Anda di halaman 1dari 27

GEOMETRI

KELOMPOK VI :
Atika Nidya Ulfa (G1D 010 005)
Fatmawati (G1D 010 011)
Luh Ika Septiyani (G1D 010 020)
Sri Trisnayanti (G1D 010 038)

Segitiga

adalah bangun datar yang mempunyai 3


sisi dan 3 sudut pada bagian dalamnya.

Segitiga

disimbolkan dengan simbol dan diberi


nama dengan menggunakan tiga huruf pada ketiga
titik sudutnya.

2. Jenis Segitiga
Berdasarkan panjang sisi-sisinya :
a. Segitiga sama kaki
Segitiga sama kaki adalah segitiga yang mempunyai dua
sisi sama panjang.

b. Segitiga sama sisi


Segitiga sama sisi adalah segitiga yang ketiga
sisinya sama panjang.

c. Segitiga Sembarang
Segitiga sembarang adalah segitiga yang ketiga
sisinya berbeda panjangnya dan ketiga sudutnya
berbeda besarnya.

Berdasarkan Sudutnya :
a. Segitiga siku-siku
Segitiga siku-siku adalah segitiga yang salah satu
sudutnya sikusiku atau besar sudutnya 90.

b. Segitiga lancip
Segitiga lancip adalah segitiga yang besar tiap
sudutnya merupakan sudut lancip atau besar
sudutnya antara 0 sampai dengan 90.

c. Segitiga tumpul
Segitiga tumpul adalah segitiga yang salah satu dari
tiga sudutnya merupakan sudut tumpul atau besar
sudutnya antara 90 dan 180.

Jika segitiga adalah sama sisi, maka sudut-sudutnya adalah


sama.
Example

berdasarkan teorema 6-1 <K=<L dan sisi sisi yang


berlawanan dengan masing-masing sudut adalah sama,
sehingga dalam segitiga sama sisi yang ketiga sisi nya adalah
sama maka besar ketiga sudutnya juga sama.

jika dua sudut segitiga adalah kongruen, maka sisi-sisi yang berlawanan
dengan masing-masing sudut tersebut adalah kongruen.

Berdasarkan teorema 6-1 telah dibuktikan bahwa:


Q=R
maka dengan postulat sisi-sudut-sisi dapat dikatakan
bahwa sisi PQ= sisi PR.

Besar Sudut-Sudut
Segitiga

The sum of the measures of


angels of triangels is 180

Theorem 6-4

l Diberikan
ADit
Rencana

Pernyataan

: Segitiga ABC
: mA + mB +mC = 180
: Akan di buat garis bantu l melalui A
dan sejajar dengan garis BC,kemudian
gunakan teorema hubungan garis
sejajar dan transversal

Alasan

1. Misalkan l adalah garis yang melalui A 1. Gagasan


dan sejajar BC
2. Jika 2 garis sejajar, maka sudut dalam
2. m1 = mB, m2 = mC
bersebrangan sama besar
3. Definisi
3. m1 + mA + m2 = 180
4. Substitusi
4. mB + mA + mC = 180

Theorem 6-5

The angels of an equilateral


triangel each have a measure of
60

1 A 2

Diberikan
ADit
Rencana

: Segitiga Sama Sisi ABC


: mA = mB =mC = 60
: Akan di buat garis bantu l melalui A
dan sejajar dengan garis BC,kemudian
gunakan teorema hubungan garis
sejajar dan transversal

Pernyataan
1. Misalkan l adalah garis yang melalui A
dan sejajar BC
2. mB = mA, mC = mA
3. m1 = mB, m2 = mC
4. m1 + mA + m2 = 180
5. mB + mA + mC = 180
mA + mA + mA = 180
3mA = 180
mA = 60
6. m A = m B =m C = 60

Alasan
1. Gagasan

2. Segitiga Sama Sisi ketiga sudutnya


sama besar
3. Jika 2 garis sejajar, maka sudut dalam
bersebrangan sama besar
4. Definisi
5. Substitusi

6. Substitusi

Theorem 6-6

The measure of an exterior


angel of a triangel is equal to the
sum of the measures of its two
remote interior angels

Diberikan
ADit

Rencana

: Segitiga ABC
: x = a + b, dimana x adalah sudut luar
segitiga dan a,b adalah sudut dalam
segitiga terjauh
: Menggunakan teorema-teorema
sebelumnya

Pernyataan
1. c + x = 180
c = 180 - x
2. a + b + c = 180
c = 180 - (a+b)
3. 180 - x = 180 - (a+b)
x=a+b

Alasan
1. Saling berpelurus
2. Definisi

3. Substitusi

Teorema AAS:
Jika dua sudut dan sisi pada sebuah segitiga, sama dan sebangun dengan
dua sudut dan sisi pada segitiga kedua, maka kedua segitiga tersebut
kongruen
C

A = P, B= Q, C = R
AB=PQ, BC=QR, AC=PR
ABC = PQR

B
R

No.

Pernyataan

Alasan

1.

A=P,B=Q

2.

m A + m B + m C = 180,
m P + m Q + m R = 180

Hasil penjumlahan dari 3 sudut pada


segitiga adalah 180

3.

m A + m B + m C = m P + m Q + m R

Substitusi

4.

mC=mR

Hasil pengurangan antara 180


dengan sudut-sudut yg telah
diketahui m C = (180 - (m A + m
B ))

5.

C= R

Definisi sudut kongruen

6.

BC = QR

Mengapa?

7.

ABC = PQR

Mengapa?

Pada tabel di atas telah diuraikan beberapa informasi yang


menunjukkan bahwa dua segitiga yang dimaksud oleh teorema
A-A-S adalah kongruen. Berdasarkan informasi dalam tabel dan
berdasarkan gambar dua buah segitiga yang sama dan sebangun
di atas, maka dapat diketahui garis BC = QR dan ABC = PQR.
Kesimpulan : Pada dua buah segitiga yang kongruen, besar
masing-masing sudut dan panjang masing-masing sisi pada
segitiga adalah sama, misalnya ABC = PQR dimana m A =
m P, m B = m Q, m C = m R dan AB = PQ, BC = QR, AC =
PR.

Teorema HA :
Jika sisi miring dan kaki sebuah segitiga siku-siku sama dan
sebangun dengan sisi miring dan kaki pada segitiga siku-siku
kedua, maka kedua segitiga siku-siku tersebut kongruen.
Example :
C
R

C F

A
Diketahui

B E

C(F)

B(E)

: ABC siku-siku dengan sudut siku-siku di B


DEF siku-siku dengan sudut siku-siku di E
CA FD , CB FE, AB DE

Adit

: ABC DEF

Rencana

: Geserlah kedua segitiga yang diketahui sehingga CB bertumpang

tindih dengan FE, membentuk segitiga sama kaki. Segitigasegitiga yang diketahui tersebut akan dibuktikan kongruen
menggunakan teorema sd.sd.ss sd.sd.ss (AAS)

C F

BE

Pernyataan

Alasan

Geserlah ABC dan DEF sehingga CB


bertumpang tindih dengan FE, sehingga
MN bisektor AD

Bentuk geometrik dapat dipindahkan tanpa mengubah


ukuran atau bentuknya. Garis-garis yang sama dapat
dibuat saling bertumpang tindih

AND adalah sudut lurus

Definisi sudut lurus

AD adalah ruas garis lurus

Sisi-sisi sudut lurus terletak pada satu garis lurus

B dan E adalah sudut siku-siku

Diketahui

ANM DNM (siku-siku)

Definisi garis tegak lurus

A D

Postulat sisi sudut sisi (SAS)

CA FD

Diketahui

MA MD

Bagian-bagian yang bersesuaian pada segitiga-segitiga


yang kongruen adalah kongruen

CB FE

Diketahui

10

MN MN

Sifat refleksif (pencerminan)

11

ABC DEF

Teorema sd.sd.ss sd.sd.ss (AAS)

Jika sebuah titik berjarak sama terhadap titik ujung suatu ruas

garis maka titik tersebut terletak pada garis bagi (bisektor)


tegak lurus ruas garis tersebut dengan kata lain jika sebuah titik
terletak pada bisektor tegak lurus suatu ruas garis maka titik
tersebut berjarak sama dari ujung-ujung suatu ruas garis.

Pembuktian :
Diketahui : PA PB
Buktikan : P pada PM

A
Pernyataan

Alasan

1. M titik tengah AB

Postulat : Setiap ruas garis memiliki satu dan hanya


satu titik tengah

2. AM BM

Definisi titik tengah

3. PA PB

Diketahui

4. PAM PBM

Postulat sisi sudut sisi

5. APM BPM

Postulat sisi sudut sisi

6. AMP BMP (siku-siku)

Definisi garis tegak lurus

7. PM bisektor AB

Dalil bisektor tegak lurus

8. P pada PM

Postulat : Melalui dua titik dapat dibuat satu dan


hanya satu buah garis