Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam rumus integral tentu untuk panjang busur kurva dan luas permukaan
benda putar, kurva yang akan dihitung panjang busurnya dapat berbentuk fungsi real
atau dalam bentuk fungsi parameter. Seperti pada rumus luas dan jumlah Riemann
untuk integral tentunya harus mempunyai limit. Kondisinya adalah turunan pertama
dari fungsinya kontinu pada selang tertutup. Demikian juga untuk luas permukaan
benda putar, daerah yang diputar harus dibatasi oleh kurva yang turunan pertamanya
kontinu pada selang tertutup. Kurva seperti ini dinamakan kurva mulus.
B. Tujuan Penulisan

Mengetahui rumus menghitung panjang busur kurva dan luas benda putar.

Memahami bagaimana cara menghitung panjang busur kurva dan luas


permukaan benda putar.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Panjang Busur Kurva
Misalkan x f t , y g t , a t b . Buatlah partisi selang a, b
menjadi n selang bagian menggunakan titik-titik ti : a to t1 t 2 ... t n b . Ini
memotong kurva menjadi n potongan dengan titik ujung yang berpadanan Q 0, Q1, Q2 .
. ., Qn-1, Qn, seperti yang diperlihatkan pada gambar berikut:

Wi

xi 2 yi 2

f ti f ti 1 2 g ti g ti 1 2
Dengan menggunakan Teorema Nilai Rata-Rata untuk turunan, kita tahu

bahwa terdapat titik ti di dalam t i 1 , t i sedemikian rupa sehingga:

f t i f t i 1 f ' t i t i
g t i g t i 1 g ' t i t i

Sehingga:

[ f ' ti ti ]2 [ g ' ti ti ]2

Wi

[ f ' t i ]2 t i [ g ' t i

[ f ' t i ]2 . t i

[ f ' t i ]2 [ g ' t i ]2 . t i

ti 2

[ g ' ti ]2 . ti

Dan panjang total dari ruas garis poligon adalah:


n

Wi

Wi

11

11

[ f ' t i ]2 [ g ' t i ]2 . t i

[ f ' t i ]2 [ g ' t i ]2 . t i

Sehingga kita dapat mendefinisikan panjang busur kurva L sebagai limit dari
persamaan di atas, apabila partisi mendekati nol. Maka:
L

[ f ' ti ] [ g ' ti ]

dt

dx

dt

dy

dt

dt

Jika kurva ini diberikan oleh y f x , dengan a x b , maka:


L

dy
1

dx

dx

Jika kurva diberikan oleh x g y , dengan c y d , maka:


L

dx

dy

dy

Contoh 1: Carilah panjang ruas garis A (0,1) ke B (5,13) dengan y

12
x 1
5
dy 12 11 12 0 12

x
dx
5
5
5

Penyelesaian:

Maka

12

144

25

dx
dx

25 125

dx
25
25

169
dx
25
5 13

dx
0 5
13
5

0
5
13

13

5
0 13 0 13
5
5

Contoh 2: Carilah keliling lingkaran x 2 y 2 a 2

12
x 1
5

Penyelesaian:

Persamaan di atas dapat ditulis dalam bentuk parametrik yaitu


x a cos t , y a sin t , di mana 0 t 2

Sehingga: x ' t a sin t dan y ' t a cos t


Maka

a sin t 2 a cos t 2

dt

a 2 sin 2 t a 2 cos 2 t dt

a dt

at 0

a . 2 a .0
2a

B. Luas Permukaan Benda Putar


Jika selisih kurva bidang mulus di putar mengelilingi sebuah sumbu dalam
bidangnya, maka kurva membentuk suatu permukaan benda putar. Andaikan
y f x , a x b , tentulah suatu kurva mulus di setengah bidang atas dari bidang

xy , seperti pada gambar:

Buatlah partisi selang a, b menjadi n potong dengan menggunakan titik


a x 0 x1 ... x n b , dengan demikian kurva juga terbagi atas n potong. Apabila

kita menjumlahkan semua potongan dan kemudian mengambil limit partisi mendekati
nol, maka kita memperoleh luas permukaan benda putar.

2yi . Si
i 1

y ds
2 f x
2

1 f ' x dx
2

Contoh: Tentukan luas permukaan yang terbentuk dengan pemutaran kurva yang
diberikan mengelilingi sumbu x, dengan y 6 x, 0 x 1
Penyelesaian:

y ds

6 x ds

6 2
2
x
2


2 3 . 1 3 . 0
2 3 x

2 1
0
2

2 . 3

6 satuan luas

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Panjang Busur Kurva
Rumus menghitung panjang busur kurva:
b

L a

[ f ' t i ] 2 [ g ' t i ] 2 dt
dy

dx

dx

dy

L
a
L c

dx

dy

2. Luas Permukaan Benda Putar


2

y ds

atau
2

f x
b

1 f ' x dx
2

DAFTAR PUSTAKA
Koko Martono, Kalkulus, Jakarta: Erlangga, 1999.
Hasyim Baisuni, Kalkulus, Jakarta: UI-Press, 2005.
Edwin J. Purcell, Kalkulus dan Geometri Analitis Jilid I, Jakarta: Erlangga.