankarenaakanmemengaruhibanyakhal
disamping
perubahanteknikakuntansiyangpastiterjadi.

soal 3 (pelaporan keuangan dan kecurangan keuangan)


Perhatikan pandangan seorang pengamat usaha berikut ini :
Pekerjaan seorang akuntan adalah untuk menutupi, bukan menyajikan.
Seorang akuntan tidak diminta untuk memberikan gambaran yang akurat mengenai
apa yang terjadi dalam perusahaan untuk pihak luar. Ia diminta untuk mengubah
gambaran operasi perusahaan sedemikian rupa. Sehingga gambaran asli tidak
mungkin terlihat.
Laporan laba rugi untuk perushaan mainan tidak menyatakan berapa banyak
jenis mainan yang dijual perusahaan, atau siapahkah pelanggan yang terbaik
perusahaan. Neraca tidak menceritakan berapa banyak setiap jenis mainan yang
ada dipersediaan, atau berapa banyak utang pelanggan yang terlambat membayar
tagihannya.
Secara

umum,

apa

pun

yang

digunakan

manajer

untuk

melakukan

pekerjaannya menjadi perhatian beberapa pemegang saham, pelanggan, kreditor,


atau

badan

pemerintah.

Akuntansi

manajemen

berbeda

dengan

akuntansi

keuangan, hanya karena akuntan harus menyembunyikan beberapa fakta dengan


gambaran yang berguna bagi manajer. Akuntan secara sederhana hanya perlu
membuang sebagian besar fakta dan gambaran yang digunakan manajer saat ia
menyusun laporan keuangan bagi pihak luar.
Aturan akuntansi mencerminkan pandangan ini. Meskipun akuntan berfikir
bahwa ia bekerja untuk kebaikan masyarakat, namun ia menyembunyikan beberapa
fakta dalam laporan yang disusunnya. Karena akuntan bekerja untuk perusahaan,
atau untuk manajemen perusahaan, ia menyembunyikan banyak fakta yang oleh
pihak luar ingin diketahui.
Diminta :
a.

Diskusikan kesalahan pandangan pengamatan ini mengenai peran akuntan dalam


pelaporan akuntansi keuangan.

b.

Diskusikan informasi yang dihilangkan menurut pendapat pengamatan tersebut

Jawab ;
a.

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai


informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat
keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam
perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam
mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara
luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis". Akuntansi bertujuan untuk
menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh
para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti
pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam
proses ini dikenal dengan istilah pembukuan.
Akuntan adalah sebutan dan gelar profesional yang diberikan kepada seorang
sarjana yang telah menempuh pendidikan di fakultas ekonomi jurusan akuntansi
pada suatu universitas atau perguruan tinggi dan telah lulus Pendidikan Profesi
Akuntansi (PPAk).
Kesalahan pandangan pengamat ini sebenarnya pekerjaan seorang akuntan
bukan untuk menutupi gambaran yang akurat mengenai apa yang terjadi di
perusahaan tapi memang untuk menyajikan gambaran asli apa yang terjadi
diperusahaan. Jadi akuntan bekerja bukan dengan motif komersil tetapi didasrkan
sebagai fungsinya sebagi kepercayaan masyarakat, sehingga keberadaan profesi
akuntan diakui sebagai sebuah profesi kepercayaan masyarakat untuk menyajikan
laporan keuangan agar memberikan laporan keuangan yang objektif, sehingga tidak
merugikan pemilik modal.
Jadi seorang akuntan tidak boleh menutupi fakta yang terjadi di perusahaan,
karena akan merugikan pemegang saham, pelanggan, kreditor, atau badan
pemerintahan walaupun untuk meningkatkan pandangan perusahaan.

b.

Akuntansi manajemen memang berbeda dengan akuntansi keuangan. Tetapi bukan


untuk menyembunyikan beberapa fakta dan gambaran yang berguna bagi manajer.
Akuntansi Manajemen Adalah Informasi keuangan yang merupakan keluaran
yang dihasilkan oleh tipe akuntansi manajemen, yang dimanfaatkan terutama oleh
pemakai intern organisasi. Sedangkan Akuntansi Keuangan merupakan tipe

akuntansi yang mengolah informasi keuangan yang terutama untuk memenuhi


keperluan manajemen puncak dan pihak luar organisasi. Jadi Prinsip akuntansi yang
lazim diterima baik dalam akuntansi keuangan kemungkinan besar juga merupakan
prinsip pengukuran yang relevan dalam akuntansi manajemen. Menggunakan
Sistem informasi operasi yang sama sebagai bahan baku untuk menghasilkan
informasi yang disajikan kepada pemakainya.

SOAL 2

Leave a comment

Akuntansi Berbasis Akrual VS Anggaran Berbasis Kas


Part 2
I. Akuntansi Berbasis Akrual
Basis kas adalah basis akuntansi yang mengakui transaksi pada saat kas diterima atau dibayar,
sedangkan basis akrual adalah basis akuntansi yang mengakui transaksi pada saat terjadi. Basis
akrual mengakui elemen laporan keuangan yang terdiri dari aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan
dan belanja. Perbedaan penerapan basis kas dan basis akrual dapat dilihat dari laporan keuangan
yang dihasilkan. Akuntansi berbasis kas akan menghasilkan laporan arus kas yang memberikan
informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas. Sedangkan Akuntansi berbasis akrual
dapat menghasilkan laporan realisasi anggaran dan Neraca. Laporan Keuangan versi akrual yang
umum sekurang-kurangnya terdiri dari
1. Laporan Operasi yang menyajikan informasi pendapatan dan beban/belanja.
2. Neraca yang menyajikan informasi mengenai aset dan kewajiban.
3. Laporan Arus Kas yang menyajikan informasi mengenai aktivitas operasi, investasi dan
keuangan.
Umumnya, implementasi sistem berbasis akrual dikaitkan dengan reformasi manajemen
keuangan pemerintah termasuk manajemen kinerja yang membutuhkan informasi mengenai
biaya. Reformasi manajemen keuangan semakin menuntut pemerintah untuk lebih transparan
dan akuntabel dengan mengungkapkan semua informasi yang relevan dengan pengambilan
keputusan dan dalam rangka mempertanggungjawabkan mandat yang diberikan oleh publik.
Akuntansi berbasis akrual dapat menyediakan pengukuran yang lebih baik, pengakuan yang tepat
waktu dan pengungkapan kewajiban di masa mendatang. Dalam rangka pengukuran kinerja,
informasi berbasis akrual dapat menyediakan informasi mengenai efisiensi dan efektivitas
organisasi dan mengurangi kesempatan atas kecurangan. Oleh karena itu, akuntansi berbasis
akrual merupakan salah satu sarana pendukung yang diperlukan dalam rangka transparansi dan
akuntabilitas sektor publik.
Akuntansi berbasis akrual telah berhasil diterapkan dan membawa manfaat di beberapa negara

maju. Manfaat sistem berbasis akrual antara lain (Van Der Hoek, 2005):
1. Mendukung Manajemen Kinerja
2. Menfasilitasi Manajemen keuangan yang lebih baik
3. Memperbaiki pengertian akan biaya program
4. Memperluas dan meningkatkan informasi alokasi sumber daya
5. Meningkatkan pelaporan keuangan
6. Memfasilitasi dan meningkatkan manajemen aset (termasuk kas)
Namun, penelitian ADB menyimpulkan bahwa penerapan akuntansi berbasis akrual oleh negaranegara berkembang merupakan hal yang kontroversial. Negara berkembang masih harus
menghadapi kendala dalam sumber daya manusia, keterbatasan teknologi, korupsi dan
kepentingan-kepentingan politik. Selain itu, akuntansi berbasis akrual juga lebih sulit dan mahal
untuk diterapkan dan informasinya lebih sulit untuk dimengerti bagi orang di luar profesi
akuntansi.
Oleh karena itu, penelitian ADB menyimpulkan bahwa penerapan akuntansi berbasis akrual di
negara-negara berkembang harus direncanakan secara realistis dan praktis sesuai dengan
kemampuan sumber daya dan kapasitas. Banyak penelitian menyimpulkan bahwa factor-faktor
yang dapat mendukung keberhasilan penerapan akuntansi berbasis akrual adalah strategi
implementasi yang direncanakan dengan baik, komitmen, tujuan yang dikomunikasikan secara
jelas, sumber daya manusia yang andal, dan sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan.
Salah satu hal yang penting untuk dianalisis adalah bagaimana strategi penerapan akuntansi
berbasis akrual dalam pengganggaran yang berbasis kas.

Soal 1

Dalam posting kali ini saya akan mencoba membahas latian 2-8 pada buku karangan John j.wild,
dkk. Financial Statement Analysis Edisi 8 buku 1.
Latian 2-8
Laporan keuangan merupakan sumber utama informasi mengenai suatu
perusahaan. Ramalan, laporan dan rekomendasi dari analisis merupakan
sumber informasi alternative yang terkenal :
Diminta :

Diskusikan kelebihan informasi laporan keuangan untuk para


pengambil keputusan usaha
b. Diskusikan kelebihan informasi ramalan analisis untuk para
pengambil keputusan usaha.
a.

c. Diskusikan bagaimana informasi pada (a) dan (b) saling terkait.


.
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan diatas menurut pendapat saya
pribadi.

Disoal

ditulis

pengambil

keputusan,

pengambil

keputusan

dapat

dibedakan menjadi dua pihak : pihak intern yaitu manajemen, owner, karyawan.

Pihak ekstern : pemerintah, investor, kreditor. Laporan keuangan merupakan


pertanggungjawab

manajemen

kepada

pemilik

atau

pihak-pihak

yang

berkepentingan dengan perusahaan atas kepercayaan menjalankan kegiatan


operasional

perusahaan.

Ramalan laporan keuangan merupakan prediksi kejadian ekonomi yang


akan terjadi dimasa akan datang, biasanya investor dalam membuat
ramalan masa depan dibantu oleh perantara informasi yaitu analis. Apa
yang menjadi inputan untuk membuat ramalan itu sendiri, input yang
digunakan adalah pertama, laporan keuangan yang dihasilkan manajemen
pada

periode

akuntansi

yang

bersangkutan,

kedua,

pengungkapan

sukarela, maksudnya ungkapan yang berita penting mengenai perusahaan


yang

dilakukan

oleh

manager

perusahaan

tersebut

pengungkapan

manager ada yang bersifat merugikan dan menguntungkan. Ada beberapa


alas an manager melakukan hal ini mungkin manager terdesak dengan
tuntutan hukuman yang ditunjukan kepadanya, dll. Ketiga berita ekonomi,
industry

dan

perusahaan.

Berita

ekonomi

seperti

tingkat

bunga,

pertukaran mata uang asing, dll. Berita industry seperti perubahan harga
komoditi, pesaing, peraturan pemerintah. Informasi khusus mengenai
perusahaan yaitu akuisisi, perubahan manager, perubahan auditor. Dari
berbagai sumber analisis untuk membuat ramalan keuangan diharapkan
dari sudut pihak ekstern, investor membuat keputusan yang tepat
mengenai perusahaan mana yang akan ditanamankan modalnya apakah
menerima atau menolak, dan investor mengharapkan feedback (umpan
balik) dari dana yang di setorkan kepada pihak yang menerima. Dari pihak
manajemen, membuat rencana kedepan untuk memajukan perusahaan
tersebut, seperti menaikan laba sebesar 30% dari tahun sebelumnya,
meningkatkan pangsa pasar dan volume produksi.
Laporan keuangan sepenuhnya menjadi tangungjawab manajemen,
informasi laporan keuangan digunakan untuk menilai kinerja manager
dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan dan tercapai atau
tidaknya rencana perusahaan yang telah tercantum dalam anggaran
perusahaan. Selanjutnya bagi pihak ekstern dan direksi informasi laporan
keuangan tersebut berguna apakah manager yang ada telah harus diganti
atau tidak, bagi investor apakah akan mempertahankan/menjual/membeli,
berdasarkan analisis dari informasi laporan keuangan tersebut. Bagi
pemerintah , laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit oleh

auditor independent. Untuk menetukan besaran pajak yang dipungut dari


laba yang dihasilkan selama periode akuntansi.
Apa hubungan keduanya, pada dasarnya pemakai informasi laporan
keuangan ingin mendapati laporan keuangan yang relevan, andal dan
dapat dibandingkan dan konsisten. Informasi dapat dikatakan relevan jika,
memiliki nilai prediksi maksudnya dapat membantu pembuat keputusan
memprediksi hasil dimasa depan, dan memiliki nilai umpan balik.
Meskipun laporan keuangan tersebut semula hanya prediksi investor,
sejauh ini laporan laba tidak jauh berbeda dengan hasil akhir. Dikatakan
andal jika disajikan dengan jujur dan netral. Dapat dibandingkan dan
Konsisten merupakan kualitas sekunder atas informasi akuntansi.
Konsisten memakai prosedur akuntansi yang tetap tiap periode akuntansi,
jika berbeda dicantumkan jenis dan alasannya. Dapat dibandingkan
dengan data-data yang ada (catatan akuntansinya).

Anda mungkin juga menyukai