Anda di halaman 1dari 3

PEMBAHASAN

Kolesterol memiliki Tahap-tahap pembentukan, yaitu terdiri dari tiga tahap:


1. Unit unit Asetil KoA berkondensasi membentuk mevalonat
2. Selanjutnya melvalonat diubah menjadi unit unit isoperne 5-karbon yang mengalami
fosforilasi yang menghasilkan iso pentenyl phyrophospate (IIP) yang kehilangan CO 2
3.

dan berkondensasi membentuk senyawa 30-karbon skualen


Skualen mengalami siklisasi membentuk lanosterol yang selanjutanya akan diubah
menjadi kolesterol

Unit-unit Asetil KoA mengalami tahapan-tahapan yang rumit dan panjang untuk menjadi
lanosterol yang ada pada bagan dibawah ini:

Unit-unti Asetil KoA yang membentuk 3-hidroksi-3-metilglutari-KoA (HMG-KoA) melewati


tahap pembentukan Asetoasetil KoA dengan bantuan enzim Tiolase, setelah menjadi
Asetoasetil KoA yang dengan bantuan enzim HMG-KoA sintase membentuk 3-hidroksi-3metilglutari-KoA (HMG-KoA). Senyawa tesebut yang bila bertemu dengan enzim HMGKoA reduktase akan menghasilkan mevalonat yang selanjutnya menghasilkan kolesterol
dapat dihambat cara kerjanya oleh senyawa lovastatin.
Keberadaan kolesterol sering dihambat dengan beberapa cara, salah satunya dengan
konsumsi angkak. Angkak merupakan produk fermentasi beras oleh kapang M. purpureus.
Dalam angkak terdapat senyawa lovastatin yang dapat menghambat proses biosintesis
kolesterol. Lovastatin adalah suatu inhibitor kompetitif enzim HMG KoA reduktase yang
merupakan suatu enzim pengontrol kecepatan sintesis kolesterol.
Inhibitor kompetitif adalah molekul penghambat yang bersaing dengan substrat untuk
mendapatkan sisi aktif enzim.Dalam hal ini, lovastatin bersaing dengan HMG KoA untuk
mendapatkan sisi aktif enzim HMG KoA reduktase sehingga ssubstrat dengan enzim tidak
bisa bertemu. Hal ini menghambat proses biosintesis kolesterol sehinggal kadar kolesterol
menurun.
Dalam jurnal yang kami cari, disana meneliti tentang isolat yang dapat menghasilkan
lovastatin dengan kadar tertinggi. Berikut adalah grafik dari hasil penelitian.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semua isolat yang diuji (19 isolat) M.
purpureus dapat menghasilkan lovastatin dengan kadar yang bervariasi. Kadar lovastatin
tertinggi dihasilkan oleh isolat JmbA yakni sebesar 0,92%, sedangkan yang terendah
dihasilkan oleh isolat MlgA yaitu sebesar 0,05%.

DAFTAR PUSTAKA
Marks, Dawn B. 1996. Biokimia Kedokteran dasar: sebuah pendekatan klinis. Jakarta:
Penerbit EGC.