Anda di halaman 1dari 2

Pemeriksaan Fisik

Pada kasus fraktur nasal , ditemukan bukti dari trauma pada wajah pertengahan.
Seringkali, deformitas hidung memberikan petunjuk terbesar. Sedangkan tanda-tanda lainnya
adalah pembengkakan, laserasi kulit, ecchymosis, epistaksis (perdarahan dari dalam hidung), dan
cairan serebrospinal (CSF) rhinorrhea. Apabila terdapat Epistaksis menyiratkan gangguan
mukosa, hal ini meningkatkan kecurigaan dokter terhadap adanya fraktur nasal, termasuk
kemungkinan fraktur septum hidung.
Selain itu diagnosis fraktur nasal yang akurat tergantung pada riwayat dan pemeriksaan
fisik yang menyeluruh. Riwayat yang lengkap meliputi penilaian terhadap:
(1) kekuatan, arah, dan mekanisme cedera
(2) munculnya epistaksis atau rhinorea cairan serebrospinalis
(3) riwayat fraktur atau operasi nasal sebelumnya
(4) obstruksi nasal atau deformitas nasal eksterna setelah cedera.
Pemeriksaan fisik yang paling akurat jika dilakukan sebelum timbulnya edema pasca
trauma. Pemeriksaan ini memerlukan pencahayaan yang cukup (lampu kepala atau otoskop),
instrumentasi (spekulum hidung), dan suction (sebaiknya tipe Frasier). Inspeksi pada bagian
dalam hidung sangat penting.
Semua gumpalan harus disedot dengtan lembut dan pendarahan kecil harus dikontrol
secara baik dengan kokain 4% atau 0,25% Neo-Synephrine semprot atau larutan (solusio). Setiap
laserasi mukosa, gangguan septum, atau hematoma septum harus didokumentasikan. Hematoma
Septal memerlukan evakuasi dan drainase segera.
Pemeriksaan hidung eksternal dapat memberitahukan adanya laserasi, stepoffs tulang,
atau gangguan tulang rawan. Palpasi tulang hidung dapat memberitahukan adanya mobilitas atau
krepitasi, yang menunjukkan patah hidung. Setelah anestesi cukup dengan larutan kokain 4%,
"bimanual" palpasi dapat dilakukan dengan menempatkan jari pada luar tulang hidung dan
hemostat melalui Nares pada permukaan internal dari tulang hidung. Ecchymosis periorbital,
epifera, atau diplopia meningkatkan kecurigaan adanya cedera- cedera orbital terkait.

Wasisto, Octavianus, Sjaifuddin Muhammad. 2011 Fraktur nasal.


http://ojs.unud.ac.id/index.php/eum/article

Haraldson,Samuel.2013. Nasal Fracture Clinical Presentation.


http://emedicine.medscape.com/article/84829-clinical#a0217