Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Kemajuan yang sangat pesat dari teknologi yang diciptakan oleh manusia telah
memberikan banyak kemudahan bagi manusia. Tetapi ternyata kemudian, kemajuan yang
pesat dari teknologi tersebut juga memberikan dampak yang kurang baik dan bahkan sangat
buruk bagi manusia itu sendiri. Bahan bahan yang merupakan bahan buangan dari industri
berteknologi tinggi tersebut mempunyai daya racun yang kuat dan bahkan dapat
mengakibatkan kematian, bukan saja terhadap tumbuhan dan hewan, tetapi juga manusia.
Buangan industri yang mengandung unsur dan atau senyawa logam berat juga
merupakan toksikan yang mempunyai daya racun tinggi. Daya racun atau toksisitas yang
dimiliki oleh bahan buangan industri memang tidak sama. Toksikan yang sangat berbahaya
umumnya berasal dari buangan industri, terutama industri kima dan industri yang melibatkan
logam berat dalam proses produksinya. Pada umumnya, logam terdapat di alam dalam bentuk
batuan, bijih tambang, tanah, air, dan udara. Macam-macam logam beracun yaitu
raksa/merkuri (Hg), kromium (Cr), kadmium (Cd), tembaga (Cu), timah (Sn), nikel (Ni),
arsene (As), kobalt (Co), aluminium (Al), besi (Fe), selenium (Se), dan zink (Zn). Dalam hal
ini akan dibahas lebih jauh masalah toksisitas dari logam nikel ( Ni ).

Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan nikel, mangan, chrom?
2. Apa saja manfaat nikel, mangan, chrom dalam kehidupan manusia ?
3. Apa saja efek toksik yang ditimbulkan oleh logam nikel mangan, chrom ?
4. Bagaimana cara pengendalian pencemaran logam nikel mangan, chrom?
5. Berapakah standar aman kandungan nikel, mangan, chrom baik di dalam tubuh maupun
lingkungan.

Tujuan

pembuatan makalah mengenai unsur mangan ini selain untuk memenuhi tugas mata
kuliah Kimia Anorganik 2, juga untuk menambah pengetahuan pembaca mengenai unsur nikel,
mangan, chrom mulai dari sifat-sifatnya, cara memproduksi, manfaat, bahaya dan pencegahan
dari efek bahayanya.

Manfaat

Manfaat yang dapat diperoleh selain pembaca akan lebih mengetahui unsur nikel, mangan,
chrom mulai dari sifat-sifat, cara memproduksi, manfaat dan bahaya, juga dapat menginspirasi
pembaca untuk melakukan eksplorasi lebih terhadap unsur mangan dengan harapan dapat
memberikan solusi dan alternatif bagi beberapa masalah yang sering kita jumpai dalam
kehidupan sehari-hari.

BAB II
PEMBAHASAN

I.

Nikel

I. Pengertian Nikel
Nikel adalah unsur kimia dengan lambang Ni dan nomor atomnya adalah 28. Nikel
termasuk dalam logam transisi yang keras dan ulet. Secara fisik, Nikel tampak berkilau
dengan sedikit warna keperakan. Nikel bersifat ferromagnetik dalam suhu ruangan. Nikel
sangat reaktif dengan oksigen. kondisi ini menyebabkan nikel sangat langka dalam
keadaan murni di bumi ini. Kandungan nikel yang tinggi biasanya dipastikan berasal dari
meteorit. dimana pada saat diluar angkasa, nikel terlindung dari pengaruh oksigen. Nikel
di bumi ini biasanya bercampur dengan besi yang berarti harus menggunakan proses
khusus untuk memurnikan nikel tersebut. Nikel campuran, yang biasanya bercampur
degan besi, memiliki cadangan-cadangan yang bertebaran di pelosok bumi.
Nikel ditemukan oleh A. F. Cronstedtpada tahun 1751, merupakan logam
berwarna putih keperak-perakan yang berkilat, keras dan mulur, tergolong dalam logam
peralihan, sifat tidak berubah bila terkena udara, tahan terhadapoksidasi dan kemampuan
mempertahankan sifat aslinya di bawah suhu yang ekstrim (Cotton danWilkinson, 1988).
Nikel adalah logam berwarna putih perak dengan berat jenis 8,5 dan berat atom
58,71 g/mol. Walaupun reaktif dengan oksigen, nikel tidak mengalami korosi. Kondisi
yang menguntungkan ini membuat nikel digunakan secara luas dalam pengolahan baja.
Baja yang dibuat dengan campuran nikel memiliki tingkat ketahanan korosi yang lebih
tinggi dari baja biasa. Campuran dari nikel, krom, dan besi bahkan menghasilkan baja
tahan karat yang biasa disebut stainless steel. Logam Ni memiliki sifat kuat, dapat
ditempa, serta tahan terhadap karat dan tahan terhadap oksidasi.

II.

Keberadaan Nikel
Nikel dan senyawanya tidak memiliki karakteristik bau atau rasa. Nikel terdapat
di udara, menetap di tanah atau dikeluarkan dari udara dalam hujan. Nikel adalah
komponen yang ditemukan banyak dalam meteorit dan menjadi ciri komponen yang
membedakan meteorit dari mineral lainnya. Meteorit besi atau siderit, dapat mengandung
alloy besi dan nikel berkadar 5-25%. Nikel diperoleh secara komersial dari pentlandit dan
pirotit di kawasan Sudbury Ontario, sebuah daerah yang menghasilkan 30% kebutuhan
dunia akan nikel. Nikel dapat dengan mudah dijumpai dimana saja, dalam air minum,
makanan, perhiasan, koin, bingkai kacamata, tambalan gigi dan prostesis, kancing,
resleting, alat-alat rumah tangga maupun insektisida.
Sumber utama nikel berasal dari pengikisan batuan yang ada di sungai Nikel di
muara sungai menunjukkan konsentrasi yang semakin meningkat dengan peningkatan
kekeruhan. Peningkatan konsentrasi nikel terlarut pada tingkat kekeruhan yang tinggi
terjadi karena proses desorbsi dari partikel-partikel yang ada di muara sungai dan proses
tersuspensi. Di perairan, nikel ditemukan dalam bentuk koloid. Garam-garam nikel
misalnya nikel amonium sulfat, nikel nitrat, dan nikel klorida bersifat larut dalam air.

III. Manfaat Nikel Dalam Kehidupan Manusia


Nikel digunakan sebagai pelapis logam tahan karat, membuat aliasi logam seperti
monel, nikron dan alkino, dan serbuk nikel digunakan sebagai katalis pada hidrogenasi
lemak dalam pembuatan margarine. Berdasarkan sifatnya yang fleksibel, tidak berubah
bila terkena udara, ketahanannya terhadap oksidasi dan kemampuannya untuk
mempertahankan sifat- sifat aslinya pada suhu ekstrim, nikel banyak digunakan dalam
banyak aplikasi komersial dan industri. Sekitar 70% dari produksi nikel digunakan untuk
produksi stainless steel, sementara sisanya digunakan untuk berbagai penggunaan
industri, seperti :
1. stainless steel (pelindung baja)
2. baterai isi ulang

3. string gitar listrik


4. baja tahan karat
5. bahan untuk koin 5 cen di Amerika dan Kanada
6. pembuatan magnet alnico*
*magnet elnico = paduan magnet yang terdiri dari aluminium (Al), nikel (Ni) dan
kobalt (Co)
7. instalasi proses penghilangan garam untuk mengubah air laut menjadi air segar(dalam
bentuk alloy tembaga-nikel)
8. Sebagai katalis untuk menghidrogenasi minyak sayur atau menjadikannya padat
(dalam bentuk nikel yang sangat halus)
9. pelindung tembaga
10. kawat lampu listrik
11. katalisator lemak
12. pupuk pertanian
Nikel dapat bermanfaat bagi tubuh jika membentuk suatu senyawa kompleks.
Senyawa kompleks memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Aplikasi
senyawa ini meliputi bidang kesehatan, farmasi, industri, dan lingkungan. Senyawa
kompleks terbentuk akibat terjadinya ikatan kovalen koordinasi antara suatu atom atau
ion logam dengan suatu ligan (ion atau molekul netral). Logam yang dapat membentuk
kompleks biasanya merupakan logam transisi, alkali, atau alkali tanah. Studi
pembentukan kompleks menjadi hal yang menarik untuk dipelajari karena kompleks yang
terbentuk dimungkinkan memberi banyak manfaat, misalnya untuk ekstraksi dan
penanganan keracunan logam berat (Miessler and Tarr : 1991).
IV. Efek Toksik Nikel
Pembuangan limbah yang mengandung Ni mengakibatkan pencemaran Ni pada
tanah, air, dan tanaman. Kadar nikel di perairan tawar alami adalah 0,001 0,003 mg/L.
Pada perairan laut berkisar antara 0,005 0,007 mg/liter. Untuk melindungi kehidupan

organisme akuatik, kadar nikel sebaiknya tidak melebihi 0,025 mg/liter. Untuk air minum
< 0,1 mg/L.
Adanya logam berat di perairan, berbahaya baik secara langsung terhadap
kehidupan organisme, maupun efeknya secara tidak langsung terhadap kesehatan
manusia. Hal ini berkaitan dengan sifat-sifat logam berat yaitu :
1. Sulit didegradasi, sehingga mudah terakumulasi dalam lingkungan perairan dan
keberadaannya secara alami sulit terurai (dihilangkan)
2.

Dapat terakumulasi dalam organisme termasuk kerang dan ikan, dan akan

membahayakan kesehatan manusia yang mengkomsumsi organisme tersebut


3. Mudah terakumulasi di sedimen, sehingga konsentrasinya selalu lebih tinggi dari
konsentrasi logam dalam air
4. Mudah tersuspensi karena pergerakan masa air yang akan melarutkan kembali logam
yang dikandungnya ke dalam air, sehingga sedimen menjadi sumber pencemar potensial
dalam skala waktu tertentu
Walaupun terjadi peningkatan sumber logam berat, namun konsentrasinya dalam
air dapat berubah setiap saat. Hal ini terkait dengan berbagai macam proses yang dialami
oleh senyawa tersebut selama dalam kolom air. Parameter yang mempengaruhi
konsentrasi logam berat di perairan adalah suhu, salinitas, arus, pH dan padatan
tersuspensi total atau seston.
Nikel dalam jumlah kecil dibutuhkan oleh tubuh, Nikel cukup berperan
bagi kesehatan

tubuh sehingga

tubuh

dapat

memproduksi

sel

darah

merah dan hemoglobin sintesis. Nikel merupakan zat gizi esensial yang berfungsi
menstabilisasi struktur asam nukleat dan protein dan sebagai kofaktor berbagai enzim.
Nikel juga berperan mengatur kadar lipid dalam jaringan dan dalam sintesis fosfolipid
juga merupakan nonspesifik aktifator enzim.
Tetapi bila terdapat dalam jumlah yang terlalu tinggi dapat berbahaya untuk
kesehatan manusia. Pada umumnya orang bisa terpapar Ni di tempat kerja dalam
produksi atau proses yang menggunakan bahan Ni atau bisa juga melalui kontak dengan
perhiasan yang mengandung Ni, stainless steel, serta peralatan masak yang mengandung
Ni atau bahan asam tembakau. Paparan nikel (Ni) bisa terjadi melalui inhalasi, oral, dan

kontak kulit. Manusia pada umumnya mengonsumsi makanan sebesar 150


,intake Ni asal makanan pada orang dewasa rata-rata sebesar 100 300

Paparan akut Ni dosis tinggi melalui inhalasi bisa mengakibatkan kerusakan berat
pada paru-paru dan ginjal serta gangguan gastrointestinal berupa mual, muntah dan diare.
Paparan Ni lewat kulit secara kronis bisa menimbulkan gejala antara lain dermatitis nikel
berupa eksema ( kulit kemerahan, gatal ) pada jari-jari, tangan, pergelangan tangan, serta
lengan. Paparan kronis Ni , secara inhalasi bisa mengakibatkan gangguan pada alat
pernafasan, berupa asma, penurunan fungsi paru-paru, serta bronchitis.

Akibat Paparan Nikel pada handphone

Akibat Paparan Nikel pada jam tangan

V. Cara Pengendalian Pencemaran Logam Nikel


Metode yang biasa digunakan untuk membersihkan/mengurangi pencemaran
adalah menggunakan tanaman yang disebut fitoremediasi.Tanaman hiperakumulator Ni
mampu menyerap lebih dari 10.000 ppm.Tanaman jenis Alyssum sp dan Berkheya sp
Sebertia acuminate mampu menyerap nikel (Ni) hingga lebih dari 2% dari biomassa
kering.
Limbah industri pelapisan logam yang mencemari lingkungan untuk mengurangi
pencemaran biasa menggunakan modul membran yang berfungsi sebagai penyaring
logam tertentu sehingga limbah bisa tertahan pada membran.Modul membran mampu
menyaring pencemaran alumunium (Al) maupun limbah lain seperti ion nikel (Ni).
Jenis mikroorganisme bioremoval yang bisa mengabsorpsi polutan nikel (Ni)
adalah Saccharomyces cerevisie dan Solanum elaeagnifolium.Jenis alga yang bisa

berfungsi sebagai bioindikator dan bioakumulator logam Ni adalah Cladophora glomerata


dan Chaetocerus sp (Putra dkk.,2003)
VI. Standar Aman Kandungan Nikel di Dalam Tubuh dan Lingkungan
Pembuangan limbah yang mengandung Ni mengakibatkan pencemaran Ni pada
tanah, air, dan tanaman. Kadar nikel di perairan tawar alami adalah 0,001 0,003 mg/L.
Pada perairan laut berkisar antara 0,005 0,007 mg/liter. Untuk melindungi kehidupan
organisme akuatik, kadar nikel sebaiknya tidak melebihi 0,025 mg/liter. Untuk air minum
< 0,1 mg/L. Menurut US Departemen Of Health and Human Service batas kadar logam
nikel dalam tanah air dan tubuh manusia adalah 4 80 ppm.

VII. Besar Tingkat Pencemaran Nikel dan Faktor Resiko

Nikel diketahui memiliki peranan penting dalam biologis mikroorganisme dan tumbuhan.
Hal ini dibuktikan bahwa dalam urease ( enzim yang berperan dalam hidrolisis urea )
mengandung nikel. Tetapi apabila kandungan nikel yang diserap dalam tubuh berlebih akan
menyebabkan gangguan pernafasan, asam, sakit perut, kidney ( kadar protein berlebih dalam
urine), kanker, dan gangguan kehamilan. Gangguan efek logam nikel yang paling sering adalah
alergi. Kira-kira 10 20% dari populasi menunjukkan reaksi alergi terhadap nikel. Dari beberapa
orang yang mengalami alergi menunjukkan adanya gangguan pada kulit disekitar kulit yang
terkena logam nikel. Gangguan yang lebih berbahaya terhadap logam nikel adalah bronchitis
kronik gangguan fungsi paru-paru dan kanker hati

II MANGAN

A. Sumber mangan

Mineral mangan tersebar secara luas dalam banyak bentuk; oksida, silikat, karbonat adalah
senyawa yang paling umum. Penemuan sejumlah besar senyawa mangan di dasar lautan

merupakan sumber mangan dengan kandungan 24%, bersamaan dengan


unsur lainnya dengan kandungan yang lebih sedikit.
Potensi cadangan bijih mangan di Indonesia cukup besar, namun
terdapat di berbagai lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Potensi
tersebut terdapat di Pulau Sumatera dan Kepulauan Riau, Pulau Jawa,
Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Kebanyakan senyawa mangan saat ini ditemukan di Rusia, Brazil, Australia, Afrika
sSelatan, Gabon, dan India. Irolusi dan rhodokhrosit adalah mineral mangan yang paling banyak
dijumpai. Logam ,mangan diperoleh dengan mereduksi oksida mangan dengan natrium,
magnesium, aluminum atau dengan proses elektrolisis.
Mangan merupakan salah satu unsur yang paling banyak terdapat di dalam kerak bumi.
Bijih mangan yang utama berasal dari pirolusit (MnO2) dan psi-lomelan (Ba,H2O)2Mn5O10.
Mangan yang mengandung oksida lainnya namun berperan bukan sebagai mineral utama dalam
deposit bijih mangan adalah bauksit, manganit, hausmanit, dan lithiofori. Sumber mangan yang
mengandung karbonat adalah rhodokrosit, sedangkan sumber mangan yang mengandung silika
adalah rhodonit. Deposit mangan dapat dibagi menjadi beberapa tipe, misalnya deposit
hidrotermal, deposit sedimenter, deposit yang berasosiasi dengan aliran lava bawah laut, deposit
metamorfosis, deposit laterit, dan akumulasi residu.

Gambar 1 Salah satu bijih mangan, yaitu psilomelan (Ba,H2O)2Mn5O1

Mangan tersebar di seluruh jaringan tubuh. Konsentrasi mangan tertinggi terdapat di hati,
kelenjar tiroid, pituitari, pankreas, ginjal, dan tulang. Jumlah total mangan pada laki-laki yang
memiliki berat 70 kg sekitar 12-20 mg. Jumlah pemasukan harian sampai saat ini belum dapat
ditentukan secara pasti, meskipun demikian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa jumlah
minimal sekitar 2.5 hingga 7 mg mangan per hari dapat mencukupi kebutuhan manusia.

B. Ekstraksi mangan
Mangan pertama kali diisolasi dari pemanasan MnO2 dengan batubara-charcoal dan
minyak, meskipun kemurnian hasilnya masih rendah. Reduksi pirolusit yang biasanya bercampur
dengan oksida besi Fe2O3 dengan batubara-kokas dalam tanur listrik tinggi menghasilkan
feromangan yang mengandung kira-kira 80 % Mn.
MnO2 (s) + Fe2O3 (s) + 5C (s)

Mn (s) + 2Fe (s) + 5 CO2

(g)

feromangan

jika mineral pirolusit mengandung silikon, maka unsur ini dapat dihilangkan dengan
penambahan air kapur Ca(OH)2, dalam hal ini silicon akan diubah menjadi kalsium silikat.
Untuk memperoleh logam mangam murni, pirolusit diolah menurut proses termit. Dalam
proses ini pirolusit- MnO2 dipanaskan agar mengalami reduksi sebagian menjadi Mn3O4.
Reduksi lebih lanjut dalam logam alumunium menghasilkan logam mangan yang dapat
dipisahkan dengan lelehannya ( Al2O3 mempunyai titik leleh yang jauh lebih tinggi ~ 2045 oC).
pemurnian logam mangan lebih lanjut dilakukan secara destilasi. Persamaan reaksi utama yang
terjadi dalam proses ini yaitu :
2 MnO2 (s)

3 Mn3O4 (s) + 8 Al (s)

Mn3O4 (s) + O2 (g)

4 Al2O3

(s)

+ 9 Mn (l)

Logam Mn dengan kemurnian tinggi (~ 99,9 %) mulai dapat diisolasi pada tahun 1930.

c. Sifat-sifat Mangan
Mangan adalah logam berwarna putih keabu-abuan seperti besi dengan kilap metalik
sampai submetalik, memiliki tingkat kekerasan antara 2 hingga 6, massa jenis 7.21 g/cm3 pada
suhu ruang, massif, reniform, botriodal, stalaktit, serta kadang-kadang berstruktur fibrous dan
radial. Logam mangan dan ion-ion biasa beliau mempunyai daya magnet yang kuat.
Dalam keadaan murni, logam mangan bersifat keras tetapi rapuh (mudah patah). Mangan
mudah teroksidasi oleh udara, bereaksi lambat dengan air dan membentuk berbagai macam
senyawa dengan tingkat oksidasi yang paling bervariasi. Mangan sangat reaktif secara kimiawi,
dan terurai dengan air dingin perlahan-lahan. Mangan digunakan untuk membentuk banyak alloy
yang penting. Dalam baja, mangan meningkatkan kualitas tempaan baik dari segi kekuatan,
kekerasan,dan kemampuan pengerasan.

Dengan aluminum dan bismut, khususnya dengan sejumlah kecil tembaga, membentuk
alloy yang bersifat ferromagnetik. Logam mangan bersifat ferromagnetik setelah diberi
perlakuan. Logam murninya terdapat sebagai bentuk allotropik dengan empat jenis. Salah
satunya, jenis alfa, stabil pada suhu luar biasa tinggi; sedangkan mangan jenis gamma, yang
berubah menjadi alfa pada suhu tinggi, dikatakan fleksibel, mudah dipotong dan ditempa.
Table 1 ciri logam mangan
Jari-jari atom

1.35

Volume atom

7.39 cm3/mol

Massa atom

54.938

Jari-jari kovalensi

1.17

Struktur kristal

Cubic body center

Massa jenis

7.44 g/cm3

Konduktivitas listrik

0.5 x 106 ohm-1cm-1

Konduktivitas kalor

7.82 Wm-1K-1

Konfigurasi elektron

[Ar]3d5 4s2

Entalpi pembentukan

14.64 kJ/mol

Entalpi penguapan

219.74 kJ/mol

Elektronegatifitas

(skala 1.55

Pauling)
Kapasitas kalor

0.48 Jg-1K-1

Titik lebur

1518 K

Titik didih

2235 K

Potensial ionisasi

7.435 V

Bilangan oksidasi

7, 6, 4, 3, 2

d. SENYAWA MANGAN
1. Beberapa Senyawaan Mangan

Mangan mampu membentuk senyawa mulai dengan tingkat oksidasi terendah +2 hingga
tertinggi +7, sehingga dapat disimpulkan bahwa sifat terpenting dalam senyawa mangan
berkenaan dengan reaksi redoks.
1) Dalam suasana asam, ion Mn3+ bersifat tidak stabil, mudah mengalami swaredoks atau
disproporsionasi, yaitu mengalami oksidasi menjadi MnO2 dan reduksi menjadi Mn2+ secara
serentak oleh dirinya sendiri menurut persamaan reaksi :
2 Mn3+ (aq) + 6 H2O Mn2+(aq) + MnO2 (s) + H3O+

Eo = 0,54 V

2) Demikian juga ion manganat, MnO42- , tidak stabil dan dalam suasana asam mengalami
disproporsionasi secara spontan :
3 MnO42-(aq) + 4 H3O+ 2 MnO4(aq) + MnO2 (s) + 6 H2O(l) Eo = 1,70 V
3) Namun demikian dalam suasana basa, sifat disproporsionasi ini hanya menghasilkan nilai Eo
yang sangat kecil ( + 0,04 V). oleh karena itu, ion manganat MnO42- , dapat diperoleh dalam
suasana basa :
3 MnO42(aq) + 2 H2O(l) 2 MnO4(aq) + MnO2 (s) + 4 OH(aq) Eo = 0,004 V
Ini berarti bahwa jika konsentrasi [OH] dibuat cukup tinggi, reaksi tersebut dapat
berlangsung ke arah sebaliknya (ke kiri) sehingga konsentrasi MnO42- dalam larutan dapat
ditingkatkan.

2. Oksida, Hidroksida, anion-okso dan garam Mangan


Karakteristik oksida, hidroksida mangan dan beberapa turunannya yang penting dapat
dilihat pada table 2. Oksida-oksida mangan dengan tingkat oksidasi lebih rendah bersifat basa
dan bereaksi dengan asam membentuk garam katio Mn(II) dan Mn (III). Oksida-oksida lebih
tinggi sebaliknya bersifat asam dan bereaksi dengan alkalis menghasilkan garam-garam anionokso. Fusi MnO2 dengan hidroksida logam alkali dan oksidator seperti KNO3 menghasilkan
garam manganat (VI) yang berwarna hijau legam yang stabil dalam larutan alkali kuat tetapi
terdisproporsionasi dalam keadaan netral atau asam.
MnO2 (s) + 2 OH (aq) + NO3- (aq) MnO42(aq) + H2O(l) + NO2- (aq)
3 MnO42-(aq) + 4 H3O+ 2 MnO4(aq) + MnO2 (s) + 6 H2O(l)

Tabel 2 Karakteristik oksida, hidroksida mangan dan beberapa turunannya.


Tingkat
Oksidasi
+2
+3

Oksida

Hidroksida

Sifat

Ion

Nama

MnO

Mn(OH)2

Basa

Mn2+

Mangan (II)

Warna
Ion
Pink

moderat
Mn2O3

Mn(OH)3

Basa lemah

Mn3+

Mangan (III) Violet

MnO2

MnO(OH)2

Amfoterik/

MnO32-

Manganit

Coklat

atau

asam lemah
MnO42-

Manganat

Hijau

MnO4-

Permanganat Ungu

+4

H2MnO3
+6
+7

MnO3

H2MnO4

Asam
moderat

Mn2O7

HMnO4

Asam kuat

Mangan (II) d5
Berdasarkan nilai potensial reduksinya, Mangan (II) merupakan spesies mangan yang paling
stabil karena mempunyai konfigurasi electron setengah penuh, 3d5. Reduksi dengan hydrogen
terhadap oksida mangan apa saja akan menhasilkan oksida dengan tingkat oksidasi mangan
terendah abu-abu-hijau, MnO.
Mangan (II) dalam senyawa garamnya seperti klorida, sulfat dan nitrat, dalam larutan air
dapat dinyatakan sebagai ion Mn2+, atau perspektif ion kompleks sebagai [Mn(H2O)]62+ dan
berwarna pink pucat.
Penambahan alkali hidroksida ke dalam larutan Mn2+ diperoleh endapan Mn(OH)2 yang
berupa gelatin putih hingga pink pucat, tetapi hidroksi ini dalam udara terbuka segera teroksidasi
menjadi Mangan (III) oksihidroksi, MnO(OH) yang berwarna coklat gelap.
Mn2+(aq) + 2 OH (aq) Mn(OH)2 (s)
4 Mn(OH)2(s) + O2

(g)

MnO(OH) (s) + 2 H2O(l)

Sebagian besar larut di dalam air, penambahan gas oksigen pada larutan

Mn2+

menghasilkan hidroksida berupa gelatin putih dalam udara yang cepat berubah menjadi gelap
akibat reaksi oksidasi. Penambahan SH akan menyebabkan MnS teroksidasi menjadi coklat

dalam udara, pada pendidihan tanpa udara materi yang merah menjadi MnS kristal atau sulfatnya
(MnSO4) sangat stabil dan digunakan untuk analisis Mn. Tetapan kesetimbangan bagi
pembentukan kompleks mangan (II) relative rendah karena ion Mn2+ tidak memiliki energi
penstabil medan ligan. Ion Mn2+ bias menempati lubang tetrahedral dalam beberapa gelas
tertentu, menyubstitusi Zn2+dalam ZnO. Hanya medan ligan yang paling kuat meningkatkan
perpasangan seperti ion-ion [Mn(CN)6]4+ dan [Mn(CN)]62+ hanya memiliki 1 elektron tidak
berpasangan.
Mangan (III) d4
Mangan (III) terdapat sebagai oksidanya, yaitu Mn2O3 dan MnO(OH) yang terjadi secara
alamiah di alam, tetapi ion Mn3+ dalam larutan air tidak stabil, mudah tereduksi menjadi Mn2+
sebagaimana dinyatakan oleh nilai potensial reduksinya. Campuran MN(II)-Mn(III) oksida
terdapat sebagai Mn3O4, mineral berwarna hitam, yang terbentuk jika mangan oksida apa saja
dipanaskan hingga ~ 1000 oC dalam udara. Oksida ini mempunyai struktur spinel. Misalnya
garam MnCl3 (hitam) dapat diperoleh dalam larutannya dari reaksi MnO2 dengan asam klorida
pada temperature rendah, tetapi akan terurai pada suhu diatas -40 oC. Ion mangan diperoleh
melalui oksidasi elektrolitik atau oksida deosulfat. Mangan (III) dan (IV) penting untuk
fotosintesis.
Mangan (IV) d3
Mangan (IV) terdapat sebagai oksidanya yaitu MnO2 yang bersifat antiferomagnetik di
bawah temperature ~ 92 oC. MnO2 sekalipun bukan dioksida yang paling stabil karena dapat
terurai menjadi Mn2O3 pada ~ 530 oC, merupakan dioksida yang terpenting, bermanfaat sebagai
agen pengoksidasi. Oksida ini bersifat amfoterik namun relative inert terhadap asam maupun
basa, dalam arti perannya sebagai Mn(IV) tidak dapat dipertahankan. Hal ini terlihat nyata dari
hasil reaksinya dengan asam klorida pekat dalam keadaan dingin, yaitu larutan hijau dari ion
Mn4+ yang bersifat tidak stabil , berubah menjadi larutan pink karena terbentuk ion Mn 2+.
Mn(SO4)2 juga bersifat tidak stabil, sehingga reaksi MnO2 dengan asam sulfat pekat akan
menghasilkan MnSO4.
Namun demikian, Mn(IV) dalam beberapa senyawa kompleks bersifat cukup stabil dan
tidak mudah terurai, misalnya dalam kompleks K2[MnF6] (kuning), dan Rb2[MnCl6] (merah

tua). Hidroksida dari Mn(IV) bersifat asam lemah oleh karena itu, tiap molekul hidroksinya
dapat melepaskan satu molekul H2O hingga rumus molekulnya menjadi MnO(OH)2 atau sering
ditulis sebagai H2MnO3.
Mangan (VI) d1
Mangan (VI) hanya dikenal stabil sebagai spesies manganat, MnO42- dengan bangun
tetrahedron dan berwarna hijau gelap. Misalnya, kalium manganat dapat diperoleh dari reaksi
lelehan MnO2 dan basa alkali dengan hadirnya oksidator misalnya udar / KNO3.
2 MnO2 (s) + 4 KOH

(s)

+ O2 (g)

2 K2MnO4 (s) + H2O(g)

Dalam larutannya, ion manganat hanya stabil dalam suasana basa; dalam air dan suasana
asam, akan mengalami disproporsionasi menjadi ion Permanganat dan MnO2. Dalam suasana
asam MnO42- bersifat oksidator. Asam manganat, H2MnO4 sangat tidak stabil untuk diisolasi.
Mangan (VII) d0
Mangan heptoksida, Mn2O7 berupa minyak hijau yang mudah meledak dan diperoleh dari
reaksi garam manganat (VII) dengan H2SO4 pekat. Mn2O7 secara perlahan melepaskan oksigen
dan membentuk MnO2 yang bersifat eksplosif mengoksidasi hamper semua material aorganik.
Hanya satu senyawa anion-okso Mn(VII) yang dikenal penting yaitu kalium permanganate,
K2MnO4 yang berwarna ungu. Senyawa ini stabil dalam larutannya dan peran utamanya sebagai
oksidator yang sangat kuat, baik dalam suasana asam, basa maupun netral.
Mangan VII paling baik dalam bentuk garam dari ion permanganat. Larutan ini tidak stabil,
terurai dengan lambat namun dapat diamati dalam larutan asam, netral, ataupun sedikit basa.
Penguraian larutan dalam gelap berlangsung sangat lambat. Berikut ini adalah beberapa reaksi
yang dapat terjadi pada mangan (VI) dan mangan (VII).
4MnO4- + 4H+ 3O2 + 2H2O + 4MnO2

Dalam larutan basa permanganat adalah pengoksida kuat.


MnO4 + 2H2O + 3e MnO2 + 4OH
Dalam basa sangat kuat dan dengan MnO4 berlebih menghasilkan ion manganat
MnO4 + e MnO4 2-

Dalam larutan asam permanganat tereduksi menjadi Mn 2+ oleh zat pereduksi berlebih
MnO4 + 8OH + 5e Mn

2+

+ 4H2O

e. PRODUKSI MANGAN
Lapisan bijih terpenting dalam mangan adalah pyrolusite (MnO2). Sebagian besar dari
lapisan bijih mangan yang termasuk penting secara ekonomis mengarahkan jarak hubungan
dekat ke lapisan bijih besi. Sumber-sumber dari pengelolaaan di daratan termasuk besar dan
dapat ditemukan di Afrika Selatan, Ukraine, dan persediaan mangan-mangan penting lainnya ada
di Australia, Cina, India, Brazil dan Gabon.
Untuk produksi Ferromanganese, lapisan bijih mangan dicampur dengan lapisan bijih besi
dan karbon, kemudian dikurangi dengan cara pembakaran secara diledakkan dalam tungku
perapian atau dalam tungku perapian listrik. Hasil Ferromanganese tersebut mempunyai 30% s/d
80% kadar mangan. Mangan murni yang digunakan untuk produksi campuran yang bukan besi
dihasilkan dengan melumerkan lapisan bijih mangan dengan asam asam-belerang (sulfuric acid)
yang dilanjutkan dengan proses electrowinning.
Produksi mangan di seluruh Indonesia tidak mencapai 10% total produksi mangan di
seluruh dunia. Tetapi, potensi persediaan bijih mangan di Indonesia termasuk besar, yang
terdapat di lokasi-lokasi tersebar di seluruh Indonesia. Potensi-potensi tersebut dapat ditemukan
di Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Nusa
Tenggara, Maluku, dan Papua. Sementara lokasi pertambangan PT. PAM Alam Mineral sendiri
dapat ditemukan di Trenggalek, Tulung Agung, Jawa Timur.

f. PEMANFAATAN MANGAN
Pemanfaatan mangan di dunia sebagian besar digunakan untuk tujuan metalurgi, yaitu
untuk proses produksi besi-baja, sedangkan penggunaan mangan untuk tujuan non-metalurgi
antara lain produksi baterai kering, keramik dan gelas, dan kimia.
Mangan dioksida (sebagai pirolusit) juga digunakan sebagai pendepolarisasi pada sel
kering baterai dan untuk menghilangkan warna hijau pada gelas yang disebabkan oleh pengotor
besi. Mangan sendiri memberi warna lembayung pada kaca. Dioksidanya berguna untuk
pembuatan oksigen dan klorin, dan dalam pengeringan cat hitam. Senyawa permanganat adalah
oksidator yang kuat dan digunakan dalam analisis kuantitatif dan dalam pengobatan. Mangan

juga banyak tersebar dalam tubuh. Mangan merupakan unsur yang penting untuk penggunaan
vitamin B1.

g. TOKSISITAS MANGAN
Laporan mengenai toksisitas mangan secara oral relatif jarang. Toksisitas mangan lebih
sering diakibatkan oleh paparan kronis para pekerja pabrik besi dan baja, penambangan bijih
mangan, pengelasan, pabrik kimia, baterai sel kering, dan industri bahan bakar minyak. Laporan
pertama mengenai toksisitas mangan dibuat oleh Couper pada tahun 1837. Ia menjelaskan
keadaan yang mirip dengan kelumpuhan pada pekerja penggilingan pirolusit. Perhatian yang
lebih besar terhadap toksisitas mangan tumbuh pada tahun 1930-40an setelah munculnya laporan
mengenai kondisi yang sama pada beberapa penambang.
Gejala keracunan mangan dapat dideskripsikan dalam tiga tingkatan. Keracunan ringan
mengakibatkan psikosis dan mencakup gejala-gejala berikut: astenia, anoreksia, insomnia, sakit
pada otot, kegembiraan, halusinasi, gangguan ingatan, dan perilaku kompulsif. Gejala gejala
keracunan tingkat sedang mencakup gangguan berbicara, bergerak dengan canggung (kikuk),
gaya berjalan tidak normal, keseimbangan yang buruk, hiperefleksia pada anggota tubuh bagian
bawah, dan gemetar. Gejala keracunan tingkat berat memiliki kesamaan dengan Parkinson
disease. Mekanisme neurotoksisitas mangan terjadi karena degenerasi neuronal pada berbagai
area di otak dan kelainan neurotransmitter. Faktor-faktor yang mungkin meningkatkan
kerentanan terhadap toksisitas mangan antara lain defisiensi besi, alkoholisme, infeksi kronis,
dan penurunan ekskresi. Reduksi toksisitas mangan, selain pengurangan paparan, dapat dibantu
dengan penambahan nutrien antagonis seperti yang diperlihatkan pada Gambar 2.

Gambar 2 Beberapa nutrisi yang bersifat antagonis terhadap fungsi logam Mn di dalam tubuh.

h. AKIBAT DEFISIENSI MANGAN


Defisiensi mangan telah dipelajari pada hewan, gejalanya dapat berbeda- beda menurut
spesies dan tingkat defisiensinya. Terdapat banyak kesamaan yang terdapat pada beberapa
spesies, termasuk kelainan tulang, cacat postur, gangguan pertumbuhan, dan gangguan pada
metabolisme karbohidrat dan lipid. Kondisi genetik yang umum disebabkan oleh defisiensi
mangan menghasilkan gangguan pada otolit di telinga bagian dalam selama masa kehamilan.
Kelainan pada tulang di antaranyachondr odys trophy, atau keterbelakangan pertumbuhan tulang.
Perosis atau tendon yang tergelincir merupakan keadaan yang umum dikenali terdapat pada
ayam dan bebek. Fungsi reproduksi pada pasien defisiensi mangan dicirikan dengan gangguan
ovulasi, ovarian, dan degenerasi testikular, dan peningkatan kematian bayi.
Mangan terlibat di dalam sintesis kolesterol; sehingga defisiensi dapat dihubungkan dengan
kurangnya prekursor (kolesterol) untuk produksi hormonal yang normal. Mangan juga
menunjukkan hubungan sinergis dengan kolin. Defisiensi salah satu ataupun keduanya dapat
menyebabkan keadaan yang abnormal pada integritas membran sel dan mitokondria.
Mitokondria hati yang diisolasi dari mencit menunjukkan kelainan pada krista dan menurunnya
kecepatan oksidasi.
Gangguan metabolisme karbohidrat disebabkan oleh kelainan aktivitas glikosiltransferase.
Kelainan pankreas yang mengakibatkan sedikitnya pemanfaatan glukosa memperlihatkan adanya
hubungan bahwa mangan mungkin terlibat dalam pembentukan insulin ataupun aktivitasnya.
Defisiensi mangan pada manusia diamati secara tidak sengaja pada pengaturan pola makan
yang ketat. Gejalanya antara lain hipokolesterolemia, penurunan trigliserida dan fosfolipid,
kehilangan berat badan, dermatitis sementara, dan nausea. Warna rambut penderita akan berubah
dari hitam menjadi merah. Tujuan pengaturan pola makan ini sebenarnya untuk membatasi
vitamin K untuk mempelajari perpanjangan waktu protrombin dan memperbaikinya dengan
vitamin K. Meskipun demikian, ketika defisiensi mangan ditemukan dan digantikan dalam pola
makan tersebut, waktu protrombin telah diperbaiki. Oleh karena protrombin adalah glikoprotein
dan mangan mengaktivasi transferase, diduga mangan diperlukan dalam sintesis protrombin.
Penelitian lain mengenai defisiensi mangan pada sukarelawan manusia telah dilaporkan.
Subjek penelitian dilaporkan memiliki gejala ruam pada tubuh bagian atas, dan pangkal paha.
Gejala-gejala ini didiagnosis sebagai Miliaria Crystallina atau biang keringat. Kadar kalsium dan

fosfor serum menurun seperti halnya alkaline phosphatase, kolesterol, dan HDL serum yang juga
ikut menurun ikut teramati pada defisiensi mangan.
Kelainan lain yang dianggap berhubungan dengan defisiensi mangan telah dilaporkan.
Epilepsi dapat menurunkan kadar mangan di dalam darah. Defisiensi mangan mungkin
berhubungan dengan kelainan metabolisme seperti maple syrup disease dan fenilketonuria
(PKU). Penderita sindrom Down yang telah dewasa yang sering memiliki dislokasi tulang paha
sekunder dan epifisitis pada ujung femoral diduga mengalami defisiensi mangan. Beberapa
kondisi yang terkait dengan mangan lainnya adalah kegagalan pembentukan intrauterin dan
osteoporosis.
Straus dan Saltman melaporkan kasus defisiensi mangan yang terjadi pada pemain basket
yang menderita kerusakan tulang dengan masa penyembuhan yang lama dan ketidakstabilan
sendi. Mereka tidak dapat mengukur kadar mangan pada serumnya, yang berasal dari pola
makannya yang sangat terbatas. Suplementasi selama beberapa bulan akhirnya dapat
mempercepat penyembuhan tulangnya serta dapat mengembalikannya ke karir profesionalnya.
Mereka juga mendapatkan penemuan yang sama pada pasien ortopedi dengan kerusakan pada
proses penyembuhan tulangnya.

i. PENCEGAHAN
Gabungan-gabungan mangan tidak mengandung racun sebanyak logam-logam tersebar
lainnya seperti nekel dan tembaga. Tetapi, pendekatan ke debu-debu dan asap mangan
semestinya tidak melebihi nilai langit-langit 5 mg/m3 walaupun untuk waktu-waktu singkat
karena tingkat kandungan racunnya. Mangan memberikan resiko khusus untuk anak-anak yang
disebabkan oleh kecondongan akan terjepit ke penerima-penerima CH-7. Keracunan mangan
pernah di hubungkan ke kerusakan ketrampilan-ketrampilan motor dan penyakit kognitif.
Racun permanganate menunjukkan tingkat lebih tinggi daripada gabungan-gabungan
mangan. Beberapa bencana keracunan pernah terjadi, walaupun dosis bencana sekitar 10g. Efek
proses pernafasan yang kuat ke arah necrosis di mucous membrane. Contohnya, kerongkongan
terpengaruh jika racun permanganate ditelan. Hanya jumlah kecil diserap oleh usus besar tetapi
kwantitas kecil ini menunjukkan efek parah ke ginjal dan ke hati.

III.

a.

CHROM

Pengertian Chromium
Chromium adalah suatu logam keras berwarna abu-abu dan sulit dioksidasi meski dalam

suhu tinggi. Cromium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang
Cr dan nomor atom 24. Cromium merupakan logam tahan korosi (tahan karat) dan dapat dipoles
menjadi mengkilat. Dengan sifat ini, kromium (krom) banyak digunakan sebagai pelapis pada
ornamen-ornamen bangunan maupun pada komponen kendaraan, seperti knalpot pada sepeda
motor.
b.

Asal mula ditemukannya Chromium


Chromium pertamakali ditemukan pada tahun 1797 oleh Vauquelin, Ia menemukan

chromium yang berwarna kelabu kebiru-biruan. Sumber alami: hati, ragi untuk membuat bir,
lada hitam, daun kemangi, daging sapi, unggas, brokoli, dedak dan beras/beras biji utuh.
Biji yang prinsip adalah sumber khromit, yang mana adalah ditemukan di Zimbabwe, Rusia,
Transvaal, Turkey,Iran, Albania, Negara Finlandia, Republik Negeri Madagaskar Demokratis,
dan Phillippines.
c.

Penggunaan Chromium

Chromium banyak digunakan dalam perindustrian, antara lain:


-

Cromium (0) digunakan dalam pembuatan baja (stainless steel) untuk menaikkan kekuatan,

kekerasan dan resistensi logam.


-

Cromium (VI) dan kromium (III) digunakan untuk menyepuh logam (electroplating),

pencelupan dan pewarnaan (dyes and pigment), penyamakan kulit (leather tanning) dan
pengawetan kayu (wood preserving)
-

Proses pemurnian bahan kimia dan pembuatan katalis

Pembuatan zat warna

Dalam industri kimia digunakan sebagai :

Cat pigmen (dapat berwarna merah, kuning, orange dan hijau)

Chrome plating

Penyamakan kulit

Treatment Wool

d.

Sifat-sifat umum

Sifat Fisika Dan Kimia dari chromium antara lain:


-

Titik didih 2672 oC

Titik lebur 1837 1877 oC

Berat jenis 7,20 pada 28 oC

Kromium tidak larut dalam air dan asam nitrat, larut dalam asam sulfat encer dan asam

klorida.
-

Kromium tidak dapat bercampur dengan basa, oksidator, halogen, peroksida dan logam

logam.
-

Kromium dapat menyala atau mudah menyala, dapat terbakar secara spontan apabila

terpapar di udara atau bila debu kromium bercampur dengan udara dapat terbakar atau meledak.
-

Hindarkan dari panas, nyala api, percikan api dan sumber sumber kebakaran yang lain.

Hindari terjadinya debu kronium.

Chromium

Nomor Atom:

24

Cr

Berat Atom:

51.9961

Jenis Unsur:

Transition Metal

Struktur Kristal: Cubic Body Centered

Titik lebur:

Titik Didih:

Critical Temp:

Atomic Radius:

1907.0C = 3464.6F =
2180.15 K
2671.0C = 4839.8F =
2944.15 K
C = F = K
1.85 ( = Angstrom =
10-10 m)

Covalent Radius: 1.18


Electronegativity: 1.66

d.

Nilai Ambang Batas


Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan kromium dalam darah yang melebihi

nilai ambang batas (>20-3,0 g / 100 ml). Kandungan kromium dalam urine yang melebihi nilai
ambang batas (>11 g / liter).

e.

Produksi Chromium
Tingkatan unsur logam pelapis kran di dalam udara dan air biasanya rendah. Di dalam air

minum tingkatan unsur logam pelapis kran pada umumnya rendah juga, tetapi mencemari air
baik boleh berisi chromium (IV yang berbahaya). Kebanyakan orang-orang yang makan
makanan yang berisi chromium (III) adalah rute pengambilan unsur logam pelapis kran yang
utama, chromium terjadi secara alami di dalam sayur-mayur banyak orang, buah-buahan, daging,
ragi dan butir.

f.

Jalan Masuk Ke Dalam Tubuh

Pemajanan melaui :
-

Inhalasi terutama pekerja

Kulit

Oral

g.

Ekskresi/Eliminasi Chromium
Ekskresi dari chromium yakni dikeluarkan lewat tinja dan sebagian besar dikeluarkan

lewat urine.
h.

Pengaruh Chromium Terhadap Kesehatan


Efek Klinis
Efek dari chromium terhadap kesehatan yakni bisa mengalami gangguan pernapasan dan

juga mengganggu alat pencernaan. Chromium(Vi) dikenal untuk menyebabkan berbagai


kesehatan mempengaruhi. Ketika chromium merupakan suatu campuran di dalam produk kulit,
itu dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti ruam kulit. Setelah bernafas chromium(VI) dapat
menyebabkan gangguan hidung dan mimisan.
Lain permasalahan kesehatan yang adalah disebabkan oleh chromium (VI) adalah:
o

Ruam Kulit

Ganggu perut dan borok

Permasalahan berhubung pernapasan

Sistem kebal yang diperlemah

Ginjal Dan Kerusakan Hati

Perubahan [dari;ttg] material hal azas keturunan

Kanker Paru-Paru/Tempat terbuka

Kematian

Keracunan Akut
1. Bila terhirup / inhalasi
Bila debu atau uap kromium terhirup pada konsentrasi tinggi dapat menyebabkan iritasi.
2. Bila kontak dengan kulit
Kontak langsung dengan debu atau serbuk kromium dapat menyebabkan iritasi pada kulit.
3. Bila kontak dengan mata
Kontak langsung dengan debu atau serbuk kromium dapat menyebabkan iritasi pada mata.
4. Bila tertelan
Logam kromium sangat sulit diabsorbsi melalui saluran pencernaan. Absorbsi dalam jumlah
yang cukup dari beberapa senyawa kromium dapat menyebabkan pusing, haus berat, sakit perut,
muntah, syok, oliguria atau anuria dan uremia yang mungkin bisa fatal.

Keracunan Kronis
1. Bila terhirup / inhalasi
Paparan berulang dalam jangka waktu yang lama dari beberapa senyawa kromium dilaporkan
menyebabkan borok (ulcerasi) dan berlobang (perforasi) pada nasal septum, iritasi pada
tenggorokan dan saluran pernafasan bagian bawah, gangguan pada saluran pencernaan, tapi hal
ini jarang terjadi, gangguan pada darah, sensitisasi paru, pneumoconiosis atau fibrosis paru dan
efek pada hati hal ini jarang terjadi. Pada hakekatnya efek ini belum pernah dilaporkan terjadi
akibat paparan logam.

2. Bila kontak dengan kulit.


Paparan berulang dalam jangka waktu yang lama dari beberapa senyawa kromium dilaporkan
menyebabkan berbagai tipe dermatitis, termasuk eksim Chrome holes sensitisasi dan
kerusakan kulit dan ginjal. Pada hakekatnya efek ini belum pernah dilaporkan akibat paparan
logam.
3. Bila kontak dengan mata
Paparan berulang dalam jangka waktu yang lama untuk beberapa senyawa krom dapat
menyebabkan radang selaput mata (konjungtivities) dan lakrimasi. Pada hakekatnya efek ini
belum pernah dilaporkan akibat paparan logam.

j. Pencegahan.
a.

Bila terhirup / inhalasi

Segera pindahkan penderita dari tempat paparan, jika perlu gunakan suatu masker berkatup atau
peralatan sejenis untuk melakukan pernafasan buatan. Segera hubungi dokter.
b.

Bila kontak dengan kulit

Segera lepaskan pakaian, perhiasan dan sepatu penderita yang terkontaminasi, cuci kulit dengan
sabun atau detergen lunak dan air yang banyak sampai dipastikan tidak ada lagi bahan kimia
yang tersisa di kulit (sekurang kurangnya 15 20 menit). Bila perlu hubungi dokter.
c.

Bila kontak dengan mata

Segera bilas mata dengan air atau larutan garam fisiologis (0,9 % b/v) dalam jumlah yang cukup
banyak, sekali sekali kedipkan mata sampai dipastikan tidak ada lagi bahan kimia yang tersisa
(sekurang kurangnya 15 20 menit) Segera hubungi dokter.
d.

Bila tertelan

Jika terjadi muntah, jaga posisi kepala agar lebih rendah dari pinggul untuk mencegah aspirasi,
bila perlu hubungi dokter.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan mengenai unsur nikel, mangan, chrom di atas, maka dapat ditarik
beberapa kesimpulan yaitu :
1. Nikel adalah unsur kimia dengan lambang Ni dan nomor atomnya adalah 28. Nikel
termasuk dalam logam transisi yang keras dan ulet. Secara fisik, Nikel tampak berkilau
dengan sedikit warna keemasan. Nikel bersifat ferromagnetik dalam suhu ruangan. Nikel
sangat reaktif dengan oksigen. kondisi ini menyebabkan nikel sangat langka dalam
keadaan murni di bumi ini
2. Mangan merupakan salah satu unsur yang paling banyak terdapat di dalam kerak bumi.
Untuk memperoleh logam mangam murni, pirolusit diolah menurut proses termit.
Persamaan reaksi utama yang terjadi dalam proses ini yaitu :
2 MnO2 (s)
3

Mn3O4 (s) + 8 Al (s)

Mn3O4 (s) + O2 (g)

4 Al2O3

(s)

+ 9 Mn (l)

3. Cromium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cr dan
nomor atom 24. Cromium merupakan logam tahan korosi (tahan karat) dan dapat dipoles
menjadi mengkilat. Dengan sifat ini, kromium (krom) banyak digunakan sebagai pelapis
pada ornamen-ornamen bangunan maupun pada komponen kendaraan, seperti knalpot
pada sepeda motor

B. SARAN
Unsur mangan merupakan unsur yang cukup penting dan bermanfaat bagi kehidupan
sehingga perlu dilakukan eksplorasi lebih jauh agar unsur mangan benar-benar telah
dimanfaatkan dengan baik, namun tetap memperhatikan aspek kelestariannya dan keselamatan
pekerja yang mengolah unsur mangan dan senyawanya.

DAFTAR PUSTAKA

Connel , Des W . 1995 . Kimia dan Ekotoksikologi Pencemaran . Jakarta : UI Press.

Cotton F.A. Wilkinson G. 1988. Advanced Inorganic Chemistry. Fifth Edition.


John Willey and Sons Inc. New York.

MDs Choice Inc. 2000. Nickle. http:/www.pbg.net/.2 Juni 2006

Miesslar, G. L. and D.A. Tarr. 1991. Inorganic Chemistry. Prentice Hall. New Jersey.

Palar, Heryando . 1994 . Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat . Jakarta : Rhineka
Cipta.

Putra. S.E.,Buhani, Suharso. 2003.Alga sebagai Bioindikator dan Biorsoben Logam berat
( Bagian 1 : Bioindikator). Jurusan Kimia FMIPA . Universitas Lampung.

Ramlawati. 2005. Kimia Anorganik Fisik. Makassar : FMIPA UNM.

Widyowati , Wahyu . 2009 . Efek Toksik Logam . Yogyakarta : Andi Publisher.

http://blogibnuseru.blogspot.com/2011/12/nikel-nikel-adalah-unsur-kimia-metalik.html :
diakses 9 November 2014. Pukul 12.25.

http://bilangapax.blogspot.com/2011/02/nikel-dan-paduannya.html : diakses 9 November


2014. Pukul 12.32.