Anda di halaman 1dari 21

BAB I

Pendahuluan
1.1

Latar Belakang

Pada Hakekatnya, semua orang dapat melakukan wirausaha yaitu setiap orang
mampu berdiri sendiri dalam menjalankan usahanya dan pekerjaannya guna mencapai
tujuan pribadinya, keluarganya, masyarakat, bangsa dan Negaranya. Istilah kewirausahaan
sendiri berasal dari kata entrepreneur, yang dalam bahasa Inggris di kenal dengan between
taker atau go between.
Di masa modern seperti saat ini, kita harus mempunyai inovasi dan terobosan baru
dalam hal pengembangan usaha. Karena pada saat ini merupakan pasar bebas, dimana
setiap orang berlomba-lomba dalam mendapatkan keuntungan. Saat ini kita melihat
masalah di Indonesia semakin kompleks. Permasalahan tersebut seakan telah menjadi
bagian yang susah dipisahkan dengan rakyat Indonesia. Mulai dari permasalahan
kemiskinan, pendidikan, keamanan, atau juga masalah pengangguran. Oleh karena itu
banyak orang yang berwirausaha, mendirikan home industri, membuka kedai makanan dll.
Tapi, sayangnya orang-orang yang berwirausaha tersebut tidak bertahan lama karena
mengalami kebangkrutan. Kebangkrutan itu disebabkan miniminya ide dalam menghasilkan
terobosan dan inovasi baru dalam pengembangan usahanya.
Oleh karena itu kita harus mempunyai skill khusus dalam mengembangkan
kreativitas dalam berwirausaha. Laporan ini akan menitik beratkan pada peluang dalam
berwirausaha dan pengembangan ide-ide dari usaha retail yang sudah ada. Sebagaimana
kita tahu sebuah inovasi akan membuka sebuah peluang usaha baru yang tentunya lebih
baik dibandingkan usaha yang telah ada sebelumnya.
Industri pertambangan memiliki potensi untuk dijadikan sarana berwirausaha, baik
itu melakukan kegiatan penambangan maupun mengolah bahan galian yang sudah
ditambang. Dengan sedikit inovasi dan usaha, kita dapat berkreasi membuat sesuatu yang
awalnya terlihat tidak memiliki harga menjadi sesuatu yang berharga dan memiliki daya jual
tinggi. seperti yang kita tahu, bahan galian batuan seperti marmer, gamping, sirtu sangat
mudah ditemui di pelosok kota Jayapura,

2.2

Tujuan
Adapun tujuan kami mempelajari kewirausahaan dan membuat laporan ini adalah:
1.
2.
3.
4.

Memahami kewirausahaan
Mengetahui bagaimana melihat peluang usaha
Dapat menciptakan suatu produk yang memiliki nilai jual
Mendapatkan keuntungan

Bab II
Dasar Teori
2.1

Teori Kewirausahaan

Kewirausahaan menurut Ronstad adalah sebuah proses dinamik dimana orang


menciptakan kekayaan incremental dan kekayaan tersebut diciptakan oleh individu-individu
yang menanggung resiko utama, dalam wujud resiko modal, waktu dan komitmen karier
dalam hal yang menyediakan nilai untuk produk atau jasa tertentu (Winardi, 2008).
Pengertian kewirausahaan juga dikemukakan oleh schermerhorn yang mengatakan
bahwa entrepreneurship merupakan perilaku dinamik, menerima resiko, kreatif serta
berorientasi pada pertumbuhan (Winardi, 2008).
Pengertian kewirausahaan itu sendiri adalah menciptakan sesuatu yang lain dengan
menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan
kepuasan serta kebebasan pribadi (Alma 2008)
Menurut Zimmerer, and Scarborough (1998), dalam jurnal Silfia Nurul Malinda Sifitika
Anggraini, kewirausahaan adalah ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan, dan
perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup (usaha). Kewirausahaan merupakan
ilmu yang memiliki obyek kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
Menurut Richard Cantillon (1775), dalam jurnal Ucik Sugiyati mendefinisikan
kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli
barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang
denganharga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang
menghadapi resiko atau ketidakpastian
Oleh karena itu, disimpulkan bahwa kewirausahaan merupakan semangat, sikap,
perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang
mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk
baru, atau inisiatif yang inovatif untuk menciptakan suatu peluang baru yang belum pernah
ada sebelumnya melalui usaha yang sudah ada maupun usaha baru, menanggung resiko
peluang tersebut, dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan
yang lebih baik, dan berfokus pada pertumbuhan untuk mendapatkan return margin yang
lebih besar.
Seiring dengan berjalannya waktu, kewirausahaan semakin berkembang maka
lahirlah berbagai teori tentang kewirausahaan berikut ini beberapa teori mengenai
kewirausahaan, teori Neo Klasik, Teori ini memandang perusahaan sebagai sebuah istilah
teknologis, dimana manajemen (individu-individu) hanya mengetahui biaya dan penerimaan

perusahaan dan sekedar melakukan kalkulasi matematis untuk menentukan nilai optimal
dari variabel keputusan. Jadi pendekatan neoklasik tidak cukup mampu untuk menjelaskan
isu mengenai kewirausahaan. Dalam teori ini kemandirian sangat tidak terlihat, wajar saja,
karena ini memang pada masa lampau dimana belum begitu urgen masalah kemandirian,
namun cukup bisa menjadi teori awal untuk melahirkan teori-teori berikutnya. Berikutnya
teori Kirzerian Entrepreneur. Dalam teori Kirzer menyoroti tentang kinerja manusia,
keuletanya, keseriusanya, kesungguhanya, untuk swa (mandiri), dalam berusaha, sehingga
maju mundurnya suatu usaha tergantung pada upaya dan keuletan sang pengusaha.
Dari berbagai disiplin ilmu, lahirlah teori kewirausahaan yang dipandang dari sudut
pandang mereka masing-masing, Teori ekonomi memandang bahwa lahirnya wirausaha
disebabkan karena adanya peluang, dan ketidakpastian masa depanlah yang akan
melahirkan peluang untuk dimaksimalkan, hal ini berkaitan dengan keberanian mengambil
peluang, berspekulasi, menata organisasi, dan melahirkan berbagai macam inovasi. Teori
Sosiologi lebih mempelajari tentang, asal-usul budaya dan nilai-nilai sosial disuatu
masyarakat, yang akan berdampak pada kemampuanya menanggapi peluang usaha dan
mengolah usaha, sebagai contoh orang etnis cina dan padang dikenal sebagai orang yang
ulet berusaha, maka fakta dilapangan menunjukkan, bahwa banyak sekali orang cina dan
padang yang meraih kesuksesan dalam berwirausaha. Selanjutnya teori psikologi, menurut
saya teori ini lebih menekankan pada motif individu yang melatarbelakangi dirinya untuk
berwirausaha, apabila sejak kecil ditanamkan untuk berprestasi, maka lebih besar
kemungkinan seorang individu lebih berani dalam menanggapi peluang usaha yang
diperolehnya.
Konsep wirausaha secara lengkap dikemukakan oleh Josep Schumpeter, yaitu
sebagai orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang
dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku
baru. Orang tersebut melakukan kegiatannya melalui organisasi bisnis yang baru atau pun
yang telah ada. Dalam definisi tersebut ditekankan bahwa wirausaha adalah orang yang
melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan
peluang tersebut. Istilah wirausaha dan wiraswasta sering digunakan secara bersamaan,
walaupun memiliki substansi yang agak berbeda.
KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN
1. FUNGSI UTAMA WIRAUSAHAWAN
Kewiraniagaan sebagai fungsi utama wirausahawan;
-

Wiraniaga menurut KBBI : orang yang melakukan penjualan produk secara langsung
kepada konsumen atau pembeli.
Kewiraniagaan : keahlian dalam berwiraniaga, yang juga merupakan perpaduan antara
seni berkomunikasi dan keahlian menawarkan ide dengan cara meyakinkan pihak lain
untuk menerima dan membeli produk yang ditawarkan.

Rahasia keberhasilan seorang wiraniaga terletak pada kesediaan untuk senantiasa


mengetahui kebutuhan orang dengan melakukan pengamatan dan memperhatikan
setiap orang di lingkungan tempat ia berada dan memenuhinya.
Dari hal tersebut, maka seorang wiraniaga dituntut untuk kreatif. Dalam hal ini adalah
:
K = Keinginan untuk maju
R = Rasa ingin tahu yang kuat
E = Enthusiasm (Semangat) yang besar
A = Analisis yang sistematis
T = Terbukan untuk menerima saran dan pendapat orang lain
I = Inisiatif yang menonjol, berani mengambil keputusan dan langkah yang berbedadari
orang lain.
F = Fikiran yang terkonsentrasi pada satu pokok
Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan
sumberdaya untuk mencari peluang menuju sukses.
Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan
berbeda melalui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang.
Kreatifitas adalah memikirkan yang baru dan berbeda.
Inovasi adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baru dan berbeda.
Sukses kewirausahaan akan tercapai apabila :
Berpikir dan melakukan sesuatu yang baru
Berpikir dan melakukan sesuatu yang lama dengan cara-cara baru

Pendidikan kewirausahaan di Indonesia, saat ini masih terbatas diajarkan di beberapa sekolah
dan perguruan tinggi saja. Menurut Soeharto Prawiro Kusumo, pendidikan kewirausahaan perlu
diajarkan sebagai disiplin ilmu tersendiri yang independen, karena :
-

Kewirausahaan berisi body of knowledge yang utuh dan nyata, yaitu ada teori, konsep
dan metode ilmiah yang lengkap.
Kewirausahaan memiliki 2 konsep, yaitu venture star-up dan venture-growth, ini jelas
tidak masuk dalam kerangka pendidikan manajemen umum yang memisahkan antara
manajemen dan kepemilikan usaha.
Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki obyek tersendiri, yaitu
kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan berusahan dan
pemerataan pendapatan.

2. PENGERTIAN
Ilmu kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan
dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluan
dengan bergbagai resiko yang mungkin dihadapinya.
Kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin, proses systematis, penerapan kreatifitas dan
inovasi daam memenuhi kebutuhan dan peluang pasar. ( Thomas W. Zimmerer)

Esensi kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah dengan cara-cara baru dan berbeda
agar dapat bersaing.

3. WIRAUSAHA
Pengertian wirausaha adalah seseorang yang menjalankan kegiatan kewirausahaan, atau
seseorang yang memulai dan atau mengutarasikan bisnis.
OBYEK STUDI KEWIRAUSAHAAN ; Menurut Soeparman soemahamidjaya, kemampuan
seseorang yang menjadi obyek kewirausahaan meliputi :
- Kemampuan merumuskan tujuan hidup atau usaha
Kemampuan memotivasi diri
- Kemampuan untuk berinisiatif
- Kemampuan berinovasi
- Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal
- Kemampuan untuk mengatur waktu
- Kemampuan untuk belajar dari pengalaman
Kewirausahaan dapat di definisikan sebagai kemampuan kreatif dan inovatif yang di jadikan
kiat, dasar, sumber daya, proses, dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang
dan jasa yang di lakukan dengan keberanian untuk menghadapi resiko.
- Karakteristik kewirausahaan
- Commitment & Determination : memiliki komitmen
- Desire of Responsibility : memiliki rasa tanggungjawab
- Opportunity Obsession : selalu berambisi untuk selalu mencari peluang
- Tolerance for Risk, ambiguity, uncertainty : tahan terhadap resiko dan ketidak pastian
- Self Confidence : percaya diri
- Creativity & flexibility : berdaya cipta dan lues
- Desire for immediate feed back : selalu memerlukan umpan balik yang segera
- High level of energy : memiliki tingkat energy yang tinggi
- Motivation of excel : memiliki dorongan untuk selalu unggul
- Orientation to the future : berorientasi pada masa yang akan datang
- Willingness to learn from failure : selalu belajar dari kegagalan
- Leader ship ability : kemampuan dalam kepemimpinan
Dari karakteristik diatas, ada beberapa hakiki dari kewirausahaan yaitu :
-

Percaya diri
Kepercayaan diri berpengeraruh pada gagasan, karsa, inisiatif, kreatifitas, keberanian,
ketekunan, semangat kerja keras dan kegairahan bekerja.
Orientasi pada tugas dan hasil
Seseorang yang selalu mengutamakan tugas dan hasil adalah orang yang selalu
mengutamakan nilai-nilai motif berprestasi, berorientasi pada laba, ketentuan dan
ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energik dan berinisiatif.
Keberanian mengambil resiko

Seorang wirausaha yang berani menanggung resiko adalah orang yang selalu ingin
menjadi pemenang dan memenangkan dengan cara baik.
Kemampuan untuk mengambil resiko ditentukan oleh :
-

Keyakinan pada diri sendiri


Kesediaan untuk menggunakan kemampuan dalam mencari peluang dan kemungkinan
untuk memperoleh keuntungan
Kemampuan untuk menilai situasi resiko secara realistis :
Kepemimpinan
Orientasi pada masa depan
Keorisinilan : kreatifitas dan inovasi
Motif kewirausahaan

Alasan seseorang berminat untuk berwirausaha :


-

Alasan keuangan
Alasan sosial
Alasan pelayanan
Alasan pemenuhan diri

Adanya sepuluh kiat sukses yang sederhana, yaitu bahwa :

Digerakan oleh ide dan impian


Lebih mengandalkan kreatifitas
Menunjukan keberanian
Percaya pada hoki, tetapi lebih percaya pada usaha nyata
Melihat masalah sebagai peluang
Memilih usaha sesuai hobi dan minat
Mulai dengan modal seadanya
Sedang mencoba hal baru
Selalu bangkit dari kegagalan
Tak mengandalkan gelar akademis

Kewirausahaan mengarahkan orang kepada kepemimpinan.


Kecakapan pribadi seseorang terdiri atas tiga unsure penting, yaitu :
Kesadaran diri
Pengarahan diri
Motivasi
Kecakapan sosial seseorang terdiri atas dua unsure penting, yaitu :
Empati
Keterampilan sosial

Tahap-tahap kewirausahaan :
1. Tahap imitasi dan duplikasi ( imitating and duplicating)
2. Tahap duplikasi dan pengembangan (duplicating and developing)
3. Tahap menciptakan sendiri produk baru yang berbeda (creating new and different)
Kunci sukses seorang pengusaha didalam memenangkan pasar adalah kekuatan peranan
dalam berinovasi dan menciptakan ide-ide brilian dalam menembus market share.
Untuk menjadi wirausaha yang sukses dan tangguh melalui inovasi, maka harus
menerapakan beberapa hal berikut :
Seorang wirausaha harus mampu berpikir secara kreatif
Seorang wirausaha juga harus bisa membaca arah perkembangan dunia usaha
Seorang wirausaha harus dapat menunjukan nilai lebih dari produk yang dimilikinya
agar konsumen tidak merasa produk yang ditawarkan terlalu mahal
Seorang wirausaha perlu menumbuhkan sebuah kerjasama tim, sikap leadership,
kebersamaan dan membangun hubungan yang baik dengan karyawan
Seorang wirausaha harus mampu membangun personal approach yang baik dengan
lingkungan sekitarnya dan tidak cepat berpuas diri dengan apa yang telah diraihnya
Seorang wirausaha harus selalau meng-upgarde ilmu yang dimilikinya untuk
meningkatkan hasil usaha yang dijalankannya
Untuk memulai menjadi wirausaha akan dihadapkan pada tiga ketakutan, yaitu :
Takut rugi
Takut terhadap ketidakpastian
Takut mencoba

Paradigm yang membuat wirausaha menjadi sukses atau superior ditingkat persainagn
usaha yang semakin dekat, yaitu :
Seorang wirausaha harus mampu memprediksi kemungkinan dimasa mendatang.
Fleksibilitas dari sang wirausaha
Rule of the game harus dinamis dalam mengantisipasi sebagai macam kemungkinan
sebagai kemampuan, mengubah aturan main.
Kemampuan melanjutkan perubahan dari aturan atau bentuk yang telah ada
sebelumnya.
Keuntungan berwirausaha :
Otonomi
Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi
Kontrol financial
Kerugian berwirausaha :
Pengorbanan personal

Beban dan tanggung jawab


Kecilnya marjin keuntungan dan kemungkinan gagal
Faktor kegagalan wirausaha :

Tidak kompeten dalam manajerial


Kurang berpengalaman
Kurang dapat mengendalikan keuangan
Gagal dalam perencanaan
Lokasi yang kurang memadai
Kurangnya pengawasan peralatan
Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha
Ketidakmampuan dalam melakuakn peralihan / transisi wirausaha

Pengelompokan kewirausahaan, berdasarkan perannya : (menurut Roopke)


1. Kewirausahaan rutin
2. Kewirausahaan arbitrase
3. Kewirausahaan inovativ
Berdasarkan profilnya (menurut Zimmener)

Part-time entrepreneur
Home-base new ventures
Family-owned bussines
Coprenuers

4. FUNGSI MAKRO DAN FUNGSI MIKRO WIRAUSAHA


Dilihat dari ruang lingkupnya, wirausaha memiliki dua fungsi, yaitu :
a. Fungsi makro
Wirausaha berperan sebagai penggerak, pengendali dan pemacu perekonomian
suatu bangsa.
Secara kualitatif peranan wirausaha melalui usaha kecil adalah :
Usaha kecil dapat memperkokoh perekonomian nasional melalui berbagai
keterkaitan usaha, seperti fungsi pemasok, fungsi produksi, fungsi penyalur
dan pemasar bagi hasil produk-produk industry besar
Usaha kecil dapat meningkatkan efisiensi ekonomi, khususnya dalam
menyerap sumber daya yang ada.
Usaha kecil dipandang sebagai saran pendistribusian pendapatan nasional,
alat pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan, keran jumlah nya
yang tersebar baik di perkotaan dan di pedesaan.
b. Fungsi mikro
Peran wirausaha adalah penanggung resiko dan ketidakpastian,mengkombinasikan
sumber-sumber kedalam cara yang baru dan berbeda untuk menciptakan nilai
tambah dan usaha-usaha baru.

Dalam fungsi mikro, wirausaha memiliki peran sebagai berikut :


Sebagai penemu (innovator)
Sebaia perencana (planner)

5. ETIKA BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN


a. Pengertian etika
Menurut pengertiannya etika dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
Etika sebagai praktis
Etika sebagai refleksi
b. Etika bisnis
Pengertiannya dapat dibedakan menjadi :
Secara makro : etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari ekonomi
secara keseluruhan
Secara meso : etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis dibidang
operasional.
Secara mikro : etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan
ekonomi dan bisnis
Menurut Zimmerer, etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha
berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat
keputusan dan memecahkan persoalan-persolan yang dihadapi.
c. Pentingnya etika bisnis
Etika bisnis sangat penting untuk mempertahankan loyalitas stakeholder dalam
membuat keputusan-keputusan perusahaan dan dalam memecahkan persoalan
perusahaan.
Stakeholder adalah semua individu atau kelompok yang berkepentingan dan
berpengaruh pada keputusan-keputusan perusahaan.
Siapa saja stakeholder perusahaan :
Para pengusaha dan mitra usaha
Petani dan perusahaan pemasok bahan baku
Organisasi pekerja yang mewakili pekerja
Pemerintah yang mengatur kelancaran aktivitas usaha
Bank penyandang dana perusahaan
Investor penanaman modal
Masyarakat umum yang dilayani
Pelanggan yang memberi produk
Prinsip prinsip etika dan perilaku bisnis

Kejujuran
Integritas
Memelihara janji
Kesetiaan
Kewajaran / keadilan

Suka membantu orang lain


Hormat kepada orang lain
Warga Negara yang bertanggung jawab
Mengejar keunggulan
Dapat dipertanggung jawabkan
d. Cara mempertahankan standar etika
Menciptakan kepercayaan perusahaan
Mengembangkan kode etik
Menjalankan kode etik secara adil dan konsisten
Melindungi hal perorangan
Mengadakan pelatihan etika
Melakukan audit etika secara periodic
Mempertahankan standar yang tinggi tentang tingkah laku, jangan hanya
aturan
Menghindari contoh etika yang tercela setiap saat dan diawali dari atasan
Menciptakan budaya yang menekankan komunikasi dua arah
Melibatkan karyawan dalam mempertahankan standar etika
e. Tanggung jawab perusahaan meliputi:
1. Tanggung jawab terhadap lingkungan
2. Tanggung jawab terhadap karyawan .Semua aktivitas sumber daya
manusia diarahkan pada tanggung jawab kepada karyawan, dengan
cara:
Mendengarkan dan menghormati pendapat karyawan
Memberikan umpan balik, baik yang positif maupun negative
Menceritakan kepada karyawan tentang kepercayaan.
Membiarkan karyawan mengetahui keadaan perusahaan yang
sebenarnya
Memberikan imbalan kepada karyawan yang baik
Memberikan kepercayaan kepada karyawan
3. Tanggung jawab terhadap pelanggan
Tanggung jawab perusahaan terhadap pelanggan meliputi dua kategori
yaitu:
Menyediakan barang dan jasa yang berkualitas
Memberikan harga produk yang wajar dan adil
Selain itu, perusahaan juga harus melindungi hak- hak pelanggan yaitu:
Hak untuk mendapatkan produk yang aman
Hak untuk mendapatkan informasi tentang segala aspek
Hak untuk didengar
Hak untuk memilih apa yang akan dibeli
4. Tanggung jawab terhadap investor
5. Tanggung jawab terhadap masyarakat

6. IDE KEWIRAUSAHAAN
Dalam megevaluasi ide untuk menciptakan nilai nilai potensial (peluang usaha),
wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua resiko yang akan terjadi
degan cara:

Pengurangan kemungkinan resiko melalui strategi ayng proaktif


Penyebaran resiko pada aspek yang paling mungkin
Pengelolaan resiko yang mendatangkan nilai dan manfaat

Sedangkan resiko resiko yang akan dihadapi adalah:

Resiko pasar
Resiko financial
Resiko teknik

Munculnya ide kewirausahaan :

Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan cara cara/ metode
lebih baik untuk melayani dan memuaskan pelanggan dalam memenuhi
kebutuhan
Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru
Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi bagaimana pekerjaan dilakukan
atau modifikasi cara melakukan suatu pekerjaan.
a. Sumber sumber potensial peluang
Agar ide ide yang masih potensial menjadi peluang bisnis yang riil, maka wirausaha
harus bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang usaha secara terus menerus
dengan cara proses penjaringan ide ( proses screening )
Langkah langkahnya adalah ;
1. Menciptakan produk baru yang berbeda
Dalam menciptakan produk baru yang berbeda langkah yang harus
dilakukan adalah:
1. Memperhatikan permintaan terhadap barang atau jasa yang
dihasilkan
2. Waktu penyerahan dan waktu permintaan barang atau jasa
Cara melakukan analsis pasar sebagai berikut :

Kemampuan untuk menganalisis demografi pasar


Kemampuan untuk menganilis sifat serta tingkah laku pesaing
Kemampuan untuk menganilisis keungggulan pesaing dan kevakuman
pesaing yang dianggap menciptakan peluang
2. Mengamati pintu peluang
Beberapa keadaan yang dapat menciptakan peluang:
Produk baru harus segera dipasarkan dalam jangka waktu relative
singkat
Kerugian teknik harus rendah

Bila pesaing tidak terlalu agresif untuk mengembangan strategi


produknya
Pesaing tidak memiliki teknologi canggih
Pesaing sejak awal tidak memiliki strategi dalam mempertahankan posisi
pasarnya
Perusahaan baru memiliki kemampuan dan sumber sumber untuk
menghasilkan produk barunya
3. Analisis produk dan proses produksi secara mendalam.
4. Menaksir biaya awal
5. Memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi
b. Bekal pengetahuan dan kompetensi kewirausahaan
Wirausaha meiliki fungsi sebagai :
1. Perencana
2. Pelaksana usaha
Ada lima alasan seseorang mulai merintis usaha
1.
2.
3.
4.
5.

7.

Factor keluarga pengusaha


Sengaja terjun menjadi pengusaha
Kerja sampingan
Coba coba
Terpaksa

Merintis usaha baru


Dalam merintis usaha baru, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Bidang dan jenis usaha yang dimasuki


Bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang akan dipilih
Tempat usaha yang akan dipilih
Metode evaluiasi alternative lokasi
Factor ruang method
Strategi lokasi pelayanan jasa
Organisasi usaha yang akan digunakan
Lingkungan usaha yang akan berpengaruh
Penjual
Perusahaan distribusi fisik
Agen jasa pemasaran
Perantara keuangan
Pesaing
Pasar pelanggan
Masyarakat
Masyarakat kauangan
Masyarakat media

8.

Masyarakat pemerintah
Masyarakat warga yang bertindak
Masyarakat local
Masyarakat umum
Masyarakat internal
Lingkungan makro

Membeli perusahaan yang sudah didirikan


Alasan memebeli perusahaan yang sudah ada:
Untuk mengurangi beberapa ketidak tentuan dan ketidaktahuan yang harus
dihadapi dalam memulai sebuah bisnis dari latar belakang tersebut
Untuk memperoleh sebuah bisnis dengan operasi yang sedang berjalan dan
mengembangkan hubungan dengan pelanggan dan pemasok
Untuk mengambangkan bisnis yang telah dikembangkan dengan harga dibawah
biaya untuk memulai sebuah bisnis baru
Penilaian sebuah bisnis:
1.
2.
3.
4.

9.

Penilaian berdasarkan aktiva


Penilaian berdasarkan pasar
Penilaian berdasarkan laba
Penilaian berdasarkan arus kas

franchising ( kerjasama manajemen / waralaba)

Franchising adalah suatu system pemasaran yang berkisar pada perjanjian sah
antara dua pihak yang salah satunya ( franchisee ) diberi hak istimewa untuk menjalankan
bisnis sebagai pemilik pribadi, tapi dengan syarat perusahaan dijalankan menurut metode
dan terminology yang dispesifikasikan oleh pihak yang lain ( franchisor)
Jenis jenis franchise:
a. Franchising produk dan merk
b. Franchising format
Kelebihan usaha franchising:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Pelatihan formal
Bantuan keuangan
Metode pemasaran yang telah terbukti
Bantuan manajemen
Jangka waktu permulaan bisnis lebih cepat
Tingkat kegagalan keseluruhan lebih rendah

Kekurangan Franchising :
a. Biaya franchising
b. Pembatasan pengoperasian bisnis
c. Hilangnya kebebasan

10.

Bisnis Keluarga
Keuntungan keterlibatan keluarga dalam bisnis
1. Memelihara nilai kemanusaiaan di tempat kerja
2. Memfokuskan pada pelaksanaan jangka panjang
3. Memperluas kualitas
BUdaya bisnis keluarga
1. Pendiri perusahaan menanamkan budaya perusahaan
2. Pola pola budaya
3. Suksesi budaya dan kepemimpinan
Ciri Ciri khusus manajemen perushaan keluarga
1. Kebutuhan akan manajemen yang baik
2. Karyawan non keluarga dalam perusahaan keluarga
3. Dewan keluarga
Keunggulan usaha kecil
1. Memiliki kebebasan untuk bertindak
2. Fleksibel
3. Tidak mudah goncang
Kelemahan usaha kecil
1. Kelemahan structural
2. Kelemahan cultural

Bab III
Hasil dan Pembahasan
3..1

Aktivitas Usaha
3.1.1. Pengumpulan Modal
Pada awal melakukan usaha ini kami melakukan pengumpulan modal untuk
menunjang kegiatan kewirausahaan yang akan kami lakukan. Mdal awal yang
berhasil kami kumpulkan adalah Rp. 30.000 dan beberapa lempengan marmer
bekas hiasan lemari.
3.1.2. Alat dan Bahan

Potongan batu marmer


Lem Alteco
Pisau
Papan Kayu

3.1.2. Pembuatan Produk


Awal berjalannya kegiatan dimulai dari proses pembuatan produk yaitu
hiasan lemari / pajangan dari batuan. Kegiatan ini kami laksanakan pada tanggal 11
Juni 2013. Pembuatan produk ini bermula dari pemililhan bahan batuan yang ingin
dipermak. Disini kami memiliki pajangan yang terbuat dari batuan marmer yang
sudah tidak terpakai dan kami berencana memoles dan menjual ulang pajangan
tersebut tetapi dengan tampilan baru dan dikemas agar lebih menarik. Marmer ini
berbentuk kepingan, fisiknya sudah dipotong pipih dan diberi pernis / Clear
sehingga permukaannya halus dan mengkilap. Pajangan tersebut kami potong
menjadi potongan potongan kecil. Sebagai perlengkapan penunjang selanjutnya
diperlukan papan kayu sebagai alas dasar pajangan, pisau, lem.
Setelah bahan dan alat telah siap, maka kami mulai membuat pajangan.
Pertama tama, kepingan marmer dibersihkan dan dicuci menggunakan sabun agar
membersihkan semua debu dan kotoran yang melekat sehingga tidak akan
mengganggu proses perekatan menggunakan lem nanti. Setelah dicuci, kemudian
lempengan marmer dijemur dan di lap hingga bersih dan kemudian masuk pada
proses perekatan.
Pada proses perekatan, digunakan dua buah lempengan marmer yang
sudah dibersihkan, salah satu lempengan akan menjadi alas untuk lempengan lain
yang diposisikan berdiri. Lem yang digunakan adalah lem Alteko 110 agar

menghasilkan daya lekat yang kuat. Salah satu sisi dari lempengan marmer di lem
lalu dilekatkan pada salah satu bidang marmer yang akan menjadi alas sambil
ditekan agar kedua lempeng dapat dapat melekat dengan sempurna sehingga
pajangan marmer dapat berdiri. Kemudian langkah langkah tersebut diulang untuk
lempengan lempengan marmer yang lain sehingga menghasilkan beberapa buah
pajangan marmer.

3.1.3. Metode Pemasaran


Metode Pemasaran yang kami lakukan yaitu dengan cara mempromosikan
langsung produk kami kepada calon pembeli. Metode ini kami pilih karena produk
yang kami jual hanya beberapa buah pajangan marmer.
Setelah itu kami menetukan range harga produk yang akan dijual. Kami
membedakan harga antara pajangan marmer berdasarkan ukuran dan tingkat
keindahahan dari pajangan marmer. Disini kami menetapkan harga yaitu:
Pajangan
Marmer A
( Rp. 20.000 )
Pajangan
marmer B
( Rp 24.000 )
Pajangan
Marmer C
( Rp.40.000 )

3.1.4. Pejualan Produk


Hari Rabu tanggal 12 Juni 2013 Kami melakukan penjualan produk kami pada
lokasi disekitar Kampus Uncen Fakultas Teknik setelah menyelesaikan kegiatan
perkuliahan. Pada proses ini hanya meliputi kegiatan seperti menemukan pembeli,
melakukan pengenalan produk, negosiasi harga, kemudian melakukan transaksi.
Pada saat itu kami mencoba menawarkan produk hasil karya kami kepada teman
teman disekitar lingkungan kampus. Kami melakukan penawaran langsung kepada
pembeli dengan cara memperkenalkan produk kami.

Pada hari itu, kami belum berhasil menjual satupun produk. Menurut kami
dikarenakan kami gagal membuat para calon pembeli tertarik untuk membeli produk
kami.
Pada hari kedua, Jumat 14 Juni 2013 kami merubah strategi pemasaran
kami. Pada saat itu, kami merubah target pemasaran pada teman teman dekat,
para tetangga ataupun keluarga. Kami pertimbangkan opsi tersebut dikarenakan
penjualan hari pertama yang gagal dengan target mahasiswa di kampus. Dengan
begitu kami mengharapkan dapat menarik calon pembeli dan meningkatkan
kemungkinan produk kami terjual.
3.2. Hasil
Berikut ini merupakan laporan keuangan hasil praktek lapangan mata kuliah
kewirausahaan.
Modal:
Laporan Keuangan Praktek Kewirausahaan
Nama Bahan
Modal
Alteko 110
Rp.5.000
Lempengan marmer
Rp. 0
Jumlah
Rp. 10.000

Pemasaran
Laporan keuangan praktek kewirausahaan
Pajangan Marmer A
Rp. 15.000
Pajangan marmer B
Rp. 20.000
Pajangan Marmer C
Rp. 35.000
Modal yang keluar
Rp. 5.000
Jumlah Keuntungan
Rp. 65.000

3.3.

Pembahasan

Kegiatan pada hari kedua memberikan hasil yang baik, saat itu kami berhasil menjual
ketiga produk yang kami tawarkan kepada pembeli. Pada proses penjualannya kami
melakukan sosialisasi dan penawaran hingga mengizinkan calon pembeli melakukan
negosiasi harga pada produk yang kami jual. Kami menerapkan sistem penjualan seperti itu
karena produk kami sulit untuk terjual. Setelah negosiasi dilakukan, harga pajangan marmer
A seharga Rp 15.000, pajangan marmer B seharga Rp.20.000 dan Pajangan marmer C
seharga Rp. 35.000. Dari harga tersebut memang hasil dari negosiasi menurunkan harga
sekitar Rp. 4000 Rp. 5000 dari harga yang sudah dipatok semula. Tetapi dilihat dari modal

yang dikeluarkan terbilang kecil dan proses pembuatan yang cukup mudah, lalu keuntungan
yang kami dapat dirasa cukup maka kami sepakat menjual dengan harga tersebut. Jadi
setelah terjual, kami mendapatkan keuntungan bersih sebanyak Rp. 65.000.

Bab IV
Kesimpulan dan Saran
4.1.

Kesmpulan

Kesimpulan dari kegiatan yang telah kami lakukan adalah bahwa mahasiswa sangat
memerlukan proses pembelajaran seperti ini. Menawarkan dan menjual produk kepada masyarakat
memiliki banyak manfaat untuk menjadi seorang wirausaha yang handal dan sukses. Bahkan dapat
kami simpulkan bahwa modal bukan lah segalanya dalam dunia usaha seperti ini, asal ada kemauan
dan keinginan untuk berusaha pasti kita bisa melakukannya. Hanya saja kita harus benar-benar
dapat melihat dan menggunakan peluang yang ada serta berbagai hal yang penting. Disini kami
merasakan bahwa menjual produk yang bukan dikonsumsi seperti hiasan dari batuan yang kami jual
sedikit sulit untuk diterima oleh para pembeli. sehingga kami harus sedikit cerdik dalam berjualan.
Mengubah target penjualan pada rekan, keluarga dekat, bahkan harus dengan sedikit sosialisasi dan
negosiasi harga supaya produk kami dapat diterima dan terjual ke konsumen. Disini bisa
disimpulkan, berwirausaha harus disertai dengan kesabaran dan kecerdasan dalam melihat peluang
yang ada dan digunakan untuk dapat meraih keuntungan.

4.2

Saran

Saran yang ingin kami sampaikan yaitu semoga dalam perkuliahan kewirausahaan
selanjutnya kegiatan Praktek Lapangan ini tetap bisa dilaksanakan dan ditingkatkan lebih lagi.
Kegiatan ini bermanfaat karena dapat melatih jiwa wirausaha dalam diri setiap mahasiswa, sehingga
mahasiswa kedepannya nanti dapat membuka lapangan usaha sendiri.