Anda di halaman 1dari 38

11

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1

Hasil Penelitian
Hasil tes dan pengukuran pada pemain SSB IKAS

UNDIP

terkait sumbangan kekuatan otot tungkai dan

kelentukan pergelangan kaki terhadap keterampilan menggiring


bola tahun 2012 dapat di jelaskan sebagai berikut:

4.1.1 Deskripsi Data


Tabel 4.1. Tabulasi Data Penelitian

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24

Nama
Arif
Agung
Bram
Saldi
Vani
Krisna
Eko
Hilmi
Rado
Tio
Ardi
Fery
Adi
Rendi
Yunus
Ilham
Agus
Sudar
Didin
Hartono
Dwi
Prasetio
Gilang
Mega

Usia

Kekuatan
otot tungkai
(kg)

Kelentukan
pergelangan kaki
(derajat)

Keterampilan
menggiring bola
(waktu)

12
12
12
12
12
12
12
13
13
14
15
15
15
15
15
15
16
16
16
17
17
17
17
17

64
32
42
42.5
48.5
58.5
34
64.5
74
66.5
96
35
90.5
85
72.5
35.5
78
95.5
59
64.5
54
43.5
84
76

70
92
91
77
76
74
80
72
74
90
86
99
102
105
90
105
95
82
95
98
108
81
99
92

11.47
12.05
11.72
13.16
11.36
10.79
11.08
13.26
10.78
11.02
10.09
11.05
9.44
10.02
10.37
11.46
9.05
10.56
10.61
10.11
9.86
9.05
9.09
10.07

22

Sumber : Data Penelitian 2012

Tabel 4.2 Rata rata Usia Sampel

Umur

kekuatan

12 13r
14 15
16 17

Kelentukan

Baikotot
Baik
Sangat baik

Cukup
pergelangan
Sangat baik
Sangat baik

Keterampila
Cukup
n menggiring
Sangat baik
Sangat baik

Sumber : Data penelitian

Penelitian ini akan dibahas mengenai deskripsi data


masing-masing variabel penelitian

dan

variabel

tungkai,

bebas

pergelangan

(Kekuatan

kaki)

dengan

(keterampilan menggiring
Undip

Tahun

2012

otot

bola)

Data

satu
Pada

sumbangan

dua

dan kelentukan

variabel
Pemain

dependen
SSB

IKA

variabel Kekuatan otot tungkai,

kelentukan pergelangan kaki dan keterampilan menggiring bola


adalah sebagai berikut.

4.1.1.1 Variabel Y (keterampilan menggiring bola).

Berikut adalah tabel deskriptif persentasi variabel keterampilan


menggiring bola

33

Tabel 4.3
Keterampilan menggiring bola

Interval

Kriteria

9.05 10.02
Persen

Sangat

10.07 11.02

Frekuen Persenta
7

si 30%

Baik
baik
Cukup

40%

25%

Kurang

5%

24

100%

si

jumla

Rata
rata

Baik

h Penelitian 2012
Sumber : Data
Table distribusi variabel keterampilan menggiring bola
di atas dapat diketahui dari 24 pemain diperoleh keterangan
tentang keterampilan menggiring bola

sebagai

berikut:

pemain (30%) memiliki keterampilan menggiring bola dengan


kriteria sangat baik, 8 pemain (40%) memiliki ketrampilan
menggiring bola dengan kriteria baik, 6 pemain (25%) memiliki
ketrampilan menggiring bola dengan kriteria cukup, 3 pemain
(5%) memiliki keterampilan menggiring bola dengan kriteria
kurang

baik.

Secara

klasikal

rata

rata

keterampilan

menggiring bola masuk dalam kriteria baik dengan rata rata


sebesar 11.00.

44

4.1.1.2 Variabel Kekuatan Otot Tungkai

Berikut adalah tabel deskripsi persentase variabel


Kekuatan otot tungkai

Table 4.4
Deskripsi persentatif variable Kekuatan otot tungkai.

Interval Persen

Kriteria

Frekuensi

Persentasi

78 96
60 76
42.5 59
35.5 43

Sangat baik

27%

Baik

10

48%

Cukup

5%

Kurang

20%

24

100%

Jumlah

Rata rata
klasifikal

62.29

Baik

Sumber: Data Penelitian 2012

Table distribusi variabel kekuatan otot tungkai di atas dapat


diketahui dari 24
keterampilan

pemain

menggiring

diperoleh

keterangan

tentang

bola sebagai berikut: 6 pemain (27%)

memiliki keterampilan menggiring bola dengan kriteria sangat baik,


10 pemain (48%) memiliki ketrampilan menggiring bola dengan

50
50

kriteria

baik,

menggiring

bola

pemain

(5%)

memiliki

ketrampilan

dengan kriteria cukup, 5 pemain (20%)

memiliki keterampilan menggiring bola dengan kriteria kurang


baik. Secara klasikal rata rata kekuatan otot tungkai
masuk dalam kriteria baik dengan rata rata sebesar 62.29.

4.1.1.3 Variabel Kelentukan pergelangan Kaki


Berikut

adalah

tabel

deskripsi

persentase

variabel

kelengkungan pergelangan kaki.

Tabel 4.5
Deskripsi persentase variabel kelentukan pergelangan
kaki
Interval Persen

Kriteria

Frekuensi

Persentasi

95 108
82 92
72 81
70

Sangat baik

45%

Baik

30%

Cukup

21%

Kurang

4%

24

100%

Jumlah

Rata rata
klasifikal

89.29

Sangat baik

Sumber : Data Penelitian 2012


Table
kaki

di

distribusi
atas

variabel

kelentukan

pergelangan

dapat diketahui dari 24 pemain diperoleh

51
51

keterangan tentang keterampilan menggiring bola

sebagai

berikut: 9 pemain (45%) memiliki keterampilan menggiring


bola dengan kriteria sangat baik, 8 pemain (30%) memiliki
ketrampilan

menggiring bola dengan kriteria baik, 6 pemain

(21%) memiliki ketrampilan menggiring bola dengan


cukup,

1 pemain

(4%) memiliki

keterampilan

kriteria

menggiring

bola dengan kriteria kurang baik. Secara klasikal rata rata


keterampilan

menggiring bola masuk dalam kriteria baik

dengan rata rata sebesar 89.29.

4.1.1.4 Sumbangan Kekuatan Otot Tungkai Terhadap


Keterampilan Menggirng Bola.

Analisis data dengan program SPSS 16 for Windows


diperoleh hasil regresi sederhana seperti terangkum pada tabel
berikut:

52
52

4.1.1.4.1 Pengujian
independen

keberartian

sumbangan

variabel

terhadap variabel dependen.

Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah secara individu


(parsial) variabel independen

memberikan

sumbangan

variabel

dependen secara signifikan atau tidak.


Hasil output dari SPSS adalah sebagai berikut:

Tabel 4.6. Uji Hipotesis.


Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients

Coefficients

Model

t
B

(Constant)
Kekuatan_otot

Std. Error

12.611

.621

-.026

.009

a. Dependent variable: Keterampilan


Sumber: Data Penelitian 2012
Hipotesis :

Sig.

Beta

-.502

20.320

.000

-2.719

.013

53
53

Ho : Variabel independen tidak memberikan sumbangan


terhadap variabel dependen.
Ha : Variabel independen memberikan sumbangan terhadap
variabel dependen. Kriteria pengambilan keputusan:
Tingkat kepercayaan = 95% atau () = 0.05. Derajat
kebebasan (df) = n-k-1 = 24-1-1 = 22, diperoleh ttabel= 2,074
Ho diterima apabila ttabel thitung ttabel atau sig 5%
Ho ditolak apabila (thitung < ttabel atau thitung > ttabel) dan sig
< 5%.

Hasil
variabel

pengujian

kekuatan

statistik

dengan

SPSS

pada

otot diperoleh nilai thitung = -2,719 <

-2,074 = ttabel, dan sig = 0,013 5%, jadi Ho ditolak. Ini


berarti

variabel

memberikan

kekuatan

sumbangan

otot

tungkai

terhadap

keterampilan menggirng bola.\

2
4.1.1.4.2 Koefisien Determinasi (R )

secara

variabel

statistik
dependen

54
54

Mengetahui berapa persen sumbangan variabel kekuatan


otot terhadap keterampilan menggiring bola responden dapat
dilihat pada tabel berikut.

Table 4.7. Uji determinasi.

Model Summary

Model
1

R
.502

R Square
a

Adjusted R

Std. Error of the

Square

Estimate

.252

.218

.91916

a. Predictors: (Constant), Kekuatan_otot


Sumber: Data Penelitian 2012

Tabel 4.7 di atas diperoleh nilai R2 = 0,252 = 25,2% ini


berarti variabel bebas kekuatan otot memberikan sumbangan
variabel dependen keterampilan menggiring bola sebesar 25,2%
dan sisanya variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.

4.1.1.5 Sumbangan

Kelentukan Pergelangan

Keterampilan Menggiring Bola.

Kaki Terhadap

55
55

Analisis data dengan program SPSS 16 for Windows


diperoleh hasil regresi sederhana seperti terangkum pada tabel
berikut:

4.1.1.5.1 Pengujian

keberartian

independen

sumbangan

variabel

terhadap variabel dependen.

Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah secara individu


(parsial)

variabel independen

memberikan

sumbangan

variabel dependen secara signifikan atau tidak.

Hasil output dari SPSS adalah sebagai berikut.

Table 4.8. Uji Hipotesis.

Coefficientsa

Standardized
Unstandardized Coefficients
B

Model
1

(Constant)
Kelentukan

Std. Error
15.837

1.465

-.054

.016

Coefficients
Beta

-.578

Sig.

10.812

.000

-3.325

.003

56
56

a. Dependent Variable: Ketrampilan


Sumber: Data Penelitian 2012

Hipotesis :
Ho : Variabel independen tidak memberikan sumbangan
terhadap variabel dependen.
Ha : Variabel independen memberikan sumbangan terhadap
variabel dependen. Kriteria pengambilan keputusan:

Tingkat kepercayaan = 95% atau () = 0.05. Derajat


kebebasan (df) = n-k-1 = 24-1-1 = 22, diperoleh ttabel= 2,074

Ho diterima apabila ttabel thitung ttabel atau sig 5%

Ho ditolak apabila (thitung < ttabel atau thitung > ttabel) dan sig
< 5%.

Hasil pengujian statistik dengan SPSS pada


variabel X (kelentukan pergelangan kaki) diperoleh nilai
thitung = -2,719 < -2,074 = ttabel, dan sig = 0.003

57
57

< 5%, jadi Ho ditolak. Ini berarti variabel kelentukan


pergelangan kaki secara statistik memberikan sumbangan
terhadap variabel dependen keterampilan menggiring bola.

58
58

2
4.1.1.5.2 Koefisien Determinasi (R )

Mengetahui berapa persen sumbangan variabel


kelentukan pergelangan kaki terhadap over head lob
responden dapat dilihat pada tabel berikut.

Table 4.9 Uji determinasi.

Model Summary

Model
1

R
.578

R Square
a

Adjusted R

Std. Error of the

Square

Estimate

.335

.304

.86672

a. Predictors: (Constant), Kelentukan


Sumber: Data Penelitian 2012

Tabel 4.9 di atas diperoleh nilai R

= 0,335= 33,5% ini

berarti variabel bebas kelentukan pergelangan kaki memberikan


sumbangan variabel keterampilan menggiring bola sebesar
33,5% dan sisanya oleh variabel lain yang tidak masuk
dalam penelitian ini.

59
59

4.2

Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini


adalah regresi berganda sumbangan Kekuatan otot tungkai, dan
kelentukan pergelangan kaki terhadap keterampilan menggiring
bola Pada Pemain SSB IKA Undip Tahun 2012 yang
data uji linieritas

data (sumbangan

terdiri

variabel

independen

r2

(besarnya

terhadap
variabel

dependen

secara

simultan),

uji

sumbangan variabel

independen terhadap variabel dependen), uji t (uji sumbangan


variabel independen terhadap variabel dependen secara yang
terdiri dari uji normalitas dan uji asumsi klasik.

4.2.1

Uji Normalitas Data.

Teori statistika model linier hanya residu dari variabel


dependen Y yang wajib diuji normalitasnya, sedangkan variabel
lainnya diasumsikan bukan fungsi distribusi. Jadi tidak perlu
diuji normalitasnya.

60
60

Hasil

output

dari

pengujian

normalitas

Kolmogorov-Smirnov adalah sebagai berikut.

Table 4.10. Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized
Residual
N

24

Normal Parameters

Mean
Std. Deviation

Most Extreme Differences

.0000000
.74111123

Absolute

.186

Positive

.186

Negative

-.104

Kolmogorov-Smirnov Z

.913

Asymp. Sig. (2-tailed)

.375

a. Test distribution is Normal.

Sumber: Data Penelitian 2012

Analisis data hasil Output :

i. Untuk menguji normalitas data, digunakan hipotesis


sebagai berikut : H0 : Data berdistribusi normal

dengan

61
61

H1 : Data tidak berdistribusi normal

ii. Kriteria penerimaan H0


H0 diterima jika nilai sig (2-tailed) 5%.

Tabel diatas diperoleh nilai sig = 0,375 = 37,5% 5% , maka H0


diterima. Artinya variabel
berdistribusu

normal

variabel

unstandarized

residual

jadi analisis regresi berganda dapat

dilanjutkan.

Uji normalitas juga dapat dilihat pada grafik Normal


P-Plot

sebagai berikut:

Gambar 4.1
Grafik Normal P-Plot

62
62

Grafik P-Plot terlihat titik-titik residual menyebar di sekitar


garis diagonal dan mengikuti arah garis histograf menuju pola
distribusi normal maka variabel residual memenuhi asumsi
normalitas.

4.2.2

Uji Homogenitas.
Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam

regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu


pengamatan ke pengamatan yang lain. Heteroskedastisitas
menunjukkan penyebaran variabel bebas. Penyebaran yang
acak menunjukkan model regresi yang baik. Dengan kata lain
tidak

terjadi

heteroskedastisitas.

Untuk

menguji

heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan mengamati grafik


scatterplot dengan pola titik-titik yang menyebar di atas dan di
bawah sumbu Y.
Berikut

hasil

pengujian

menggunakan program SPSS 16:

heterokedastisitas

63
63

Gambar 4.2
Uji heterokedastisitas

Grafik scatterplot

terlihat bahwa titik-titik menyebar

secara acak baik di atas maupun dibawah angka nol pada


sumbu

Y.

Hal

heteroskedastisitas
mengamati
dapat

dapat

dengan

disimpulkan

pada model regresi.

grafik scatterplot

dilakukan

pengujian

ini

dengan

uji

uji

Selain dengan

nilai

Uji glejser
absolut

terhadap variabel independen.


Cara melakukan uji glejser dengan SPSS 16
adalah sebagai berikut.

terjadi

heterokedastisitas

Glejser.

meregresikan

tidak

juga
yaitu

residual

64
64

4.2.2.1 Lakukan

regresi

Over

head

lob

(kekuatan

otot

tungkai, kekuatan otot lengan, footwork).


4.2.2.2 Dapatkan variabel residual dengan memilih tombol
save pada

tampilan windows linear regression dan aktifkan

unstandardized residual.
4.2.2.3 Absolutkan nilai residual (abs_res) dengan mengklik
menu Tranform kemudian pilih Compute.
4.2.2.4 Regresikan

variabel

abs_res

dependent dan variabel kekuatan

otot

sebagai

variabel

tungkai,

kekuatan

otot lengan, footwork sebagai variabel independen.


4.2.2.5
Klik OK.

Output dari proses di atas adalah sebagai berikut.

Table 4.11. Uji Glejser

Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients
B

Model
1

(Constant)
Kekuatan_otot

Std. Error
1.609

.724

.001

.004

Coefficients
Beta

.026

Sig.

2.224

.037

.123

.903

65
65

Kelentukan

-.012

.008

-.308

-1.455

a. Dependent Variable: Abs_res


Sumber : Data Penelitian 2012

Hasil tampilan output SPSS dengan jelas menunjukkan


semua variabel independen mempunyai nilai sig 0,05. Jadi
tidak ada variabel independen yang signifikan secara statistik
mempengaruhi
disimpulkan

variabel

model

dependen

regresi

tidak

abs_res.

Jadi dapat

mengandung

adanya

mengetahui

apakah

heterokedastisitas.

4.2.3

Uji Linieritas.
Uji

data

linieritas

yang

dilakukan

untuk

akan diregresikan linier atau tidak, hipotesis yang

digunakan dalam uji linieritas adlah sebagai berikut.

.161

66
66

Hipotesis:

Ho : Model regresi linier.

H1 : Model regresi tidak linier.

Tingkat kepercayaan = 95% atau () = 0,05. Derajat kebebasan


(df1) = k 1 = 2 1=1 dan df2 = n k = 24 2 = 22, diperoleh
nilai Ftabel= 4,30

Ho diterima jika F hitung Ftabel atau sig 5%. H1 diterima jika


Fhitung > Ftabel dan sig < 5%.
Uji F dapat dilihat pada tabel anova dibawah ini.

Table 4.12. Uji F

ANOVAb
Model
1

Sum of Squares

df

Mean Square

Regression

12.201

6.100

Residual

12.633

21

.602

Total

24.833

23

F
10.141

Sig.
a

.001

67
67

a. Predictors: (Constant), Kelentukan, Kekuatan_otot


b. Dependent Variable: Ketrampilan
Sumber : Data Penelitian 2012

Table Anova diperoleh nilai F = 10,141 > 4,30 dan sig =


0,001 < 5% Jadi H0
dikatatan

model

diterima,
regresi

dengan

linier

demikian

dapat

dapat digunakan untuk

menganalisis data penelitian.

4.2.4

Analisis Regresi Berganda


Analisis

dengan

program

SPSS 16

for

Windows

diperoleh hasil regresi berganda sebagai berikut:

Table 4.13. Regresi Berganda

Coefficientsa

Standardized
Unstandardized Coefficients
Model

Std. Error
16.471

1.334

Coefficients
Beta

t
12.345

Sig.
.000

68
68

(Constant)
Kekuatan_otot

-.021

.008

-.404

-2.544

.019

-.047

.015

-.499

-3.146

.005

a. Dependent
Variable:
Ketrampilan
Sumber : Data Penelitian 2012

Tabel 4.12 di atas diperoleh persamaan regresi berganda


sebagai berikut:

Y =16.471 - 0.021X1 -0.047X2.

Dimana:

Y = keterampilan menggiring bola

X1 = Kekuatan otot tungkai

X2 = kelentukan pergelangan kaki

Persamaan regresi tersebut mempunyai makna sebagai berikut:

69
69

4.2.4.1 Konstanta = 16.471

Jika variabel Kekuatan otot tungkai, dan kelentukan


pergelangan kaki dianggap sama dengan nol, maka variabel
keterampilan menggiring bola sebesar 16.471.

4.2.4.2 Koefisien X1 = - 0.021.

Jika variabel Kekuatan otot tungkai mengalami


kenaikan sebesar satu poin, sementara kelentukan
pergelangan kaki dianggap tetap, maka akan
menyebabkan penurunan waktu yang dibutuhkan untuk
menggiring bola sebesar 0.021.

4.2.4.3 Koefisien X2 = -0.047

Jika variabel kelentukan pergelangan kaki mengalami


kenaikan

sebesar

satu

poin,

sementara

Kelentukan

pergelangan kaki dianggap tetap, maka akan menyebabkan


penurunan waktu yang dibutuhkan untuk menggiring bola
sebesar -0.047.

70
70

4.2.5

Pengujian Hipotesis.

4.2.5.1 Pengujian Hipotesis Secara Simultan (uji F)


Uji F dilakukan untuk melihat keberartian sumbangan
variabel

independen

secara

simultan

terhadap

variabel

dependen atau sering disebut uji kelinieran persamaan regresi.


Hipotesis:
H 0 : = 0 (Variabel

independen

secara

simultan

tidak

memberikan sumbangan terhadap variabel dependen)


H1 : 0 (Variabel independen secara simultan memberikan
sumbangan terhadap variabel dependen) Kriteria pengambilan
keputusan :
Tingkat kepercayaan = 95% atau () = 0,05. Derajat
kebebasan (df1) = k 1 = 2 1=1 dan df2 = n k = 24 2 = 22,
diperoleh nilai Ftabel= 4,30.
Ho diterima jika F hitung Ftabel atau sig 5%.
H1 diterima jika Fhitung > Ftabel dan sig < 5%.

71
71

Uji F dapat dilihat pada tabel anova dibawah ini.

Table 4.14. Uji F

ANOVAb

Model
1

Sum of Squares

df

Mean Square

Regression

12.201

6.100

Residual

12.633

21

.602

Total

24.833

23

Sig.
a

10.141

.001

a. Predictors: (Constant), Kelentukan, Kekuatan_otot


b. Dependent Variable: Ketrampilan
Sumber : Data Penelitian 2012

Table Anova di atas diperoleh nilai F = 10,141 > 4,30 dan


sig = 0,001 <5% ini berarti variable independen Kekuatan otot
tungkai, dan kelentukan pergelangan kaki secara simultan benarbenar

memberikan

sumbangan

dependen keterampilan
variabel-variabel

signifikan

terhadap

variable

menggiring bola. Dengan kata lain

independen

Kekuatan

otot

tungkai,

dan

72
72

kelentukan pergelangan mampu menjelaskan besarnya variable


dependen keterampilan menggiring bola.

4.2.5.2 Pengujian Hipotesis Secara Parsial (uji t).

Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah secara individu


(parsial) variabel independen mempengaruhi variabel dependen
secara signifikan atau tidak.

Table 4.15. Uji t

Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients
B

Model
1

Std. Error
16.471

1.334

Kekuatan_otot

-.021

.008

Kelentukan

-.047

.015

(Constant)

a. Dependent Variable: Ketrampilan


Sumber : Data Penelitian 2012

Coefficients
Beta

Sig.

12.345

.000

-.404

-2.544

.019

-.499

-3.146

.005

73
73

Hipotesis :

Ho : 3 = 0, Variabel independen tidak memberikan


sumbangan terhadap variabel dependen.
Ha : 3 0, Variabel independen memberikan terhadap
variabel dependen. Kriteria pengambilan keputusan :
Tingkat kepercayaan = 95% atau () = 0,05. Derajat
kebebasan (df) = n-k-1 = 24-2-1 = 21, serta pengujian dua sisi
diperoleh dari nilai t0,05= 2.074

Ho diterima apabila ttabel thitung ttabel atau sig 5%

Ho ditolak apabila (thitung < ttabel atau thitung > ttabel) dan sig
< 5%.
Hasil pengujian statistik dengan SPSS pada variabel X1
(Kekuatan otot tungkai) diperoleh nilai thitung = -2.544 dan sig =
0,019 5% jadi Ho ditolak. Ini berarti variabel Kekuatan
tungkai

secara

statistik

memberikan

otot

sumbangan terhadap

variabel dependen keterampilan menggiring bola. Pada variabel X2

74
74

(kelentukan pergelangan kaki) diperoleh nilai thitung = -3.146 <


2.074 = ttabel, dan sig =0,005 < 5% jadi Ho ditolak.

Ini berarti variabel independen X1 (kelentukan pergelangan


kaki)

secara

statistik

memberikan

sumbangan

terhadap

variabel dependen keterampilan menggiring bola.

2
4.2.5.3 Koefisien Determinasi Ganda (R ).

Uji

koefisien

mengetahui

determinasi

besarnya

ganda

sumbangan

dilakukan

variabel

untuk

independen

terhadap variabel dependen dependen secara simultan, berikut


adalah hasil analisisregresi berganda menggunakan SPSS 16.

Table 4.16. Determinasi Ganda (R2)

Model Summary

Model
1

R
.701

R Square
a

.587

Adjusted R

Std. Error of the

Square

Estimate
.443

.77560

75
75

a. Predictors: (Constant), Kelentukan, Kekuatan_otot


Sumber : Data Penelitian 2012

Tabel diatas diperoleh nilai Adjusted R2

= 0, 587=

58,7% ini berarti variabel bebas Kekuatan otot tungkai, dan


kelentukan

pergelangan

kaki

secara

bersama-sama

memberikan sumbangan variabel dependen sebesar 58,7%


dan sisanya oleh variabel lain yang tidak masuk dalam
penelitian ini.

4.2.6

Sumbangan Efektif dan sumbangan Relatif

Mengetahui

besarnya

sumbangan

kedua

variabel

variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat dapat


dihitung dari persamaan regresi dan koefisien determinasi.
Untuk lebih detailnya

berikut disajikan

tabel sumbangan

efektif dan relatif pada tiap tiap variabel.

Tabel 4.17 Hasil sumbangan relatif dan efektif

X1 - Y

X2 - Y

X1,2 - Y

76
76

SR

41,3

59,7

100

SE

25,2
%

33,5
%

58,7
%

Sumber: Data penelitian%


2012

Hasil anlisis data di atas dengan demikian hasil


penelitian sebagai berikut:
a. Variabel

X1

(kekuatan

otot

tungkai)

memberikan

sumbangan

relatif sebesar 41,3% dan sumbangan efektifnya

sebesar 25,2% terhadap keterampilan menggiring


Hiptesis

pertama

kekuatan

otot

kekuatan

tungkai

otot tungkai

memberikan

bola.

yang

berbunyi

sumbangan

terhadap

keterampilan menggiring bola, ini berarti hiptesis di terima.


b. Variabel X2 (kelentukan pergelangan kaki) memberikan
sumbangan relatif sebesar 59,7% dan sumbangan efektif
sebesar

33,5%

terhadap

keterampilan

menggiring

bola.

Hiptesis kedua kelentukan pergelangan kaki yang berbunyi


kelentukan
keterampilan

pergelangan

kaki

memberikan

sumbangan

menggiring bola, dengan demikian hiptesis di

terima.
c.

Variabel

(kekuatan

otot

pergelangan

kaki) memberikan

100%

sumbangan

dan

tungkai

dan

kelentukan

sumbangan relatif sebesar

efektif

sebesar 58,7% terhadap

77
77

keterampilan menggiring bola. Sedangkan hiptesis ketiga yang


berbunyi kekuatan otot tungkai dan kelentukan pergelangan kaki
memberikan sumbangan terhadap keterampilan menggiring
bola, dengan demikian hiptesis di terima.

4.3

Pembahasan

Hasil
regresi

analisis

deskripsi

Persentase

dan pengujian

berganda tentang sumbangan Kekuatan otot tungkai,

dan kelentukan pergelangan kaki Terhadap

keterampilan

menggiring bola Pada Pemain SSB IKA Undip Tahun


2012 diperoleh hasil sebagai berikut:

4.3.1

Sumbangan Kekuatan Otot Tungkai Terhadap

Keterampilan Menggiring Bola

Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel kekuatan otot


tungkai memberikan sumbangan positif terhadap keterampilan
menggiring bola dalam permainan
signifikan.

Besarnya

terhadap keterampilan

sumbangan

sepak
kekuatan

bola

secara

otot tungkai

menggiring bola dalam permainan

sepak bola adalah kecil jadi Ho di tolak. Ini berarti Ha

78
78

yang menyatakan besarnya sumbangan kekuatan otot tungkai


terhadap keterampilan menggiring bola adalah kecil, di terima.
Ini berarti semakin baik kekuatan otot tungkai berakibat semakin
baik keterampilan menggiring bola dalam permainan sepak
bola. Hal ini berarti baik tidaknya keterampilan menggiring bola
tergantung pada sumbangan kekuatan otot tungkai.
M. Sajoto (1995:58) mengatakan bahwa Kekuatan otot
tungkai adalah kemampuan

otot

dalam

mana kemampuan itu dihasilkan

waktu

bekerja

di

untuk

menerima

beban

oleh adanya kontraksi otot yang terdapat pada tungkai, kontraksi


ini

timbul

untuk

melakukan

gerakan

yang

mendukung.

Kekuatan otot merupakan komponen penting dari kesegaran


jasmani, karena tingkat penyesuaian kemampuan terjadi sesuai
dengan

proporsi

dari kualitas

dan jumlah serabut

otot.

Kekuatan dapat diartikan sebagai kualitas tenaga otot atau


sekelompok otot dalam membangun kontraksi secara maksimal
untuk mengatasi beban yang datang baik dari dalam maupun
dari luar. Jadi gerakan yang dilakukan oleh otot-otot tungkai
akan menghasilkan gerakan aktivitas seperti menendang,
berjalan, melompat dan lain sebagainya.

4.3.2
Terhadap

Sumbangan

Kelentukan

Keterampilan Menggiring Bola

Pergelangan

kaki

79
79

Sumbangan

variabel kelentukan

pergelangan

kaki

terhadap keterampilan menggiring bola diperoleh keterangan


bahwa

variabel

kelentukan

pergelangan kaki

memberikan

sumbangan positif terhadap keterampilan menggiring bola


dalam permainan sepak bola secara signifikan.
Besarnya

sumbangan

kelentukan

terhadap keterampilan mengiring

bola

pergelangan
dalam

kaki

permainan

sepak bola adalah kecil jadi Ho di tolak. Ini berarti

Ha

menyatakan besarnya sumbangan kelentukan pergelangan


kaki terhadap keterampilan menggiring bola adalah kecil, di
terima.

Hasil

ini

pergelangan

mengindikasikan

kaki

diperhitungkan

merupakan

bahwa
faktor

dalam rangka meningkatkan

kelentukan
yang

perlu

keterampilan

menggiring bola dalam permainan sepak bola pada pemain


SSB IKA UNDIP.
Fleksibilitas optimal memungkinkan sekelompok atau satu
sendi untuk bergerak
kemampuan

untuk

dengan

efisien. Kelentukan

adalah

melakukan gerakan dalam sendi. Selain

itu, kelentukan ditentukan juga oleh keelastisan otot- otot

80
80

tendon

dan

menggiring

ligamen.

Untuk

mencapai

keterampilan

bola dibutuhkan latihan yang intensif dan untuk

dapat menggiring bola yang lebih memadai diperlukan juga


unsur fisik yang berupa kekuatan otot tungkai dan kelentukan
pergelangan

kaki,

karena

dalam

menggiring

bola

akan

menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar, kura-kura


kaki bagian dalam, kura-kura kaki bagian luar dan kura-kura
kaki bagian atas atau kaki penuh. Karena kelentukan yang
dibutuhkan
kelentukan
dimungkinkan

oleh

masing-masing

maksimalnya
memberikan

juga

pemain

berbeda

berbeda-beda,

sumbangan

antara

dan
maka

kelentukan

pergelangan kaki terhadap keterampilan menggiring bola.

4.3.3

Sumbangan Kekuatan Otot Tungkai Dan Kelentukan

Pergelangan Kaki Terhadap Keterampilan Menggiring Bola

Hasil penelitian secara bersama - sama atau simultan


sumbangan

kekuatan

otot

tunglai

dan

kelentukan

pergelangan kaki terhadap kerampilan menggiring bola pada


pemain SSB IKA UNDIP Tahun 2012 adalah besar jadi Ho di
tolak. Ini berarti Ha yang menyatakan

bahwa besarnya

sumbangan kekuatan otot tungkai dan kelentukan pergelangan

81
81

kaki terhadap keterampilan menggiring bola adalah besar,


diterima.
Besarnya sumbangan kedua variabel tersebut terhadap
keterampilan menggiring bola dalam permainan sepak bola
adalah besar, sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak
termasuk

dalam

keseimbangan,

penelitian

ini

simultan

memberikan

lain

panjang tungkai, kelincahan,

tinggi badan dan berat badan.


secara

antara

kedua

sumbangan

Jadi

kecepatan,
daya tahan,

diperoleh

keterangan

variabel

independen tersebut

secara

signifikan

terhadap

keterampilan menggiring bola pada permainan sepak bola.


Maka, sudah sepatutnya kedua variabel mendapat perhatian
khusus bagi para pelatih ataupun pemain agar dapat melatih
kemampuan fisiknya supaya menghasilkan permainan sepak
bola yang baik dan dapat menggiring bola dengan baik pula.

67

BAB V
PENUTUP

5.1 Simpulan

Simpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah


sebagai berikut :

1. Kekuatan
yang

kecil

otot

tungkai

memberikan

sumbangan

terhadap keterampilan menggiring bola

pada permainan sepakbola

pemain SSB IKA UNDIP

tahun 2012.
2. Kelentukan pergelangan kaki memberikan sumbangan
yang kecil terhadap keterampilan menggiring bola pada
permainan sepakbola pemain SSB IKA UNDIP Tahun
2012.
3. Kekuatan otot tungkai dan kelentukan
kaki

memberikan sumbangan

keterampilan

menggiring

yang
bola

pergelangan

besar

terhadap

pada permainan

sepakbola Pemain SSB IKA UNDIP Tahun 2012.

5.2 Saran

Adapun saran saran yang diajukan dari penelitian


yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Untuk

mendapatkan

maka
dan

keterampilan

perlu memperhatikan
kelentukan

menggiring

kekuatan

pergelangan

otot

bola,
tungkai

kaki dengan jalan

memberikan latihan kekuatan dan kelentukan secara


terprogram.
2. Kondisi

fisik

didahulukan

para

pemain

sepak

melalui program-program

bola

harus

latihan

lebih
teknik,

taktik dan fisik yang terencana dan terprogram dengan


baik

supaya

dapat

meningkatkan

kondisi

fisik

para

pemainnya secara keseluruhan agar yang kurang baik


menjadi lebih baik dan dapat berprestasi dalam cabang
olahraga Sepak Bola..