Anda di halaman 1dari 6

Teori Filosofi Keperawatan Jean Watson

Posted on 18 Maret 2011 by andaners


TEORI FILOSOFI KEPERAWATAN
JEAN WATSON
A. Dasar Pemikiran
1. Filosofi / Keyakinan
Keperawatan menurut Jean Watson adalah
.Human science of person and human health-illness experiences that are mediated by
professional, personal, scientific, esthetic, and ethical human are transaction..
Keperawatan sebagai sains tentang human care didasarkam pada asumsi bahwa human science
and human care merupakan domain utama dan menyatukan tujuan keperawatan. Sebagai human
science keperawatan berupaya mengintegrasikan pengetahuan empiris dengan estetika,
humanities, dan kiat/art (Watson, 1985). Sebagai pengetahuan tentang human care fokusnya
untuk mengembangkan pengetahuan yang menjadi inti keperawatan, seperti yang dinyatakan
oleh Watson (1985) human care is the heart of nursing. Pandangan tentang keperawatan
sebagai science tentang human care adalah komprehensif. Ini termasuk pengembangan
pengetahuan sebagai basis dalam area:
1. Pengkajian terhadap kondisi manusia
2. Implikasi dari pengalaman manusia dan responnya terhadap kondisi sehat sakit.
3. Telaah terhadap pengelolaan kondisi-kondisi yang menyertainya
4. Deskripsi dari atribut-atribut caring relationship
5. Studi tentang sistem bagaimana human care harus diwujudkan.
Dalam pandangan keperawatan Jean Watson, manusia diyakini sebagai person as a whole, as a
fully functional integrated self. Jean Watson mendefinisikan sehat sebagai kondisi yang utuh
dan selaras antara badan, pikiran, dan jiwa, ini berkaitan dengan tingkat kesesuaian antara diri
yang dipersepsikan dan diri yang diwujudkan. Dari beberapa konsep sehat sakit di atas dapat
dikemukakan beberapa hal prinsip, antara lain:
1. Sehat menggambarkan suatu keutuhan kondisi seseorang yang sifatnya multidimensional,
yang dapat berfluktuasi tergantung dari interrelasi antara faktor-faktor yang mempengaruhi.
2. Kondisi sehat dapat dicapai, karena adanya kemampuan seseorang untuk beradaptasi terhadap
lingkungan baik internal maupun eksternal.
3. Sehat tidak dapat dinyatakan sebagai suatu kondisi yang terhenti pada titik tertentu, tetapi
berubah-ubah tergantung pada kapasitasnya untuk berfungsi pada lingkungan yang dinamis.
Fokus keperawatan ditujukan pada promosi kesehatan dan penyembuhan penyakit dan dibangun
dari sepuluh factor carativ, yang meliputi :
a. Pembentukan sistem humanistic dan altruistic.
Pembentukan sistem nilai humanistic dan altruistic dalam diri seseorang dapat dinilai pada usia
dini. Dimana nilai-nilai ini didapatkan dari orang tua. Sistem nilai humanistic altruiistic
ditingkatkan melalui pengalaman hidup seseorang, proses pembelajar dan paparan terhadap nilainilai kemanusiaan.
b. Penanaman (melalui pendidikan) faith-Hope
Merupakan hal yang sangat penting dalam caratif dan curatif. Perawat perlu selalu memiliki
positif thingking sehingga dapat menularkan kepada klien yang akan membantu meningkatkan
kesembuhan dan kesejahteraan klien.

c. Pengembangan sensisitifitas atau kepekaan diri kepada orang lain,


karena pikiran dan emosi seseorang adalah jendela jiwa.
d. Pengembangan hubungan yang bersifat membantu dan saling percaya (a helping trust
relationship)
Sebuah hubungan saling percaya digambarkan sebagai hubungan yang memfasilitasi untuk
penerimaan perasaan positif dan negatif yang termasuk dalam hal ini, kejujuran, empati,
kehangatan dan komunikasi efektif.
e. Meningkatkan dan saling menerima pengungkapan ekspresi perasaan, baik ekpresi
perasaan positif maupun negatif.
f. Menggunakan metode ilmiah dan menyelesaikan masalah dan pengambilan keputusan,
g. Meningkatkan dan memfasilitasi proses belajar mengajar yang bersifat interpersonal.
h. Menciptakan lingkungan yang mendukung, melindungi dan meningkatkan atau
memperbaiki keadaan mental, sosial, kultural dan lingkungan spiritual.
i. Membantu pemenuhan kebutuhan dasar manusia dengan antusias (kebutuhan-kebutuhan
survival, fungsional, integratif dan grup)
j. Mengembangkan kekuatan faktor excistensial phenomenologic
Dalam praktek keperawatan caring ditujukan untuk perawatan kesehatan yang holistik dalam
meningkatkan kontrol, pengetahuan dan promosi kesehatan.
2. Asumsi dasar
Asumsi dasar teori watson terletak pada 7 asumsi dasar yang menjadi kerangka kerja dalam
pengembangan teori; yaitu:
a. Caring dapat dilakukan dipraktekkan secara interpersonal
b. Caring meliputi faktor-faktor caratif yang dihasilkan dari kepuasan terhadap pemenuhan
kebutuhan dasar manusia.
c. Caring yang efektif akan menigkatkan status kesehatan dan perkembangan individu dan
keluarga.
d. Respon caring adalah menerima seseorang tidak hanya sebagai seseorang berdasarkan saat ini
tetapi seperti apa dia mungkin akan menjadi dimasa depannya.
e. Caring environment, menyediakan perkembangan potensi dan memberikan keluasan memilih
kegiatan yang terbaik bagi diri seseorang dalam waktu yang telah ditentukan.
f. Caring bersifat healthogenic daripada sekedar curing. Praktek caring mengitegrasikan
pengetahuan biopisikal dan perilaku manusia untuk meningkatkan kesehatan. Dan untuk
membantu pasien yang sakit, dimana caring melengkapi curing.
g. Caring merupakan inti dari keperawatan.
B. Komponen Model
Nilai-nilai yang mendasari konsep caring menurut Jean Watson meliputi:
1. Konsep tentang manusia
Manusia merupakan suatu fungsi yang utuh dari diri yang terintegrasi (ingin dirawat, dihormati,
mendapatkan asuhan, dipahami dan dibantu)
Manusia pada dasarnya ingin merasa dimiliki oleh lingkungan sekitarnya merasa dimiliki dan
merasa menjadi bagian dari kelompok atau masyarakat, dan merasa dicintai dan merasa
mencintai.
2. Konsep tentang kesehatan
Kesehatan merupakan kuutuhan dan keharmonisan pikiran fungsi fisik dan fungsi sosial.
Menekankan pada fungsi pemeliharaan dan adaptasi untuk meningkatkan fungsi dalam

pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Kesehatan merupakan keadaan terbebas dari keadaan


penyakit, dan Jean Watson menekankan pada usaha-usaha yang dilakukan untuk mencapai hal
tersebut.
3. Konsep tentang lingkungan
Berdasarkan teori Jean Watson, caring dan nursing merupakan konstanta dalam setiap keadaan di
masyarakat. Perilaku caring tidak diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya, akan tetapi
hal tersebut diwariskan dengan pengaruh budaya sebagai strategi untuk melakukan mekanisme
koping terhadap lingkungan tertentu.
4. Konsep tentang keperawatan
Keperawatan berfokus pada promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan caring ditujukan untuk
klien baik dalam keadaan sakit maupun sehat.

Teori keperawatan Menurut Jean Watson


Posted on 18 Maret 2011 by andaners
MANUSIA sebagai FOKUS SENTRAL
Keperawatan sebagai sains tentang human care didasarkan pada asumsi bahwa human science
and human care merupakan domain utama dan menyatukan tujuan keperawatan. Sebagai human
science keperawatan berupaya mengintegrasikan pengetahuan empiris dengan estetia, humanities
dan kiat/art (Watson,1985). Sebagai pengetahuan tentang human care fokusnya untuk
mengembangkan pengetahuan yang menjadi inti keperawatan, seperti dinyatakan oleh Watson
(1985) human care is the heart of nursing. Pandangan tentang keperawatan sebagai sains tentang
human care adalah komprehensif. Ini termasuk pengembangan pengetahuan sebagai basis dalam
area-area :
1. Pengkajian terhadap kondisi manusia
2. Eksplikasi dari pengalaman manusia dengan, dan responnya terhadap berbagai kondisi sehatsakit
3. Telaah terhadap pengelolaan kondisi-kondisi yang menyertainya
4. Deskripsi dari atribut-atribut caring relationship
5. Studi tentang sistem untuk bagaimana human care mesti diwujudkan
Dalam eksplikasi sains tentang human care pencarian harus termasuk beragam metoda untuk
memperoleh pemahaman utuh dari human phenomena. Pencarian ini harus memfasilitasi
integrasi pengetahuan dari biomedical,perilaku,sosiokultural, seni dan humaniora untuk
menemukan pengetahuan keperawatan baru. Melalui strategi integrasi dan analisis, dunia

objektifitas dapat dihubungkan dengan dunia subjektif dari pengalaman manusia untuk mencapai
linkage ini. Perspektif tentang human science memberi kesempatan bagi pemikir/peneliti
keperawatan untuk melakukan telaah terhadap keilmuan keperawatan dan arahnya, guna
meletakkan dasar-dasar subject matter serta tanggung jawab ilmiah dan sosialnya. Melalui
perspektif ini, kajian terhadap makna,nilai etika tentang manusia, kesehatan dan keperawatan
dapat dilakukan.
Dalam pandangan keperawatan manusia diyakini sebagai person as a whole, as a fully functional
integrated self. Dalam konsep holism ini, manusia dilihat sebagai sosok yang utuh, ..the
human is viewed as greater than, and different from, the sum of his or her parts .
(Watson,1985:14) yang bermakna bahwa keberadaan berbagai aspek dari diri seorang manusia,
secara bersama-sama berfungsi dan berespon untuk mewujudkan keutuhannya. Karena keutuhan
ini maka manusia itu unik, berbeda dari manusia lain. Manusia juga diyakini sebagai sistem
terbuka (openned system), yang berinteraksi dengan manusia lain dan lingkungannya secara
dinamis, berkesinambungan dan itu semua penting untuk perkembangan personalnya. Pandangan
dasar tentang manusia ini, yang dalam paradigma keperawatan merupakan fokus sentral pada
saatnya memberi arah pada eksplorasi tentang human science , human responses (to health and
illness) dan human care serta menuntun perawat untuk memahami dan memperlakukan manusia
lain (klien) secara utuh, unik dan manusiawi.
SEHAT/KESEHATAN
Watson (1985:48) menyatakan sehat sebagai unity and harmony within the mind,body and soul.
Its also associated with the degree of congruence between the self as perceived and the self as
experienced, Such a viewed of health focuses on the entire nature of the individual in his or her
physical,social.esthetic and moral realms-instead of just certain aspects oh human behavior and
physiology. Definisi tersebut mengungkap bahwa sehat merupakan kondisi yang utuh dan selaras
antara badan,pikiran dan jiwa; dan ini berkaitan dengan tingkat kesesuaian antara diri yang
dipersepsikan dan diri yang diwujudkan. Pandangan tentang kesehatan berfokus pada individu
secara utuh meliputi hal-hal yang bersifat fisik,sosial,etis dan moral, tidak sekedar berfokus pada
aspek-aspek perilaku dan fisiologi manusia semata. Dari beberapa konsep sehat (dan
sakit/illness) diatas dapat dikemDari beberapa konsep sehat (dan sakit/illness) diatas dapat
dikemukakan beberapa hal prinsip antara lain :
Sehat menggambarkan suatu keutuhan kondisi seseorang yang sifatnya multidimensional, yang
dapat berfluktuasi tergantung dari interrelasi antara faktor-faktor yang mempengaruhi.
Kondisi sehat dapat terwujud bila kebutuhan dasar manusiawinya terpenuhi
. Kondisi sehat dapat dicapai karena adanya kemampuan seseorang untuk beradaptasi terhadap
lingkungan baik internal maupun eksternal.
Sehat tidak dapat dinyatakan sebagai suatu kondisi yang berhenti pada titik tertentu, tetapi
berubah-ubah tergantung pada kapasitasnya untuk berfungsi pada lingkungan yang dinamis.
Sehat sebagai suatu kondisi keseimbangan yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh
(manusia) karena keberhasilannya menyesuaikan diri terhadap pengaruh-pengaruh yang dapat
mengganggu (agent,environment).
Carative factor menurut Watson adalah mencoba menghargai dimensi manusia dalam
perawatan dan pengalaman-pengalaman subjektif dari orang yang kita rawat.
A.Carrative factor
Elemen-elemen yang terdapat dalam carative factor adalah:
1. Nilai-nilai kemanusiaan dan Altruistik(Humanistic-Altruistic System Value )
2. keyakinan dan harapan(Faith and Hope)

3. Peka pada diri sendiri dan kepada oran lain(Sensitivity to self and others)
4. Membantu menumbuhkan kepercayaan,membuat hubungan dalam perawatan secara
manusiawi
5. Pengekspresian perasaan positif dan negative
6. Proses pemecahan masalah perawatan secara kreativ (creative problem-solving caring process)
7. Pembelajaran secara transpersonal(transpersonal teaching learning)
8. Dukungan,perlindungan,perbaikan fisik,mental,social dan spiritual.
9. Bantuan kepada kebutuhan manusia(Human needs assistance)
10. Eksistensi fenomena kekuatan spiritual.
Dari kesepuluh carrative factors diatas, Caring dalam keperawatan menyangkut upaya
memperlakukan klien secara manusiawi dan utuh sebagai manusia yang berbeda dari manusia
lainnya (Watson,1985) ini berkenaan dengan proses yang humanitis dalam menentukan kondisi
terpenuhi tidaknya kebutuhan dasar manusia dan melakukan upaya pemenuhannya melalui
berbagai bentuk intervensi yang bukan hanya berupa kemampuan teknis tetapi disertai warmth,
kindness, compassion. Watson kemudian memperkenalkan clinical caritas
process(CCP),untuk menempatkan carative factor nya,yang berasal dari bahasa yunani
cherish,yang berarti memberi cinta dan perhatian khusus.Jadi clinical caritas process adalah
suatu praktek perawatan pasien dengan sepenuh hati kesadaran,dan cinta.
Clinical caritas process,adalah sebagai berikut:
Merawat pasien dengan penuh kesadaran,sepenuh hati dan cinta.
hadir secara jiwa dan raga,supportif dan mampu mengekspresikan perasaan negative dan
positif dari dasar-dasar nilai spiritual diri dalam hubunganya dengan pasien sebagai one-beingcared-for.
Budidaya nilai spiritual dan transpersonal,melampaui diri sendiri dan supaya lebih terbuka
peka dan iba.
kreatif menggunakan diri dan segala cara dalam proses perawatan,secara artistk,sebagai bagian
dari caring-healing-practice.
menciptakan lingkungan penyembuhan di semua level,fisik dan non fisik,dengan penuh
kesadaran dan keseluruhan,yang memperhatikan keindahan,kenyamanan,kehormatan dan
kedamaian.
Terlibat dalam proses pengalaman belajar mengajar,yang dihadirkan sebagai kesatuan
menjadi dan berarti(being and meaning),dan mencoba melihat dan mengacu pada kerangka
berfikir orang lain.
B. Transpersonal caring relationship
Menurut Watson(1999),transpersonal caring relationship itu berkarakteriskkan hubungan khusus
manusia yang tergantung pada:
Moral perawat yang berkomitmen melindungi dan meningkatkan martabat manusia seperti
dirinya atau lebih tinggi dari dirinya.
Perawat merawat dengan kesadaran yang dikomunikasikan untuk melestarikan dan
menghargai spiritual ,oleh karena itu tidak memperlakukan seseorang sebagai sebuah objek.
Perawatan berkesadaran bahwa mempunyai hubungan dan potensi untuk menyembuhkan
sejak,hubungan,pengalaman dan persepsi sedang berlangsung.
Hubungan ini menjelaskan bagaimana perawat telah melampaui penilain secara
objektif,menunjukkan perhatian kepada subjektifitas seseorang, dan lebih mendalami situasi
kesehatan diri mereka sendiri.Kesadaran perawat menjadi perhatian penting untuk keberlanjutan

dan pemahaman terhadap persepsi orang lain.


Pendekatan ini menyoroti keunikan dari kedua belah pihak,yaitu perawat dan pasien,dan juga
hubungan saling mneguntungkan antara dua individu,yang menjadi dasar dari suatu
hubungan.Oleh karena itu,yang merawat dan yang di rawat keduanya terhubung dalam mencari
makna dan kesatuan,dan mungkin mampu merasakan penderitaan pasien.
Istilah transpersonal berarti pergi keluar diri sendiri dan memungkinkan untuk menggapai
kedalaman spiritual dalam meningkatkan kenyamanan dan penyembuhan pasien.Pada
akhirnya,tujuan dari transpersonal caring relationship adalah berkaitan dengan
melindungi,meningkatkan dan mempertahankan martabat ,kemanusiaan,kesatuan dan
keselarasan batin.
C. CARING OCCATION/MOMENT
CARING OCCATION menurut Watson(1988, 1999) adalah kesempatan (mengenai tempat
dan waktu) pada saat perawat dan orang lain datang pada saat human caring dilaksanakan , dan
dari keduanya dengan phenomena tempat yang unik mempunyai kesempatan secara bersama
datang dalam moment interaksi human to human . Bagi Watson (1988 b, 1999) bidang yang luar
biasa yang sesuai dengan kerangka refensi seseorang atau perasaan-perasaan yang dialami
seseorang , sensasi tubuh, pikiran atau kepercayaan spiritual , tujuan-tujuan, harapan-harapan
pertimbangan dari lingkungan, arti persepsi seseorang kesemuanya berdasar pada pengalaman
hidup yang dialami seseorang , sekarang atau masa yang akan . Watson (1999) menekankan
bahwa perawat dalam hal ini sebagai care giver juga perlu memahami kesadaan dan kehadiranya
dalam moment merawat dengan pasienya , lebih lanjut dari kedua belah pihak perawat maupun
yang dirawat dapat dipengaruhi oleh perawatan dan tindakan yang dilakukan keduanya , dengan
demikian akan menjadi bagian dari pengalaman hidupnya sendiri
Caring occation bisa menjadi tranpersonal bilamana memungkinkan adanya semangat dari
keduanya(perawat dan pasien) kemudian adanya kesempatan yang memungkinkan keterbukaan
dan kemampuan kemampuan untuk berkembang. (Watson 1999 , pp. 116-117)