Anda di halaman 1dari 4

PAJAK EKSPOR

Latar Belakang
Berkembangnya dunia perdagangan membuat batas-batas alur dagang semakin kecil dan
terasa perlunya adanya kerja sama dalam hal perdagangan dengan dunia internasional. Suatu
negara untuk dapat mencukupi kebutuhan dimana tidak bisa diproduksi sendiri harus
mengimpor, sebaliknya ketika dunia luar mengharap produk dari negara lain maka negara yang
memiliki produk dalam kapasitas tertentu akan melakukan ekspor.
Pajak Ekspor adalah pungutan resmi dari pemerintah untuk kegiatan ekspor. Ekspor
adalah kegiatan mengirim barang ke luar negeri.
Landasan Filosofis Pemungutan Pajak
Landasan filosofis pemungutan pajak didasarkan atas pendekatan Benerfit Approach atau
pendekatan manfaat. Pendekatan ini merupakan filosofis yang membenarkan negara melakukan
pemungutan pajak sebagai pemungutan yang dapat dipaksakan dalam arti mempunyai wewenang
dengan kekuatan pemaksa. Pendekatan manfaat ini mendasarkan falsafah: oleh karena negara
menciptakan manfaat yang dapat dinikmati oleh seluruh warga negara yang berdiam dalam
negara, maka negara berwewenang memungut pajak dari rakyat dengan cara yang dapat
dipaksakan.
Ada 2 fungsi pajak
1. fungsi penerimaan (budgetair) ini adalah fungsi utama dari pajak. Pajak ditarik untuk
membiayai pengeluaran pemerintah dalam menyediakan barang dan jasa publik.
2. Fungsi mengatur (regulair). Pajak berfungsi untuk mengatur dan mengarahkan perilaku
warga negara agar bertindak sesuai yang diinginkan.
Obyek
Ekspor Jasa Kena Pajak adalah setiap kegiatan penyerahan Jasa kena pajak ke luar daerah
pabean. Jenis jasa Kena pajak yang atas ekspornya dikenai PPN adalah :
1) Jasa maklon
Jasa maklon adalah jasa yang dilakukan untuk menghasilkan barang karena pesanan atau
permintaan dengan bahan dan atas petunjuk dari pemesan.
Batasan Jasa maklon yang termasuk Ekspor JKP :
a. Pemesan atau penerima JKP berada di luar daerah pabean dan merupakan Wajib
Pajak Luar Negeri serta tidak mempunyai Bentuk Usaha Tetap.
b. Spesifikasi dan bahan disediakan oleh pemesan atau penerima JKP.

c. Bahan adalah bahan baku, barang setengah jadi, dan/atau bahan


penolong/pembantu yang akan diproses menjadi Barang Kena Pajak yang
dihasilkan.
d. Kepemilikan atas barang jadi berada pada pemesan atau penerima Jasa Kena
Pajak; dan
e. Pengusaha Jasa maklon mengirim barang hasil pekerjaannya berdasarkan
permintaan pemesan atau penerima JKP ke luar Daerah Pabean.
Atas kegiatan ekspor barang yang dihasilkan dari kegiatan ekspor Jasa Maklon, tidak dilaporkan
sebagai ekspor BKP dalam SPT Masa PPN.
2) Jasa perbaikan dan perawatan Batasannya :
a. Jasa yang melekat pada atau jasa untuk barang bergerak yang dimanfaatkan di
luar Daerah Pabean.
b. Jasa yang melekat pada atau jasa untuk barang tidak bergerak yang terletak di luar
Daerah Pabean.
3) Jasa Konstruksi, yaitu layanan jasa konsultasi perencanaan pekerjaan konstruksi, layanan
jasa pelaksaan pekerjaan konstruksi, dan layanan jasa konsultasi pengawasan pekerjaan
konstruksi. Batasannya :
a. Jasa yang melekat pada atau jasa untuk barang bergerak yang dimanfaatkan di
luar Daerah Pabean.
b. Jasa yang melekat pada atau jasa untuk barang tidak bergerak yang terletak di luar
Daerah Pabean.
Tarif
Besarnya PPN adalah Tarif x DPP
a. Tarifnya adalah 0%
b. DPP nya adalah Penggantian.
Penggantian adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya
diminta oleh pengusaha karena ekspor JKP, tetapi tidak termasuk PPN dan potongan harga yang
dicantumkan dalam Faktur Pajak.
Saat terutangnya PPN adalah pada saat Penggantian atas jasa yang diekspor tersebut dicatat atau
diakui sebagai penghasilan.
PKP yang melakukan Ekspor JKP wajib membuat Pemberitahuan Ekspor Jasa Kena Pajak.
Pemberitahuan Ekspor JKP yang dilampiri dengan invoice sebagai satu kesatuan yang tidak
terpisahkan dipersamakan dengan Faktur Pajak.

Yang dimaksud dengan tarif adalah pajak ekspor atau impor yang dikenakan oleh suatu negara
terhadap produk ekspor atau impor dari negara lain yang dibawa ke dalam atau ke luar daerah
pabean.

untuk ekspor pada umumnya pemerintah tidak memungut bea demi mendukung industri dalam
negeri dan khusus untuk ekspor pemerintah akan memberikan insentif berupa pengembalian
restitusi pajak terhadap barang yang diekspor.
Produk mentah seperti beberapa jenis kayu, rotan dsb pemerintah memungut pajak ekspor dan
pungutan ekspor dengan maksud agak para eksportir sedianya dapat mengekspor produk jadi dan
bukanlah bahan mentah atau setengah jadi. Filosofi pemungutan pajak ekspor pada komoditi ini
adalah untuk melindungi sumber daya alam Indonesia.
Pungutan Ekspor = Bea Keluar
Pengenaan Pungutan Ekspor (PE) untuk barang-barang tertentu adalah dalam rangka :
a. Menjaga kesinambungan persediaan bahan baku sehingga terjaminnya pemenuhan
kebutuhan dalam negeri;
b. Terlindunginya kelestarian sumber daya alam;
c. Terjaminnya stabilitas harga barang tertentu di dalam negeri; dan
d. Meningkatkan daya saing ekspor tertentu.
Komoditi-komoditi yang terkena Pungutan Eskpor :
1. Rotan 15%
Rotan Asalan sudah dirunti, dicuci, diasap, dan dibelerangi dari segala jenis;
Rotan sudah dipoles halus;
Hati Rotan;
Kulit Rotan.
2. Kayu 15%
Veneer
Bahan Baku Serpih;
Kayu Olahan.
3. Pasir 15%
Pasir silika dan pasir kwarsa;
Pasir alam dari segala jenis, berwarna atau tidak, selain dari pada pasir silika dan
pasir kwarsa.
4. Kelapa Sawit, CPO, dan Produk Turunannya 3%
Kelap Sawit/ Tandan Buah Segar dan Inti (Biji) Kelapa Sawit;
Crude Palm Oil (CPO).
Besarnya tarif pungutan ekspor 1% :

Crude Olein (CRD Olein);


Refined Bleached Deoderized Palm Oil (RBD PO);
Refined Bleached Deoderized Palm Olein (RBD Olein).
5. Kulit 25%
Jangat dan Kulit Mentah/Pickled dari hewan sapi/Kerbau dan Biri-biri.
Besarnya tarif pungutan ekspor 15% :
Kulit disamak/Wet Blue dari hewan sapi/Kerbau, Biri-biri dan Kambing.
6. Batubara 5%
Perhitungan Pungutan Ekspor (PE)
Perhitungan pungutan ekspor didasarkan pada Harga Patokan Ekspor (HPE) yang diterapkan
setiap bulan oleh Menteri Perdagangan berdasarkan harga rata-rata Internasional;
Pungutan Ekspor (PE) dihitung berdasarkan rumus : Tarif Pajak Ekspor (PE) x Harga Patokan
Ekspor (HPE) x Jumlah Satuan Barang x Nilai Kurs;
Tarif pungutan ekspor yang digunakan sebagai dasar perhitungan pungutan ekspor adalah tarif
pajak ekspor yang berlaku pada saat Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) didaftarkan pada
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai;
HPE yag digunakan sebagai dasar perhitungan PE adalah HPE yang berlaku pada saat Peb
didaftarkan pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai.