Anda di halaman 1dari 3

Fungsi Tali Pusat dan Pengertiannya

Posted on 07/12/2012 by iksan

Tali pusat atau funiculus umbilicalis adalah saluran


kehidupan bagi janin selama dalam kandungan, sehingga zat-zat gizi dan oksigen dapat masuk
ke tubuh janin. Pada hari ke-14 pasca konsepsi, diskus embrio, kantong amnion danyolk
salc menyatu dengan villi korion melalui connecting stalk kemudian akan menjadi tali pusat.
Struktur Tali Pusat
Tali pusat terdapat antara pusat janin dan permukaan fetalplasenta. Warnanya dari luar putih dan
merupakan tali yang berpilin. Panjangnya 55 cm (30 100 cm) dan diameter 1 1,5 cm.
Pembuluh-pembuluh darahnya biasanya lebih panjang dari tali pusatnya sendiri sehingga pembuluh
berkelok-kelok. Kadang-kadang menimbulkan tonjolan pada permukaan tali pusat dan diberi nama
simpul palsu.
Insersi/letak tali pusat ke plasenta :
1. Tengah : insertio sentralis
2. Sedikit ke samping: insertio paracentralis
3. Samping : insertio lateralis
4. Pinggir : insertio marginalis
5. Di luar plasenta/di selaput janin : insertio velamentosa
Kelainan Letak Tali Pusat
Tali pusat secara normal berinsersi di bagian sentral ke dalam permukaan fetal plasenta. Namun, ada
beberapa yang memiliki kelainan letak seperti:
1. Insersi tali pusat Battledore
2. Insersi tali pusat Velamentous
Insersi tali pusat Battledore
Pada kasus ini tali pusat terhubung ke paling pinggir plasenta seperti bentuk bet tenis meja. Kondisi
ini tidak bermasalah kecuali sambungannya rapuh.

Insersi tali pusat Velamentous


Tali pusat berinsersi ke dalam membran agak jauh dari pinggir plasenta. Pembuluh
darahumbilikus melewati membran mulai dari tali pusat ke plasenta. Bila letak plasenta normal, tidak
berbahaya untuk janin, tetapi tali pusat dapat terputus bila dilakukan tarikan pada penangananaktif di
kala tiga persalinan.
Tali pusat terdiri atas dua arteri umbilikalis (mengembalikan produk sisa dari fetus ke plasenta, di
mana produk sisa tersebut diasimilasi ke dalam peredaran darah maternal untuk diekskresikan) dan
satu vena umbilikalis (membawa oksigen dan memberi nutrien ke sistem
peredaran darahfetus dari darah maternal, yang terletak di dalam spatium choriodeciduale).
Bagian luar tali pusat berasal dari lapisan amnion, sedangkan bagian dalam terdapat jaringan lembek
(selai warthon), melindungi dua arteri umbilikalis dan satu vena umbilikalis dalam tali pusat.
Fungsi Tali Pusat
Tali pusat mempunyai fungsi sebagai:
1. Media transportasi nutrisi dan oksigen dari plasenta ke tubuh janin
2. Media transportasi untuk pengeluaran sisa metabolisme janin ke tubuh ibu
3. Media transportasi zat antibodi dari ibu ke janin
4. Media transportasi zat antibodi dari ibu ke janin
Sirkulasi Tali Pusat
Fetus dalam rahim ibu mempunyai dua kebutuhan yang harus dipenuhi yaitu oksigen dan nutrisiserta
membuang produk sisa yang dihasilkan oleh sel-selnya. Struktur yang bertanggungjawab memenuhi
kebutuhan fetus adalah plasenta. Plasenta mempunyai banyak vilus yang tumbuh dari membran,
menyelimuti fetus dan menembus dinding uterus yaitu endometrium.
Endometrium kaya dengan aliran darah ibu. Jaringan kapilari darah fetus berada di dalam
vilus.Darah yang kaya oksigen dan nutrien dibawa melalui vena umbilicalis. Sebaliknya darah yang
sampai ke vilus dari fetus melalui arteri umbilicalis dalam tali pusat, mengandung produk sisa seperti
karbon dioksida dan urea. Produk sisa ini akan meresap ke membran dan masuk darahibu. Darah ibu
dan darah fetus dalam vilus sangat rapat, akan tetapi kedua darah tersebut tidak bercampur karena
dipisahkan oleh suatu membran.
Oksigen, air, glukosa, asid amino, lipid, garam mineral, vitamin, hormon, dan antibodi dari darahibu
perlu menembus membran ini dan memasuki kapilari darah fetus yang terdapat dalam vilus. Selain
oksigen dan nutrien, antibodi dari darah ibu juga meresap ke

dalam darah fetus melaluiplasenta. Antibodi ini melindungi fetus dan bayi yang dilahirkan daripada
jangkitan penyakit.
Demikian artikel mengenai Fungsi Tali Pusat dan Pengertiannya semoga bermanfaat
http://fungsi.info/fungsi-tali-pusat-dan-pengertiannya/