Anda di halaman 1dari 17

LLlLNN

LEMBAR KERJA SISWA


HAKIKAT ILMU KIMIA DAN PERANANNYA

KELAS:

KELOMPOK:

ANGGOTA:
1.
2.
3.
4.
5.

MATERI AJAR

A. Ilmu Kimia dan Peranannya


Ilmu kimia merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam yang mempelajari
struktur dan sifat materi (zat), perubahan materi (zat) dan energi yang menyertai
perubahan tersebut.
Memasuki abad ke-21, ilmu kimia tetap mempunyai peranan yang sangat
penting pada semua bidang pengetahuan alam. Terdapat empat bidang utama yang akan
menjadi pembicaraan utama pada abad ke-21 ini, yaitu bidang kesehatan dan
kedokteran, energi dan lingkungan, teknologi bahan, bahan pangan dan pertanian.
1.

Kesehatan dan Kedokteran

Masalah utama dari kesehatan adalah bagaimana usaha manusia untuk secara
preventif menghindarkan diri dari penyakit. Usaha yang dilakukan manusia adalah
menciptakan vaksin untuk penyakit-penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan
bakteri.
2.

Energi dan Lingkungan

Secara teoritis energi merupakan produk dari proses kimia, dan kebutuhan akan
energi selalu meningkat dari waktu ke waktu. Sumber energi utama di dunia saat ini
adalah energi fosil (minyak bumi dan batu bara) yang diperkirakan akan habis pada 50100 tahun yang akan datang.
Pemanfaatan fosil (minyak bumi dan batu bara) dapat menimbulkan
permasalahan lingkungan. Oleh karena itu para ahli kimia melakukan penelitian untuk
menciptakan baterai yang bisa menyimpan dan menghasilkan energi listrik yang cukup
besar dan lama untuk menggerakkan mobil listrik.
3.

Teknologi Bahan

Bermodal pemahaman yang baik tentang struktur zat, para ahli kimia berperan
penting dalam penemuan material-material baru yang mendukung perkembangan
teknologi, misalnya penemuan polimer (plastik, karet, nilon), penemuan Kristal cair
atau LCD (Liquid Crystal Display),penemuan telpon genggam dan komputer.

4.

Bahan Pangan dan Pertanian

Pangan adalah kebutuhan primer manusia yang dihasilkan dari industry


pertanian. Pemanfaatan lahan pertanian yang terus menerus tanpa pola tanam yang
benar akan berakibat tanah menjadi kurang subur dan mengakibatkan produksi hasil
pertanian tidak maksimal. Oleh karena itu para ahli kimia berusaha menciptakan pupuk
sintesis yang baik sehingga dapat meningkatkan hasil pertanian tanpa merusak
lingkungan.

B. Hakikat Ilmu Kimia


Ilmu kimia merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam yang mempelajari
struktur dan sifat materi (zat), perubahan materi dan energi yang menyertai perubahan
tersebut.

C. Metode Ilmiah dan Bekerja di Laboratorium Kimia


Ilmu kimia adalah ilmu yang berlandaskan eksperimen. Oleh karena itu,
laboratorium akan sangat membantu dalam mempelajari ilmu kimia. Untuk siswa SMA,
laboratorium akan membantu memahami konsep-konsep kimia, membuktikan berbagai
konsep dan melakukan penelitian sederhana.
Metode Ilmiah
Metode ilmiah atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai scientific
method adalah

proses

berpikir

untuk

memecahkan

masalah

secara

sistematis,empiris, dan terkontrol.


Metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan berencana, maka terdapat
langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya.
Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga.
Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
1.Merumuskan masalah.
2. Mengumpulkan data/ melakukan pengamatan
3. Merumuskan hipotesis
4. Menguji hipotesis.
5. Merumuskan kesimpulan

1. Merumuskan Masalah
Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran akan adanya
masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.
Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan memudahkan orang yang
melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya, menganalisis
data tersebut, kemudian menyimpulkannya.
2. Mengumpulkan Data/ Melakukan Pengamatan
Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda dari tahapan-tahapan
sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan di lapangan.
3. Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang masih
memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Rumusan hipotesis
yang jelas dapat membantu mengarahkan pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah.

4. Menguji Hipotesis
Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban sementara dari
suatu permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah pada hakekatnya merupakan
sebuah proses pengujian hipotesis.
5. Merumuskan Kesimpulan
Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah adalah
kegiatan perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan harus bersesuaian dengan masalah
yang telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan atau simpulan ditulis dalam bentuk
kalimat deklaratif secara singkat tetapi jelas.

Pengenalan Alat Laboratorium

Berbagai Alat Laboratorium dan Penggunaannya


Alat

Kegunaan

Keterangan

Untuk
menyiapkan
larutan yang akan
digunakan.
Untuk
tempat
mereaksikan
zat
dalam volume yang
banyak.
Untuk melarutkan zat
padat ke dalam air
dalam
proses
pembuatan larutan.

Terdapat
beberapa
jenis ukuran: 50 mL,
100 mL, 200 mL,
500 mL, dan 1000
mL.

Untuk
wadah
(menyimpan) larutan
yang akan digunakan.
Untuk mereaksikan
larutan.
Untuk
melakukan
titrasi.

Terdapat
beberapa
jenis ukuran: 50 mL,
100 mL, 200 mL,
dan 500 mL.

Gelas kimia (Gelas Beker)

Labu erlenmeyer
beberapa
Alat
pengukur Terdapat
jenis ukuran: 5 mL,
volume cairan.
10 mL, 25 mL, 50
mL, 100 mL, 200
mL, dan 500 mL.

Silinder ukur (Gelas ukur)

Pipet Gondok

Pipet
gondok
digunakan
untuk
mengambil
larutan
dengan
volume
tertentu sesuai ukuran
pipet gondok.
Pipet
volumetri
digunakan
untuk
mengambil
cairan
dengan
volume
tertentu
dengan
ketelitian lebih tinggi.

Terdapat
beberapa
jenis ukuran: 10 mL,
25 mL, 50 mL, dan
100 mL.

Untuk
mengukur
volume cairan dengan
teliti.
Untuk
membuat
larutan
dengan
volume tertentu dan
ketelitian tinggi.

Terdapat
beberapa
jenis ukuran: 10 mL,
25 mL, 50 mL, 100
mL, 500 mL dan
1000 mL.
Hanya
untuk
mengukur
sesuai
dengan ukuran yang
tertera pada alat.

Tabung
reaksi
digunakan
untuk
tempat mereaksikan
zat dalam jumlah
sedikit.
Rak tabung reaksi
digunakan
untuk
menempatkan tabung
reaksi.

Ukuran
kecil,
sedang, dan besar.
Harus ditempatkan
pada rak tabung
reaksi.

Labu ukur (Labu takar)

Tabung Reaksi dan Rak


Tabung Reaksi

Untuk
menjepit Ada yang terbuat
tabung reaksi pada dari kayu dan logam.
saat pemanasan.

Penjepit tabung reaksi


Sebagai alat untuk Untuk mematikan api
pemanas
dengan tidak perlu ditiup,
tetapi cukup ditutup
bahan bakar spritus.
dengan
penutup

sumbunya.

Lampu spritus

Corong

Alat bantu untuk


menuang cairan dari
wadah yang bermulut
lebar ke wadah yang
bermulut kecil.
Alat untuk menyaring
dan
memisahkan
endapan
dari
cairannya.

Apabila digunakan
sebagai
alat
penyaring
harus
disertai
dengan
kertas saring.

Dipasang di atas
lampu
spiritus
sebagai
penyangga
wadah yang berisi
cairan
yang
dipanaskan.
Harus
dilengkapi
dengan
kasa asbes.
Kaki tiga (tripot)

Botol reagen dan botol


semprot

Botol
reagen
merupakan
tempat
untuk
menyimpan
larutan atau zat
cair.
Botol semprot
berisi air suling
(aquadest) yang
digunakan
untuk mencuci,
menyemprot,
dan menambah
akuades dalam
jumlh sedikit.
Untuk
menghaluskan
(menggerus) zat
padat.

Fungsi botol semprot


tergantung
pada
isinya. Bila berisi
larutan
pencuci
fungsinya
untuk
mencuci, bila isinya
akuades bisa untuk
membilas
atau
menambahkan
akuades.

Hati-hati
jangan
terlalu keras bila
menggerus zat padat
karena alunya mudah

patah.

Lumpang porselen

Untuk
menimbang zat

Untuk
wadah
zat padat yang
akan ditimbang
dengan
menggunakan
neraca.

Ada dua jenis skala


Digunakan
untuk mengukur
suhu.

Zat yang ditimbang


harus
diletakkan
pada kaca arloji atau
gelas kimia, tidak
boleh
diletakkan
secara langsung.

Neraca Ohauss

Kaca arloji

Termometer
Selain alat-alat dalam laboratorium, tersedia juga bahan-bahan kimia yang
berupa zat padat, cair, atau larutan. Zat-zat tersebut ditempatkan dan disimpan
dalam wadah khusus dan harus diperlakukan dengan cara yang khusus pula. Ada
zat yang harus disimpan dalam botol gelap karena bila terkena cahaya matahari
akan rusak. Larutan ada yang berupa larutan encer dengan kadar yang tertera
pada labelnya, dan ada larutan yang sangat pekat. Beberapa larutan pekat sangat
berbahaya, misalnya larutan asam sulfat pekat, asam klorida pekat, amonia
pekat, asam asetat pekat, dan asam nitrat pekat.

Bahan kimia berdasarkan sifatnya dikelompokkan menjadi beberapa jenis


seperti pada tabel berikut:
Sifat bahan kimia
Mudah
(explosive)

Contoh

Lambang

meledak Asetilena, amonium nitrat

Pengoksidasi (oxidizing)

Aseton, asam sulfat

Karsinogenik
Benzena, asbes, metanol
(carcinogenic: memicu
timbulnya sel kanker)

Mudah
terbakar Etil eter, propana
(Extremelyflammable)

Sangat beracun (toxic)

Merkuri,
klorin,
kalium
sianida, hidrogen sulfida,
nitrobenzene dan atripin.

Korosif(corrosive)

Asam
klorida

asetat,

aluminium

Menyebabkan
(irritant)

iritasi Amonia, belerang dioksida

Radioktif

Karbon-14,
plutonium

Bahan berbahaya
lingkungan

Mudah
(flammable)

uranium,

dan

bagi Lingkungan
yang
dapat
menyebabkan efek tiba-tiba
atau dalam sela waktu tertentu
pada
satu
kompartemen
lingkungan atau lebih.

terbakar Minyak terpentin

Mudah
terbakar Aseton dan Logam natrium.
(Highly flammable)

Jangan dihirup(Inhalation
Hazard).

Harmful

Acrylamide,
Amonium
fluorosilicate,Chloroanisidines

Poison gas

Chlorine, Methil
Nitric oxide.

Poison

Cyanohydrin,
Calcium
cyanide, Carbon tetrachloride.

bromide,

Spontaneously
Combustible
(Secara spontan mudah
terbakar )
Non flammable gas Carbon dioxide, nitrogen, air
(gas yang tidak mudah
terbakar)

Flammable
Gas Hydrogen acetylene
(Gas mudah terbakar )

Flammable
Liquid
(Cairan mudah terbakar )

Alcohol,
aseton,
xylene,
toluene, ethanol, methanol,
hexane, acetonitrile.

Organic Peroxide
(Peroksida organik)

Asam peroksiasetat

Pada umumnya, bahan kimia di laboratorium bersifat racun. Oleh karena


itu, penggunaannya dalam praktikum harus sesuai dengan petunjuk dan arahan
dari guru atau petugas laboratorium. Hindarkan kontak langsung dengan bahan
kimia, jangan mengambil langsung bahan kimia dengan tangan, tetapi gunakan
alat yang tersedia, misalnya pipet untuk zat cair dan sendok (spatula) untuk zat
padat. Jangan membaui bahan kimia secara langsung apalagi mencicipi bahan
kimia tersebut.

Keselamatan kerja di Laboratorium


Dalam laboratorium kimia sangat banyak bahan-bahan
berbahaya. Oleh karena itu harus berhati-hati dalam melakukan
kegiatan-kegiatan dalam laboratorium. Untuk menghindari terjadi
hal-hal yang tidak diinginkan berikut beberapa hal yang perlu
diperhatikan ketika berada dalam laboratorium, yakni:
1) Membaca

petunjuk

praktikum

atau

merencanakan

percobaan yang akan dilakukan sebelum memulai praktikum.


2) Menggunakan peralatan kerja (kacamata, jas praktikum, sarung tangan, dan
sepatu tertutup).
3) Bagi wanita yang berambut panjang, diharuskan mengikat rambutnya.
4) Dilarang makan dan minum di dalam laboratorium.
5) Menjaga kebersihan meja praktikum dan lingkungan laboratorium.
6) Membiasakan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih terutama sehabis
praktikum.
7) Bila kulit terkena bahan kimia, jangan digaruk agar tidak menyebar.
8) Pastikan bahwa kran gas tidak bocor sewaktu hendak menggunakan bunsen.
9) Pastikan bahwa kran air selalu dalam keadaan tertutup sebelum dan sesudah
melakukan praktikum.

D. Materi dan Klasifikasinya


Materi merupakan segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai
massa. Materi ada yang dapat dilihat dan diraba misalnya air, tanah, dan mobil. Materi
juga ada yang tidak dapat dilihat, tetapi dapat dirasakan misalnya udara. Cahaya tidak
termasuk materi sebab cahaya tidak menempati ruang dan juga tidak memiliki massa.
Materi dikelompokkan berdasarkan komposisi dan sifatnya. Secara umum
materi dibedakan menjadi campuran, senyawa, unsure, atom, dan molekul.
1.

Campuran, senyawa, dan unsur


Campuran merupakan gabungan dua zat atau lebih yang sifat-sifat zat
penyusunnya tidak berubah.
Campuran terdiri dari 2 jenis yaitu:
-

Campuran homogen (serba sama). Contoh: campuran air dan gula

Campuran heterogen. Contoh: campuran beras dan kacang hijau.

Unsur merupakan zat tunggal yang paling sederhana. Contoh: Unsur


Natrium, besi, dll.
Senyawa adalah zat tunggal yang terbentuk dari gabungan dua unsur atau
lebih melalui reaksi kimia dengan perbandingan tertentu dan tetap. Contoh:
karbon dioksida.
2.

Partikel-partikel Materi
Materi tersusun dari partikel-partikel materi, yaitu bagian terkecil dari
materi yang masih mempunyai sifat materi tersebut. Penyusun materi dapat
berupa molekul unsur, molekul senyawa, atom, dan ion.

3.

Atom, Molekul, dan Ion


Atom merupakan bagian terkecil dari suatu unsur yang tidak dapat dibagi
lagi tetapi masih mempunyai sifat-sifat unsur tersebut.
Molekul adalah gabungan dari atom-atom. Gabungan atom-atom yang
sejenis disebut molekul unsur, sedangkan gabungan dari atom-atom yang
tidak sejenis disebut molekul senyawa.
Ion adalah atom atau sekelompok atom yang bermuatan listrik. Beberapa
senyawa tertentu tidak tersusun atas molekul tetapi tersusun atas ion-ion.

INFO KIMIA

Kasus Penyakit Aneh di Minamata Jepang


(Contoh Penerapan Metode Ilmiah)

Pada sekitar tahun 1958 terjadi masalah (kasus) wabah penyakit di kota
Minamata Jepang, dimana ratusan orang mati akibat penyakit yang aneh dengan gejala
kelumpuhan syaraf. Mengetahui hal tersebut, maka para ahli kesehatan meneliti hal
tersebut yaitu melalui cara:
1. Menemukan masalah yang harus segera diamati dan dicari penyebabnya.
2. Melakukan pengamatan
Melalui pengamatan yang mendalam tentang gejala penyakit dan kebiasaan
orang Jepang (pola makan) dan didasarkan pada penyebabnya yang mirip
dengan orang keracunan logam berat khususnya air raksa, maka dapat diprediksi
bahwa penyakit tersebut disebabkan keracunan air raksa.
3. Menyusun hipotesis (kesimpulan sementara)
Dari kebudayaan setempat diketahui bahwa orang Jepang mempunyai kebiasaan
mengonsumsi ikan laut dalam jumlah yang banyak. Dari data sosial tersebut
maka dapat ditarik suatu hipotesis bahwa penyakit minamata disebabkan oleh
logam berat (air raksa) yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui ikan-ikan
yang tercemar air raksa.
4. Melakukan eksperimen
Eksperimen bertujuan untuk membuktikan benar tidaknya hipotesis tersebut.
Setelah dilakukan penelitian didapatkan fakta bahwa air laut dan ikan-ikan di
teluk Minamata mengandung air raksa dengan kadar yang tinggi.
5. Menarik kesimpulan/ teori
Kemudian disusun suatu teori bahwa penyakit tersebut diakibatkan oleh
keracunan logam merkuri akibat adanya ikan yang mengandung merkuri. Ikan
tersebut mengandung merkuri akibat adanya orang atau pabrik yang membuang
merkuri ke laut.

LLlLNN

LEMBAR KERJA SISWA


HAKIKAT ILMU KIMIA DAN PERANANNYA

KELAS:

KELOMPOK:

ANGGOTA:
1.
2.
3.
4.
5.

Petunjuk: Kerjakan soal di bawah ini secara berkelompok!


1. Apa manfaat ketika mempelajari ilmu kimia?
Jawab:
...
...................
...........................................................................................................................

2. Sebutkan contoh peranan ilmu kimia dalam berbagai bidang kehidupan! (minimal 4)
Jawab:
...
...................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
...............................................................................................................

3. Jelaskan pengertian metode ilmiah dan langkah-langkahnya!


Jawab:

...................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................

4. Jelaskan perbedaan antara:


a.

senyawa dan campuran

b. Atom, molekul, dan ion


Jawab:
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................

-Selamat mengerjakan, Good Luck!-