Anda di halaman 1dari 12

RANCANGAN PENYULUHAN MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN

PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA KELUARGA Ny. A

MATA KULIAH : KOMUNITAS I

DOSEN : Ns. Berthy Adiningsih, S. Kep

DISUSUN OLEH:

ASTIN BIYANSI

I31112058

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

2014

FORMAT RANCANGAN
SATUAN ACARA PENYULUHAN
UPAYA PREVENTIF : HIPERTENSI

A. LATAR BELAKANG
Hipertensi merupakan penyakit yang sudah tidak asing lagi di masyarakat, oleh
karena itu pengetahuan mengenai penyakit hipertensi dan perawatannya di rumah
merupakan informasi yang sudah selayaknya diketahui oleh masyarakat. Insiden hipertensi
tinggi dan terus meningkat di masyarakat, selain itu komplikasi akibat penyakit hipertensi
dapat berakibat fatal bagi penderita jika tidak mendapatkan pengobatan dan perawatan
yang adekuat.
Dari hasil pendataan didapatkan Ny. A memiliki resiko hipertensi, saat pemeriksaan
dalam pengkajian dengan tekanan darah 130/90 mmHg. Selama ini Ny. A tidak pernah
memeriksakan diri ke dokter maupun rutin mengkontrol tekanan darahnya.

B. RENCANA KEPERAWATAN
1. Tujuan Penyuluhan
a. Tujuan Umum
Diharapkan peserta penyuluhan dengan hipertensi dapat memahami pentingnya
menjaga gaya hidup sehat untuk mencegah terjadinya hipertensi
b. Tujuan Khusus
Peserta penyuluhan dapat :
a) Mengetahui pengertian dari hipertensi
b) Mengetahui etiologi dan faktor resiko dari hipertensi
c) Menyebutkan tanda dan gejala dari hipertensi
d) Mengetahui komplikasi apa saja yang dapat terjadi
e) Menyebutkan makanan yang dapat mencegah terjadinya hipertensi

C. STRATEGI PELAKSANAAN
1. Topik

: Pencegahan Hipertensi pada Keluarga Ny.A

2. Sasaran

: Ny. A

3. Target

: Ny.A

4. Waktu

: Selasa, 30 Desember 2014 pukul 16.00-16.20 WIB

5. Tempat

: Ruang Tamu Rumah Ny.A

6. Media/alat

a. Tablet untuk penyampaian materi visual.


b. Alat pendukung kursi dan meja.
7. Proses Belajar Mengajar :
TAHAP
KEGIATAN

Pendahuluan

KEGIATAN PENGAJAR

KEGIATAN MAHASISWA

1. Memberi salam

1. Peserta menjawab salam

2. Menyebutkan

kontrak

ESTIMASI
WAKTU
16.00-16.05

waktu 2. Peserta memperhatikan

penyuluhan
3. Menyampaikan

tujuan 3. Peserta memperhatikan

diadakannya penyuluhan
4. Menjelaskan pokok materi yang 4. Peserta memperhatikan
akan dibahas dan metode yang
akan digunakan untuk mencapai
tujuan.
1. Menjelaskan materi secara benar 1. Peserta memperhatikan
Penyajian

16.05-16.25

dan jelas
2. Memberikan contoh yang mudah 2. Peserta memperhatikan
dipahami
3. Memberikan

kontak

dan 3. Peserta memperhatikan

feedback kepada peserta


4. Memberi

kesempatan

untuk 4. Peserta memperhatikan

bertanya

5. Peserta bertanya

5. Menjawab pertanyaan
6. Melemparkan pertanyaan
7. Memberikan

reinforcement 7. Peserta menjawab

positif

Penutup

6. Peserta memperhatikan

8. Peserta memperhatikan

1. Menyimpulkan materi

1. Peserta memperhatikan

2. Memberikan rencana selanjutnya

2. Peserta memperhatikan

3. Memberi salam

3. Peserta menjawab salam

16.25-16.30

8. Pengorganisasian Tempat
Keterangan :

1 : perawat
2

2 : meja
3 : klien

D. METODE PENYULUHAN
1. Ceramah.
2. Diskusi/tanya jawab.
3. Evaluasi terhadap materi penyuluhan untuk mengetahui seberapa paham peserta
memahami materi penyuluhan.

E. MATERI PENYULUHAN
1. Pengertian hipertensi.
2. Klasifikasi Hipertensi
3. Etiologi dan faktor resiko terjadinya hipertensi.
4. Tanda dan gejala terjadinya hipertensi.
5. Komplikasi pada hipertensi.
6. Penatalaksanaan pada hipertensi.

F. RENCANA EVALUASI

Aspek

Waktu

Metode

1. Kognitif
2. Afektif

Alat

Evaluator

1. Daftar
Setelah materi Pertanyaan

3. Psikomotor selesai

pertanyaan

Tim penyaji

2. Alat peraga

1. Evaluasi Struktur
a. Rancangan Penyuluhan telah dikonsultasikan selama 3 hari sebelumnya.
b. Peralatan dan media telah dipersiapkan selama 3 hari sebelumnya.
c. Kontrak tempat dan waktu penyuluhan selama 3 hari sebelumnya.

2. Evaluasi Proses
a. Ny.A dan keluarga dapat mengerti penanganan dan cara pecegahan hipertensi.
b. Penyuluh menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh tanggung jawab.

3. Evaluasi Hasil
a. Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan rencana yang telah dirancang.
b. Peserta penyuluhan dapat :
a) Menjelaskan kembali pengertian hipertensi.
b) Menyebutkan 1 dari 10 tanda dan gejala hipertensi.
c) Menyebutkan 1 dari 11 makanan yang dapat mencegah hipertensi.
c. Peserta mampu mengaplikasikan penatalaksaan yang dapat dilakukan dalam
menangani hipertensi dan pencegahan kekambuhan hipertensi kembali sehingga
dapat mengubah pola hidup yang dapat mengurangi gejala dan menjaga kestabilan
tekanan darah.

LAMPIRAN MATERI
Pengertian hipertensi.
Hipertensi adalah terjadinya kenaikan darah sistolik (atas) 140 atau lebih dan tekanan darah
diastolik (bawah) 90 atau lebih. Disebut hipertensi apabila seseorang yang terkena:
1.

Telah berumur 18 tahun atau lebih.

2.

Bila 2 kali kunjungan berbeda tekanan diastolik 90 atau lebih.

3.

Beberapa kali pengukuran dengan hasil tekanan sistolik menetap 140 atau lebih.

Klasifikasi atau derajat hipertensi.


Tahap

Sistolik (atas)

Diastole (bawah)

Normal Tinggi

130-139 mmHg

85-89 mmHg

Ringan

140-159 mmHg

90-99 mmHg

Sedang

160-179 mmHg

100-109 mmHg

Berat

180-209 mmHg

110-119 mmHg

Sangat berat

210 mmHg

120 mmHg

Penyebab.
Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian karena orang
yang terserang cukup banyak dan akibat jangka panjangnya mempunyai konsekuensi tertentu.
Berdasarkan penyebab hipertensi dibagi dalam dua golongan yaitu:

Hipertensi primer atau essensial. Dimana hipertensi ini tidak diketahui penyebabnya,
biasanya dihubungkan dengan faktor keturunan atau lingkungan.

Hipertensi sekunder, penyebabnya diketahui secara pasti seperti gangguan pembuluh


darah dan penyakit ginjal.

Faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi.

Riwayat keluarga dengan hipertensi

Umur

Kegemukan

Merokok

Stress

Alkohol

Obat-obatan

Kurang olah raga

Makanan berlemak

Berhenti Haid

Penyakit (DM, Jantung, Ginjal)

Tanda dan gejala.


1. Sakit kepala dan pusing
2. Nyeri kepala berputar
3. Rasa berat di tengkuk
4. Kadang mimisan
5. Marah/emosi tidak stabil
6. Mata berkunang kunang
7. Telinga berdengung
8. Sukar tidur
9. Kesemutan
10. Rasa mual/muntah
Komplikasi

Stroke

Penyakit jantung koroner

Gagal jantung

Penyakit ginjal

Penyakit pembuluh darah perifer

Pencegahan dan Perawatan hipertensi.

Pertahankan BB ideal

Olah raga

Batasi pemakaian garam

Hindari konsumsi alkohol

Tidak/berhenti merokok

Makan banyak buah & sayuran

Hindari minum kopi berlebihan

Rekreasi

Hindari/atasi stress

Cek tensi teratur/bulan (bila umur >40th)

Makanan yang dianjurkan untuk menurunkan tekanan darah :


1. Bayam
Bayam merupakan sumber magnesium yang sangat baik. Tidak hanya melindungi
Anda dari penyakit jantung, tetapi juga dapat mengurangi tekanan darah. Selain itu,
kandungan folat dalam bayam dapat melindungi tubuh dari homosistein yang membuat
bahan kimia berbahaya. Penelitian telah menunjukkan bahwa tingkat tinggi asam amino
(homosistein) dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.
2. Biji bunga matahari.
Kandungan magnesiumnya sangat tinggi dan biji bunga matahari mengandung
pitosterol, yang dapat mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. Kolesterol tinggi
merupakan pemicu tekanan darah tinggi, karena dapat menyebabkan penyumbatan
pembuluh darah. Tapi, pastikan mengonsumsi kuaci segar yang tidak diberi garam.
3. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan, seperti kacang tanah, almond, kacang merah mengandung
magnesium dan potasium. Potasium dikenal cukup efektif menurunkan tekanan darah
tinggi.
4. Pisang
Buah ini tidak hanya menawarkan rasa lezat tetapi juga membuat tekanan darah
lebih sehat. Pisang mengandung kalium dan serat tinggi yang bermanfaat mencegah
penyakit jantung. Penelitian juga menunjukkan bahwa satu pisang sehari cukup untuk
membantu mencegah tekanan darah tinggi.
5. Kentang
Nutrisi dari kentang sering hilang karena cara memasaknya yang tidak sehat.
Padahal kandungan mineral, serat dan potasium pada kentang sangat tinggi yang sangat
baik untuk menstabilkan tekanan darah.
6. Cokelat pekat (dark chocolate)
Karena kandungan flavonoid dalam cokelat dapat membantu menurunkan tekanan
darah dengan merangsang produksi nitrat oksida. Nitrat oksida membuat sinyal otototot sekitar pembuluh darah untuk lebih relaks, dan menyebabkan aliran darah
meningkat.
7. Avokad
Asam folat dalam avokad, dapat membantu mengurangi kolesterol. Selain itu,
kandungan kalium dan asam folat, sangat penting untuk kesehatan jantung.

Makanan yang Harus dihindari atau Dibatasi untuk Penderita hipertensi:


1. Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak, ginjal, paru, minyak kelapa, gajih).
2. Makanan yang diolah dengan menggunakan garam natrium (biscuit, craker, keripik dan
makanan kering yang asin).
3. Makanan dan minuman dalam kaleng (sarden, sosis, korned, sayuran serta buah-buahan
dalam kaleng, soft drink).
4. Makanan yang diawetkan (dendeng, asinan sayur/buah, abon, ikan asin, pindang, udang
kering, telur asin, selai kacang).
5. Susu full cream, mentega, margarine, keju mayonnaise, serta sumber protein hewani
yang tinggi kolesterol seperti daging merah (sapi/kambing), kuning telur, kulit ayam).
6. Bumbu-bumbu seperti kecap, maggi, terasi, saus tomat, saus sambal, tauco serta bumbu
penyedap lain yang pada umumnya mengandung garam natrium.
7. Alkohol dan makanan yang mengandung alkohol seperti durian, tape.

TERAPI JUS UNTUK MEMBANTU MENURUNKAN TEKANAN DARAH


Banyak tumbuhan obat yang telah lama digunakan oleh masyarakat secara tradisional untuk
mengatasi hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hal yang perlu diinformasikan kepada
masyarakat adalah cara penggunaannya, dosis, serta kemungkinan adanya efek samping yang
tidak diketahui.Obat obat tradisional tersebut diantaranya:
1. Buah Belimbing
Buah ini dapat mengontrol tekanan darah dalam keadaan normal dan juga bisa menurunkan
tekanan darah bagi mereka yang sudah mengalaminya. Caranya yaitu buah belimbing yang
sudah masak diparut halus. Kemudian parutan belimbing diperas sehingga menjadi satu gelas
sari belimbing. Air perasan ini diminum setiap pagi, lakukan selama tiga minggu sampai satu
bulan. Setelah satu bulan sari belimbing ini dapat diminum dua hari sekali. Tidak perlu
menambahkan gula pasir atau sirup pada air perasan. Bagi mereka yang sudah terlanjur
menderita hipertensi, sebaiknya gunakan buah belimbing yang besar sehingga air perasannya
lebih banyak.
2. Daun Seledri
Cara penggunaannya dengan menumbuk segenggam daun seledri sampai halus, saring dan
peras deengan kain bersih dan halus. Air saringan usahakan satu gelas diamkan selama satu

jam, kemudian diminum pagi dan sore dengan sedikit ampasnya yang ada di dasar gelas.
Menurut penelitian daun seledri bisa memperkecil fluktuasi kenaikan tekanan darah.
3. Buah Mengkudu
Buah ini sebagai alternatif untuk menekan hipertensi. Caranya hampir sama dengan buah
belimbing, yaitu dengan cara memarut halus, kemudian diperas memakai kain kassa yang
bersih, diambil airnya. Minum sari mengkudu setiap pagi dan sore hari secara teratur.
4. Avokad
Caranya lima daun avokad dicuci bersih, kemudian direbus dengan 4 gelas air putih. Tunggu
air rebusan hingga menjaadi 2 gelas, saring. Satu gelas diminum pagi hari, satu gelas lagi
diminum sore hari.

KESIMPULAN

Hipertensi adalah penyakit yang terjadi akibat peningkatan tekanan darah. Hipertensi
diartikan sebagai peningkatan tekanan darah secara terus menerus sehingga melebihi batas
normal. Tekanan darah normal adalah 110/90 mmHg. Tanda dan gejala pada hipertensi
seperti : mengeluh sakit kepala dan pusing, lemah, kelelahan, sesak napas, gelisah, mual,
muntah, pistaksis, kesadaran menurun, penglihatan kabur akibat kerusakan hipertensif pada
retina, cara berjalan yang tidak mantap karena kerusakan susunan saraf pusat.

SARAN

Saran yang dapat diberikan adalah :


1. Untuk keluarga dapat mulai memperhatikan pola makan dan pola hidup yang sesuai untuk
menjaga kestabilan tekanan darah dan mencegah kekambuhan tekanan darah tingginya
kembali.
2. Bagi perawat untuk dapat memberikan pengetahuan mengenai penanganan pertama dan
pencegahan hipertensi pada setiap keluarga yang beresiko dan mengalami hipertensi.

DAFTAR PUSTAKA

Kharisna, Dendy, dkk. Efektifitas Konsumsi Jus Mentimun Terhadap Penurunan Tekanan
Darah pada Pasien Hipertensi. Jurnal Ners Vol. 2 No. 2, 2012. Hal. 124-31.
(http://ejournal.unri.ac.id/index.php/JNI/article/view/2022)
Kusnul, Zauhani dan Zainal Munir. Efek Pemberian Jus Mentimun Terhadap Penurunan
Tekanan Darah. Jurnal Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Vol. 1 No. 2, 2012.
(http://www.journal.unipdu.ac.id/index.php/seminas/article/view/173/120)
Muttaqin, Arif. 2012. Buku Ajar Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem
Kardiovaskuler dan Hematologi. Jakarta: Salemba Medika.
Soeparman dkk. 1987. Ilmu Penyakit Dalam, Ed 2. FKUI: Jakarta
Smeltzer, Suzanne C. Dan Brenda G. Bare. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah
Brunner & Suddarth:Volume 2. Jakarta: EGC.