Anda di halaman 1dari 9

BAB II

METODOLOGI
2.1 Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Fieldtrip mata kuliah Pertanian Berlanjut semester genap 2014-2015 dilaksanakan pada
tanggal 15, 16, 22, dan 23 November 2014 di dua lokasi, yaitu: Desa Tulungrejo, Kecamatan
Ngantang dan Dusun Kekep, Kota Batu. pembagian pelaksanaan fieldtrip, yaitu: pada tanggal
15 November 2014 di Dusun Kekep kelas A,B,C,D; tanggal 15 November 2014 Desa
Tulungrejo kelas E,F,G,H; tanggal 16 November 2014 di Dusun Kekep kelas I,J,K,L; tanggal
16 November 2014 Desa Tulungrejo kelas M,N,Q,AB; tanggal 22 November 2014 di Dusun
Kekep kelas O,R,S,T; tanggal 22 November 2014 Desa Tulungrejo kelas U,V,W,X; tanggal
23 November 2014 di Dusun Kekep kelas Y,Z,AA,P; dan tanggal 23 November 2014 Desa
Tulungrejo kelas AC,AD,AE,UB Kediri. Kegiatan dimulai pada pukul 06.00 13.00 WIB.
Kelas D mendapatkan jadwal tanggal 15 November 2014 di Dusun Kekep. Dengan
pembagian kelompok, yaitu:
Dusun Kekep II
Kota Batu
Waktu
Kegiatan
06.00 - 08.00
Pemberangkatan
08.15 - 09.15
Plot 4
09.30 - 10.30
Plot 3
10.45 - 11. 45
Plot 2
12.00 - 13.00
Plot 1
13.00 - 14.30
Selesai - Pulang

Tanah
D1
D4
D3
D2

Kelas D
Materi
BP
HPT
D1, D2, D3, D4
D2
D3
D1
D2
D4
D1
D3
D4
D1, D2, D3, D4

Agribisnis
D4
D3
D2
D1

Susunan atau konfigurasi penggunaan lahan di Dusun Kekep, Kota Batu adalah
fragmen hutan terganggu di lereng bagian atas lanskap (plot 1), kebun campuran atau
agroforestri dilereng bagian tengah (plot 2), tanaman semusim di lereng bagian tengan dan
bawah (plot 3), serta campuran antara tanaman semusim dan pemukiman di lereng bawah
(plot 4). Dalam sekali pelaksanaannya, terdapat 4 kelas yang akan melakukan pengamatan di
Dusun Kekep. Empat kelas tersebut dipecah menjadi 2 grup, yaitu: Kekep I dan Kekep II.
Grup Kekep I melakukan pengamatan di bagian sebelah kiri sungai (dengan arah
menghadang ke lereng atas), sedangkan grup Kekek II dibagian sebelah kanan sungai.
Berikut ini penjeasannya:

Gambar 1. Lokasi fieldtrip Dusun Kekep, Kota Batu, Jawa Timur

Gambar 2. Gambar lokasi pengamatan (Plot 1 = fragmen hutan terganggu, Plot 2 =


Agroforestri, Plot 3 = tanaman semusim, Plot 4 = tanaman semusim dan pemukiman)

Gambar 3. Ilustrasi pembagian grup dan teknis perpindahan antar plot pengamatan
2.2 Metode Pelaksanaan
2.2.1 Pemahaman Karakteristik Lanskep

Alat dan bahan:


o Kompas
o Kamera dokumentasi
o Klinometer
o Alat tulis

Cara kerja:
1) Tentukan lokasi yang representatif sehingga kita dapat melihat lanskap
secara keseluruhan
2) Lakukan pengamatan secara menyeluruh terhadap berbagai bentuk
penggunaan lahan yang ada. Isikan pada kolom penggunaan lahan dan
dokumentasikan dengan foto kamera.
3) Identifikasi jenis vegetasi yang ada, isikan hasil identifikasi ke dalam
kolom tutupan lahan.
4) Lakukan pengamatan secara menyeluruh terhadap berbagai tingkat
kemiringan lereng yang ada serta tingkat tutupan kanopi dan seresahnya.
5) Isikan hasil pengamatan pada form.
6) Buatlah sketsa penggunaan lahan pada skala lanskap.

7) Buatlah sketsa transek lokasi pada skala lanskap.


8) Buatlah sketsa transek lokasi pada skala lanskap secara menyeluruh
(konfigurasi penggunaan lahan).
9) Tentukan tipe lanskap dan saran apa yang perlu dilakukan berdasarkan
hasil gambar sketsa No. 6 dengan menggunakan arahan dari Tabel 1.
10) Tentukan besarnya tingkat heterogenitas penggunaan lahan, bagaimana
interaksi masing-masing penggunaan lahan bila dikaitkan dengan usaha
pertanian, yaitu: aspek penyinaran, siklus air dan hara, sebaran hama dan
penyakit, pollinator.
2.2.2 Pengukuran Kualitas Air
1. Prosedur pemilihan lokasi dan pengambilan contoh
a) Pemilihan lokasi pengambilan contoh.
b) Pengambilan contoh air.

Alat dan bahan:


o Botol air mineral bekas ukuran 1,5 L (4 buah)
o Spidol permanen
o Kantong plastik besar (ukuran 5 kg)

Cara kerja:
1) Pada saat pengambilan contoh air, sungai harus dalam
kondisi yang alami (tidak ada orang yang masuk dalam
sungai). Hal ini untuk menghindari kekeruhan air akibat
gangguan tersebut.
2) Ambil contoh air dengan menggunakan botol ukuran 1,5 L
(sampai penuh) dan tutup rapat rapat.
3) Beri label berisi waktu (jam, tanggal, buan, tahun), tempat
pengambilan contoh, dan nama pengambil contoh.
4) Simpan baik baik contoh air dan segera bawa ke
laboratorium untuk dianalisa.

2. Pendugaan Kualitas Air secara Fisik dan Kimia


a) Pendugaan kualitas air secara fisik

Pengamatan kekeruhan air sungai, alat:

o Tabung trasparan dengan tinggi 45 cm, tabung dapat dibuat


dari tiga buah botol air kemasan ukuran 600 mL yang
disatukan.
o Secchi disc, dibuat dari plastik mika tebal berbentuk
lingkaran dengan diameter 5 cm, dengan pemberat dari
logam besi dan tali serta meteran. Cara membaca Secchi
disc, yaitu:
1) Tuangkan contoh air dalam tabung/botol air mineral
sampai ketinggian 40 cm.
2) Aduk air secara merata.
3) Masukkan Secchi disc ke dalam tabung yang berisi
air secara perlahan lahan dan amati secara tegal
lurus sampai warna hitam putih pada Secchi disc
tidak dapat dibedakan.
4) Baca berapa centimeter kedalaman Secchi disc
tersebut.

Pengamatan suhu
o Alat yang digunakan adalah termometer standar
o Cara kerja, yaitu:
1) Catat suhu udara sebelum mengukur suhu di dalam
air.
2) Masukkan termometer ke dalam air selama 1 2
menit.
3) Baca suhu saat termometer masih dalam air, atau
secepatnya setelah dikeluarkan dari dalam air.
4) Catat pada form pengamatan.

b) Pendugaan kualitas air secara kimia


Pengamatan oksigen terlarut atau Dissolve Oxygen (DO), pH, dan angka
kekeruhan.

Alat yang digunakan adalah multi water quality checker.

Cara kerja:
1) Alat multi water quality checker dimasukkan ke dalam
contoh air yang telah diambil.

2) Liat data hasil analisis di data logger (penggunaan alat akan


dipandu oleh asisten lab).
3) Baca tingkat DO, pH, dan angka kekeruhan yang tercatat
(dibandingkan data tingkat kekeruhan hasil pengukuran dari
lapangan dengan hasil pembacaan dari alat ini)
4) Isikan data pengukuran pada form yang telah disediakan dan
kelaskan berdasarkan tabel kualitas air (PP No 82 tahun
2001).
2.2.3 Pengukuran Biodiversitas
2.2.3.1 Aspek Agronomi

Alat dan bahan:


o Petak kuadrat berukuran 1m x 1m
o Pisau
o Kamera dokumentasi
o Kertas gambar A3
o Buku Flora
o Kantong plastik
o Kalkulator Analitik
o Alkohol 75%

Cara kerja:
1) Buat jalur transek pada hamparan yang akan dianalisis.
2) Tentukan titik pada jalur (transek) yang mewakili masing- masing
tutupan lahan dalam hamparan lanskap.
3) Catat karakteristik tanaman budidaya di setiap tutupan lahan yang telah
ditentukan
4) Hasil pengamatan disajikan dalam bentuk tabel.
5) Tentukan titik pengamatan yang dapat melihat seluruh hamparan
lanskap.
6) Gambarkan sketsa tutupan lahan lanskap di kertas yang telah disediakan.

Pengelolaan gulma, yaitu:


1) Setiap titik pengamatan (biodiversitas tanaman) lakukan identifikasi dan
analisa gulma.

2) Tentukan 5 (dua) titik pengambilan sampel pada masing-masing tutupan


lahan dalam hamparan lanskap secara acak (dengan melempar petak
kuadrat 1x1m).
3) Foto petak kuadrat dengan kamera sehingga seluruh gulma didalam
petak kuadrat dapat terlihat jelas.
4) Identifikasi gulma yang ada didalam petak kuadrat.
5) Hitung umlah populasi gulma dan d1 (diameter tajuk terlebar) dan d2
(diameter tajuk yang tegak lurus d1).
6) Bila terdapat gulma yang tidak dikenal, gunakan pisau untuk memotong
gulma sebagai sampel (selanjutnya digunakan untuk identifikasi),
semprot gulma dengan alkohol 75% biar tidak layu, dan masukkan
dalam kantong plastik.
7) Semua kantong plastik berisi sampel gulma diidentifikasi dengan
membandingkan dengan foto dari buku atau internet, dan bila belum
diketahui bisa ditanyakan ke asisten/dosen.
8) Hasil pengamatan disajikan dalam bentuk tabel.
9) Menghitung SDR.
10) Buatlah kesimpulan tentang kondisi ekologis hamparan tersebut.
2.2.3.2 Aspek Hama Penyakit

Alat dan bahan:


o Sweep net
o Kantong plastik
o Kertas tissu
o Chloroform/etil asetat

Cara kerja:
1) Buat jalur transek pada hamparan yang akan dianalisis.
2) Tentukan titik - titik pengambilan sampel pada jalur (transek) yang
mewakili

masing

masing

aagroekosistem/agroforestri

dalam

hamparan.
3) Tangkap serangga menggunakan sweep net dengan metode yang benar,
pada agroekosistem/agroforestri yang telah ditentukan.

4) Kumpulkan semua serangga yang tertangkap sweep net dan masukkan


ke dalam kantong plastik yang telah diberi secarik kertas tissu.
5) Serangga yang telah terkumpul dibunuh dengan memberikan etil asetat.
6) Semua kantong plastik berisi serangga (sudah mati) dibawa ke
laboratorium hama. Apabila belum segera diamati hendaknya semua
serangga tersebut disimpan di lemari pendingin.
7) Asisten pratikum akan membantu pengamatan jenis peran masing
masing serangga yang telah dikumpulkan.
8) Hasil pengamatan disajikan dalam bentuk tabel.
9) Sajikan data dalam bentuk fiktorial.
10) Buatlah kesimpulan tentang kondisi ekologis hamparan tersebut.
2.2.4 Pendugaan Cadangan Karbon

Alat dan bahan


o Kamera dokumentasi
o Alat tulis

Cara kerja
1) Tentukan lokasi yang representatif sehingga dapat melihat lanskap
secara keseluruhan.
2) Lakukan pengamatan secara menyeluruh terhadap berbagai bentuk
penggunaan lahan yang ada serta kerapatan dan perkiraan umur pohon.
3) Catat hasil pengamatan yang dilakukan.
4) Identifikasi hasil pengamatan.

2.2.5 Identifikasi Keberlanjutan Lahan dari Aspek Sosial Ekonomi

Alat dan bahan:


o Alat tulis
o Kamera dokumentasi

Cara kerja:
1) Wawancara dengan petani di sekitar lahan tersebut. Indikator indikator
yang ditanyakan, yaitu:
a. Jenis komoditas yang ditanam
b. Akses terhadap sumberdaya pertanian

c. Hasil produksi memenuhi kebutuhan konsumsi atau tidak


d. Akses pasar
e. Pengetahuan petani mengenai kegiatan budidaya pertanian yang
dijalankan ramah lingkungan atau tidak
f. Kepemilikan ternak
g. Kearifan lokal
h. Kelembagaan
i. Analisis usaha tani dan kelayakan usaha
2) Catat hasil wawancara di dalam form yang telah disiapkan.
3) Mendokumentasikan kegiatan wawancara.