Anda di halaman 1dari 2

Budaya Hidup Sehat

Hidup sehat adalah impian setiap manusia. Namun tidak semua manusia berperilaku hidup
sehat, baik terkait faktor pendidikan maupun terkait oleh faktor budaya suatu masyarakat.
Kebiasaan yang tidak sehat antara lain melewatkan sarapan pagi, kurang gerak sampai dengan
kurang minum air putih. Apalagi gaya hidup di kalangan seniman kurang mencerminkan cara
hidup sehat, seperti yang ditunjukkan penyanyi legendaris, Mbah Surip (alm) yang lebih banyak
minum kopi daripada minum air putih.
Setiap manusia lahir dengan kebiasaan baik yang dapat dipelajari seiring dengan bertambahnya
usia saat tumbuh dewasa. Kebiasaan buruk yang berasal dari lingkungan dapat diganti dengan
kebiasaan yang lebih baik pada usia dewasa. Diperlukan pengulangan sekitar 20 hingga 30 kali
untuk bisa menjadi kebiasaan baru. Dengan demikian, kebiasaan buruk yang tidak sehat dapat
dibiasakan melalui pengulangan-pengulangan agar berubah menjadi kebiasaan baik: Budaya
Hidup Sehat.
Kebiasaan hidup sehat yang paling murah adalah gerak badan. Badan yang digerakkan secara
teratur sangat berguna untuk kesehatan tubuh dan kesegaran jasmani. Tubuh yang jarang
digerakkan secara teratur bisa menimbulkan gangguan kesehatan, hingga dapat menimbulkan
penyakit tertentu. Gerak badan yang teratur berguna bagi kelenturan otot-otot tubuh, perbaikan
otot-otot usus agar menghilangkan sembelit, paru-paru menjadi sehat sehingga dapat melakukan
fungsinya dengan baik pada pernafasan, pembakaran hidrat arang dan lemak dengan baik
sehingga nafsu makan menjadi baik dan pengeluaran kotoran tidak terhambat, serta
perkembangan dan pertumbuhan bagian-bagian badan yang harmonis.
Selain gerak badan, kegiatan yang murah untuk hidup sehat adalah istirahat. Dengan beristirahat
maka akan mengurangi aktifitas otot, meringankan ketegangan pikiran bahkan menenteramkan
rohani seseorang. Ada berbagai macam kegiatan istirahat seperti tiduran/berbaring, menonton
televisi, mendengarkan radio, membaca buku bacaan ringan, dan berbincang santai dengan
teman. Gunanya beristirahat adalah memberi kesempatan pada tubuh membentuk kekuatan baru,
memperpanjang umur sel-sel tubuh, dan menambah kesegaran. Lamanya waktu istirahat dapat
disesuaikan dengan waktu kerja sekitar 15 menit hingga 60 menit.
Diantara kebiasaan hidup sehat yang paling gampang adalah mengkonsumsi air putih
secukupnya. Setiap hari manusia kehilangan 1,5 liter air melalui kulit, paru-paru dan ginjal.
Kehilangan air dalam tubuh harus digantikan dengan jumlah yang cukup agar tubuh terhindar
dari rasa lelah, kulit kusam, sakit kepala dan bad mood. Apalagi bagi seorang seniman, situasi
bad mood dapat menjadi malapetaka karena tidak bisa menunjukkan kreatifitas berkarya dan
mengurangi produktifitas hasil seni.
Kebiasaan hidup sehat lainnya yang ringan adalah sarapan pagi rutin setiap hari. Sarapan pagi
yang terlewatkan akan mempengaruhi produktifitas kerja. Sarapan sehat dapat berupa makanan
ringan yang memenuhi cukup gizi, seperti segelas susu atau jus buah. Bagi seorang seniman,
biasanya lebih gandrung dengan makanan siap saji. Maka pilihannya adalah makanan yang kaya
gizi dan rendah lemak.
Makan siang yang cukup gizi adalah kebiasaan hidup yang enteng untuk dilakukan. Disamping
untuk mengatasi rasa lapar, makan siang dapat menjadi penyeimbang dari makanan yang
berkalori tinggi yang sering dikonsumsi pada saat rasa lapar menyerang. Jenis makanan kalori
tinggi adalah keripik, biskuit dan cokelat yang mengandung garam, gula dan lemak. Menu
makan siang juga terkadang kelebihan karbohidrat sehingga harus di tambah lauk dan buahbuahan segar sebagai penyeimbang.
Makan malam juga kebiasaan hidup sehat yang tidak sulit dilakukan. Bagi sebagian seniman
siang hari bukanlah waktu kerja, melainkan malam hari. Cara mensiasatinya, adalah dengan
menghindari mengonsumsi makanan fast food yang mengandung banyak lemak tinggi dan
garam. Kalau terpaksa membeli makanan, maka sebaiknya menghindari makanan gorengan dan
memilih makanan yang mengandung gizi cukup seperti tahu dan tempe beserta sayur-sayuran.
Karena makan adalah kebiasaan hidup sehat maka lingkar perut dapat menjadi penilaian
seseorang hidup sehat dengan konsumsi makanan yang sehat pula. Perut yang normal apabila
ukuran lingkar perut berada dibawah 90 cm (untuk pria) dan 80 cm (untuk perempuan). Bila
ukurannya sudah melebihi angka tersebut maka sudah harus menjadi perhatian untuk melakukan
konsultasi dan mendapatkan petunjuk hidup sehat yang benar. Ukuran lingkar perut diatas rata-

rata dapat menjadi pertanda awal dari obesitas abdominal, resistensi insulin, pre-diabetes hingga
diabetes, tekanan darah tinggi, kecenderungan adanya sumbatan atau sumbatan saluran darah
(fungsi anti-trombosis), kenaikan kadar kortisol, perlemakan hati, yang semuanya mengarah
pada penyakit stroke dan kardiovaskuler.
Bila budaya hidup sehat diterapkan di kalangan seniman, maka akan memperpanjang peluang
hidup produktif dan usia harapan hidup. Seniman yang panjang umur akan memperpanjang juga
deretan karya-karya seni yang dihasilkan.

Langkah-Langkah Budaya Hidup Sehat


1. Naik Tangga
Kebiasaan naik-turun menggunakan tangga, bukan dengan eskalator akan lebih menyehatkan
tubuh. Jika rutin dilakukan, maka berat badan bisa turun yang berdampak pada menurunnya
tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol jahat dan mengurangi risiko peradangan organ
dalam. Artinya, kemungkinan terkena stroke dan serangan jantung akan jauh lebih sedikit.
2. Membatasi Konsumsi Gula
Rasa manis memang bisa lebih menarik di lidah, entah itu konsumsi teh dengan gula, sirup atau
kue. Namun, sebaiknya mulai kurangi konsumsi gula. Gula dapat meningkatkan risiko obesitas,
diabete dan juga jantung. Selain itu, konsumsi gula berlebih juga menyebabkan kulit cepat
keriput. Molekul berbahaya yang terkandung dalam gula putih dapat merusak kolagen,
komponen penting yang menjaga kulit tetap muda dan kenyal.
3. Makan Siang dengan Sayuran
Jika menu makan siang Anda lebih banyak sayuran segar dibandingkan nasi, daging atau telur,
maka Anda telah mengurangi risiko terkena penyakit serius secara drastis. Orang-orang yang
rajin makan sayur jarang terkena gangguan kesehatan seperti sakit jantung, diabetes atau kanker.
Hasil studi dari World Health Organization menemukan bahwa 63 persen kematian di dunia
pada 2008 disebabkan oleh tiga penyakit yang disebutkan di atas dan itu dipicu oleh pola makan
tidak sehat. Sebagai perbandingan, orang yang budaya makannya berbabis sayuran sebagai
makanan utama, masyarakatnya lebih jarang sakit ketimbang merkea yang hidup di lingkungan
pemakan daging atau nasi.
4. Pakai Minyak Zaitun Saat Masak
Mengganti minyak kelapa sawit dengan minyak zaitun atau biji bunga matahari akan
menurunkan risiko terkena penyakit jantung, menurut studi yang dilaporkan dalam British
Medical Journal. Jika ingin memakan gorengan, pilihlah makanan yang dimasak dengan minyak
sehat, dengan cara ditumis. Plih tapas ala Meksiko ketimbang kentang goreng, atau tumisan
sayur daripada pisang goreng.
5. Meditasi
Meditasi dapat engurangi tekanan darah tinggi hingga gejala stres dan depresi. Dalam sebuah
studi terungkap, meditasi secara rutin selama delapan minggu, membuat seseorang akan mejadi
lebih penyayang dan merasa bahagia. Fokus pada latihan pernapasan dan kesadaran diri akan
melatih area otak yang mengatur emosi. Sehingga Anda akan lebih banyak memiliki pikiran dan
emosi positif.