Anda di halaman 1dari 25

BAB IV

PERHITUNGAN WAKTU PERMESINAN


DAN BIAYA PRODUKSI

4.1. Perhitungan Waktu Permesinan.


Pada perencanaan ini, penulis mencantumkan salah satu contoh
perhitungan waktu pengerjaan pada mesin milling, mesin bubut, mesin bor
dan mesin gerinda.
1.

Pengerjaan Dengan Mesin Milling.


Adapun contoh dari pengerjaan mesin milling diambil plat atas
dengan data-data sebagai berikut :
Material

: ST 60

Ukuran mentah

: 427x400x47

Ukuran jadi

: 422,2x395x42

Gambar 4.1 pengerjaan dengan


mesin milling pada plat atas
Dimana :
Vc

= Kecepatan potong

(mm/menit)

= Diameter cutter

(mm)

Tm

= Waktu pengerjaan

(menit)

= Panjang benda kerja

(mm)

74

75

= Kecepatan pemakanan

(mm)

= Kedalaman pemakanan (mm)

=Lebar pemakanan

Sr

= Kedalaman pemakanan (put/menit)

(mm)

a. Pengerjaan pada Bidang A


Pengerjaan kasar :
a

4 mm

= 400 mm

= 427 mm

Vc = 35 mm/menit
d

= 63 mm

= 10

Sr

1 mm

Ll

d
2
2

427

63
2
2

460,5 mm

1000.Vc
.d

1000 .35
3,14 .63

176,92 rpm

S n. Sr. z
176,92.1.10
1769,2 mm/ menit
Tmk

L
S

460 ,5
1769 ,2

0,26 menit
Karena dalam pengerjaan menggunakan cutter 63 mm dan
lebar pengerjaan 400 dengan kedalaman pemakanan 1 mm, maka

76

dilakukan sebanyak

400
7 kali untuk satu sisi. Maka untuk dua
63

sisi adalah.
Tmk 7 x 4 x0,26 menit 7,28 menit

Pengerjaan halus:
a

= 1 mm

Sr

= 0,5 mm

Vc = 60

Ll

mm/menit

d
2
2

427

1000.Vc
.d

1000 .60
3,14 .63

63
2
2

303,3 rpm
S n. Sr. z
303,3.0,5.10
1516,5 mm/ menit
Tmf

L
S

460 ,5
1516 ,5

0,303menit
Karena tebal pemakanan 0,5 mm, maka untuk dua sisi.

Tmf 7 x 2 x0,303 menit 4,25 menit

TmC Tmk Tmf

7,28 4,25
11,53menit

77

Gambar 4.2 Sisi A pemakanan plat atas


b. Pengerjaan pada Bidang B
Pengerjaan kasar :
a

4 mm

= 42 mm

= 427 mm

Vc = 35 m/menit
d

= 63 mm

= 10

Sr

Ll

1 mm

d
2
2

427

63
2
2

460,5 mm
S n. Sr. z
176,92.1.10

1769,2 mm/ menit

1000.Vc
.d

1000 .35
3,14 .63

176,92 rpm
L
S
460 ,5

1769 ,2
0,26 menit

Tmk

78

Karena dalam pengerjaan menggunakan cutter 63 mm dan


lebar pengerjaan 42 dengan kedalaman pemakanan 1 mm, maka
dilakukan sebanyak

42
1 kali untuk satu sisi. Maka untuk dua
63

sisi adalah.
Tmk 1x 4 x0,26 menit 1,04 menit

Pengerjaan halus:
a

= 1mm

Sr

= 0,5 mm

Vc = 60 mm/menit

Ll

d
2
2

427

63
2
2

460,5 mm

1000.Vc
.d

1000 .60
3,14 .63

303,3 rpm

S n. Sr. z
303,3.0,5.10
1516,5 mm/ menit
Tmf

L
S

460 ,5
1516 ,5

0,303menit
Karena tebal pemakanan 0,5 mm, maka untuk dua sisi.

Tmf 1x 2 x0,303 menit 0,607 menit

TmC Tmk Tmf

1,04 0,607
1,647 menit

79

Gambar 4.3 Sisi B pemakanan plat atas


c. Pengerjaan pada Bidang C
Pengerjaan kasar :
a

4 mm

= 42 mm

= 395 mm

Vc = 35 m/menit
d

= 63 mm

= 10

Sr

1 mm

Ll

d
2
2

395

63
2
2

428,5 mm

S n. Sr. z
176,92.1.10
1769,2 mm/ menit

1000.Vc
.d

1000 .35
3,14 .63

176,92 rpm
L
S
428 ,5

1769 ,2

Tmk

0,242 menit

80

Karena dalam pengerjaan menggunakan cutter 63 mm dan


lebar pengerjaan 42 dengan kedalaman pemakanan 1 mm, maka
dilakukan sebanyak

42
1 kali untuk satu sisi. Maka untuk dua
63

sisi adalah.
Tmk 1x 4 x0,242 menit 0,96 menit

Pengerjaan halus:
a

= 1mm

Sr

= 0,5 mm

Vc = 60 mm/menit

Ll

d
2
2

395

63
2
2

428,5 mm

1000.Vc
.d

1000 .60
3,14 .63

303,3 rpm

S n. Sr. z
303,3.0,5.10
1516,5 mm / menit
Tmf

L
S

428 ,5
1516 ,5

0,282 menit
Karena tebal pemakanan 0,5 mm, maka untuk dua sisi.

Tmf 1x 2 x0,282 menit 0,564 menit

TmC Tmk Tmf

0,96 0,564
1,53 menit

81

Gambar 4.4 Sisi C pemakanan plat atas


Jadi total pengerjaan pelat atas pada mesin milling adalah:

Tmtot TmA TmB TmC

11,53 1,647 1,53


14,72 menit
NO
1
2
3
4
5
6
7

Nama Bagian

T. Set
(menit)
20
20
30
20
60
20
90

T. ukur
(menit)
10
10
15
10
25
10
40

Plat atas
Plat bawah
Punch holder
Plat Stripers
Dies (1-7)
Pelat Penetrasi
Punch (1,2,3,
4,7,8,10,14,
15,16,17,19)
Total waktu pengerjaan

T. kerja
(menit)
14,72
14,72
35,72
9,87
27,86
6,87
56,78

T. Total
(menit)
44,72
44,72
80,72
39,87
112,86
36,87
186,78

546,54

Tabel 4.1. Waktu pengerjaan mesin milling


2. Pengerjaan Mesin Bubut
Penulis mengambil contoh pillar dalam menghitung waktu pengerjaan
mesin bubut. Adapun data-data pillar yang akan dibubut dijelaskan pada
gambar dibawah ini.

82

Gambar 4.5. Pengerjaan mesin bubut pada pillar


Dimana:
n

= Putaran mesin (rpm)

Vc

= Kecepatan potong (mm/menit)

= Diameter benda kerja (menit)

Tm

= Waktu pengerjaan (menit)

= jari-jari benda kerja yang akan dibubut (mm)

Sr

=kedalaman pemakanan (mm)

1. Pembubutan Permukaan Dari 255 mm Menjadi 250 mm

Tm

r
Sr.n

1000.Vc
.d

1000 .20
3,14 .82

77,67 rpm
TmA

r
Sr.n
41
0,5.77 ,67

1,05 menit
Karena tebal kedua bagian yang akan dibubut 4 mm. Maka,
total waktu pengerjaan adalah:
TmA 4 x1,05 menit 4,2 menit

83

Gambar 4.6 Sisi A pemakanan pillar


2. Pembubutan Permukaan Dari 82 Menjadi 80 mm

Tm

r
Sr.n

1000.Vc
.d

1000 .20
3,14 .82

77,67 rpm
TmB

L
Sr.n
250
0,5.77 ,67

6,44 menit
Karena tebal kedua bagian yang akan dibubut 4 mm. Maka,
total waktu pengerjaan adalah:
TmA 4 x6,44 menit 25,76 menit

Gambar 4.7 Sisi B pemakanan pillar


3. Pembubutan Permukaan Dari 80 Menjadi 60 mm

Tm

r
Sr.n

84

1000.Vc
.d

1000 .20
3,14 .80

79,61rpm
TmkB

L
Sr.n

TmhB

230
1.79 ,61

2,89 menit

L
Sr.n

230
0,5.79 ,61

5,78 menit

Karena tebal kedua bagian yang akan dibubut 20 mm.


Maka, total waktu pengerjaan adalah:
TmA ((9 x 2,89 ) (4 x5,78 )) menit 49 ,13 menit
Jadi total pengerjaan pillar pada mesin bubut adalah:

Tmtot TmA TmB TmC

4,2 25,76 49,13


79,1 menit

Gambar 4.8 Sisi C pemakanan pillar


NO
1
2
3
4

Nama
Bagian
Pillar
Bush
Shank
Punch
(5,6,9,11,
12,13,18)

T. Setting
(menit)
15
15
20
30

T. Pengukuran
(menit)
5
5
15
20

T. Pengerjaan
(menit)
79,1
43,98
65,72
67,05

Total waktu pengerjaaan mesin bubut

Tabel 4.2 waktu pengerjaan mesin bubut

Jumlah
4
4
1
-

T. Tot
(menit)
336,4
195,92
100,72
117,05

749,73

85

3. Pengerjaan Mesin Gerinda


Pengerjaan dengan mesin gerinda, diambil contoh pengerjaan pada dies,
adapun keterangan bahan yang digunakan adalah sebagai berikut:

Material

= Amutit

Ketebalan yang digerinda

= 0,3 mm

Panjang benda kerja

= 171,94 mm

Lebar benda kerja

= 164,5 mm

Tebal pemakanan kasar

= 0,25 mm

Tebal pemakanan finishing

= 0,05 mm

Vc

= 20-15 m/s

Sr

= 0,05 (kasar) dan 0,01mm (halus)

= 50 mm

Dimana:
Vc

= Kecepatan potong (mm/menit)

Tm

= Waktu pengerjaan (menit)

= Panjang benda kerja (mm)

Sr

= Kedalaman pemakanan (mm)

= Jumlah pemakanan

= Lebar mata gerinda (mm)

1. Pemakanan Kasar

S 0,5.a
0,5.50
25 mm
X

Ketebalan pemakanan
Kedalaman pemakanan

0,25
0,5

5 kali pemakanan
Tmk

L.b. X
1000.Vc.S

86

171,94.164,5.5
1000.20.25

0,28 menit
2. Pemakanan Halus
S 1 / 3.a

1 / 3.50
16,66 mm
Ketebalan pemakanan
Kedalaman pemakanan

0,05
0,01

5 kali pemakanan
Tmf

L.b. X
1000.Vc.S

171,94 .164 ,5.5


1000 .25 .16 ,66

0,34 menit
Jadi, total pengerjaan dies pada mesin gerinda dengan ukuran
171,94x164,5x42,3 mm menjadi ukuran 171,94x164,5x42 mm adalah :

Tmtot Tmmk Tmf

0,28 0,34

0,62 menit

87

NO
1
2
3
4
5
6
7
8

Nama Bagian

T. Setting
(menit)
10
10
10
10
10
10

T. Pengukuran
(menit)
5
5
5
5
5
5

Plat atas
Plat bawah
Punch holder
Plat penetrasi
Plat Stripper
Dies
(1-6)
Punch (1-19)
10
5
Pillar
10
5
Total waktu pengerjaaan mesin gerinda

T. Pengerjaan
(menit)
4,6
4,6
1,3
1,3
1,3
0,62

T. Tot
(menit)
19,6
19,6
16,3
16,3
16,3
15,62

1,24
1,84

16,24
16,84
136,84

Tabel 4.3 waktu pengerjaan mesin Gerinda


4. Pengerjaan Mesin Bor
Sebagai contoh pengerjaan dengan mesin bor, diambil plat penetrasi dan
bahan yang digunakan adalah sebgai berikut:

Material

= ST 42

Ukuran benda kerja

= 225x215x5 mm

Diameter lubang

= 12 mm

Gambar 4.9 Pengerjaan mesin bor pada plat penetrasi

Dimana:
Vc

= Kecepatan potong (mm/menit)

Tm

= Waktu pengerjaan (menit)

= Panjang benda kerja (mm)

88

Sr

= Kedalaman pemakanan (mm)

1. Pengeboran 12 mm
Vc

20

m/menit

Sr

0,05

mm/put

1000.Vc
.d

1000 .20
3,14 .12

534,18 rpm
Tm

T l 0,3.d
5 0,3.12
8,36 mm

L
Sr.n

8,36
0,05 .534 ,1

0,31 menit
Tmtot Tm . jumlah pengeboran

0,31.14
4,34 menit
NO
1
2
3
4
5
6
7

Nama Bagian

T. Setting
T. Pengukuran
(menit)
(menit)
Plat atas
10
5
Plat bawah
10
5
Punch holder
10
5
Plat penetrasi
10
5
Plat Stripper
10
5
Dies
10
5
Bushing
10
5
Total waktu pengerjaaan mesin bor

T. Pengerjaan
(menit)
84,5
84,5
4,34
4,34
20,47
4,85
45,84

Tabel 4.4 waktu pengerjaan mesin bor

T. Tot
(menit)
99,5
99,5
19,34
19,34
35,47
19,85
60,84
353,84

89

4.2 Perhitungan Biaya Produksi.


1. Biaya Material.
Material yang digunakan dalam perencanaan ini adalah ST 42, ST
60 dan Amutit. Harga material yang digunakan ditentukan dari berat
material tersebut sedangkan harga material per satuan Kg penulis ambil
dari buku modul teknologi mekanik (Lit 12, Hal 85). Untuk mengetahui
berat material yang digunakan dapat ditentukan dengan rumus sebagai
berikut:
W V .

Dimana :
W

= Berat bahan (kg)

= Voume bahan (mm3)

= Massa jenis bahan (kg/mm3)

Menghitung volume balok yaitu :


V l.b.h

Dimana :
V

= Voume bahan (mm3)

= Panjang

(mm)

= Lebar

(mm)

= Tinggi

(mm)

Menghitung volume silinder yaitu :

.d 2 .h

Dimana :
V

= Voume bahan (mm3)

= Diameter

(mm)

= Tinggi

(mm)

Sedangkan untuk mengetahui harga material dapat ditemukan


dengan menggunakan rumus:
TH HS.W

90

Dimana :
TH

= Total harga per material (Rupiah)

HS

= Harga satuan

= Berat material (kg)


Disini penulis mengambil contoh perhitungan untuk harga plat

atas dan perhitungan pillar.


A. Plat atas
Bahan

= ST 60

Ukuran

= 427x400x47

Harga per kg = Rp. 25.000,Berat jenis

= 7850.10-9 kg/mm3

W V .

427 x 400 x 47 x7850 .10 9


63,01kg

TH TH.W

Rp 25 .000 . 63,01 kg

Rp.1.575.250,
B. Pillar
Bahan

= ST 60

Ukuran

= 82 x255 mm

Harga per kg = Rp. 25.000,Berat jenis

= 7850.10-9 kg/mm3

W .d 2 .h.
4

3,14

.82 2 .255 .7850 .10 9


4

10,57 kg

TH TH.W

Rp 25 .000 . 10 ,57 kg

91

Rp.264.250, Rp. 265.000,

Dalam perencanaaan ini, pillar yang digunakan sebanyak 4


buah. Maka, total biaya dalam pembelian material adalah :
4xRp.100.000,- = Rp. 1.060.000,NO

Nama Bagian

Bahan

Ukuran

Berat
(kg)

Jumlah

Harga/
(kg)

Total harga

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
3
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

Shank
Plat atas
Plat penetrasi
Punch holder
Punch 12
Punch 34
Punch 5
Punch 6
Punch 7
Punch 8
Punch 9
Punch 10
Punch 11
Punch 12
Punch 13
Punch 14
Punch 15
Punch 16
Punch 17
Punch 18
Punch 19
Dies 1
Dies 2
Dies 3
Dies 4
Dies 5
Dies 6
Dies 7
Plat bawah
Pillar
Bushing

100x96
427x400x47
230x220x8
230x220x18
85x27x42
83x44x42
10x42
12x42
27x22x42
48x18,5x42
15x42
25x12x42
20x40
12x42
13x42
13x8x42
75x43x42
60x44x42
18x13x42
17x42
16x16x42
60x42x47
73x37x47
53x18x16
51x37x16
47x19x34
48x20x20
187x86x48
427x400x47
85x255
60x50

4,65
63
3,2
7,15
0,8
1,2
0,02
0,03
0,2
0,3
0,046
0,1
0,08
0,03
0,035
0,04
1,1
0,9
0,08
0,06
0,09
1
1
0,12
0,24
0,24
0,15
6,06
63
8,9
0,87

1
1
1
1
2
2
4
2
2
2
4
4
4
2
2
2
2
2
4
1
1
2
2
2
2
2
2
2
1
4
4

25.000
9.000
9.000
9.000
25.000
25.000
25.000
25.000
25.000
25.000
25.000
25.000
25.000
25.000
25.000
25.000
25.000
25.000
25.000
25.000
25.000
25.000
25.000
25.000
25.000
25.000
25.000
25.000
9.000
9.000
45.000

116.250
1.575.000
48.000
107.250
80.000
120.000
4.000
3.000
20.000
30.000
9.200
20.000
16.000
3.000
3.500
4.000
110.000
90.000
16.000
3.000
4.500
100.000
100.000
12.000
24.000
24.000
15.000
606.000
1.575.000
890.000
226.200

Pegas Stripper

ST 60
ST 60
ST 42
ST 42
Amutit
Amutit
Amutit
Amutit
Amutit
Amutit
Amutit
Amutit
Amutit
Amutit
Amutit
Amutit
Amutit
Amutit
Amutit
Amutit
Amutit
Amutit
Amutit
Amutit
Amutit
Amutit
Amutit
Amutit
ST 60
ST 60
Kuninga
n
Standar

32

40

180.000

33

Baut pengikat

Standar

70

145.000

34
35

Pin Penepat
Pegas

Standar
Standar

M12, M6 ,
M5
12x60
-

0,04
-

4
16

40.000
40.000

92

pelontar
Total Biaya Material

6.359.900

Tabel 4.5 Biaya material


2. Biaya sewa mesin
Biaya sewa mesin dihitung berdasarkan biaya sewa mesin, dengan
memperhitungkan penyusutan harga mesin dan biaya penunjang.
Rumus untuk menghitung biaya mesin adalah:

K m K p K d .t e
Dimana :
Km = Biaya sewa mesin
te

= Lama waktu permesinan selama proses pengerjaan ( jam )

Kp = Biaya penunjang mesin per jam


Kd = Penyusutan harga mesin per jam
Dengan harga Kd
Kd=

V v
N u .t f

Dimana :
V

= Nilai ganti ( 1,5 dari harga mesin )

= Nilai sisa ( 15% dari harga mesin )

Nu = Umur mesin ( diambil 15 tahun )


tf

= pemakaian mesin per tahun ( diambil 1700 jam per tahun )


Biaya penunjang adalah biaya yag mendukung selama proses

pembuatan alat bantu, baya yang mendukung ini adalah biaya sewa
lantai, biaya mesin, biaya perawatan dan lain-lain.
Untuk menghitung biaya sewa mesin ini, diperlukan data-data
mesin yang digunakan, seperti yang tertera pada tabel dibawah ini:

93

NO.
1.
2.
3.
4.
5.

Mesin

Harga mesin ( juta )


60
85
20
105
95

Bubut
Milling
Bor
Gerinda
Heat Treatment

Daya mesin ( KW )
3,5
5,5
2
5,5
1,2

Tabel 4.6 Harga mesin


a. Mesin Bubut
Penyusutan harga mesin adalah
Kd

V v
N u .t f

1,5.Rp 60 juta 10 %.Rp 60 juta


2,5th.1700 / th

= Rp 19.764,- /jam
Biaya penunjang adalah
Kp

= 20% . Rp19.764, / jam


= Rp 3.952,- /jam

Maka biaya sewa pada mesin bubut


Km = K d K p . t e
= Rp 19 .764 , / jam Rp 3.952 , / jam .12,5 jam
= Rp 296.470,b. Mesin Milling
Penyusutan harga mesin adalah
Kd

V v
N u .t f

1,5.Rp 85 juta 10 %.Rp 85 juta


2,5th.1700 / th

= Rp 28.000,- /jam
Biaya penunjang adalah
Kp

= 20% . Rp 28.000, / jam


= Rp 5.600,- /jam

94

Maka biaya sewa pada mesin milling


Km = K d K p . t e
= Rp 28 .000 , / jam Rp 5.600 , / jam .9,1 jam
= Rp 305.760,c. Mesin Bor
Penyusutan harga mesin adalah
Kd

V v
N u .t f

1,5.Rp 20 juta 10 %.Rp 20 juta


2,5th.1700 / th

= Rp 6.588,- /jam
Biaya penunjang adalah
Kp

= 20% . Rp 6.588, / jam


= Rp 1.317,- /jam

Maka biaya sewa pada mesin bor


Km = K d K p . t e
= Rp 6.588 , / jam Rp 1.317 , / jam .,5,9 jam
= Rp 46.644,d. Mesin Gerinda
Penyusutan harga mesin adalah
Kd

V v
N u .t f

1,5.Rp 105

juta 10 %.Rp 105 juta


2,5th.1700 / th

= Rp 34.588,- /jam
Biaya penunjang adalah
Kp

= 20% . Rp 34.588, / jam


= Rp 6.917,- /jam

95

Maka biaya sewa pada mesin gerinda


Km = K d K p . t e
= Rp 34 .588 , / jam Rp 6.917 , / jam .2,3 jam
= Rp 95.463,e. Mesin Heat Treatment
Penyusutan harga mesin adalah
Kd

V v
N u .t f

1,5.Rp 85 juta 10 %.Rp 85 juta


2,5th.1700 / th

= Rp 28.000 /jam
Biaya penunjang adalah
Kp

= 20% . Rp 28.000, / jam


= Rp 5.600 /jam

Maka biaya sewa pada mesin heat treatment


Km = K d K p . t e
= Rp 28 .000 / jam Rp 5.600 / jam .,19,55 jam
= Rp 732.282,Jadi biaya sewa mesin keseluruhan selama proses pembuatan alat adalah
= sewa mesin bubut + sewa mesin milling + sewa mesin bor + sewa
mesin gerinda + sewa mesin heat treatment
= Rp 296.470,- + Rp 305.760,- + Rp 46.644,-+Rp 95.463+ Rp
732.282,= Rp 1.476.619,3. Biaya Penggunaan Listrik
NO.
1.
2.
3.
4.
5.

Mesin
Bubut
Milling
Bor
Gerinda
Heat Treatment

waktu ( jam )
12,5
9,1
5,9
2,3
19,55

Daya mesin ( KW )
3,5
5,5
2
5,5
1,2

Harga /KWH

Rp 1535,05

96

Tabel 4.7 Harga listrik per KWH


Jadi harga tagihan listrik setiap mesin
Bubut

= 12,5 jam . 3,5 KW . Rp 1535,05 /KWH


= Rp 67.158,-

Milling = 9,1 jam . 5,5 KW . Rp 1535,05 /KWH


= Rp 76.829,Bor

= 5,9 jam . 2 KW . Rp 1535,05 /KWH


= Rp 18.113,-

Gerinda = 2,3 jam . 5,5 KW . Rp 1535,05 /KWH


= Rp 19.418,HT

= 19,55 jam . 1,2 KW . Rp 1535,05 /KWH


= Rp 36.012,-

Jadi total biaya listrik adalah :


= biaya listrik bubut + biaya listrik milling + biaya listrik bor + biaya
listrik gerinda + biaya listrik heat treatment
= Rp 67.158,- + Rp 76.829,- + Rp 18.113,- + Rp 19.418,- + Rp
36.012,= Rp 217.530,NO

Mesin

1
2
3
4
5

Bubut
Milling
Bor
Gerinda
Heat Treatment

Harga sewa
mesin (Rp)
296471
305760
46645
95464
732282
Total biaya

Biaya listrik
(Rp)
67158
76829
18114
19418
36012

Total Harga sewa


mesin (Rp)
363629
382589
64758
114882
768295
Rp 1.694.153,-

Tabel 4.8 Biaya penggunaan mesin


4. Biaya Operator
Untuk biaya operator diambil secara umum, sebesar Rp 15.000
/jam, dimana operator bekerja 7 jam/hari. Total waktu pengerjaan
semua komponen adalah.
= Rp 15.000 /jam . 100 jam
= Rp 1.500.000,-

97

Lama waktu pembuatan alat ini


=

100 jam
7 jam / hari

= 14,28 hari 15 hari


5. Biaya Perencanaan (Biaya Tidak Terduga)
Dalam perencanaan ini termasuk biaya perawatan alat-alat yang
dikeluarkan selama proses pembuatan press tool, biaya tak terduga
15% dari biaya material dan sewa mesin, jadi biaya yang tak terduga
adalah:

15%.(biaya material biaya me sin biaya operator)


15%.(Rp 6.359.900, Rp 1.694.153,- Rp 1.500.000,)
15%.(Rp 9.554.053,-)
Rp 1.433.107,
Biaya produksi compound tool
= Rp 6.359.900,- + Rp 1.694.153,- + Rp 1.500.000,- + Rp
1.433.107,= Rp 10.987.160,6. Biaya Pajak
Biaya pajak diambil sebesar 15% dari biaya produksi compound
tool, maka biaya pajak yang didapat yaitu:

15%.biaya produksi
15%.Rp 10.987.160,= Rp 1.648.074,7. Keuntungan
Dalam perencanaan ini keuntungan yang diambil 25% dari biaya
produksi, jadi keuntungan yang didapat yaitu:

25 %.Biaya produksi Biaya Pajak

25 %. Rp 10.987.160 ,- Rp 1.648.074, -
= Rp 3.158.808,-

98

8. Harga Jual Alat


Harga press tool dihitung berdasarkan jumlah biaya antara lain:
NO.
1
2
3

Nama Biaya
Biaya Produksi
Biaya Pajak
Keuntungan
Total Harga Jual

Besar biaya
Rp 10.987.160,Rp 1.648.074,Rp 3.158.808,Rp 15.794.042,-

Jadi harga jual alat ini adalah Rp 15.794.042,-