Anda di halaman 1dari 17

Makalah

PERAWATAN MESIN DIESEL


D
I
S
U
S
U
N
NAMA : TEGUH FIRMANTO
NIM :10C10202005

UNIVERSITAS TEUKU UMAR


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami sanjungkan kepada allah swt dan shalawat beserta salam kepada
rasullulah saw berkat limpahan rahmatnya saya dapat menyelsaikan tugas makalah ini yang
berjudul : PERAWATAN MESIN DIESEL yang dikerjaan di fakultas teknik Universitas
Teuku Umar

Dalam tugas makalah ini saya sebagai penulis masih banyak kekurangannya. Untuk
itu saya mengharapkan kepada semua pihak agar memberikan masukan demi perbaikan dan
kesempurnaaan makalah ini. Tak lupa pula mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak
Pembimbing yang ikut serta dalam membimbing dalam menyelsaikan tugas makalah ini.

Demikianlah yang dapat kami sampaikan dan kami sangat berharap semoga tugas ini
dapat bermanfaat bagi semua pihak

DAFTAR ISI

Kata pengantar ...........................................................................

Daftar isi .................................................................................

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1Latar belakang.....................................................................
1.2Rumusan masalah ...............................................................
1.3Metode penelitian ...............................................................
1.4Tinjauan pustaka .................................................................

BAB 2 PEMBAHASAN
Perawatan mesin diesel...........................................................

BAB 3 PENUTUP
3.1Kesimpulan ............................................................................

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Motor Diesel adalah motor pembakaran dalam yang beroperasi dengan menggunakan
minyak gas atau minyak berat, sebagai bahan bakar, dengan suatu prinsip bahan bakar
tersebut (diinjeksi) kedalam silinder yang didalamnya terdapat udara dengan tekanan dan
suhu yang cukup tinggi sehingga bahan bakar tersebutsecara spontan terbakar

Motor diesel

adalah suatu motor bakar yang pada langkah pertama menghisap udara murni dari saringan
udara, sedangkan pemasukan bahan bakar dilakukan pada akhir langkah kompresi yang
mempunyai tekanan tinggi dan menghasilkan suhu yang mampu menyalakan bahan bakar.
Salah satu jenis penggerak yang banyak dipakai adalah mesin kalor, yaitu mesin yang
menggunakan energi termal untuk melakukan kerja mekanik, atau yang mengubah energi
termal menjadi energi mekanik. Energi itu sendiri dapat diperoleh dengan proses
Pembakaran. Menurut pembakarannya motor bakar dibedakan atas dua macam yaitu motor
pembakarandalam

(internal

combustion

engines)

dan

motor

pembakaran

luar

(externalcombustion engines). Motor pembakaran luar adalah suatu pesawat yang


energinyauntuk kerja mekanik yang diperoleh dengan pembakaran bahan bakar dilakukan
diluar motor tersebut, seperti mesin uap dan turbin uap. Sedangkan motorpembakaran dalam
ialah suatu pesawat yang energinya untuk kerja mekanik yangdiperoleh dari hasil
pembakaran bahan bakar dilakukan di dalam silinder motor itusendiri, seperti motor diesel
dan motor bensin.

Perawatan perlu di lakukan sesuai standar dan prosedur yang terjadwal.


Adapun tujuan perawatan dan pemeliharaan yang dilaksanakan pada motor induk
antara lain :
1. Untuk memperpanjang usia pakai dari pada motor tersebut.
2. Untuk menjamin kesiapan dari pada motor induk yang akan dioperasikan agar
tidak mengalami kendala.
3. Untuk menjamin kesiapan peralatan sewaktu-waktu akan diperlukan.
4. Agar dalam pelaksanaan kegiatan dapat menjamin keselamatan dalam bekerja.
Perawatan yang sangat penting dalam komponen utama mesin kapal adalah :
Kepala Silinder, Katup Isap dan Katup Buang,. Silinder, Torak/Piston, Cincin Torak,

Poros Engkol, Bantalan Utama Poros Engkol.

1.2. Rumusan Masalah

Perawatan adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga
suatu peralatan agar dapat digunakan setiap saat dalam keadaan baik tanpa gangguan
Perawatan merupakan elemen untuk menjaga agar peralatan dapat bekerja dengan efektif dan
mengurangi kemacetan hingga biaya operasional bisa ditekan serendah mungkin.
Pada umumnya sistem perawatan mempunyai sifat untuk meningkatkan efektifitas, serta
porsi keuntungan bagi pemilik perusahaan, hal ini dimungkinkan karena dengan perawatan
sistim bahan bakar maka dapat ditekan ongkos produksi, disamping itu dapat pula
ditingkatkan kapasitas produksi suatu mesin hingga batas umur ekonomisnya.
Setelah kita membahas dan mengerti dari proses perawatan maka timbul pertanyaan sebagai
berikut:
1. Bagaimana tahap-tahap suatu perawatan mesin diesel?
2. Jelaskan cara-cara perawatan pada mesin diesel?
3. Komponen apa saja pada mesin diesel yang harus rutin mendapatkan perawatan?
DLL....

1.3. Metode Penelitian


Dalam metode penelitian kali ini,Penulis menggunakan metode study perpustakan di
karenakan metode ini dapat mendukung si penulis dalam menyeselsaikan penelitian dalam
mengatasi suatu permasalahan. Salah satu faktor yang mendukung metode ini adalah tata
letak perpustakaan yang tidak jauh dari tempat tinggal si penulis.

1.4. Tinjauan Pustaka


Kemajuan penelitian dibidang teknik telah melahirkan motor Diesel yangeksistensinya
semakin di perlukan di segala bidang. terutama di bidang bidang yang memerlukan tenaga
penggerak besar. Eksistensi motor diesel ini dapat di pertahankan sampai batas waktu yang
ditetapkan apabila dipelihara secara seksama.

Operasi yang berhasil dari suatu instalasi hanya dimungkinkan pemeliharaan yang
cukup dari motor dan peralatan yang lain. Ketetapan dan ketaatan terhadap jadwal perawatan
akan dapat mempertahankan kemampuan dan tenaga yang di hasilkan oleh motor tersebut.
Dengan demikian efisiensi panas yang tinggi dari motor diesel tersebut dapat berdaya guna
secara maksimal dan life time serta kesiapan motor untuk beroperasi dapat dicapai secara
maksimal. Selama beroperasinya mesin dalam kegiatan penangkapan, belum tentu kondisi
mesin akan terus stabil dan terkendali, tetapi kondisi mesin akan cenderung menurun bahkan
terjadi kerusakan yang parah. Untuk mempertahankan kondisi kapal agar tetap stabil perlu
dilakukan tindakan perawatan yang terjadwal dan berkala bahkan bila mesin mengalami
kerusakan perlu dilakukan tindakan perbaikan (repairing).
Dengan pemeliharaan dan perawatan ini diharapkan kegiatan produksi dapat berjalan dengan
lancar. Karena mesin dan perawatannya mencapai umur ekonomis untuk menghindari
kesalahan atau kemacetan sekecil mungkin sehingga tidak perlu berhenti beroperasi.
Kegiatan perawatan ini terdiri atas kegiatan : pembersihan (cleaning), pemeriksaan
(checking), pelumasan dan pendinginan (lubricating and cooling), penyetelan (adjusting),
perbaikan (repairing) dan turun mesin (over haule). Adapun tujuan dari perawatan mesin ini
adalah :
1. Memperpanjang masa pakai mesin
2. Menjamin kesiapan peralatan kerja
3. Menjamin keselamatan kerja
4. Menjamin kesiapan alat bila sewaktu-waktu diperlukan
5. Kemampuan produksi tercapai sesuai dengan yang direncanakan

Jenis Kegiatan Perawatan.


Di dalam pemakaiannya motor diesel memerlukan perhatian dan dan perawatan yang
tetap. Pada jangka-jangka waktu tertentu perlu di periksa, diperbaiki dan disetel kembali.
Perawatan mesin terbagi dalam jarak waktu (interval). Jenis kegiatan pemeliharaan tersebut
meliputi :
a. Perawatan harian.
b. Perawatan periodik.
c. Perawatan berkala
1). Perawatan Harian
a. Pemeriksaan Tangki Harian Bahan Bakar

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui jumlah pemakaian bahan bakar dan
kemungkinan terdapatnya kebocoran pada tangki. Tangki ini setiap hari harus dikontrol untuk
membuang air atau kotoran yang mengedap di dasar tangki. Isi tangki tidak boleh kurang dari
yang ditentukan, agar kotoran tidak terbawa masuk dalam mesin.maka pada tangki harus
diberi saringan. Untuk mengetahui kapasitas tangki dapat dilihat pada posisi gelas penduga.
Untuk membuang kotoran atau air yang mengendap dapat dilakukan pada bagian bawah
tangki.
b. Pemeriksaan pipa-pipa yang dialiri bahan bakar Pemeriksaan ini dilakukan untuk
mengetahui apakah pipa pipa yang dialiri bahan bakar tidak ada gangguan seperti kebocoran
atau tersumbat.
c. Pemeriksaan saringan bahan bakar. Pemeriksan ini dilakukam untuk mencegah saringan
dari debu.air atau endapan - endapan lainnya yang berada di dalam saringan bahan bakar.
d. Pemeriksaan pompa bahan bakar
Pemeriksan ini dilakukan untuk megetahui tekanan isap dari pada pompa
bahan bakar. Pemeriksaan harian ini dilakukan pada motor induk pada saat
akan di hidupkan dan pada saat motor induk akan dimatikan.

2). Perawatan Periodik


Perawatan 50-250 jam kerja terdiri dari :
a. Membersihkan saringan bahan bakar.
Fungsi saringan bahan bakar adalah untuk menyaring bahan bakar agar kotoran tidak ikut
serta masuk kedalam silinder. Saringan bahan bakar ini harus dibersikan untuk membuang
kotoran-kotoran yang ada.
b. Membersikan tangki bahan bakar
Bertujuan untuk menjaga bahan bakar minyak tetap bersih pada waktu dipakai.

3). Perawatan Berkala


Perawatan atau pencegahan yang di lakukan secara berkala antara lain adalah:

a. Perawatan Harian
Perawatan harian pada saat operasional seperti :
1. Periksa minyak pelumas dalam karter dan gear box setiap saat pada waktu mesin
berjalan
2. Periksa sistim pendingin dan salurannya

3. Periksa endapan dan kotoran pada tangki bahan bakar

b. Perawatan Mingguan
1. Periksa bahan bakar pada tangki harian mesin pada saat akan distart dan buang
kotoran yang mengedap pada filter dan tangki
2. Bersihkan filter bahan bakar minyak
3. Bersihkan filter minyak pelumas
4. Periksa air aki, voltage dan tangki bahan bakar minyak
5. Periksa dan beri pelumas pada pompa-pompa
6. Pelumasan dan dan pompa injeksi

b.Perawatan Bulanan
1. Buka dan bersihkan tangki bahan bakar
2. Buka dan bersihkan filter oli
3. Ganti minyak pelumas mesin sesuai petunjuk
4. Bersikan tangki bahan bakar minyak
5. Buka nozzel dan bersihkan, kemudian tes nozzel
6. Cek injection timing
7. Ruang air pendingin di bersihkan

BAB II
PEMBAHASAN

Perawatan Motor Diesel

Motor diesel sudah banyak digunakan terutama sebagai tenaga penggera kapal dan
juga sebagai angkutan umum maupun keperluan perusahaan yan mengutamakan biaya
operasi yang murah dibandingkan dengan motor bensin.Dan juga motor diesel menghasilkan
tenaga gerak yang lebih besar bila dibandingkan dengan motor bensin. Dalam pemakaian
motor diesel ini juga perlu mendapatkan perhatian lebih terutama untuk perawatan dan
pemeliharaan agar motor tidak cepat mengalami kerusakan.
Ada beberapa yang yang perlu kita perhatikan dalam hal perawatannya yaitu :
1. Sistem start
2. Sistem bahan bakar
3. Sistem pendinginan
4. Sistem pelumasan
5. Saringan udara

1. Sistem Start
Pada umumnya motor diesel distart dengan menggunakan tangan, motor listrik, udara
tekan. Kalau motor diesel distart, maka poros engkolnya harus diputar oleh alat dari luar
sedemikian rupa sehingga udara dalam silinder ditekan pada titik mati atas sampai suatu
tekanan tertentu, yang apabila bahan bakar diinjeksikan, maka akan menyala dan akan
menghasilkan daya. Terdapat dua persyaratan penting yang harus dipenuhi untuk start yang
pasti dan cepat yaitu :
a. Kecepatan Cukup
Kalau motor diputar sangat lambat, kebocoran kecil yang tidak dapat dihindarkan
akan melintasi cincin torak dan mungkin melalui katup masuk dan katup buang yang akan
memungkinkan sebagian dari udara lari dari silinder selama langkah kompresi. Ini dapat
menurunkan tekanan kompresi dan suhu pada akhir langkah dibawah yang diperlukan untuk
penyalakan bahan bakar yang diinjeksikan.
b. Kompresi Tepat

Apabila perbandingan kompresi tidak cukup tinggi, maka suhu akhir dari pengisian
udara tekan juga akan terlalu rendah untuk penyalaan. Sebenarnya, sebuah motor baru
mempunyai perbandingan kompresi yang tepat. Tetapi, kausan bantalan dapat sedikit
menurunkan

kedudukan

torak,

sehingga

perbandingan

kompresi

juga

menurun.

Keterlambatan penutupan katup masuk, yang disebabkan oleh kesalahan memperbaiki


keausan dalam mekanisme katup atau suatu kesalahan lain dalam pengaturan waktu katup,
juga dapat menurunkan perbandingan kompresi efektif.

2.

Sistem Bahan Bakar


Sistem bahan bakar dari instalasi motor diesel didefinisikan sebagai peralatan yang

diperlukan untuk menangani minyak bahan bakar dari titik diserahkannya ke instalasi sampai
mencapai pompa injeksi bahan bakar. Peralatan ini terdiri atas strainer dan saringan (filter),
pompa transfer, tangki penyimpan dan tangki harian, indikator permukaan tangki bahan
bakar, pemipaan dan gelas penduga untuk bahan bakar. Bahan bakar bersih yang dihasilkan
oleh kilang, adalah bersih. Tetapi selama pemindahan dari tangki penyimpanan ke dalam
mobil tangki, kapal tangki, selama pengangkutan ke instalasi, dan selama pemindahan ke
tangki penyimpanan di instalasi, sering tercemar oleh debu, kerak tangki, air dan hasil
oksidasi. Keadaan yang sangat penting dari operasi yang berhasil ke pompa presisi tekanan
tinggi dan nossel injeksi. Debu dalam bahan bakar berlaku sebagai amplas, kalau terdapat
debu maka pompa dengan plunyer yang masuk dengan rapat ke tong akan mulai bocor dan
tidak mampu lagi untuk bekerja sebagai alat penakar bahan bakar yang teliti. Sistem bahan
bakar dari instalasi mesin diesel didefinisikan sebagai peralatan yang diperlukan untuk
menangani minyak bahan bakar dari titik diserakannya keinstalasi sampai mencapai pompa
injeksi bahan bakar. Peralatan ini terdiri atas saringan (filter), pompa transfer, tanki
penyimpan dan tanki harian.

Tabel 1. Peralatan dan waktu perawatan yang dianjurkan

NO

Peralatan yang harus di anjurkan dan


di periksa pada sistem bahan bakar

Waktu maksimum yang di antara tiap


inspeksi
Jam operasi

Bulan

Saringan bahan bakar

200

Pompa penggalak dan perpindahan

2000

bahan bakar
3

Tanki penyimpan/harian bahan bakar

1000

Saluran penyediaan

1000

Pemanas untuk minyak bahan bakar

3000

3. Sistem Pendingin
Sebagian dari panas yang ditimbulkan selama pembakaran mengalir dari gas ke dinding
silinder, sehinggga menaikkan suhunya. Kalau suhu dinding diperbolehkan meningkat di atas
batas tertentu, sekitar 300 F, yaitu dengan torak yang tidak didinginkan, maka minyak yang
melumasi torak mulai menguap dengan cepat, torak maupun silinder dapat rusak.
Pada saat yang sama, suhu tinggi setempat dalam bagian tertentu dari mesin, misalnya kepala
silinder dan torak, dapat menyebabkan berlebihan dan retaknya bagian ini. Tambahan panas
ditimbulkan melalui gesekan antara berbagai permukaan yang menggesek, terutama antara
torak dan cincin torak dengan dindin silinder. Dengan torak yang didinginkan minyak, maka
batas untuk suhu dinding silinder yang aman adalah sangat tinggi.

4.

Sistem Pelumasan
Sistem pelumasan ini sangat penting, tidak peduli bagaimanapun baiknya sebuah motor

dirancang dari segi efisiensi panas adan kekuataannya, dan bagaimanapun baiknya
pembuatannya dari segi bahan dan pengerjaannya. Kalau pelumasan dari semua bagian yang
bergerak tidak diperhatikan dengan baik, maka motor tidak akan berjalan sama sekali atau
akan menunjukkan keausan berat dan memiliki umur yang pendek.
Minyak pelumas yang dipergunakan apabila buruk atau jelek maka akan dapat menyebabkan
banyak gangguan yang dialami dalam operasi motor tersebut. Maka dalam penggunaan
minyak pelumas harus yang memiliki mutu yang bagus, agar dapat melumasi bagian yang
bergerak dengan baik dan komponen motor tidak cepat mengalami kerusakan.

5.

Saringan Udara
Bagian yang berfungsi untuk membersihkan udara dari debu, motor diesel yang tidak

menggunakan saringan udara akan cepat aus bagian-bagian mesinnya. Saringan udara yang
berfungsi baik akan tetapi saringan ini akan cepat kotor dan segera dibersihkan. Apabila
saringan ini sudah lama digunakan maka harus diganti dengan yang baru. Juga hendaknya
saringan ini dipastikan tidak terjadi kebocoran pada pipa saluran udara, khususnya pada

bagian setelah saringan udara, hal ini akan mengakibatkan debu atau air terhisap masuk ke
dalam ruang bakar.

6.

Komponen Mesin

Perawatan yang sangat penting dalam komponen utama mesin kapal adalah :
a. Kepala Silinder
Sebagai pedoman untuk mesin kapal, pembongkaran / pemeriksaan pada torak harus
dilakukan setiap tahun atau 2000 sampai 3000 jam kerja, meskipun pembongkaran pada torak
dilakukan setiap satu tahun, untuk pemeriksaan katupkatup harus sering dilakukan
pengecekan dan pengasahan terhadap dudukannya. Kepala silinder memiliki batas
pemakaian, yaitu apabila kepala silinder mengalami keretakan atau kerusakan dan apabila
tidak dapat diperbaiki maka diganti dengan yang baru. Dalam pemasangan kepala silinder
harus memperhatikan ketebalan pakingnya.

b. Katup Isap dan Katup Buang


Katup isap dan katup buang ini harus juga diperhatian dalam perawatannya,
adapun perawatan yang dilakukan pada katup antara lain :
1. Periksa kerak karbon yang terdapat pada muka katup dan juga perubahan warna pada
katup.
2. Periksa perubahan bentuk batang katup, keausan dan kondisi pelumasan.
3. Periksa pegas katup terhadap kemungkinan patah, aus dan korosi.
4. Lakukan pengasahan terhadap dudukan katup setiap setengah tahun atau 1000 sampai 1500
jam kerja.
5. Lakukan penggantian terhadap katup apabila permukaan katup mengalami kerusakan.
6. Katup harus diganti apabila pegas katup patah, berkarat atau retak.
7. Apabila katup harus diganti sebaiknya baji pemegang katup dan pemegang pegas katup
diganti juga.
8. Dalam pemasangan katup isap dan katup buang jangan sampai tertukar.

c. Silinder

Silinder ini termasuk komponen penting dalam motor diesel, maka dalam
perawatannya harus sangat diperhatikan. Adapun perawatan yang dilakukan terhadap silinder
adalah :
1. Keluarkan piston dari dalam silinder kemudian periksa keadaan dinding terhadap
kemungkinan adanya goresan atau keausan yang terjadi didalam silinder.
2. Periksa apakah didalam silinder terdapat kerusakan atau retak.
3. Dalam pemeriksaan dinding silinder, tariklah tabung silinder dari blok mesin, kemudian
periksa dinding luar terhadap kemungkinan terjadinya karat.
4. Periksa paking terhadap kemungkinan terjadinya kebocoran pada saat proses pembakaran
bahan bakar.
5. Ukur diameter didalam dinding silinder yang sejajar dengan pena torak dan dalam arah
yang tegak lurus.
6. Pada umumnya tabung silinder harus dikelurkan untuk dilakukan pemeriksaan,
pemeriksaan ini dilakukan setiap dua tahun atau 4000 sampai 6000 jam kerja. Namun
sebaiknya setelah satu tahun yang pertama, maka tahun yang ke dua tabung silinder harus
dikeluarkan dari blok mesin untuk dilakukan pemeriksaan.

d. Torak/Piston
1. Periksa kerak-kerak karbon yang terdapat pada sisi minyak dan lubang minyak pelumas
sepanjang alur cincin minyak.
2. Periksa apakah kepala torak mengalami retak atau terkena korosi.
3. Periksa keadaan kontak antara pena torak dan bantalannya.
4. Lakukan pengukuran pada semua alur cincin torak dan diameter dalam bantalan pena
torak.
5. Periksa kerak-kerak karbon yang terjadi pada permukaan atas dan bawah dari
kepala torak.
6. Lakukan pengukuran pada diameter luar torak dalam arah sejajar pena torak dan dalam
arah tegak lurus.
7. Pembongkaran dan pemeriksaan torak sebaiknya dilakukan setahun sekali
atau 2000 sampai 3000 jam kerja.
8. Batas pemakaian apabila permukaan sisi torak yang muncul pada dinding silinder
menunjukkan kontaknya yang kurang sempurna, terbakar atau ada yang retak-retak, maka
lakukan perbaikkan atau mengganti dengan yang baru.

e. Cincin Torak
Periksa keadaan cincin torak, apakah rusak, macet dalam alurnya atau menunjukkan
tanda kerusakan yang tidak normal. Apabila cincin torak mengalami kerusakan dalam
pemakaiannya maka harus dilakukan perbaikan atau diganti.
1. Lakukan pengukuran lebar dari pada cincin torak, apabila tebalnya sukar diukur maka
masukkan cincin torak tersebut kedalam silinder dan ukurlah antara kedua ujungnya.
2. Batas keausan cincin torak adalah sekitar 10 % dari tebalnya.
3. Pada waktu mengganti cincin torak perlu memperhatikan bahwa cincin torak harus
ditempatnya masing-masing.

f. Poros Engkol
1. Periksa poros engkol terhadap kemungkinan terjadinya kotoran yang melekat, garam serta
keausan.
2. Periksa keadaan permukaan kontak dengan bantalan, kondisi pelumasan juga terhadap
perubahan warna dan korosi.
3. Periksa keadaan pada lengan engkol, apakah terjadi keretakan.

g. Bantalan Utama Poros Engkol


1.Periksa

permukaan

kontak

antara

bantalan

dengan

rumahnya.

2. Periksa keadaan sambungannya, ulir batang dan kepala bautnya terhadap kerusakan yang
mungkin terjadi.
3. Periksa kekokohan baut-bautnya.
4. Pembongkaran terhadap bantalan utama poros engkol dilakukan dua tahun sekali atau 4000
sampai 6000 jam kerja.
5. Batas pemakaian apabila bantalan utama poros engkol sudah menunjukkan
tanda-tanda kerusakan harus segera diganti.

Gangguan Kerusakan Motor Dan Penyebabnya


No
1

Jenis gangguan motor induk


Bunyi motor terlalu keras

Penyebab
1. Mutu bahan bakar terlalu
kurang baik
2. Tekanan bahan bakar tidak
bisa mengabut dengan

sempurna
3. Minyak pelumas
berkurang

Gas buang penuh asap

motor terlalu panas

Suhu motor induk tinggi

1. beban terlalu berat


2. oli ikut terbakar

Putaran motor pincang. RPM turun naik

Sirkulasi sistem pendingin


tersumbat

BAB III
PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

Perawatan perlu di lakukan sesuai standar dan prosedur yang terjadwal.


Adapun tujuan perawatan dan pemeliharaan yang dilaksanakan pada motor induk
antara lain :
1. Untuk memperpanjang usia pakai dari pada motor tersebut.
2. Untuk menjamin kesiapan dari pada motor induk yang akan dioperasikan agar
tidak mengalami kendala.
3. Untuk menjamin kesiapan peralatan sewaktu-waktu akan diperlukan.
4. Agar dalam pelaksanaan kegiatan dapat menjamin keselamatan dalam bekerja.
Perawatan yang sangat penting dalam komponen utama mesin kapal adalah :
Kepala Silinder, Katup Isap dan Katup Buang,. Silinder, Torak/Piston, Cincin Torak,
Poros Engkol, Bantalan Utama Poros Engkol.

DAFTAR PUSTAKA

Arismunandar W dan Koichi Tsuda, 2007. Motor Diesel Putaran Tinggi. Pradnya
Paramita. Jakarta.
Daryanto, 2004 Motor Diesel, Pedoman ilmu, Jakarta
Harsanto, 2005 Perawatan motor Diesel Penggerak Kapal, Pradnya Paramita
Jakarta
Karyanto, 2005, Teknik Perbaikan, Penyetelan, Pemeliharaan Motor Diesel.
Pedoman Ilmu .Jakarta
Maleev, V.L 2005. Operasi dan Pemeliharaan Mesin Diesel. Erlangga. Jakarta.