Anda di halaman 1dari 12

PENGGUNAAN VSAT

UNTUK WIDE AREA NETWORK (WAN)


Oleh : Lilik Eko Nuryanto, Ir.
Dosen TI - STMIK Dian Nuswantoro Semarang

Abstrak
Salah satu pemanfaatan satelit secara khusus adalah VSAT (Very Small Aperture Terminal). Banyak
aplikasi sistem komunikasi yang menggunakan VSAT, karena mempunyai efisiensi tinggi, terutama
tempat sistem komunikasi dan bandwidth-nya lebar, sehingga tidak dipengaruhi letak geografi
jaringan komunikasi. VSAT dapat diaplikasikan untuk jaringan bank, transportasi, sistem komunikasi
keamanan, militer, organisasi multi internasional, telepon di pedalaman, komunikasi data. Dengan
kelebihan tersebut, WAN (Wide Area Network) yang merupakan gabungan dari LAN (Local Area
Network) untuk membentuk satu jaringan baru, yang memerlukan bandwidth yang cukup besar, dapat
memanfaatkan VSAT sebagai sarana komunikasi data.

1.

Pendahuluan

Sistem komunikasi yang cepat, murah dan handal baik untuk jarak dekat maupun jarak jauh, sudah
merupakan tuntutan dalam era globalisasi.
Dengan memanfaatkan satelit secara khusus atau privat, yaitu VSAT untuk aplikasi WAN merupakan
salah satu solusi sistem komunikasi yang memenuhi tuntutan tersebut.
Untuk komunikasi jarak dekat mungkin bukan suatu masalah, tetapi untuk komunikasi jarak jauh
memiliki masalah yang lebih kompleks. Jika menggunakan jaringan teresterial mungkin akan menjadi
solusi terbaik karena memiliki kapasitas yang sangat besar dan delay yang sangat kecil untuk
transmisi digital. Akan tetapi, apabila telah dibangun, jaringan fiber/ kabel tidak dapat dipindahkan ke
area baru dengan mudah. Di samping itu jaringan teresterial juga kurang fleksibel khususnya jika ada
permintaan baru di suatu area baru. Jaringan teresterial sangat sesuai untuk trafik yang telah
diketahui dan pertumbuhannyapun relatif dapat diketahui dan dapat diperkirakan.
Sedangkan satelit menyediakan fleksibelitas yang tinggi dibandingkan dengan teresterial, karena
stasiun bumi dapat dipindahkan dengan mudah dan tidak memerlukan waktu lama, selama lokasi
baru tersebut masih dalam jangkauan.
Dengan kapabilitas untuk dapat bergerak, satelit sangat cocok untuk menghubungkan daerah
terpencil dengan bandwidth yang masuk akal, satelit juga cocok untuk menghubungkan kota-kota
besar karena kapasitasnya yang terus bertambah.
Sebagian dari negara yang sedang berkembang, permintaan trafik yang akurat dan pelanggan yang
potensial kadang-kadang cukup sulit untuk diprediksi. Satelit dengan kemampuannya untuk bergerak,
cakupan yang luas dan lebar bandwidth yang lebar dapat diimplementasikan untuk memenuhi
permintaan jangka pendek sampai perkembangan trafik tidak dapat ditangani lagi.

Gambar 1. Cakupan satelit yang luas


Dalam situasi seperti ini, ketika trafik cukup dan pertumbuhan cukup tinggi, teresterial dapt berperan
di sini. Pada Gambar 1. Ditunjukkan daerah cakupan dari satelit yang memungkinkan untuk
dimanfaatkan mengakses area yang luas.
Rancangan arsitektur satelit untuk infra struktur seperti ini haruslah :
Kapasitas tinggi
Relatif murah )dengan menggunakan teknologi).
Menggunakan infrastruktur yang telah ada
Tidak perlu mengarsipkan kembali koordinasi frekuensi.
Untuk memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut di atas, suatu satelit harus mengimplementasikan
frekuensi reuse dengan
menggunakan
antena multibeam dan
tidak
menggunakan board
processor yang canggih (sepertibaseband pada board processor) hampir sama dengan spaceway,
dan astrolink. Namun, satelit harus menggunakan IF atau RF pada board switching. Dengan
switching ini, channel karakteristik dari satelit akan memiliki kapasitas lebih besar.
Teknik untuk mendapatkan kapasitas yang lebih besar adalah dengan menggunakan antena
multibeam dalam mengimplementasikan reuse frekuensi dan hal ini perlu didukung dengan IF (atau
RF) switching yang dipasang di pesawat. Teknik seperti ini akan mengurangi kompleksitas koordinasi
frekuensi yang berarti satelit tersebut mempunyai RF spektrum density. IF (atau RF) switching itu
sendiri digunakan untuk mengatur fleksibilitas konfigurasi transponder karena ada kemungkinan
perubahan permintaan. Untuk memenuhi nilai ekonomis, dan juga untuk mencakup seluruh kawasan
nusantara, sebuah satelit mungkin menjadi sebuah jawaban karena mempunyai ruang lingkup yang
luas, penyebaran yang cepat dan fleksibel.
Aplikasi pemakaian satelit bermacam-macam seperti komunikasi navigasi, telepon, pager, juga untuk
televisi. Sistem satelit dapat bersifat domestik, regional (daerah), atau global (untuk seluruh dunia).
Jangkauan pelayanan dari suatu sistem satelit domestik adalah terbatas pada negara yang memiliki
sistem tersebut. Salah satu aplikasi pemakaian satelit yang digunakan secara privat adalah VSAT.

2.

VSAT

VSAT merupakan jaringan atau sistem komunikasi satelit yang terdiri atas sejumlah stasiun remote
(terminal VSAT) dengan menggunakan antena parabola berdiameter lebih kecil dibandingkan dengan
komunikasi satelit lainnya, menggunakan sebuah atau sebagian transponder satelit sebagai
pengulang (repeater) dengan didukung peralatan pada stasiun dan sebuah stasiun bumi utama.
Berikut ini adalah karakteristik dari suatu sistem VSAT :
Mode transmisi yang digunakan adalah multi frekuensi TDMA

Lebar untuk frekuensi pembawanya untuk satu channel atau lebih dengan kecepatan 64 kbps
yang masing-masing menggunakan bandwidth 90 khz pada transpondernya
Pembagian bandwidth yang sifatnya tetap (statis) digunakan untuk transmisi data dan sebagian
permintaan diberikan untuk jalur telepon
Jaringan sentral yang digunakan melewati bandwidth yang tetap untuk transmisi data pada
ruang in-bad digunakan untuk merekam data panggil dari masing-masing model komunikasi
termasuk modem pada setiap stasiun.
Timing, perkiraan dari stasiun kontrol dalam jaringan akan penuh (time slot 0) setiap 240 slot.
Lebar timing maksimum adalah 20 ms termasuk waktu preamble dan guard.
Isi data maksimumnya 1280 bit data untuk pengguna.
Kontrol frekuensi, AFC diambil dari waktu maksimumnya.
Stabilitas frekuensi :
-7
Penyimpangan sebesar 10 untuk jaringan yang lengkap melebihi dari range temperatur
maksimumnya.
-7
Usia penyimpangan seperti seharusnya 10 per tahunnya.
Setiap stasiun VSAT mungkin digandakan sampai sebanyak RF switch pada setiap antena sub
sistem.
Untuk hubungan yang penuh setiap satu atau lebih stasiun VSAT dapat didesain sebagai
penerima.
Jaringan yang dapat digunakan :
PSTN untuk suara dan real-time fax.
PSDN untuk data dan penyimpanan serta pengiriman fax.
ISDN dan BISDN untuk bentuk informasi yang lebih luas.

VSAT memiliki konfigurasi jaringan yang terdiri dari stasiun terminal VSAT, stasiun pusa (hub) dan
transponder satelit sebagai repeater-nya.

Stasiun terminal VSAT

Gambar 2. Blok stasiun terminal VSAT

Pada Gambar 2 ditunjukkan stasiun terminal VSAT dapat diibaratkan dengan workstation pada LAN.
Hanya saja jika pada LAN antara workstation dengan stasiun pusat (server) dihubungkan dengan
kabel tembaga. Sedangkan pada jaringan VSAT antara stasiun terminal VSAT dengan stasiun
pusatnya dihubungkan dengan suatu link frekuensi radio. Jadi dalam VSAT terdapat banyak stasiun
terminal layaknya workstation pada LAN. Stasiun terminal VSAT terbagi dalam dua bagian yaitu
bagian yang berada di luar ruangan (outdoor) dan yang berada dalam ruangan (indoor). Bagian yang
terdapat di luar ruangan adalah antena parabola sedangkan yang berada di dalam ruangan adalah

RFT yang merupakan radio transceiver, digital interface unit, Video Equipment PBX, dan DTE (Digital
Terminal Equipment). Bagian-bagian tersebut merupakan blok pengolahan data dan translasi
frekuensi radio.

Gambar 3. Outdoor dan Indoor Unit

Stasiun Pusat / hub

Stasiun pusat/Hub dapat diibaratkan sebuah server dari suatu LAN. Dan dalam sistem VSAT-pun
stasiun pusat ini hanya ada satu dalam sistem seperti sebuah server dalam sistem LAN. Stasiun Hub
ini merupakan perantara komunikasi antara stasiun-stasiun terminal, seperti ditunjukkan pada
Gambar 4.

Gambar 4. Blok Stasiun HUB


Stasiun pusat terdiri dari tiga bagian yaitu :
o RFT (Radio Frequency Tranceiver) yang mempunyai fungsi sebagai pemancar maupun
penerima dari stasiun pusat. Jadi RFT akan mengkonversikan sinyal yang diterima dari satelit
agar bisa diterima oleh peralatan dalam sistem Hub, dan mengkonversikan sinyal dari sistem
Hub agar dapat dipancarkan ke satelit.

o
o

IF (Intermediate Frequency) yang berfungsi untuk mengubah data digital menjadi sinyal IF.
Bagian ini terdiri dari modem dan rangkaian kontrol.
Packet Switching / Network Control merupakan peralatan Hub dengan host atau Front End
Processor (FEP). Di dalamnya terdapat semua data operasional pelanggan.

Transponder Satelit

Gambar 5. Blok Transponder Satelit


Transponder pada satelit merupakan repeater dari sinyal yang dipancarkan oleh stasiun terminal
maupun stasiun Hub. Seperti ditunjukkan Gambar 5. Jadi bagian-bagiannyapun hampir
menyerupai repeater. Bagian-bagian daritransponder satelit adalah BPF input, LNA (Low Noise
Amplifier), Frequency translator, low-level power amplifier, dan BPF output. BPF input digunakan
untuk menyaring sinyal-sinyal yang berada dalam band up-link satelit. LNA berfungsi untuk
menguatkan dengan menekan noise sinyal yang diterima dari stasiun terminal maupun
stasiun Hub yang sudah di-filter oleh BPF input. Frequency translator berguna untuk mengubah
frekuensi sinyal up-link menjadi frekuensi sinyal down-link nya dengan menggunakan sebuah shift
oscilator. BPF sinyal outputnya akan melewatkan sinyal-sinyal yang berada pada band downlink satelit. Sedangkan low-level power amplifier digunakan untuk menguatkan sinyal RF guna
meneruskan transmisi down-link ke stasiun penerima di bumi.

Gambar 6. Konfigurasi jaringan VSAT


3.

LAN

LAN (Local Area Network) adalah suatu jaringan yang berisi sejumlah sistem komputer yang
lokasinya terbatas di dalam gedung atau kompleks. Pada sistem jaringan LAN, komunikasi data
dapat dilakukan dengan cara mengakses lewat jaringan tersebut. LAN sering kali digunakan untuk
menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstasiun dalam kantor-kantor atau pabrik-pabrik
untuk memakai bersama resource dan saling tukar informasi. LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan
lainnya berdasarkan tiga karakteristik : (1) ukuran, (2) teknologi transmisi, (3) dan topologinya. LAN
mempunyai ukuran yang terbatas dan dapat diketahui sebelumnya. Dengan mengetahui

keterbatasannya, menyebabkan adanya kemungkinan untuk menggunakan jenis desain tertentu. Hal
ini juga memudahkan manajemen jaringan.
Terdapat beberapa macam topologi yang dapat digunakan pada LAN yaitu diantaranya : Bus dan
ring. Seperti ditunjukkan pada Gambar 7.
Pada jaringan bus, pada suatus saat sebuah mesin bertindak sebagai master dan diijinkan untuk
mengirimkan paket. Sedangkan komputer yang lain perlu untuk menahan diri untuk tidak
mengirimkan apapun. Untuk mencegah terjadinya konflik, ketika dua mesin atau lebih ingin mengirim
secara bersama, maka diperlukan suatu mekanisme pengaturan pada jaringan ini.

Gambar 7. Dua jenis jaringan broadcast


(a) Bus, (b) Ring
Sedangkan pada topologi ring, setiap bit dikirim ke daerah sekitarnya, tanpa menunggu paket
lengkap diterima. Biasanya, setiap bit mengelilingi ring dalam waktu yang dibutuhkan untuk mengirim
beberapa bit, bahkan sering kali sebelum paket lengkap dikirim seluruhnya.
Berdasarkan alokasi channelnya, jaringan broadcast dapat dibagi menjadi statik dan dinamik. Jenis
alokasi statik dapat dibagi berdasarkan waktu : interval-interval diskrit dan algoritma round robin, yang
mengijinkan setiap mesin untuk melakukan broadcast hanya bila slot waktunya sudah diterima.
Alokasi statik sering menyia-nyiakan kapasitas channel bila sebuah mesin tidak punya lagi yang perlu
dikerjakan pada slot alokasinya diterima. Karena itu sebagian sistem cenderung mengalokasikan
channelnya secara dinamik (berdasarkan keperluan).
Metode alokasi dinamik bagi suatu channel dapat tersentralisasi ataupun terdesentralisasi. Pada
metode alokasi channel tersentralisasi, terdapat sebuah entity tunggal, misalnya entity bus pengatur,
yang menentukan siapa giliran berikutnya. Pengiriman pakek ini bisa dilaksanakan setelah menerima
giliran dan membuat keputusan yang berkaitan dengan algoritma internal. Pada metode alokasi
channel terdesentralisasi, tidak terdapat entity sentral, setiap mesin harus dapat menentukan dirinya
sendiri kapan bisa atau tidak mengirim.
Server sebagai pusat jaringan bertugas melayani jaringan dan semua workstation yang terhubung
pada jaringan tersebut. Oleh karena jaringan memberikan akses langsung ke sekelompok informasi
dari setiap workstation, maka produktifitas juga ditingkatkan. Setiap user dapat mengakses data dan
mengolahnya yang kemudian dapat dipakai secara bersama. Efisiensi kerja dapat ditingkatkan
dengan melakukan beberapa proses pada jaringan oleh semua anggota dalam organisasi tersebut.
Keuntungan utama yang diberikan oleh LAN adalah software dan data lebih mudah dipelihara dan
diproteksi dari pada dalam pengoperasian stand alone, dimana jaringan memberikan jaminan
kerahasiaan dan pengaman dalam beberapa tingkat.
Gambar dari jaringan komputer ditunjukkan pada Gambar 8 di bawah ini.

Gambar 8. Jaringan Komputer

LAN menyediakan jaringan komunikasi berkecepatan tinggi pada komputer-komputer dan terminalterminal yang dihubungkan satu dengan yang lainnya dan terletak pada beberapa tempat yang
terpisah tidak terlalu jauh, seperti bangunan kantor atau pabrik. LAN memungkinkan suatu organisasi
untuk melakukan pengolahan data terdistribusi dengan PC yang dapat mengakses satu dengan lain
dan/atau ke komputer host (server). Sebagai tambahan LAN juga menyediakan :
Resource sharing yang berarti bahwa sejumlah besar komputer, stasiun kerja, dan lain-lain
dapat mengakses sejumlah kecil periferal seperti basis data, harddisk, memori, pencetak, dan
plotter.
Informasi sharing dimana semua program aplikasi dan data disimpan di dalam jaringan yang
tersedia bagi semua pengguna untuk diakses.
Network access dimana pengguna dapat mengakses WAN (Wide Area Network).
LAN juga mendukung sejumlah pelayanan seperti :
Pengiriman dan pengaksesan berkas, misalnya pergerakan suatu blok data yang besar,
seperti teks, dari satu terminal ke terminal yang lain.
Grafik
Pengolahan kata
Surat elektronik
Akses ke basis data utama dan/ atau ke basis data tersebar
Pengolahan tersebar
LAN dapat menggunakan baseband dan broadband. Baseband berarti data dikirim langsung
melewati LAN sebagai isyarat digital, yang sebelumnya telah disandikan, dan setiap stasiun berhak
atas penggunaan media untuk selang waktu yang pendek. Broadband berarti data dari stasiun yang
berbeda dikirimkan pada saat yang sama tetapi menggunakan pita frekuensi yang berbeda dengan
suatu
proses Frequency
Division
Multiplex
(FDM).
Secara
umum,
LAN
yang
menggunakan baseband digunakan untuk sistem isyarat data saja. LAN ini dirancang sedemikian
rupa sehingga semua stasiun dapat saling bertukar data secara bebas dan dapat menggunakan
berbagai sumber yang tersedia. Sedangkan sistem broadband digunakan untuk mengirimkan data
campuran, yaitu isyarat suara dan gambar. LAN yang menggunakan baseband lebih banyak dipakai.
4.

Penggunaan VSAT

Sistem VSAT sesuai untuk aplikasi jaringan (network) pada area yang luas, mulai dari beberapa ratus
sampai ribuan kilometer jaraknya. Tak lebih dari satu lompatan pencakupan area dilukiskan oleh
pemilihan bekas jejak kaki antena komunikasi satelit di atas permukaan bumi. Sistem VSAT bersaing
baik dengan sistem teresterial seperti microwave link, karena relatif mudah dan murah dalam
mendirikan suatu jaringan. Aplikasi untuk VSAT diperlukan dimana ada halangan geografi seperti air,
gunung, padang pasir, dan daerah kutub. Di negara yang memasang kabel fiber optik atau sistem

microwave teresterial tidak secara ekonomi dapat dikerjakan, sistem VSAT modern dapat
menyediakan harga komunikasi yang efektif dan dapat dihandalkan.
Banyak aplikasi sistem komunikasi yang memungkinkan menggunakan VSAT. Hal ini disebabkan
oleh efisiensi penggunaan tempat bagian bandwidthnya, banyak aplikasi dengan harga efektif bahkan
dalam situasi dimana geografi merupakan faktor yang tidak mendukung. Khusus aplikasi VSAT pada
jaringan bank, transportasi, sistem komunikasi polisi/ militer, jaringan organisasi multi internasional,
dan telepon di pedalaman.
Aplikasi VSAT dalam WAN
WAN merupakan kumpulan dari beberapa LAN yang digabungkan menjadi suatu jaringan baru. Di
sini VSAT berperan sebagai media penghubung antara suatu jaringan LAN. Jadi setiap jaringan LAN
merupakan stasiun terminal. WAN mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup
sebuah negara atau benua. Pada sebagian besar WAN, jaringannya terdiri dari dua komponen :
kabel transmisi dan element switching. Kabel transmisi memindahkan bit-bit dari satu mesin ke
mesin lainnya. Element switching adalah komputer khusus yang dipakai untuk menghubungkan dua
kabel transmisi atau lebih.
Pada sistem WAN dengan media VSAT maka selain server pada tiap jaringan LAN-nya masih ada
server lain yang lebih besar yang berada pada stasiun Hub. Server ini akan mengontrol komunikasi
antar terminal VSAT yang berada di bawahnya. Server yang berada pada stasiun terminal hanya
menampung data dari workstation-workstation yang ada di bawahnya.
Sistem kerja dari WAN adalah seperti halnya jaringan LAN hanya jika diinginkan transfer data dari
user di terminal VSAT yang lain maka server yang berada pada terminal VSAT tersebut akan
menghubungi stasiun Hub dan stasiun Hub akan menghubungkan dengan terminal VSAT yang
diinginkan sehingga transfer data yang diinginkan dapat terjadi. Jadi jika user yang diinginkan
dihubungi hanya berada pada terminal VSAT-nya sendiri maka hubungan ke stasiun Hub tidak
dilakukan.
Selain digunakan untuk transfer data jaringan VSAT pada konfigurasi WAN juga dapat digunakan
untuk transfer video maupun voice. Jadi terminal workstasiunnyapun tidak harus menggunakan
komputer, tetapi bisa menggunakan mesin fax atau yang lainnya. Konfigurasi tersebut juga
mempunyai bit rate yang cukup tinggi untuk transmisi datanya, selain itu kerahasian data terjamin
pula. Sedangkan jaringan WAN ditunjukkan pada Gambar 9.

Gambar 9. Jaringan WAN


Walaupun banyak manfaatnya sistem WAN ini akan menjadi tidak efektif jika penggunaannya hanya
di bawah jumlah 100. Jika penggunaannya lebih dari 100 maka sitem tersebut menjadi efektif dan
handal. Dalam perkembangan WAN, jika jaringan LAN semakin banyak dan user (penggunanya)
berada di seluruh belahan dunia maka sistem tersebut dinamakan Internet.

5.

Kesimpulan

WAN dengan konfigurasi VSAT mempunyai bagian seperti halnya VSAT yaitu stasiun terminal,
stasiun pusat/ Hub dan transponder satelit. Hanya pada bagian stasiun terminalnya merupakan
jaringan LAN. Jadi jika diinginkan untuk menghubungi user yang ada pada terminal VSAT yang alin
maka server dari user pada suatu terminal harus menghubungi stasiun Hub terlebih dahulu, baru
stasiun Hub menghubungkan dengan server dari user pada terminal VSAT yang lain. Dan server
tersebut akan menghubungkannya lagi dengan user yang diinginkan. Tetapi jika user yang akan
dihubungi berada dalam terminal yang sama maka server yang berada pada jaringan LAN tersebut
yang akan melayani.
Pada sistem ini komunikasi yang dapat dilakukan adalah komunikasi data, voice, dan video. Dalam
perkembangan WAN, jika user semakin banyak dan berada pada seluruh belahan dunia maka sistem
tersebut dinamakan Internet.

Daftar Pustaka

Maral G, Bousquet M. 1998. Satellite Communications System 3 edition. John Wiley &
Sons.

Stalling S. William. 2000. Data and Computer Communication, Six Edition, New Jersey.
Prentice Hall Inc

Yahoo search results, Global VSAT Forum - association of companies who deliver advanced
digital fixed satellite systems and services to consumer, commercial, and government
enterprises worldwide.

Yahoo search results, Gilat Satellite Home Page - specializes in small aperture terminal
(VSAT).

Yahoo search results, VSATLink - electronic market newsletter, tracks developments in the
small aperture terminal (VSAT) market.

Yahoo search results, Digicom SA - VSAT, Internet access, and network connection
services.

Yahoo search results, Agilis Communication Technologies - manufacturer and supplier of


small aperture terminal (VSAT) and digital microwave radio.

Yahoo search results, Compunet Corporation Limited - providing VSAT and microwave
services.

Yahoo search results, Mainsat Satellite Telecommunications, Inc. - offers satellite


telecommunications installation and maintenance for VSAT, DAMA, and wireless solutions.

rd

Jaringan VSAT menyediakan akses yang sangat efisien. Metode ini cost effective
untuk distribusi data ke banyak lokasi dengan tingkat pelayanan dan perawatan
yang sama di tiap titik. VSAT mudah diatur dari satu tempat, dibanding dengan
komunikasi terestrial yang menggunakan banyak jalur komunikasi dan peralatan dari
penyedia jaringan dan vendor yang berbeda. Teknologi yang tersedia:
1. SCPC - Single Channel Per Carrier
2. TDM/TDMA - Time Division Multiplexing/Time Division Multiple Access
3. FDMA - Frequency Division Multiple Acces
4. DAMA - Demand Assigned Multiple Acces
5. DVB-IP (DVB RCS) - Digital Video Broadcasting-Internet Protocol.
Pengertian VSAT
VSAT adalah terminal pemancar dan penerima transmisi satelit yang tersebar di
banyak lokasi dan terhubung ke hub sentral melalui satelit dengan menggunakan
antena parabola diameter hingga 4 meter.
Teknologi ini sesuai bagi pengguna yang membutuhkan komunikasi dan jaringan
independen yang menghubungkan sejumlah tempat yang terpisah secara geografis.
Jaringan VSAT adalah layanan tambahan dari penyedia jasa satelit untuk mendukung
aplikasi Internet, data, LAN, suara dan faksimili seta VOIP. VSAT sesuai dengan
kebutuhan jaringan komunikasi publik maupun private.
Secara umum, sistem ini bekerja pada frekuensi Ku-band dan C-band. Ku-band
digunakan di Eropa and Amerika Utara menggunakan antena VSAT ukuran kecil. C-band
banyak digunakan di Asia, Afrika dan Amerika Latin, membutuhkan antena yang lebih
besar.
Ada beberapa bentuk dan ukuran VSAT seperti point-to-point, point-to-multipoint
dan on demand untuk sejumlah lokasi yang berbasis fasilitas dedicated di lokasi
mereka sendiri. Sistem mesh secara umum lebih kecil ukurannya dibandingkan sistem
star, sekitar 5 hingga 30 lokasi sehingga merupakan solusi yang bagus bagi
kebutuhan private dan independen. Dewasa ini harga layanan VSAT makin murah,
sehingga kini bisa menghubungkan ratusan bahkan ribuan lokasi.
Aplikasi VSAT Receive Only

Teknologi broadcast maupun multicast sesuai bagi kebutuhan content provider.


Beberapa contoh aplikasi
1. Stock market & news broadcasting
2. Training dan distance learning
3. Distribusi financial trends & analisis
4. Memperkenalkan produk baru pada lokasi pasar yang terpisah secara geografis
5. Update data pasar, berita dan katalog (harga)
6. Distribusi video dan TV programs
7. Distribusi music ke toko & area publik
8. Relay iklan ke papan elektronik di toko retail
Aplikasi VSAT Transmit/Receive
1. Transaksi interaktif berbasis komputer
2. Aplikasi dan backbone Internet
3. Video Teleconferencing
4. Database inquiries
5. Bank transactions, ATM
6. Reservation systems
7. Distributed remote process control dan telemetry
8. Komunikasi suara dan VOIP
9. Layanan darurat
10. Transfer elektronik pada Point-of-Sale
11. Medical data transfer
12. Sales monitoring & stock control
Perusahaan Pengguna VSAT
1. Pertambangan dan energi (minyak, emas dll.) yang berada di daerah terpencil
2. Toko obat (apotik), supermarkets, kesehatan (rumah sakit)
3. Perusahaan manufaktur, hubungan site plant ke head office
4. Kurir, hotel, travel agents, car rental, food manufacturers
5. Dealer kendaraan bermotor, bengkel dan pom bensin
6. Bank, asuransi, lembaga keuangan lainnya
7. Lembaga pemerintahan
8. NAP, ISP, Warnet dll.
Kelebihan VSAT Dibandingkan Kabel
Dalam hal biaya, sulit dibandingkan antara VSAT dengan layanan terestrial.
Terestrial selalu memperhitungkan jarak dan kapasitas, sementara VSAT hanya
memperhitungkan kapasitas, jauh maupun dekat jarak yang ditempuh tidak masalah.

Pada VSAT biaya investasi awal tinggi namun abonemen akan semakin turun setiap
client bertambah. Berbeda dengan layanan terestrial yang memerlukan tambahan
investasi dan biaya operasional setiap kali client bertambah.
Kesimpulan
Jaringan berbasis VSAT memberikan solusi efisien, metode cost effective dan
reliable untuk distribusi data ke sejumlah lokasi berbeda tanpa terkait jarak.

------------------------Creditz: lintaslangit.com