Anda di halaman 1dari 20

INTEGRITAS DAN

KEPERCAYAAN

WARAN BENNIS:
Basic ingredients of Leadership
Guiding vision mengarahkan dan
menggetarkan
Trust kepercayaan yang menumbuhkan
karisma
Passion semangat yang berkobar menggalang
dukungan
Curiosity belajar untuk perbaikan, inovasi
Integrity integritas yang memantapkan
kepercayaan
Daring keberanian bertindak karena yakin
berhasil

INTEGRITAS
Sifat atau keadaan yang menunjukkan
kesatuan yang utuh sehingga memiliki
potensi dan kemampuan yang memancarkan
kewibawaan, kejujuran
Salah satu syarat yang harus dimiliki
seorang pemimpin, terutama dalam
menghadapi berbagai pilihan dan
pengambilan keputusan
Berkaitan erat dengan wibawa, kejujuran,
prinsip, dan satunya kata dengan perbuatan

Franz Magnis Suseno:


ciri-ciri integritas antara lain

Keadilan dasar
Jujur
Tidak munafik
Tidak kejam
Rendah hati
Tidak sombong
Tidak lari dari tanggung jawab
Berprestasi
Mencintai mutu
Bekerja dengan standar yang berlaku
Dilandasi kesadaran akan kewajibannya

Bu, tolong beli dua tiket,


sebab adik kami masih di
bawah usia 2 tahun

Cara menjadi seorang


berintegritas
Setting Down Principles
Developing Solutions
Biblical Exploration
Praying into Action

1. Menentukan Prinsip
Konsisten dengan disiplin yang telah kita tetapkan
Setelah menetapkan prinsip, tuliskan!
Misalnya jika mengatakan mengasihi temanteman, bagaimana caranya?
Kasih tidak pandang suku, bangsa dan agama
Wajib berlaku lemah lembut dan tidak
memikirkan keuntungan diri sendiri
Bersikap panjang sabar dan murah hati
Mampu memaafkan
Jika keputusan kita tergantung pada atmosfir
perasaan kita, maka kita akan dilihat sebagai
orang yang tidak memiliki integritas

2. Mengembangkan solusi
Butuh waktu untuk menegaskan atau
meneguhkan, meyakinkan bahwa
itulah prinsip anda
There may be a solution which meets
all of the principles. It may even be a
good one!!
Pengambilan keputusan etis

3. Eksplorasi Prinsip Alkitab


Memahami setiap prinsip secara mendalam
Pakailah waktu untuk memikirkan contoh
dan model dari Alkitab
Daftarkan dan galilah bagaimana prinsip
Alkitabiah itu relevan dengan situasi anda!
Apa yang menjadi harapan anda menjadi
jelas ketika anda bertindak untuk tetap
menggenggam prinsip tersebut

4. Berdoa sebagai napas


Meskipun kadang anda tidak tahu apakah
keputusan yang anda ambil benar atau
salah, tetapi serahkanlah hasilnya pada
Tuhan
Menjelaskan prinsip di balik keputusan
anda terkadang menolong orang menerima
jalan keluar yang anda buat dan membuat
mereka menilai integritas anda

Model Perbandingan
Kisah Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego, yang
tetap hidup dengan prinsip mereka, meskipun harus
berhadapan dengan tantangan berat yang bahkan
berisiko nyawa
Kisah Yusuf: tidak tergoda oleh istri Potifar sekalipun
risikonya difitnah dan dimasukkan ke dalam penjara
atas peradilan sesat yang ia alami (dihukum atas
perbuatan yang tidak ia lakukan)
Petrus dan Yohanes teguh pada prinsip, sekalipun
diancam dan dilarang bicara tentang Yesus: Silakan
kamu putuskan sendiri manakah yang benar di
hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada
Allah. (Kis. 4: 19)

Efesus 4: 15
Tetapi dengan teguh
berpegang kepada
kebenaran di dalam kasih
kita bertumbuh di dalam
segala hal ke arah Dia,
Kristus, yang adalah Kepala

MEMBANGUN KEPERCAYAAN

Competence
Openness
Reability
Equity
Bennis & Townsend menambahkan
dengan: Caring

John D.W. Beck & Neil M.


Yeager
Competency meliputi ability dan motivation
Ability

Motivation

Job knowledge

Interest

Technical skills

Confidence

Interpersonal skills

Willingness to assume
responsibility
Personal organizations
goal match

Organizational power

1. Kompetensi
Memampukan orang untuk memahami apa yang
kita harapkan dari dia/mereka dalam kaitannya
dengan relasi (kerja atau pertemanan)
Memercayai orang lain atas dasar
kompetensinya, bukan hanya karena ia dapat
mengerjakan sesuatu dengan baik, tetapi
karena ia menjaga kepercayaan yang diberikan
kepadanya
Contoh: pilot ketika dalam penerbangan, kita
mempercayakan keselamatan padanya, yang
telah memperoleh lisensi dan ijin untuk
menerbangkan pesawat

2. Keterbukaan
Melakukan yang terbaik untuk saling
memberdayakan dan memberi masukan
Memampukan orang lain untuk percaya pada
kita karena kita ingin membangun relasi yang
saling percaya
Berbagi pandangan, pikiran dan gagasan
dengan orang lain
Berbicara apa adanya dan dalam kasih (Ef.
4: 15)
Orang akan percaya jika apa yang kita
katakan itulah yang kita lakukan

3. Kewajaran tahan uji


Kita akan dipercaya orang lain hanya
apabila mereka dapat mengandalkan kita
untuk berbuat sesuatu yang kita katakan
Berpegang pada komitmen tanpa berubah
pikiran
Memelihara kepercayaan juga menuntut
kita menjelaskan harapan yang ditaruh
orang lain atas diri kita demi mencegah
terjadinya kesalahpahaman dan degradasi
tingkat kepercayaan

4. Keadilan (equity)
Bersikap tegas, jelas, dan adil dalam
bertindak, sehingga menjadi indikator bahwa
kita memiliki integritas dan dapat dipercaya
Jika kita kurang adil dan berat sebelah dalam
mengambil keputusan, maka kita tidak dapat
dipercaya dan akan kehilangan integritas diri
Mustahil membangun kepercayaan apabila
kita kehilangan integritas dalam tingkah laku
kita

5. Kepedulian
Memercayai orang lain yang juga menaruh
percaya pada kita
Jika kita ingin dipercayai, maka kita harus
memercayai orang lain
Mendengarkan orang lain, menghindari
prasangka,
Berusaha melihat juga dari kacamata
orang lain (positive thinking), menghindari
sikap defensif