Anda di halaman 1dari 3

NOVRIAN AKMAL (1104106010001)

QAMARULLAH
(1104106010013)
TUGAS SISTEM DAN KEBIJAKAN INDUSTRI
Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia
MP3EI adalah sebuah pola induk perencanaan ambisius dari pemerintah
Indonesia untuk dapat mempercepat realisasi perluasan pembangunan ekonomi
dan pemerataan kemakmuran agar dapat dinikmati secara merata di kalangan
masyarakat. Percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi ini akan
didukung berdasarkan potensi demografi dan kekayaan sumber daya alam, dan
dengan keuntungan geografis masing-masing daerah.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan
Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia
(MP3EI) melalui Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011. MP3EI merupakan
arahan strategis dalam percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi
Indonesia guna meraih masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan
makmur pada tahun 2025. Agar mampu mencapai visi tersebut, pemerintah
menetapkan tiga misi yang juga merupakan fokus utama yaitu :
1. Peningkatan nilai tambah dan perluasan rantai nilai proses produksi serta
distribusi dari pengelolaan asset dan akses (potensi) SDA, geografis
wilayah dan SDM, melalui penciptaan kegiatan ekonomi yang
terintegrasi dan sinergis didalam maupun antar-kawasan pusat-pusat
pertumbuhan ekonomi.
2. Mendorong terwujudnya peningkatan efisiensi produksi dan pemasaran
serta integrasi pasar domestik dalam rangka penguatan daya saing dan
daya tahan perekonomian nasional.
3. Mendorong penguatan daya saing global yang berkelanjutan, menuju
innovation-driven economy (ekonomi yang didorong oleh inovasi).
MP3EI terfokus pada 6 Koridor Ekonomi yang terdiri dari Sumatera, Jawa,
Kalimantan, Sulawesi, Bali - Nusa Tenggara dan Papua - Kep. Maluku.

Enam Koridor Ekonomi Indonesia yang telah Ditetapkan Menjangkau seluruh


pusat ekonomi di wilayah Indonesia. Rencana Induk Koridor Ekonomi
Indonesia Mengembangkan Potensi Masing Masing Koridor.
1. Pada Koridor Ekonomi Sumatera, diarahkan menjadi sentra produksi,
pengolahan hasil bumi dan lumbung energi nasional.
2. Pada Koridor Ekonomi Jawa, diarahkan menjadi pendorong industri dan
jasa nasional.
3. Pada Koridor Ekonomi Kalimantan, diarahkan menjadi Pusat Produksi
dan Pengolahan Hasil Tambang & Lumbung Energi Nasional.
4. Pada Koridor Ekonomi Sulawesi, diarahkan menjadi Pusat Produksi dan
Pengolahan Hasil Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan Nasional.
5. Pada Koridor Ekonomi Bali - Nusa Tenggara, diarahkan menjadi Pintu
Gerbang Pariwisata dan Pendukung Pangan Nasional.
6. Pada Koridor Ekonomi Papua - Kep. Maluku, diarahkan menjadi
Pengolahan Sumber Daya Alam yang Melimpah dan SDM yang
Sejahtera.
Secara geostrategis, Sumatera diharapkan menjadi Gerbang ekonomi
nasional ke Pasar Eropa, Afrika, Asia Selatan, Asia Timur, serta Australia
Koridor Ekonomi Sumatra, Tema Pembangunan Menjadi Sentra
Produksi, Pengolahan Hasil Bumi Dan Lumbung Energi Nasional.
Terdiri dari 11 Pusat Kegiatan Ekonomi Utama (PKEU) yaitu :
1. Pangkal Pinang
7. Medan
2. Padang
8. Pekanbaru
3. Bandar Lampung
9. Jambi
4. Bengkulu
10.Palembang
5. Serang
11.Tanjungpinang
6. Banda Aceh
Fokus kegiatan ekonomi utama pada lima komoditas - Kelapa Sawit;
Karet; Batu Bara; Industri Perkapalan dan Besi Baja; serta satu kawasan, yaitu
Kawasan Strategis Nasional (KSN), Selat Sunda.

Di dalam strategi pembangunan ekonominya, Koridor Ekonomi Sumatera


berfokus pada tiga kegiatan ekonomi utama, yaitu kelapa sawit, karet, serta
batubara yang memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi mesin
pertumbuhan ekonomi koridor ini. Selain itu, kegiatan ekonomi utama
pengolahan besi baja yang terkonsentrasi di Banten juga diharapkan menjadi
salah satu lokomotif pertumbuhan koridor ini, terutama setelah adanya upaya
pembangunan Jembatan Selat Sunda.