Anda di halaman 1dari 5

KARAKTERISASI KATALIS CoMo/ZAA BERDASARKAN KEASAMAN

(CHARACTERIZATION OF CoMo/ZAA CATALYST BASED ACIDITY )


Karima Apriany (M0311041) a*
a

Jurusan Kimia, FMIPA, Universtas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami 36 A, Kentingan
Surakarta 57126 telp. (0271) 663375
* email: karima26@student.uns.ac.id
Received 29 Desember 2014, Accepted 29 Desember 2014

ABSTRAK(spasi 1, 12 pt)
Abstrak dituliskan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris menggunakan huruf
Times New Roman 12 pt, spasi tunggal. Panjang abstrak tidak lebih dari 250 kata. Hindari
penggunaan akronim, singkatan, atau simbol-simbol di dalam abstrak. Abstrak dapat
menggambarkan informasi kualitatif dan kuantitatif. Cantumkan 3-5 kata kunci terkait
dengan abstrak.
Kata Kunci : CoMo/ZAA, hydrocracking, katalis, keasaman

ABSTRACT
Abstract written in Indonesian and English using Times New Roman 12 pt, single
spaced. The abstract should not be longer than 250 words. Avoid the use of acronyms,
abbreviations, or symbols in the abstract. Abstracts can describe qualitative and
quantitative information.
Key words: Acidity, catalyst, CoMo/ZAA, hydrocracking

PENDAHULUAN
Pemecahan rantai panjang tir batubara menjadi ranai yang lebih pendek dapat
dilakukan dengan proses perengkahan katalitik (catalytic hydrocracking). Perengkahan
katalitik merupakan proses pemecahan senyawa hidrokarbon rantai panjang menadi
senyawa hidrokarbon rantai pendek yang dipercepat dengan adanya katalis. Dalam suatu
reaksi katalis akan mempengaruhi aktivitas dan selektivitas reaksinya. Katalis yang umum
digunakan dalam proses tersebut berupa katalis logam yang mana logam tersebut
diembankan kedalam suatu padatan berpori (pengemban). Salah satu material pengemban
yang banyak digunakan yaitu zeolit alam. Indonesia mempunyai sumber daya alam zeolit
yang cukup banyak dan tersebar hamper di setiap daerah terutama di pulau Jawa (Heraldy
et al., 2003). Di alam zeolit banyak bercampur dengan materi pengotor, baik yang bersifat
kristalin maupun amorf sehingga untuk aplikasinya zeolit harus dilakukan aktivasi dan
1

modifikasi guna meningkatkan sifat katalitiknya. Aktivasi dilakukan dengan menggunakan


HCl dan menunjukan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan H2SO4 dan HF ditinjau
dari luas permukaan, keasaman dan aktivitasnya (Ahmadi et al., 2007).
Logam ganda yang diembankan ke dalam zeolt alam aktif diketahui dapat berperan
sebagai katalis dan promotor. Menurut penelitian Nugrahaningtyas et al. (2005), katalis
logam ganda NiMo dengan pengemban zeolit alam memberikan sifat katalitik yang lebih
baik dibandingkan dengan katalis Ni/zeolit alam maupun Mo/zeolit alam saja. Egorova dan
Prins (2004) melaporkan bahwa katalis CoMo lebih baik dibandingkan dengan katalis
NiMo pada reaksi hidrodesulfurisasi.
Pengembanan logam Co dan Mo dalam zeolit alam dilakukan melalui impregnasi.
Cara ini memungkinkan logam-logam tersebut terdistribusi di dalam rongga dan pada
permukaan zeolit. Logam yang berada pada permukaan zeolit dapat menutupi situs aktif
dari system katalis CoMo/zeolit alam aktif (CoMo/ZAA) sehingga dapat menurukan
aktivitasnya. Oleh karena itu sebagian logam yang ada dipermukaan zeolit perlu
dihilangkan. Adanya dua logam yang teremban kedalam zeolit alam akan dapat
meningkatkan nilai keasaman (Trisunaryanti et al., 2005).
Pada penelitian ini dilakukan uji keasaman dari katalis 6% CoMo/ZAA dan
membandingkan tingkat keasamaan antara zeolit alam aktif dengan 6% CoMo/ZAA.

METODE PENELITIAN
Sampel 6% CoMo/ZAA yang digunakan merupakan hasil preparasi dengan
menggunakan metode koimpregnasi dari penelitian sebelumnya. Sampel yang berupa
pellet dimasukan kedalam krus kemudian ditmbang (W1) dan dioven pada suhu 110 0C
selama

jam. Sampel 6% CoMo/ZAA setelah dioven kemudian dimasukkan kedalam

desikator yang berisi gel silika selama 15 menit lalu ditimbang (W2). Udara didalam
desikator dibuat vakum kemudian kedalamnya dialiri dengan gas ammoniak selama 2 jam
dan dibiarkan 24 jam agak ammoniak dapat teradsorp kedalam katalis 6% CoMo/ZAA.
Kemudian dilakukan penimbangan berulang hingga didapatkan berat yang konstan.

PEMBAHASAN
Preparasi katalis yang telah dilakuan adalah dengan menggunakan metode koimpregnasi dimana pemasukan logam Mo dan Co kedalam ZAA secara bersama. Salah
satu parameter yang dijadikan acuan untuk karakterisasi katalis 6% CoMo/ZAA ialah
faktor keasaman katalis. Zeolit alam aktif memiliki tingkat keasaman dan luas permukaan
2

yang baik jika diaktivasi dengan menggunakan HCl. Akan tetapi sifat katalitik dari zeolit
alam aktif ini masih rendah. Kemudian dilakukan modifikasi zeolit alam aktif dengan
logam Co dan Mo dapat meningkatkan nilai keasaman dan sifat katalitik dari ZAA. sampel
6% CoMo/ZAA dan ZAA setelah dilakukan adsorpsi dengan menggunakan gas ammoniak
didapatkan berat sebesar 11.51 gram dan 19.56 gram. Untuk menghitung tingkat keasaman
digunakan persamaan sebagai berikut:
(

)
(

(1)

Keterangan
W1
= berat krus kosong setelah dipanaskan (gram)
W2
= berat krus+sampel setelah dipanaskan (gram)
W3
= Berat krus+sampel setelah adsorpsi ammoniak (gram)
MrNH3= berat molekul NH3 (17 gram/mol)
Dari perhitungan dengan menggunakan persamaan (1) didapat keasaman 6%
CoMo/ZAA dan ZAA ditunjukan pada Tabel 1.
Tabel 1.Perbandingan Tingkat Keasaman 6% CoMo/ZAA dengan ZAA

Penyajian gambar juga mengikuti penomoran seperti halnya penomoran tabel.


Sebagai contoh, penyajian Gambar 1.

Gambar 1. Keterangan gambar dibuat pada (a) posisi center seperti pada contoh penulisan
judul gambar (b) ................
Gambar yang disajikan dalam naskah sebaiknya diperoleh dari pikselasi yang tinggi
(500 dpi). Jika memungkinkan, gambar dalam format file gambar (JPEG atau JPG) dapat
disertakan dalam file terpisah untuk mempermudah penyuntingan gambar.
3

Nomor definisi, teorema, akibat, lemma, dan contoh ditulis dengan angka Arab.
Nomor persamaan matematika atau reaksi kimia ditulis dengan angka Arab. Nomor diketik
dalam tanda kurung. Persamaan matematika ditulis dengan Microsoft

Editor atau

MathType add-on. Dimohon menghindari pengulangan penulisan persamaan matematika,


reaksi kimia, definisi, teorema, akibat, lemma dan kalimat, cukup dituliskan nomor urutan
yang diacu.

c =

d +

(a )

= d + e

(1)

(b)

f .

Keterangan:
c

= konstanta..

d = .

KESIMPULAN
Kesimpulan wajib disajikan di dalam naskah dan selaras dengan rumusan masalah
dan tujuan penelitian/penulisan. Kesimpulan dituliskan dalam satu paragraf dengan
mengacu pada tujuan penelitian dan bukan dituliskan dalam penomoran.

UCAPAN TERIMAKASIH
Jika ada, ucapan terimakasih dinyatakan setelah kesimpulan. Ucapan terimakasih
yang diperbolehkan adalah yang berkaitan dengan kegiatan akademis misalnya ucapan
terimakasih kepada penyandang dana penelitian, seorang ahli yang berperanan dalam
diskusi,

pengambilan

data

atau

analisis

data

yang

terkait

langsung

dengan

penelitian/penulisan yang disajikan.

DAFTAR PUSTAKA
Dalam daftar pustaka semua nama penulis dicantumkan sesuai format sebagai berikut:
An, T., Zhang, W., Xiao, X., Sheng, G., Fu, J., and Zhu, X., 2004, Photoelectrocatalytic
Degradation of Quinoline with A Novel Three Dimensional Electrode-Packed Bed
Photocatalytic Reactor, Journal of Photochemistry and Photobiology A: Chemistry,
vol. 161, pp. 233-242, DOI: 10.1016/j.nainr.2003.08.004.
Astuti and Hasnah, R., 2010, Carcinogen, diakses pada 1 Desember 2010
(http://www.ilpi.com/msds/ref/carcinogen.html)

Augustine, R.L., Andrew, A., and Fry, R., 2013, Judul Buku di Cetak Miring, Marcel
Dekker Inc., New York.
Kloprogge, JT., and Frost, R., 1999, Infrared Emission Study of The Thermal
Transformation Mechanism of Al13-pillared Clay, Analyst, vol. 124, no. 2, pp. 381
384.
Murdopo, B., Widjonarko, D.M., and Muhammad F.J.P, Wijaya, D., 2006, Hydrocracking
Tir Batubara dengan Katalis Monometal dan Bimetal berbasis Zeolit Alam Aktif,
Procceding of The 2nd Conference and Symposium Indonesian Catalyst Society,
UNDIP-HKI, Semarang.
Murdopo, B., Widjonarko, D.M., and Muhammad F.J.P, Wijaya, D., 2008, Judul Artikel,
Aktakimika Indonesia, vol. 8, no. 3, pp. 165-178.
Pedoman Riset Nasional, 2013, Kementerian Riset dan Teknologi, Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai