Anda di halaman 1dari 5

TAKSONOMI BLOOM REVISI.

Setiap kategori dalam Revisi Taksonomi Bloom terdiri dari subkategori yang memiliki kata kunci berupa
kata yang berasosiasi dengan kategori tersebut. Kata-kata kunci itu seperti terurai di bawah ini
-

Mengingat : mengurutkan, menjelaskan,mengidentifikasi, menamai, menempatkan, mengulangi,


menemukan kembali dsb.
Memahami : menafsirkan, meringkas, mengklasifikasikan, membandingkan, menjelaskan,
mebeberkan dsb.
Menerapkan : melaksanakan, menggunakan, menjalankan, melakukan, mempraktekan, memilih,
menyusun, memulai, menyelesaikan, mendeteksi dsb
Menganalisis : menguraikan, membandingkan, mengorganisir, menyusun ulang, mengubah
struktur, mengkerangkakan, menyusun outline, mengintegrasikan, membedakan, menyamakan,
membandingkan, mengintegrasikan dsb.
Mengevaluasi : menyusun hipotesi, mengkritik, memprediksi, menilai, menguji, mebenarkan,
menyalahkan, dsb.
Berkreasi : merancang, membangun, merencanakan, memproduksi, menemukan, membaharui,
menyempurnakan, memperkuat,
memperindah, menggubah dsb.

Skema Taksonomi Belajar, Mengajar dan Asessmen.


Dimensi
Pengetahuan
(P)
1.

2.

Pengetahuan
Faktual (Factual
Knowledge)
Pengetahuan
Konseptual
(Conceptual
Knowledge)

1)
Mengingat
(Remember)

2) Mengerti
(Understand)

Dimensi Proses Kognitif (K)


3)
4)
Mengaplikasikan
Menganalisis
(Apply)
(Analyze)

5) Mengevaluasi
(Evaluate)

6)
Menciptakan
(Create)

K1,P1

K3.P2

3. Pengetahuan
Prosedural
(Procedural
Knowledge)
4. `Pengetahuan
Metakognitif
(Metacognitive
Knowledge)

K6,P3

(K1,P1) artinya kognitif mengingat dan pengetahuan faktual. Misalkan, mengingat simbol x, ,
, .
(K3.P2) kognitif mengaplikasikan dan pengetahuan konseptual. Misalkan, Hitunglah 25 x 4 - 25.
(K6,P3) artinya kognitif menciptakan dan pengetahuan prosedural. Misalkan, membuat berbagai
bangun sebarang yang memiliki luas 96 cm2.

Dimensi proses kognitif


Dimensi pertama dalam dimensi kognitif terdiri atas 6 buah tingkatan, yaitu:
1.

Mengingat (remember): Mengingat (memanggil) kembali pengetahuan yang relevan dari


memori jangka panjang.

a. Mengenal/ mengidentifikasi
Menempatkan pengetahuan di memori jangka panjang konsisten dengan materi yang
diajarkan.
Contoh: 1) Mengenal bahwa sudut siku-siku besarnya 90o.
2) Mengenal simbol: , ,
b. Mengingat/ memanggil kembali.
Menelusuri pengetahuan yang relevan memori jangka panjang
Contoh: 1) Mengingat bahwa sudut siku-siku besarnya 90o.
2)
2.

Mengingat simbol: , ,
Mengerti (understand): Mengkonstruk makna dari pesan pembelajaran, termasuk

komunikasi lisan, tertulis, dan grafis.


a.

Menginterpretasikan
Contoh: Menginterpretasikan suatu diagram batang yang diberikan.

b.

Memberikan contoh
Contoh: Memberikan contoh bilangan prima

c.

Mengklasifikasikan
Contoh: 1) Mengklasifikasikan beberapa bangun yang termasuk bangun ruang sisi datar.
2) Mengelompokkan sekumpulan bilangan dalam bilangan rasional dan bukan rasional

d.

Merangkum
Contoh: Merangkum sifat-sifat yang dimiliki oleh suatu bangun segiempat dari penjelasan
yang diberikan

e.

Menyimpulkan.
Contoh: Menyimpulkan bahwa belahketupat merupakan jajargenjang yang sisi-sisinya sama
panjang.

f.

Membandingkan
Contoh: 1) Perbedaan bilangan rasional dengan pecahan

g.

Menjelaskan
Contoh: Menjelaskan mengapa dua bangun datar kongruen atau tidak.

3. Mengaplikasikan (apply): Melaksanakan atau menggunakan prosedur dalam situasi tertentu


(yang diberikan)
a. Mengelola/Melakukan: Menggunakan prosedur pada tugas/latihan yang sudah dikenal,
siswa memiliki langkah-langkah urutan tertentu .
Contoh: Menggunakan rumus dalam menghitung volume limas segiempat yang diketahui
panjang rusuk sisi alas dan tingginya.
b. Mengimplementasikan: Menggunakan prosedur pada tugas/latihan yang tidak dikenal, siswa
harus memilih teknik atau metode dan sering mengubah urutan.
Contoh: Menggunakan integral untuk menentukan luas daerah tertentu.
4. Menganalisis (analyze): Memecah materi ke dalam bagian-bagian penyusunnya, dan
menentukan bagaimana bagian-bagian tersebut saling berhubungan satu sama lain.
a.

Membedakan : Misal bagian-bagian yang relevan dari bagian-bagian yang tidak relevan
Contoh: Membedakan persamaan parabola dan hiperbola.

b.

Mengorganisasikan: Suatu cara yang unsur-unsurnya cocok dan berfungsi dalam


keseluruhan struktur
Contoh: Bagaimana prosedur mengalikan dua bilangan dengan tiga digit.

c.

Menandai: Menggarisbawahi tujuan atau perspektif.


Contoh: Menandai hal-hal yang penting dari suatu bacaan dengan cara menggarisbawahi.

5.

Mengevaluasi (evaluate): Melakukan penilaian berdasarkan kriteria dan standar tertentu.

a.

Memeriksa: menguji konsistensi atau kesalahan internal pada suatu operasi atau produk.
Contoh: Memeriksa valid tidaknya suatu argumen yang diberikan.

b.

Mengkritisi: menilai suatu produk atau operasi berdasarkan kriteria atau standar yang
ditetapkan
Contoh: Memberikan penilaian mengapa penggunaan metode tertentu lebih baik daripada
metode yang lain dalam memecahkan masalah.

6.

Menciptakan (create): Menempatkan beberapa elemen secara bersama-sama untuk


membangun suatu keseluruhan yang logis dan fungsional, dan mengatur elemen-elemen
tersebut ke dalam pola atau struktur yang baru.

a. Membangkitkan/Menghipotesiskan: Menemukan kriteria tertentu


Contoh: Menghipotesiskan kecenderungan suatu data.
b. Merencanakan/mendesain: Menemukan solusi.
Contoh: Merencanakan langkah-langkah pembuktian teorema yang lain.
c.

Menghasilkan/membuat: Membuat produk asli berdasarkan pola 6a dan 6b)

Contoh: Menghasilkan jaring-jaring kubus yang berbeda dari jaring-jaring kubus yang
dicontohkan.
Dimensi pengetahuan
Sedangkan dimensi pengetahuan terdiri atas 4 buah tingkatan, yaitu:
1. Pengetahuan Faktual (Factual Knoweledge): Pengetahuan tentang elemen dasar yang
harus diketahui siswa untuk mengenal suatu disiplin ilmu atau untuk menyelesaikan masalah
di dalamnya.
a.

Pengetahuan tentang istilah (Knowledge of terminology).


Contoh:Pengetahuan simbol 2009, >,

b.

Pengetahuan

tentang rincian dan unsur tertentu.(Knowledge of specific details and

elements).
Contoh:Pengetahuan tentang 4 x 3 = 12
2.

Pengetahuan Konseptual (Conceptual Knowledge): Pengetahuan tentang hubungan timbal


balik antara elemen-elemen dasar dalam suatu struktur yang memungkinkan elemen-elemen
tersebut berfungsi secara bersama-sama.

a. Pengetahuan tentang klasifikasi dan kategori/penggolongan (Knowledge of classifications


and categories).
Contoh: Pengetahuan tentang pengertian bilangan bulat atau pengertian segitiga
b.

Pengetahuan

tentang

prinsip

dan

generalisasi

(Knowledge

of

principles

and

generalizations).
Contoh: Pengetahuan tentang prinsip dari silogisme, modus ponen, atau modus tollens
c. Pengetahuan tentang teori, model dan struktur (Knowledge of theories, models, and
structures).
Contoh: Pengetahuan tentang teorema Pythagoras.
3.

Pengetahuan Prosedural (Procedural Knowledge): Pengetahuan tentang bagaimana


melakukan suatu hal, metode dan inquiri, dan kriteria untuk menggunakan suatu
keterampilan, algoritma, teknik dan suatu metode.

a.

Pengetahuan tentang keterampilan dan algoritma tertentu (Knowledge of subject-specific


skills and algorithms).
Contoh: Pengetahuan tentanga lgoritma untuk menentukan akar kuadrat suatu bilangan.

b. Pengetahuan tentang teknik dan metode tertentu (Knowledge of subject-specific techniques


and methods).

Contoh: Pengetahuan tentang bagaimana cara melukis segitiga samasisi.


c.

Pengetahuan tentang kriteria untuk menentukan kapan menggunakan prosedur yang tepat.
Contoh: Pengetahuan tentang aturan yang digunakan dalam melakukan operasi campuran
dari beberapa bilangan.

4.

Pengetahuan Metakognitif (Metacognitive Knowledge): Pengetahuan

kognisi secara

umum seperti kesadaran dan pengetahuan tentang kognisinya itu sendiri.


a.

Pengetahuan Strategis (Strategic Knowledge) adalah pengetahuan strategi umum untuk


belajar, berpikir dan pemecahan masalah.
Contoh:

1)

Mengetahui bahwa menggunakan strategi mengerjakan soal-soal matematika berbeda


dengan membuat puisi.

2)

Menyadari bahwa belajar di perpustakaan lebih produktif daripada belajar di rumah.

b.

Pengetahuan tentang tugas kognitif, termasuk pengetahuan kontekstual dan kondisional


yang cocok
Contoh: Mengetahui bahwa penggunaan metode pemfaktoran bentuk kuadrat tertentu
mempunyai kelebihan atau kekurangan dibandingkan dengan metode yang lain.

c.

Pengetahuan tentang diri sendiri (Self-knowledge).


Contoh: Menyadari bahwa materi tertentu sudah dipahami dan materi lain belum dipahami.