Anda di halaman 1dari 18

BLOUNTS DISEASE

Disusun Oleh :
Faris Azhar

PENDAHULUAN
Tibia vara dapat terjadi pada setiap kelompok umur
pada anak yang sedang diklasifikasikan sebagai infantil
(1-3 tahun), juvenil (4-10 tahun), dan remaja (11 tahun
atau lebih tua).
Prevalensi Bentuk kekanak-kanakan lebih sering terjadi
pada anak perempuan. Bentuk remaja lebih sering
terjadi pada anak laki-laki.

PENDAHULUAN
Kelainan ini lebih sering terjadi pada anak-anak
Amerika Afrika dibandingkan dengan ras lain.
Faktor Risiko untuk penyakit blount, antara lain :
Afrika Amerika etnis, Kegemukan dan Usia dini
berjalan. Varus lebih besar pada tibial dari sisi femoralis
adalah faktor risiko untuk penyakit Blount kanak-kanak
dan remaja.

DEFENISI
Tibia vara idiopatik atau penyakit Blount adalah
gangguan yang jarang terjadi yang ditandai oleh
kelainan pertumbuhan sisi medial epifisis tibia
proksimal, memberikan gejala khas yaitu
terjadinya varus (Boulech) pada sendi lutut.

Tipe Infantil
Etiologi: terjadi kerusakan
pertumbuhan dan osifikasi
pada bagian medial epifisis
tibia proksimal
Insidens: lebih banyak anak
perempuan daripada anak
laki-laki dan lebih sering
pada anak yang gemuk.
Umumnya bersifat bilateral
(50-70%). Dapat bersifat
unilateral.

Tipe Adolesen
Etiologi: mungkin
disebabkan oleh karena
penghentian pertumbuhan
dari lempeng epifisis
Insidens: mengenai anak
10-13 tahun dan bersifat
unilateral (90%)

MANIFESTASI KLINIK
tonjolan metafisis media hebat,
torsi tibia interna,
ketidaksesuaian panjang kaki,
deformitas genu varum progresif lambat, dan
nyeri

DIAGNOSA
Anamnesa yang lengkap
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan radiologi
Foto Rontgen tibia

Tahap I : Diatas usia 3 tahun, ossifikasi metafisis tidak


teratur dan penghancuran dari metafisis.
Tahap II : Diantara usia 2 setengah tahun dan 4 tahun,
depresi tajam garis ossifikasi dari 1/3 medial metafisis
dan medial epifisis menjadi lebih berbentuk huruf V
dan kurang berkembang daripada bagian yang lateral.
Tahap III : Usia 4 dan 6 tahun, pendalaman penekanan
dari metafisis yang berbentuk seperti paruh burung,
terisi kartilago dengan penampilan seperti bentuk
jejak, epifisis medial berbentuk seperti huruf V dan
kurang bisa dibedakan, dan daerah kecil kalsifikasi
mungkin akan ada dibawah garis medial.

Tahap IV : Usia 5 dan 10 tahun, tulang epifisis melebar


dan terjadi depresi pada bagian medial dari metafisis
dan dengan ketidakteraturan dari garis medial epifisis.
Tahap V : Usia 9 dan 11 tahun, epifisis terbagi oleh pita
yang jelas terlihat pada bagian medial dari plat
pertumbuhan kartilago artikular, kemiringan ke arah
bawah dari permukaan artikular serta
ketidakteraturan dari batas medial epifisis.
Tahap VI : Usia 10-13 tahun, lempeng pertumbuhan
berfungsi secara medial dan pertumbuhan lebih
dahulu terjadi pada sisi lateralperubahan bentuk
kemiringan yang progresif pad sisi medial.

DIAGNOSA BANDING
Pembengkokan tibia yang bersifat bawaan
Pembengkokan tibia fisiologis
Penyakit Rachitis
Penyakit Ollier
Fraktur yang mengenai epifisis tibia
Osteomielitis tibia proksimal metafisis

13

KOMPLIKASI
Kambuhnya deformitas mengarah ke ekstremitas
keselarasan abnormal dan arthritis degeneratif.
Limb-panjang bisa mengakibatkan ketimpangan.
komplikasi Postosteotomy termasuk komplikasi
neurovaskular dan sindrom kompartemen.

14

PROGNOSA
Karena tingkat kekambuhan lebih tinggi pada pasien
dirawat setelah 4 tahun (70-75%) dibandingkan pada
pasien yang diobati sebelum usia 4 (20-30%),
osteotomy dini (sebelum usia 4) boleh dilakukan jika
bracing tidak berhasil.
Pasien dengan pengobatan terlambat atau pengobatan
tidak lengkap memiliki peningkatan risiko radang sendi
lutut.

15

PENATALAKSANAAN
Tipe Infantil: mencegah deformitas lanjut dengan bidai
atau sepatu khusus
Tipe Adolesen: dilakukan epifisiodesis pada lempeng
epifisis lateral

16

17

TERIMA KASIH

18