Anda di halaman 1dari 23

KAIDAH DASAR MORAL

(Penuntun penerapan prima facie )


BAGIAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS INDONESIA
Jl. Salemba Raya no. 6, Jakarta 10430, telp: 021.3106976 Fax :
021.3154626

Tanggal Upload : 27 April 2009

1.BENEFICIENCE : SIKAP/BERBUAT BAIK

(1)

Konteks : tertuju pd pihak II (individu


pasien) pada umumnya, yg stabil (tidak gawat
darurat, tidak rentan) untuk kepentingan
pasiennya
Utamakan altruisme
Menjamin nilai pokok harkat & martabat
manusia apa saja yang ada, pantas (elok) kita
bersikap baik terhadapnya (apalagi ada yang
hidup)

1.BENEFICIENCE : SIKAP/BERBUAT BAIK

(2)

 Memandang pasien/keluarga/sesuatu yang


tak hanya sejauh menguntungkan dokter
 Maksimalisasi akibat baik>buruk
 Minimalisasi akibat buruk
 Banyak dianut di Timur (termasuk RI),
paternalisme nyata dan prinsip musyawarah
mufakat

1.BENEFICIENCE : SIKAP/BERBUAT BAIK

(3)

 General beneficence : berbuat baik kepada

siapapun termasuk yang tidak kita kenal


(impartially), merupakan etika normative
 Specific beneficence : bermoral bila
tindakan baik ditujukan kepada pihak
khusus yang kita kenal : pasien, anak-anak,
teman-teman. Hal ini menimbulkan
kewajiban mutlak profesi, khususnya
secara psikologis.

2.NON MALEFICENCE : TIDAK MERUGIKAN


(1)

Konteks : tertuju pada pihak II (pasien)

kesakitan/menderita, gawat darurat, menjelang


cacat, distress, rentan, tidak/bukan otonom
seperti uzur, terjepi tanpa pilihan, miskin, bodoh.
Sisi komplementer beneficence
Primum non nocere (pertama jangan menyakiti)
Kewajiban menganut ini berdasarkan hal-hal :
Pasien dalam keadaan amat berbahaya atau beresiko

2.NON MALEFICENCE : TIDAK


MERUGIKAN
(2)
Hilangnya sesuatu yang penting
 Dokter sanggup mencegah bahaya atau
kehilangan tersebut
 Manfaat bagi pasien > kerugian dokter
(hanya mengalami resiko minimal)
 Tindakan kedokteran terbukti
efektif

3.JUSTICE : KEADILAN
(1)

Konteks : tertuju pada pihak ketiga selain individu

pasien/klien, wakil/kluster populasi/komunitas; pihak


penyandang dana/ikut penanggung jawab, pihak
berpotensi dirugikan/paling kurang diuntungkan.
Memberi perlakuan sama kepada pasien untuk
kebahagiaan pasien & umat manusia yakni:
Memberi sumbangan relatif sama dengan kebutuhan
mereka (kesamaan sumbangan sesuai kebutuhan
pasien)
Menuntut pengorbanan mereka secara relatif sama
dengan kemampuan mereka (kesamaan beban sesuai
dengan kemampuan pasien)

3.JUSTICE : KEADILAN
(2)

Tujuan : menjamin nilai tak berhingga dari setiap


makhluk (pasien) yang berakal budi (aspek sosial)
Jenis keadilan :

 Tukar menukar : kebijakan (kebiasaan etis) selalu memberi hak

pasien/yang semestinya harus diterima


 Distributif (membagi) : kebajikan Dr/Sarkes selalu membagikan
kenikmatan/beban bersama, rata dan merata dengan
keselarasan sifat dan tingkat perbedaan jasmani dan rohani.
 Social : kebajikan melaksanakan dan memberikan kemakmuran
kesejahteraan bersama
 Hukum (umum) : bagi dengan hukum (pengaturan untuk
kedamaian hidup bersama) mencapai kesejahteraan umum

4.AUTONOMY : SELF DETERMINATION


(1)

Konteks : ditujukan pada capable person =

individu pasien yg dewasa, sehat, bebas (punya


rentang hak pilih atas keputusan dirinya,
seperti kondisi pro operasi elektif), sejajar
dengan dokternya.
Menghendaki, menyetujui, membenarkan,
mendukung, membela, membiarkan pasien demi
dirinya sendiri (sebagai makhluk bermartabat)

4.AUTONOMY : SELF DETERMINATION


(2)

Pasien = makhluk berakal budi, tidak


boleh dijadikan semata-mata alat
tetapi tujuan
 Wajib menghormati manusia sebagai
makhluk pribadi yang otonom
 Didewa-dewakan di Anglo-American
yang individualismenya tinggi
Erat terkait dengan informed-consent

4.AUTONOMY : SELF DETERMINATION


(3)

Kant : otonomi kehendak=otonomi moral


Kebebasan bertindak, memutuskan (memilih)

dan menentukan diri sendiri dengan kesadaran


terbaik bagi dirinya
Tanpa hambatan, paksaan atau campur tangan
pihak luar (heteronomy)
Motivasi berdasar prinsip rasional atau self
legislation dari manusia

4.AUTONOMY : SELF
DETERMINATION
(4)

Mill : otonomi tindakan/pemikiran=otonomi

individu
Kemampuan melakukan pemikiran &
tindakan (realisasi keputusan dan
kemampuan melaksanaknnya)
Hal penentuan diri dari sisi pandang
pribadi

Penuntun Cara Diskusi


Etik Kedokteran

Insight

Inti Masalah
Keywords

Kaidah
Dasar
Moral

Beneficence
Nonmaleficence
Autonomy
Justice

Prinsip
Prima Facie

Context vs Text
Pilih 1-2 dari 4
(prob solv)

Teori
Etika

Keutamaan = tekad
Kewajiban
Utilitarian
Kebahagiaan

Relativisme
Etika

Budaya
Adat

Dilema
Etis

Iptek
Beda Paradigma :
Deontologis
Teleologis

Ceteris
Paribus

Asumsi

Pemecahan
Etis

Konsistensi
Koheren
Korespondensi
Pragmatis

Hukum

Administrasi
Pidana
Perdata