Anda di halaman 1dari 23

TUGAS KIMIA PANGAN

MINERAL

OLEH:
KELOMPOK

: II (Dua)

ANGGOTA KELOMPOK : Norman Adi Husain (1213140002)


Ria Irmayani (1213141004)
Nurmahira (1213141007)
Marwah Karim (1213141009)
Ofi Sasmita (1213141019)
KELAS

: Kimia Sains

Jurusan Kimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Makassar
2014

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manusia untuk hidup pasti membutuhkan makanan. Makanan adalah
bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, yang dimakan oleh makhluk
hidup mendapatkan tenaga dan nutrisi. Makanan termasuk dalam pangan,
diamana kebutuhan pokok manusia, tersebut terdiri atas Pangan, Sandang, Papan
dan lain sebagainya. Pangan merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting
bagi kehidupan. Tanpa kehadiran pangan, Manusia tidak dapat beraktivitas
dengan baik dikarenakan tidak adanya energi yang mencukupi untuk melakukan
aktivitasnya.
Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air,
baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan
atau minuman bagi konsumsi manusia. Pangan yang baik adalah pangan yang
mengandung komponen-komponen yang dibutuhkan oleh manusia dan tidak
mengandung komponen yang membahayakan manusia. Komponen-komponen
tersebut adalah karbohidrat, lipid (lemak), protein, vitamin, dan mineral, tanpa
adanya kandungan zat racun yang membahayakan tubuh.
Mineral merupakan unsur penyusun makanan dengan presentase paling
kecil dibandingkan dengan unsur organik dan air. Mineral dibutukan oleh tubuh
selama masih di toleril oleh tubuh. Mineral terdiri dari mineral makro dan mikro.
Beberapa mineral yang dibutuhkan oleh tubuh diantaranya adalah natrium,
kalsium, kalium, dan klorida. Mineral yang diperlukan oleh tubuh pun
berbeda-beda. Bila mineral di konsumsi secara berlebihan, maka mineral tersebut
dapat menjadi toksik dalam tubuh.
Mineral merupakan komposisi pangan yang dibutuhkan oleh tubuh
dengan presentase yang sedikit dibandingkan dengan kebutuhan akan karbohidrat,
lemak, atau protein. Karena sedikitnya kebutuhan akan mineral sehingga dapat
saja menyebabkan suatu kondisi dimana tidak menguntungkan tubuh. Oleh karena

itu makalah ini dibuat agar dapat memberikan wawasan tentang jenis-jenis
mineral yang diperlukan oleh tubuh.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari makalah ini adalah mineral apa saja yang
dibutuhkan oleh tubuh?

C. Tujuan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui mineral-mineral yang
dibutuhkan oleh tubuh

D. Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan ini adalah dapat dijadikan sebagai referensi tentang
mineral dalam makanan

BAB II
PEMBAHASAN

A. Mineral
Manusia memerlukan zat gizi yang dapat diklasifikasikan ke dalam lima
kelompok besar, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Berdasarkan pada jumlah yang dibutuhkan tubuh, karbohidrat, protein dan lemak
disebut zat gizi makro, sedangkan vitamin dan mineral disebut gizi mikro. Gizi
makro diperlukan tubuh dalam jumlah yang lebih besar dari pada gizi mikro. Gizi
mikro, yaitu vitamin dan mineral berfungsi dalam pengaturan dan pemeliharaan
proses biokimia, antara lain aktivitas enzim, pembekuan darah, pengangkutan
molekul melalui membran sel, dan pembentukan struktur organ. Selain itu,
vitamin dan mineral berperan dalam metabolisme zat gizi makro, fertilitas,
oksidasi, fosforilasi, dan reproduksi. Mineral yang dibutuhkan tubuh dalam
jumlah lebih besar dari 100 mg/hari disebut makromineral, misalnya: Ca, P, Na, K,
dan Mg, sebaliknya mikromineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah kurang dari
100 mg/hari, misalnya: Fe, Zn, I, Se, Cu, dan Mn.
Mineral merupakan senyawa esensial untuk berbagai proses selular tubuh.
Tanpa adanya mineral, tubuh tidak mungkin dapat berfungsi dengan semestinya.
Mineral juga berperan penting dalam pembentukkan struktural dari jaringan keras
dan lunak, kerja sistem enzim, kontraksi otot dan respon saraf serta dalam
pembekuan darah. Mineral yang diperlukan tubuh dapat dibagi menjadi 2 kelas,
yaitu makromineral dan mikromineral. Mineral merupakan bagian tubuh yang
memegang peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh, baik pada tingkat
sel, jaringan, organ maupun fungsi tubuh secara keseluruhan. Selain itu juga
berperan dalam berbagai tahap metabolisme, terutama sebagai kofaktor dalam
aktivitas enzim-enzim.

Berdasarkan kegunaannya dalam aktivitas kehidupan, mineral (logam)


dibagi menjadi dua golongan, yaitu mineral logam esensial dan nonesensial.
Logam esensial diperlukan dalam proses fisiologis hewan, sehingga logam
golongan ini merupakan unsur nutrisi penting yang jika kekurangan dapat
menyebabkan kelainan proses fisiologis atau disebut penyakit defisiensi mineral.
Mineral ini biasanya terikat dengan protein, termasuk enzim untuk proses
metabolisme tubuh, yaitu kalsium (Ca), fosforus (P), kalium (K), natrium (Na),
klorin (Cl), sulfur (S), magnesium (Mg), besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn),
mangan (Mn), kobalt (Co), iodin (I), dan selenium (Se). Logam nonesensial
adalah golongan logam yang tidak berguna, atau belum diketahui kegunaannya
dalam tubuh hewan, sehingga hadirnya unsur tersebut lebih dari normal dapat
menyebabkan keracunan. Logam tersebut bahkan sangat berbahaya bagi makhluk
hidup, seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), arsenik (As), kadmium (Cd), dan
aluminium (Al).
Berdasarkan kebutuhannya di dalam tubuh, mineral dapat digolongkan
menjadi 2 kelompok utama yaitu mineral makro dan mineral mikro.
Makromineral adalah mineral-mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang
cukup besar, sebaliknya mikromineral adalah mineral-mineral yang diperlukan
dalam jumlah yang sedikit. Yang termasuk di dalam kelas makromineral adalah
kalsium, fosfor, magnesium, besi, iodin, dan kalium, Saat tubuh kekurangan
asupan mineral-mineral tersebut, tubuh mengambilnya dari otot, hati dan bahkan
tulang. Sedangkan unsur-unsur mikromineral, antara lain besi, yodium, tembaga,

fluor, mangan, kobalt, kromium, dan selenium. Mineral makro adalah mineral
yang menyusun hampir 1% dari total berat badan manusia dan dibutuhkan dengan
jumlah lebih dari 1000 mg/hari, sedangkan mineral mikro (Trace ) merupakan
mineral yang dibutuhkan dengan jumlah kurang dari 100 mg /hari dan menyusun
lebih kurang dari 0.01% dari total berat badan. Dalam komposisi air keringat, tiga
mineral utama yaitu natrium, kalium & klorida merupakan mineral dengan
konsentrasi terbesar yang terdapat di dalamnya. Sehingga dengan semakin besar
laju pengeluaran keringat, maka laju kehilangan natrium , kalium dan klorida dari
dalam tubuh juga akan semakin besar. Diantara ketiganya, natrium dan klorida
merupakan mineral dengan konsentrasi tertinggi yang terbawa keluar tubuh
melalui kelenjar keringat (sweat glands). Oleh karena itu maka pembahasan
mengenai mineral dalam penulisan ini hanya akan berfokus pada 3 mineral utama
yaitu natrium, kalium dan klorida.

Komposisi Mineral Makro dan Mikro

B. Mineral Makro
Mineral makro adalah mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah lebih
dari 100 mg sehari. Yang termasuk mineral makro antara lain:
1. Natrium (Na)
Natrium merupakan kation utama dalam cairan ekstraseluler. 35-40 %
terdapat dalam kerangka tubuh. Cairan saluran cerna, sama seperti cairan empedu
dan pancreas mengandung banyak natrium. Sumber utama Natrium adalah garam

dapur (NaCl). Sumber natrium yang lain berupa monosodium glutamate (MSG),
kecap dan makanan yang diawetkan dengan garam dapur. Makanan yang belum
diolah, sayur dan buah mengandung sedikit natrium. Sumber lainnya seperti susu,
daging, telur, ikan, mentega dan makanan laut lainnya.
Tabel Kandungan natrium dalam bahan makanan (mg/100g)
Bahan makanan

mg

Bahan makanan

mg

Daging saping

93

Margarin

950

Hati sapi

110

Susu kacang kedelai

15

Ginjal sapi

200

Roti coklat

500

Telur bebek

191

Roti putih

530

Telur ayam

158

Kacang merah

19

Ikan ekor kuning

59

Kacang mendel

26

sardin

131

Jambu monyet

26

Udang segar

185

Selada

14

Ten kering

885

Pisang

18

Susu sapi

36

Teh

50

yogart

40

Cokelat manis

33

Mentega

780

ragi

610

Produk pangan atau di dalam tubuh, natrium biasanya berada dalam


bentuk garam seperti natrium klorida (NaCl). Di dalam molekul ini, natrium
berada dalam bentuk ion sebagai Na . Diperkirakan hampir 100 gram dari ion
natrium (Na) atau ekivalen dengan 250 gr NaCl terkandung di dalam tubuh
manusia. Garam natrium merupakan garam yang dapat secara cepat diserap oleh
tubuh dengan minimum kebutuhan untuk orang dewasa berkisar antara 1.3-1.6
gr/hari (ekivalen dengan 3.3-4.0 gr NaCl/hari). Setiap kelebihan natrium yang
terjadi di dalam tubuh dapat dikeluarkan melalui urin & keringat.
Fungsi dari natrium diantaranya adalah:
a. Menjaga keseimbangan cairan dalam kompartemen ekstraseluer.
b. Mengatur tekanan osmosis yang menjaga cairan tidak keluar dari darah dan
masuk ke dalam sel.

c. Menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh dengan mengimbangi zat-zat


yang membentuk asam.
d. Berperan dalam transmisi saraf dan kontraksi otot.
e. Berperan dalam absorbsi glukosa dan sebagai alat angkut zat gizi lain melalui
membran, terutama melalui dinding usus sebagai pompa natrium.
Akibat kekurangan Sodium Menyebabkan kejang, apatis dan kehilangan nafsu
makan. Dapat terjadi pada kondisi diare, muntah, keringat yang berlebihan. Selain
kekurangan, kelebihan natrium juga dapat menjadikan defisiensi bagi tubuh yaitu
dapat menyebabkan terjadinya edema dan hipertensi.

2. Klorida (Cl)
Klor merupakan anion utama cairan ekstraselular. Konsentrasi klor
tertinggi adalah dalam cairan serebrospinal (otak dan sumsum tulang belakang),
lambung dan pancreas. Klor terdapat bersamaan dengan natrium dalam garam
dapur. Beberapa sayuran dan buah juga mengandung klor. Fungsi dari klor antara
lain:
a. Berperan dalam memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit dalam cairan
ekstraseluler.
b. Memelihara suasana asam dalam lambung sebagai bagian dari HCL, yang
diperlukan untuk bekerjanya enzim-enzim pencernaan.
c. Membantu pemeliharaan keseimbangan asam dan basa bersama unsur-unsur
pembentuk asam lainnya.
d. Ion klor dapat dengan mudah keluar dari sel darah merah dan masuk ke dalam
plasma darah guna membantu mengangkut karbondioksida ke paru-paru dan
keluar dari tubuh.
e. Mengatur system rennin angiotensin aldosteron yang mengatur
keseimbangan cairan tubuh.
Dampak Kekurangan dan Kelebihan serta AKG, Kekurangan klor terjadi pada
muntah-muntah, diare kronis, dan keringat berlebihan. Dan jika kelebihan juga
bisa membuat muntah, sehingga AKG minimum klor sehari sebesar 750 mg.

3. Kalium (K)
Kalium merupakan ion yang bermuatan positif dan terdapat di dalam sel
dan cairan intraseluler. Kalium berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan.
Sumber utama adalah makanan segar/ mentah, terutama buah, sayuran dan
kacang-kacangan.
Fungsi dari kalium ini antara lain :
a. Berperan dalam pemeliharaan keseimbangan cairan dan elektrolit serta
keseimbangan asam dan basa bersama natrium.
b. Bersama kalsium, kalium berperan dalam transmisi saraf dan kontraksi otot.
c. Di dalam sel, kalium berfungsi sebagai katalisator dalam banyak reaksi biologi,
terutama metabolisme energi dan sintesis glikogen dan protein.
d. Berperan dalam pertumbuhan sel.
Kekurangan kalium dapat terjadi karena kebanyakan kehilangan melalui
saluran cerna atau ginjal. Kehilangan banyak melalui saluran cerna dapat terjadi
karena muntah-muntah, diare kronis atau kebanyakan menggunakan obat pencuci
perut. Kebanyakan kehilangan melalui ginjal adalah karena penggunaan obat
diuretic terutama untuk pengobatan hipertensi. Kekurangan kalium menyebabkan
lesu, lemah, kehilangan nafsu makan, kelumpuhan, mengigau, dan konstipasi.
Kelebihan kalium akut dapat terjadi bila konsumsi melebihi 12 g/ m2
permukaan tubuh sehari tanpa diimbangi oleh kenaikan eksresi. Hiperkalemia
akut dapat menyebabkan gagal jantung yang berakibat kematian. Kelebihan
kalium dapat terjadi bila ada gangguan fungsi ginjal.
Kalium diabsorpsi dengan mudah dalam usus halus. Kalium dieksresi
melalui urin, feses, keringat dan cairan lambung. Taraf kalium normal darah
dipelihara oleh ginjal melalui kemampuannya menyaring, mengarbsorpsi kembali
dan mengeluarkan kalium di bawah pengaruh aldosteron. Kalium dikeluarkan
dalam bentuk ion dengan menggantikan ion natrium melalui mekanisme
pertukaran di dalam tubula ginjal.

4. Kalsium (Ca)
Kalsium merupakan mineral yang paling banyak dalam tubuh yang berada
dalam jaringan keras yaitu tulang dan gigi. Di dalam cairan ekstraseluler dan
intraseluler, kalsium berperan penting dalam mengatur fungsi sel, seperti untuk
transmisi saraf, kontraksi otot, penggumpalan darah dan menjaga permebialitas
membrane sel. Kalsium mengatur kerja hormone dan factor pertumbuhan. Sumber
kalsium terutama pada susu dan hasilnya, seperti keju. Ikan dimakan dengan
tulang, termasuk ikan kering merupakan sumber kalsium yang baik, udang,
kerang, kepiting, kacang-kacangan dan hasil olahanannya, daun singkong, daun
lamtoro.
Fungsi utama dari kalsium antara lain :
a. Pembentukan tulang dan gigi.
b. Kalsium dalam tulang berguna sebagai bagian integral dari struktur tulang dan
sebagai tempat menyimpan kalsium.
c. Mengatur pembekuan darah.
d. Katalisator reaksi biologic, seperti absorpsi vitamin B12, tindakan enzim
pemecah lemak, lipase pancreas, eksresi insulin oleh pancreas, pembentukan
dan pemecahan asetilkolin.
e. Relaksasi dan Kontraksi otot, dengan interaksi protein yaitu aktin dan myosin.
f. Berperan dalam fungsi saraf, tekanan darah dan fungsi kekebalan.
g. Meningkatkan fungsi transport membran sel, stabilisator membrane, dan
transmisi ion melalui membrane organel sel.
Kekurangan kalsium pada masa pertumbuhan menyebabkan gangguan
pertumbuhan, tulang kurang kuat, mudah bengkok dan rapuh. Pada usia lanjut
terjadi osteoporosis yang dapat dipercepat oleh keadaan stress. Dapat juga terjadi
pada perokok dan pemabuk. Selain itu dapat juga menyebabkan osteomalasia
yaitu riketsia pada orang dewasa dan terjadi karena kekurangan vitamin D. kadar
kalsium darah yang rendah dapat menyebabkan tetani atau kejang. Akibat
kelebihan kalsium menimbulkan batu ginjal atau gangguan ginjal, gangguan
absorpsi mineral lain serta konstipasi.

Sebanyak 30-50 % kalsium yang dikonsumsi diabsorpsi tubuh yang terjadi


di bagian atas usus halus yaitu duodenum. Kalsium membutuhkan pH 6 agar
dapat berada dalam kondisi terlarut. Absorpsi kalsium terutama dilakukan secara
aktif dengan menggunakan alat angkut protein-pengikat kalisum. Absorpsi pasif
terjadi pada permukaan saluran cerna. Kalsium hanya bias diabsorpsi bila terdapat
dalam bentuk larut air dan tidak mengendap karena unsure makanan lain. Kalsium
yang tidak diabsorpsi dikeluarkan melalui feses. Kehilangan kalsium dapat terjadi
melalui urin, sekresi cairan yang masuk saluran cerna serta keringat.

5. Sulfur
Belerang terutama terdapat sebagai konstituen asam amino sistin, sistein
dan metionin. Unsur ini terdapat pada semua protein, terutama pada keratin kulit
dan rambut, dan pada insulin hormon yang mengontrol metabolisme karbohidrat.
Sulfur juga terdapat dalam karbohidrat heparin, suatu antikoagulen yang terdapat
dalam hati. Vitamin yang mengandung belerang adalah tiamin dan biotin. Ditinjau
dari banyaknya senyawa yang mengandung unsur belerang, dapatlah dikatakan
bahwa belerang terdapat pada makanan yang mengandung banyak protein. Sulfur
merupakan bagian dari zat-zat gizi esensial, seperti vitamin tiamnin dan biotin
serta asam amino metionin dan sistein. Rantai samping molekul sistein yang
mengandung sulfur berkaitan satu sama lain sehingga membentuk jembatan
disulfide yang berperan dalam menstabilkan molekul protein.
Sulfur terdapat dalam tulang rawan, kulit, rambut dan kuku yang banyak
mengandung jaringan ikat yang bersifat kaku. Sumber sulfur adalah makanan
yang mengandung berprotein. Sulfur berasal dari makanan yang terikat pada asam
amino yang mengandung sulfur yang diperlukan untuk sintesis zat-zat penting.
Berperan dalam reaksi oksidasi-reduksi, bagian dari tiamin, biotin dan hormone
insuline serta membantu detoksifikasi. Sulfur juga berperan melarutkan sisa
metabolisme sehingga bias dikeluarkan melalui urin, dalam bentuk teroksidasi dan
dihubungkan dengan mukopolisakarida.
Kecukupan sehari sulfur tidak ditetapkan dan hingga sekarang belum
diketahui adanya kekurangan sulfur bila makanan yang kita konsumsi cukup

mengandung protein. Dampak kekurangan sulfur bisa terjadi jika kekurangan


protein. Kelebihan sulfur bisa terjadi jika konsumsi asam amino berlebih pada
hewan yang akan menghambat pertumbuhan.

6. Magnesium (Mg)
Magnesium (Mg) terdapat dalam tulang, jaringan lemak seperti otot dan
hati, serta cairan ekstraseluler. Magnesium merupakan aktivator enzim peptidase
dan enzim lain yang kerjanya memecah dan memindahkan gugus fosfat
(fosfatase). Magnesium Sulfat /MgSO4 (garam inggris) dalam dosis besar ( 30g)
sering digunakan sebagai obat pencuci perut (laxative). MgSO4 tersebut akan
meningkatkan tekanan osmotik sehingga menarik air ke dalam usus kecil,
akibatnya lebih mudah buang air besar. Kekurangan magnesium akan
menyebabkan hypomagnesema dengan gejala denyut jantung tidak teratur,
insomnia, lemah otot, kejang kaki, serta telapak kaki dan tangan gemetar. Sumber
utama magnesium adalah sayur hijau, serealia tumbuk, biji-bijian dn kacangkacangan. Daging, susu dan hasilnya serta cokelat merupakan sumber magnesium
yang baik.
Magnesium adalah kation terbanyak setelah natrium di dalam cairan
interselular. Magnesium merupakan bagian dari klorofil daun. Peranan
magnesium dalam tumbuh-tumbuhan sama dengan peranan zat besi dalam ikatan
hemoglobin dalam darah manusia yaitu untuk pernafasan. Magnesium terlibat
dalam berbagai proses metabolisme. Magnesium terdapat dalam tulang dan gigi,
otot, jaringan lunak dan cairan tubuh lainnya.Sumber utama magnesium adalah
sayur hijau, serealia tumbuk, biji-bijian dn kacang-kacangan. Daging, susu dan
hasilnya serta cokelat merupakan sumber magnesium yang baik.
Fungsi dari magnesium adalah Magnesium berperan penting dalam system
enzim dalam tubuh. Magnesium berperan sebagai katalisator dalam reaksi
biologic termasuk metabolisme energi, karbohidrat, lipid, protein dan asam
nukleat, serta dalam sintesis, degradasi, dan stabilitas bahan gen DNA di dalam
semua sel jaringan lunak.Di dalam sel ekstraselular, magnesium berperan dalam
transmisi saraf, kontraksi otot dan pembekuan darah. Dalam hal ini magnesium

berlawanan dengan kalsium. Magnesium mencegah kerusakan gigi dengan cara


menahan kalsium dalam email gigi. Kekurangan MagnesiumTerjadi pada
komplikasi penyakit yang menyebabkan gangguan absorpsi

7. Fosfor (P)
Fosfor (P) merupakan mineral kedua terbanyak dalam tubuh, yaitu sekitar
1%. Peranan fosfor untuk pembentukan tulang dan gigi, penyimpanan dan
pengeluaran energi (perubahan ATP dengan ADP). Sumber fosfor yang utama
adalah bahan makanan dengan kadar protein tinggi seperti daging, unggas, ikan
dan telur, biji-bijian terutama bagian lembaganya dan biji-bijian utuh (pecah kulit).
Mineral ini menempati kadar nomor dua dalam tubuh kita setelah kalsium,
yaitu 22% dari seluruh mineral yang ada. Kurang lebih 80% berada dalam bentuk
kalsium fosfat kristal yang tidak larut, yang memberikan kekuatan pada gigi.
Adapun sisanya 20% didistribusi dalam tiap sel dan dalam cairan diluar sel
bersamaan dengan karbohidrat, lipid, protein serta senyawa lainnya. Disamping
fungsinya sebagai bagian dari struktur gigi dan tulang, fosfor memilki fungsi yang
sangat banyak bila dibandingkan dengan mineral-mineral lainnya. Senyawa seprti
ATP dan keratin fosfat, koenzim dari golongan vitamin B, protein konjugasi,
fosfolipid, merupakan contoh senyawa fosfat yang penting dalam tubuh kita.
Biasanya kira-kira 70% dari fosfor yang berada dalam makanan dapat
diserap oleh tubuh. Penyerapan akan lebih baik bila fosfor dan kalsium dimakan
dalam jumlah yang sama. Penyerapan fosfor dibantu oleh vitamin D dan diekresi
melalui urine. Kekurangan fosfor mengakibatkan demirelisasi tulang dan terjadi
pertumbuhan yang kurang baik. Makanan sumber fosfor antara lain, susu, keju,
daging, kacang-kacangan dan padi-padian.

C. Mineral Mikro
Meskipun banyak mineral yang terlibat dalam reaksi biologi dan proses
fisiologi, berbagai penlitian hanya dilakukan pada mineral yang terdapat dalam
jumlah yang dapat diukur. Minral mikro atau trace elment atau minor element

merupkan istilah yang digunakan bagi sisa mineral yang secara tetap terdapat
dalam istilah biologi.
1. Besi
Kandungan besi daam badan sangat kecil yaitu 35 mg/kg berat badan
wanita atau 50 mg/ kg berat badan pria. Besi dalam badan sebagian terletak daam
sel-sel darah merah sebagai heme, suatu pigmen yang mengandung inti sebuah
atom besi. Dalam sebuah molekul hemoglobi terdapat 4 heme. Sel darah merah
mempunyai masa hidup yang terbatas yaitu hanya 120 hari. Didalam ubuh terapat
sebanyak 20.000 milliar sel darah merah. Jangka waktu hidup tersebut memberi
gambaran bahwa sel-sel darah merah dirusak dan diproduksi dengan kecepatan
115 juta butir per menit. Kerusakan sel darah merah terjadi didalam limfa, dan bei
yang telah lepas digunakan kembali dalam metabolisme. Besi juga terdapat dalam
sel otot-otot, khususnya dalam mioglobin. Berbeda dengan homoglobin,
mioglobin terdiri dari satu pigmen heme untuk setiap protein.
a. Metabolisme besi
Pada proses pencernaan besi mengalami pross reduksi dari bentuk feri (Fe3+)
menjadi fero (Fe2+) yang mudah diserap. Proses reduksi dibantu oeh adanya
vitamin C dan asam amino.
b. Penyerapan
Manusia hanya mampu menyerap dan membuang / mengeluarkan besi dalam
jumah yaang terbatas. Dalam keadaan normal, diperkirakan seorang dewasa
menyerap dan mengeluarkan besi sekiar 0,5 mg sampai 2,0 mg perhari.
Sebagian penyerapan terjadi didalam duodenum tetapi dalam jumlah terbatas
juga terjadi pada jejunum dan ileum. Badan manusia lebih cenderung
menggunakan kembali besi yang ada dalam tubuh dari pada membuangnya ke
luar tubuh.
c. Kekurangan besi kekurangan besi banyak dialami bayi dibawah usia 2 tahun
serta para ibu yang sedang mengandung yang biasanya jga diikuti oleh
kekurangan gizi yang lain. Pada wanita yang sedang haid atau menyusui, besi
yang diperoleh dari konsumsi makanan sehari-hari biasanya tidak mencukupi,
sedangkan kekurangan besi pada pria dewasa lebih jarang terjadi. Kekurangn

besi dapat pula terjadi pada pasien yang terserang cacing pita. Cacing ini
mengisap darah dari saluran darah dibawah mukosa alat pencernaan penderita.
Fungsi besi :
a) Pembentukan hemoglobin baru
b) Mengembalikan hemoglobin kepada nilai normalnya setelah terjadi pendarahan
c) Menggantikan kehilangan zat besi dalam darah tubuh
d) Pada laktasi untuk sekresi air susu
Defisiensi besi dapat menyebabkan :
a) Anemia defisiensi besi
b) Gangguan fungsional tubuh
c) Pucat, lemah, letih, pusing, dan kurang nafsu makan
d) Menurunnya kekebelan tubuh
e) Gangguan penyembuhan luka
Kelebihan zat besi :
a) Menurunkan penyerapan dan penggunaan seng dan tembaga
b) Menyebabkan gangguan fungsi hati dan jantung

2. Iodium
Jumlah iodium dalam tubuh orang dewasa diperkirkan antara 9-10 mg, dua
sepertiga dari jumlah tersebut terkumpul pada kelenjar tiroid (kelenjar gondok).
Kelenjar tiroid merupakan klenjar hormon yng terdapat pada dasar leher dan
mempunyai berat 20-25 gr, terdiri dari dua bagian maisng-masing terletak
disebelah kanan dan kiri trakea. Kedua bagian tersebut dihubungkan oleh sebuah
istubus yang melintang didepan trakea.
a. Fungsi Iodium
Fungsi iodium adalah sebagai komponen esensial tiroksin dan kelenjar
tiroid. Peranan tiroksin adalah meningkatkan laju oksidasi dalam sel-se tubuh
sehingga meningkatkan BMR (basal metaboik rate). Tiroksin menyebabkan
mitonkondria sel-sel tubuh membesar baik bentuk maupun jumlahnya, dan
meningkatkan permeabilitas membran mitonkondria sehingga memudahkan
masuk keluarnnya zat-zat yang terlibat dalam kegiatan respirasi dan pemindahan

energi. Peranan lain dari tiroksin adalah menghambat proses fosforilasi oksidatif
sehingga terbentk ATP berkurang dan lebih banyak dihasilkan panas, hal ini dapat
menyebabkan mengapa orang menderita hipertiroidisme kurus. Disamping itu
tiroksin juga langsung mempengarahui sisesis protein.
b. Kekurangan iodium
Kekurangan iodium dapat menyebabkan penyakit gondok. Pada
umumnya wanita dan anak-anak perempuan memiliki kecenderungan lebih muda
kena penyakit gondok dari pada pria dan anak laki-laki. Masa paling peka
terhadap kekurangan iodium erjadi pada usia menignkat dewasa (puber). Bila
tubuh kekurangan iodium, kadar tiroksin dalam darah menjadi rendah, kadar
trioksin yang rendah akan merangsang kelenjar pituitary stimulating hormon.
Hormon TSH menyebabkan kelnjar tiroid membesar karna jumlah dan ukkuran
sel-sel epitel membesar. Embesaran kelenjar tiroid dengan produksi hormon yang
rendah disebut gondok sederhana atau non toksin goiter. Bila keadaan tersebut
banyak dijumpai pada suat daerah tertentu, gondok sederhana itu disebut gondok
endemik.
c. Defisiensi yodium mengakibatkan :
1) Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) berupa gangguan fisik dan
mental
2) Kelenjar tiroid membesar (gondok)
3) Pada ibu hamil dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin

d. Keperluan Iodium
Kandungan iodium bahan makanan ternyata sangat kecil dan kadarnya
hanya dapat ditentukan dengan alat yang sangat peka. Perbedaan tanah, pupuk,
dan lingkungan akan memproduksi hasil pertanian dengan kadar iodium yang
berbeda-beda. Makanan-makanan dari aut dan ganggang laut merupakn sumber
iodium yang penting. Ikan laut lebih banyak menganung idoium dari pada ikan
tawar. Daun dan bunga tanaman lebih banyak mngandung diodium dari pada
bagian umbi ataupun bagian tanaman lain.

Penggunaan iodium sebagai pencegah pnyakit gondok telah lama


dipraktikkan olh beberapa negara, yaitu dengan menggunakan garam beryodium.
Jumlah garam yang ditambahkan kedalam garam dapat berkisar 0,5-1,0 bagian
dalam 10000 bagian garam. Iodium yang ditambahkan biasanya dalam bentuk
garam KI. Karena biasanya konsumsi garam setiap hari rata-rata 5-15gr, jumlah
iodium yang berkonsumsi berkisar dari 380-1140 MCG.

3. Mangan
Mangan merupakan kofaktor beberapa enzim penting sebagai contoh,
dalam proses sintesis kolesterol dari asetil Koa, diperlukan enzim yang
mengndung mangan yaitu enzim mefalonat kinase. Dalam pencernaan protein
dalam satu enzim peptidase memperlukan ion mangan atau ion kobalt sebagai
kofaktor. Mangan sangat mudah diserap kedalam tubuh, dan dalam darah mangan
berikatan dengan sebuah molekul protein. Mangan dibuang melalui feses
bersama-sama hasil empedu (bilirubin dan biliferdin). Sejauh ini kebutuhan akan
mangan belum ditentukan, tetapi dari beberapa dari hasil dari penelitian
keseimbangan diketahui bahwa wanita dapat menahan 40$ magnesium yang
masuk atau sebanyak 1,54 mg sehari, laki-laki dapat menahan 47% atau 3,34 mg.
Data-data tersebut dapat diartikan bahwa tubuh memang memerlukan mangan.
Sumber mangan yang baik adalah teh kering, instan kopi, sambal pecel nenas
kalengan serta roti dari gandng yang belum disosoh.

4. Tembaga
Kini diketahui bahwa sekitar 100-150 mg tembaga terdapat dalam tubuh
orang dewasa, dan konsentrasi yang tinggi terdapat pada hati, ginjal, rambut dan
otak. Tembaga berperan khususnya dalam beberapa kegiatan enzim pernafasan
sebagai kofaktor bagi enzim tirosinase dan stokhrom oksidase. Sitokhrom
oksidase, sautu enzim yang terdiri dari gugu heme dan atom-atom tembaga, dapat
mereduksi oksigen.
Sumber makanan yang mengandung tembaga diantaranya adalah susu dan
sereal. Terdapat juga dalam hati, tiram, daging dan kacang-kacangan.

Tembaga dalam saluran cerna, dapat diabsorpsi kembali dari tubuh


bergantung kebutuhan tubuh. Pengeluaran melalui empedu meningkat bila
terdapat kelebihan dalam tubuh. Sedikit tembaga dikeluarkan melalui urin,
keringat, dan darah haid. Tembaga yang tidak diabsorpsi dikeluarkan melalui
feses. Fungsi dari tembaga berperan dalam kegiatan enzim pernafasan sebagai
kofaktor bagi enzim, misalnya sitokrom, oksidase. Kelebihan tembaga secara
kronis menyebabkan penumpukan tembaga dalam hati yang dapat menyebabkan
nekrosis hati atau serosis hati. Kelebihan ini dapat terjadi karena menggunakan
alat masak dari bahan tembaga, terutama apabila digunakan untuk memesak
cairan yang bersifat asam. Konsumsi dosis tinggi menyebabkan kematian.
Defisiensi tembaga menyebabkan :
a. Bayi gagal tumbuh kembang
b. Gangguan fungsi kekebalan
c. Menghambat pembentukan hemoglobin
d. Perubahan pada jaringan tulang dan kerangka tubuh yang dapat menyebabkan
patah tulang dan osteoporosis

5. Zink
Sumber makanan yang mengandung seng terdapat dalam daging, telur,
hati, unggas, dan ikan. Di dalam pankreas, seng digunakan untuk membuat enzim
pencernaan yang pada waktu makan dikeluarkan ke dalam saluran cerna. Seng
dikeluarkan tubuh terutama melalui feses. Di samping itu, seng dikeluarkan
melalui urin, keringat, sel dinding usus, cairan haid, dan mani.
Defisiensi seng menyebabkan :
a. Pertumbuhan terhambat
b. Gangguan kematangan seksual
c. Gangguan fungsi pencernaan karena gangguan fungsi pankreas
d. Perusakan saluran cerna
Konsumsi seng secara berlabihan dapat terjadi karena konsumsi suplemen
seng dan makanan yang terkena polusi udara, alat masak, dan kaleng. Hal ini
dapat menyebabkan menurunnya penyerapan zat besi dan tembaga, mual, diare,

pusing, gangguan reproduksi, dan gangguan fungsi hati. Kelebihan sampai 10 kali
AKG mempengaruhi metabolisme kolestrol, mengubah nilai lipoprotein dan
mempercepat timbulnya ateroskloresis

6. Kobalt
Kobalt merupakan bagian dari molekul vitamin B12. Zink, seng (Zn)
merupakan komponen penting dari berbagai enzim. Contohnya enzim karbonat
anhidrase yang terdapat dalam sel darah merah, karboksi peptidase dan dehidroginase
dalam hati. Sebagai kofaktor zink dapat eningkatkan keaktifan enzim lainnya.
Kekurangan zink dapat mengakibatkan kekerdilan, alat seks tidak berkembang, hati
dan ginjal membengkak, terjdi gejala anemia .

7. Fluor
Sumber pangan terdapat dalam air, makanan laut, ikan dan makanan hasil
ternak.Fungsi fluor adalah untuk pertumbuhan dan pembentukan struktur gigi,
serta untuk mencegah karies gigi.Penggunaan fluor sebanyak 20-30mg/hr dapat
menyebabkan terjadinya keracunan. Gejalanya adalah fluorosis (perubahan warna
gigi menjadi kekuning-kuningan) mulas, diare, sakit didaerah dada, gatal dan
muntah.Defisiensi fluor akan menyebabakan terjadinya karies pada gigi.

8. Kromium dan selenium


Kromium berperan dalam glucose tolerance pada manusia. Glucose
tolerence adalah waktu yang diperlukan oleh gula dalam darah untuk kembali
pada kadar normal. Bila manusia yang puasa megkonsumsi gula. Waktu tersebut
secara normal sekitar 2 setengah jam.bila lebih dari waktu tersebut dianggap
glucose tolerence nya terganggu. Dengan pemberian kromium, glucose tolerence
dapat diperbaiki. Kromium banyak dikandung dalam keju, biji-bijian, peanut
butter, daging dan ragi.
Peranan selenium untuk hewan sudah banyak diketahui khususnya karena
adanya keracunana selenium pada ternak yang disebut akali disease. Penyakit ini
diakibatkan tanah yang banyak mengandung selenium. Sehingga rumput yng

dimakan oleh ternak juga mengandung banyak selenium. Penyakit teresebut


ditandai dengan rontoknya bulu, tanduk yang tidak normal bentuknya, kebutaan
dan kadang-kadang mati. Bagi manusia selenium diperkirakan meningkatkan
kepekaan anak terhadap kerusakan gigi dan gingivitis. Untuk mendukung hal
tersebut masih diperlukan penelitian lebih lanjut.
Salah satu mineral mikro yang juga sangat dibutuhkan ternak ruminansia
adalah Se (selenium) kadarnya dalam pakan banyak yang belum diketahui,
sedangkan yang telah diketahui kadarnya ketersediaan biologisnya sangat
beragam. Dengan demikian peluang untuk defisiensi atau marjinal cukup besar.
Defisiensi Se terkait erat dengan defisiensi vitamin E. Antara lain menyebabkan
diatesis eksudatif pada unggas dan penyakit daging putih (white muscle disease)
pada domba, dan kemandulan pada sapi perah betina.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah mineral yang dibutuhkan oleh
manusia terdiri dari mineral makro berupa Natrium, Klor, kalium, kalsium, sulfur,
magnesium, dan posfor serta mineral mikro berupa besi, iodium, mangan,
tembaga, fluor, kromium, dan selenium.

B. Saran
Saran untuk penulisan ini adalah agar dapat mencari literatur yang lain
sebagai penujang dari materi mineral ini.

DAFTAR PUSTAKA
Alfiansyah, M. 2011. Fungsi dan Macam Mineral bagi Tubuh. http://www.sentra-

edukasi.com/2011/08/fungsi-macam-mineral-bagi tubuh.html#.
VKBEZAAKA. Diakses di Makassar pada tanggal 29 Desember 2014.
Arifin, Z. 2008. Beberapa Unsur Mineral Esensial Mikro dalam Sistem Biologi dan

Metode Analisisnya. Jurnal Litbang Pertanian. Vol. 27, No.3, Hal. 99-105.
Ariyani, dkk. 2011. Aplikasi Teknik AAN dan SSA dalam Penentuan Nilai
Asupan Harian Unsur Ca, Fe dan Zn pada Anak Usia Sekolah di Kota
Bandung. Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia. Vol. 12. No.2,
Hal.95-104.
Anonim a. 2014. Mineral. Artikel.
Anonim
b.
2013.
Makalah
Mineral
Mikro.
http://anekamakalahkita.blogspot.com/2013/01/m-k-l-h-mineral-mikro.
html. Diakses di Makassar pada tanggal 29 Desember 2014.
Anonim
c.
2014.
Penjelasan
Fungsi
Vitamin
dan
Mineral.
http://www.materisma.com/2014/03/penjelasan-fungsi-vitamin-danmineral.html. Diakses di Makassar pada tanggal 29 Desember 2014.
Hernawati. 2014. Mineral dan Homeostasis. Artikel. Bandung: Jurusan
Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Indonesia.
Irawan, M.A. 2007. Cairan Tubuh, Elektrolit, dan Mineral. Sport Science Brief.
Vol. 1, No. 1.
Lestari,
W.
2014.
Makalah
tentang
Mineral.
http://wijjlestari.blogspot.com/2014/03/makalah-tentang-mineral.html. Diakses di
Makassar pada Tanggal 29 Desember 2014.
Muhtarudin dan Liman. 2006. Penentuan Tingkat Penggunaan Mineral Organik
untuk memperbaiki Bioproses Rumen pada Kambing secara In Vitro.
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia. Vol. 8, No. 2, Hal. 132-140.
Mundu, K. 2014. Makalah Makro Mineral dalam Tubuh. http://makala-kesehatan.
blogspot.com/2014/05/makalah-makro-mineral-dalam-tubuh.html. Diakses
di Makassar pada tanggal 29 Desember 2014.
Poedjiadi dan Supriyanti. 2012. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: Penerbit
Universitas Indonesia.

Sugeng.
2014.
Contoh
Makalah
tentang
Mineral.
http://dilihatya.blogspot.com/2014/04/contoh-makalah-tentangmineral.html. Diakses di Makassar pada tanggal 29 Desember 2014.
Winarno, F.G. 1984. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia.