Anda di halaman 1dari 2

APPELO & POSTMA (1994)

HIDROGEOKIMIA memberikan
gambaran tentang hubungan kimia
airtanah, batuan, dan proses
geomorfologi yang mempengaruhi:
sifat kimia airtanah;
proses geomorfologi masa
lampau dan dinamikanya;
genesis (asal-usul) airtanah.
SANDER (1996)
Kondisi geomorfologi sangat berpengaruh thd potensi
airtanah, khusus genesis masa lampau yang mempengaruhi
pembentukan bentuklahan dan karakteristik akuifer
penyusunnya.
Genesis juga berpengaruh thd proses pelarutan mineral
dalam airtanah, shg menentukan tipe hidrokimia airtanah.

HEM (1970), TODD (1980), STUYFZAND (1991)


FETTER (1994)
Selama perjalanannya, airtanah dalam akuifer, terjadi kontak
antar mineral penyusun dan proses-proses tertentu:
pencucian, pelarutan, pengendapan/kristalisasi, pertukaran
kation, reduksi, eksidasi, hidrasi, hidrolisis, karbonasi, dll.
Proses hidrogeokimia sangat bergantung pada kondisi geologi,
proses geomorfologi (genesis), dan kedudukannya dlm akuifer.

KODOATIE (1996)
Proses hidrokimia airtanah selalu
menuju ke arah kesetimbangan
(equilibrium), melalui penambahan atau
pengurangan ion. Seiring dengan
waktu, perubahan komposisi kimia tsb
melalui tahapan (evolusi) tertentu.