Anda di halaman 1dari 3

PETA DAYA DUKUNG TANAH

KEDALAMAN 20 M DAERAH SEMARANG DAN SEKITARNYA, JAWA


TENGAH
Oleh:
Tigor MHL Tobing dan Dodid Murdohardono

Perhitungan besarnya daya dukung untuk pondasi dalam dalam dipergunakan


pendekatan dari data sondir. Analisis perhitungan dilakukan untuk memberikan
gambaran kondisi daya dukung tanah dibawah permukaan secara umum di daerah
Semarang dan sekitarnya. Untuk pendirian bangunan diperlukan penyelidikan rinci pada
tiap tapak (site). Pada perhitungan ini dilakukan untuk jenis pondasi tiang pancang
tunggal dengan kedalaman 20.00 m.
Berdasarkan data pengujian sondir akan dapat ditentukan besarnya tekanan konus,
nilai friksi dan nilai hambatan lekat. Sehingga nilai tekanan konus dapat secara langsung
untuk menentukan tahanan ujung suatu pondasi tiang pancang, sedangkan untuk
memperkirakan tahanan lekat pada selimut tiang dapat diperoleh secara empiris
mempergunakan data hambatan lekatnya. Untuk menghitung besarnya pondasi tiang
pancang tunggal dipergunakan rumus Wesley (1972) dengan persamaan :
Q = Tahanan ujung + Tahanan lekat
qc

JHP

Q = (-------) x Ap + (-------) x As
3

Dimana :
Q

= Daya dukung pondasi dalam (pancang tunggal), ton/tiang.

qc

= Tekanan konus, kg/cm2

JHP

= Jumlah hambatan lekat, kg/cm2

Ap

As

= Keliling selimut tiang, cm

Luas penampang tiang, cm2

Besarnya

daya

dukung

tiang

dihitung

pada

kedalaman

20,00

m.

Dengan

mempergunakan rumus di atas dan asumsi diameter tiang 45 cm dan berdasarkan data
sondir dari masing-masing titik pengujian sondir, maka akan diperoleh besarnya daya
dukung tiang berkisar 1,94 131,49 ton/tiang.
Nilai daya dukung tiang menjadi besar apabila pada ujung tiang telah bertumpu pada
lapisan keras atau nilai tekanan konus > 150 kg/cm2. Untuk mengetahui gambaran pola
penyebaran daya dukung pondasi dalam di daerah penyelidikan, maka dibuat peta
zonasi daya dukung pondasi dalam tiang pancang tunggal pada kedalaman 20,00 m.
Zona Daya Dukung Kedalaman 20,00 m
Berdasarkan hasil perhitungan dari data sondir zona daya dukung tiang pancang
tunggal untuk kedalaman 20 m dikelompokkan menjadi 4(empat)) zona dengan interval
zona 5,00 ton/tiang yaitu:
1.

Zona Daya Dukung < 15.00 ton/tiang

2.

Zona Daya Dukung 15.00 - 20,00 ton/tiang

3.

Zona Daya Dukung 20.00 - 25,00 ton/tiang

4.

Zona Daya Dukung 25.00 - 30,00 ton/tiang

Dari hasil evaluasi ini dapat dilihat bahwa penyebaran zona daya dukung < 15 ton
terdapat di bagian utara mulai dari daerah Pelabuhan hingga ke arah Nyangkringan.
Pada zona kedalaman 20 m ini terlihat bahwa nilai daya dukung yang cukup tinggi
dijumpai dibagian selatan daerah penyelidikan hingga kearah daerah pebukitan dengan
nilai daya dukung lebih besar 30 ton/tiang.
Dari hasil evaluasi data yang tersedia dapat diketahui bahwa zona daya dukung yang
rendah untuk kedalaman 5 m - 20 m umumnya terdapat di bagian Utara daerah
penyelidikan, sedangkan untuk kedalaman 25 m zona daya dukung rendah hanya
dijumpai dengan luas yang terbatas. Zona daya dukung secara umum semakin besar ke
arah selatan, kecuali pada kedalaman 20 - 25 m terlihat adanya daya dukung yang
cukup tinggi pada beberapa tempat. Hal ini memperlihatkan bahwa kedalaman lapisan

keras umumnya di daerah penyelidikan dijumpai mulai pada kedalaman 20 m lebih


secara tidak teratur.