Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENADAHULUAN
I.1

Latar Belakang
Titrasi redoks adalah metode penentuan kuantitatif yang reaksi utamanya adalah

reaksi redoks,

reaksi

ini hanya dapat berlangsung kalau terjadi interaksi dari

senyawa/unsure/ion yang bersifat oksidator dengan unsure/senyawa/ion bersifat reduktor. Jadi


kalau larutan bakunya oksidator, maka analat harus bersifat reduktor atau sebaliknya.
Berdasarkan sifat larutan bakunya maka titrasi redoks dibagi atas : oksidimetri dan
reduksimetri (Underwood, 2002).
Oksidimetri adalah metode titrasi redoks dengan larutan baku yang bersifat sebagai
Oksidator berdasarkan jenis oksidatornya maka oksidimetri dibagi menjadi 4 yaitu :

Permanganometri, larutan baku yang digunakan larutan kmno4, ini selau


di;laksanakan dalam suasana asam dimana KMnO4 mengalami reaksi reduksi.

Dikhrometri, larutan baku yang digunakan adalah larutan K2Cr2O7 sepanjang titrasi
dalam suasana asam K2Cr2O7 mengalami reduksi.

Serimetri, larutan baku yang digunakan adalah larutan Ce(SO4)2

Iodimetri, larutan yang digunakan adlah I2 dimana pada titrasi mengalami reduksi.

Reduksimetri adalah metode titrasi redoks dengan larutan baku yang bersifat sebagai
reduktor dan salah satu metode reduksimetri yang terkenal adalah iodometri
Dikromatometri adalah titrasi redoks yang menggunakan senyawa dikromat sebagai

oksidator. Senyawa dikromat merupakan oksidator kuat, tetapi lebih lemah dari permanganat.
Kalium dikromat merupakan standar primer. Penggunaan utama dikromatometri adalah untuk
penentuan besi(II) dalam asam klorida (Khopkar, 1990).
Larutan dikromat belum digunakan seluas permanganat atau serium (IV) dalam
prosedur analis karena bukan zat pengoksid yang sekuat mereka dan karena beberapa
reaksinya lambat. Penggunaan utama adalah dalam titrasi besi dalam larutan asam klorida,
karena tidak djumpai kesulitan dalam hal oksidasi ion klorida jika konsentrasi asam klorida
itu kurang dari 2M (Khopkar, 1990).
Oleh karena itu untuk praktikum ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar besi pada
suatu sampel.

I.2

Rumusan Masalah
Pada percobaan titrasi redoks dengan kalium dikromat ini memiliki rumusan masalah :

I-1

PENDAHULUAN
I-2

1. Bagaimana cara melakukan titrasi redoks dengan menggunakan kalim dikromat


sebagai oksidator?
2. Berapa kadar besi (II) dalam suatu sampel yang dilarutkan dalam asam klorida?

I.3

Tujuan Percobaan

Pada percobaan titrasi redoks dengan kalium dikromat ini memiliki rumusan masalah :
1. Mengetahui cara melakukan titrasi redoks dengan menggunakan kalim dikromat
sebagai oksidator
2. Mengetahui jumlah kadar besi (II) dalam suatu sampel yang dilarutkan dalam asam
klorida

I-1