Anda di halaman 1dari 2

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN

TENGGELAM BAGIAN SATU


Sehubungan dengan adanya permintaan salah seorang teman tentang bagaimana cara menolong
korban tenggelam, maka saya dengan senang hati akan mempostingkan hal tersebut.

Ilustrasi Koban tenggelam


Kasus korban tenggelam baik di sungai, danau, kolam atau laut sering terjadi dengan korban yang
mungkin hanya satu orang sampai yang ratusan orang. Apalagi ditinjau dari faktor geografis
indonesia yang terdiri dari kepulauan (dikelilingi laut) dan dialiri oleh banyak sungai besar dan
kecil.
Cukup banyak faktor yang menyebabkan seseorang tenggelam, bisa karena bencana seperti diseret
banjir, karena olahraga seperti arung jeram atau renang atau karena musibah seperti tenggelam
sebuah kapal serta banyak hal lain.
Nah bagi sobat yang menemukan kasus untuk korban tenggelam, ada satu hal penting yang harus
sobat ingat yaitu penolong bukanlah seorang superhero yang selalu bisa menyelamatkan jiwa
orang lain.
Namun jika memang sobat mempunyai keahlian dan dengan rasa kemanusiaan berkeinginan keras
untuk menolong itu adalah hal yang sangat mulia, tapi sebelum memberikan pertolongan pertama
terhadap korban tenggelam ada beberapa hal yang harus selalu diingat, diketahui dan dilaksanakan
oleh seorang penolong, yaitu:

Penolong harus terlebih dahulu mengamankan diri sendiri sebelum memberikan pertolongan
kepada korban. Mengapa hal itu harus dilakukan? Karena biasanya korban tenggelam akan
mengalami kepanikan dan cenderung akan menggapai, memegang atau merangkul bendabenda disekitarnya serta meronta-ronta guna menyelamatkan dirinya. Hal ini sangat
berbahaya jika si penolong tidak siap dengan kondisi tesebut.

Penolong ketika menjumpai korban tenggelam sebaiknya segera mencari bantuan terdekat,
sambil terus berusaha untuk mengamati kondisi korban.

Penolong tidak berusaha untuk memberikan pertolongan pertama di air, karena itu sangat
berbahaya tapi memberikannya setelah sampai ditempat yang aman di darat.

Nah ketika hal di atas telah menjadi panduan bagi penolong, maka penolong dapat melakukan
tindakan untuk melakukan pertolongan. Adapun bentuk pertolongan yang bisa diberikan dibagi
menjadi dua jenis, yaitu untuk korban sadar dan korban tidak sadar.

A. Korban Sadar
1. Penolong tidak boleh langsung terjun ke air untuk melakukan pertolongan. Ingat bahwa
korban dalam keadaan panik dan sangat berbahaya bagi penolong. Sedapat mungkin,
penolong untuk selalu memberikan respon suara kepada korban dan sambil mencari kayu
atau tali atau mungkin juga pelampung dan benda lain yang bisa mengapung disekitar lokasi
kejadian yang bisa digunakan untuk menarik korban ke tepian atau setidaknya membuat
korban bisa bertahan di atas permukaan air.
2. Aktifkan sistem penanganan gawat darurat terpadu (SPGDT). Bersamaan dengan tindakan
pertama di atas, penolong harus segera mengaktifkan SPGDT, untuk memperoleh bantuan
atau bisa juga dengan mengajak orang-orang yang ada disekitar tempat kejadian untuk
memberikan pertolongan.
3. Jika memang ditempat kejadian ada peralatan atau sesuatu yang bisa menarik korban
ketepian dengan korban yang dalam keadaan sadar, maka segera berikan kepada korban,
seperti kayu atau tali, dan usahakan menarik korban secepat mungkin sebelum terjadi hal
yang lebih tidak diinginkan. Setelah korban sampai ditepian segeralah lakukan pemeriksaan
fisik dengan terus memperhatikan ABC untuk memeriksa apakah ada cedera atau hal lain
yang dapat mengancam keselamatan jiwa korban dan segera lakukan pertolongan pertama
kemudian kirim ke pusat kesehatan guna mendapat pertolongan lebih lanjut.
4. Jika tidak ada peralatan atau sesuatu yang bisa menarik korban, maka penolong bisa segera
terjun ke air untuk menghampiri korban. Tapi harus diingat, penolong memiliki kemampuan
berenang yang baik dan menghampiri korban dari posisi belakang korban.
5. Jika korban masih dalam keadaan sadar dan bisa ditenangkan, maka segera tarik (evakuasi)
korban dengan cara melingkarkan salah satu tangan penolong pada tubuh korban melewati
kedua ketiak korban atau bisa juga dengan menarik krah baju korban (tapi ingat, hal ini
harus dilakukan hati-hati karena bisa membuat korban tercekik atau mengalami gangguan
pernafasan) dan segera berenang mencapai tepian. Barulah lakukan pertolongan pertama
seperti pada no. 3 di atas.
6. Jika Korban dalam keadaan tidak tenang dan terus berusaha menggapai atau memegang
penolong, maka segera lumpuhkan korban. Hal ini dilakukan untuk mempermudah evakuasi,
kemudian lakukan tindakan seperti no 5 dan kemudian no. 3 di atas.