Anda di halaman 1dari 10

A.

Maksud dan Tujuan


Pelaksanaan praktikum ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat
mengelompokkan batuan berdasarkan kandungan fosilnya, tanpa melihat atau
memperhatikan ciri-ciri fisik, kandungan mineral maupun komposisi daripada
batuannya.
Sedangkan tujuannya yaitu agar dapat membuat bentuk penyajian data
yang efektif berdasarkan hasil analisa semi kualiotatif dan penyajian data
secara kuantitatif, dapat membuat kolom biostatigrafi berdasarkan hasil
analisa tersebut, dapat membuat kurva paleobatimetri berdasarkan data hasil
pemboran, serta dapat menentukan lingkungan pengendapan berdasarkan
pelagik rasio.

B. Alat dan Baha


Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
1. Alat tulis menulis
2. Kertas Grafik
3. Kertas A4
4. Mistar
5. Kalkulator
6. Problem set
7. Sap praktikum
8. Pensil Warna

C. Prosedur Kerja
1. Menyiapkan kertas grafik,
2. Menggambar perlapisan batuan di setiap sumur sesuai dengan problem set
yang diberikan asisten,
3. Memberikan simbol batuan pada setiap perlapisan batuan yang ada di tiaptiap sumur dan memberikan menulis kandungan fosilnya,
4. Mengkorelasikan batuan-batuan yang memiliki kandungan fosil yang
sama,
5. Mewarnainnya sesuai dengan simbol batuan yang ada.

D. Teori Ringkas
Pada hakekatnya ada hubungan tertentu antara kejadian dan aturan
batuan di alam, dalam kedudukan ruang dan waktu geologi.Stratigrafi
membahas aturan, hubungan, kejadian lapisan serta tubuh batuan di alam.
Sandi stratigrafi dimaksudkan untuk memberikan pengarahan kepada para
ahli geologi yang bekerja mempunyai persepsi yang sama dalam cara
penggolongan stratigrafi. Sandi stratigrafi memberikan kemungkinan untuk
tercapainya keseragaman dalam tatanama satuan-satuan stratigrafi.Pada
dasarnya, Sandi Stratigrafi mengakui adanya satuan lithostratigrafi, satuan
litodemik,

satuan

biostratigrafi,

satuan

sekuen

stratigrafi,

satuan

kronostratigrafi dan satuan geokronologi.Sandi ini dapat dipakai untuk semua


macam batuan.

Berikut ini pengertian pengertian mengenai Sandi Stratigrafi sebagai


berikut:
a. Penggolongan Stratigrafi ialah pengelompokan bersistem batuan
menurut berbagai cara, untuk mempermudah pemerian, aturan dan
hubungan batuan yang satu terhadap lainnya. Kelompok bersistem
tersebut diatas dikenal sebagai satuan stratigrafi.
b. Batas Satuan Stratigrafi ditentukan sesuai dengan batas penyebaran ciri
satuan tersebut sebagaimana didefinisikan. Batas satuan Stratigrafi
jenistertentu tidak harus berimpit dengan batas Satuan Stratigrafi jenis
lain, bahkan dapat memotong satu sama lain.
c. Tatanama Stratigrafi ialah aturan penamaan satuan-satuan stratigrafi,
baik resmi maupun tak resmi, sehingga terdapat keseragaman dalam nama
maupun

pengertian

nama

nama

tersebut

seperti

misalnya:

Formasi/formasi, Zona/zona, Sistem dan sebagainya.


d. Tatanama Satuan Stratigrafi Resmi dan Tak Resmi. Dalam Sandi
Stratigrafi diakui nama resmi dan tak resmi. Aturan pemakaian satuan
resmi dan tak resmi masing-masing satuan stratigrafi, menganut batasan
satuan yang bersangkutan.Penamaan satuan tak resmi hendaknya jangan
mengacaukan yang resmi.
e. Stratotipe atau Pelapisan Jenis adalah tipe perwujudan alamiah satuan
stratigrafi yang memberikan gambaran ciri umum dan batas-batas satuan
stratigrafi.

Tipe

ini

merupakan

sayatan

pangkal

suatu

satuan

stratigrafi.Stratotipe hendaknya memberikan kemungkinan penyelidikan


lebih lanjut.
1) Stratotipe Gabungan ialah satuan stratotipe yang dibentuk oleh
kombinasi beberapa sayatan komponen
2) Hipostratotipe ialah sayatan tambahan (stratotipe sekunder) untuk
memperluas keterangan pada stratotipe;
3) Lokasitipe ialah letak geografi suatu stratotipe atau tempat mula-mula
ditentukannya satuan stratigrafi.
f.

Korelasi

adalah

penghubungan

titik-titik

kesamaan

waktu

atau

penghubungan satuan satuan stratigrafi dengan mempertimbangkan


kesamaan waktu.
g. Horison ialah suatu bidang (dalam praktek, lapisan tipis di muka bumi
atau dibawah permukaan) yang menghubungkan titik-titik kesamaan
waktu. Horison dapat berupa: horison listrik, horison seismik, horison
batuan, horison fosil dan sebagainya. Istilah istilah seperti : datum,
marker, lapisan pandu sebagai padanannya dan sering dipakai dalam
keperluan korelasi.
h.

Facies adalah aspek fisika, kimia, atau biologi suatu endapan dalam
kesamaan waktu. Dua tubuh batuan yang diendapkan pada waktu yang
sama dikatakan berbeda facies, kalau kedua batuan tersebut berbeda ciri
fisik, kimia atau biologinya.

A. Azas Tujuan:
1. Pembagian biostratigrafi dimaksud untuk menggolongkan lapisanlapisan batuan di bumi secara bersistem menjadi satuan satuan bernama
berdasar kandungan dan penyebaran fosil.
2. Satuan biostratigrafi ialah tubuh lapisan batuan yang dipersatukan
berdasar kandungan fosil atau ciri-ciri paleontologi sebagai sendi pembeda
terhadap tubuh batuan sekitarnya.
3. Satuan Resmi dan Tak Resmi:
Satuan biostratigrafi resmi ialah satuan yang memenuhi persyaratan Sandi
sedangkan satuan biostratigrafi tak resmi adalah satuan yang tidak
seluruhnya memenuhi persyaratan Sandi.
- Kelanjutan Satuan
Kelanjutan satuan biostratigrafi ditentukan oleh penyebaran
kandungan fosil yang mencirikannnya.
- Tingkat dan Jenis Satuan Biostratigrafi
1. Zona ialah satuan dasar biostratigrafi
2.Zona adalah suatu lapisan atau tubuh batuan yang dicirikan oleh satu
takson fosil atau lebih.
3. Urutan tingkat satuan biostratigrafi resmi, masing-masing dari besar
sampai kecil ialah: Super-Zona, Zona, Sub-Zona, dan Zenula,
4.

Berdasarkan

ciri

paleontologi

yang

dijadikan

sendi

satuan

biostratigrafi, dibedakan: Zona Kumpulan, Zona Kisaran, Zona Puncak,


dan Zona Selang

- Zona Kumpulan
1. Zona Kumpulan ialah kesatuan sejumpah lapisan yang terdiri oleh
kumpulan alamiah fosil yang hkas atau kumpulan sesuatu jenis fosil.
2. Kegunaan Zona Kumpulan, selain sebagai penunjuk lingkungan
kehidupan

purba

dapat

juga

dipakai

sebagai

penciri

waktu.

3. Batas dan kelanjutan zona Kumpulan ditentukan oleh batas terdapat


bersamaannya

(kemasyarakatan)

unsur-unsur

utama

dalam

kesinambungan yang wajar.


4. Nama Zona Kisaran harus diambil dari satu unsur fosil atau lebih yang
menjadi penciri utama kumpulannya.
- Zona Kisaran:
1. Zona kisaran ialah tubuh lapisan batuan yang mencakup kisaran
stratigrafi untur terpilih dari kumpulan seluruh fosil yang ada
2. Kegunaan Zona Kisaran terutama ialah untuk korelasi tubuh-tubuh
lapisan batuan dan sebagai dasar untuk penempatan batuan batuan dalam
skala waktu geologi
3.Btasa dan Kelanjutan Zona Kisaran ditentukan oleh penyebaran tegak
dan

mendatar

takson

(takson-takson)

yang

mencirikannya.

4. Nama Zona Kisaran diambil dari satu jenis atau lebih yang menjadi
ciri utama Zona.
- Zona Puncak:
1. Zona Puncak ialah tubuh lapisan batuan yang menunjukkan
perkembangan

maksimum

suatu

takson

tertentu.

2. Kegunaan Zona Puncak dalam hal tertentu ialah untuk menunjukkan


kedudukan kronostratigrafi tubuh lapisan batuan dan dapat dipakai
sebagai petunjuk lingkungan pengendapan purba, iklim purba
3.Batas vertikal dan lateral Zona Puncak sedapat mungkin bersifat
obyektif
4. Nama-nama Zona Puncak diambil dari nama takson yang
berkembang secara maksimum dalam Zona tersebut.
- Zona Selang:
1. Zona Selang ialah selang stratigrafi antara pemunculan awal/akhir dari
dua takson penciri.
2. Kegunaan Zona Selang pada umumnya ialah untuk korelasi tubuhtubuh lapisan batuan
3.Batas atas atau bawah suatu Zona Selang ditentukan oleh pemunculan
awal atau akhir dari takson-takson penciri.
4. Nama Zona Selang diambil dari nama-nama takson penciri yang
merupakan batas atas dan bawah zona tersebut.
- Zona Rombakan:
Zona Rombakan adalah tubuh lapisan batuan yang ditandai oleh
banyaknya fosil rombakan, berbeda jauh dari pada tubuh lapisan batuan
di atas dan di bawahnya.

- Zona Padat
Zona Padat ialah tubuh lapisan batuan yang ditandai oleh
melimpahnya fosil dengan kepadatan populasi jauh lebih banyak dari
pada tubuh batuan di atas dan dibawahnya.

d. Problem Set
Pada suatu daerah ditemukan data well rock pada kondisi yang
berbeda-beda dengan pembagian tiga sumur. Pada sumur pertama ditemukan:
Batu sekis dengan kandungan fosil Elpidium sp, konglomerat dengan
kandungan fosil Millioli, batugamping dengan kandungan fosil Amonia,
batupasir dengan kandungan fosil Foraminefera arenaceous, batulanau
dengan kandungan fosil Leptodermelta, batlempung dengan kandungan fosil
Elpidium sp, konglomerat dengan kandungan fosil Millioli, batupasir dengan
kandungan

fosil

Urnulina,

batulempung

dengan

kandungan

fosil

Leptodermelta. Pada sumur ke dua ditemukan: Batu sekis dengan kandungan


fosil Elpidium sp, konglomerat dengan kandungan fosil Amonia, batugamping
dengan kandungan fosil Amonia, batupasir dengan kandungan fosil Millioli,
konglomerat dengan kandungan fosil Leptodermelta, batupasir dengan
kandungan fosil Foraminefera arenaceous, batulanau dengan kandungan fosil
Leptodermelta. Dan pada sumur ke tiga ditemukan: Batu sekis dengan
kandungan fosil Elpidium sp, batlempung dengan kandungan fosil Amonia,
konglomerat dengan kandungan fosil Millioli, batupasir dengan kandungan
fosil Foraminefera arenaceous, tuva dengan kandungan fosil Miliammina,

dan batupasir dengan kandungan fosil Foraminefera arenaceous. Diketahui


elevasi dari sumur pertama adalah 20m di atas permukaan laut, elevasi untuk
sumur ke dua adalah 15m di atas permukaan laut, dan elevasi sumur ke tiga
adalah 17m di atas permukaan laut. Jarak antara sumur pertama dengan
sumur ke dua adalah 25m dan jarak antara sumur ke dua dengan sumur ketiga
adalah 25m. Adapun ketebalam batuan dari masing-masing sumur adalah:
sumur pertama yaitu sekis 2m, konglomerat 3m, batugamping 3m, batupasir
1m, batulanau 2m, batlempung 2m, konglomerat 1,5m, batupasir 1m,
batulempung 0,5m. Untuk sumur ke dua yaitu Batu sekis 2m, konglomerat
1m, batugamping 1m, batupasir 1m, konglomerat 1,5m, batupasir 3m,
batulanau 2m. Dan untuk sumur ke tiga yaitu Batu sekis 1m, batlempung
1,5m, konglomerat 1m, batupasir 0,5m, tuva 1m, dan batupasir 1m.

E. Pembahasan
Pada sumur pertama kami menemukan suatu perlapisan batuan yang
mewakili satu formasi, batuan ini adalah konglomerat yang mengandung fosil
millioli serta memiliki ketebalan perlapisan 3m, Pada sumur kedua kami
menemukan suatu perlapisan batuan yang mewakili satu formasi, batuan ini
adalah batusekis yang mengandung fosil elpidium sp serta memiliki ketebalan
2m, dan pada sumur ketiga kami menemukan suatu perlapisan batuan yang
mewakili satu formasi, batuan ini adalah batulempung yang mengndung fosil
amonia serta memiliki ketebalan 3m
F. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Dari problem set yang kami kerjakan, kami dapat menyimpulkan
bahwa, kami dapat mengkorelasikan batuan apabila batuan itu memiliki
kandungan fosil yang sama.
2. Saran
Adapun saran saya adalah saya harapkan para asisten prinsip
statigrafi agar hadir semua pada praktikum.

ASISTEN

MUBDIANA ARIFIN

PRAKTIKAN

MUH. SUPRATMAN SYAH