Anda di halaman 1dari 3

ZONA IKLIM SEMI ARID TROPIKA INDONESIA

Kawasan (contoh): Sumbawa Besar Dompu, Nusa Tenggara Barat


(Pengamat, Foto-foto: Syekhfani)

Zona Iklim Semi Arid, dicirikan oleh bulan-bulan kering lebih banyak dari bulan-bulan basah, jenis tanah dipengaruhi kondisi
suhu tinggi dan kelembaban rendah.
Pelapukan batuan induk lambat dan jenis tanah yang dominan adalah Regosol (Entisols), Mediteran (Alfisols), dan Grumusol
(Vertisols); meskipun di beberapa tempat dijumpai pula jenis Andosol (Andisols).
Vegetasi berupa pohon, semak dan rumput-rumputan yang toleran terhadap kondisi air terbatas, khas daerah zona iklim semi
arid.

Flora dominan:

Pohon: Asam (Tamarindus indica), Jambu mente (Anacardium occidentale).


Semak: Bidara (Ziziphus mauritiana), Paitan (Chromolaena odorata).
Rumput-rumputan: ciplukan (Physalis angulata), babadotan (Ageratum conyzoides), putri malu (Mimosa pudica).

Fauna spesifik: kuda (Equus caballus) liar, dan babi hutan(Sus scrofa).
Masalah utama: sumber air terbatas (terutama saat bulan-bulan kering), sehingga solusinya adalahmanajemen konservasi air.

Batuan induk, menunjukkan perkembangan yang lambat

Vegetasi pohon, semak dan rumput pada musim kering

Lahan budidaya, keadaan air cukup (dari irigasi)

Vegetasi semak, memperoleh air dari kelembaban udara (dekat pantai)

Kawanan kuda liar berteduh di bawah pohon asam saat terik matahari.
Posted under Ekosistem,Evaluasi Tanah,Kehidupan,Lahan kering (upland),Penelitian and tagged withbatuan lambat
lapuk, komoditi spesifik, konservasi air, Zona iklim semi arid