Anda di halaman 1dari 5

7 Cara Mudah Menjadikan Presentasi

Anda Lebih Interaktif


JUNE 24, 2014 BY YUDHI HENDRO SULISTIANTO 2 COMMENTS

Pernahkah Anda mengikuti program pelatihan, kursus, workshop atau inhouse training?
Apakah audiens tertarik dan memperhatikan materi yang dipresentasikan dalam kegiatan
tersebut hingga selesai? Bagaimana respon audiens ketika pembicara menyajikan
presentasi?

Dalam setiap presentasi, pembicara mengharapkan agar audiens dapat mengikuti dan
memahami materi yang disampaikan. Selain penyiapan slide yang menarik dan tidak
membosankan serta cara penyampaian yang mudah dipahami, hal lainnya yang tak kalah
penting adalah bagaimana pembicara dapat membangun suasana presentasi menjadi lebih
interaktif.
Suasana presentasi yang interaktif dapat terjadi bila pembicara melibatkan audiens.
Dengan demikian pembicara tidak hanya menyampaikan materi dari awal hingga akhir dan
audiens hanya duduk diam dan mendengarkan. Presentasi yang interaktif tidak akan
berlangsung apabila pembicara hanya fokus dengan dirinya dan slide tanpa
memperhatikan bagaimana respon dan kondisi audiens.
Berikut tujuh cara yang dapat Anda coba sebagai pembicara untuk menjadikan suasana
presentasi menjadi lebih interaktif dengan melibatkan audiens.

1. Menyapa dan menanyakan kabar audiens dalam


pembukaan
Kata-kata sapaan sebelum penyampaian materi presentasi adalah bentuk perhatian dan
penghargaan kepada audiens. Setelah mengucapkan salam, pembicara dapat menyapa
kondisi audiens dengan kata-kata Apa kabar? atau kalimat tertentu untuk memastikan
suara pembicara seperti Bagi peserta yang duduk di baris belakang, apakah suara saya
terdengar jelas?.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan memancing audiens untuk memberikan jawaban dan
menciptakan suasana agar audiens tertarik dan mulai fokus mengikuti presentasi yang
akan Anda sampaikan.

2. Mempersilakan audiens memperkenalkan diri


Pembicara biasanya sudah memiliki daftar nama peserta atau audiens. Sebelum presentasi
dimulai, setelah pembicara mengenalkan diri tak ada salahnya juga untuk meminta mereka
menyebutkan nama, pekerjaan dan tempat asalnya.

Cara ini tidak mutlak tergantung jenis presentasi yang akan diberikan. Misalkan pada saat
mengikuti training, kursus atau workshop, dengan jumlah audiens sekitar 20-30 orang
dimana diantara peserta belum saling mengenal untuk membangun kedekatan sesama
peserta.

3. Melontarkan pertanyaan tentang tujuan dan


harapan mengikuti presentasi
Setelah sesi perkenalan audiens dan sebelum presentasi dimulai, untuk membangun
kedekatan antara pembicara dengan peserta pembicara dapat bertanya kepada beberapa
orang audiens.
Bentuk pertanyannya misalkan,Tolong pak Agus, kalau boleh tahu apa tujuan bapak
mengikuti program ini? Apakah sebelumnya Bapak pernah mengikuti program serupa? Apa
yang Bapak harapkan setelah mengikuti program ini?
Kemudian setelah peserta memberikan jawaban atau penjelasan, pembicara dapat
mengapresiasinya dengan meminta peserta lainnya bertepuk tangan. Pembicara juga dapat
menuliskan harapan-harapan tersebut dan mengevaluasinya bersama dengan para peserta
saat sebelum menutup presentasi di akhir acara untuk memastikan bahwa harapan
tersebut sudah terpenuhi.

4. Membuat audiens saling berdiskusi atau saling


menilai suatu topik
Topik diskusi bisa berasal misalnya dari pemutaran video pendek yang relevan dengan
materi presentasi dan audiens diminta membahasnya bersama-sama. Untuk mendukung
hal tersebut, format presentasi dapat dibuat dalam bentuk studi kasus dan alternatif
pemecahannya.
Pembahasan sebuah topik dalam presentasi ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu
untuk masing-masing peserta atau dibuat beberapa kelompok. Jika peserta cukup banyak,

sebaiknya presenter membagi audiens menjadi 2-4 kelompok. Setelah video diputar, tiap
peserta atau kelompok diminta untuk menanggapi atau menyimpulkan topik tersebut.
Dengan cara ini peserta akan lebih banyak melakukan aktivitas fisik seperti berdiri,
berpindah tempat, mengangkat tangan, bertepuk tangan dan juga mengutarakan
pendapat.

5. Meminta tolong audiens membantu pembicara


Keterlibatan audiens ketika Anda menyajikan presentasi juga dapat dilakukan dengan
meminta tolong audiens untuk maju ke depan. Ketika anda menayangkan slide dan
menanyakan apakah audiens setuju atau tidak dengan isinya, Anda dapat berkata, Tolong,
Mas yang pakai baju warna biru kotak-kota supaya ke depan. Coba hitung berapa peserta
yang setuju dan berapa yang tidak setuju.
Membantu menulis di papan tulis, menghitung hasil kuis, mencatat waktu, mengambil
undian atau membacakan kesimpulan adalah bentuk aktivitas lainnya yang melibatkan
audiens dan menjadikan suasana presentasi menjadi lebih interaktif.

6. Memberikan perhatian pada peserta yang


memiliki momen khusus
Ada kemungkinan acara atau program presentasi yang anda berikan waktunya bersamaan
dengan waktu spesial peserta. Misalkan dari biodata audiens, anda mengetahui bahwa
pada saat presentasi bertepatan dengan tanggal kelahiran salah satu audiens.
Untuk menjadikan suasana presentasi menjadi interaktif, pada saat selesai presentasi Anda
dapat membuat kejutan. Anda dapat mengatakan bahwa hari ini adalah hari spesial karena
salah satu peserta yaitu Ibu Irma berulangtahun. Silakan bu Irma untuk ke depan dan ini
ada bingkisan di hari ulang tahun anda. Anda memberikan hadiah ulangtahun tersebut
dan meminta peserta lainnya untuk menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Bagi audiens,
kejutan seperti ini merupakan kado istimewa yang bisa jadi tidak akan pernah dilupakan.

7. Memberikan kuis atau permainan singkat


berhadiah doorprize
Anda sebagai pembicara juga dapat membuat kejutan lainnya bagi audiens selama
presentasi berlangsung. Caranya bagaimana? Buatlah permainan atau kuis dan meminta
audiens untuk menjawab.
Supaya ada unsur kejutan, jangan beritahukan ke audiens bahwa yang menjawab tepat
akan mendapat doorprize. Setelah pertanyaan dilontarkan, kemungkinan ada lebih dari
satu audiens yang menjawab. Jika anda hanya menyiapkan sebuah doorprize, berikan
kepada salah satu peserta yang menjawab paling tepat.
Dalam sebuah presentasi, tiga unsur yaitu pembicara, slide presentasi dan audiens adalah
sebuah kesatuan yang tak terpisahkan. Presentasi akan terlihat menarik dan suasanya
menjadi lebih interaktif apabila pembicara juga melibatkan audiens.
Demikian beberapa cara yang dapat Anda praktekkan dalam berimprovisasi dengan
melibatkan audiens agar presentasi menjadi lebih interaktif dan sanggup mempertahankan
fokus dan konsentrasi audiens dari awal sampai sesi akhir presentasi Anda.
Apakah Anda mempunyai tips lainnya untuk membuat presentasi menjadi lebih interakftif?
Silakan sampaikan di kolom komentar.
- See more at: http://www.presentasi.net/cara-presentasiinteraktif/#sthash.x5KUTMr8.dpuf