Anda di halaman 1dari 33

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Organisasi

adalah

sarana

dalam

pencapaian

tujuan,

yang

merupakan wadah kegiatan dari orang-orang yang bekerja sama dalam


usahanya mencapai tujuan. Organisasi atau perusahaan harus mampu
mengelolah manajemennya untuk memenangkan persaingan pada era
yang serba kompetitif supaya dapat bertahan untuk tumbuh dan
berkembang sesuai dengan tujuan perusahaan.
Setiap perusahaan, baik yang bergerak dibidang produksi, jasa
maupun industri, pada umumnya memiliki tujuan untuk memperoleh
keuntungan. Supaya dapat mencapai tujuan itu, perusahaan memerlukan
sistem manajemen efektif yang akan menunjang jalannya operasi
perusahaan secara terus-menerus dan tingkat efektivitas kerja karyawan
juga perlu diperhatikan.
Perusahaan memiliki beberapa bagian pada umumnya, yakni bagian
pemasaran, bagian keuangan, bagian produksi, bagian sumber daya
manusia, dan bagian administrasi. Masing-masing bagian tersebut
melaksanakan kegiatan yang berbeda tetapi saling berhubungan satu
sama lain. Tingkat kegiatan yang dilaksanakan perusahaan akan
mengalami perubahan dari suatu periode ke periode berikutnya. Adanya
perubahan tersebut mengharuskan manajemen mengadakan koordinasi
dalam suatu perusahaan dan menciptakan wadah yang merupakan alat
komunikasi antar bagian yaitu struktur organisasi.
Perusahaan memiliki beberapa bagian pada umumnya, yakni bagian
pemasaran, bagian keuangan, bagian produksi, bagian sumber daya
manusia, dan bagian administrasi. Masing-masing bagian tersebut
melaksanakan kegiatan yang berbeda tetapi saling berhubungan satu
sama lain. Tingkat kegiatan yang dilaksanakan perusahaan akan
mengalami perubahan dari suatu periode ke periode berikutnya. Adanya
perubahan tersebut mengharuskan manajemen mengadakan koordinasi

dalam suatu perusahaan dan menciptakan wadah yang merupakan alat


komunikasi antar bagian yaitu struktur organisasi.
Koordinasi diperlukan untuk memperoleh kesatuan tindak dalam
mencapai tujuan perusahaan. Tanpa adanya koordinasi, orang-orang atau
fungsi yang ada akan lebih mengejar kepentingannya sendiri sehingga
mengorbankan tujuan perusahaan. Koordinasi antar bagian sesuai
dengan kegiatan perusahaan akan menjadi salah satu faktor pendukung
terhadap kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan kegiatan perusahaan
untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Pada struktur organisasi terdapat garis hubungan antar manajer dan
karyawan yang memiliki garis hubungan antar tugas, wewenang, dan
tanggung jawab.
1.2 Tujuan
1.2.1Tujuan Umum
Untuk mengetahui

pengertian Organisasi menurut para

ahli,

menguasai materi Organisasi Menejemen.


1.2.2Tujuan Khusus

Mengetahui pengertian organisasi

Mengetahui model-model struktur dalam organisasi

Agar bisa mengetahui bagaimana cara yang baik


untuk memimpin suatu organisasi dan merancang disein struktur
organisasinya.

1.3 Sistematika Penulisan


Makalah ini terdiri dari empat BAB. BAB I, BAB II, BAB III, dan BAB
IV.
BAB I PENDAHULUAN
1.1 . Latar Belakang
1.2 . Tujuan
1.2.1. Tujuan Umum

1.2.2. Tujuan Khusus


BAB II PENJELASAN / ISI
2.1 ORGANISASI
2.1 .1 Definisi Organisasi
2.1.2 Asas - Asas Organisasi
2.1.3 Partisipasi
2.1.4 Unsur-unsur
2.1.5 Jenis-jenis
2.1.6 Syarat-syarat
2.1.7 Jenis Jenis Organisasi
2.1.8 Elemen struktur organisasi
2.1.9 Desain organisasi yang umum
2.1.10 Desain Struktur Organisasi Modern
2.1.11 Model desain struktur organisasi
2.1.12 Faktor penentu struktur organisasi
2.2 MANAJEMEN
2.2manajemen
2.2.1 Pengertian Manajemen
2.2.3 Fungsi-Fungsi Manajemen
2.2.4 Sistem Manajemen
2.2.5 Strategi Manajemen
BAB III PEMBAHASAN
3.1

JIKA

KITA

MENJADI

SEORANG

PEMIMPINDI

SEBUAH

PERUSAHAAN, KEBIJAKAN APA YANG AKAN KITA LAKUKAN SEBAGAI


SEORANG PEMIMPIN
3.2 HUBUNGAN MANAJEMEN DAN ORGANISASI
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran

BAB II
TINJAUAN TEORI
2.1 ORGANISASI
2.1.1 Definisi Organisasi
Organisasi = organon = alat adalah suatu kelompok orang dalam
suatu wadah untuk tujuan bersama.
Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari
berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi,
dan manajemen.
Kajian

mengenai

organisasi

sering

disebut

studi

organisasi

(organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour),


atau analisa organisasi (organization analysis).
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada
yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda.Organisasi
pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orangorang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana,
terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber
daya (Money, Material, Men, Methodh, Marketing), sarana-parasarana,
data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk
mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai
berikut :

organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui


mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan
bersama (Stoner)

organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk


mencapai tujuan bersama . (James D. Mooney)

organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama


yang dilakukan oleh dua orang atau lebih . (Chester I. Bernard )

Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan


secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat
diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus
untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
(Stephen P. Robbins)

Sebuah organisasi

dapat terbentuk karena

dipengaruhi oleh

beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama
dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap
masyarakat Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat
diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan
kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat
sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu
keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti
keanggotaan

seumur

hidup.

Akan

tetapi

sebaliknya,

organisasi

menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka,


meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam
organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
2.1.2Asas - Asas Organisasi
a.

Struktur

b.

Departemenisasi

c.

Pencapaian Tujuan

d.

Kerjasama

e.

Hierarki wewenang dan tanggung jawab

f.

Sentralisasi dan desentralisasi

g.

Pembagian kerja / divisi

h.

Kejelasan tugas

i.

Rentang Kendali

j.

Efektifitas

k.

Efesiensi

2.1.3 Partisipasi
Dalam berorganisasi setiap individu dapat berinteraksi dengan
semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak
langsung kepada organisasi yang mereka pilih. Agar dapat berinteraksi
secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi yang
bersangkutan.

Dengan

berpartisipasi

setiap

individu

dapat

lebih

mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan.


Pada dasarnya partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental
atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam situasi
kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada
kelompok dalam usaha mencapai tujuan..
Keterlibatan

aktif

dalam

berpartisipasi,

bukan

hanya

berarti

keterlibatan jasmaniah semata.. Partisipasi dapat diartikan sebagai


keterlibatan mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang dalam
situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan
kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung
jawab terhadap usaha yang bersangkutan.
2.1.4 Unsur-unsur
Menuruth Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi:
1.

Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya


merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada
semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.

2.

Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada


usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa
senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.

3.

Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut


merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini
diakui sebagai anggota artinya ada rasa sense of belongingness.

2.1.5Jenis-jenis
Keith Davis juga mengemukakan jenis-jenis partisipasi, yaitu sebagai
berikut :
1.

Pikiran (psychological participation)

2.

Tenaga (physical partisipation)

3.

Pikiran dan tenaga

4.

Keahlian

5.

Barang

6.

Uang

2.1.6 Syarat-syarat
Agar suatu partisipasi dalam organisasi dapat berjalan dengan
efektif, membutuhkan persyaratan-persyaratan yang mutlak yaitu .

Waktu. Untuk dapat berpatisipasi diperlukan waktu. Waktu yang


dimaksudkan

disini

adalah

untuk

memahamai

pesan

yang

disampaikan oleh pemimpin. Pesan tersebut mengandung informasi


mengenai apa dan bagaimana serta mengapa diperlukan peran
serta.

Bilamana dalam kegiatan partisipasi ini diperlukan dana perangsang,


hendaknya dibatasi seperlunya agar tidak menimbulkan kesan
memanjakan, yang akan menimbulkan efek negatif.

Subyek partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan dengan


organisasi dimana individu yang bersangkutan itu tergabung atau
sesuatau yang menjadi perhatiannnya.

Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, dalam


arti kata yang bersangkutan memiliki luas lingkup pemikiran dan
pengalaman yang sama dengan komunikator, dan kalupun belum
ada, maka unsur-unsur itu ditumbuhkan oleh komunikator.

Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi


timbal balik, misalnya menggunakan bahasa yang sama atau yang
sama-sama dipahami, sehingga tercipta pertukaran pikiran yang
efektif atau berhasil.

Para pihak yang bersangkutan bebas di dlam melaksanakan peran


serta tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.

Bila

partisipasi

diadakan

untuk

menentukan

suatu

kegiatan

hendaknya didasarkan kepada kebebasan dalam kelompok, artinya


tidak

dilakukan

pemaksaan

atau

penekanan

yang

dapat

menimbulkan ketegangan atau gangguan dalam pikiran atau jiwa


pihak-pihak yang bersangkutan. Hal ini didasarkan kepada prisnsip
bahwa partisipasi adalah bersifat persuasif.
Partisipasi

dalam

organisasi

menekankan

pada

pembagian

wewenang atau tugas-tugas dalam melaksanakan kegiatannya


dengan maksud meningkatkan efektif tugas yang diberikan secara
terstruktur dan lebih jelas.
2.1.7 Jenis Jenis Organisasi
a. Organisasi Lini / garis
Dalam jenis organisasi ini, pembagian tugas dan wewenang terdapat
perbedaan yang tegas antara pimpinan dan pelaksanaan. Peran pimpinan
dalam hal ini sangat dominan dimana semua kekuasaan di tangan
pimpinan. Oleh sebab itu dalam pelaksanaan kegiatan yang utama adalah
wewenang dan perintah.
Memang bentuk organisasi semacam ini, khususnya didalam
institusi-institusi yang kecil sangat efektif karena keputusan-keputusan
cepat diambil dan pelaksanaan keputusan juga cepat. Kelemahannya
jenis organisasi semacam ini kurang manusiawi, lebih-lebih para
pelaksana tugas bawahan hanya dipandang sebagai robot yang
senantiasa siap melaksanakan perintah.
b. Organisasi Lini dan Staf
Dalam organisasi ini, tidak begitu tegas garis pemisah antara
pimpinan dan staf pelaksana. Peran staf bukan sekedar pelaksana
perintah pimpinan namun staf berperan sebagai pembantu pimpinan.
Bentuk organisasi semacam ini muncul karena makin kompleksnya
masalah-masalah organisasi sehingga pimpinan sudah tidak dapat lagi

menyelesaikan semuanya dan memerlukan bantuan orang lain (biasanya


para ahli) yang dapat memberikan masukan pemikiran-pemikiran terhadap
masalah-masalah yang dihadapi.
Meskipun organisasi ini lebih baik dari yang pertama karena
keputusan-keputusan dapat lebih baik namun kadang-kadang keputusankeputusan tersebut akan memakan waktu yang lama karena melalui
perdebatan-perdebatan yang kadang-kadang melelahkan.
c. Organisasi Fungsional
Bentuk organisasi di mana kekuasaan pimpinan dilimpahkan kepada
para pejabat yang memimpin satuan di bawahnya dalam satuan bidang
pekerjaan tertentu. Setiap kepala dari satuan mempunyai kekuasaan
untuk memerintah dan mengawasi semua pejabat bawahan sepanjang
mengenai bidangnya.
d. Organisasi Panitia / Tim kerja
Pemanfaatan tim sebagai perangkat sentral untuk mengoordinasikan
kegiatan-kegiatan kerja. Karakteristik utama struktur tim adalah bahwa
struktr

ini

meniadakan

kendala-kendala

departemental

dan

mendesentralisasi pengambilan keputusan ke tingkat tim kerja. Struktur


tim juga mendorong karyawan untuk menjadi generalis sekaligus
spesialis.
2.1.8 Elemen struktur organisasi
Ada enam elemen kunci yang perlu diperhatikan oleh para manajer
ketika hendak mendesain struktur, antara lain.
1. Spesialisasi pekerjaan. Sejauh mana tugas-tugas dalam organisasi
dibagi-bagi ke dalam beberapa pekerjaan tersendiri.
2. Departementalisasi. Dasar yang dipakai untuk mengelompokkan
pekerjaan secara bersama-sama. Departementalisasi dapat berupa
proses, produk, geografi, dan pelanggan.
3. Rantai

komando.

Garis

wewenang

yang

tanpa

putus

yang

membentang dari puncak organisasi ke eselon paling bawah dan


menjelaskan siapa bertanggung jawab kepada siapa.

10

4. Rentang kendali. Jumlah bawahan yang dapat diarahkan oleh


seorang manajer secara efisien dan efektif.
5. Sentralisasi dan Desentralisasi. Sentralisasi mengacu pada sejauh
mana tingkat pengambilan keputusan terkonsentrasi pada satu titik di
dalam organisasi. Desentralisasi adalah lawan dari sentralisasi.
6. Formalisasi. Sejauh mana pekerjaan-pekerjaan di dalam organisasi
dibakukan.
2.1.9 Desain organisasi yang umum
1. Struktur sederhana

TOP

MIDDLE

LOW

LOW

MIDDLE

LOW

LOW

LOW

MIDDLE

LOW

LOW

LOW

LOW

Struktur sederhana adalah sebuah struktur yang dicirikan dengan


kadar departementalisasi yang rendah, rentang kendali yang luas,
wewenang yang terpusat pada seseorang saja, dan sedikit formalisasi.
Struktur sederhana paling banyak dipraktikkan dalam usaha-usaha kecil di
mana manajer dan pemilik adalah orang yang satu dan sama. Kekuatan
dari struktur ini adalah kesederhanaannya yang tercermin dalam
kecepatan, kefleksibelan, ketidakmahalan

dalam

pengelolaan, dan

kejelasan akuntabilitas. Satu kelemahan utamanya adalah struktur ini sulit


untuk dijalankan di mana pun selain di organisasi kecil karena struktur
sederhana menjadi tidak memadai tatkala sebuah organisasi berkembang

11

karena formalisasinya yang rendah dan sentralisasinya yang tinggi


cenderung menciptakan kelebihan beban (overload) di puncak.
2. Birokrasi
TOP

MIDDLE

MIDDLE

MIDDLE

LOW

LOW

LOW

LOW

LOW

LOW

LOW

LOW

LOW

Birokrasi adalah sebuah struktur dengan tugas-tugas operasi yang


sangat rutin yang dicapai melalui spesialisasi, aturan dan ketentuan yang
sangat formal, tugas-tugas yang dikelompokkan ke dalam berbagai
departemen fungsional, wewenang terpusat, rentang kendali yang sempit,
dan pengambilan keputusan yang mengikuti rantai komando.
Kekuatan

utama

birokrasi

ada

kemampuannya

menjalankan

kegiatan-kegiatan yang terstandar secara sangat efisien, sedangkan


kelemahannya

adalah

dengan

spesialisasi

yang

diciptakan

bisa

menimbulkan konflik-konflik subunit, karena tujuan-tujuan unit fungsional


dapat mengalahkan tujuan keseluruhan organisasi. Kelemahan besar
lainnnya adalah ketika ada kasus yang tidak sesuai sedikit saja dengan
aturan, tidak ada ruang untuk modifikasi karena birokrasi hanya efisien

12

sepanjang karyawan menghadapi masalah yang sebelumnya telah


mereka hadapi dan sudah ada aturan keputusan terprogram yang mapan.
3. Struktur matriks

Struktur matriks adalah sebuah struktur yang menciptakan garis


wewenang ganda dan menggabungkan departementalisasi fungsional dan
produk. Struktur matriks dapat ditemukan di agen-agen periklanan,
perusahaan

pesawat

terbang,

laboratorium

penelitian

dan

pengembangan, perusahaan konstruksi, rumah sakit, lembaga-lembaga


pemerintah,

universitas,

perusahaan

konsultan

manajemen,

dan

perusahaan hiburan.
Pada hakikatnya, struktur matriks menggabungkan dua bentuk
departementalisasi: fungsional dan produk [ Kekuatan departementalisasi
fungsional terletak, misalnya, pada penyatuan para spesialis, yang
meminimalkan

jumlah

yang

diperlukan

sembari

memungkinkan

pengumpulan dan pembagian sumber daya khusus untuk keseluruhan


produk. Kelemahan terbesarnya adalah sulitnya mengoordinasi tugas para
spesialis fungsional yang beragam agar kegiatan mereka rampung tepat
waktu dan sesuai anggaran. Departementalisasi produk, di lain pihak,
memiliki keuntungan dan kerugian yang berlawanan. Departementalisasi
ini memudahkan koordinasi di antara para spesialis untuk menyelesaikan
tugas tepat waktu dan memenuhi target anggaran. Lebih jauh,
departementalisasi ini memberikan tanggung jawab yang jelas atas semua

13

kegiatan yang terkait dengan sebuah produk, tetapi dengan duplikasi


biaya dan kegiatan. Matriks berupaya menarik kekuatan tersebut sembari
menghindarkan kelemahan-kelemahan mereka.
Karakteristik struktural paling nyata dari matriks adalah bahwa ia
mematahkan konsep kesatuan komando sehingga karyawan dalam
struktur matriks memiliki dua atasan -manajer departemen fungsional dan
manajer produk. Karena itulah matriks memiliki rantai komando ganda.

2.1.10 Desain Struktur Organisasi Modern


1. Organisasi TIM
Struktur tim adalah pemanfaatan tim sebagai perangkat sentral
untuk mengoordinasikan kegiatan-kegiatan kerja. Karakteristik
utama struktur tim adalah bahwa struktr ini meniadakan kendalakendala departemental dan mendesentralisasi pengambilan
keputusan ke tingkat tim kerja. Struktur tim juga mendorong
karyawan untuk menjadi generalis sekaligus spesialis.
2. Organisasi virtual
Organisasi

virtual

adalah

organisasi

inti

kecil

yang

menyubkontrakkan fungsi-fungsi utama bisnis.


3. Organisasi Nirbatas
Organisasi nirbatas adalah sebuah organisasi yang berusaha
menghapuskan rantai komando, memiliki rentang kendali tak
terbatas,

dan

mengganti

departemen

dengan

tim

yang

diberdayakan.
2.1.11 Model desain struktur organisasi
Ada dua model ekstrem dari desain organisasi.

Model mekanistis, yaitu sebuah struktur yang dicirikan oleh


departementalisasi yang luas, formalisasi yang tinggi, jaringan
informasi yang terbatas, dan sentralisasi.

Model organik, yaitu sebuah struktur yang rata, menggunakan tim


lintas hierarki dan lintas fungsi, memiliki formalisasi yang

14

rendah, memiliki jaringan informasi yang komprehensif, dan


mengandalkan pengambilan keputusan secara partisipatif.

2.1.12 Faktor penentu struktur organisasi


Sebagian organisasi terstruktur pada garis yang lebih mekanistis
sedangkan sebagian yang lain mengikuti karakteristik organik.Berikut
adalah faktor-faktor utama yang diidentifikasi menjadi penyebab atau
penentu struktur suatu organisasi: Strategi
Struktur organisasi adalah salah satu sarana yang digunakan
manajemen untuk mencapai sasarannya. Karena sasaran diturunkan dari
strategi organisasi secara keseluruhan, logis kalau strategi dan struktur
harus terkait erat. tepatnya, struktur harus mengikuti strategi. Jika
manajemen

melakukan

perubahan

signifikan

dalam

strategi

organisasinya, struktur pun perlu dimodifikasi untuk menampung dan


mendukung perubahan ini.Sebagian besar kerangka strategi dewasa ini
terfokus pada tiga dimensi -inovasi, minimalisasi biaya, dan imitasi- dan
pada desain struktur yang berfungsi dengan baik untuk masing-masing
dimensi.
Strategi inovasi adalah strategi yang menekankan diperkenalkannya
produk dan jasa baru yang menjadi andalan. Strategi minimalisasi biaya
adalah strategi yang menekankan pengendalian biaya secara ketat,
menghindari pengeluaran untuk inovasi dan pemasaran yang tidak perlu,
dan pemotongan harga. Strategi imitasi adalah strategi yang mencoba
masuk ke produk-produk atau pasar-pasar baru hanya setelah viabilitas
terbukti.
1. Ukuran organisasi
Terdapat banyak bukti yang mendukung ide bahwa ukuran sebuah
organisasi secara signifikan memengaruhi strukturnya. Sebagai contoh,
organisasi-organisasi besar yang mempekerjakan 2.000 orang atau lebih
cenderung memiliki banyak spesialisasi, departementalisasi, tingkatan
vertikal, serta aturan dan ketentuan daripada organisasi kecil. Namun,
hubungan itu tidak bersifat linier. Alih-alih, ukuran memengaruhi struktur

15

dengan kadar yang semakin menurun. Dampak ukuran menjadi kurang


penting saat organisasi meluas.
2. Teknologi
Istilah teknologi mengacu pada cara sebuah organisasi mengubah
input menjadi output.Setiap organisasi paling tidak memiliki satu teknologi
untuk mengubah sumber daya finansial, SDM, dan sumber daya fisik
menjadi produk atau jasa.
3. Lingkungan
Lingkungan sebuah organisasi terbentuk dari lembaga-lembaga atau
kekuatan-kekuatan di luar organisasi yang berpotensi memengaruhi
kinerja organisasi.Kekuatan-kekuatan ini biasanya meliputi pemasok,
pelanggan, pesaing, badan peraturan pemerintah, kelompok-kelompok
tekanan publik, dan sebagainya.
Struktur

organisasi

dipengaruhi

oleh

lingkungannya

karena

lingkungan selalu berubah.Beberapa organisasi menghadapi lingkungan


yang relatif statis -tak banyak kekuatan di lingkungan mereka yang
berubah.Misalnya, tidak muncul pesaing baru, tidak ada terobosan
teknologi baru oleh pesaing saat ini, atau tidak banyak aktivitas dari
kelompok-kelompok

tekanan

publik

yang

mungkin

memengaruhi

organisasi. Organisasi-organisasi lain menghadapi lingkungan yang


sangat dinamis -peraturan pemerintah cepat berubah dan memengaruhi
bisnis mereka, pesaing baru, kesulitan dalam mendapatkan bahan baku,
preferensi pelanggan yang

terus berubah terhadap produk, dan

semacamnya. Secara signifikan, lingkungan yang statis memberi lebih


sedikit ketidakpastian bagi para manajer dibanding lingkungan yang
dinamis.Karena ketidakpastian adalah sebuah ancaman bagi keefektifan
sebuah organisasi, manajemen akan menocba meminimalkannya. Salah
satu cara untuk mengurangi ketidakpastian lingkungan adalah melalui
penyesuaian struktur organisasi.

16

2.2 Manajemen
2.2.1 Pengertian Manajemen
Istilah manajemen, dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum
ada keseragaman. Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen,
maka akan ditemukan bahwa istilah
Manajemen mengandung tiga pengertian yaitu:
1. Manajemen sebagai suatu proses,
2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan
aktivitas manajemen,
3. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu
pengetahuan (Science) Menurut pengertian yang pertama, yakni
manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang
diberikan oleh para ahli.
Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut
pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.
Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa
manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan
tertentu diselenggarakan dan diawasi.
Selanjutnya,Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi
untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi
usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas
orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain,
segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu
badan tertentu disebut manajemen.
Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau
suatu ilmu pnegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada
keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen
adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen
adalah ilmu.
Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.

17

1. Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka


kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok
orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksudmaksud yang nyata.
2. Menurut Marry Parker Follet Manajemen juiga adalah suatu ilmu
pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan
bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni
adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan
dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan
manajemen.
3. Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk
melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari
mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para
manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur
orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam
pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh
dirinya sendiri.
4. James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan,
pengorganisasian,

kepemimpinan,

dan

pengendalian

upaya

anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya


organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Itulah manajemen, tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih
banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara
universal. Menurut
Dari gambar di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu
keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah
kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan
pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai
fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

18

2.2.2 Fungsi-Fungsi Manajemen


Sampai saat ini, masih belum ada consensus baik di antara praktisi
maupun di antara teoritis mengenai apa yang menjadi fungsi-fungsi
manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen. Berbagai
pendapat mengenai fungsi-fungsi manajemen akan tampak jelas dengan
dikemukakannya pendapat beberapa penulis sebagai berikut:
1. Louis A. Allen

Leading,

Planning,

Organizing,

Controlling.
2. Prajudi Atmosudirdjo

: Planning, Organizing, Directing, atau


Actuating and Controlling.

3. John Robert B., Ph.D

: Planning, Organizing, Command -ing,


and Controlling.

4. Henry Fayol

Planning,

Organizing,

Commanding,

Coordinating, Controlling.
5. Luther Gullich

: Planning, Organizing, Staffing, Directing,


Coordinating, Repor-ting, Budgeting.

6. Koontz dan ODonnel

: Organizing, Staffing, Directing, Planning,


Controlling.

7. William H. Newman

Planning,

Organizing,

Assem-bling,

Resources, Directing, Controlling.


8. Dr.S.P.Siagian.,M.P.A

: Planning, Organizing, motivating and


Controlling.

9. William H. Newman

Planning,

Organizing,

Assem-bling,

Resources, Directing, Controlling.


10. Dr.S.P.Siagian.,M.P.A : Planning, Organizing, motivating and
Controlling.
11. William Spriegel

: Planning, organizing, Controlling

12. Lyndak F. Urwick

Forecasting,

Planning

Orga-nizing,

Commanding, Coordina-ting, Controlling.


13. Dr. Winardi, S.E

: Planning, Organizing, Coordi-nating,


Actuating,
Controlling

Leading,

Co-mmunication,

19

14. The Liang Gie

: Planning, Decision making, Directing,


Coordinating, Control-ling, Improving.

15. James A.F.Stoner

: Planning, Organizing, Leading, and


Controlling.

16. George R. Terry

Planning,

Organizing,

Staffing,

Motivating, and Controlling.


Dari beberapa pendapat para penulis di atas dapat dikombinasikan,
fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut:

Planning Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat


sederhana sampai dengan yang sangat rumit. Misalnya yang
sederhana

saja

merumuskan

bahwa

perencanaan

adalah

penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang


diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan
merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :
1. Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
2. Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
3. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
4. kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
5. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
6. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?
Menurut Stoner Planning adalah proses menetapkan sasaran dan
tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran tadi.
2.2.3 Sistem Manajemen
Sistem manajemen perusahaan yang kurang baik, ibarat sebuah
negara tanpa adanya peraturan peraturan yang jelas. Hasilnya sudah
pasti dapat dibayangkan. Rakyat akan semakin bertindak semena
mena, yang berkuasa akan menang, rakyat miskin akan ditindas,
kehancuran dan permasalahan datang silih berganti.
Berfungsi untuk memandu semua bagian agar mencapai apa yang
diharapkan perusahaan kedepan. Panduan inilah yang menjadikan

20

sebuah dasar dalam pelaksanaan operasional perusahaan, agar proses


perencanaan, pelaksanaan dilapangan, evaluasi dan pelaporan dapat
dijalankan dengan baik.
2.2.4 Strategi Manajemen
Yang termasuk dalam strategi perusahaan adalah cara cara
perusahaan dalam mengembangkan pasar yang menjadi target. Pada
umumnya strategi lebih banyak didominasi oleh strategi pemasaran. Jadi
bagaimana cara memasarkan produk produk perusahaan kepada
konsumen. Pemasaran dapat berarti menjaga konsumen untuk melakukan
pembelian, atau menjaga image produk perusahaan agar tetap menjadi
pilihan konsumen.
Banyak sekali cara cara dalam memasarkan sebuah produk.
Namun

pada

intinya,

dalam

melakukan

pemasaran

kita

harus

memperhatikan hal hal berikut :


a. Brand / Image produk
b. Segmentasi pasar
c. Positioning
d. Diferensiasi
e. Targeting
f. Marketing Mix ( Produk, Promosi, Distribusi, Harga, dan Kemasan )
Satu hal yang harus kita perhatikan, uang bukanlah segala
galanya. Uang belum tentu bisa menyelesaikan permasalahan kita semua,
tetapi memang uang memudahkan segalanya. Jika kita (pribadi,
perusahaan, produk, sistem dan strategi ) memiliki kualitas yang baik,
dengan sendirinya uang akan menghampiri kita melalui berbagai hal,
seperti

bantuan

pemerintah,

investor

perorangan,

keuntungan

perusahaan, peminjaman pribadi atau lembaga keuangan, dll.Jika kita


memiliki kualitas sistem manajemen dan strategi perusahaan yang baik,
maka anda hanya butuh modal Proposal untuk mencari dana. Proposal
merupakan master plan dan company profile yang anda tunjukan kepada
calon investor. Dari proposal inilah gambaran seluruh operasional

21

perusahaan anda terlihat, baik itu sejarah dan laporan operasional


maupun perencanaan perusahaan kedepan.
Semua sumber dana, baik itu perorangan maupun kelembagaan
sangat membutuhkan proposal dalam menganalisa layak atau tidaknya
usaha tersebut. Isi dari sebuah proposal pada umumnya terbagi dalam 4
bagian :
1. Rencana Organisasi ( apa dan siapa perusahaan kita )
2. Strategi Pemasaran ( bagaimana perusahaan mencapai
konsumen )
3. Analisa Keuangan ( bagaimana keuntungannya )
4. Pendukung ( bagaimana kualitas owner atau pengelola )

22

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 JIKA KITA MENJADI SEORANG PEMIMPINDI SEBUAH PERUSAHAAN,
KEBIJAKAN APA YANG AKAN KITA LAKUKAN SEBAGAI SEORANG
PEMIMPIN

Sistem manajemen perusahaan yang kurang baik, ibarat sebuah


negara tanpa adanya peraturan peraturan yang jelas. Hasilnya sudah
pasti dapat dibayangkan. Rakyat akan semakin bertindak semena
mena,yang berkuasa akan menang, rakyat miskin akan ditindas,
kehancuran dan permasalahan datang silih berganti.
Setiap orang yang bekerja pasti memiliki persoalan tersendiri ketika
berada di suatu lingkungan yang baru. Bagaimana bila itu adalah seorang
pemimpin ? tentu saja pasti mengalami tantangan. Sudah tentu setiap
orang pasti menginginkan jalan-jalan yang mulus dan baik-baik saja
selama dia bekerja.
Setiap usaha baru maupun yang sudah berjalan memiliki siklus.
Kondisi dan lingkungan bisnis sangat dinamis, sehingga usaha tersebut
harus selalu dievaluasi dan diperbaiki siklus usahanya. Agar perusahaan
bisa bertahan dan berkembang puluhan tahun, diperlukan proses
transformasi usaha. Untuk membuat perusahaan melakukan transformasi
secara periodik diperlukan kepiawaian sang pemimpin bisnis. Gaya
kepemimpinan dan strategi harus selalu berbeda di setiap periode siklus
bisnis dan besarnya organisasi usaha. Peran aktif seorang pemimpin
perusahaan sangat dibutuhkan dalam mengelola usaha agar mampu
berdiri kokoh. Seorang pemimpin bisnis harus memiliki jiwa keberanian
dalam mengambil risiko, mengasah keterampilan, dan melihat peluang
usaha agar mampu menganalisis siklus usaha dengan tepat. Untuk
menjadi pengusaha, seseorang harus bisa menjadi the change creator
karena dalam dunia bisnis perubahan akan menjadi makanan sehari-hari
seorang pengusaha sehingga usaha tersebut bisa selamat di masa
permulaan dan menjaga siklus pertumbuhan.

23

Banyak diantara pemimpin menjadi gentar ketika menghadapi


banyaknya tuntutan dari anak buah/anggotanya. Dan bila sudah demikian
maka ada dua kemungkinan yang akan di lakukan oleh seorang pemimpin
yaitu : yang pertama seorang pemimpin akan mulai mencari hal-hal yang
mungkin dapat menjadi bahan acuan baginya untuk dapat menjadi seperti
apa yang diinginkan oleh anak bua/karyawannya atau yang kedua malah
sebaiknya

menjadi seorang pemimpin yang tidak peduli bahkan

cenderung menjadi diktator untuk menutupi akan kekurangannya.


Jadi saya berpendapat, kita harus menjadi seorang pemimpin yang
baik memiliki tanggung jawab untuk membina komunikasi yang baik
dengan bawahannya. Sekalipun merupakan daerah/lingkungan yang baru,
namun bukan merupakan alasan untuk membuat komunikasi tidak
berjalan dengan baik.
Sebagai seorang pemimpin harus siap menghadapi tantangan yang
datang mungkin secara tidak terduga. Karena tidak mungkin menghindar
atau lari dari tantangan yang sedang terjadi di depan mata. Justru ketika
seorang pemimpin menghadapi suatu tantangan yang berat, maka
disitulah akan terlihat akan ketangguhannya sebagai seorang pemimpin
yang survive dan tidak mudah/cepat berputus asa.semangat dan
optimisme yang dimiliki pemimpin ini bahwa pasti berhasil.
Yang penting intinya adalah sebagai pemimpin, harus mau berubah
dan menjadi flexibel. Karena tidak bisa seorang pemimpin menempatkan
suatu kebijakan dalam kedudukan yang sama. Tidak takut untuk mencoba
sesuatu yang baru menandakan seorang pemimpin itu senang terhadap
perubahan. Yang kedua yang harus dilakukannya adalah tidak takut
mengambil resiko dan tidak takut bila mengalami kegagalan atau bila
melakukan kesalahan. Tetapi justru berani dan terus maju untuk
memajukan akan perusahaan yang di pimpinnya.
Kesuksesan Sebuah perusahaan tentunya sangat bergantung pada
kualitas seorang pemimpin sebagai pengawas dan pemilik Kebijakan
Perusahaan.

Sebagai

pengawas

program

dan

pelaksanaannya,

24

SeorangPemimpin seharusnya memahami kebutuhan setiap anggota dan


perusahaan organisasi itu sendiri.
3.2 HUBUNGAN MANAJEMEN DAN ORGANISASI
Manajemen dan organisasi sangat berhubungan erat, manajemen
merupakan atau berarti sebagai kepemimpinan, sedangkan dalam
organisasi

juga

terdapat

kepemimpinan.

Dengan

demikian

untuk

menyusun organisasi yang baik dan dapat mencapai tujuan di perlukan


manajemen yang baik juga.
Organisasi adalah kumpulan dua orang atau lebih yang memiliki
paling sedikit satu tujuan umum yang sama dan menyediakan ruang bagi
mereka untuk mengaktualisasikan potensinya guna mewujudkan tujuan
umum yang sama itu. Agar tujuan-tujuan itu bisa dicapai bersama seperti
yang dikehendaki maka organisasi membutuhkan manajemen.
Manajemen adalah proses untuk mengelola sumber-sumber
organisasi. Ada dua pemegang kepentingan yang bisa mempengaruhi
organisasi, baik secara langsung maupun tidak secara langsung, yaitu
kekuatan Sistem Internal dan Lingkungan Eksternal.

Karena organisasi adalah kumpulan dua orang atau lebih maka


pengelolaan organisasi tidak akan lepas dari pembahasan kekuasaan.
Namun, dalam hal ini, pemikiran Mary Parker Follet, nabi manajemen
(1868-1933), mengenai circular behaviour atau perilaku yang saling

25

mempengaruhi diantara anggota organisasi, perlu diperhatikan. Prinsip


kekuasaan menurut Mary Parker Follet adalah tidak berada di atas tetapi
bersama, sehingga distribution of power getting things done through other
people, sangat mudah dimengerti sebagai sebuah penjelasan apa itu
manajemen dibanding pemikiran-pemikiran tokoh-tokoh manajemen dan
perilaku organisasi yang lain. itu menjadi sangat penting untuk
manggerakkan organisasi.
Pemikiran

Mary

Parker

Folet

tersebut

menjelaskan

bahwa

manajemen adalah sebuah usaha kolektif, bukan usaha individual.


Sebagai sebuah usaha kolektif, kekuasaan didistribusikan ke jenjang
dibawahnya.
Distribusi kekuasaan terjadi secara berjenjang dan mencerminkan
penjenjangan organisasi, dari tingkat paling tinggi ke tingkat paling
rendah. Masing-masing tingkat memiliki fungsi yang berbeda-beda namun
terangkai dalam satu sistem jaringan organisasi yang saling melengkapi
dan membutuhkan untuk mewujudkan tujuan organisasi secara bersama.
Jadi, kolektifitas usaha itu tidak lain adalah rangkaian kegiatan dari
masing-masing fungsi dalam sistem jaringan organisasi. Dengan kata lain,
kerjasama untuk mewujudkan tujuan dan sasaran-sasaran organisasi
yang dilakukan oleh fungsi-fungsi organisasi atau unit-unit organisasi
adalah sebuah usaha kolektif yang dilakukan oleh semua anggota
organisasi.
Perilaku sirkular yang dicetuskan oleh Mary Parker Follet 1920 itu
kemudian dapat dijumpai dalam visualisasi anatomi organisasi Robbins [4]
beberapa windu kemudian. Menurut Robbin, interaksi antara individu
dengan indvidu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok
adalah saling mempengaruhi. Dalam hal ini, Robbin membagi anatomi
organisasi menjadi tiga bagian yaitu Individu, Kelompok, dan Sistem.
Persepsi individu mengenai organisasi terbangun dalam proses
belajar individu melalui komunikasi individu dengan kelompoknya.
Selanjutnya, interaksi terjadi pula dalam komunikasi antar kelompok
dalam struktur kelompok dimana pemimpin berperan. Yang terakhir,

26

pemimpin melalui struktur dan disain organisasi serta kebijakan dan


peraturan organisasi berusaha untuk membentuk budaya organisasi di
tingkat sistem. Namun demikian, ketika obyek dari peratutan dan
kebijakan organisasi, struktur dan disain organisasi, dan budaya organsasi
adalah manusia dan kelompok maka interaksi yang saling mempengaruhi
akan terjadi secara timbal balik. Inilah sebenarnya esensi perilaku sirkular
dalam sebuah organisasi.

Pada struktur organisasi yang ditayangkan pada Peraga diatas


tampak jelas bagaimana pemimpin organisasi secara strtuktural bukan
hanya mendistribusi sebagian kekuasaannya kepada jenjang organisasi
dibawahnya melalui para manajer namun juga mentransformasi gagasangagasan, sistem nilai serta kompetensi agar organisasi berjalan sesuai
dengan arah dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Mereka
adalah rantai manajemen antar jenjang organisasi, yaitu para manajer.
Para manajer ini yang memainkan peran strategis yaitu komunikasi dalam
organisasi Dengan kata lain, para pemimpin organisasi di satu sisi
membutuhkan dukungan anggota organisasi melalui jenjangjenjang
organisasi, namun di sisi yang lain menghendaki agar gagasan-gagasan
mereka dijalankan dengan sistem nilai yang dikehendaki oleh organisasi.
Disinilah sebenarnya proses interaksi yang saling mempengaruhi tersebut
terjadi dimana setiap pemimpin unit organisasi adalah rantai manajemen
pada setiap jenjang organisasi yang akan menjadi jembatan bagi

27

transformasi gagasan dan kompetensi mengenai sistem nilai yang


dikembangkan dalam organsiasi.
Masing-masing

rantai

manajemen

mempunyai

domain

dan

karakteristik keahlian manajerial yang berbeda, juga dibidang dimensi


waktu perencanaan serta Proses Manajemen. Semakin tinggi jenjang
manajemen maka semakin stratejik proses manajemen dan berdimensi
jangka panjang, oleh rena itu membutuhkan keahlian manajerial yang
lebih bersifat konseptual. Sebaliknya, semakin rendah jenjang manajemen
maka proses manajemen semakin taktis dan berdimensi waktu pendek
sehingga keahlian manajerial juga semakin fokus kepda domain fungsi
operatif manajemen.

Hubungan antar jenjang manajemen dijalin oleh rantai manajemen yaitu


manajer-manajer fungsi. Peran manajemen sebagai proses Perencanaan
hingga Pengendalian sangat krusial disini agar semua anggota organisasi
bergerak dan berperilaku sesuai dengan harapan organisasi. Maka sistem
pengendalian manajemen harus ada dan didisain sesuai dengan
kebutuhan manajemen.

28

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas disimpulkan bahwa faktor-faktor yang
berpengaruh terhadap komitmen organisasi diantaranya adalah kejujuran
dalam pekerjaan, perhatian, kepedulian dan kepercayaan terhadap
karyawan, perbedaan karakteristik individu (usia, tingkat pendidikan, jenis
kelamin, status perkawinan, karakteristik yang berhubungan dengan
pekerjaan, karakteristik struktural (formalitas, desentralisasi), pengalaman
dalam kerja, kepercayaan dan penerimaan yang penuh atas nilai-nilai dan
tujuan organisasi, keinginan bekerja keras demi kepentingan organisasi,
dan keinginan untuk mempertahankan diri agar tetap menjadi anggota
organisasi.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa aspek-aspek
komitmen organisasi meliputi kemauan yang kuat untuk mempertahankan
keanggotaannya dalam organisasi yang ditandai dengan kesetiaan pada
organisasi atau perusahaan, kemampuan yang kuat berusaha semaksimal
mungkin demi kemajuan dengan ikut mendukung kegiatan-kegiatan yang
sesuai dengan sasaran organisasi serta adanya penerimaan nilai, tujuan
dan sasaran organisasi. Aspek-aspek yang akan dijadikan alat ukur
adalah perasaan manunggal dengan organisasi, perasaan terlibat pada
organisasi, dan perasaan setia dan loyal pada perusahaan.
4.2 Saran

Seorang pemimpin harus mengetahui semua hal yang menyangkut


tentang organisasi baik secara individu mau kelompok.

seorang

pemimpin

membutuhkan

support

yang

kuat

di

belakangnya sehingga dia bisa menghadapi tantangan bisnis serta


kompetisi seberat apapun di depannya.

Seorang pemimpin tidak mengenal kataputus asa

29

Dan sebagai kesatuan dalam organisasi, seorang anggota harus


memiliki komitmen dalam berorganisasi.

30

DAFTAR PUSTAKA

Robbins, Stephen P.; Judge, Timothy A. (2008). Perilaku Organisasi Buku


2, Jakarta: Salemba Empat. Hal. 214-224
http://www.pasamankab.go.id/index.php/artikel/48-kepemimpinan/236 komitmen-organisasi.html [diakses pada 2:35 PM, 12/18/2014]
id.wikipedia.org
http://bisnisukm.com/menangani-masalah-manajemen-ukm.html
pada 8:30 PM, 12/18/2014

[diakses

31

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,
karena berkat rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan tugas
makalah ini. Saya juga bersyukur atas berkat rahmat dan rizky-Nya. Saya
telah berusaha semampu saya untuk mengumpulkan berbagai macam
bahan tentang Organisasi Manajemen.
Saya sadar bahwa makalah yang saya buat ini masih jauh dari
sempurna, karena itu saya mengharapkan saran dan kritik yang
membangun untuk menyempurnakan makalah ini menjadi lebih baik lagi.
Oleh karena itu saya mohon bantuan dari para pembaca,
Demikianlah makalah ini saya buat, apabila ada kesalahan dalam
penulisan, saya mohon maaf yang sebesarnya dan sebelumnya saya
mengucapkan terima kasih.
Hormat Saya,

Penulis

32

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR.......................................................................................i
DAFTAR ISI..................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 . Latar Belakang.....................................................................................1
1.2 . Tujuan...................................................................................................2
1.2.1. Tujuan Umum.................................................................................2
1.2.2. Tujuan Khusus................................................................................2
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 ORGANISASI.........................................................................................4
2.1 .1 Definisi Organisasi..........................................................................4
2.1.2 Asas - Asas Organisasi...................................................................5
2.1.3 Partisipasi........................................................................................6
2.1.4 Unsur-unsur....................................................................................6
2.1.5 Jenis-jenis.......................................................................................7
2.1.6 Syarat-syarat...................................................................................7
2.1.7 Jenis Jenis Organisasi..................................................................8
2.1.8 Elemen struktur organisasi..............................................................9
2.1.9 Desain organisasi yang umum.....................................................10
2.1.10 Desain Struktur Organisasi Modern...........................................13
2.1.11 Model desain struktur organisasi.................................................13
2.1.12 Faktor penentu struktur organisasi..............................................14
2.2 MANAJEMEN.......................................................................................16
2.2 Manajemen.......................................................................................16
2.2.1 Pengertian Manajemen.................................................................16
2.2.2 Fungsi-Fungsi Manajemen............................................................18
2.2.3 Sistem Manajemen.......................................................................19
2.2.4 Strategi Manajemen....................................................................20
BAB III PEMBAHASAN

33

3.1

JIKA

KITA

MENJADI

SEORANG

PEMIMPINDI

SEBUAH

PERUSAHAAN, KEBIJAKAN APA YANG AKAN KITA LAKUKAN SEBAGAI


SEORANG PEMIMPIN...............................................................................22
3.2 HUBUNGAN MANAJEMEN DAN ORGANISASI.................................24
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan...........................................................................................28
4.2 Saran....................................................................................................28
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................30